Home Blog Page 1900

Selenggarakan Ketertiban Umum, Satpol PP Kabupaten Malang Tindak PKL Liar

MALANG – Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, PKL liar kini tak bisa seenaknya berjualan.

Pasalnya, dengan terbitnya perda itu, Satpol PP Kabupaten Malang memiliki dasar hukum untuk menindak para PKL liar yang berjualan tidak pada tempatnya.

Sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Malang masih belum bisa menindak para PKL liar yang berjualan tidak pada tempatnya. Hal itu dikatakan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Malang Nazaruddin Hasan.

“Tapi dengan Perda Nomor 11 Tahun 2019 ini, sudah ada legalnya untuk menindak PKL yang liar,” tandasnya usai menghadiri acara sosialisasi peraturan daerah tentang ketertiban umum di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (30/11/2020).

Nazarudin menjelaskan, dasar penindakan terhadap para PKL liar adalah Perda Nomor 11 Tahun 2019 ini, khususnya pada pasal 20 ayat 1 yang menyebutkan pelarangan usaha.

“Di sana ( pasal 20 ayat 1-red), sudah tertulis jelas bahwa setiap orang atau badan usaha (dilarang, red) menempatkan benda dengan maksud untuk melakukan sesuatu usaha di jalan, trotoar, jalur hijau, taman publik dan tempat umum. Jadi jelas, PKL bisa dilarang,” ujarnya.

Diberitahukan pula, tindakan satpol PP terhadap PKL liar nantinya akan bertahap. Untuk tahap awal, mengacu pada pasal 29 ayat 1 PKL liar akan diberi sanksi administratif berupa teguran, peringatan tertulis, penyitaan barang dagangan, hingga denda administratif.

Namun, jika sudah diberlakukan tahapan tindakan oleh satpol PP dan PKL masih saja membandel dengan tetap berjualan di tempat yang bukan semestinya, terdapat ancaman pidana yang bakal diterima oleh PKL.

Dalam pasal 41 ayat 1 dan 2 disebutkan bahwa jika sanksi administratif diabaikan oleh para pelaku usaha, akan rerdapat ancaman hukuman kurungan penjara selama tiga bulan dan denda sebesar Rp 50 juta.

“Maka nantinya satpol PP akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menegakkan perda terbaru ini,” ujar Nazaruddin.

Dalam kurun waktu satu bulan untuk menyosialisasikan Perda Nomor 11 Tahun 2019, Nazarudin berharap agar semua masyarakat, terkhusus para pelaku usaha, mematuhi aturan tersebut agar tercipta ketenteraman dan kenyamanan di Kabupaten Malang.

“Kami harap selama satu bulan ini kami sosialisasi, semua pelaku usaha dan PKL bisa memahami untuk kebaikan bersama. Setelah sosialisasi satu bulan, nantinya tindakan sesuai perda akan kami terapkan semua,” tandasnya.

Allasan terkait baru disoalisasikannya Perda Nomor 11 Tahun 2019 pada akhir tahun 2020 ini, Nazaruddin menyebut dampak pandemi covid-19 yang membuat fokus lebih diutamakan untuk penanganan pandemi covid-19.

“Sebenarnya ini (Perda No 11 Tahun 2019, red) sudah disahkan akhir tahun kemarin (2019, red). Awalnya akan disosialisasikan awal tahun 2020. Tetapi karena covid-19, kami sosialisasikan akhir tahun ini,” terangnya.

Dalam sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2019 itu, hadir perwakilan sejumlah instansi di Kabupaten Malang. Di antaranya dari perwakilan Polres Malang, Kodim 0818 Malang-Batu, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Mursyidah, serta para camat se-Kabupaten Malang. Diharapkan semua instansi bersinergi dalam menegakkan dan bersama-sama menyosialisasikan aturan Perda Nomor 11 Tahun 2019 agar kehidupan bermasyarakat lebih tenang dan nyaman. (srj/mid)

Unair, Webinar “Geliat Airlangga Untuk Anak Indonesia”

SURABAYA– Universitas Airlangga menggelar kegiatan webinar “Geliat Airlangga Untuk Anak Indonesia” Jum’at (2/10/20).

Webinar ini sebagai bentuk edukasi kepada tenaga pendidik, khususnya PAUD danbTK dalam rangka membangun generasi cemerlang berbasis keluarga.

