Home Blog Page 1922

Gambar Mural Pada Areal Publik Jadi Ajang Edukasi Masyarakat

0

KOTA CIMAHI – Menggambar mural pada areal publik menjadi ajang edukasi kepada masyarakat dikawasan RW 05, Kelurahan Baros Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Pos Pelayanan Terpadu (posyandu) Bougenville RW 05 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi digambar mural.

Seni rupa mural dibuat di Posyandu untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat akan bahaya covid-19.

Ketua RW 05 Baros, Aries Wahyudi mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya, Senin (12/10/2020).

Hal itu esuai program dari Walikota Cimahi tentang gerakan 4M ( Menjaga jarak, Memakai masker, Mencuci tangan dan Meningkatkan imun tubuh).

“Kegiatan sesuai arahan, bahkan Lurah Baros Agus Irwan Kustiawan menambah satu M lagi, yaitu Mendekatkan diri pada Illahi,” ujar Aries Wahyudi ketua RW 05, dikutip dari Portal Bandung Timur.

Pembuatan seni mural yang dibantu seniman lukis Jawa Barat, Andy Sopiandi, diharapkan mampu mengedukasi masyarakat RW 05 dan sekitarnya yang selama ini terkesan kaku.

“Mudah-mudahan masyarakat RW 05 menjadi sedikit lebih ceria dan humoris, selain itu diharapkan menjadi daya tarik masyarakat untuk melihat, membaca dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari hari sehingga mampu memutus mata rantai covid 19,” pungkas Aries. (Asyaf)

Fenomena Alam La Nina, BPBD Malang : Siapkan Mitigasi Bencana

MALANG — Fenomena alam La Nina diperkirakan akan menerjang pada musim hujan tahun ini. Menyadari hal tersebut, mitigasi bencana telah disiapkan .

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan pihaknya tetap akan melakukan kesiapan kesiapan terkait adanya fenomena alam La Nina.

“Hadir tidaknya fenomena La Nina membuat kesiapan-kesiapan tetap kami lakukan. Kabupaten Malang secara geografid bermacam-macam, sehingga punya potensi bencananya masing-masing,” ujarnya saat dikonfirmasi media Senin (12/10/2020).

Namun demikian, Bambang lebih percaya masyarakat telah memahami karakteristik wilayah domisili masing-masing, sehingga naluri mengetahui potensi bencana dan situasi tertentu telah dipahami.

“Masyarakat saya rasa sudah paham. Namun, sosialisasi kepada masyarakat dan koordinasi juga terus kami lakukan,” ungkapnya.

Bambang menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Tak terkecuali di pesisir, di bandara juga kami ajak koordinasi. Juga dan lembaga-lemabaga lain yang punya radar cuaca,” jelasnya lebih lanjut. (mid)

Diskopindag Kota Malang Gelar Workshop Recovery Ekonomi

MALANG – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Diskopindag Kota Malang, menggelar workshop recovery ekonomi bagi industri kecil di Hotel Atria, pada Senin (12/10/2020).

Gelaran ini merupakan upaya Pemerintah Kota Malang untuk memulihkan lagi pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid 19.

Kegiatan berlangsung selama lima hari mulai dari tanggal 12-16 Oktober 2020, diikuti oleh 80 peserta dari tiga bidang subsektor, yakni kriya, fashion, makanan dan minuman.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan stimulus pemberian kepada UKM untuk mengangkat perekonomian Kota Malang.

“Ini merupakan stimulus yang kami berikan bagi para UKM. Agar mereka bisa mengangkat kembali perekonomian di Kota Malang yang kini sedang terpuruk,” ujar Wahyu usai membuka acara.

“Secara teknis pelatihan ini kami gelar guna mengasah dan meningkatkan skill para UKM,” sambungnya.

Dijelaskan Wahyu jika para peserta nantinya akan diajari langsung proses dalam pembuatan produk, pemasaran produk, hingga mengasah mental mereka.

