Home Blog Page 272

Polres Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah Masyarakat dan Driver Ojol Sumringah

0

GRESIK – Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Minggu (21/9/2025), tampak berbeda.

Polres Gresik Polda Jatim menghadirkan aksi sosial bertajuk Gerakan Pangan Murah (GPM) yang langsung disambut antusias warga.

Kegiatan ini dipimpin Kasat Binmas Polres Gresik, AKP Alimuddin Nasution, bersama sejumlah personel, di antaranya Aiptu Syaiful BY, Aiptu Prayitno, dan Aipda Dodik. Mereka turun langsung memastikan distribusi berjalan lancar.

Sasaran utama program ini adalah para pengemudi ojek online (ojol) serta masyarakat umum yang memadati kawasan CFD di Jl. Jaksa Agung Suprapto Gresik.

Dengan harga jauh di bawah pasaran, bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula ludes diserbu warga hanya dalam hitungan jam.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Gresik terhadap masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini,” ujar AKP Alimuddin Nasution.

Ia berharap, Gerakan Pangan Murah ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat, khususnya para ojol yang sehari-hari berjuang di jalanan.

Antusiasme warga terlihat jelas sejak pagi.

Barisan panjang antrean terbentuk rapi, menandakan program ini benar-benar ditunggu dan bermanfaat.

“Polres Gresik akan terus menggalakkan kegiatan GPM sebagai wujud kepedulian sekaligus upaya menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat,” pungkas AKP Alimuddin Nasution.(*(

DPU CKPP Banyuwangi Perbaiki Jalan KH Junaidi, Merupakan Salah Satu Akses Menuju 2 Pondok Pesantren Dan 6 Lembaga Pendidikan Dibawahnya.

0

Banyuwangi | Gempurnews.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU CKPP) tengah gencar melakukan pembangunan, perbaikan dan perawatan jalan diberbagai wilayah. Terbaru, perbaikan dilakukan disepanjang Jalan KH Junaidi Dusun Krajan Kecamatan Genteng.

Jalan KH Junaidi sendiri merupakan akses utama menuju Pondok Pesantren (PP) Bustanul Makmur dan PP. Annidhoomiyah, jalan ini juga merupakan akses utama menuju beberapa Lembaga Pendidikan yang juga dibawah naungan PP Bustanul Makmur.

Jalan ini pertamakali dibangun diawal tahun 2000-an dan sempat diperbaiki diawal kepemimpinan Bupati Ke. 27, Abdullah Azwar Anas.

H Syahrawi Musa yang merupakan salah satu pengurus PP Bustanul Makmur menyampaikan apresiasinya atas perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, “Alhamdulillah, hal yang sudah lama kami tunggu-tunggu akhirnya datang, jalan yang tidak hanya menjadi akses pondok, namun juga beberapa lembaga pendidikan dibawah naungan pondok kini mendapatkan perbaikan, setelah hampir 20 tahun sejak terakhir kali diperbaiki,” Tandasnya, Senin (22/09/2025)

Dalam kesempatan itu mewakili PP Bustanul Makmur dan warga masyarakat sekitar dirinya menyampaikan terimakasih atas perbaikan jalan yang dilakukan DPU CKPP Banyuwangi sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi.

“Dalam kesempatan ini tentu saya mewakili PP. Bustanul Makmur dan segenap masyarakat menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas PU CKPP yang merupakan kepanjangan tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi, terima kasih Ibu Bupati Banyuwangi, Ibu Ipuk Fiestiandani dan Bapak Abdullah Azwar Anas Mantan Bupati kita sekaligus alumni Bustanul Makmur, sekali lagi terima kasih atas perhatiannya kepada PP Bustanul Makmur Kebunrejo.” Imbuhnya.

Sebelumnya, dalam proses Survei awal yang dilakukan tim lapangan DPU CKPP Banyuwangi bersama Pemerintah Desa Genteng Wetan, perbaikan hanya mencakup panjang 123 meter dengan lebar 3 meter.

