Jakarta. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho memberikan motivasi kepada Siswa SMA Labschool Kebayoran dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Motivasi ini diberikan agar pada siswa terus bekerja keras untuk menjadi sukses.
“Jadi sukses itu bukan kalau takdir, tapi sukses itu adalah pilihan. Karena pilihan tadi, maka harus kita sambut, kita wujudkan dengan kerja keras. Tapi, kerja keras itu belum cukup. Selain kita kerja keras, ada satu tambahannya, yang namanya kerja cerdas,” ungkap Kadiv Humas, Selasa (15/7/25).
Dengan kerja cerdas tadi, ujar Irjen Pol. Sandi, ada usaha yang terlihat untuk seseorang menjadi sukses. Berbagai pelajaran yang positif harus diambil dan hal negatif sudah seharusnya ditinggalkan.
“Kerja cerdas juga tidak akan lengkap kalau kita tidak kerja tuntas. Makanya setiap pekerjaan yang kita kerjakan, harus kita kerjakan dengan tuntas,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengemukakan, kerja yang dilakukan pun harus dengan ikhlas, bahkan disertakan doa dan usaha.
Ia pun menceritakan pesan dari Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan bahwa dirinya memohon dukungan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda. Saat itu Presiden Prabowo mengakui bahwa generasinya tidak lama lagi harus meninggalkan podium.
“Kami yang generasi-generasi berikutnya nanti akan meninggalkan podium. Segera, tidak lama. Kami berbuat ini hanya untuk anak-anak dan cucu kita. Kita sekarang berjuang supaya anda mengambil alih negara dalam keadaan baik dan kuat,” ujar Presiden Prabowo yang disampaikan Kadiv Humas.
Dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto itu, ujar Kadiv Humas, bonus demografi Indonesia yang akan datang memang harus dipersiapkan generasi muda. Dengan begitu, Indonesia Emas 2045 akan terwujud.
Gempurnews | Pemalang – Masa Ta’aruf Siswa Madrasah ( MATSAMA) MAN Pemalang Tahun Pelajaran 2025/2026, diikuti 353 siswa baru yang berlangsung selama 4 hari, di mulai hari senin 14 Juli 2025 s/d 17 Juli 2025, merupakan masa perkenalan siswa baru dengan lingkungan Madrasah Aliyah Negeri ( MAN) yang bertujuan untuk menanamkan norma norma positif untuk membentuk karakter siswa yang baik.
Kegiatan MATSAMA ini untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan serta mempersiapkan siswa secara mental dan emosional terhadap lingkungan madrasah baru agar mereka merasa senang dan nyaman.
Menurut Waka Kesiswaan Ahmad Ridhowi mengatakan, dengan adanya pembekalan MATSAMA siswa akan lebih dan tahu tentang education yang ada di MAN Pemalang ini, di hari ke tiga kegiatan MATSAMA, MAN Pemalang menghadirkan dari pihak Kepolisian dan TNI untuk memberikan materi tentang kedisiplinan tanggung jawab serta Budaya Digital batasan bermedsos dengan etika aman. “pungkasnya.
Ia menambahkan kegiatan MATSAMA yang diisi dengan materi Kedispilanan Bertanggung jawab serta Budaya Digital yang melibatkan TNI/Polri bertujuan untuk menanamkan sikap kedisiplinan,toleransi,dan kebangsaan sejak awal, serta memberikan pemahaman tentang literasi digital dan etika bermedia sosial kepada siswa baru untuk membentuk siswa berkarakter,berwawasan kebangsaan serta cakap dalam memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. ” tegas Ridhowi.
Dalam kesempatan yang sama Serda Gagah Wibisono dari satuan Kodim 0711 Pemalang, menyampaikan kegiatan MATSAMA MAN ini menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, juga menjadi momen strategis dalam menanamkan nilai nilai disiplin.
Tidak hanya itu Serda Gagah juga menuturkan kegiatan Matsama ini juga adakan latihan dasar PBB untuk 353 siswa baru MAN Pemalang, yang di dampingi dari beberapa anggota Kodim 0711 Pemalang. “tuturnya.