Hal tersebut dilakukan, guna mengajak para UKM untuk berpikir bebas, menemukan dan mengembangkan ide usaha yang akan mereka jalankan.

“Kami ingin, peserta lebih memahami ide bisnis yang telah dikembangkan serta mengajak mereka untuk menemukan ide pengembangan baru dan intinya menggali potensi diri dari mereka,” ucapnya.

Setelah menggelar workshop lima hari tersebut, Diskopindag rencananya juga akan menggelar pameran yang akan digelar sebelum akhir tahun 2020.

Pameran tersebut akan menampilkan produk-produk para UKM, termasuk para UKM yang telah mengikuti workshop.

“Keinginan kami adalah menggelar pameran setelah pelatihan ini selesai. Cuma waktunya saja yang belum bisa kami tentukan. Kami nanti juga akan melakukan pemantauan kepada mereka. Agar pelatihan yang kami berikan ini bisa disebarkan luaskan oleh para UKM,” tandasnya. (srj)

Suasana Mencekam, Demo Tolak UU Cipta Kerja

MALANG — Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kota Malang makin mencekam pada Kamis (8/10/2020).

Massa aksi berkumpul memenuhi kawasan Bundaran Tugu sejak pukul 11.40 kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Kota Malang.

Kericuhan bermula ketika massa aksi melempari Gedung DPRD Kota Malang, kemudian menaiki pagar tembok dan merangsak masuk ke halaman.

Tidak hanya itu, sebuah mobil patroli milik Satpol PP Kota Malang dibakar dalam kondisi terbalik. Sebanyak tiga mobil yang terparkir di halaman Balai Kota Malang juga pecah akibat lemparan.

Polisi lantas bertindak tegas dengan menembakkan gas air mata guna memukul mundur massa aksi dari gedung DPRD Kota Malang.

Pantauan Gempurnews.com, sejumlah massa aksi terlihat berlari ke arah Jalan Majapahit dan Jalan Kahuripan. Akhirnya, secara satu per satu mereka diamankan polisi. (srj/mid)

Fraksi Pendukung DPRD Setujui Raperda Menjadi Perda Barut

0

BARITO UTARA -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Barito Utara gelar Rapat Paripurna IV masa sidang I, tentang perubahan raperda menjadi Perda.

Dari enam fraksi pendukung DPRD secara reami setuju, terhadap raperda tentang perubahan kedua atas peraturan daerah nomor.8 tahun 2011 tentang retribusi jasa umum, Paripurna telah dilansungkan di dalam ruang sidang gedung DPRD,Senin(12/10/20).

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Barito Utara Ir.Hj.Merý Rukaini,M.IP,didampingi Wakil Ketua I,Parmana Setiawan,ST, Wakil Ketua II, Sastra Jaya serta anggota Dewan dari Masing-masing Komisi I,II dan III.

Dalam Rapat Paripurna tersebut dihari Wakil Bupati, Sugianto Panala Putra,SH.Sekretaris Daerah Ir.H.JainalAbidin,M.AP. Kapolres Barito Utara, Dandim 1013 Muara Teweh dan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Barito Utara.

Enam fraksi pendukung Dewan Perwakilan Rakya Daerah(DPRD) Barito Utara yakni Fraksi Demokrat, Fraksi PKB, PDIP ,PPP, Fraksi Gerindra dan Fraksi ARKS telah menyampaikan persetujuan melalui pendapat akhir masing-masing Fraksi.

Peraturan Daerah ini telah disetujuai DPRD dan akan diajukan lagi kepada Gubernur Kalimantan Tengah, untuk mendapat pengesahan menjadi Perda.

Selanjutnya nanti dapat digunakan oleh Pemda sebagai payung hukum dalam pemungutan retribusi, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, ungkap Waket I.

Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra,SH mengatakan bahwa,yang berkaitan dengan disetujuinya rancangan peraturan daerah, tentang perubahan kedua atas Perda nomor.8 tahun 2011 tentang jasa umum maka,produk hukum ini nantinya akan dijadikan sebagai payung hukum bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara, untuk melakukan pungutan atas retribusi pelayanan tera dan tera ulang. 

