Home Blog Page 1919

Pemkab Lumajang Kembali Raih Penghargaan Opini WTP

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menerima penghargaan dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2019 dengan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Convention Hall Lantai 3 Grand City, Surabaya, Senin (19/10/2020).

Pemerintah Kabupaten Lumajang telah dua kali berturut-turut memperoleh penghargaan Opini WTP, Laporan Keuangan Daerah Tahun 2018 dan 2019.

“Alhamdulillah ini tahun kedua kita mendapatkan Opini WTP, ini juga evaluasi bagi kita Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk supaya mempertahankan predikat Opini WTP ini, tentu ini harus kita tingkatkan dari tahun ke tahun,” ujar bupati usai mengikuti serangkaian kegiatan.

Dari hasil Opini WTP tersebut, Laporan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Lumajang sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Dedi Sopandi, mengatakan Opini WTP merupakan salah satu indikator pengelolaan keuangan negara yang sehat. Dirinya berharap penghargaan Opini WTP dapat menjadi motivasi Pemerintah Daerah maupun Provinsi untuk menyajikan laporan keuangan negara sesuai SAP.

“Opini WTP ini adalah satu indikator pengelolaan keuangan negara dengan sehat, semoga ini menjadi semangat bersama untuk mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel,” ungkapnya. (red)

Terjaring Operasi Yustisi, Pemkab Terapkan Sidang di Tempat

LUMAJANG –Puluhan orang pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 di Kabupaten Lumajang khususnya wilayah Kecamatan Sumbersuko terjaring Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Inpres No. 06 Tahun 2020, dilaksanakan di depan Kantor Kepala Desa Labruk Kidul, Senin (19/10/2020) pagi.

Operasi yustisi kali ini melibatkan personil gabungan dari TNI-POLRI, Pemkab Lumajang, Kejaksaan Negeri Lumajang dan Pengadilan Negeri Lumajang menindak pengguna jalan, yakni kendaraan roda dua, roda empat dan pejalan kaki yang tidak menggunakan masker atau tidak sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid-19.

Pada kesempatan tersebut, Kasat Pol PP Kabupaten Lumajang, Matali Bilogo berpesan kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19. Sementara untuk sanksi yang diberikan kepada pelanggar diupayakan tidak memberatkan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Operasi seperti akan terus dilakukan oleh Pemkab Lumajang dengan TNI-POLRI. Kami ingin masyarakat lebih mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19, bagi masyarakat yang melanggar bisa memilih sanksi denda atau sanksi sosial,” ujarnya.

Operasi yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut menerapkan sidang di tempat, karena Pemerintah telah menyiapkan pranata sidang ditempat. Dari 41 orang yang terjaring operasi, sebanyak 26 orang memilih hukuman sosial seperti membersihkan fasilitas umum, menyanyikan lagu-lagu perjuangan atau membaca teks pancasila. Sementara 15 orang memilih bayar denda sebesar Rp 25 ribu. (red)

Bupati Nganjuk Serahkan Bantuan Kepada Korban Puting Beliung

NGANJUK — Bupati Nganjuk, H.Novi Rahman, S.Sos, MM menyerahkan beberapa bantuan kepada KPM dan korban bencana puting beliung di desa Kemaduh Kecamatan Baron, Jumat,16 oktober 2020 pagi.

H.Novi Rahman,S.Sos.,MM didampingi wakil Bupati Marhaen Djumadi, juga bersama Forpimcam, tiba di balai desa Kemaduh disambut langsung oleh Kepala desa Hawwyn Duta,S.Pdi.

Acara dibuka oleh Camat baron, Kasno, yang kemudian dilanjutkan oleh Bupati.

Dalam sambutannya, bupati Novi memberikan beberapa poin yang erat hubungannya dengan program program Kabupaten Nganjuk.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan 3 hal maksud kedatangannya di desa Kemaduh, disamping silahturahmi antara pemerintah Kabupaten dengan warga desa Kemaduh, juga menyerahkan bantuan KPM, dan merealisasikan program bedah rumah.

Sebelum Bupati nganjuk memaparkan program pemkab, dalam hal ini agar suasana mencair bupati mengajukan pertanyaan dan mempersilahkan para undangan yg bisa menjawab pertanyaan akan mendapatkan bingkisan hadiah, serta uang dalam amplop sebagai bentuk kepedulian dan cinta Pemkab kepada warganya.

