Home Blog Page 1932

Bangun Banyuwangi ; Gus Riza Rangkul Golongan Muda Banyuwangi

BANYUWANGI — Pasca ditetapkannya KH. Muhammad Riza Aziziy M , atau yang lebih akrab disapa Gus Riza sebagai Cawabup mendampingi Cabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, gelombang dukungan datang dari Golongan Muda Banyuwangi.

Para pemuda yang tersebar di 25 Kecamatan Banyuwangi itu menyebutkan jika Gus Riza adalah tokoh pemuda yang melek potilik, berakhlak, cerdas, taat dan punya ide cemerlang untuk membangun Banyuwangi lebih baik lagi.

“Gus Riza adalah representasi dari Golongan Muda yang melek politik. Beliau cerdas, berakhlak, dan memiliki banyak ide cemerlang. Sehingga kami yakin bahwa ide atau gagasan beliau sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Golongan Muda dalam membangun Banyuwangi lebih baik lagi. Waktunya Banyuwangi dipimpin Pemuda,” papar Sunandiantoro, Kordinator Umum Golongam Muda Banyuwangi saat berdiskusi dengan Gus Riza, Sabtu (26/9/2020).

Saat diskusi berlangsung, puluhan pemuda lintas profesi yang telah tergabung sejak setahun belakangan ini tampak semangat mengutarakan gagasan serta ide program yang berfokus pada pemerataan program pemuda serta peran serta karang taruna dalam peningkatan ekonomi di tingkat desa.

Salah satunya adalah program reaktivasi kepemudaan yang terpusat dan terarah. Sehingga kinerja Pemdes dan karang taruna di desa-desa bisa lebih melebur dan berdaya.

Dalam pelaksanaannya, Golongan Muda Banyuwangi akan menjadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai wadah para penggerak muda kreatif.

“Program itu bergerak dalam bidang pembangunan kreatif antara lain creative forum yang berafiliasi dengan pemerintah, akademisi dan forum-forum baik Nasional dan International,” jelas pria yang juga berprofesi sebagai Konsultan Hukum di Oase Law Firm tersebut.

Mendengar aspirasi dari Golongan Muda tersebut, Gus Riza yang dikenal sebagai pria berdarah kental Blokagung tersebut berjanji akan menampung, mendalami, mempelajari dan aspirasi tersebut nantinya akan diakomodir serta diaplikasikan jika dirinya dipilih memimpin Banyuwangi.

“Yang pasti Golongan Muda ini memiliki ragam ide yang out of the box. Saya salut di Banyuwangi masih ada Golongan Muda seperti mereka. Membangun Kabupaten Banyuwangi dari Desa. Tentu gagasannnya akan di pelajari lebih lanjut supaya aspirasi dari teman-teman ini bisa di akomodir dan diwujudkan,” pungkas pria lulusan S3 Universitas Trisakti tersebut.(Aris/Rely)

Gelar Operasi Yustisi, Polsek Rembang Jaring 14 Pelanggar Prokes

PASURUAN – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid19, Polsek Rembang Kabupaten Pasuruan bersama instansi terkait lainnya mengadakan operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di perempatan Rembang pada Sabtu (26/9/2020).

Operasi yustisi yang dipimpin oleh Kapolsek Rembang, AKP. Sariyanto, SH, MH menjaring 14 orang yang didapati tidak mengenakan masker saat berada di ruang publik.

“Kita menggelar operasi di simpang empat ini karena merupakan jalur penghubung dari berbagai kecamatan baik dari Wonosari maupun Bangil,” katanya.

Pada Gempur News, Kapolsek juga menegaskan, pihaknya juga senantiasa terus memberikan himbauan prokes pada masyarakat, baik melalui gelaran operasi yustisi maupun saat patroli rutin.

“Kami akan terus memberikan himbauan atau penindakan pada warga yang melanggar prokes,” terang Sariyanto.

Dia menambahkan, tingkat kepatuhan masyarakat Rembang terhadap protokol kesehatan semakin tinggi.