Berdasarkan ketentuan pasal 110 ayat (1) huruf L undang-undang nomor l.28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah menyebutkan bahwa, salah satu jenis retribusi jasa umum adalah retribusi pelayanan tera dan tera ulang, tutup Wabub Sugianto. (SS).

Ratusan Mahasiswa Dan Warga Banyuwangi, Demo Tolak Pengesahan UU Ciptakerja

BANYUWANGI–Ratusan masa yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa yang ada di seluruh kabupaten Banyuwangi berkumpul di depan kantor DPRD Banyuwangi untuk menolak pengesahan Undang-Undang cipta kerja atau omnibus law Senin 12 Oktober 2020.

Dengan datangnya ratusan masa menjadikan jalan Adi sucipto lumpuh total, aksi berlangsung cukup panas dan masa melontarkan kata-kata makian kepada wakil rakyat Atas di sahkanya UU cipta kerja.

Masa menuding DPR telah menggadaikan kaum buruh hanya untuk kepentingan para korporat.

“Wahai para dewan pengkhianat rakyat. Kau telah gadaikan para kaum buruh hanya untuk kepentingan para cukong-cukong keparat dimana hati kalian wahai Dewan pewakil rakyat” teriak salah satu orator.

Masa juga membakar ban bekas dan melego Gedung DPRD Banyuwangi sebagai bentuk kekecewaan mereka atas disahkannya Omnibus Law. Tak hanya itu, mereka mencoba masuk dan menduduki gedung parlemen dengan menerobos kawat berduri yang telah di persiapkan oleh pihak kepolisian, dan beberapa masa juga melempari aparat kepolisian dengan berbagai macam barang seperti botol air mineral,ranting pohon dan sebagainya.

Aparat kepolisian hanya siap mengantisipasi demonstran tanpa membalas, situasi mulai kondusif ketika sejumlah pimpinan dan anggota dewan keluar menemui demonstran.

“Kami mendesak agar Presiden dan DPR mencabut Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law. Sebab, ini sangat merugikan rakyat khususnya kaum buruh di indonesia,” kata salah satu kordinator pendemo.(Aris/Rely)

Kunker Lembaga GANN Kepada Pengusaha Ternak DI Watulumpang Sukapura

PROBOLINGGO –Minggu 11 oktober 2020, sebuah Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) GANN (Gerakan Anti Narkotika Nasional) Kabupaten Kota Probolinggo, mengadakan kunjungan kerja kedesa Watulumpang Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.

GANN sendiri adalah sebuah lembaga yang tidak hanya bergerak dibidang pencegahan dan penyalahgunaan narkoba saja, melainkan bertujuan mengembangkan usaha usaha yang sudah ada dimasyarakat menjadi lebih maju lagi.

Berbagai bidang benar benar menjadi perhatian dan tujuan utama, untuk dikembangkan oleh lembaga tersebut yakni bidang peternakan, pertanian, kesehatan, dan industri industri, yang tujuan utamanya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kegiatan kunjungan kerja yang dihadiri oleh ketua GANN Totok Supriyadi, pembina Jamaludin, Satuan Tugas Hasbulloh dan Badrus Sholeh, Divisi hukum Widya Afika, divisi pengembangan Suherman, divisi intelejen GANN Achmad Ali Ismail, divisi humas dan media.

Terhadap salah satu pengusaha ternak ayam dan lele yang merupakan anggota PAC GANN Probolinggo Ahmad beserta kelompok usaha warga desa Watulumpang Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut ketua GANN Totok Hariyadi menyampaikan, jika lembaga tersebut disamping membantu pemerintah dalam pencegahan penyalhguanaan narkoba, juga untuk membina dan kerjasama dengan warga serta merangkul pemerintah.

