Home Blog Page 335

Sekolah Rakyat Banyuwangi, Bukti Keseriusan Pemerintah Daerah Dalam Mendukung Asta Cita Pembangunan Sumber Daya Manusia.

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Tiga pekan Sekolah Rakyat di Banyuwangi diresmikan Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP. pada 14 Juli 2025 lalu. Kini, sebanyak 108 siswa yang terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Licin itu, telah beradaptasi dengan lingkungan baru dan ritme sekolah berbasis asrama.

Sekolah Rakyat merupakan program inisiasi Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan pendidikan berasrama untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. program Sekolah Rakyat sejalan dengan Asta Cita untuk memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), memutus rantai kemiskinan, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.

“Sekolah Rakyat ini sejalan dengan Asta Cita untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, ini juga merupakan wujud nyata kehadiran negara yang tidak hanya memberi pendidikan gratis, tetapi juga gizi, kesehatan, dan pembinaan karakter,” kata Kepala Sekolah Rakyat Banyuwangi, Chitra Arti Maharani, M.Pd., Kamis (7/8/2025).

Masih Chitra, “Sama halnya dengan program prioritas lain seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Perumahan Rakyat. Seluruh program tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.” Sambungnya.

Pihaknya menyaksikan langsung bagaimana anak-anak yang sebelumnya bahkan sulit memenuhi kebutuhan dasar kini bisa tinggal di asrama, belajar dengan layak, dan bermimpi besar tentang masa depan mereka.

“Perlahan, para siswa sudah menunjukkan perubahan positif dalam hal kedisiplinan, kemandirian, dan semangat mengikuti kegiatan. Bahkan mereka mulai aktif terlibat dalam berbagai aktivitas di sekitar lingkungan sekolah.” Tandasnya.

Banyuwangi sendiri menjadi satu dari 63 titik yang mengawali peluncuran Sekolah Rakyat, dari target Kementrian Sosial sebanyak 200 Sekolah Rakyat pada tahun 2024.

Berlokasi di Gedung Balai Diklat PNS, di Desa Licin, Kecamatan Banyuwangi, Awal dibuka Sekolah Rakyat Banyuwangi diikuti 125 siswa yang terdiri dari 50 siswa SMA, 50 SMP, dan 25 siswa SD. Khusus jenjang SD, sekolah hanya menerima siswa kelas 4, 5, dan 6.

“Sekolah memiliki lima ruang kelas dan empat unit asrama dengan total kapasitas 126 siswa. Terdapat 21 tenaga pengajar dan 12 wali asrama yang mendampingi siswa selama 24 jam.” Terang Chitra.

Chitra mengatakan, saat ini anak-anak masih dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hingga akhir Agustus. Pembelajaran akademik baru akan dimulai pada awal September.

“Selama sebulan ini kita ajarkan dulu kebiasaan di sini. Mereka juga kita ajari life skill, seperti mencuci, menyapu, hingga membersihkan kamar,” kata Chitra.

Aktivitas mereka, kata Chitra, diawali dari pagi hari. Diawali dari Salat Subuh berjamaah, dilanjutkan olahraga selama 30 menit. Kemudian persiapan mandi, untuk pukul 06.30 mereka apel pagi, lanjut salat Dhuha.

Pelajaran dimulai tepat pkl 07.00. Kelas 1 sampai 3 SD selesai pukul 12.00, kelas 4 – 6 SD hingga pukul 13.30. SMP dan SMA hingga pukul. 15.00. Setiap pukul 11. 30 mereka istirahat untuk Salat Zuhur lanjut makan siang.

Usai pembelajaran sekolah, para siswa tersebut mengikuti kegiatan ekstra. Seperti ekstra penguatan bahasa Inggris, Teknologi Informasi dan Komunikasi, mengaji, hingga kepanduan.

“Kalau Sabtu mereka mengikuti ekstra kurikuler pilihan mereka. Ada yang milih silat, tari, juga ada hadrah. Minggu waktunya istirahat dan bersih-bersih asrama serta lingkungan sekitar. Minggu juga jadwal dikunjungi keluarga,” kata Chitra.

“Selain guru pengajar, mereka juga diawasi sembilan wali asuh dan dua wali asram. Anak-anak juga senang dilibatkan berbagai kegiatan luar ruang seperti paskibra, gerak jalan kecamatan, dan jalan sehat desa untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap asupan gizi anak-anak juga diawasi ketat. Makanan disiapkan tiga kali sehari, ditambah dua kali snack siang dan malam. Semua proses penyajian diawasi langsung oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.