Adapun peserta yg berani maju kedepan dan menjawab pertanyaan bupati, ada tiga orang ibu, yakni Denok widarti, kemudian Winarsih dan yang ketiga Siti Khasanah.

Seusai memberi hadiah yang kepada tiga warga tadi, Bupati melanjutkan dengan memaparkam Visi Misi bupati dan wakil bupati kepada warga, yang meliputi, pembangunan Infrastruktur, seperti jalan sebagai penunjang perekonkmian supaya lebih meningkat, dan mengurangi kecelakaan.

Yang kedua pembangunan SDM( Sumber Daya Manusia), untuk pendidikan diharapkan minimal lulusan SLTA (SMK, SMA), yang berkualitas dan unggul, kemudian Pembangunan Kemandiria Ekonomi,
agar ekonomi masyarakatan bisa mandiri, dan swasembada sehingga diharapkan nantinya selalu siap dalam setiap menghadapi berbagai perubahan yang terjadi.( Anwar/Sugeng).

Perangi Narkoba, Aktifis GANN Jalan Kaki Jepara-Bali

PROBOLINGGO — Seorang aktifis dari lembaga GANN (Gerakan Anti Narkotika Nasional), yang berasal dari kota Jepara, Agus, yangtergabung di DPD GANN Jepara serta sebagai duta anti narkoba, melakukan sebuah aksi berjalan kaki dari Jepara menuju Bali.

Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan penuh terhadap aksi berantas narkoba, dan pada hari sabtu malam, 17 oktober 2020, Agus tiba di Probolinggo dan akan segera meneruskan perjalanan menuju Bali.

Sebelumnya yang bersangkutan juga sempat bermalam di DPC GANN kota Probolinggo.

Kepada media gempurnews Agus menuturkan bahwa aksi yang dijalankannya tersebut adalah salah satu bentuk kepeduliannya terhadap aksi perangi narkoba.

“Saat ini salah satu musuh terbesar negara adalah narkoba, banyak anak anak bangsa yang sudah menjadi korbannya, saya sebagai duta anti narkoba ketua DPD GANN jepara ingin memberikan yang terbaik salah satunya termasuk melalui apa yang saya lakukan ini,” ujarnya.

   Dalam kesempatan yang sama,  Totok Hariyadi ketua DPC GANN Probolinggo juga menuturkan,  dirinya sangat simpati dan memberi dukungan penuh terhadap aksi yang dilakukan oleh Agus dari Jepara tersebut.

“Beliau benar benar sangat peduli dengan keadaan negara kita ditengah tengah musibah pandemi covid 19 yang masih belum juga berakhir, semoga apa yang dilakukannya menjadi hal kebaikan dan negara kita benar benar menjadi bebas narkoba,” urai Totok.( ali)

Bangun Jaringan Transportasi Darat, DAMRI Perkuat KSPN

BATU – Wisatawan asal Kota Wisata Batu kini dapat dengan mudah pergi ke tempat wisata Gunung Bromo, Malang, Jawa Timur.
DAMRI bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan resmi melayani trayek angkutan wisata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) rute Batu menuju Bromo, mulai Sabtu (17/10/2020).

Dalam rilisnya Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis, Sandry Pasambuna mengatakan, peluncuran rute ini sebagai bagian dari inovasi DAMRI untuk memperkuat jaringan transportasi darat sekaligus mendukung peningkatan perekonomian kawasan pariwisata di Malang.

“Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) ini merupakan Kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata dan memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Sandry.

Berikut jadwal keberangkatan dan harga tiket trayek resmi DAMRI Batu – Bromo:

  • Batu-Bromo dengan jam keberangkatan dari Batu pukul 07.00 WIB dan 09.00 WIB
  • Bromo Wonokitri-Batu pukul 16.00 WIB dan 18.00 WIB
    *) Tarif Rp 40.000

Jadwal keberangkatan trayek resmi DAMRI rute Jawa Timur:

