Home Blog Page 281

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025, Polres Bondowoso Amankan 11 Tersangka Sita 10,93 Gram Sabu dan 241 Ribu Butir Okerbaya

0

BONDOWOSO – Polres Bondowoso Polda Jawa Timur (Jatim) melalui Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap 9 kasus peredaran Narkotika dan obat keras berbahaya ( Okerbaya) lainya di Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025 selama Dua pekan, dimulai sejak 30 Agustus hingga 10 September 2025.

Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono didampingi Kasat Narkoba, AKP Deky Julkarnain dan Kasi Humas, Iptu Bobby Dwi Siswanto mengatakan dari hasil pengungkapan itu Polisi mengamankan 11 tersangka.

Dari jumlah tersebut, Delapan orang merupakan pengedar narkotika, Dua orang pengguna dan Satu orang pengedar obat keras berbahaya.

Polisi juga menyita sabu seberat 10,93 gram, ganja seberat 4,54 gram, dan obat keras berbahaya sebanyak 241.000 butir.

“Barang bukti tersebut didapatkan dari hasil pengembangan dan serangkaian penyelidikan intensif di sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso,” kata AKBP Harto Agung saat konferensi pers, Senin (15/9).

Kapolres Bondowoso juga mengungkapkan bahwa modus operandi yang digunakan para pelaku bervariasi.

Untuk kasus narkotika, para tersangka membeli sabu dan ganja dari wilayah luar Bondowoso, di antaranya Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember, dengan nilai transaksi mulai dari Rp350 ribu hingga Rp5 juta.

Barang tersebut kemudian diedarkan kembali dalam bentuk paket hemat atau seperempat gram untuk dijual kepada konsumen lokal.

Sedangkan untuk kasus obat keras berbahaya, pelaku mendapatkannya melalui transaksi online dalam jumlah besar, lalu menjualnya kembali secara eceran.

Satu paket kecil berisi sembilan butir dijual dengan harga Rp30 ribu, dan seterusnya sesuai kelipatan.

Kapolres Bondowoso juga menegaskan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025 ini adalah bentuk keseriusan Polri dalam hal ini Polres Bondowoso Polda Jatim dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkoba. Penindakan tegas, terukur, dan berkelanjutan akan terus dilakukan demi terciptanya Bondowoso yang aman dan bebas dari narkoba,” tegas AKBP Harto Agung.

Selain menindak para pengedar, Polres Bondowoso Polda Jatim juga memberikan perhatian khusus bagi penyalahguna narkotika yang berstatus pengguna.

Mereka akan menjalani proses assessment bersama BNNP Jawa Timur untuk kemudian diarahkan ke panti rehabilitasi.

Hal ini, kata Kapolres Bondowoso merupakan langkah humanis yang sejalan dengan semangat pemulihan agar penyalahguna tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Bondowoso, AKP Deky Julkarnain, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan pemasok sabu, ganja, maupun obat keras berbahaya yang masuk ke Bondowoso.

“Kami tidak berhenti pada pengedar tingkat lokal. Kami akan terus menelusuri rantai pasok hingga ke akar-akarnya, agar jalur distribusi narkoba bisa diputus,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, mengimbau masyarakat agar tidak segan melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.

“Peran serta masyarakat sangat penting. Mari bersama-sama kita jaga keluarga, lingkungan, dan daerah kita dari bahaya narkoba,” ujarnya. (*)

Polres Pasuruan Tangkap DPO Narkoba, Amankan Total 15,299 Gram Sabu

0

PASURUAN – Satresnarkoba Polres Pasuruan berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika golongan I jenis sabu dengan menangkap seorang tersangka berinisial MSD (36), warga Jakarta Timur, yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti dengan total berat 15,299 gram sabu. Penangkapan dilakukan di Desa Watuagung, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat penggeledahan, polisi menemukan satu kantong plastik kecil berisi sabu seberat 0,054 gram, enam plastik klip kosong, sebuah kotak merah-hitam, dan satu unit ponsel Oppo warna hitam.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menjelaskan, tersangka MSD sudah delapan bulan mengedarkan sabu dengan sistem ranjau di wilayah Pasuruan.

“Tersangka mendapatkan barang dari seseorang berinisial HELOS yang saat ini masih DPO. Dari hasil pemeriksaan, MSD berperan sebagai pengedar sekaligus pengguna,” ujarnya.