Namun setelah dilakukannya pengukuran MC-0 (Mutual Check Awal) yang dilakukan DPU CKPP Banyuwangi bersama tim kontraktor CV. Karya Muda Banyuwangi dan segebap Tokoh Masyarakat setempat, terjadi pengembangan panjang volume menjadi 140 meter.

“Memang saat dilakukan survei awal, saya bersama pemerintah desa hanya memuat panjang 123 meter, namun setealah kemarin kita lakukan pengukuran MC-0 bersama tim kontraktor dan didampingi langsung warga masyarakat sekitar, terjadi pengembangan panjang volume, hal ini sesuai permohonan warga sekitar yang meminta area muka pondok harus diikut sertakan. Dan Alhamdulillah proses pengembangan disetujui menjadi 140 meter.” Terang Salwa sebagai perwakilan DPU CKPP Banyuwangi.

Pelaksana tugas (Plt) Sekertaris Dinas PU CKPP Kab. Banyuwangi, Ebta Adharisandi, ST., M.Si. saat dikonfirmasi awak Media Gempurnews melalu via WhatsApp menyampaikan, “Perbaikan jalan ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas PU CKPP, sesuai target pemerintah daerah pembangunan dan rehabilitasi jalan sepanjang 700 kilometer dan 23 Jembatan pada tahun anggaran 2025, untuk meningkatkan infrastruktur di wilayahnya. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan prioritas ditujukan pada jalan yang paling mendesak untuk ditangani.” Tandasnya. (*/Sgt)

“Petani Pakpak Bharat Raih Hasil Panen Bawang Merah 900kg”

0

Petani di desa Siempat Rube I, kecamatan Siempat Rube bergotong-royong membersihkan bawang merah yang baru dipanen hari. Dengan bibit 20 kg jenis tajuk, diperkirakan hasil panen kali ini bisa mencapai 900 kg.

Ini untuk tanam ketiga kali, dilahan yang sama, dan saya lihat hasilnya terus meningkat. Mudah-mudahan tercapai 900 kg, atau mungkin lebih, masih ada yang belun dicabut soalnya, sekitar 150 kg lagi, jelas pemilik lahan.

Saya lebih suka bertanam bawang merah, dapat ilmu bertani bawang dari orang tua. Kami selalu menanam bawang dari dulu-dulu, jadi sudah sangat fahamlah. Disamping itu masa tanam bawang ini terbilang pendek, hanya sekitar 70 hari. Kalau dihitung mulai persiapan lahan sekitar tiga bulan lah, jelas dia kemudian.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat, Sahap Parulian Boabgmanalu, S.Pd, MM menjelaskan, bertani bawang merah sesungguhnya bukan hal yang tergolong susah, namun butuh ketekunan dan ketelatenan tinggi.

Harus tekun, rajin dan telaten, itu kuncinya. Karena memang butuh perawatan yang lumayan intens, perlu dilakukan pemupukan rutin, penyemprotan dengan obat-obatan tertentu, serta berbagai perawatan lain yang perlu dilakukan secara rutin, jadi petaninya harus rajin. Para PPL kita siap memberikan edukasi, bagi para petani kita yang kurang memahami bisa dihubungi para penyuluh pertanian kita, pasti kita bantu, jelas Sahat Boangmanalu sore ini.

