Home Blog Page 11

Walikota Cimahi Menutup Secara Resmi Liga Jabar Istimewa Piala Walikota Cimahi

Minggu(17/05/2026)
Bertempat di Stadion Sangkuriang Kota Cimahi gelaran Liga Jabar Istimewa Piala Wali Kota Cimahi secara resmi ditutup pada Minggu (17/05/2026).
Gelaran kerja bareng Pemerintah Kota Cimahi bersama PSSI Kota Cimahi itu berlangsung meriah dan menjadi ajang pembinaan talenta muda sepak bola yang cukup mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Dalam sesi penutupan kompetisi dihadiri langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama jajaran DPRD Kota Cimahi, pengurus PSSI, KONI, perangkat daerah, para orang tua, hingga ratusan atlet sepak bola usia dini dari berbagai Sekolah Se
pak Bola (SSB).

Dalam sambutannya, Walikota Cimahi mengaku bersyukur pada akhirnya dapat hadir langsung di tengah masyarakat setelah sebelumnya sempat menjalani masa pemulihan kesehatan sehingga tidak bisa mengikuti pembukaan turnamen beberapa waktu yang lalu.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir bersama masyarakat Kota Cimahi setelah lebih dari dua bulan mendapat ujian kesehatan. Saya yakin hanya Allah yang memberikan pertolongan,” ungkapnya.

Menurut Walikta Cimahi kompetisi sepak bola usia dini tidak boleh berhenti hanya sebagai ajang pertandingan semata,
Ngatiyana menilai turnamen seperti ini harus menjadi bagian penting dari pembinaan olahraga berkelanjutan guna melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Cimahi.

“Tujuan kegiatan ini adalah mencari bibit-bibit unggul yang nantinya dapat mewakili Kota Cimahi di bidang olahraga sepak bola,”terangnya.

Ngatiyana juga memberikan pesan khusus kepada para pemain muda agar terus menanamkan rasa cinta terhadap Kota Cimahi. Ia menyebut para atlet muda sebagai duta daerah yang kelak akan membawa nama baik kota di tingkat yang lebih tinggi.

“Kalian adalah duta-duta sepakbola Kota Cimahi. Jadilah pejuang sejati yang mencintai kotanya dan terus menjaga sportivitas,” imbuhnya.

Selain soal prestasi, Ngatiyana menekankan bahwa sepak bola juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda. Ia mengingatkan pentingnya mental kuat saat menghadapi kekalahan serta sikap rendah hati ketika meraih kemenangan.

“Karakter untuk bangkit saat kalah dan tetap rendah hati saat menang itulah yang harus dibangun. Juara sejati bukan hanya yang berdiri di podium, tetapi mereka yang mampu menjaga sikap dan terus belajar,”tambahnya

Lanjut Ngatiyana,Ia akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga secara terarah dan berkelanjutan sebagai investasi penting bagi masa depan generasi muda.

Sementara itu, Ketua PSSI Kota Cimahi Barkah Setiawan menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kompetisi yang melibatkan 127 tim dari berbagai SSB di Kota Cimahi dan sekitarnya.

Menurut Barkah, tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola menjadi bukti bahwa olahraga tersebut memiliki tempat istimewa di tengah warga Cimahi.

“Cimahi hanya memiliki tiga kecamatan, tetapi memiliki sekitar 40 SSB. Ini luar biasa dan menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sangat tinggi,”Ucapnya.

Ia menambahkan, kompetisi yang berlangsung cukup panjang itu tidak akan berjalan sukses tanpa dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Cimahi, panitia, wasit, hingga masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga memberikan penghargaan kepada para atlet berprestasi sebagai bentuk motivasi agar terus berkembang di dunia sepak bola. Barkah berharap kompetisi ini menjadi sarana pembinaan atlet muda sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Ia pun menyampaikan harapan besar agar sepak bola Cimahi kembali bangkit dan mampu menghidupkan kembali kebanggaan masyarakat terhadap PSKC Cimahi.