“Kami memastikan makanan yang diberikan higienis dan kebutuhan gizi anak-anak tercukupi,” sambungnya.

Diwaktu yang sama, Naura Masita siswi kelas 1 SD Sekolah Rakyat tampak berjalan sendiri. Dua tangannya mengenggam gantungan baju. Anak asal Desa Paspan Kecamatan Glagah itu, terlihat ceria sambil berlari kecil membawa baju yang sudah kering usai dijemur.

“Mau ke kamar naruh baju bersih yang sudah dicuci. Belajar cuci sendiri sambil diajari kakak dan Bu Guru,” celoteh Naura.

Tiap hari Naura dibantu kakak asuhnya yang merupakan siswa SMA, belajar mencuci dan menjemur pakaian sendiri.

Tidak hanya Naura, sejumlah siswi lainnya juga terlihat mengambil baju di jemuran yang telah kering, sembari memanfaatkan waktu istirahat sekolah sebelum memulai Salah Zuhur berjemaah dan makan siang bersama.

“Kita ajarkan mereka untuk disiplin, memanfaatkan waktu yang ada. Meski begitu, mereka masih ada waktu untuk bermain,” Tandasnya. (*/Sgt)

SOSIALISASI IMPLEMENTASI CORE VALUES ASN BERAKHLAK: DARI NILAI MENJADI AKSI UNTUK PELAYANAN PUBLIK YANG UNGGUL

CIMAHI,Kamis(07/08/2025)
Pemerintah Kota Cimahi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Implementasi Core Values ASN BerAKHLAK: Dari Nilai Menjadi Aksi untuk Pelayanan Publik yang Unggul pada Kamis (7/8/ 2025), bertempat di Ballroom Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, jajaran pimpinan perangkat daerah, serta seluruh pegawai perangkat daerah secara hybrid (luring dan daring).
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cimahi menyampaikan urgensi penguatan budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berorientasi pada pelayanan publik berkualitas. Ia menegaskan bahwa ASN saat ini tidak cukup hanya profesional dan kompeten, tetapi juga harus berintegritas dan memiliki karakter yang kuat.
“kita ketahui bersama, tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik semakin tinggi. Dalam era transformasi digital dan keterbukaan informasi saat ini, ASN dituntut untuk tidak hanya profesional dan kompeten, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan,” ujarnya.
Wakil Wali Kota juga menegaskan bahwa Core Values ASN BerAKHLAK yang terdiri dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, harus terinternalisasi dalam setiap aktivitas ASN, bukan sekadar slogan. Melalui sosialisasi hari ini, dirinya juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Cimahi untuk merefleksikan kembali sejauh mana nilai-nilai BerAKHLAK bertransformasi menjadi aksi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya meminta kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah agar menjadi role model dalam penerapan Core Values ini di unit kerja masing-masing. Jadilah pemimpin yang memberi teladan, bukan hanya sekadar memberi perintah,” tegasnya.

Dalam wawancara usai membuka kegiatan, Adhitia menekankan bahwa nilai-nilai ASN harus menjadi landasan dasar dalam membangun Kota Cimahi ke depan. “Core value dari seorang ASN ini mengalami sebuah proses. Kesuksesan dari sebuah Pemerintah Kota itu sangat bergantung dari sumber daya manusia yang ada di dalam,” ungkapnya.
Mengenai kedisiplinan, Adhitia menyebut bahwa kinerja ASN Kota Cimahi telah menunjukkan perbaikan signifikan. “Dari sisi penilaian yang tentunya memiliki parameter dan indikator yang jelas, kita mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yang asalnya kategori penilaiannya Cukup Sehat, lalu naik menjadi Sehat di tahun kemarin,” pungkasnya.
Di sisi lain, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Cimahi, Lilik Setyaningsih, dalam laporan penyelenggaraan menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ASN terhadap nilai-nilai dasar BerAKHLAK agar dapat diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari.
“Kami sampaikan bahwa tujuan daripada kegiatan ini adalah untuk dapat mengetahui dan memahami nilai-nilai dasar ASN Berakhlak, yaitu berorientasi kepada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Sehingga kami dapat memberikan pelayanan terbaik untuk organisasi dan masyarakat, dan tentunya juga mendorong untuk pelaksanaan nilai-nilai berakhlak kini ke dalam tugas kita sehari-hari,” ungkapnya.
Lilik juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Surat Edaran Wali Kota Cimahi Nomor 21 Tahun 2025 tentang Implementasi Core Values dan Employer Branding ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cimahi.
“Mudah-mudahan bisa memperkuat kita untuk dalam melaksanakan implementasi BerAKHLAK di tugas kita sehari-hari. Walaupun sebetulnya saya yakin teman-teman semuanya sudah melaksanakan,” harap Lilik.
Dengan semangat kolaborasi, loyalitas, dan adaptasi yang tinggi, Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen untuk mewujudkan ASN yang unggul dan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis menuju pemerintahan berkelas dunia (world class government) yang dimulai dari nilai menjadi aksi nyata.