  • Terminal Bungurasih–Sukapura (via tol) dengan jam keberangkatan dari Bungurasih pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB, sedangkan dari Sukapura pukul 08.00 WIB dan 12.00 WIB. Tarif yang dikenakan sebesar Rp 50.000
  • Terminal Arjosari–Balaikambang, Sendangbiru dengan jam keberangkatan dari Arjosari pukul 07.00 WIB dan 08.00 WIB, sedangkan dari Sendangbiru pukul 16.00 dan 17.00 WIB. Tarif yang dikenakan sebesar Rp 25.000
  • Batu–Surabaya (Terminal Bungurasih)–Wali limo (via tol) dengan jam keberangkatan dari Batu pukul 06.00 WIB dan 16.00 WIB, sedangkan dari Terminal Tuba, Wali limo pukul 07.00 WIB. Tarif yang dikenakan sebesar Rp 50.000
  • Jember–Bondowoso dengan jam keberangkatan dari Jember pukul 10.00 WIB dan 11.00 WIB, sedangkan dari Bondowoso pukul 10.00 WIB dan 16.00 WIB. Tarif yang dikenakan sebesar 15.000
  • Bondowoso–Ijen dengan jam keberangkatan dari Bondowoso pukul 13.00 WIB dan 15.00 WIB, sedangkan dari Ijen pukul 07.00 WIB dan 15.00 WIB. Tarif GRATIS. (gus)

SURYAPUN BERSINAR LAGI

0

(Oleh: Dadang, K)

Ahmad termenung disudut ruangan kelas, sambil memandangi bangku dan meja yang berantakan serta lantai yang kotor bekas sepatu dan robekan kertas.

Sore itu tidak seperti biasanya, ahmad nampak kelelahan dan seperti enggan untuk melakukan tugas rutin, menata bangku, meja dan membersihka ruang kelas.

Itu menjadi kwajibannya karena merupakan perjanjian dengan pihak sekolah, dengan membersihkan kelas dan halaman sekolah selesai pelajaran, dengan mendapat upah serta kompensasi bisa sekolah dengan gratis.

Ahmad sendiri hidup sebatangkara, setelah ayahnya meninggal lima tahun yang lalu, ketika dirinya masih duduk di bangku kelas satu SMP.

Sejak itu Ahmad diasuh oleh bibinya, sedangkan sejak kecil tidak mengetahui siapa ibunya yang sebenarnya, karena setelah orangtuanya bercerai, dirinya dibawa pulang kekampung halaman ayahnya.

“Mad,”… suatu ketika bibinya membisiki ahmad.

“Ya bik”, ahmad menjawab dengan pelan.

Dan saat itu dialog keduanya agak serius, dan ahmad nampak antusias mendengarkan cerita bibinya.

Mata Ahmad nampak berkaca kaca, dan wajahnya nampak merah, nafasnya mulai sesak, akhirnya tangisanpun tak bisa dibendung.

Ahmad memeluk bibinya, dan terus memaksa bibinya untuk melanjutkan ceritanya.

Malampun mulai larut, malam itu Ahmad tidak mampu memejamkan matanya, fikirannya gundah antara sedih, kalut tetapi menaruh harapan yang selama ini selalu membuat dirinya semangat dalam hidupnya.

Paginya ahmad terlambat bangun, dan bibinya dengan penuh kasihsayang menyiapkan makan pagi.

Sejak saat itu, kehidupan ahmad nampak ceria, dan lebih rajin lagi dalam belajar dan bekerja.

Harapan,…. sebuah harapan terbentang luas dihadapannya, dan ternyata ibu kandungnya yang selama ini dibilang sudah meninggal, ternyata masih hidup meskipun jauh dan belum tahu tempat dan keadaannya.

Siang itu ahmad, membersihkan rumah, meja kursi, dan beberapa almari usang yang menjadi tempat menyimpan pakaian.

Betapa kagetnya ahmad ketika membuka almari, ditemukan buku kecil warna coklat, yang merupakan bukti ikatan kedua orangtuanya dalam hidup berumahtangga.

“Oh, Ya Alloh…., ampunilah kedua orangtua kami,” suara Ahmad hampir tak terdengar, sambil memeluk buku nikah milik kedua orangtuanya.

Beberapa bulan kemudian, dengan persiapan yang matang, Ahmad diantar oleh teman temannya berangkat mencari kebenaran cerita bibinya, dengan keyakinan yang kuat, berbekal surat nikah orangtuanya, menyusuri jalan aspal sepanjang ratusan kilometer, memang tempat tinggal ayah dan ibunya sangat jauh dan berbeda kabupaten.