“Kami berharap ke depan Kota Cimahi kembali memiliki kebanggaan di dunia sepak bola. Mudah-mudahan PSKC bisa kembali berdiri kuat dan menjadi kebanggaan masyarakat,”pungkas Barkah Setiawan.

Bupati Sidoarjo Subandi Sidak RTLH dan Serahkan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga Wonoayu

Sidoarjo | Gempurnews – Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. melakukan inspeksi mendadak (sidak) rumah tidak layak huni (RTLH) sekaligus menyalurkan bantuan kursi roda kepada warga di Desa Candinegoro, Sawocangkring, dan Wonokasian,
Kecamatan Wonoayu, didampingi Kepala Dinas Sosial, Baznas, Camat Wonoayu, serta Forkopimka, pada Minggu (17/5/2026).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap akhir pekan ini juga disertai dengan penyaluran bantuan sosial berupa kebutuhan pokok kepada warga yang
membutuhkan. Subandi menegaskan, kegiatan itu merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan perhatian kepada masyarakat kurang mampu, khususnya yang tinggal di hunian tidak layak maupun yang membutuhkan alat bantu mobilitas.

“Inisiatif yang sedang kita jalankan saat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hadir dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu, termasuk mereka yang menempati hunian tidak layak serta individu yang memerlukan bantuan kursi roda,” ujarnya.

Sidak RTLH dilakukan di kediaman Sukirman (46) di Dusun Dermo, Desa Candinegoro, yang dihuni bersama istri dan seorang anaknya. Ia bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan apa saja karena tidak memiliki keahlian tertentu.

“Ini tadi kita cek, terutama atapnya ini masih pring atau bambu. Kalau hujan pasti bocor, juga kamar mandinya dan dapurnya. Nanti akan kita instruksikan Baznas untuk segera ada perbaikan atap, kamar mandi, serta pemasangan keramik supaya rumah ini benar-benar layak huni dan nyaman ditempati,” tutur Subandi.

Selain melakukan sidak RTLH, pada hari yang sama Subandi juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada Mukayanah (60) yang hidup sebatang kara dan mengalami keterbelakangan mental, serta Rawit (60) yang menderita sakit diabetes di Desa Sawocangkring, kepada Dewi Yucha (75) yang mengalami cacat permanen pada kaki dan Sugeng (71) yang menderita sakit komplikasi jantung di Desa Wonokasian.

“Program kursi roda ini bagi warga yang membutuhkan akan terus kita bantu. Kita keliling, ketika ada warga membutuhkan, tentu kita harus turun. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa mengurangi beban beliau dan keluarganya. Mugi-mugi diparingi sehat,” pungkasnya.

Melalui penyaluran bantuan yang meliputi perbaikan hunian dan alat bantu mobilitas, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh. (Kom/Yl)

Ribuan Calon Warga PSHT Kota Kediri Pusat Madiun “Long March “Sebagai Bentuk Implementasi Ajaran

Kediri — Ribuan warga dan calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Kediri Pusat Madiun menggelar kegiatan “mlaku bareng” di Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kota Kediri, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk loyalitas terhadap organisasi sekaligus upaya mempererat persaudaraan antar anggota. Acara berlangsung meriah dengan melibatkan warga PSHT dari Kota Kediri.

Kegiatan yang dipusatkan di Kota Kediri itu dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya AKBP Edi Herwiyanto, Ketua IPSI Siswanto, serta jajaran pengurus PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun.

Kehadiran para tokoh tersebut menambah semangat ribuan peserta yang sejak pagi sudah memadati lokasi kegiatan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan nilai-nilai positif yang diajarkan dalam organisasi PSHT kepada masyarakat luas.