“GANN ini adalah lembaga masyarakat yang menangani pencegahan bahaya narkoba sesuai visi dan misi GANN, dan tetap bersinergi dengan tokoh tokoh masyarakat untuk memerangi bahaya narkoba ditanah air dan akan berusaha merangkul semua golongan dengan tidak membedakan suku agama ras dan antar golongan agar tercipta kota bebas narkoba.

Karena musuh negara terbesar salah satunya adalah narkoba, GANN akan berusaha mencegah penyalahgunaan narkoba, terutama ditengah tengah pandemi covid 19 dengan cara penguatan ekonomi dimasyarakat seluas luasnya yang otomatis nantinya peredaran narkoba akan terhenti oleh adanya kegiatan kegiatan ekonomi kerakyatan tersebut.

Sehingga GANN akan terus melakukan pendampingan pendampingan ekonomi dipertanian, peternakan, dan industri industri semacam UMKM, agar peredaran narkoba semakin sempit.

selain mengangkat perekonomian juga menciptakan lapangan pekerjaan pada masyarakat, sehingga probolinggo menjadi bebas narkoba, dan saya kemarin merasa sangat terharu dengan adanya 500 TKI indonesia yang dideportasi dari malaysia padahal negara tersebut sumberdaya alamnya kecil dibanding Indonesia, permasalahannya pemerintah harus bisa mendukung pelaku pelaku UMKM dari sekarang.

Maka dengan adanya corona ini bisa diambil hikmah bahwa kita harus bisa berbenah dan memulai baru lagi sehingga bisa bersaing dalam pasar global, ungkap Totok Hariyadi.

Ahmad salah satu pengusaha ternak ayam dan lele juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran dari LSM GANN yang mengusung kebangkitan ekonomi kerakyatan.

“Kami maunya ingin mengembangkan usaha kami lebih besar lagi karena usaha yang kami kelola ini, khususnya ikan lele adalah usaha bersama atau kelompok yang masih terkendala permasalahan terutama dana dalam mengembangkan usaha kami, sedangkan ayam potong mengandalkan kemitraan ” ungkapnya Ahmad kepada media.( wulan)

Solusi Kelola Sampah Libatkan Dunia Usaha

LUMAJANG — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati akan berkoordinasi dengan para pengusaha dan pengembang perumahan di Kabupaten Lumajang menyusul arahan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati terkait dana CSR untuk pembangunan fasilitas umum, seperti halnya TPS Banjarwaru yang dibangun PT. Grand Zam Zam Indonesia beberapa waktu yang lalu.

“Selanjutnya, kami bersama Bappeda dan Perangkat Daerah (PD) terkait akan memanggil pengusaha property untuk melakukan hal yang sama, mereka harus menyediakan TPS yang tidak hanya dimanfaatkan oleh warga perumahan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya Kadis Lingkungan Hidup di kantornya, Senin (12/10/2020).

Keterlibatan para pengusaha pengembang perumahan dalam penyelesaian permasalahan sampah di masyarakat. Yuli Haris menilai permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, melainkan tanggungjawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

TPS Banjarwaru merupakan pilot project yang melibatkan dunia usaha dalam kepedulian permasalahan sampah. Yuli Haris berharap nantinya pembangunan TPS Banjarwaru juga diikuti oleh para pengembang perumahan lainnya untuk membangun fasilitas penuntas permasalahan sampah.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait prilaku membuang sampah pada tempatnya melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada pemerintah desa dalam mengelola sampah. (red)

Peran Kehumasan Diharapkan Bisa Redam Isu Miring

LUMAJANG — Salah satu peran kehumasan daerah diharapkan mampu membuat berita baik atau goodnews untuk mereduksi dan mengcounter informasi hoax, ujaran kebencian dan isu miring. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Yoga Pratomo saat menjadi narasumber pada Bimtek Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Lumajang di Hall Hotel Graha Mulia, Sabtu (10/10/2020).