Achmad Syafei
Sumber:(Bidang IKPS)

Siswa MAN Pemalang Lolos Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi 2025

Gempurnews | Pemalang – Siswi kelas XI. 1 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pemalang lolos dalam semi final Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke 8 tingkat Provinsi tahun 2025, Ia berhasil mencatatkan prestasi pada ajang tahunan yang diselenggarakan secara online.

Hal tersebut disampaikan Waka Humas MAN Pemalang, pada hari rabu tanggal 6 Agustus 2025, di Madrasah Aliyah Negeri (MAN), salah satu siswa tersebut adalah ” Ni’Mala Aqila kelas XI.1 MAN Pemalang.

Sementara itu Ustadz Ikhsan selaku guru Bahasa Arab sekaligus pembimbing OBA MAN Pemalang mengaku sangat bersyukur dan bangga anak didiknya berhasil lolos semi final tingkat Provinsi.

Lebih lanjut ikhsan juga akan segera melakukan tindak lanjut pembimbingan kepada siswa tersebut agar lebih siap lagi untuk menghadapi persaingan di tingkat Provinsi, pada tanggal 24 Agustus 2025 mendatang, dan mohon doa serta dukungannya semua warga MAN Pemalang semoga kami bisa meraih hasil yang terbaik. “pungkasnya.

Sementara itu Waka Kesiswaan Ahmad Ridhowi mengatakan OBA merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab Se-indonesia,dengan harapan agar potensi bakat siswa dan guru bahasa Arab dapat di motivasi dan di fasilitasi secara berkala dan terarah. “ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala MAN Pemalang ( Drs. H. Ahmad Najid M.Pd.I ) menyambut dengan bahagia dan bangga atas prestasi siswa didiknya berhasil masuk semi final tingkat Provinsi, Ia juga menyampaikan bahwa dengan mengikuti ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA), dapat di jadikan sebagai sarana para siswa untuk lebih rajin belajar dan meningkatkan kemampuannya. “ujarnya.

Selamat bagi Adinda Ni’ma Aqila serta guru pembimbing yang telah berkerja keras dan berhasil lolos ke tingkat Provinsi, dan semoga MAN Pemalang akan meraih prestasi hingga lolos ke tingkat Nasional. “tutupnya.

(yn26)

GUDANG MIRAS DI KEDIRI DI GEREBEK SAT SAMAPTA POLRES KEDIRI

0

Kediri, – Sat Samapta Polres Kediri dalam Operasi Cipta Kondisi yang digelar pada Rabu (6/8/2025) malam melakukan penggerebekan dilakukan di sebuah gudang di wilayah Kecamatan Wates Kabupaten Kediri yang disinyalir menjadi tempat penyimpanan miras tanpa izin edar. Diketahui pemilik berinisial RS (41) warga Desa Wonorejo Kecamatan Wates.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Kasat Samapta AKP I Nyoman Sugita mengatakan operasi ini merupakan bagian dari langkah antisipatif Polres Kediri untuk menciptakan suasana kondusif menjelang peringatan HUT ke-80 RI di bulan Agustus ini.

“Operasi ini sebagai bentuk tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait adanya peredaran miras ilegal yang meresahkan. Setelah kami lakukan penyelidikan, benar ditemukan ribuan botol miras di lokasi,” kata AKP Nyoman dalam rilisnya, Kamis (7/8/2025).

Ribuan botol miras tersebut terdiri dari berbagai merek dan jenis. Diantaranya 50 kardus berisi 1.000 botol Arak Bali, 50 kardus berisi 600 botol miras merek Bintang Kuntul, 5 kardus berisi 60 botol Gedhang Klutuk, serta 5 jeriken berisi miras jenis Bekonang. Selain itu, ada pula sekitar 3.000 botol Arak Bali tambahan yang disimpan terpisah.