Hal itu dibuktikan dari jumlah pelanggar prokes yang terus menurun. Selain itu juga dapat dilihat dari rendahnya jumlah pasien terkonfirmasi Covid19.

Dia juga sangat mengapresiasi peran serta masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Saya berharap, tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan prokes untuk memutus penyebaran corona terus ditingkatkan agar kita bisa segera bebas dari pandemi ini,” pungkasnya. (qomar)

Pererat Persaudaraan, Alumni SMPN 1 Tongas Adakan Temu Kangen

PROBOLINGGO –Layaknya jalinan persaudaraan yang selalu terjalin erat dan selalu membawa hal baik pada suatu huhungan, begitu pula jalinan pertemanan yang terbangun sejak pulahan tahun silam oleh beberapa alumni di SMPN 1 Tongas angkatan tahun 1994 silam.

Terletak di Rumah makan lesehan pak Soleh sekitar pukul 19.00 wib, 24 september 2020 di reast area Tongas kabupaten Probolinggo beberapa alumni SMPN 1 Tongas tersebut melaksanakan pertemuan kembali.

Suasana hangat terjadi ssseperti masih duduk di bangku SMP, terlihat pada suasana akrab dan familiar serta tampak selalu terselip canda tawa menghiasi acara tersebut.

Samsul, salah satu koordinator penggagas acara menyatakan rasa suka citanya karena masih bisa berkumpul dengan teman teman sejawatnya sewaktu duduk di SMPN 1 Tongas.

“Kami rata rata kelahiran tahun 1977-1978 ,tak terasa kini sudah kepala empat semua, namun jalinan silaturahmi, pertemanan dan rasa persaudaraan yang ada, sedikit menjadi pengingat masa lalu, ditengah tengah aktivitas bekerja dan sebagai orang tua masing masing,” ungkapnya

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Retno, wanita usia 40 tahunan, alumni SMPN 1 Tongas yang kini berdomisili di Bali ini juga terlihat sumringah bisa berada ditengah tengah teman usia SMP.

“Alhamdulillah di tengah padatnya urusan pekerjaan dan keluarga yang notabene mempunyai masalahnya sendiri sendiri, namun dengan masih bisa berkumpul teman lama seperti saat ini terasa dapat merefresh pikiran pada masa puluhan tahun silam, ungkapnya.

Retno menambahkan, jalinan pertemanan masa kecil kadang terasa seperti saudara, terkadang teman akrab melebihi saudara, karena kita bisa saling curhat ataupun bertukar pikiran tanpa ada rasa canggung ataupun malu.

“saya berharap pertemuan alumni SMPN 1 Tongss seperti ini bisa terus dilakukan meski satu tahun sekali, karena dengan seperti ini tali silaturahmi ataupun persaudaraan dapat terus terjaga dan bisa saling bantu ke depannya manakala ada teman yang sedang dalam masalah ataupun kesulitan,” Urai wanita berkerudung ini. (Ali).

Mayat Ditemukan Membusuk di Sungai Dekat Pantai Watu Pecak

PASIRIAN – Ditemukan mayat yang sudah membusuk di sungai dekat pantai Watu Pecak Desa Selok Awar Awar Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Jum’at (25/09/2020).

Kondisi mayat yang sudah membusuk dan tidak utuh lagi itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Iksan (50), sekira pukul 05.00 di aliran sungai yang tak jauh dari bibir pantai untuk buang hajat.

Iksan menuturkan, awalnya dia curiga adanya benda yang mencurigakan. Karena penasaran, ia lalu berjalan mendekati benda tersebut.

“Pada saat saya dekati, ternyata jasad manusia yang kondisinya sudah tidak utuh lagi. Daerah perut sudah hilang, sedangkan untuk kepala sudah kelihatan tengkoraknya dan bagian kaki sudah terlihat tulangnya dan tinggal lututnya saja. Mayat diperkirakan sudah berumur 3 bulan,” ujar Iksan sebagaimana diberitakan media.