Topik yang diangkat antara lain, “Proteksi Diri di Masa COVID-19 dengan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak)”

Seminar nasional daring yang dilaksanakan melalui zoom ini, diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi, termasuk provinsi di Pulau Jawa.

Selain itu, hadir dari masing-masing perwakilan dari UNICEF, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Surabaya serta beberapa Lembaga lainnya.

Sebagai narasumber Dr. Nyoman Anita Damayanti memaparkan bahwa salah satu penyebab yang dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap penularan COVID-19 antara lain, tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12-23 bulan.

“Maka dari itu, kami mengajak melalui ibu-ibu dan bapak-bapak semua, ayo kita ingatkan betul keluarga kita, kemudian para orang tua murid untuk jangan pernah meninggalkan imunisasi. Karena imunisasi itu akan memberikan kekebalan kepada anak, meskipun ini bukan imunisasi atau kekebalan pada COVID,” ajak Dr. Nyoman

Sementara nara sumber lainnya, Dr. M. Atoillah Isfandiari menyampaikan langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 ini adalah dengan melakukan 3M.

“Kalau di demam berdarah itu ada 3M yang singkatannya menguras, menutup, dan menghilangkan sampah. Kalau di COVID, singkatannya beda, Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, Geliat Airlangga ini memang sudah beberapa kali mengadakan kegiatan dalam bentuk webinar, pengabdian masyarakat hingga pendampingan yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak.

Melalui webinar hasil kerja sama Geliat Airlangga dan UNICEF ini, diharapkan masyarakat dapat lebih paham terkait COVID-19 dan dampaknya pada anak, serta implementasi protokol kesehatan yang baik dan benar di masa pandemi. (red)

Ingin Minuman Segar dan Menyehatkan? Gujahe Solusinya

0

#ADV. Sejak dulu kala Indonesia terkenal dengan hasil rempahnya. Rempah-rempah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah bangsa ini. Bahkan kualitas rempah-rempah di Indonesia menarik perhatian bangsa barat datang untuk dijadikan komoditas utama perdagangan internasional.

Ada banyak jenis rempah-rempah khas Indonesia yang laris manis di pasaran internasional, antara lain cengkeh, jahe, pala, kunyit, kayu manis dan lada.
Rempah-rempah berkhasiat menghangatkan badan ini tentu sangat dibutuhkan, khususnya oleh orang-orang di benua Eropa.
Tak hanya menghangatkan badan, rempah-rempah memiliki manfaat lain. Apa sajakah itu?
Menyehatkan Otak.
Beberapa penelitian menyebutkan kandungan kurkumin pada kunyit bisa menyehatkan otak. Kayu manis juga berkhasiat mencegah penyakit Alzheimer. Menurut para peneliti, ekstrak yang ada dalam kulit kayu manis, yang disebut CEppt, mengandung sifat yang dapat mencegah timbulnya gejala Alzheimer.

Mencegah Penyakit Jantung
Zat kurkumin pada rempah-rempah bermanfaat meningkatkan fungsi endotel, atau kesehatan selaput tipis yang menutupi bagian dalam jantung serta pembuluh darah.
Sehingga kurkumin dapat membantu melindungi terhadap berkurangnya kinerja sel yang disebabkan penuaan dan mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung.

Mencegah Kanker
Dikutip dari organicfacts, lengkuas bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker. Kandungan zat antioksidannya mampu memperbaiki sel-sel tubuh akibat radikal bebas dan berbagai racun yang mudah masuk ke dalam tubuh.
Selain itu, komponen lengkuas bernama galangin memiliki sifat antikanker yang dapat mencegah kanker paru-paru dan kanker payudara. Zat ini juga sangat efektif untuk menyembuhkan kanker kulit melanoma, hepatoma, dan kanker usus besar.

Mencegah Tumor
Tak hanya mencegah kanker, lengkuas juga bermanfaat untuk mencegah tumor. Lengkuas juga bermanfaat sebagai penghambat jalur enzim xanthin yang memicu perkembangan tumor.

