Home Blog Page 216

Peringati Hari Jadi ke-74, Humas Polri Gelar Sarasehan dan Dialog Kebangsaan

0

Jakarta – Humas Polri memperingati Hari Jadi ke-74 dengan menggelar Sarasehan dan Dialog Kebangsaan bertajuk “Transformasi Polisi Humanis Guna Mendukung Harapan Masyarakat” di Auditorium STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Kamis (30/10/2025). Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, sejumlah pejabat utama Mabes Polri, pejabat Divhumas Polri, para Kabidhumas Polda Jajaran, para pemimpin redaksi media nasional, serta para Kadivhumas Polri pada masanya.

Sejumlah mantan Kadivhumas yang turut hadir dalam acara ini yaitu Irjen Pol (Purn) Drs. Sidarto Danusubroto S.H., Komjen Pol (Purn) Drs. Togar M. Sianipar, Komjen Pol (Purn) Drs. Didi Widayadi, Irjen Pol (Purn) Drs. Sisno Adiwinoto, M.M., Komjen Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarna, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Iskandar Hasan, S.H., M.H., Komjen Pol (Purn) Drs. H. Saud Usman Nasution, S.H., M.H., M.M., Komjen Pol (Purn) Dr. Anang Iskandar, S.H., M.H., Irjen Pol (Purn) Dr. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H., serta Komjen Pol (Purn) Drs. Setyo Wasisto, S.H.

Acara juga dihadiri oleh Ibu Ruby M. Jasin, istri dari almarhum Komjen Pol M. Jasin, beserta keluarga. Kehadiran mereka menjadi momen penghargaan atas jasa-jasa pahlawan kepolisian yang telah meletakkan dasar kuat bagi pengabdian Polri kepada bangsa.

Ketua Panitia, Kombes Pol Komang Suartana, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-74 Humas Polri bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum refleksi.
“Pelaksanaan Hari Jadi ke-74 Humas Polri ini sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pengabdian dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat, serta menguatkan peran Humas Polri sebagai jembatan komunikasi dua arah dalam membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema yang diangkat tahun ini mencerminkan semangat transformasi Polri menuju institusi yang lebih profesional, akuntabel, dan humanis.
“Melalui tema Polisi Humanis Harapan Masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai empati, kepedulian, serta pengabdian kepada masyarakat,” imbuhnya.

Acara diawali dengan doa, tarian pembuka, dan laporan panitia, dilanjutkan sarasehan menghadirkan narasumber mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, penasihat ahli Kapolri bidang media sosial Rustika Herlambang, mantan anggota DPR RI Johan Budi, serta aktivis HAM Usman Hamid.

Selanjutnya, dilakukan Dialog kebangsaan yang menghadirkan Komjen Pol (Purn) Didi Widayadi, sejarawan Lorenzo Yauwerissa, serta akademisi Dr. Devie Rahmawati turut memperkaya perspektif kebangsaan. penyerahan cinderamata kepada keluarga M. Jasin sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada pahlawan nasional.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri sebagai bentuk rasa syukur serta simbol pengabdian Humas Polri kepada bangsa.

Peringatan Hari Jadi ke-74 ini diharapkan semakin memperkuat citra positif Polri di mata masyarakat, serta meneguhkan peran Humas sebagai garda depan komunikasi publik yang humanis dan terpercaya.

Tim Wasev TMMD ke- 126 Tinjau Sasaran TMMD di Desa Jamut 

0

 
BARITO UTARA- Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 126 Komando Distrik Militer (Kodim) 1013 Muara Teweh, melaksanakan Kunjungan Kerja di Desa Jamut, Kecamatan Teweh timur, Kabupaten Barito utara, Kalimantan Tengah. (Kalteng) Dalam suasana penuh keakraban mewarnai semangat, dan harapan serta bertujuan untuk meninjau langsung progres pelaksanaan program TMMD Komando Distrik Militer (Kodim)  1013 Muara Teweh, Kamis pada. (30/10/2025)