Atas kejadian itu, Iksan langsung memberitahukan kepada warga setempat, dilanjutkan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pasirian. Petugas langsung mendatangi lokasi untuk dilakukan olah TKP. Kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulans Puskesmas ke RSUD Haryoto Lumajang.

Kapolsek Pasirian, Iptu Agus Sugiharto membenarkan penemuan mayat tersebut. Untuk saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa jasad tersebut.

“Tadi jasad sudah kami kirim ke RSUD untuk dilakukan otopsi. Jika dilihat dari bentuk pada jasad yang sudah membusuk tersebut jenis kelaminnya diduga laki-laki. Namun demikian kami tidak bisa memastikan karena umur jasad tersebut sudah hampir 3 bulanan,” kata Agus.

“Saat ini, mayat Mr. X dibawa ke RSUD Haryoto Lumajang untuk diotopsi,” sambung dia. (tim)

KPK Monev MCP Semester I tahun 2020 Pemkab Lumajang

LUMAJANG — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia melaksanakan Monitoring Evaluasi (Monev) Capaian Monitoring Corruption for Prevention (MCP) Semester I tahun 2020 kepada Kabupaten Lumajang melalui virtual, bertempat di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Jum’at (18/9/2020).

Monev Capaian Monitoring Corruption for Prevention (MCP) Semester I tahun 2020 diselenggarakan antara tim Koordinator Wilayah VI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui video conference zoom meeting.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono mengucapkan terimakasih dan apresiasi karena dengan dilaksanakannya monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh KPK, sehingga Pemerintah Kabupaten Lumajang dapat menyampaikan capaian yang telah dilaksanakan, serta dirinya berharap ada arahan dan bimbingan dari Korwil VI KPK.

“Kita semua ingin perbaikan, tentunya kalau tidak ada kontrol dari luar kita bisa terlena. Arahan dan bimbingan dari KPK akan selalu kami butuhkan agar kami bekerja sesuai dengan ketentuan yang ada. Karena peringkat Lumajang se-Indonesia ada di posisi 94, dengan capaian nilai 50,83. Inilah kondisi Kabupaten Lumajang saat ini, sehingga Lumajang perlu lebih dipacu,” ujarnya.

Selanjutnya, Sekda menyampaikan, beberapa permasalahan belum optimalnya pemungutan pajak daerah Kabupaten Lumajang yakni, dampak Covid-19 berpengaruh terhadap lesunya perekonomian masyarakat, kecenderungan masyarakat menghindari pajak, lemahnya sanksi hukum, basis data pajak daerah belum akurat karena pemuktahiran, terbatasnya kompetensi SDM pengelola pajak daerah, NJOP bumi dan bangunan belum dilakukan penyesuaian, validasi piutang pajak daerah belum optimal, fungsi koordinasi belum maksimal, serta capaian hasil inovasi pendapatan tidak dalam kondisi normal.

Terkait hal itu, maka sekda menjelaskan solusi dan strategi yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas pelayanan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, pendataan dan pemuktahiran data objek dan subjek pajak daerah, penyesuaian dasar pengenaan pajak daerah, integrasi data, pemberian apresiasi kepada wajib pajak patuh, kerjasama dengan Kejaksaan Negeri, kajian penyesuaian NJOP PBB-P2, penegakkan dan penertiban pelaksanaan Perda, serta peningkatan inovasi.

Turut hadir, Inspektur Daerah Kabupaten Lumajang, Ka. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Ka. Badan Kepegawaian Daerah, Ka. Badan Pengelola Keuangan Daerah, Ka. Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Ka. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ka. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Ka. Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah, dan Ka. Bagian Hukum Sekretariat Daerah.*

Tebus Pupuk Bersubsidi Gunakan Kartu Tani Bingungkan Petani

Tebus Pupuk Bersubsidi Gunakan Kartu Tani Bingungkan Petani

SURABAYA — Kebijakan Kementerian pertanian yang mengharuskan penebusan pupuk bersubsidi hanya dengan menggunakan kartu tani di bank pemerintah yang telah ditunjuk, membuat para petani di Jawa Timur kebingungan

Direktoran Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian telah menerbitkan surat No 498 SR.320/08/2020 tertanggal 19 Agustus 2020.