Di Kabupaten Pakpak Bharat, tanaman bawang merah seyogyanya bukan komoditas yang baru. Selama beberapa tahun belakangan para petani mulai melirik tanaman ini. Masa tanam yang pendek dengan hasil panen yang cukup menjanjikan menjadi daya tarik tersendiri.(Tumangger)

Gelar Workshop pembuatan sabun Eco-Enzyme, DPP Paroki Sempusari Gereja Katolik HTSPM Jember Bidang kesaksian – tim kerja Gender pemberdayaan perempuan

0

Jember, GempurNews – Gelar Workshop pembuatan sabun Eco-Enzyme, DPP (Dewan Pastoral Paroki) Paroki Sempusari Gereja Katolik HTSPM (Hati Tersuci Santa Perawan Maria) Jember bidang kesaksian – tim kerja Gender Pemberdayaan Perempuan.
Minggu, 21/09/2025 bertempat di Aula Gereja HTSPM Jalan majapahit Sempusari – Jember. Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Sukarelawan Eco-Enzyme Nusantara Jember, bidang Humas dan kerjasama, Listika Mei Linasari, namanya tidak asing bagi masyarakat jember bahkan diluar, dan selalu terlibat dalam aksi sosial kemanusiaan, baik kegiatan dilingkungan ataupun kegiatan-kegiatan dalam suatu momen.
Dalam giat hari ini kita diajak untuk mencintai bumi melalui langkah kecil ramah lingkungan. Diawali sambutan oleh Romo Emil, dikatakannya ,” dimensi kasih bukan hanya kepada sang pencipta, bukan hanya ke sesama manusia, tetapi kita juga harus memberi kasih kepada bumi yang kita injak ini, bumi yang telah memberi kita makan, bumi yang telah menopang hidup kita, diambil dari kitab suci mazmur 115:16 ” Langit itu kepunyaan Tuhan, dan bumi itu telah diberikannya kepada anak-anak manusia” , ini menegaskan bahwa kita manusia harus merawat dan mengelola bumi ini supaya bumi ini lestari dan dapat menghidupi kita semua, “Terangnya.
Dihadiri 55 orang umat paroki Sempusari Gereja katolik HTSPM, juga hadir komunitas Kriya serta komunitas Atap Garden. Listika menerangkan dalam pemaparannya, Eco Enzyme adalah cairan alami serba guna yang merupakan hasil fermentasi, dengan bahan 1liter air ditambah 100 gram gula merah atau molase ditambah 300 gram bahan organik ( kulit buah ditambah sayur yang masih segar ), lama pembuatan Eco Enzyme adalah 3 bulan, diwilayah tropis, dan 6 bulan diwilayah sub tropis, hasil akhirnya adalah cairan berwarna kecoklatan dengan aroma asam segar, warna Eco Enzyme bisa dari coklat muda hingga coklat tua, tergantung pada jenis sisa buah atau sayuran dan pada jenis gula yang digunakan.
Detergent ramah lingkungan merupakan solusi berkelanjutan dari olah limbah organik yang berupa EE, bertujuan untuk mengurangi bahaya limbah bahan berbahaya seperti SLS atau SLES, padaben, amonia, mikroplastik, klorin, monoethanolamine, triclosan, phospate, dan fragrance.(son)

Semarakkan HUT Lalu Lintas Bhayangkara, Satlantas Mojokerto Kota Gowes Bareng Komunitas Minitrek

0

KotaMojokerto – dalam rangka memperingati hut lalu lintas Bhayangkara ke-70, Satlantas Polres Mojokerto Kota menggelar gowes bareng Minitrek Minion Mojokerto Raya pada Sabtu (20/09/2025).

Kegiatan yang mengusung ajakan “Ayo Bersepeda” ini dimulai dari pukul 16.00 dengan start dan juga finish di Mako Polres Mojokerto Kota.

Kegiatan ini diikuti oleh Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota AKP Galih Yasir Mubaroq, S.T.K., S.I.K., M.H. serta Ketua Minitrek Minion Mojokerto Raya, Fadoli serta 30 anggota komunitasnya.

Menurut AKP Galih, Kampanye Ayo bersepeda ini digaungkan untuk mendoong para pelajar menggunakan sepeda saat berangkat sekolah.