Senada disampaikan narasumber dari humas Polres Pemalang saat mengisi Matsama di aula MAN Pemalang mengatakan, di era digital sekarang ini media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari hari, oleh karena itu perlu kita pahami etika bermedia sosial dalam berinteraksi di dunia maya. “jelasnya.
Ia juga menjelaskan prinsip prinsip etika bermedia sosial seperti :
Berfikir sebelum menggugah
Menghormati Privasi Oranglain.
Menghindari Ujaran Kebencian dan Perundungan.
Menggunakan Bahasa yang Baik dan Benar.
Menghargai Opini Berbeda
Menyebarkan Hoax.
Dengan menerapkan prinsip etika bermedia sosial kita dapat menciptakan dunia digital yang lebih baik untuk semua orang.
BANYUWANGI — Polresta Banyuwangi Polda Jatim bersama jajaran Polsek dan stakeholder terkait, memperkuat patroli dan penyisiran di sepanjang pesisir pantai di wilayah Banyuwangi Selatan.
Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung upaya pencarian korban yang belum ditemukan pasca tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., mengatakan bahwa patroli dengan melibatkan personel dari seluruh Polsek yang wilayah hukumnya memiliki kawasan pesisir.
“Kami juga aktif berkoordinasi dengan nelayan dan warga pesisir, guna menghimpun informasi terkait kemungkinan ditemukannya korban maupun barang-barang yang berkaitan dengan insiden tersebut,” ujar Kombes Pol. Rama, Rabu (16/7).
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra menambahkan, sejumlah nelayan di titik-titik strategis dioptimalkan sebagai pusat informasi cepat.
Personel gabungan juga menyisir area-area rawan yang berpotensi menjadi tempat terdamparnya korban ataupun barang yang berhubungan dengan insiden tenggelamnya Kapal.
Hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda korban tambahan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan korban maupun barang milik penumpang KMP Tunu Pratama Jaya,” pungkas Kombes Pol. Rama.(*)
–Kasus penahanan Ijazah pekerja yang menjadi perhatian Bupati Lumajang Bunda indah Ampewati yang melarang penahanan dokumen pribadi pekerja,ternyata di Lumajang ini kasus nya masih ada baik yang laporan melalui aplikasi Sambat Bunda maupun yang langsung ke kantor Disnakertrans Kabupaten Lumajang,hal ini dibenarkan oleh Kadisnakertrans Kabupaten Lumajang Subechan menerangkan kepada awak media ini inilah cuplikan wawancara wartawan Media Ini dengan Kadisnaker Lumajang di kantor Disnakertrans pada Selasa ( 15/07/2025).
Berapa laporan yang sudah diterima, baik di aplikasi Sambat Bunda ataupun tertulis? “Sampai dengan bulan Juni ini, Sidak Bunda ke WDX itu kurang lebih ada 7-11 pengaduan. Akan tetapi, dari beberapa pengaduan itu sudah termediasi dan selesai. ada 4-5 kasus yang sudah selesai dan yang lain sisanya masih proses mediasi. Artinya selesai 4-5 itu ijazahnya sudah dikembalikan dan sisanya masih mediasi.” Alasan perusahaan rata-rata menahan ijazah itu kenapa? “Rata-rata, perusahaan menahan ijazah itu karena terkait dengan aset dan keuangan. Biasanya yang rata-rata terjadi, pekerja menyalahgunakan atau menggelapkan asetnya perusahaan. Perusahaan menahan ijazah di awal sebenarnya untuk mengantisipasi hal ini. Akan tetapi sebetulnya diketentuannya tidak boleh mereka menahan dokumen yang bersifat pribadi. Ini yang jadi polemik. Tapi ini terjadi dua kesepakatan antara pemberi kerja dan penerima kerja. Makanya ketika ini terjadi, ijazah tidak diberikan sebelum menyelesaikan tanggungan. Akan tetapi, baik pemberi kerja maupun penerima kerja kita panggil dan mediasi. Intinya setelah menyelesaikan urusan, itu semuanya kembali.” Artinya sebelum terjadi kontrak kerja, sudah terjadi kesepakatan dulu? “Iya, sebetulnya ini tidak boleh dilakukan oleh perusahaan. Ada salah satu perusahaan yang menggunakan sistem men-saving dari gaji. Jadi dari gaji penerima kerja itu di-saving 5%. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila pekerja ini melakukan fraud atau kesalahan dan ini sebagai jaminan 5 % itu. Tapi dalam tahun yang bersangkutan, apabila pekerja tidak melakukan kesalahan, maka langsung dikembalikan 5 % nya ini. Jadi tidak harus menahan dokumen yang bersifat pribadi. “ Apa masukan untuk perusahaan agar hal seperti ini tidak terulang kembali di Kabupaten Lumajang? “Saya berharap pada perusahaan, baik pemberi kerja maupun penerima kerja sebaiknya menghindari penahanan dokumen yang bersifat pribadi. Kalau bisa, gunakan sistem yang digunakan salah satu perusahaan tadi, yakni men-saving dari gaji sebesar 5%. Jadi ketika terjadi fraud, itu bisa tidak diberikan untuk menggantikan fraud yang dia lakukan.” Ketika terjadi penahanan ijazah seperti ini, apakah ada sanksi dari Disnaker atau dari Pemerintah untuk perusahaan atau pelaku usaha? “Kita tidak bisa memberikan sanksi karena ini disepakati oleh kedua pihak. Ini adalah sesuatu yang disepakati dan sama-sama punya ikatan. Makanya kita setiap ada pengaduan, pasti kita panggil kedua-duanya. Kalau dari sisi pekerja memang punya tanggungan, ya harus diselesaikan dulu. Dari sisi pemberi kerja juga begitu. Kalau sudah diselesaikan, ya sudah kembalikan. Jadi ketika tanggungan itu sudah diselesaikan, maka ijazah langsung dikembalikan. Setelah kita lakukan mediasi, kita adakan penandatanganan atau kesepakatan bahwa ini sudah selesai dan kedua belah pihak sudah menerima.”
Demikian akhir wawancara saya dengan Kadisnaker Lumajang,dan untuk acara Job fair yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang, dan masih dalam proses perencanaan pungkasnya.( Joe).
Gempurnews,com/Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bersama Kantor Camat Sitellu Tali Urang Julu menggelar Rapat Koordinasi pelaksanaan IVA Test di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu. Rapat yang digelar di aula Kantor Camat ini sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan kegiatan IVA Test yabg tengah digalakkan di kecamatan ini.
Dalam rapat ini kita lihat kendala yang dihadapai tim dilapangan, guna suksesnya program ini, Sitellu Tali Urang Julu harus benar-benar sehat dan bebas dari kanker mulut rahim, ucap Ucok Benget Berutu, Camat Sitellu Tali Urang Julu menjelaskan.
Sejumlah pemangku kepentingan terkait turut menghadiri rapat ini, diantaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Perempuan dan Anak, dan KB Pakpak Bharat, Robincen Habeahan, SIP, MM, Kepala Dinas Kesehatan Pakpak Bharat, dr. Thomas, MM, Kepala Bidang TI pada Dinas Komunikasi dan Informatika Pakpak Bharat, Herry P Berutu, ST, M.Si, Pengurus TP PKK Kabupaten Pakpak Bharat, TP PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas Singgabur, Ketua TP PKK Desa, Para Kepala Desa dan Kader IVA Test Se Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu.
Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu sedang giat-giat berbenah, mencegah penyakit kanker mulut rahim, mendorong para ibu melakukan IVA Test guna mendeteksi lebih dini gejala penyakit mematikan ini.(Tumangger)
Cimahi,Senin(14/07/2025) Pemerintah Kota Cimahi resmi memulai pembangunan Rumah Singgah Dinas Sosial di Jalan Bobojong, No 107 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh WaliKota dan Wakil Walikota Cimahi, Ngatiyana dan Aditya,sebagai simbol dimulainya pembangunan fasilitas sosial ini. Dalam sambutannya, Ngatiyana menyampaikan bahwa rumah singgah ini akan menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat yang terlantar,seperti penyandang disabilitas, lanjut usia tanpa keluarga hingga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). “Tempat ini adalah bentuk kasih sayang pemerintah Kota Cimahi kepada warga yang membutuhkan, Mereka yang tak terawat atau tak punya sanak saudara akan kita titipkan dan rawat di sini, ” tutur Ngatiyana dengan penuh haru.
Kemudian Wali Kota juga menjelaskan, pembangunan ini merupakan bagian dari rencana besar Pemkot Cimahi untuk memperkuat layanan sosial, pendidikan, dan kesehatan di wilayah utara kota. Ngatiyana juga meminta kepada para RW dan RT untuk memantau kegiatan pembangunan ini dan memastikan bahwa proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Ngatiyana berharap bahwa pembangunan fasilitas sosial ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Cimahi dan meningkatkan kualitas hidup mereka. “Insya Allah, selain rumah singgah, Puskesmas juga akan kita fungsikan kembali di atas sini,Bahkan kita punya rencana memindahkan dua SD dan SMP 11 ke area ini agar lebih representatif. Semua demi pelayanan yang lebih baik,” lanjutnya. Pembangunan rumah singgah ini menelan anggaran sekitar Rp2,3 miliar dan ditargetkan rampung dalam empat bulan.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan diawasi langsung oleh Kejaksaan Negeri Cimahi dan Polres Cimahi guna menjamin transparansi dan kualitas proyek. “Kita ingin membangun dengan hati yang bersih. Jangan ada yang mengganggu.Kami libatkan aparat penegak hukum sejak awal, agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Pembangunan bukan sekadar proyek, tapi amanah,” tegas Ngatiyana.
“Rumah singgah ini diharapkan menjadi pase bagi mereka yang terpinggirkan, sekaligus menjadi simbol bahwa Cimahi adalah kota yang tak hanya membangun fisik, tapi juga memanusiakan manusia.”Pungkasnya.
Cimahi, Rabu (9/7/2025) Delegasi dari negara Pakistan telah mengunjungi Kota Cimahi dengan tujuan untuk meninjau langsung praktik terbaik (best practice) dalam program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).
Delegasi Pakistan dipimpin oleh Khalid Mehmood Shaikh, selaku Chief Executive Officer SPHF, didampingi oleh pejabat dari Kementerian PUPR, Astriana Harjanti, ST., M.M., M.Sc, selaku Kasubdit Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri Dit. SSPIP K Ditjen Cipta Karya, serta pejabat dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat, Friska Nur Afianti, ST., M.Eng, Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda, dan perwakilan dari DPKP Kota Cimahi, yaitu Nining Widiyati, ST., M.Sc, Jafung Teknik Penyehatan Lingkungan Ahli Muda.
Kunjungan dilakukan ke Sanimas RW 01 Kelurahan Cibereum dan Sanimas RW 26 Kelurahan Melong, sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan SPHF WASH Initiative di Pakistan.
Fokus utama kunjungan Delegasi Pakistan adalah mempelajari bagaimana model pemberdayaan masyarakat di Indonesia mampu memastikan keberlanjutan dan efektivitas pengelolaan sanitasi berbasis komunitas. Kedua lokasi tersebut dinilai unggul dalam aspek teknologi tepat guna, kelembagaan lokal yang kuat, partisipasi aktif masyarakat, serta dukungan pemerintah daerah, terutama dalam pembiayaan operasional dan pemeliharaan sarana.
Sistem pemantauan berkelanjutan yang diterapkan juga menjadi poin penting yang diapresiasi, karena menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan jangka panjang program.