Tepat di dekat lokasi yang dituju, rombongan mereka terhenti dihalaman Masjid, untuk menunaikan ibadah sholat magrib, mereka berjamaah dengan masyarakat setempat.

Selepas sholat mereka berusaha mencari tau alamat yang dimaksud, dan bertanya kepada salah satu jamaah yang tadinya ikut sholat berjamaah.

Setelah beberapa saat lamanya, suasana menjadi ramai, ternyata hampir seluruh jamaah di masjid tersebut mengetahui apa yang terjadi pada kedua orangtua Ahmad.

“Ya Alloh, jadi kamu anaknya Supinah nak, yang dulu dibawa ayahmu, ternyata kamu masih hidup nak,” kata salah satu jamaah tersebut, dengan tidak sadar langsung memeluk ahmad.

Seketika itu kabar munculnya Ahmad segera tersebar kepelosok dusun, dan warga berbondong bondong menjemput ahmad dimasjid untuk diantar menemui ibunya.

Hati ahmad berdegup kencang, matanya berkaca kaca, ragu dan takut, takut salah sasaran dan takut ibunya tidak mau mengakui dirinya sebagai anaknya.

Wargapun berjalan mengiringi ahmad menuju rumah orangtuanya yang berjarak seratus meter dari masjid, dan ternyata beberapa orang sudah berdiri di depan pintu sebuah rumah kuno yang terbuat dari kayu, rumah tersebut tidak terlalu besar, tetapi sangat rapi dan bersih.

Tanpa banyak bicara beberapa orang tadi berebut memeluk ahmad sambil bertangisan, sesekali suara tangis itupun keras dan terdengar dari kejauhan.

Ahmad hanya terdiam dan ikut menangis, hatinya bertanya tanya yang mana sebenarnya ibunya yang selama ini sangat dirindukannya.

Suasana sangat ramai, beberapa pejabat desapun datang menemui ahmad dan teman temannya.

Ahmad mencoba membuka tas dan mengambil buku nikah orangtuanya, dan menunjukkaan kepada pak kampung.

“Pak, saya membawa surat ini, apa benar ibu saya masih hidup, kalau masih hidup sekarang berada dimana….?, Ujar Ahmad.

Pertanyaan itu disampaikan, karena selama ini ayahnya bilang kalau ibunya sudah meninggal dunia ketika dia masih berusia dua tahun.

Pak kampung hanya terdiam, memandangi ahmad, neneknya dan semua keluarganya yang ada saat itu.

Dengan terbata bata, pak kampungpun menjelaskan kepada ahmad, jika ibunya masih hidup dan antara kedua orangtuanya sebenarnya masih terikat perkawinan dan tidak bercerai.

“Ya dik…, ibumu masih hidup dan ada dirumah ini juga, akan tetapi,” pak kampung tidak mampu melanjutkan kata katanya.

“Tapi apa pak, dimana ibu sekarang..?, Ahmad sedikit berontak segera ingin tau tentang ibunya.

Akhirnya seorang nenek tua dengan pelan ikut menjelaskan ke ahmad.

“Begini le,” Ujar sang nenek.

“Aku ini nenekmu, sejak kamu dibawa ayahmu pulang kekampungnya, ibumu jadi sakit sakitan, tiap hari selalu manggil nama ahmad, Alhamdulillah kamu masih hidup le,” cerita nenek tersebut sambil menangis sesenggukan.

Dari beberapa cerita tadi diketahui, jika ibunya mengalami gangguan jiwa dan tidak bisa mengenali siapapun, tiap harinya hanya mengurung diri didalam kamar.

Dengan penuh haru penasaran, ahmad didampingi neneknya menemui ibunya, yang selalu termenung dengan pandangan kosong, lalu…

“Ibuu…, ibuuu..!, ahmadpun memeluk ibunya dan bersujud dihadapannya sambil menumpahkan tangis kerinduan.

Kerinduan seorang anak kepada orang yang telah melahirkannya ke dunia, delapan belas tahun berpisah, tanpa ada kabar yang sebenarnya, semua terputus oleh jarak, waktu dan rasa ego dari sang ayah.

Malam itu, Ahmad merasa bahagia dan teman teman yang mengantarkan juga ikut merasakan suasana bathin itu.