“Dengan kita gelorakan ayo bersepeda tujuan kita adalah untuk mewujudkan Zero Laka Lantas bagi pelajar. Kita juga ajak para orang tua untuk menjaga keselamatan di jalan bagi anak-anaknya,” ujar AKP Galih

Dengan menyusuri jalanan Kota Mojokerto, kegiatan ini menjadi sarana bagi Satlantas Polres Mojokerto Kota untuk dapat menyapa masyarakat yang sedang beraktivitas serta menyampaikan pesan “Ayo Bersepeda”.

Tidak hanya gowes ini, dalam rangka menyambut hut lalu lintas Bhayangkara ke 70 tahun yang jatuh pada 22 September 2025, Satlantas Polres Mojokerto Kota juga telah menggelar bakti sosial donor darah dan memberikan sosialisasi keselamatan lalu lintas pada sekolah-sekolah di Mojokerto Kota.

Selain itu, Satlantas Polres Mojokerto Kota mendapat surprise kue ulang tahun sebagai ucapan selamat hari lalu lintas Bhayangkara dari komunitas minitrek. Potongan kue pertama diberikan langsung oleh Kasatlantas kepada Ketua Minitrek, Fadoli.

Satlantas Polres Mojokerto Kota berharap dapat bersinergi dengan komunitas-komunitas dan seluruh elemen masyarakat agar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. (*)

Lumajang Bersinar: Desa Petahunan Perangi Narkoba dengan Sosialisasi dan Tes Urin

0

Lumajang, Gempur News.

Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, menjadi contoh nyata dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di tingkat desa. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar sosialisasi bahaya narkoba dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program Desa Bersinar (Bersih Narkoba).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala BNNK Lumajang, Kepala Bakesbangpol, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang, Wakil Kasatnarkoba Polres Lumajang, Camat Sumbersuko, Bhabinkamtibmas Desa Petahunan, Babinsa Desa Petahunan, serta Kepala Desa Petahunan dan perangkat desa terkait.

Langkah Nyata Pencegahan Narkoba

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diwarnai dengan tes urin bagi perangkat desa dan pihak terkait sebagai bentuk deklarasi Desa Bersinar. Langkah ini merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan Desa Petahunan sebagai lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kepala BNNK Lumajang menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. “Kita harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” ujarnya.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Desa Petahunan dapat menjadi contoh nyata bagi desa-desa lain di Kabupaten Lumajang dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba dan membangun komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.( Fen/BB).

Kontingen PMI Kabupaten Jember Sukses Bawa Lima Tropy dari Jumbara PMR X PMI Jawa Timur di Gresik

0

​Jember, GempurNews — Kontingen Jumbara Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang lima medali dari acara Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) X PMI Provinsi Jawa Timur. Acara yang berlangsung di Bumi Perkemahan Semen Indonesia, Gresik, ini diselenggarakan mulai 16 hingga 21 September 2025.

​Kontingen Jember menunjukkan keunggulan mereka di berbagai bidang, yang dibuktikan dengan perolehan Tropy Prestasi sebagai berikut:
​Juara 1 bidang Kesehatan Remaja untuk tingkat Madya.
​Juara harapan 2 bidang Jurnalistik Remaja.
​Juara harapan 2 bidang Fasilitator Kreatif.
​Juara harapan 2 bidang Kewirausahaan Remaja.

​Selain itu, tim PMI Kabupaten Jember juga berhasil meraih gelar Juara Umum 2 untuk kategori Madya, yang menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kontingen terbaik di Jawa Timur.

Plt.​Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menyambut hangat keberhasilan ini. “Kami sangat bangga dengan perjuangan dan dedikasi para anggota kontingen. Prestasi ini adalah bukti kerja keras mereka selama persiapan. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi di masa depan,” ujarnya.

​Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi PMI Jember, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember. Pencapaian ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kepalangmerahan di kalangan generasi muda dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan.(son)

Kerahkan 187 Personel Amankan Bangil Carnival 2025, Kapolres: Humanis Jangan Sampai Ada Kekerasan

0

PASURUAN – Polres Pasuruan mengerahkan 187 personel gabungan untuk mengamankan Bangil Carnival 2025 yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096, Minggu (21/9/2025).