Dalam kunjungan kerja ini, Tim Wasev TMMD ke- 126 disambut hangat oleh masyarakat desa Jamut bersama aparat,  pemerintah dan perangkat desa. Warga Jamut dengan antusias menampilkan berbagai kegiatan dan hasil kerja bersama TNI, mulai dari pembangunan MCK, Rumah tidak layak Huni, jalan, perbaikan fasilitas umum, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ketua Tim Wasev TMMD ke- 126 Kolonel Infantri Shofanudin, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. “Kami melihat hasil yang luar biasa Program TMMD bukan hanya membangun fisik, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ini bukti nyata semangat kebersamaan bahwa TNI dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,” ujarnya.

Bupati Barito utara H.Shalahuddin ST., MT dalam kunjungan tim Wasev TMMD ke- 126, juga hadir dan menyampaikan sambutannya bahwa kegiatan TMMD ini  merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di daerah pedesaan. 

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Barito Utara, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi- tingginya kepada TNI melalui Kodim 1013 Muara Teweh, yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan TMMD ke-126. Program ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah- daerah yang sebelumnya sulit dijangkau,” ucap Bupati Shalahuddin.

Warga desa Jamut pak Dwi dan ibu solehah turut menyampaikan rasa terima kasihnya, atas kehadiran dan kerja keras TNI yang melaksanakan kegiatan TMMD di desanya. Kami sangat terbantu dengan adanya TMMD ini. kami selaku warga desa merasa lebih dekat dengan TNI, tegur sapa salam dan sopan santun anggota satgas TMMD sangat menyentuh hati kami, dan kami berharap bapak-bapak TNI bisa tetap bertahan di desa ini untuk terus mendampingi masyarakat,” ungkap waga desa ini dengan gembira. 

Dengan semangat. “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat”, TMMD terus menjadi simbol sinergi antara TNI, pemerintah dan masyarakat dalam membangun desa, dan memperkuat ketahanan nasional dari tingkat paling bawah.  (SS) 

Polresta Banyuwangi Kukuhkan 280 Pelajar Jadi Duta Kamtibmas 2025

0

Banyuwangi – Sebanyak 280 pelajar dari berbagai sekolah di Banyuwangi resmi dikukuhkan sebagai Duta Kamtibmas 2025. Kegiatan ini digelar Polresta Banyuwangi melalui Satuan Binmas di MAN 2 Genteng, Kamis (30/10/2025).

Acara bertema “Pelajar Berdaya, Kamtibmas Terjaga, Membangun Solidaritas dalam Keamanan Bersama” itu dibuka oleh Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K.

Dalam sambutannya, Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono,S.I.K., mengajak para pelajar menjadi agen perubahan dalam menjaga keamanan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Pelajar harus mampu menjadi contoh dan pelopor ketertiban. Melalui Duta Kamtibmas, kami ingin menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab sosial di kalangan pelajar,” katanya

Kegiatan juga dihadiri perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Kepala Sekolah MAN 2 Genteng Drs. Saerozi, M.Ag., serta Kasat Binmas Kompol Toni Irawan, S.H., M.H.

Para Duta Kamtibmas mendapat pembekalan dari sejumlah narasumber lintas instansi, mulai dari wawasan kebangsaan, moderasi beragama, bahaya narkoba, etika berlalu lintas, hingga waspada kejahatan siber di media sosial.

Kasat Binmas Polresta Banyuwangi Kompol Toni Irawan,S.H., M.H., menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran pelajar untuk ikut menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungannya.

“Mereka kami bekali agar mampu menjadi agen positif di sekolah dan masyarakat. Duta Kamtibmas bukan sekadar simbol, tapi peran nyata generasi muda dalam menjaga keamanan bersama,” pungkasnya
(*)

Polres Kediri Kota Sidak Sejumlah SPBU Respon Keluhan Warga Soal Kualitas BBM

0

KOTA KEDIRI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri Kota Polda Jawa Timur bersama Pertamina Region Kediri dan Disperindag Kota Kediri melakukan pengecekan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Rabu (29/10/2025).