Saat dikonfirmasi dalam bahasa Inggris mengenai sanitasi di Kota Cimahi, Khalid Mehmood menyatakan: “Sanitation in Cimahi city is very good, clean and neatly arranged. This will be an example in our country.” (“Sanitasi di Kota Cimahi sangat bagus, bersih, dan tertata rapi. Ini akan jadi percontohan di negara kami” –Red)
Delegasi Pakistan menyampaikan kekaguman mereka terhadap keberhasilan Indonesia, khususnya dalam implementasi program Sanimas. Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah penerapan teknologi ramah lingkungan, seperti penggunaan botol bekas sebagai media filtrasi biologis dalam pengolahan air limbah.
Selain itu, desain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ringkas, sederhana, dan mudah dioperasikan oleh masyarakat menjadi daya tarik tersendiri. Delegasi mencatat keberhasilan ini tidak lepas dari tingginya partisipasi warga, baik dalam pembangunan maupun pemeliharaan. Masyarakat bahkan mampu melakukan perawatan mandiri dan bersedia membayar iuran bulanan demi keberlanjutan operasional IPAL.
Pengalaman ini akan menjadi referensi penting bagi pengembangan program WASH (Water, Sanitation and Hygiene) di Pakistan, dengan harapan pendekatan berbasis komunitas bisa direplikasi di negara mereka.
Pihak DPKP Kota Cimahi, melalui Nining Widiyati, menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan ini. “Merupakan sebuah kehormatan bagi kami menerima kunjungan delegasi dari Pakistan yang datang untuk melihat langsung keberhasilan program Sanimas di wilayah kami,” terang Nining.
Ia juga menegaskan bahwa kunjungan ini membuktikan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sanitasi tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga memiliki nilai strategis di tingkat global.
“Kami bangga masyarakat kami mampu menunjukkan praktik baik dalam partisipasi, pemeliharaan, dan keberlanjutan infrastruktur sanitasi. Kami juga berharap kunjungan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dalam upaya meningkatkan akses sanitasi layak yang ramah lingkungan dan berbasis komunitas,” pungkasnya.
SIDOARJO – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur terus gencar menyasar generasi muda dalam kampanye keselamatan berlalu lintas.
Kali ini, Subdit Kamsel menyambangi SMP Al-Falah Assalam di Waru, Sidoarjo, untuk menggelar penyuluhan tentang Kramanan Keselamatan Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel AKBP Edith Yuswo Widodo, S.I.K., bersama tim penyuluh dari Ditlantas Polda Jatim.
Edukasi seputar pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas disampaikan kepada para siswa-siswi saat masa MPLS, termasuk larangan berkendara memakai kendaraan bermotor pada usia dibawah umur.
Selain itu para pelajar juga diberikan materi pengenalan rambu lalu lintas, serta ajakan untuk disiplin saat menyeberang jalan maupun berada di lingkungan sekolah.
“Mereka adalah generasi penerus yang perlu kita jaga sejak awal. Pendidikan tentang keselamatan lalu lintas harus dimulai dari usia sekolah,” ujar AKBP Edith, Selasa (15/7).
Para pelajar juga diimbau agar tidak tergoda untuk menggunakan kendaraan bermotor sebelum memiliki SIM.
“Mentaati aturan lalu lintas adalah sebagai bentuk tanggung jawab sosial,” tegas AKBP Edith.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari pendekatan preemtif Polri dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini di Operasi Patuh Semeru 2025.
“Kegiatan serupa akan terus digelar di berbagai sekolah di Jawa Timur,” pungkas AKBP Edith.(*)
— Partai penyisihan terakhir Grup N piala suratin U-17 Jawa Timur yang digelar di stadion Semeru Lumajang,Selasa ( 15/07/2025) yang mempertemukan PSIL Lumajang melawan Persekap Pasuruan, berakhir imbang tanpa gol, maka dengan hasil ini Persekap kota Pasuruan keluar sebagai juara grup N dan PSIL Lumajang sebanyak Runner up.