Apel persiapan pengamanan berlangsung di Bangkodir, Jl. Raden Ajeng Kartini, Bangil, dipimpin langsung oleh Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla.

Jumlah personel tersebut terdiri dari 137 anggota Polri dan 50 personel instansi samping, yakni Kodim 0819 (20 personel), Satpol PP Kabupaten Pasuruan (20 personel), Dishub (5 personel), dan Dinkes (5 personel).

Dalam arahannya, Kapolres menekankan agar seluruh personel bekerja secara profesional, humanis, dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar aparat ramah dalam melayani, namun tetap tegas bila muncul potensi gangguan.

“Laksanakan tugas dengan profesional dan humanis karena tugas utama kita adalah memberikan rasa aman. Tunjukkan sikap ramah, layani masyarakat yang bertanya, dan berikan bantuan jika diperlukan. Senyum, sapa, dan salam adalah senjata utama kita. Namun jika ada potensi gangguan, bertindaklah tegas dan terukur sesuai prosedur,” ujar AKBP Jazuli.

Kapolres juga memberikan perhatian khusus pada titik-titik rawan keramaian dan arus lalu lintas. Satlantas diperintahkan mengelola lalu lintas dengan baik agar tidak terjadi kemacetan, sementara personel Samapta dan Polsek jajaran ditugaskan menjaga kewaspadaan di sepanjang rute acara. Jajaran Reskrim dan Intel diminta melakukan deteksi dini secara tertutup terhadap potensi tindak kriminal jalanan.

Mengakhiri arahannya, Kapolres menekankan pentingnya keselamatan semua pihak yang terlibat dalam pengamanan maupun masyarakat.

“Saya tidak ingin mendengar ada korban, baik dari masyarakat maupun dari personel pengamanan. Jaga keselamatan diri sendiri dan perhatikan keselamatan rekan di samping kanan-kiri kalian,” tegasnya.(Qomar)

PERINGATI MAULID NABI DAN HUT RI KE 80 DESA DARUREJO BERSHOLAWAT

0

JOMBANG – gempurnews com. Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT RI ke 80 di jadikan moment untuk bersholawat di Desa Darurejo Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang.

Bertepatan di hari Sabtu malam, 20 September 2025 Desa Darurejo Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang mengadakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan juga sekaligus perayaan HUT RI ke 80 bertempat di balai desa Darurejo. Kepala Desa Darurejo Umar Wahyudi dalam sambutannya mengisahkan perjuangan Nabi Besar Muhammad SAW saat menyebarkan agama Islam juga kisah para pejuang dalam memperjuangkan Kemerdekaan. ” Kisah perjuangan kanjeng Nabi dalam menyebarkan agama Islam dan juga para pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan itu perlu dimaknai dan di tandai sambutan Kepala Desa Darurejo”.

Dalam pengamatan awak media gempurnews acara peringatan yang berada di balai desa Darurejo berjalan dengan aman, tentram dan khidmat. Dihadiri Kapolsek, Danramil juga Camat FORKOMPINCA Kecamatan Plandaan. Duduk bersama Gus Bidin pengasuh JAGAT SHOLAWAT NUSANTARA bersholawat bersama sama juga masyarakat Darurejo melantunkan sholawat bersama sama dan mendengarkan ceramah dan tausiyah dari Gus Bidin dengan sangat khusuk dan tertib.