“Jadi keberadaan berita maupun informasi yang kami sajikan untuk mereduksi berita miring di Lumajang, kami di Dinas Kominfo Lumajang mempunyai moto one day one news or more,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kadis Kominfo memberikan materi terkait kaidah-kaidah penulisan berita dan bagaimana etika bermedia sosial yang cerdas. Ia berpesan agar dalam bermedia sosial dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum penguploadan informasi di media sosial.

“Hati-hati dengan judul yang provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto dan ikut serta diskusi grup anti hoax seperti Turnbackhoax, Forum ANti Fitna dan sebagainya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Lumajang, Amin Sobari menjelaskan bahwa kegiatan bimtek ini diselenggarakan untuk penguatan internal Bawaslu Kab. Lumajang terutama dalam penyelenggaraan kehumasan di instansinya.

“Di zaman digital mau tidak mau kita tidak boleh ketinggalan zaman, oleh karenanya kegiatan kehumasan akan lebih optimal melalui media sosial,” jelasnya. (red)

Patung Megalit di Lembah Besoa

0

SULAWESI TENGAH — Patung-patung megalit adalah karya nyata peradaban nenek moyang Lembah Besoa, Sulawesi Tengah.

Patung patung tersebut hingga kini masih berdiri kokoh dan tersebar di wilayah Bariri, Doda, Hanggira, Lempe dan Baliura.

Usia patung patung itu mencapai ratusan hingga ribuan tahun dan memancarkan kebudayaan tingkat tinggi masyarakatnya.

Ukuran dan bentuknya sangat beragam, mulai dari yang berukuran 1,5 m ada pula yang berukuran mencapai 4 m.

Begitu pula dengan bentuknya, mulai dari yang berbentuk patung manusia, jambangan besar (Kalamba), piringan (Tutu’na).

Ada pula patung yang berbentuk batu-batu rata/cembung (Batu Dakon), mortir batu dan tiang penyangga rumah.

Sekitar 431 situs ditemukan di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Obyek terbesar diantaranya Batu Dakon.

Hasil karya peninggalan nenek moyang ini nampak harmonis dengan keindahan panorama alam Lembah Besoa.

Kondisi hutan yang masih asri mencerminkan pemandangan alam yang indah mempesona.

Didukung keberadaan megalit-megalit, menjadikan kawasan wisata di lokasi itu begitu memikat.

Oleh karenanya, Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), mengupayakan patung-patung megalit beserta hutan-hutannya selalu dijaga dan dilestarikan.

Perpaduan megalit dengan keharmonisan alam Lembah Besoa, ternyata menyimpan daya pikat akan misteri kekayaan sejarah nenek moyang.

Mengutip catatan yang ada, zaman pra sejarah menyebutkan bahwa nenek moyang orang Indonesia berasal dari daratan cina selatan, yang bermigrasi dengan perahu ke arah selatan pada ribuan tahun yang lalu.

Gelombang migrasi ini masuk pula ke Sulawesi dan mereka menetap dipulau ini hingga ke Sulawesi Tengah.

Para pengembara ini masuk dalam rumpun ras austronesia yang menyebar dari madagaskar sampai pasifik.

Pada saat itu gelombang kedua orang austronesia datang ke sulawesi dengan membawa kebudayaan zaman besi.

Dengan alat-alat dari besi ini mereka bisa membuat berbagai model peninggalan dari batu atau dikenal dengan Megalith.

Di sekitar lore lindu terdapat juga peninggalan masa prasejarah Austronesia ini.

Pada masanya, Sulawesi Tengah diduga menjadi pusat kebudayaan Austronesia ini.

Prasasti peninggalan kebudayaan nenek moyang ini berbentuk patung belanga besar dari batu, lumpang batu dan batu berukir lainnya.

Di sekitar Taman Nasional lore lindu lebih dari 431 situs yang ditemukan dan banyak lagi yang belum terungkap.

Diduga orang-orang asli di sekitar situs megalit adalah keturunan langsung dari orang-orang yang datang ribuan tahun lalu itu.

Sumber : TNLL Sulawesi Tengah.