Pengecekan dan uji sampel ini dilakukan untuk memastikan BBM yang terdistribusi atau beredar di Kota Kediri dalam keadaan aman.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana, S.Tr.K., S.I.K., M.H., berserta anggota terlihat turut hadir langsung untuk mengecek bahan bakar di Tiga SPBU di Jalan Joyoboyo Kota Kediri, Jalan Letjend Mt Haryono Kecamatan Pesantren, dan Jalan Ahmad Dahlan Mojoroto.

Kegiatan ini merupakan respon langsung terhadap keluhan masyarakat yang beredar di media sosial setelah sejumlah pemilik kendaraan melaporkan motornya mengalami masalah seperti brebet hingga mogok usai mengisi Pertalite.

“Kami Satreskrim Polres Kediri Kota bersama sales brand manager Pertamina region Kediri pemkot Kediri,
melaksanakan uji sampel pada beberapa SPBU di wilayah Kediri,” kata AKP Cipto Dwi Leksana.

Ia mengatakan, uji sampel ini dilakukan untuk memastikan dan melakukan pengawasan terhadap kualitas maupun kuantitas BBM yang terdistribusi di Kota Kediri.

Ada tiga SPBU yang dilakukan uji kualitas baik secara spesifikasi standar dan mutu untuk memastikan apakah sudah sesuai.

“Bawasanya BBM yang distribusi di Kota Kediri khususnya yang kita cek semuanya masih dalam batas normal,” terangnya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, dalam uji kuantitas melalui tera pengukuran mengunakan bejana ukur dan gelas ukur juga ditemukan dalam batas toleransi baik semua bahan bakar baik jenis Pertalite, Solar, dan Pertamina Dex.

“Ini adalah wujud nyata kami dari Polres Kediri Kota, Pertamina, dan Pemkot untuk memastikan BBM beredar di wilayah Kediri aman serta tidak ada permasalahan,” pungkas Kasat Reskrim Polres Kediri Kota. (*)

Dari Kepedulian Menjadi Kenyataan: Kapolres Sumenep Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Kurang Mampu

0

SUMENEP – Wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Sumenep Polda Jatim.

Kali ini, Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K., meresmikan Rumah Layak Huni milik Hosen, warga Dusun Cekkor, Desa Gunung kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Rabu (29/10/2025).

Program sosial tersebut merupakan bagian dari inisiatif Polres Sumenep Peduli, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah pelosok.

Dalam sambutannya, Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K. menyampaikan bahwa pembangunan rumah layak huni ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat langsung dan membangun harapan baru bagi warga yang membutuhkan.

“Kegiatan ini bukan sekadar pembangunan rumah, tapi bentuk kepedulian dan kebersamaan kami dengan masyarakat. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tutur AKBP Rivanda.

Rumah milik Hosen yang sebelumnya tidak layak huni kini telah direnovasi total dengan kondisi yang jauh lebih baik dan nyaman untuk ditempati.

Wajah haru dan bahagia tampak dari Hosen saat menerima kunci rumah baru secara simbolis dari Kapolres Sumenep.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres dan jajaran Polres Sumenep. Rumah ini menjadi anugerah besar bagi kami,” ungkap Hosen dengan mata berkaca-kaca.

AKBP Rivanda berharap program sosial seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk komitmen Polres Sumenep Polda Jatim dalam membantu masyarakat dan memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

“Semoga rumah ini menjadi tempat tinggal yang penuh berkah, membawa kebahagiaan dan semangat baru bagi keluarga Bapak Hosen,” pungkas AKBP Rivanda.

Tampak hadir dalam peresmian dan penyerahan kunci bedah rumah tersebut Kepala Dinas Disperkimhub, PJU Polres Sumenep, Kepala PLN ULP Ambunten, Forkopimcam Manding, toga dan tomas setempat (*)

Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Tinggi Polri, Tegaskan Komitmen Penguatan Kinerja dan Regenerasi Kepemimpinan

0

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat tinggi (Pati) dan menengah (Pamen) Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025). Sertijab ini merupakan bagian dari proses regenerasi dan penyegaran organisasi guna memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas di berbagai satuan kerja maupun kewilayahan.