Isinya, Surat Keputusan kepada Kuasa Pengguna Anggaran subsidi pupuk tentang penagihan penebusan pupuk bersubsidi menggunakan dashboard Bank tahun anggaran 2020.

Dashboard itu digunakan khusus kepada petani yang memiliki kartu tani di 6 Provinsi dan 2 Kabupaten termasuk diantara di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.

Salah satu anggota Komisi B DPRD Jatim, Subianto, mendukung adanya program penyaluran subsidi pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani. Namun demikian pihaknya tetap meminta agar pengetrapannya disesuaikan dengan kondisi di bawah.

Dirinya menilai, jika SK Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan itu diterapkan mulai 1 September, akan menimbulkan gejolak di tingkat petani.

“Kami berharap Kementan meninjau kembali atau menunda penebusan pupuk bersubsidi dengan Kartu Tani khususnya bagi petani di Jawa Timur,” tegasnya, Senin (24/8/2020).

Menurut dia, penebusan atau pembelian pupuk bersubsidi dengan kartu tani dinilai tidak relevan dengan kondisi saat ini, mengingat belum semua petani memiliki Kartu Tani.

“Apalagi bulan Oktober depan sudah mulai masuk Masa Tanam 1 ( MT 1 th 2020 – 2021 ) bila dipaksakan akan terjadi gejolak sosial , apalagi menjelang Pilkada Desember 2020,” ungkapnya.

Selain itu, syarat dikeluarkannya kartu tani juga Masih menimbulkan polemik. Karena harus memenuhi sejumlah persyaratan salah satunya kepemilikan lahan sesuai E-RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok).

Disisi lain, pihak bank (BNI) sebagai mitra Bank Tani juga belum melakukan sosialisasi ke petani-petani.

“Laporan yang saya terima, sampai sekarang baru 40 persen petani di Jawa Timur memiliki Kartu Tani. Nah, nasib petani yang belum punya Kartu Tani bagaimana kalau kebijakan itu diberlakukan per 1 September 2020 mendatang?,” paparnya lebih lanjut.

Dirinya meminta agar Kementan segera meninjau kembali persyaratan tersebut. Terlebih, saat tahun 2020 ini alokasi pupuk bersubsidi untuk seluruh daerah di pemerintah provinsi Jawa Timur Sedang kekurangan.

Hingga kemudian, Pemprov Jatim melalui Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Jatim 9 Juli 2020 sudah mengirim surat pengajuan tambahan sebesar 650 ribu ton dari total kebutuhan sebesar 2,9 juta ton pupuk berbagai jenis.

“Lebih baik, pemerintah pusat mengurangi subsidi harga namun memperluas distribusi pupuk agar tidak terjadi kelangkaan pupuk di tingkat petani Jawa Timur,” saran anggota DPRD Jatim tiga periode ini.

Perlu diingat, lanjut Subianto, kontribusi Pertanian di Jawa Timur masih cukup tinggi sekitar 11%, setelah Industri Pengolahan serta Perdagangan dan Jasa.

“Di masa Pandemi Covid 19 ini petani juga butuh perlindungan,” pungkasnya. (tim)

Tagih Janji Politik, PMII Gelar Aksi

Tagih Janji Politik, PMII Gelar Aksi

LUMAJANG – Dalam rangka menagih janji politik Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi damai di depan kantor Bupati Lumajang, Kamis (24/9/2020).

Puluhan aparat keamanan dari TNI, POLRI dan Satpol PP melakukan penjagaan untuk mengawal aksi tersebut.

Para pendemo menyatakan sikapnya melalui kertas bertuliskan 20 janji politik Cak Thoriq dan Bunda Indah yang dirasa belum terealisasi hingga dua tahun kepemimpinan Thoriq – Indah.

“Dua tahun Cak Thoriq dan Bundah Indah gagal dalam mengangkat peringkat Lumajang 3 terbawah dalam Indeks Pembangunan Manusia,” ujar Ketua PC PMII Lumajang, Setyoso Lastanto dalam orasinya.