PSIL Lumajang yang mencari kemenangan untuk point maksimal sejak kick off dibunyikan wasit berusaha mengambil inisiatif penyerangan,namun Persekap, yang hanya membutuhkan hasil seri memberikan perlawanan yang ngotot, beberapa peluang pemain PSIL Lumajang yang mencoba menerobos masuk terus di bendung dengan pertambahan berlapis sehingga sampai waktu jeda pertandingan berakhir tanpa gol.
Pada babak kedua Persikap berusaha keluar dari tekanan dan berhasil menciptakan banyak peluang namun juga tidak berhasil mencetak gol, setelah sempat tertekan pada pertengahan babak kedua PSIL kembali melakukan serangkaian serangan sporadis terutama lewat dua sayapnya ( Wing back) namun sampai peluit panjang dibunyikan kedudukan tetap imbang kosong kosong, maka dengan hasil ini Kedua Tim sama sama meraih poin 7 dari hasil dua kali menang dan sekali seri Namaun Persekap unggul selisih gol.
Manager PSIL Lumajang Syamsul Arifin yang ditemui usai pertandingan, mengatakan walaupun target juara grup meleset namun tetap memberikan pujian kepada para pemainnya yang telah berusaha maksimal namun hasilnya memang seri , karena lawan emang cukup tangguh ungkapnya dan untuk 32: besar nanti kita akan berusaha Lebih maksimal dan lolos ke 16; besar harap manager yang juga kades salah satu Desa di Lumajang ini
Sementara itu Ketua PSIL Lumajang Herikartono mengatakan bahwa dengan hasil ini maka kita harus bersiap untuk tidak jadi tuan rumah tapi semoga Persekap Pasuruan tidak mencalonkan diri jadi tuan rumah dan PSSI Jatim menunjuk Lumajang sebagai tuan rumah putaran 32 besar, karena sebagai tuan rumah kita bisa lebih termotivasi dan juga efisiensi anggaran pungkasnya.( Joe) .
Gempurnews | Pemalang – Melalui program Lumbung Kemanusiaan sekolah, SMPN 3 Belik Kabupaten Pemalang, memperkuat nilai nilai kemanusiaan,empati,kasih sayang serta solidaritas untuk peduli terhadap sesama yang membutuhkan dan berbagi rejeki dengan orang lain.
Program ini di gagas oleh Budiman.,S. Pd., M Pd., selaku Kepala Sekolah SMPN 3 Belik dengan tujuan menciptakan ikatan emosional antara siswa, guru, dan staf sekolah untuk saling berbagi dalam kebaikan.
Program lumbung kemanusiaan yang diinisiasi guru dan staf sekolah dengan menyisihkan rejeki seikhlasnya setiap hari, ini adalah sebuah upaya untuk membantu siswa tidak mampu serta siswa yatim piatu, berupa uang untuk transportasi sepatu,tas, dan baju seragam sekolah yang sudah berjalan lebih dari satu tahun dengan tujuan untuk meringankan beban hidup anak yatim piatu dalam melanjutkan pendidikan tanpa ada hambatan.
Kepala Sekolah SMPN 3 Belik, Budiman.,S.Pd., M.pd., mengatakan, program lumbung kemanusiaan ini menjadi contoh nyata dari kebaikan dan kepedulian dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih peduli dan rensponsif terhadap kebutuhan siswa tidak mampu dan siswa yatim piatu.
Santunan anak yatim piatu di SMPN 3 Belik, bukan hanya tentang memberikan bantuan individual tetapi juga tentang mendorong perubahan sosial yang lebih luas dengan meningkatkan kesadaran dan keterlibatan warga sekolah dalam membantu anak anak yang membutuhkan. “jelas Budiman.
Dengan demikian penting bagi sekolah untuk terus mendukung program lumbung kemanusiaan bagi siswa kurang mampu /siswa yatim piatu agar dapat mengenyam pendidikan yang lebih baik serta mengembangkan potensi diri untuk meraih masa depan yang cerah. Rabu (16/7/25).