Selain barang bukti yang ditemukan saat penangkapan, polisi juga menyita 15,245 gram sabu milik tersangka yang sebelumnya diamankan dalam perkara narkoba dengan tersangka lain berinisial S pada 10 Juli 2025. Dengan demikian, total barang bukti yang dikaitkan dengan tersangka mencapai 15,299 gram sabu.

Kapolres menegaskan pihaknya akan menindak tegas para pelaku penyalahgunaan narkoba. “Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika di Pasuruan. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang coba-coba bermain dengan barang haram tersebut,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara hingga seumur hidup atau hukuman mati.(Qomar)

Bawaslu Kota Cimahi Gelar Giat Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu

0

Bandung,Sabtu(13/09/2025)
Bertempat di Grand Pasundan Convention Hotel,Jalan Peta no.147-149 Suka Asih,Kec.Bojong Loa Kota Bandung.Kegiatan Penguatan kelembagaan Pengawas Pemilik Bawaslu Kota Cimahi,mengusung Tema “Memperkuat Regulasi untuk Pemilu yang Demokratis dan Berintegritas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Aditia yudhistira,Ketua Bawaslu Kota Cimahi dan Ketua Bawaslu Provinsi Jawabarat.

Salah satu catatan penting yang disampaikan Ketua Bawaslu Kota Cimahi, Fathir Rizkia Latif,adalah masih lemahnya persepsi publik terhadap peran Bawaslu, yang dinilai belum optimal akibat keterbatasan wewenang dan dukungan regulasi,sehingga ada kesan sumir terhadap Bawaslu.

Kemudian kata Fathir, sejumlah kalangan meminta adanya perubahan regulasi untuk memperjelas kewenangan Bawaslu agar kinerja lembaga pengawas ini lebih efektif sekaligus memberi kepastian hukum bagi masyarakat dan peserta Pemilu.

“Revisi ini diharapkan memperjelas kewenangan Bawaslu, mengatur alokasi anggaran secara memadai, serta memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat yang ingin melapor,” ungkapnya.

Selain aspek kelembagaan, partisipasi publik juga ikut menjadi sorotan. Diantaranya, laporan pelanggaran pemilu yang tidak dapat ditindaklanjuti akibat minimnya bukti dan saksi. Hal ini memunculkan usulan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi pelapor maupun saksi.

Belum lagi, kata dia, persoalan data ganda dan nama pemilih yang sudah meninggal. Kondisi ini dinilai menunjukkan perlunya koordinasi lebih erat antara KPU, pemerintah daerah, dan kementerian terkait demi memastikan akurasi data pemilih.

Meski wacana revisi UU Pemilu terus bergulir, masyarakat masih menanti sikap resmi DPR. Sejumlah pihak mengingatkan agar revisi tidak dijadikan alasan memperpanjang masa jabatan legislatif atau menunda pemilu mendatang.

“Yang terpenting adalah memastikan demokrasi berjalan secara transparan, partisipatif, dan representatif terhadap kepentingan masyarakat, penyelenggara, maupun peserta Pemilu,” tegas Fathir.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menyampaikan bahwa tugas Bawaslu pada pemilu 2024 banyak dianggap hanya sebatas formalitas saja.Adhitia menambahkan, partisipasi masyarakat dalam pengawasan pun belum terwadahi dalam sistem yang jelas.

“Bawaslu itu harusnya sudah menjadi rumah pengawasan dalam setiap pelaksanaan Pemilu. Tinggal lembaganya yang perlu diperkuat. Bukan menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya ke masyarakat tanpa aturan yang jelas,” kata Adhitia.

Kemudian Adhit menambahkan, jika pengawasan hanya dibebankan ke masyarakat tanpa kerangka hukum memadai, dikhawatirkan akan menimbulkan bias kepentingan.

“Pemilu adalah instrumen demokrasi. Sistem pengawasan yang saling mengontrol antar-lembaga jauh lebih menjamin integritas Pemilu,” tambahnya.

Revisi UU Pemilu dipandang wajar dalam dinamika demokrasi. Namun, perubahan regulasi harus berorientasi pada peningkatan kualitas penyelenggaraan Pemilu sekaligus perlindungan hak-hak masyarakat sebagai pemilih.