Kini Ahmad memilih hidup bersama sang ibu yang telah melahirkannya, tiada harta yang berharga yang didapatkannya, tetapi ahmad telah bertemu dengan ibunya, bersujud dan mencium kaki ibunya.

Kegelapan yang dialami belasan tahun akhirnya berubah dengan hadirnya sinar surya, sinar yang menerangi perjalanannya, perjalanan menempuh asa dengan pelukan seorang ibu, meski tanpa kata, dan bicara, akan tetapi sentuhan tangan ibunya menjadi semangat dalam hidupnya, kekuatan sinar yang menjadikan penerang dalam meniti masa depan. (Okto ’20).

Cawagub Nomor Urut 02, Kukuhkan Tim Kampanye Wilayah Barut

0

 
BARITO UTARA -Pasangan calon wakil Gubernur (Cawagub)Kalimantan Tengah nomor urut 02, Edy Pratowo mengukuhkan Tim  Kampanye Barito Utara, dipemilihan Cagub dan Cawagub di wilayah Barito Utara pada 9 Desember tahun 2020 mendatang.   

Ratusan anggota timses kampanye itu, telah dikukuhkan pada Gedung pertemuan Balai Antang Muara Teweh, dengan dihadiri sejumlah pengurus partai pendukung yang berkoalisi, Jumat (16/10/20)petang.
 

Taufik Nugraha, sebagai Ketua Tim Kampanye Sugianto dan Edy Pratowo bertekad bersama timses untuk bekerja keras memenangkan pasangan calon nomor urut 02,H. Sugianto Sabran dan Edy Pratowo di wilayah Barito Utara ini.

“Tim kampanye di Barut siap memenangkan pasangan calon nomor urut 02 Sugianto-Edy. Antusias warga Muara Teweh disini begitu besar, kami semua terus untuk berjuang memenangkan pasangan Sugianto-Edy,”kata Taufik.

Cawagub Edy Pratowo menyakini, tim kampanye di Barito utara akan bekerja sungguh-sungguh dan  militan. Dia meminta buat jaringan tim hingga sampai ketingkat Desa untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 2.

“Kita ingin melanjutkan program pembangunan yang sudah dilakukan oleh Bapak Sugianto Sabran menjadikan Kalteng Berkah, yang sudah kuat di parlemen dengan dibuktikan banyaknya parpol bergabung untuk memenangkan pasangan Sugianto-Edy,”kata Edy Pratowo.

Sebelum melakukan pengukuhan anggota tim kampanye, calon Wakil Gubernur Kalteng nomor urut 2 ini, sempat blusukan ke pasar Ipu dan pasar Pendopo di Kota Muara Teweh.

Hj.Sri Neni Trianawaty, salah satu tim sukses(Timses) mengatakan, blusukan calon wakil gubernur H.Edy Pratowo memantau sejumlah pasar sebagai bentuk perhatian terhadap warga Kota Muara Teweh.

“Cawagub sempat membeli produk yang dijual,untuk membantu pedagang yang jualannya, belum begitu laku karena dampak dari pandemi covid-19.Pasangan Cawagub nomor 02 ini, juga mengingatkan warga untuk selalu menggunakan masker saat akan berjalan,”kata Hj.Neni. (SS).

Benahi Infrastruktur Tumbuhkan Pariwisata Kabupaten Lumajang

Benahi Infrastruktur Tumbuhkan Pariwisata Kabupaten Lumajang

LUMAJANG — Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Lumajang berkeinginan supaya pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Lumajang semakin baik. Pihaknya juga akan berbenah baik dari segi infrastruktur maupun sarana dan prasarana, sehingga harapannya akan memudahkan wisatawan yang akan berkunjung ke Lumajang.

Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat melepas komunitas Pajero Indonesia Bersatu dan JK Owners East Java (OEJ) di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Minggu (18/10/2020) pagi.

Selanjutnya, Bupati mengatakan, dirinya akan memfasilitasi para pecinta off-road yang ingin berkeliling untuk menikmati berbagai destinasi yang ada di Kabupaten Lumajang, mulai dari air terjun, pegunungan, kawasan hutan bahkan jalur-jalur yang mungkin tidak ditemukan di perkotaan.

