SULAWESI TENGAH — Patung-patung megalit adalah karya nyata peradaban nenek moyang Lembah Besoa, Sulawesi Tengah.
Patung patung tersebut hingga kini masih berdiri kokoh dan tersebar di wilayah Bariri, Doda, Hanggira, Lempe dan Baliura.
Usia patung patung itu mencapai ratusan hingga ribuan tahun dan memancarkan kebudayaan tingkat tinggi masyarakatnya.
Ukuran dan bentuknya sangat beragam, mulai dari yang berukuran 1,5 m ada pula yang berukuran mencapai 4 m.
Begitu pula dengan bentuknya, mulai dari yang berbentuk patung manusia, jambangan besar (Kalamba), piringan (Tutu’na).
Ada pula patung yang berbentuk batu-batu rata/cembung (Batu Dakon), mortir batu dan tiang penyangga rumah.
Sekitar 431 situs ditemukan di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Obyek terbesar diantaranya Batu Dakon.
Hasil karya peninggalan nenek moyang ini nampak harmonis dengan keindahan panorama alam Lembah Besoa.
Kondisi hutan yang masih asri mencerminkan pemandangan alam yang indah mempesona.
Didukung keberadaan megalit-megalit, menjadikan kawasan wisata di lokasi itu begitu memikat.
Oleh karenanya, Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), mengupayakan patung-patung megalit beserta hutan-hutannya selalu dijaga dan dilestarikan.
Perpaduan megalit dengan keharmonisan alam Lembah Besoa, ternyata menyimpan daya pikat akan misteri kekayaan sejarah nenek moyang.
Mengutip catatan yang ada, zaman pra sejarah menyebutkan bahwa nenek moyang orang Indonesia berasal dari daratan cina selatan, yang bermigrasi dengan perahu ke arah selatan pada ribuan tahun yang lalu.
Gelombang migrasi ini masuk pula ke Sulawesi dan mereka menetap dipulau ini hingga ke Sulawesi Tengah.
Para pengembara ini masuk dalam rumpun ras austronesia yang menyebar dari madagaskar sampai pasifik.
Pada saat itu gelombang kedua orang austronesia datang ke sulawesi dengan membawa kebudayaan zaman besi.
Dengan alat-alat dari besi ini mereka bisa membuat berbagai model peninggalan dari batu atau dikenal dengan Megalith.
Di sekitar lore lindu terdapat juga peninggalan masa prasejarah Austronesia ini.
Pada masanya, Sulawesi Tengah diduga menjadi pusat kebudayaan Austronesia ini.
Prasasti peninggalan kebudayaan nenek moyang ini berbentuk patung belanga besar dari batu, lumpang batu dan batu berukir lainnya.
Di sekitar Taman Nasional lore lindu lebih dari 431 situs yang ditemukan dan banyak lagi yang belum terungkap.
Diduga orang-orang asli di sekitar situs megalit adalah keturunan langsung dari orang-orang yang datang ribuan tahun lalu itu.
Sumber : TNLL Sulawesi Tengah.