“Mari kita sepakati bahwa Pemilu adalah anugerah demokrasi yang harus dijaga bersama. Ini bukan sekadar proses politik, tetapi juga wujud kepercayaan publik terhadap sistem negara,”Tandasnya.

Achmad Syafei

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penelantaran dan Kekerasan Berat Anak AMK, Dua Tersangka Diamankan

0

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditipid PPA-PPO) Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penelantaran dan kekerasan berat terhadap seorang anak perempuan berinisial AMK (9 tahun).

Subdit II Direktorat PPA-PPO mengumumkan penangkapan dua tersangka, yakni SNK (42), ibu kandung korban, dan EF alias YA (40), pasangan SNK, Senin (15/9/2025).

“Pada kesempatan hari ini kami sampaikan bahwa penyidik telah mengamankan dua orang tersangka, yaitu saudari EF alias YA dan saudari SNK, terkait tindak pidana penelantaran, kekerasan terhadap anak, serta penganiayaan berat,” ujar Kombes Pol. Ganis Setyaningrum.

Menurut Ganis, kedua pelaku sejak lama tinggal bersama AMK dan saudara kembarnya, ASK, di wilayah Jawa Timur. Selama kurang lebih 8 tahun, korban mengalami kekerasan mendalam secara berulang.

“Korban AMK mengalami kekerasan yang sangat berat, berbeda dengan yang dialami saudara kembarnya. Kondisi fisik korban jelas menunjukkan adanya penganiayaan. Motif masih kami dalami, namun diduga korban sengaja dibawa ke Jakarta untuk dibuang,” jelasnya.

Ganis menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Kementerian Sosial untuk melakukan pendampingan psikologis dan pemulihan bagi korban maupun saudara kembarnya.

“Saat ini AMK berada dalam perlindungan Kemensos. Kondisinya mulai membaik, berat badan yang sebelumnya hanya 9 kilogram kini sudah meningkat menjadi 16–19 kilogram. Anak sudah bisa berjalan, berlari, bahkan rajin belajar membaca, menulis, dan mengaji,” ungkapnya.

Selain itu, hasil pemeriksaan menunjukkan ASK, saudara kembar korban, juga mengalami kekerasan, meski berbeda tingkatannya. Penyidik tengah mendalami alasan mengapa terjadi perlakuan berbeda antara keduanya.

“Proses penyidikan kasus ini memang memakan waktu panjang, karena korban mengalami trauma yang sangat berat. Setiap keterangan korban kami gali secara hati-hati dan mendetail, sambil dibantu kementerian terkait dan lembaga internal. Alhamdulillah, berkat kerja keras penyidik, akhirnya perkara ini bisa terungkap,” pungkas Kombes Pol. Ganis.

Kedua tersangka saat ini telah diamankan di Rutan Bareskrim Polri, sementara penyidik masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang menyertai kasus ini.

Literasi Digital Polres Bojonegoro Gandeng Warganet Jaga Kamtibmas

0

BOJONEGORO – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, Polres Bojonegoro Polda Jatim menggelar literasi digital yang dan diskusi santai bertajuk Ngobrol Bersama Netizen.

Kegiatan yang berlangsung di Pujasera Mapolres Bojonegoro, Sabtu (13/9/2025) yang lalu itu melibatkan admin media sosial hingga penggiat dunia digital.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, SH, SIK, MIK, didampingi Kasi Humas Polres Bojonegoro, AKP Karyoto mengatakan kegiatan literasi digital dan diskusi itu berlangsung hangat dan interaktif.

“Kita membahas berbagai isu terkini yang berkaitan dengan kamtibmas di era digital,” ujar AKBP Afrian, Senin (15/9/25).

Kapolres Bojonegoro menyampaikan apresiasi atas terciptanya suasana yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Bojonegoro.

Menurutnya, situasi tersebut bukan hanya hasil kerja aparat, tetapi juga buah dari kolaborasi aktif semua elemen masyarakat.

“Ini bukan hanya keberhasilan aparat, tapi keberhasilan kita semua,” ujar AKBP Afrian.

Menurutnya peran tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan tentu saja netizen sangat signifikan dalam menjaga ketenangan di tengah masyarakat.

AKBP Afrian menegaskan, warganet memiliki posisi strategis dalam membentuk opini publik, sekaligus menjadi garda depan dalam menangkal informasi hoaks dan provokatif yang marak tersebar di media sosial.