Tangkal Corona
Seiring dengan meluasnya pandemi virus Corona di Indonesia, Guru Besar Biologi Molekuler Unair Chaerul Anwar Nidom, baru-baru ini telah melakukan penelitian dan menemukan suatu jenis rempah-rempah yang diduga bisa menangkal virus corona.
Dengan mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung curcuma seperti jahe, kunyit dan temulawak, bisa membantu menangkal virus corona.
Kurkumin yang biasanya ditemukan di kunyit bisa menangkal badai sitokin, yang merupakan suatu proses terinfeksinya paru-paru akibat virus corona.

Baik untuk Kecantikan
Rempah-rempah tidak hanya menyehatkan badan, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kecantikan. Dilansir StyleCraze, kapulaga dianggap sebagai rempah yang baik untuk melawan gejala penuaan. Rempah aromatik ini memiliki khasiat untuk melawan radikal bebas. Demikian pula dengan pala yang juga bisa membersihkan racun dari liver dan ginjal. Dengan begitu tubuh menjadi lebih sehat dan penampilan kulit jadi lebih baik.

Oh ya… Agar olahan rempah menjadi lebih lezat, Anda bisa menambahkan gula merah ke dalam campuran tersebut.
Manfaat rebusan jahe, serai, dan gula merah antara lain bisa mencegah berbagai penyakit berbahaya seperti jantung dan darah tinggi, hingga membantu menyehatkan pencernaan.

Memang, untuk membuat minuman segar dan menyehatkan seperti itu, memang membutuhkan proses yang agak rumit. Tapi, gak perlu khawatir, kini telah hadir GUJAHE yang merupakan racikan rempah dan gula jawa siap diseduh kapan dan dimana saja.
GUJAHE yang merupakan hasil ekstraksi rempah-rempah berkhasiat yang dipadukan dengan manisnya gula jawa yang menyehatkan.

Cara mendapatkannya pun cukup mudah, datang ke Perum Bumi Mangli Permai blok IC-09 Mangli Jember atau hubungi 085607012868. Anda bisa juga klik https://shopee.co.id/csbeauty_id kalau mau belanja minuman segar yang menyehatkan ini.

Ulasan Webinar Jelang Persiapan Kembali Ke Sekolah

MALANG – Ari Ambarwati, dosen Universitas Islam Malang (Unisma) dan Andia Kusuma Damayanti, Psikolog yang juga dosen Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, menyampaikan pemaparan dalam webinar ‘Manajemen Pengelolaan Stres dan Persiapan Kembali Ke Sekolah’ pada hari Minggu (29/11/2020).

Ambar menyampaikan bahwa sudah sembilan bulan pandemi Covid-19 berlangsung. Dan naga-naganya Covid belum berlalu. Sehingga masih dilakukan pembelajaran PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yang ada plus minusnya.

Terkait keluarnya SKB empat menteri tentang panduan pembelajaran semester depan tahun ajaran 2020/2021, Ambar mengatakan diperlukan guru yang antisipatif. Misalkan nanti, kata dia, bagaimana jika tiba-tiba listrik mati sehingga berdampak ke wifi. Atau, bagaimana jika siswa tidak punya gawai, selain guru harus adaptif pada perangkat pembelajaran dan mitigatif.

Hal ini akan jadi bekal nanti jika sekolah akan tatap muka secara bergantian. Meski banyak check list yang harus dilakukan sekolah, lanjut dia.

“Pada masa ini, pola belajar siswa dan guru tidak lagi pada tempat dan waktu yang sama. Jam belajar pun lebih fleksibel,” ungkapnya.

Selain itu di masa ini, guru ditantang agar memutakhirkan pengetahuan untuk perangkat belajarnya dan melakukan reorientasi pembelajarannya.

Dikatakan, tak hanya siswa yang mengalami dampak PJJ. Tapi juga gurunya. Ia menyebut guru perlu menyesuaikan perangkat belajar, guru kesulitan mencapai target pembelajaran dan kesulitan mengontrol capaian belajar siswa.

Ini diketahuinya dari hasil survei pada guru, terutama pada guru Bahasa Indonesia.

“Maka guru juga tidak bisa melakukan semua sendiri tanpa support system dari sekitarnya,” terangnya.

Menurutnya, PJJ dengan daring tak hanya sulit bagi guru juga dosen di perguruan tinggi. Ada juga dosen yang tidak bisa mengikuti irama pembelajaran daring. Sehingga ditunjuk dosen muda untuk membantu mengunggah materinya ke mahasiswa. Namun ini juga membuat ada beban psikologi.