Adapun pejabat yang melaksanakan sertijab hari ini antara lain:

  1. Irjen Pol. Helmi Santika, S.H., S.I.K., M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Lampung;
  2. Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H. (Dirtipideksus Bareskrim Polri) dilantik menjadi Kapolda Lampung;
  3. Irjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Sulawesi Selatan;
  4. Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo, S.H., M.H. (Dirtipidum Bareskrim Polri) dilantik menjadi Kapolda Sulsel;
  5. Irjen Pol. Drs. Hendro Pandowo, M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung;
  6. Irjen Pol. Dr. Viktor Theodorus Sihombing, S.I.K., M.Si., M.H., menyerahkan jabatan Kadivkum Polri dan dilantik menjadi Kapolda Kep. Babel;
  7. Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., menyerahkan jabatan Kapolda Sulawesi Tengah dan dilantik menjadi Kadivkum Polri;
  8. Irjen Pol. Endi Sutendi, S.I.K., S.H., M.H. (Waastamaops Kapolri) dilantik menjadi Kapolda Sulawesi Tengah;
  9. Brigjen Pol. Nanang Chadarusman, S.I.K., M.H., menyerahkan jabatan Kasetum Polri;
  10. Kombes Pol. Emi Sumijati, S.H. (Psikolog Kepolisian Madya Tk I SSDM Polri) dilantik menjadi Kasetum Polri.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menjelaskan bahwa mutasi dan sertijab di tubuh Polri merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier yang terencana dan berkelanjutan.

“Rotasi dan promosi jabatan ini adalah bentuk penyegaran organisasi sekaligus bagian dari komitmen Kapolri dalam memperkuat soliditas, profesionalisme, dan efektivitas kinerja Polri di seluruh lini,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menambahkan, dinamika jabatan ini juga menjadi upaya untuk memberikan ruang regenerasi kepemimpinan yang mampu menyesuaikan dengan tantangan tugas kepolisian di era modern.

“Setiap pejabat yang dipercaya menduduki jabatan baru diharapkan dapat langsung beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sesuai dengan semangat Presisi yang menjadi pedoman utama Polri,” tegasnya.

Upacara sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para pejabat utama Mabes Polri serta keluarga besar Polri. Momentum ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

Polres Pasuruan Lakukan Sidak BBM, Hasil Pemeriksaan Awal Nyatakan Aman

0

PASURUAN – Menyikapi keresahan warga terkait dugaan turunnya kualitas bahan bakar jenis Pertalite di sejumlah SPBU, Polres Pasuruan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan pengecekan lapangan tersebut dipimpin oleh Kanit Tipidter Satreskrim Polres Pasuruan, Iptu Ahmad Kelvin Prawira, dengan sasaran dua SPBU di Kecamatan Bangil dan Beji, yang sebelumnya sempat ramai dikeluhkan masyarakat.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respon cepat Polres terhadap aduan masyarakat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kualitas Pertalite di SPBU tetap sesuai standar dan aman digunakan oleh masyarakat.

“Kami langsung turun bersama Disperindag untuk menindaklanjuti laporan warga. Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, tidak ditemukan indikasi penyimpangan kualitas BBM. Hasil uji cepat menunjukkan kategori aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” tegas AKBP Jazuli.

Ia menerangkan, pengecekan dilakukan dengan metode pasta uji, yaitu alat sederhana yang dapat mendeteksi ada tidaknya campuran cairan lain di dalam tandon bahan bakar. Dari hasil pemeriksaan, warna pasta tidak berubah, yang menandakan bahan bakar masih sesuai spesifikasi dan belum tercampur zat asing.

Meski hasil pemeriksaan awal dinyatakan aman, Polres Pasuruan tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor bila menemukan kejanggalan dalam pembelian bahan bakar di SPBU.