“Para admin dan penggiat media sosial telah menjadi filter pertama dalam menyaring informasi yang beredar,” ujar AKBP Afrian.

Masih menurut AKBP Afrian, para warganet juga ikut berkontribusi meminimalisasi dampak negatif dari konten-konten provokatif dan ajakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.

Kapolres Bojonegoro juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap isu-isu nasional yang tidak relevan dengan kondisi lokal.

Ia menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan stabilitas yang sudah terbangun bersama.

“Mari kita pertahankan suasana aman dan damai ini. Jangan mudah terpancing oleh isu-isu nasional yang tidak sesuai dengan realitas di daerah kita,” tegasnya.

Diskusi Ngobrol Bersama Netizen ini diharapkan menjadi ruang dialog terbuka antara institusi kepolisian dan masyarakat digital.

Selain mempererat komunikasi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan literasi digital dan tanggung jawab bermedia sosial.

Dengan adanya forum seperti ini, Polres Bojonegoro Polda Jatim berharap komunikasi dua arah antara aparat keamanan dan masyarakat terus terjalin secara aktif dan konstruktif, guna mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan. (*)

Polri Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan ke NTT untuk Bantu Korban Banjir dan Longsor

0

Jakarta – Polri memberangkatkan tim misi kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) guna membantu masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT.

Bencana yang terjadi pada Minggu lalu ini mengakibatkan 6 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, serta 5 orang luka berat dan 10 orang luka ringan. Sementara itu, sebanyak 37 kepala keluarga harus mengungsi akibat rumah mereka mengalami kerusakan. Selain permukiman, bencana juga merusak 66 bidang lahan sawah dan kebun, 16 ruas jalan, 6 jembatan, 5 titik irigasi, serta memutus jaringan listrik dan air bersih.

Untuk meringankan beban masyarakat, Polri mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui dua jalur transportasi.

Pertama, bantuan diberangkatkan dengan Pesawat Polri CN295 berupa 1.008 paket makanan siap saji, 100 kasur busa, 154 selimut, 50 unit lampu solar cell, serta 5 unit genset berkapasitas 20 Kva. Bantuan ini nantinya akan diserahkan ke Polda NTT untuk didistribusikan ke masyarakat terdampak.

Kedua, bantuan juga diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KP. IBIS – 6001 yang bertolak dari Pelabuhan Marina, Labuan Bajo, menuju Pelabuhan Marapokot, Kabupaten Nagekeo, pada Senin (15/9/2025) pukul 17.00 WITA. Adapun bantuan yang dibawa melalui jalur laut terdiri dari:

  • 4 unit genset berkapasitas 10.000 watt
  • 1 unit genset berkapasitas 9.000 watt
  • 150 kardus air mineral
  • 500 meter kabel listrik
  • 50 buah lampu penerangan

Selain logistik dan sarana listrik darurat, Polri juga menyiapkan obat-obatan dan Bahan Habis Pakai (BHP) untuk mendukung kebutuhan kesehatan warga terdampak bencana.

Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen. Pol. Edy Murbowo, menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.

“Mudah-mudahan apa yang Polri bawa ini dapat meringankan beban hidup saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kami juga memastikan anggota Polri yang terdampak mendapatkan bantuan agar bisa kembali bertugas dengan baik melayani masyarakat,” ujar Irjen. Edy Murbowo.

Ia menambahkan, bantuan yang dikirimkan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan mendesak warga, khususnya akses listrik, air bersih, logistik harian, serta layanan kesehatan darurat.

“Semoga apa yang kita lakukan mendapat ridho Allah SWT dan menjadi implementasi dari tagline Polri untuk Masyarakat. Kami berkomitmen hadir di tengah kesulitan rakyat,” pungkasnya.

Pisah Sambut Dandim 0825 Banyuwangi, Bupati Ipuk Ajak Terus Perkuat Sinergi Bangun Daerah

0

Gempurnews.com | BANYUWANGI – Pucuk pimpinan Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi mengalami pergantian dari Letkol (Arh) Joko Sukoyo ke Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya.

Dalam pisah sambut yang dilaksanakan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Minggu malam (14/9/2025), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak untuk terus bersama memperkuat sinergi membangun Banyuwangi.