Rangkaian acara diawali dengan apel bersama dan gerakan pembukaan yang diikuti seluruh peserta. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan dari Ketua PSHT Cabang Kota dan Kabupaten Kediri serta sambutan dari AKBP Edi Herwiyanto. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

Dalam arahannya, AKBP Edi Herwiyanto mengingatkan seluruh warga dan calon warga PSHT agar mampu menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan bangsa. Ia menegaskan bahwa ajaran PSHT menanamkan nilai persaudaraan, persatuan, serta budi pekerti luhur yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sesuai dengan ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, yakni menjadi manusia yang berbudi luhur. Dan selalu mendukung serta bersinergi dengan bangsa, juga mengutamakan persaudaraan dan persatuan,” ujar AKBP Edi Herwiyanto dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun, Agung Sediana, mengatakan kegiatan “mlaku bareng” bersama ribuan warga dan calon warga tersebut merupakan implementasi dari nilai “memayu hayuning bawono”.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi salah satu cara menunjukkan kepada masyarakat bahwa warga PSHT selalu mengedepankan ajaran organisasi yang membawa kedamaian dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ia menjelaskan, ajaran PSHT tidak hanya berfokus pada pembelajaran bela diri semata. Lebih dari itu, organisasi juga menanamkan nilai moral, etika, dan budi pekerti luhur kepada seluruh anggotanya. Dengan nilai-nilai tersebut, setiap warga PSHT diharapkan mampu memberikan manfaat positif bagi lingkungan di mana pun berada.

“Karena ajaran PSHT mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah. Artinya, seorang warga PSHT diharapkan dapat membawa kedamaian dan manfaat bagi masyarakat,” kata Agung Sediana.

Kegiatan “mlaku bareng” tersebut berlangsung tertib dan mendapat perhatian masyarakat sekitar. Ribuan peserta berjalan bersama dengan penuh semangat sambil menjaga kekompakan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Momentum itu sekaligus menjadi ajang memperkuat citra positif organisasi di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun berharap seluruh warga dan calon warga dapat terus menjaga persaudaraan, menjunjung nilai-nilai luhur organisasi, serta ikut berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Selain mempererat solidaritas internal, kegiatan itu juga diharapkan mampu memperkuat hubungan harmonis antara organisasi, aparat keamanan, dan masyarakat.

PPNI Sukodono Gelar Aksi Kemanusiaan Untuk Korban Bencana Banjir Kutorenon

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lumajang Jawa Timur dari Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI Kecamatan Sukodono meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir di Dusun Biting Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono, upaya yang dilakukan para pekerja profesi sebagai kepekaan sosial akan sesama yang mengalami bencana alam.

Ketinggian air yang merendam pemukiman rata-rata 40 Cm keatas sehingga menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh. Lahan pertanian yang ada di daerah Desa Kutorenon terendam kondisi ini bisa memicu gagalnya panen petani.

Bahwa lupakan air yang merendam pemukiman warga sekitar 300 itu akibat hujan dan tidak mampunya Sungai Kalimenjangan menampung volume air yang ada dan kiriman dari daerah dataran tinggi sekitar lokasi.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Lumajang Doktor Haji Suhari A.Per.Pen., MM menyampaikan logistik yang disampaikan kepada masyarakat yang terdampak merupakan hasil donasi dari Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) PPNI Kecamatan Sukodono.

“Penyaluran logistik bantuan terdampak banjir Desa Kutorenon Dusun Biting dari PPNI DPK Sukodono. Respek donasi yang terkumpul antara lain berupa; serok air 25 buah, air mineral 10 kardus, mie instan 2 kardus dan biskuit malkist 30 pack,” kata sang doktor yang aktif organisasi kebencanaan, Minggu (17/05/2026).

Masih dijelaskan dosen Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) di Kabupaten Lumajang kepada Efendi report Elshinta bahwa kegiatan yang dilakukan oleh para perawat yang dinilai bukan banyaknya pemberian, namun bentuk kepedulian sosial serta kelompoknya dan respek melakukan kegiatan kepada korban.

“Kita lakukan yang semampunya semoga bermanfaat bagi sesama, aksinya teman-teman semoga menjadi sumber aliran rejeki untuk teman DPK Sukodono, dan yang terdampak diberikan ketabahan dan semangat,” tuturnya.

Haji Suhari juga mengajak kepada masyarakat terdampak agar tetap meningkatkan kewaspadaan jika kondisi cuaca berpotensi hujan, selain itu juga agar warga menjaga lingkungan dari sampah bila ada sampah agar dibuang ketempat yang telah ditentukan.