Agar guru tidak merasa kesulitan melewati ini, ia menyarankan antar guru bisa berbagi pengalaman baik. Sebab ada banyak guru mengalami itu.

“Selain itu, guru juga bisa meminta bantuan ke paguyupan orangtua untuk membantu pendampingan siswa,” jelasnya.

Sedang Andia Kusuma Damayanti, dosen Unidha mengawali presentasi dengan riset-riset yang dilakukan pihak lain terkait guru dalam pandemi ini.

Seperti guru saat bekerja dari rumah, penguasaan teknologi, penambahan biaya internet, jam kerja jadi tidak terbatas karena koordinasi dengan guru lain, ortu dan kasek.

Agar guru tak stres, maka kesehatan mental juga perlu diperhatikan.

“Pekerjaan jadi guru itu adalah pilihan. Karena ini yang dimaui, maka otomatis lebih enjoy dalam proses ini,” kata Andia.

Apalagi yang sudah berpengalaman lama. Ketika menghadapi angkatan yang “lemot” maka guru harus kreatif. Jika ada kendala, bisa berbagi ke guru lain untuk mengatasi itu.

“Memang kadang ada pelit ilmu dan tidak mau berbagi. Padahal jika dibagi, keilmuannya nanti akan bertambah,” jawabnya.

Selain itu juga harus berpikir positif dan realistis pada kegiatan sehingga jadi rileks.

Artikel ini sebelumnya sudah di tayangkan di SURYAMALANG.COM, disertai catatan redaksi bersama melawan corona dan mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan dan selalu menjaga jarak). (tim/red)

Ada Warga Terkonfirmasi Covid 19, Desa Tlekung Kota Batu Laksanakan PSBL

BATU – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) di Desa Tlekung di Kota Batu, dimulai tanggal 28 November hingga 7 Desember 2020.

PSBL ini dilakukan karena ada 27 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah itu diketahui setelah 113 warga menjalani tes usap pada akhir pekan ini.

Kepala Desa Tlekung, Mardi menerangkan, awal mula adanya kasus diketahui setelah ada proses pemakaman satu orang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 oleh petugas.

“Saya tidak tahu kalau yang meninggal itu terkonfirmasi positif atau tidak. Itu yang tahu kan Dinas Kesehatan. Sedangkan keluarga yang berduka tidak tahu menahu terkait Covid-19,” kata Mardi, Minggu (29/11/2020).

Apalagi, yang dimakamkan adalah anak berusia 15 tahun yang sebelumnya diketahui kondisinya sehat, sehingga warga menganggap kematian anak ini bukan karena Covid-19.

“Warga tidak percaya anak itu terserang Covid-19. Itulah pemicunya,” ungkap Mardi.

Setelah pemakaman anak usia 15 tahun itu, ada tiga orang menyusul meninggal dunia. Total, ada empat orang warga Desa Tlekung yang meninggal dunia.

Sekali lagi, Mardi mengaku tidak mengetahui status mereka, apakah terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak. Dia tidak memiliki informasi maupun data terkait kondisi warganya sendiri.

Empat orang warga ini rumahnya terpisah. Mardi mengkonfirmasi kalau empat orang warga yang meninggal bukanlah satu keluarga.

“Empat orang itu bukan satu keluarga, sudah rumah sendiri-sendiri. Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah kondusif,” jelasnya.

Namun Mardi tetap mengakui apa yang terjadi di desanya adalah sebuah musibah yang harus dihadapinya. Sejauh ini, ia hanya berkoordinasi dengan petugas setingkat kecamatan, yakni Camat dan Danramil.

Sedangkan Wilayah PSBL tidak untuk Desa Tlekung keseluruhan, namun hanya di Dusun Gangsiran Ledok saja.

Mardi juga mengatakan dari 27 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, 5 orang diantaranya sudah pulang ke rumah masing-masing, tersisa 22 warga Desa Tlekung yang saat ini tengah menjalani isolasi di sebuah hotel.

“Tidak ada tambahan lagi, tetap di angka 27 yang terkonfirmasi positif Covid-19. Malah sebagian sudah sembuh dan pulang. Ada lima orang,” terangnya.