“Selamat datang kepada bapak Letkol Triyadi Indrawijaya. Semoga kedepan kita bisa melanjutkan program baik yang selama ini sudah kami jalankan bersama bapak Letkol (Arh) Joko Sukoyo,” kata Ipuk.

“Kami pemerintah daerah siap untuk berkolaborasi, bersinergi, dan mari bersama-sama membangun Banyuwang agar tetap aman, nyaman, dan terus memberikan pelayan publik yang lebih baik untuk masyarakat,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Ipuk juga mengucapkan terima kasih atas kiprah dan dedikasi Letkol (Arh) Joko Sukoyo yang selama ini bersama-sama menjaga Banyuwangi tetap aman dan kondusif.

“Semoga bapak Letkol Joko Sukoyo beserta keluarga selalu diberi kesehatan, kesuksesan, serta tetap membawa hal-hal baik dari Banyuwangi meski bertugas di tempat yang baru,” kata Ipuk mendoakan.

Sebelumnya Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya menjabat sebagai Danyon Armed 8 Uddhata Yudha, Jember. Sementara Letkol (Arh) Joko Sukoyo saat ini dipercaya sebagai Pabandya-2/PNB dan BLU Spaban V/Lakgar Srenaad di Markas Besar TNI AD (Mabesad), Jakarta.

Setelah 1,4 tahun menjabat sebagai Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Arh) Joko Sukoyo mengaku bangga menjadi bagian dari Banyuwangi. Bahkan ia menciptakan dua buku yang terinspirasi dari Banyuwangi.

“Banyuwangi bagi saya kota istimewa dan penuh inspirasi. Selama bertugas di sini, Alhamdulillah saya bisa menuntaskan dua buku yang lahir dari pengalaman di Banyuwangi,” ungkapnya.

“Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati, Forkopimda beserta jajaran, dan seluruh mitra kami Banyuwangi atas kebersamaan serta dukungan selama saya bertugas di sini,” sambung Joko.

Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi yang baru, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan sinergi yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

“Banyuwangi kini sudah menjadi rumah saya. InsyaAllah kami siap berkarya dan bersinergi bersama Ibu Bupati, pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh stakeholder demi Banyuwangi yang aman, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

Hadir dalam pisah sambut Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Plh Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, Anggota DPR RI Sonny Tri Danaparamita, Ketua Pengadilan Negeri, perwakilan Kejaksaan Negeri, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat, Kades se-Banyuwangi, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat. (*/Biro)

Gelar Rembuk Disabilitas, Bupati Ipuk Komitmen Penuhi Hak Para Disabilitas

0

Gempurnews.com | BANYUWANGI – Setiap tahunnya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggelar Rembuk Disabilitas. Forum ini dijadikan sebagai wadah menyerap aspirasi sekaligus merumuskan langkah bersama antara pemkab dan para disabilitas.

Dalam rembuk itu, dibahas soal berbagai permasalahan dan kebutuhan para disabilitas. Permasalahan dan kebutuhan itu dibahas untuk dicarikan solusi melalui program-program pembangunan daerah.

Seperti yang terlihat pada rembuk disabilitas tahun ini yang digelar di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Senin (15/9/2025). Bibit, perwakilan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, mengatakan, sejumlah tantangan masih dihadapi penyandang disabilitas di Banyuwangi. Dalam pertemuan itu, organisasi-organisasi mengusulkan beberapa hal utama.

“Kami ingin agar disediakan transportasi publik yang ramah difabel. Kami juga berharap agar pemkab lebih banyak memberikan alat bantu bagi para teman disabilitas. Mengikutsertakan kelompok difabel dalam kampanye kesehatan bersama,” kata Bibit yang berprofesi sebagai guru.

Dia juga menekankan perlunya pendekatan lintas sektor dan keterlibatan aktif OPD dalam kegiatan yang berkaitan dengan penyandang disabilitas.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa rembug ini adalah bagian dari upaya menguatkan komitmen sebagai Kabupaten Inklusif. Di tengah keterbatasan anggaran, kata dia, berbagai kebijakan selalu diupayakan agar berpihak kepada seluruh kelompok masyarakat termasuk disabilitas.

“Kami berkomitmen agar fasilitas di Banyuwangi bisa melayani semua teman-teman disabilitas. Intinya kita perlu kolaborasi, saling mengingatkan,” ujarnya.