Salah satu orator PMII lainnya, Taufik juga menyampaikan, keterbukaan informasi jalannya pemerintah di Website belum bisa banyak diakses.

“Bagaimana mau maju, terbuka saja tidak. Masalah kebijakan anggaran, produk legislasi dan perkembangan pembangunan sangat minim,” ungkap Taufik.

Aksi Mahasiwa tersebut kemudian ditemui langsung oleh kedua pemimpin kabupaten Lumajang untuk memenuhi janji politiknya.

“Kami terima kasih atas kritik dan saran mahasiswa, pemerintah tidak alergi dengan kritikan,” kata Bupati.

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menegaskan akan merealisasikan 20 program janji politiknya secara bertahap.

“Iya, kami akan realisasikan 20 program yang telah kami rencanakan, tapi ini atidak bisa semua selesai dalam satu waktu, tentu ini harus bertahap,” kata dia saat menemui para Demonstran

Disebutkan beberapa program meliputi pemasangan 1000 CCTV, pembangunan tol Probolinggo-lumajang sebagai langkah mengatasi problem kemacetan dan kemudahan akses ekonomi serta program lainnya.

Dihadapan pendemo Bupati nenjelaskan 20 program yang sudah terealisasi, seperti seragam sekolah gratis, Jo honor guru ngaji, BOSDA/SPP, santunan duka kematian, persalinan gratis, administrasi kependudukan tuntas ditiap kecamatan.

“Namun demikian masih ada beberapa program yang masih dalam tahap berjalan, seperti program CCTV,” kata dia.

Pihaknya mengklaim saat ini sekitar 30 CCTV sudah terpasang, sedangkan sisanya, ditargetkan akan terealisasi pada 2021 mendatang.

“Saat ini, hampir 30 CCTV sudah terpasang, dan tahun depan sudah dianggarkan disetiap desa akan dipasangi lima belas CCTV,” jelasnya.

Sementara mengenai pembangunan jalan tol Probolinggo-Lumajang, bupati menyebutkan, bahwa hal itu sudah menjadi prioritas nasional.

Thoriq menambahkab bahwa dari semua program yang akan direalisasikan, masih perlu membutuhkan waktu.

Hal ini dinyatakan tidak bisa selesai dalam waktu yang saling berdekatan, dan harus berjalan secara bertahap.

“Semua program semua itu bukan tidak ada realisasinya, namun dari program-program itu tidak akan bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Semua program itu akan kita selesaikan secara bertahap,” pungkasnya.

Turut hadir dalam menemui aksi damai tersebut, Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati. (tim)

Seorang Kakek Tewas Dihadapan Teman Perempuannya, Dalam Kamar Sewaan

KEDIRI — Para penghuni dan pengunjung lokalisasi Krian di wilayah Kecamatani Ngadiluwih, Kabupatfn Kediri dikejutkan dengan adanya seseorang yang meninggal dunia di dalam kamar.

Korban tewas diketahui bernama MA (61), warga Desa Rembangkepuh, Kecamatan Ngadiluwih.

MA meninggal di dalam kamar sewa milik Srini (65), asal Dusun Purwoharjo, Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kamis (17/9/2020) tadi malam.

Atas kejadian itu, Srini, Si Pemilik kamar langsung melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Ngadiluwih.

Kapolsek Ngadiluwih, AKP Mukhlason mengatakan, awalnya korban bersama Srianah (36), warga Dusun Kitiran, Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih datang ke kamar kos milik Srini.

”Setelah itu korban dan saksi Srianah langsung masuk ke dalam kamar kos, kemudian korban dan saksi mengobrol di dalam kamar,” ujar Mukhlason.

Tidak lama kemudian, lanjut Mukhlason, sekitar 10 menit di dalam kamar korban menunduk, setelah itu jatuh tengkurap dan mengorok.

Srianah berusaha menolong, tetapi korban sudah tidak sadarkan diri dan lemas.