“Kami pastikan Polres Pasuruan akan menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran atau kecurangan dalam distribusi BBM. Masyarakat kami ajak berperan aktif menjaga bersama agar pelayanan publik tetap bersih dan transparan,” pungkas AKBP Jazuli.

Polemik Tanah Wakaf Tarijah : Nama Tokoh Ulama Terseret

Gempurnews | Pemalang – Perseteruan terkait status tanah milik Ibu Tarijah di Dusun Cengis RT.04 RW 07, Desa Sewaka Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang, kini ramai diperbincangkan banyak orang setelah dari keluarga besar Tarijah menggugat status tanah Wakaf menjadi Hibah.

Pasalnya tanah yang semula diwakafkan secara lisan oleh Tarijah kepada salah satu Ustadz inisial “F”, atas dasar untuk kemaslahatan umat kini berubah menjadi status tanah Hibah.

Pada saat itu Tarijah yang sedang mengalami depresi atas kehilangan anak satu satunya yang meninggal karena kecelakaan kerja satu tahun lalu, bingung dengan kepemilikan tanah yang begitu banyaknya.

Dalam hal ini Kuasa Hukum Keluarga besar Tarijah, Sukendar.,S.H.,M.H., yang di dampingi kedua Kakak Tarijah menjelaskan kepada awak media bahwa Tarijah pada waktu itu sekitar bulan September 2025,sempat berbicara kepada kakak kandungnya,kalau tanah yang ada di depan rumah itu dengan luas 207 m2 mau di wakafkan untuk TPQ, dan keluarga pun setuju dengan niat baik Tarijah,namun demikian entah kenapa Tarijah menemui seorang Ustadz berinisial F, pergi ke tempatnya pak RT Casno untuk menyampaikan bahwa saya mau mewakafkan tanah dengan luas 207 m2, yang berlokasi di Dusun Cengis RT.04 RW.07 Desa Sewaka Kecamatan Pemalang.

“Dan Ustadz F bilang kalau tanah tersebut diwakaf kan itu tidak bisa dengan alasan jauh dari masjid/Musholah dan bisanya harus hibah” padahal jarak antara tanah tersebut dengan masjid hanya berjarak 20m. “Jelas Sukendar Kuasa Hukum.

Kekagetan itu makin bertambah saat pihak keluarga besar Tarijah mengetahui bahwa nama F muncul sebagai pemilik hibah dari Tarijah, mengingat adanya keterlibatan seorang figur ulama yang terkenal di lingkungan desa Sewaka, dan ini bukan hanya soal status tanah tetapi soal etika dan kepercayaan. “Tegasnya.

Sukendar menegaskan bahwa pihaknya siap menempuh jalur hukum demi menjaga hak dan kehormatan keluarga besar Tarijah, bagi kami tanah ini bukan sekedar aset,ini bagian dari sejarah warisan yang dipenuh nilai emosional. “Tandasnya.

Awak media berusaha mencari informasi kronologinya kepada pihak RT Casno, ternyata memang benar apa yang diungkapkan oleh lawyer bahwa tanah tersebut awalnya untuk wakaf. Rabu (29/10/25)

Menurut Ketua RT menyampaikan kepada awak media kronologi awalnya
“Bahwa awalnya Tarijah memberikan tanah tersebut untuk di wakafkan bukan di hibahkan,kok bisa berubah menjadi Hibah, dengan adanya perubahan itu RT Casno tidak mempersoalkan yang penting ada kesepakatan antara pihak kedua. “ucap RT Casno.

Namun demikian RT Casno berpesan kepada penerima hibah (F),untuk tidak membangun dulu sebelum surat suratnya diurus ke notaris,namun yang terjadi di lapangan ternyata pihak F sudah langsung membangun bangunan tersebut untuk dijadikan rumah Pribadi. “Pungkas RT Casno.

Saat awak media menyambangi kediamannya, pihak F tidak mau menemui dan langsung pergi dengan alasan ada acara tahlil.