Informasi yang dihimpun, Desa Tlekung menjadi desa ketiga yang melaksanakan PSBL. Sebelumnya sudah dua desa yang melaksanakan PSBL, yakni Giripurno dan Mojorejo.

Sementara itu anggota DPRD Batu, Bambang Sumarto, yang juga tinggal di Desa Tlekung, mendorong Pemerintah Kota Batu untuk bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tlekung, terutama menyangkut keselamatan dan kesehatan warga.

Mengenai akurasi informasi terkait civid 19 ini, memang banyak informasi beredar yang tidak terkonfirmasi kebenarannya. Namun untuk kasus ini, Bambang mengaku mendengar sendiri di Desa Tlekung ada anak muda yang sakit dikira keda DB.

“Awalnya ada anak muda yang sakit, dikira keda DB. Setelah meninggal, dimandikan oleh keluarganya, saya tidak tahu anak itu terpapar atau tidak. DPRD Batu sudah menyampaikan ke dinas terkait yakni Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Mohon dibantu semaksimal mungkin warga Desa Tlekung yang terdampak Covid-19,” ujar Bambang.

Meskipun awalnya banyak warga sempat resah, namun setelah dilaksanakan PSBL, kondisi Desa Tlekung berangsur kondusif. Mereka juga mulai disiplin menerapkan protokol kesehatan (srj/mid)

Hut Korpri ke 49 Polres Lumajang Laksanakan Acara Do’a Bersama Melalui Zoom Metting

LUMAJANG – Dalam rangka HUT Korpri ke 49 Tahun 2020, 20 Dewan Pengurus Korpri Polres Lumajang melaksanakan kegiatan do’a bersama melalui zoom metting di ruang Command Center Polres Lumajang, Minggu (29/11/2020) jam 10.00 WIB sd 11.00 WIB.

Acara do’a bersama melalui Zoom Metting ini dilakukan dalam rangka HUT Korpri ke 49 tahun 2020 dengan diikuti oleh 20 personil anngota PNS Polres Lumajang dari kediaman masing masing.

Tema HUT Korpri ke 49 tahun 2020 ini adalah “Korpri Berkontribusi Melayani dan Mempersatukan Bangsa”. Dengan tema itu, seluruh anggota Korpri diimbau untuk meningkatkan kinerja terutama di bidang pelayanan publik serta kepedulian seluruh anggota.

Sedangkan pembacaan do’a bersama disampaikan oleh masing masing pemeluk agama yang ada di Indonesia, Budha, Hindu, Katholik, Kristen, Konghucu, Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan agama Islam. (red)

Debat Publik Pilkada Kediri 2020, 2 Praktisi dan 3 Akademisi Jadi Panelis

KEDIRI – Pagelaran debat publik Pilkada Kediri 2020 terakhir akan dilaksanakan di Hotel Insumo Ngasem Kabupaten Kediri dengan mengusung tema tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Hal itu sebagaimana disampaikan Komisioner KPU Kabupaten Kediri bidang informasi dan data, Eka Wisnu Wardhana, Minggu (29/11/2020).

“Untuk sub tema pertama ada kebijakan Bidang Hubungan Lembaga Vertikal dan Horizontal. Kedua ada pembahasan soalt manajemen pemerintahan efektif, efisien, akuntabel, transparan. Ketiga ada manajemen partisipasi masyarakat,” jelasnya.

“Dalam debat nantinya juga akan membahas pencegahan korupsi di pemerintahan daerah. Hal ini penting untuk menciptakan struktur organisasi pemerintahan yang bebas korupsi,” imbuhnya.

Sementara untuk panelis debat pamungkas kali ini dikatakan Wisnu total ada 5 orang terdiri dari 2 Praktisi dan 3 akademisi.

“Pertama ada Yana S. Hijri sebagai Konsultan Ahli/Peneliti Utama Tenaga Ahli Bidang Pemerintahan. Kedua juga ada Muflihul Hadi dari Ombudsman Jatim,” terangnya.

“Untuk akademisi ada Iskandar Tsani, ada pak Kukuh Budi Mulya Akademisi dari Universitas Jember, dan terakhir Dian Fericha akademisi IAIN Tulungagung,” sambung Wisnu.

Wisnu mengimbau masyarakat untuk menyaksikan langsung penyelenggaraan debat terakhir ini melalui channel YouTube atau televisi.