”Selanjutnya Srianah meminta tolong kepada saksi Srini dan kemudian meminta bantuan tetangga,” papar Mukhlason.

Dijelaskan Mukhlason, ketika petugas datang, MA sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang di lantai.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis serta unit identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dan dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi, korban memiliki riwayat sakit jantung. Selain itu korban pernah dirawat di RS Baptis Kediri, Lanjutnya.

Setelah itu, mayat MA dievakuasi petugas untuk diserahkan kepada keluarganya.(Agus)

Lembah Indah Malang, Lengkapi Destinasi Wisata Edukasi Kabupaten Malang

MALANG – Diapit dua lembah, keindahan Dusun Gendogo Desa Balesari Kecamatan Ngajum layak dijadikan destinasi wisata alam.

Keindahan panorama alam yang tersedia pun, bisa melepas penat akibat rutinitas.

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa bersantai bersama keluarga menjauhi kebisingan kota.

Wisata Lembah Indah menjadi salah satu wisata edukasi di Malang, hal ini dibuktikan dengan tersedia kegiatan yang bermanfaat dengan mengusung konsep edu resort, glamping, hingga outbound.

Berawal dari kepedulian pihak investor CEO Lembah Indah Malang yang ingin mengembangkang potensi alam di daerah Balesari. Hingga kini lokasi ini menjadi tempat wisata yang baru viral di kota Malang yang telah memiliki berbagai fasilitas yang memadai.

Tempat wisata unik nan instagramable di Ngajum Malang ini memiliki fasilitas umum yang sudah lengkap. Salah satunya ialah spot – spot foto selfienya yang begitu iconik dan sangat menarik untuk mengabadikan momen. Mengabadikan momen dengan berswaselfie di spot foto yang menghadap langsung ke Gunung Kawi tentunya akan mendapatkan view yang sempurna.

Lembah Indah yang berada di lereng Gunung Kawi ini dibangun di atas lahan dengan luas 18 hektare.

Lembah Indah Malang ini memberikan warna baru pariwisata di kota Malang terutama wisata alam berkonsep edukasi.

Di wisata alam malang ini, wisatawan tentu akan merasa nyaman dan betah karena Lembah Indah Gunung Kawi ini berusaha memberikan fasilitas dan pelayanan yang terbaik.

Tak hanya menikmati keindahan alam, kegiatan budidaya hewan ternak menjadi program yang akan disediakan oleh Lembah Indah.

Kegiatan peternakan tersebut antara lain memerah, memberi makan hewan dan kegiatan menarik lainnya yang bisa pengunjung lakukan langsung di peternakan Lembah Indah.

Tak ayal, pengelolaan Lembah Indah ini pun menarik perhatian Bupati Malang, HM Sanusi untuk melaunching sebagai destinasi baru di Malang.

Launching Lembah Indah pada Jumat (25/9/2020) juga dihadiri Dinas Pariwisata, Dinas Peternakan, Muspika Ngajum dan Wonosari serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur Wisata Lembah Indah, Firmansyah menyampaikan bahwa tanpa pengelolaan yang serius, potensi alam yang tersedia tidaklah bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.

“Taman Lembah Indah di Gunung Kawi ini merupakan Wisata Alam sekaligus Wisata Edukasi bertemakan Forest Resort yang berada di Kota Malang. Tempat wisata baru dengan panorama lereng gunung kawi, hutan luas, dan ladang sayur mayur menjadi sajian indah menyejukan mata. Selain itu, Lembah Indah di Malang ini juga memiliki fasilitas lengkap yang akan memenuhi segala kebutuhan wisatawan,” terang Firmansyah.

Terpenting lagi, lanjutnya, Lembah Indah Malang bisa menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar. (srj)

Melalui Lembaga Fordayak Warga M.Mea Sepakat Berdamai Dengan PT.IUC

0

BARITO UTARA -Setelah sempat beberapa kali proses mediasi, akhirnya masyarakat Desa Muara Mea Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara Kalteng, dengan PT.Indexim Utama Corporation(PT.IUC)akhirnya sepakat, untuk melakukan perdamaian dalam rapat tatap muka yang dipimpin oleh Kasat Intelkam Polres Barito Utara.AKP.Fry Mayedi didampingi Kasat Reskrim AKP.Kristanto Situmeang,SIK.