Total keseluruhan barang bukti yang diamankan mencapai 4.660 botol miras. Seluruh barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Kediri untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Pelaku kami amankan di rumahnya malam tadi dan saat ini sedang dalam pemeriksaan. Kami juga akan telusuri lebih dalam jaringan distribusi miras ini, apakah hanya lokal atau terhubung dengan wilayah lain,” imbuhnya.

Menurut AKP Nyoman, maraknya kasus miras oplosan dan konsumsi miras berlebihan di kalangan remaja belakangan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Oleh karena itu, penindakan terhadap peredaran miras ilegal akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap langkah tegas ini dapat menekan penyebaran miras di Kediri, khususnya di kalangan anak muda. Harus ada efek jera bagi para pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya,” tegasnya.

Peletakan Batu Pertama oleh Kapolres Kediri Tandai Pembangunan SPPG di Plemahan

0

Kediri– Polres Kediri turut ambil bagian dalam program pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini dibuktikan dengan digelarnya do’a bersama dalam rangka dimulainya pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Kamis (7/8/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. yang secara simbolis melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya proses pembangunan SPPG di halaman belakang Mapolsek Plemahan.

Dalam sambutannya, Kapolres Kediri menyampaikan bahwa pembangunan SPPG merupakan wujud nyata dukungan Polres Kediri, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dan anak-anak.

“Sebagai dapur umum, SPPG memastikan ketersediaan makanan bergizi sesuai standar, dengan pengawasan distribusi yang didukung kolaborasi berbagai pihak,” ungkapnya.

Melalui momen kebersamaan ini, seluruh pihak yang hadir mendo’akan agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.

“Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi warga Kecamatan Plemahan,” harap Kapolres Kediri.

Ngantor di Desa, Bupati Ipuk Gelorakan Semangat Kemerdekaan ke Sekolah-sekolah

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa). Kali ini, Ipuk berkantor di tiga desa di Kecamatan Glenmore. Di antaranya Desa Tulungrejo, Desa Sepanjang, dan Desa Tegalharjo, Kamis (7/8/2025). Dalam kesempatan itu, Ipuk menggelorakan semangat kemerdekaan di sekolah-sekolah.

Seperti di SDN 2 Tulungrejo, Ipuk lomba Agustusan bersama anak-anak. Terlihat anak-anak antusias mengikuti beragam lomba tradisional, seperti balap terompah, egrang bambu, dan memasukkan bendera ke dalam botol.

“Ini bagian menyemarakkan Hari Kemerdekaan, dan menggelorakan semangat nasionalisme. Lomba-lomba tradisional ala Agustusan penting untuk membangun karakter anak-anak,” kata Ipuk.

Ipuk berpesan agar peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan suka cita, tapi juga dijadikan momentum untuk menanamkan semangat belajar dan cinta tanah air.

“Kita ingin anak-anak punya semangat belajar, semangat berprestasi, dan semangat menggapai cita-cita. Saya minta kepada bapak ibu guru, anak-anak terus didampingi, dijaga, dan diberi pendidikan yang layak,” kata Ipuk.

Di sekolah itu, anak-anak juga mendapatkan layanan kesehatan gratis. Mereka diperiksa tinggi badan, berat badan, tekanan darah, status gizinya, pemeriksaan gigi dan skrining merokok.

“Kita lakukan skrining lengkap. Hasilnya sebagian besar sehat, meski ada beberapa yang gizinya masih kurang. Gizi kurang belum tentu stunting. Tindak lanjutnya kita dampingi dengan penyuluhan,” kata Christiana, Bidan Puskesmas Tulungrejo saat bertugas memeriksa siswa.

Selain layanan kesehatan, siswa juga diberikan wawasan kebangsaan dan edukasi kesiapsiagaan bencana. Petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) mengajarkan cara memadamkan api menggunakan alat sederhana, sekaligus mengenalkan fungsi peralatan pemadam.

Perpustakaan Keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi turut hadir dalam kegiatan tersebut. Anak-anak diajak membaca buku dan difasilitasi untuk mendaftar sebagai anggota perpustakaan daerah. (*/Biro)

Kalah dari Persebaya Surabaya PSIL Lumajang incar juara ke tiga piala suratin U-17 Zona Jatim.

Lumajang, Gempur News.