Ia mengungkapkan debat terakhir ini sangat penting untuk diikuti agar masyarakat bisa menilai calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri yang sesuai dengan pilihannya. (birokediri)

KPK Tetapkan Wali Kota Cimahi dan Komisaris RSU Kasih Bunda Sebagai Tersangka

0

CIMAHI – KPK menetapkan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priantna dan Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan, sebagai tersangka dalam kasus suap perizinan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda. Kedua tersangka akhirnya ditahan selama 20 hari terhitung sejak hari Sabtu, (28/11/2020).

KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa peerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait perizinan di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020. Hal itu sebagaimana dikatakan Firli saat jumpa pers, Sabtu 28 November 2020, dikutip Suara.com dari Antara.

Wali Kota Cimahi Ajay, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 199 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Hutama, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasus ini, Ajay diduga menerima suap Rp1,661 miliar dari kesepakatan awal Rp3,2 miliar. Pemberian tersebut, dilaporkan, terjadi sejak 6 Mei 2020 dan pemberian terakhir pada 27 Nobember 2020. (tim)

Jelang Pilkada Surabaya 2020, Nama Risma Jadi Trending Topic di Twitter

SURABAYA – Menjelang Pilkada Surabaya 2020, nama Wali Kota Surabaya mejadi perbincangan warganet setelah tagar #BelaBuRisma menjadi trending topic di media sosial Twitter sejak Kamis (26/11/2020) malam hingga Jumat pagi.

Video viral nyanyian yang menyudutkan Risma dinyanyikan para pendukung salah satu calon mendapat respons dari netizen. Tercatat hampir 4.000 cuitan membela Risma menggema di Twitter.

“Bu Risma orang baik yang sudah bekerja keras dan membawa Surabaya sebagai kota terbaik di dunia. Bu Risma juga peduli terhadap lansia, anak yatim, membawa Surabaya ke peradaban baru. Surabaya Aman, Surabaya Go Green, Surabaya Smart City,” ujar salah satu cuitan dari @jumianto_RK.

Warganet berbondong-bondong memberikan dukungan kepada wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya tersebut.

Mereka gerah lantaran selama ini menilai Risma telah berhasil memajukan Kota Pahlawan. Mereka mencurahkan dukungannya di linimasa Twitter hingga akhirnya bisa menjadi trending topic.

Dukungan juga datang dari @Achmad_Bagus_Z. Ia menyebut, 7 tahun tinggal di Surabaya perkembangan Kota Surabaya sangatlah terasa berkat kinerja Risma dan masyarakat Surabaya. Sekarang Surabaya menjadi kota yang bersih dan modern.

“Sak karep omonganmu opo (terserah kalian omong apa), aku tetap #BelaBuRisma,” kata @Achmad_Bagus_Z dalan cuitnya.

Begitu pula yang disampaikan @AletaEga. Ia mengatakan, “Sekian tahun Bu Risma mbelani (membela) Kota Surabaya. Saiki wayahe (waktunya) kita sing mbelani Bu Risma. #BelaBuRisma.”

Seperti yang diketahui, sebelumnya viral video berdurasi 19 detik yang isinya nyanyian plesetan reff lagu “Menanam Jagung” ciptaan Ibu Sud. Reff tersebut diubah dengan lirik nada provokatif.

“Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” kata pendukung salah satu pasangan kandidat sambil mengacungkan dua jari ke atas dan sebagian memakai kaus warna-warni khas salah satu kandidat.

Selain itu, di belakang para pendukung tersebut tampak spanduk besar bertuliskan “Silaturahmi Pendukung” dengan foto salah satu pasangan kandidat.

Selain di medsos, di berbagai grup WhatsApp di Surabaya juga ramai dengan poster bertuliskan “Bela Bu Risma, Selamatkan Surabaya”. Warga ramai-ramai memasang poster tersebut di foto profil WhatsApp.

Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Surabaya Unsi Fauzi menyesalkan adanya kampanye provokatif yang menyudutkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Yang jelas, saya sangat sedih dan kecewa ada kampanye provokatif seperti itu,” ujarnya.

Menurut dia, seharusnya nyanyian provokatif tersebut tidak terjadi jika semua pihak menginginkan Pilkada Surabaya damai, aman, dan menyenangkan.

Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya 2020 diikuti dua pasangan calon, yaitu pasangan calon nomor urur 01 Eri Cahyadi-Armuji dan pasangan calon nomor urut 02 Machfud Arifin-Mujiaman, dikutip dari Antara.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Suara.com dengan judul : Diserang Lewat Lagu Hancurkan Risma Sekarang Juga, Pendukungnya Bergerak. (red)

Birokrat Menulis Menuju Taman-Taman Surgawi

0

CIMAHI -Di trimester keempat tahun 2020, ruang-ruang literasi menulis diramaikan oleh wacana gerakan Satu Birokrat satu Buku (SABISABU) yang digaungkan oleh Adrinal Tanjung.

Setelah sukses dengan dua webinar bersama Econand, Bedah Buku dan Kelas Inspirasi Daring diselenggarakan kembali dengan mengambil tema “Mengabadikan Tugas Negara dengan Menulis”

Bedah Buku dan Kelas Inspirasi ini diselenggarakan pada hari Sabtu (28/11) pukul 14.00-16.30 WIB, dengan menghadirkan narasumber Tavip Joko Prahoro (Kepala Biro Keuangan BNPB, penulis buku “Janjiku untuk Sembuh”), Sumardi (Asisten Komisioner KASN RI, penulis buku “Jabatan Pimpinan Tinggi”), Amie Primarni (pegiat literasi menulis, founder “Mata Pena School”), Ruslan Ismail Mage (akademisi, founder “Sipil Institute”, penulis buku “Generasi Emas Minang Kabau”), dan Adrinal Tanjung (penulis dan founder “Satu Birokrat Satu Buku (SABISABU)”.

Berbeda dengan narasumber lain yang berbagi pengalamannya, menulis buku dan memberi tips dan trik menulis buku, Ruslan Ismail Mage tampil dengan lisannya yang lantang dan diksi yang selalu memotivasi.

“Menjadi birokrat adalah pilihan. Menjadi birokrat penulis berarti memilih jalan menuju taman-taman surgawi. Dari titik inilah Sipil Institute hadir bersilaturahim dengan sahabat birokrat menulis,” jelas Ruslan.

Lebih lanjut, Ruslan menjelaskan bahwa birokrat yang mengerjakan tupoksi-nya adalah birokrat biasa. Birokrat yang mematuhi norma/aturan adalah birokrat yang baik. Birokrat yang menyelesaikan tugasnya adalah birokrat yang tangguh. Hanya birokrat yang menginspirasi dan menggerakkan dengan buku yang akan disebut sebagai birokrat hebat.

Birokrat bisa menulis dengan berbagai motivasi atau alasan. Mulai dari menulis untuk mencerahkan orang, menuangkan isi hati, berbagi pikiran, mengaktualisasikan diri, menginspirasi orang lain, menuntut ilmu, hingga motivasi yang paling tinggi untuk tujuan ibadah.

“Ilmu itu hidup. Jangan biarkan ilmu kurus kering. Ia wajib dipelihara dan diberi makan agar bertumbuh untuk kemanusiaan. Ini hanya dapat diakukan dengan menulis. Seorang penulis akan mendapat pahala abadi yang akan terus mengalir dari apa yang ditulisnya,” tegas Ruslan.

Dari beberapa kutipan tentang pentingnya menulis, Ruslan menutup paparannya dengan pernyataan bahwa birokrat favorit adalah yang kehadirannya dirindukan, kata-katanya menginspirasi, sikapnya diteladani, dan nasihatnya menyejukkan hati.

Tentunya bukan Ruslan Ismail Mage jika tidak berhasil memotivasi peserta. Sesaat setelah Ruslan selesai menyampaikan paparannya, seorang peserta langsung menyatakan bahwa dirinya merinding mendengar apa yang disampaikan oleh Ruslan dan termotivasi untuk segera menulis buku. Pada kenyatannya, semua peserta pun merasakan hal yang sama.

Turut hadir dalam webinar kali ini pihak penerbit Elfatih Media Insani (EMI). “jadi, bagi siapa pun yang ingin didampingi menulis dan menerbitkan buku, kami siap membantu,” papar Kuspriyanto, Direktur EMI sekaligus Ketua Divisi Kewirausahaan Sipil Institute.

Kontributor : Ian El Fatih
Wartawan : Edison.