Bahkan, untuk menguatkan keberpihakan kepada kelompok disabilitas, Pemkab akan segera menerbitkan peraturan bupati yang akan menjamin hak-hak para disabilitas.

“Bahkan, bila memungkinkan akan kami Perda-kan juga. Terima kasih atas saran-sarannya dari teman disabilitas. Semoga Banyuwangi menjadi kota yang ramah untuk segala kelompok,” kata Ipuk.

Ditambahkan Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo menjelaskan, Rembuk Disabilitas membahas lima isu utama, yakni kesehatan, pekerjaan, sosial, pemberdayaan, serta bidang lain yang terkait.

“Teman-teman ini mengupas lima bidang tersebut dari tiga sisi: persoalannya apa, faktanya seperti apa, dan harapannya seperti apa. InsyaAllah akan kami akomodir satu-persatu,” ujar pria yang akrab disapa Yayan itu.

Hasil rembuk itu, kata dia, akan menjadi masukan penting dalam penyusunan program pemerintah ke depan. (*/Biro)

Tenggelamkan “Fish Bank” Bareng Nelayan, Bupati Ipuk Dukung Upaya Konservasi Ekosistem Laut

0

Gempurnews.com | Banyuwangi – Bupati Ipuk Fiestiandani bersama-sama nelayan pesisir Pantai Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari melakukan penenggelaman “fish bank” ke dalam laut, Senin (15/9/2025). Penenggelaman Fish Bank ini sebagai upaya konservasi ekosistem laut hingga meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Fish Bank merupakan rumah buatan bagi ikan yang berfungsi seperti terumbu karang untuk tempat berkumpul dan berkembangbiaknya ikan. Ada tiga unit fishbank yang ditenggelamkan dari total 80 unit di Pesisir Pantai Desa Patoman. Fish bank tersebut diletakkan di zona inti dengan kedalaman 9-12 meter di dalam laut.

Program penenggelaman fish bank ini merupakan hasil kolaborasi Sinergi Foundation, Fish Bank Indonesia bersama Pemkab Banyuwangi.

“ini adalah bentuk kolaborasi yang baik untuk konservasi laut. Program ini selaras dengan program dalam RPJMN Presiden dan juga RPJMD Banyuwangi untuk strategi pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan,” kata Ipuk.

“Kami sangat mendukung program ini karena langsung dikelola dan bermanfaat bagi nelayan,” imbuhnya.

Fish bank merupakan teknologi sederhana yang memiliki banyak manfaat dalam menjaga ekosistem laut. Dari perspektif ekologi, ini menjadi upaya menjaga siklus berkelanjutan dari kehidupan laut. Dari perspektif sosial menguatkan gotong royong karena dalam membuat dan mengelolanya membutuhkan kerjasama nelayan.

“Dari perspektif ekonomi, fish bank meningkatkan kesejahteraan nelayan karena ikan-ikan terjaga keberlanjutannya. Dan dari perspektif pariwisata juga bisa menjadi destinasi hingga pusat edukasi,” kata Ipuk.

“Semoga para nelayan bisa mengelola, memonitoring hingga mengevaluasi penggunaan Fish Bank agar program ini berdampak oada kesejahteraan nelayan,” harap Ipuk.

Founder Sinergi Foundation sekaligus pencetus Fish Bank Indonesia Eri Sudewo mengatakan, penenggelaman Fish Bank di Desa Patoman merupakan bagian dari kolaborasi pihaknya dengan nelayan Banyuwangi yang telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu.

“Saat 5-6 tahun lalu saya ke Banyuwangi, ternyata fish bank sudah dikerjakan oleh pemerintah daerah di Pantai Bangsring (Desa Bagsring). Sehingga kami optimis ini juga akan sukses dijalankan di tempat lainnya di Banyuwangi,” kata Eri.

Awalnya, kata Eri, program fish bank dilaksanakan di pantai Desa Bomo dan Desa Badean. Ternyata berhasil dan juga meningkatkan kesejahteraan nelayan. Bahkan kini Desa Bomo juga berkembang menjadi desa wisata.

“Ke depan kami juga akan menjadikan Banyuwangi sebagai Fish Bank Centre di Indonesia dengan pemasangan fish bank sepanjang 100 kilometer di sepanjang pesisirnya,” imbuh Eri.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Benteng Samudra Desa Bomo Aan Mutowif mengatakan pemasangan fish bank sukses meningkatkan populasi ikan endemik seperti kakap merah dan kerapu. Adanya fish bank, hasil tangkapan ikan nelayan tidak lagi tergantung pada musim. Saat ini di Pantai Bomo ada 150 fish bank yang sudah ditenggelamkan.