— PSIL Lumajang U-17 gagal mengatasi Persebaya Surabaya dalam pertandingan semifinal Piala Suratin U-17 Zona Jatim, PSIL kalah 0-1 dari tim elit Jatim Persebaya Surabaya di stadion dirgantara Abd.Saleh Kota Malang Kamis ( 07/08/2025).

Ketua PSIL Lumajang Bambang Herikartono saat dihubungi media ini lewat sambungan WhatsApp nya mengatakan bahwa; Pencapaian PSIL U-17 sampai ke babak semifinal merupakan sebuah prestasi yang membanggakan, ini adalah hasil dari gemblengan di Akademi PSIL ini terbukti kita bisa berbicara banyak sampai ke fase ini, kekalahan dari Persebaya Surabaya nggak perlu terlalu di sesali karena mereka tim besar yang sudah malang melintang di persepakbolaan Indonesia ujarnya bangga.

Kemudian Bambang menjelaskan bahwa walaupun kalah PSIL Lumajang tetap akan bermain di Final perebutan tempat ke 3 Yang akan dilangsungkan lusa Sabtu ( 09/08/2025), saya berterimakasih kepada para pemain yang sudah bermain maksimal dan juga kepada pelatih,dan seluruh official,pak manager yang mengantarkan PSIL ketempat yang cukup terhormat, dan kepada masyarakat sepakbola Lumajang terimakasih atas semua dukungannya.pungkasnya .( Joe).

ASN Dari Institusi Diskominfosandi Barut Raih Ranking 5, Pada Diklat PKA di BPSDM Jawa Timur

BARITO UTARA- Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan 3 dilaksanakan mulai bulan Maret- Juli 2025 di Surabaya Jawa Timur secara nasional, telah berakhir pada tanggal 31 Juli 2025. Proyeksi pelatihan yang bertujuan mencetak pemimpin-pemimpin berjiwa inovatif, kolaboratif, dan responsif telah mencetak para peserta yang kompeten dari seluruh Indonesia.

Kepemimpinan administrator memvalidasi kemampuan seorang pemimpin atau manajer pada suatu institusi untuk memimpin, mengarahkan dan mengelola tim atau organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Salah satu peserta dari pemerintah Kabupten Barito Utara, berhasil meraih predikat Sangat Istimewa masuk dalam jajaran 5 besar (ranking 5) pada kegiatan pelatihan kepemimpinan nasional. Peserta tersebut adalah Dr. Munawar Khalil, S.ST, MT, CIO dengan gagasan besar aksi perubahan, yaitu: Command Center Sebagai Pusat Integrasi Aplikasi dan Data di Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Munawar Khalil yang berasal dari institusi Dinas Kominfosandi Barito Utara, secara faktual menyadari betul akan isu, kondisi, dan permasalahan di Barito Utara. Yang utama adalah minimnya sistem pengambilan kebijakan berbasis data. Beberapa data tersebar di mana-mana, tapi tak terintegrasi dalam satu kesatuan utuh dan sistem. 

“Problem utama, beberapa OPD membuat aplikasi secara sendiri- sendiri yang seringkali sistem dan bahasa pemrogramannya atau disebut juga sistim intruksinya berbeda antar satu dengan yang lainnya. Hal inilah yang dicari solusinya agar semua aplikasi, data, dan sistem bisa terintegrasi dengan menyatukannya pada dashboard command center,” ungkap Halil

Kepala Dinas Kominfosandi Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Mochamad Ikhsan, AKS sebagai atasan Munawar Khalil, mendukung penuh aksi perubahan yang dilakukannya. Pengambilan keputusan atau kebijakan berbasis data (data driven policy) merupakan tulang punggung dalam mendirect arah kebijakan yang komprehensif untuk kemajuan daerah,” katanya. 

“Kemungkinan karena terobosan ini sangat baru bagi Kabupaten, Provinsi, bahkan nasional, aksi perubahan ini mendapat tempat pada diklat sehingga meraih juara. Selain itu, tentu saja kapabilitas peserta bersangkutan selama diklat,” pungkasnya

Di tempat terpisah, Pj. Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, SE. MPA menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya kepada  Munawar Khalil atas prestasinya yang luar biasa. 

“Merupakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Barito Utara, karena Bapak berhasil meraih peringkat 5 pada Diklat Kepemimpinan Administrator (PKA) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur.