Semangat masyarakat Desa Darurejo dalam acara Darurejo Bersholawat sangat antusias dan tinggi hal ini ditunjukkan dengan kehadiran masyarakat di Balai Desa sangat banyak. Salah satu warga berinisial ” M ” sangat senang juga bangga dengan adanya kegiatan semacam ini karena sebagai kontrol buat semuanya, ” Saya sangat bangga dan senang dengan kegiatan ini bisa jadi rem bagi semuanya ¹dan acara berjalan lancar, semoga tahun depan pak lurah bisa merubah perekomian masyarakat dengan program – program yg berkembang di era kemajuan elektronik ini imbuhnya. (Iwan)

Berbagai Bisnis Kreatif Para Juara Jagoan Banyuwangi yang Angkat Potensi Lokal

0

Banyuwangi | Gempurnews.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku sangat mengapresiasi betmacam karya kreatif anak-anak muda Banyuwangi peserta Jagoan Banyuwangi 2025. Dan menariknya, tak sedikit dari mereka yang membuat produk inovatif untuk meningkatkan potensi Banyuwangi.

Jagoan Banyuwangi adalah program inkubasi yang rutin digelar pemkab sejak 2018 untuk mendorong jiwa entrepreneur anak-anak mudanya. Sekitar 100 anak muda Banyuwangi yang telah memiliki rintisan usaha berupaya mengembangkan bisnisnya di bawah bimbingan para mentor dan praktisi.

“Saya bangga tiap tahun karya-karya anak muda di program Jagoan Banyuwangi kian kompetitif dan inovatif. Terpenting lagi memberikan manfaat pada dampak positif,” kata Bupati Ipuk, Minggu (21/9/2025).

Seperti bisnis yang digeluti Eka Fahmi, yang menjual bibit buah tanaman langka. Dia sempat menunjukkan umbi Yakon.

“Yakon ini punya manfaat besar. Daunnya bisa dibuat teh dan membantu memperbaiki insulin. Daun ini sangat baik untuk penderita diabetes. Harga ubinya juga tinggi kisaran Rp. 200 hingga 300 ribu/kilogram. Ini peluang pasar yang bagus,” kata Eka yang bisnisnya diberi brand Saben Wetan.

Karya lainnya milik Wahyu Fatimatul yang berhasil menjadi salah satu pemenang Jagoan Bisnis, yang membuat tas cerdas untuk anak-anak sekolah.

Tas buatannya tersebut memiliki desain ergonomis dan dilengkapi berbagai perlengkapan pendukung. Di antaranya jas hujan, tas bekal, sensor lacak (GPS), playmate, dan lego.

Ide ini muncul saat mengetahui salah satu keponakannya yang duduk di bangku SD mengalami skoliosis (kelainan pada tulang belakang), karena sering membawa tas terlalu berat.

“Selain sensor berat, nanti juga kita lengkapi dengan troli, sehingga saat bebannya berlebih, bisa ditarik agar tidak membebani tulang belakang,” urainya.

Ada juga yang membuat aplikasi smart precision farming berbasis internet of Things & Flutter, Sitanam, yang dibangun oleh Alvian Nur Firdaus. Aplikasi ini membantu para petani untuk melakukan pertanian presisi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Cukup satu aplikasi, tapi banyak fungsi. Ini bisa mengetahui banyaknya air hingga menentukan jenis dan kebutuhan pupuk. Sehingga petani bisa memberikan treatment yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan tanaman,” urai Alvian.

Ada pula peserta yang jeli melihat peluang usaha baru yakni budidaya kelapa varietas Genjah Entok, yang dikembangkan Afan Kodir.

Begitu pun yang dilakukan Arum, pembuat kue kering glutten free. Dia terinspirasi bagaimana membuat camilan tapi sehat dan memanfaatkan pangan lokal. Dia lalu bereksperimen membuat kue berbahan tepung singkong.

“Inshaallah ini kue “sehat”. Pesanan banyak dari luar kota, bahkan luar pulau,” kata Arum dengan brand “Lumbung Cookies”.

Ipuk menambahkan melalui program ini diharapkan anak-anak muda Banyuwangi mampu scale-up usahanya.

“Saya harap para Jagoan Banyuwangi saling berjejaring, menjalin network. Kami akan selalu mendukung dan memberi ruang kepada mereka khususnya untuk pemasaran produknya,” kata Ipuk. (*)