“Kelebihan adanya fish bank meskipun tidak sedang musim barat (banyak ikan) ikan tetap ada, sekali melaut nelayan bisa dapat 5-10 kg. Sedangkan kalau sedang musim barat satu orang bisa dapat 6-12 kg ikan,” ujarnya.

Menangkap ikan juga makin efisien, biasanya sekali menangkap ikan dengan kapal, bahan bakar yang dihabiskan sebanyak 3-4 liter. Sekarang dengan satu liter bahan bakar, bisa digunakan untuk berangkat menangkap ikan dengan kapal 3-4 kali.

“Karena ikan sudah banyak di sekitar fish bank jadi nelayan tidak perlu jauh-jauh lagi melaut,” pungkasnya. (*/Biro)

Jaga Stabilitas Kamtibmas,Polres Kediri Kota Gelar Patroli Gabungan Malam Hari

0

KEDIRI KOTA – Polres Kediri Kota Polda Jatim menggelar apel kesiapan patroli malam, Sebanyak 38 personel gabungan dikerahkan,pada Minggu (14/9/2025).

Kegiatan Patroli malam yang di mulai pukul 24.00 WIB hingga dinihari ini merupakan dalam rangka upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) yang aman dan kondusif, di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Patroli gabungan dari beberapa satuan fungsi Polres Kediri Kota ini menyasar ke sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polres Kediri Kota, lokasi yang menjadi fokus utama yakni tapal batas antara Kota Kediri dan Kabupaten Kediri, serta  pusat keramaian seperti area Jl.Dhoho dan taman Sekartaji , objek vital pemerintah hingga wilayah yang dianggap rawan gangguan Kamtibmas juga menjadi atensi dalam kegiatan Patroli mobiling dengan mengerahkan 2 kendaraan R4 dah 1 Truk.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Samapta AKP Priyo Hadistyo S.H., menjelaskan bahwa patroli gabungan ini merupakan upaya preventif untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat, serta mencegah adanya aksi kriminalitas dan balap liar.

“Patroli gabungan tersebut merupakan langkah Polres  Kediri Kota serta wujud hadirnya Polri di tengah masyarakat saat malam hari dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kami pun mengimbau kepada masyarakat agar ikut berperan aktif dalam menjaga ketertiban,” ucapnya.

Kasat Samapta AKP Priyo mengatakan patroli merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan polres Kediri Kota, Namun kali ini berbeda lantaran situasi di dalam negeri khususnya Kediri beberapa hari belakang terjadi demonstrasi yang berujung pada kericuhan di sejumlah wilayah.

“Hampir setiap hari kita melaksanakan patroli rutin, patroli dialogis, hingga KRYD (kegiatan rutin yang ditingkatkan). Malam ini, kita kembali melaksanakan patroli gabungan sesuai protap untuk memastikan situasi di wilayah hukum Polres Polres Kediri Kota tetap aman dan kondusif,” jelasnya

AKP Priyo mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat, “Patroli tidak menggunakan sirine atau suara berlebihan. di harapkan anggota tetap waspada, menjaga keselamatan pribadi, serta peduli dengan lingkungan sepanjang jalur patroli,” jelasnya.

Priyo menambahkan,” Dalam Patroli malam ini juga sempat bersingungan dengan jajaran Polsek Ngasem dari Polres Kediri saat rombongan bersiaga di perbatasan dekat Kodim utara, diharapkan sinergitas antar Polres Kediri Kota dan Polres Kediri dalam patroli malam ini semakin memperkuat keamanan wilayah masing-masing serta kegiatan dapat berjalan aman dan lancar sehingga masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri di tengah aktivitas mereka,” imbuhnya

Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar, serta mendapat respons positif dari masyarakat, warga yang ditemui di lapangan mengapresiasi kehadiran aparat yang dinilai efektif dalam mencegah terjadinya tindak kejahatan.

“Polres Kediri Kota berkomitmen untuk terus melaksanakan patroli secara rutin, guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif paska Demo anarkis yang terjadi beberapa hari yang lalu,” Tutup Priyo