“Hari ini teman-teman dari Pajero Indonesia Bersatu dan JK Owners East Java akan berkeliling menikmati keindahan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lumajang. Mereka bersama keluarga selain berlibur juga akan melakukan baksos dengan tujuan untuk berbagi kepada masyarakat sekitar,” ujar Bupati Lumajang.

Sementara itu Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati, dalam kesempatan itu mendampingi Bupati Lumajang, berharap agar masyarakat yang berada di sekitar tempat wisata dapat mempersiapkan dan mampu memperkenalkan kuliner khas yang ada di masing-masing desa wisata.

“Ini akan mengundang banyak wisatawan, terutama komunitas-komunitas yang akan datang ke Lumajang untuk menikmati destinasi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Lumajang, mengingat potensi pariwisata di Kabupaten Lumajang sangat luar biasa, khususnya wisata alamnya,” pungkasnya. (red)

Nikmatnya Strudel Ubi Madu Pasrujambe Bikin Ketagihan

LUMAJANG– Mendengar tentang strudel kita akan membayangkan betapa nikmatnya berlapis-lapis pastry atau kue panggang yang saling menimpa dan diisi dengan buah-buahan segar. Yang paling terkenal biasanya diisi dengan buah apel ataupun pisang.

Namun di tangan Chusnul, wanita asal Desa Sukorejo Kecamatan Pasrujambe, strudel diisi dengan ubi madu. Dipilihnya ubi madu karena bahan baku tersebut melimpah di daerahnya. Rasanya yang legit dan manis semakin menambah cita rasa dari strudel ubi madu buatannya.

Bahkan, salah satu wanita paling berpengaruh di Kabupaten Lumajang, Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang pun ketagihan usai mencicipi strudel dan bakpia isi ubi madu buatan home industry Asafir Bakery.

“Saya sudah mencicipi strudel dan bakpia ubi madu, rasanya nikmat, biasanya saya kurang suka dengan bakpia, tapi setelah mencicipi di sini saya jadi suka,” ujar wanita yang akrab dipanggil Bunda Indah tersebut saat datang ke Asafir Bakery, Pasrujambe, Kamis (16/10/2020) lalu.

Bunda Indah bahkan menyebut bahwa strudel bikinan Asafir Bakery tak kalah dengan tempat pembuatan kue ternama.”Ini strudel ndeso tapi rasanya kuto , benar-benar nikmat,” ujar Bunda Indah.

Sementara itu, Chusnul pemilik Asafir Bakery menjelaskan bahwa di tempatnya, ia tak hanya membuat strudel namun juga membuat bakpia, brownis dan berbagai kue lain dengan bahan dasar ubi madu. “Karena di sini bahan bakunya melimpah, sayang saja kalau tidak dimanfaatkan dan setelah coba buat ternyata rasanya enak,” jelas Chusnul. (red)

Baznas Lumajang Berikan Bantuan Program Bedah Rumah

LUMAJANG — Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang memberikan bantuan Program Bedah Rumah kepada salah satu warga Dusun Krajan Tengah, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kamis (15/10/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup yang akrab disapa Bunda Indah itu berharap bantuan yang diberikan melalui Baznas Kabupaten Lumajang bisa menjadi manfaat bagi keluarga penerima bantuan.

“Barokallah, mudah-mudahan bermanfaat dan membawa kebaikan untuk semuanya,” terangnya.

Wabup juga meminta agar Kepala Desa Nguter yang juga hadir dalam kesempatan itu memantau warganya yang kurang sejahtera.

Sementara, Ketua Baznas Kabupaten Lumajang, Atok Hasan Sanusi menyampaikan terima kasih atas informasi yang diberikan oleh masyarakat, sehingga salah satu warga Desa Nguter bisa menerima bantuan dari Program Bedah Rumah. Dirinya berharap, informasi demikian, bisa disampaikan secara cepat agar masyarakat di Kabupaten Lumajang memiliki kehidupan yang layak.

Disisi lain, Kepala Desa Nguter, S. Leman menyampaikan pihaknya bersama Pemerintah Desa Nguter akan turut membantu pelaksanaan Program Bedah Rumah. Dirinya juga memastikan, bantuan yang diberikan akan disampaikan secara terbuka dan transparan.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan sembako dari Dinas Sosial Kabupaten Lumajang. (red)