(yn26)

EDUKASI PROKLIM TAHUN 2025DIGELAR DINAS lINGKUNGAN HIDUP KOTA CIMAHI

0

CIMAHI,Kamis(30/10/2025) Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan menggelar Edukasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Tahun 2025, Rabu (29/10/2025), di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, dan dihadiri oleh narasumber dari Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), perwakilan DLH Provinsi Jawa Barat, serta unsur perangkat daerah seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pangan dan Pertanian, DP3AP2KB, dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Sebanyak 60 peserta perwakilan dari 30 RW se-Kota Cimahi mengikuti kegiatan ini. Peserta mendapatkan edukasi teknis pengisian data ProKlim dalam Sistem Registrasi Nasional (SRN) serta pemahaman mengenai strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat komunitas.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman abstrak, tetapi kenyataan yang telah dirasakan masyarakat setiap hari. “Kita semua merasakan suhu yang makin panas, curah hujan yang tidak menentu, hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang semakin sering terjadi. Ini bukti nyata bahwa bumi kita sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, perubahan iklim dikaitkan dengan revolusi industri, penggunaan energi fosil, pembakaran batu bara, peningkatan emisi karbon, produksi limbah yang tidak terkendali, serta penurunan kelestarian hutan dan lingkungan. Ia menambahkan, “Perubahan iklim ini pokoknya dibuat oleh manusia sendiri, disebabkan juga oleh manusia sendiri, dan dirasakan oleh manusia sendiri.”
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perubahan paradigma dari tingkat rumah tangga hingga komunitas dalam mengelola lingkungan. “Program Kampung Iklim adalah wadah untuk membangun kesadaran kolektif, memperkuat kapasitas masyarakat agar tanggap dan adaptif terhadap perubahan iklim,” tegas Adhitia.
Pemerintah Kota Cimahi telah menjalankan berbagai aksi nyata, mulai dari edukasi, urban farming, penanaman seribu bibit bambu di Cireundeu, bantuan biopori dan sumur resapan, hingga pengelolaan sampah 3R dan ruang hijau. Hingga tahun 2024, 22 RW di Kota Cimahi telah berpartisipasi dalam Program Kampung Iklim, dengan 13 RW memperoleh predikat utama dan 9 RW kategori madya dari Kementerian LHK. Sementara itu, 20 RW lainnya telah diverifikasi dan akan dicalonkan ke kategori Proklim Lestari 2 RW di tahun depan.
Wakil Wali Kota mengajak masyarakat serta perangkat daerah untuk menjadikan aksi lingkungan ini sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan: “Bukan sekadar tentang survival, tapi harus berpikir legacy, karena kelestarian alam dan iklim itu adalah warisan untuk anak kita. Jangan sampai 50-100 tahun yang akan datang anak cucu kita menyalahkan kita yang hadir pada saat ini karena alam tidak dijaga.”
Terakhir Wakil Wali Kota mengajak seluruh warga untuk mulai dari langkah kecil: memilah sampah dari rumah, menanam pohon, menghemat listrik dan air, serta menjaga kebersihan lingkungan, “Bumi ini bukan warisan dari nenek moyang kita, melainkan titipan dari anak cucu kita. Mari kita rawat bumi ini dengan cinta, dengan aksi, dengan kesadaran bahwa setiap langkah kecil kita punya eskalasi menjadi langkah besar untuk masa depan, agar Cimahi selalu hijau, berdaya, dan masyarakatnya makin happy,” pungkasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menambahkan bahwa edukasi ProKlim tahun ini diarahkan untuk memperkuat sinergi lintas sektor. “Harapannya, seluruh OPD dapat mendukung gerakan masyarakat agar Cimahi memiliki lebih banyak kampung iklim mandiri yang berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca,” tutupnya.
Melalui Edukasi Program Kampung Iklim 2025, Pemkot Cimahi berkomitmen melahirkan gerakan sosial lingkungan yang berkelanjutan, menjadikan Cimahi sebagai kota yang hijau, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Achmad Syafei
Sumber:(Bidang IKPS).