“Adanya bencana yang menipa warga Kutorenon agar setiap ada potensi hujan untuk waspada, selain itu kita ajak warga peduli membuang sampah ke tempat yang ditentukan bila mana membuang semua sesukanya pengendapan pendangkalan aliran pembuangan,” pungkas Haji Suhari melalui WhatsAppnya. (Efendi)

Kapolres Kediri Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026

Kediri – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si mengikuti kegiatan Zoom Meeting dan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu (16/05/2026) di Desa Keling Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata sinergisitas Polri bersama pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Kegiatan Zoom Meeting dan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dari Dusun Kedungsari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti secara serentak oleh jajaran pemerintah daerah, Polri, serta kelompok tani dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selain mengikuti zoom meeting, Polres Kediri bersama Forkopimcam Kepung juga melaksanakan panen jagung serentak di lahan pertanian yang berada di Desa Keling Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Panen raya tersebut menjadi simbol kolaborasi dan kepedulian bersama terhadap pentingnya menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Kediri, Wakapolres Kediri, Pejabat Utama Polres Kediri, Forkopimcam, serta kelompok tani Kecamatan Kepung. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta mengikuti jalannya zoom meeting secara virtual yang membahas berbagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat distribusi pangan, serta menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global.

AKBP Bramastyo menyampaikan bahwa Polri siap mendukung penuh berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Polri akan terus hadir dan bersinergi bersama pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, diharapkan sektor pertanian semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar AKBP Bramastyo.

Kegiatan Zoom Meeting dan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Polres Kediri untuk terus hadir mendukung program pemerintah serta memperkuat sinergisitas bersama masyarakat dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan ketahanan pangan demi terwujudnya Indonesia yang kuat dan sejahtera.

Kapolres Kediri Kota Kawal Pemberangkatan 1.100 Buruh ke Peresmian Monumen Marsinah oleh Presiden Prabowo

KEDIRI KOTA – Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. turut hadir dan mengawal langsung kegiatan pemberangkatan 1.100 pekerja dari Kota Kediri menuju Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). Para pekerja tersebut diberangkatkan untuk menghadiri peresmian Monumen dan Rumah Singgah Pahlawan Buruh Marsinah yang akan diresmikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kegiatan pemberangkatan dilaksanakan sejak pukul 06.00 WIB di depan Kantor Pemerintah Kota Kediri, Jalan Basuki Rahmad Kota Kediri. Sebanyak 21 unit bus disiapkan untuk mengangkut para pekerja yang berasal dari berbagai elemen serikat buruh di Kota Kediri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Walikota Kediri Qowimudin Thoha, jajaran Forkopimda Kota Kediri, pejabat Pemkot Kediri, perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Kediri, TNI, BPJS Ketenagakerjaan, serta organisasi buruh SPSI dan Sarbumusi.

Kehadiran AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim menunjukkan komitmen Polres Kediri Kota dalam mendukung kegiatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan penghormatan terhadap perjuangan dan hak-hak pekerja. Selain memastikan pengamanan berjalan aman dan tertib, Kapolres juga menegaskan pentingnya sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, dan elemen buruh dalam menjaga stabilitas daerah.

Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan positif yang membawa pesan persatuan, penghormatan terhadap perjuangan buruh, serta penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar pemberangkatan pekerja menuju lokasi peresmian Monumen Marsinah, namun juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para buruh dalam memperjuangkan hak dan keadilan sosial. Polres Kediri Kota bersama Forkopimda akan terus hadir memberikan pengamanan dan dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKBP Anggi.

Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama perjalanan maupun saat mengikuti kegiatan di Kabupaten Nganjuk.

“Kami berharap seluruh peserta menjaga kondusivitas, mematuhi arahan petugas, serta tetap mengedepankan semangat persaudaraan dan kebersamaan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat positif bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Walikota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa sosok Marsinah merupakan simbol perjuangan buruh Indonesia yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja dan keadilan sosial.

“Semoga seluruh peserta dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari perjuangan Marsinah sebagai pahlawan buruh nasional,” ujar Vinanda.