Pencapaian ini adalah bukti nyata dari dedikasi, kerja keras, dan komitmen Bapak dalam meningkatkan kualitas diri. Semoga ilmu dan pengalaman yang telah Bapak peroleh, dapat menjadi bekal berharga untuk memajukan pembangunan di Kabupaten Barito Utara,”  harapnya.  (SS)

PLN UP3 Cimahi Sosialisasikan K2/K3L kepada Pelanggan Industri: Dorong Kesadaran Pemeliharaan Instalasi Demi Keselamatan dan Keandalan

Cimahi,Kamis,07/08/2025)
PLN UP3 Cimahi bersama ULP Prima Cibabat melaksanakan sesi sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K2/K3L) kepada pelanggan industri. Acara ini berlangsung di Kantor PLN UP3 Cimahi dan dihadiri oleh 12 perusahaan dari berbagai sektor industri.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeliharaan instalasi listrik internal pelanggan agar tetap sesuai standar. Instalasi yang tidak terawat berisiko menyebabkan gangguan, membahayakan keselamatan, dan mengganggu kontinuitas pasokan listrik dari sisi PLN.

Materi yang disampaikan mencakup potensi bahaya listrik, pentingnya penggunaan instalatir bersertifikat, serta langkah-langkah pencegahan risiko kelistrikan seperti kelebihan beban dan korsleting. PLN mendorong pelanggan untuk menjadikan pemeliharaan instalasi sebagai bagian dari sistem manajemen keselamatan perusahaan.

Aryta Wulandari, Manager PLN UP3 Cimahi, menegaskan bahwa keselamatan dan keandalan harus menjadi perhatian bersama:“Keselamatan dan keandalan adalah dua hal yang tak terpisahkan. Dengan menjaga instalasi di sisi pelanggan, kita turut menjaga kelangsungan usaha mereka dan kualitas layanan PLN secara keseluruhan.”

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari para pelanggan. Salah satunya adalah Bapak Yana, perwakilan dari salah satu perusahaan manufaktur:
“Sosialisasi ini membuka wawasan kami. Kami sering fokus pada proses produksi, tapi ternyata sistem listrik yang aman juga sangat krusial. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti ini dengan audit instalasi internal,” ujarnya.

Sementara itu, Sugeng Widodo, General Manager PLN UID Jawa Barat, menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan peran PLN sebagai mitra pembangunan industri, tidak hanya dalam penyediaan energi, tetapi juga dalam aspek keselamatan dan keberlanjutan.“Kami mengajak pelanggan untuk menjadi mitra aktif dalam menjaga keselamatan, efisiensi, dan keandalan listrik. Edukasi seperti ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.

PLN berharap bahwa dengan peningkatan pemahaman K2/K3L di kalangan pelanggan industri, akan tercipta ekosistem kelistrikan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan di wilayah Cimahi dan sekitarnya.

Achmad S.

Polres Probolinggo Lakukan Penanaman Jagung di Ponpes Raudlatul Jannah 2 Maron

PROBOLINGGO,
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan, Polres Probolinggo melaksanakan kegiatan penanaman jagung di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah 2, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan penanaman jagung bersama santri tersebut merupakan agenda serentak yang diadakan Mabes Polri dan Polda Jawa Timur di lahan pondok pesantren se-Jawa Timur.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Probolinggo Kompol Haris Darma Sucipto dan diikuti oleh para pejabat utama Polres, pengurus pondok pesantren, santri, serta unsur Forkopimka setempat.

Kompol Haris menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung ini merupakan bagian dari program Polri Peduli Ketahanan Pangan, yang bertujuan untuk mendorong kemandirian pangan berbasis pesantren dan masyarakat lokal.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan motivasi, bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga bisa menjadi pusat produktivitas dan ketahanan pangan,” kata Kompol Haris.

Kompol Haris menambahkan, bahwa penanaman jagung ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan lahan-lahan potensial agar produktif.

“Juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan di daerah, dan diharapkan pula kegiatan ini bisa menjadi inspirasi dan semangat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap ketahanan pangan dan lingkungan,” ujar Kompol Haris.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kemitraan yang semakin erat antara institusi kepolisian dan lingkungan pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis pertanian yang bermanfaat untuk umat.

Kegiatan penanaman jagung yang dilaksanakan Polres Probolinggo, selain dilakukan di Ponpes Raudlatul Jannah 2, juga dilakukan di 29 lahan pondok pesantren dengan luas total lahan 13.220 m² atau 13,22Ha.(Ali)