Prabowo Apresiasi Upaya Polri Cegah Peredaran Narkoba di RI

0

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi sebesar-besarnya keberhasilan Polri mengungkap kasus narkoba dari berbagai jenis seberat 214,84 ton. Kata Prabowo, ratusan ribu kilogram (kg) narkoba itu nilainya lebih dari Rp 29 triliun.
“Pemusnahan barang bukti narkoba hasil bekerjanya Polri selama satu tahun Oktober 2024-Oktober 2025 yang berhasil mereka sita, rebut, adalah 214,84 ton, yang nilai uangnya Rp 29,37 triliun,” kata Prabowo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

Prabowo mengatakan penyitaan narkoba berkat kinerja Polri ini telah menyelamatkan dua kali jumlah penduduk bangsa Indonesia. Ada 629 juta jiwa yang bisa diselamatkan.

“Dan bila tidak berhasil mereka cegah atau mereka sita, mereka tangkap, itu bisa digunakan oleh 629 juta manusia, berarti lebih dari dua kali bangsa Indonesia, hampir dua kali,” ujar Prabowo.

Karena itulah, Prabowo pun menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas penangkapan dan penyitaan terkait narkoba ini. Prabowo menyampaikan penghargaan kepada anggota kepolisian di mana pun yang tengah bertugas.

“Saya dalam hal ini menyampaikan penghargaan saya sebesar besarnya kepada seluruh anggota kepolisian negara Indonesia di mana pun sedang bertugas,”ujar Prabowo.

214,84 Ton Narkoba Dimusnahkan
Polri memusnahkan barang bukti narkoba dari berbagai jenis seberat 214,84 ton. Jika dikonversi ke rupiah, ratusan ribu kilogram (kg) narkoba itu nilainya lebih dari Rp 29 triliun.

“Total nilai konversi setara dengan Rp 29,37 triliun dan menyelamatkan kurang lebih 629,93 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu (29/10).

Kapolri mengatakan pemusnahan barang bukti narkoba ini dalam rangka mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dalam memberantas narkoba di Indonesia. Dia mengatakan pemusnahan narkoba ini menjadi wujud dukungan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Upaya pemberantasan narkoba merupakan tindak lanjut dari Misi Asta Cita Bapak Presiden RI yang juga ditegaskan melalui sasaran prioritas ke-4 pada Program Pemerintah, yaitu ‘pencegahan dan pemberantasan narkoba’,” kata Kapolri.

Dalam kurun waktu setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Polri telah mengungkap 49.306 kasus narkoba yang melibatkan 65.572 tersangka. Polri juga menyita berbagai jenis narkoba dengan berat total 214,84 ton.

Total barang bukti narkoba yang sudah dimusnahkan seberat 212,7 ton. Sisa barang bukti yang akan dimusnahkan oleh Presiden Prabowo sebanyak 2,1 ton.

Barang bukti narkoba seberat total 214,84 ton yang dimusnahkan terdiri atas 186,7 ton ganja, 9,2 ton sabu, 1,9 ton tembakau Gorilla, 2,1 juta butir ekstasi, 13,1 juta butir obat keras, 27,9 kg ketamin, 34,5 kg kokain, 6,8 kg heroin, 5,5 kg tetrahidrokanabinol (THC), 18 liter etomidate, 132,9 kg hashish, 1,4 juta butir Happy Five, dan 39,7 kg Happy Water.

Pembinaan Penyalahgunaan Narkoba
Polri akan terus mencegah dan memberantas peredaran narkoba yang berdampak buruk pada masyarakat, terutama generasi muda usia 15-24 tahun. Selain penindakan, Polri juga memberantas narkoba dengan pencegahan hingga penanganan korban penyalahgunaan narkoba.

“Polri telah mengidentifikasi 228 kampung narkoba di seluruh Indonesia, dan 118 di antaranya telah berhasil ditransformasi menjadi kampung bebas dari narkoba,” katanya.

Jenderal Sigit juga melaporkan saat ini terdapat 615 lembaga rehabilitasi di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 393 rehabilitasi medis dan 222 rehabilitasi sosial.