Pemberangkatan ribuan pekerja ini menjadi simbol kuat solidaritas buruh sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan Marsinah yang hingga kini tetap dikenang dalam sejarah pergerakan buruh Indonesia. Sinergi antara Pemerintah Kota Kediri, Polres Kediri Kota, TNI, dan organisasi pekerja dinilai menjadi faktor penting dalam terciptanya kegiatan yang aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Kapolri Sampaikan Aspirasi Petani ke Presiden Prabowo

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerap dan menyampaikan langsung aspirasi dari para petani kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal itu berkaitan dengan kesejahteraan dan meningkatkan jumlah produksi.

Sigit awalnya mengungkapkan bahwa, Polri telah bekerjasama dengan Bank Himbara terkait memfasilitasi penyaluran kredit usaha rakyat dalam rangka pemenuhan kebutuhan produksi petani.

“Yang digunakan untuk pembelian bibit dan pupuk, obat-obatan seperti herbisida, fungisida, insektisida, pembiayaan sewa traktor untuk penggemburan tanah, pengolahan lahan, pembayaran upah buruh, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya,” kata Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II, Groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri serta launching operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Terkait hal itu, Sigit berharap Presiden Prabowo berkenan untuk mendukung penguatan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), baik dari sisi kemudahan maupun peningkatan jumlah kredit yang kelak akan digunakan untuk membuka lahan baru, serta mendukung proses dari hulu hingga hilir.

“Sehingga para petani dapat meningkatkan kapasitas produksi, kemandirian usaha, dan pertumbuhan ekonomi pedesaan,” ujar Sigit.

Di sisi lain, Sigit memaparkan, hingga saat ini, ada 714 Poktan jagung binaan Polri di 42 Polres pada 8 Polda telah memanfaatkan fasilitas tersebut, dengan total
pinjaman mencapai Rp30,03 miliar.

Lebih dalam, Sigit pun menyampaikan aspirasi para petani di hadapan Presiden Prabowo. Di antaranya, kelompok tani berharap mendapatkan lebih banyak alsintan, bibit hingga pupuk.

“Di samping itu, para petani berharap kiranya dapat menerima bantuan yang lebih banyak lagi terkait dengan bibit, pupuk, dan alsintan, sehingga dapat mendukung peningkatan produksi,” tutup Sigit.

Tak Lagi Bertugas, Namun Tak Pernah Dilupakan: Arsal Sahban Kembali Diusung Warga Lumajang di Hoegeng Awards 2026

LUMAJANG, Gempur News.

– Waktu boleh berlalu, jabatan bisa berganti, namun kesan mendalam tak mudah hilang. Itulah yang terjadi pada sosok Kombes Pol. Dr. M. Arsal Sahban, yang hingga kini masih dikenang masyarakat Lumajang, meski telah 7 tahun meninggalkan daerah tersebut.

Nama Arsal kembali mencuat setelah masuk dalam 15 besar kandidat Hoegeng Awards 2026 kategori “Polisi Berintegritas”. Menariknya, dorongan tersebut datang dari masyarakat yang pernah merasakan langsung kepemimpinannya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa rekam jejak pengabdian yang tulus mampu meninggalkan jejak panjang di hati publik.
“Saya benar-benar tidak menyangka. Sudah cukup lama saya tidak di Lumajang, tapi ternyata masyarakat masih mengingat dan bahkan mengusulkan nama saya. Ini adalah kehormatan yang luar biasa,” ungkap Arsal.

Jejak Pengabdian yang Masih Dikenang
Saat menjabat sebagai Kapolres Lumajang, Arsal dikenal sebagai figur yang turun langsung ke lapangan, aktif menyapa masyarakat, serta membuka ruang komunikasi dengan media tanpa sekat.
Pendekatan tersebut menciptakan kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat. Tak hanya menjaga keamanan, ia juga membangun rasa memiliki bersama terhadap kondusivitas daerah.
“Apa yang kami lakukan dulu bukan kerja individu, melainkan kerja bersama. Media, masyarakat, dan kepolisian berjalan beriringan. Mungkin itu yang membuat hubungan itu tetap terjaga sampai hari ini,” tambahnya.