Kesepakatan perdamaian tersebut ditandai, dengan penandatangan surat kesepakatan oleh perwakilan masyarakat yakni, Kades Muara Mea, Jaya Pura dan Pihak perusahaan yang diwakili oleh Drs.Awiandi Tanseng, Manager Camp PT.Indexim Utama, di Aula Kresna Centre Wira Setya Brata 39 Satintelkam Polres Barito Utara sekitar pukul 03.00 WIB,Kamis (24/9/20).

General Meneger PT. Indexim Utama, H.Supri Muyono mengatakan,rapat ini terselenggara atas permohonan Ketua Fordayak Barito Utara,Leny Dhamayanti (selaku pendamping masyarakat Desa Muara Mea, red) yang meminta melalui Satintelkam Polres Barut untuk memfasilitasi pertemuan tersebut. 

“Kalau niatannya baik, kenapa tidak, sehingga kami menghadiri pertemuan ini untuk bermusyawarah dan bermufakat dengan menghasilkan beberapa hal,”kata H.Supri Muyono.

Dalam kesepakatan perdamaian antara perusahaan dan perwakilan masyarakat ini, disaksikan juga oleh beberapa lembaga adat seperti.Ketua BPHP Aman Barut, Putes Lekas, Ketua Peper dayak Barut, Wijaya Kusuma, Konsultan Hukum PT.Indexim Utama, Rudi Natalisman, SH.MH,Sekdes Muara Mea, Dedi Kiswanto, Ketua BPD Desa Muara Mea, Darmansyah, Ketua Majelis Kelompok Hindu Kaharingan Desa Muara Mea, Mamanto, dan Penghulu Adat Desa Muara Mea, Panih yang ditanda tangani bersama.

Pertama pihak majelis Agama Hindu Kaharingan, akan melepas hinting pali dengan ritual adat sebagai tanda dapat dimulainya kegiatan menarik kayu, yang sudah di tebang pada hari juma’at tanggal 25 September 2020.

Sementara PT.Indexim Utama mengerjakan petak, sesuai dengan peta acuan dari Tim KPHP Barito Utara dan dapat mengerjakan petak yang paling bawah,di wilayah Gunung Peyuyan sambil menunggu hasil tim dari pemerintah,terkait mengidentifikasi wilayah Gunung Peyuyan,supaya pihak perusahaan tidak bermasalah di kemudian hari.

Kemudian,pihak perusahaan siap mencabut pengaduan dan laporan ke pihak Polres Barito Utara, terkait penghentian aktivitas PT.Indexim Utama oleh masyarakat Desa. 

“Terkait dengan kesepakatan ini perlunya diadakan acara ritual Gomek dan Buntang,yang akan dibuatkan rincian atas dasar ketentuan hukum adat dan kemampuan perusahaan,” terang H.Supri yang didampingi Manejer Camp Awiandie dan Penasehat Hukum Rudi Natalisman SH,MH.

Lanjut H.Supri, dalam penyusunan rincian biaya ritual adat tersebut, Lembaga adat Desa Muara Mea berkoordinasi dengan demang kepala adat Kecamatan Gunung Purei, Kemudian diserahkan kepada pihak perusahaan. 

Dengan adanya kesepakatan tersebut, maka perusahaan dapat melaksanakan aktivitasnya kembali sesuai dengan wilayah,yang sudah di identifikasi pemerintah dan terkait izin yang dimiliki.

“Kami dari kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan tidak mempermasalahkan lagi, hal-hal yang dianggap rampung disepakati dan tidak menimbulkam masalah di kemudian hari, Pihak PT.Indexim Utama siap untuk mengembalikan lokasi areal, Gunung Peyuyan dan Gunung Penyenteaw, apabila sudah ada keputusan dari pemerintah,” pungkasnya. (SS).