Momen Uji Publik, Suara Warga Jadi Penentu
Saat ini, proses Hoegeng Awards 2026 telah memasuki tahap uji publik. Pada fase ini, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan penilaian, dukungan, maupun kritik terhadap para kandidat.
Partisipasi publik menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan sosok polisi yang benar-benar layak menjadi teladan.
Masyarakat dapat mengirimkan masukan melalui email: hoegengawards@detik.com
Penghargaan untuk Polisi Teladan

Hoegeng Awards merupakan ajang penghargaan bergengsi yang diberikan kepada anggota Polri dengan integritas tinggi, dedikasi kuat, dan komitmen nyata dalam melayani masyarakat.
Nama Arsal Sahban yang kembali diusung warga Lumajang menjadi bukti bahwa ketulusan dalam mengabdi kepada negara dan masyarakat ( JOE).

Pengajian Rutin Sabtu Pon PAC Muslimat NU Sanankulon Perkuat Ukhuwah dan Syiar Keagamaan

GempurNews Blitar — Muslimat NU melalui PAC Muslimat NU Kecamatan Sanankulon kembali menggelar Pengajian Rutin Sabtu Pon yang dirangkaikan dengan peringatan Harlah Muslimat NU ke-80. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir di wilayah Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Pengajian yang berlangsung pada Sabtu Pon, 16 Mei 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini bertempat di halaman Masjid Al Amin. Acara dihadiri jajaran pengurus dan anggota Muslimat NU, tokoh agama, Ibu Camat, Kepala Desa Sanankulon, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat sekitar. Antusiasme jamaah terlihat sangat tinggi dengan kehadiran lebih dari seribu peserta.

Suasana khidmat menyelimuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan sholawat, menyanyikan lagu NU, hingga tausiyah keagamaan yang memberikan motivasi spiritual kepada para jamaah. Dalam pengamanan acara, panitia juga dibantu anggota Banser dan para pemuda setempat sehingga kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Wakil Ranting Muslimat NU Desa Sanankulon, Hj. Yuni Widayanti menyampaikan bahwa pengajian rutin ini menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat ekonomi UMKM ibu-ibu Muslimat dalam dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Melalui pengajian rutin ini, kami berharap seluruh anggota Muslimat NU semakin solid, istiqamah dalam beribadah, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Blitar, Nyai Hj. Chomsiyah Mundzir menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembinaan rohani, tetapi juga menjadi media koordinasi dan komunikasi antaranggota Muslimat NU di tingkat ranting maupun anak cabang. Pelaksanaan kegiatan secara bergilir di setiap wilayah diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap organisasi.

Dalam tausiyahnya disampaikan bahwa Muslimat NU didirikan pada tanggal 29 Maret 1946 (26 Rabiul Akhir 1365H) dan Nahdlatul Ulama (NU) lahir pada tanggal 31Januari 1926 dan terus menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan tahun 1945, NU bersama para alim ulama dan santri turut berjuang demi agama, bangsa, dan negara. Dengan perjuangan yang penuh keikhlasan, diharapkan seluruh warga NU memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.
Pada momentum Harlah Muslimat NU, jamaah diajak untuk meningkatkan ibadah, ketakwaan, dan keimanan kepada Allah SWT. Jamaah juga diingatkan untuk menjaga sholat lima waktu karena sholat merupakan tiang agama dan pondasi kehidupan, sebagaimana membangun rumah yang kokoh.
Selain itu, disampaikan pula harapan agar seluruh ibu-ibu Muslimat diberikan kesehatan, rezeki yang halal, umur panjang yang penuh keberkahan, serta kesempatan untuk dapat menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Nyai Hj. Khulafiah Munder juga memberikan ijazah doa dan wirid kepada para tamu yang hadir agar dimudahkan menunaikan ibadah haji.
“Allahumma nekat, Allahumma pekso,” disampaikan sebagai bentuk tekad, keyakinan, dan kepasrahan kepada Allah SWT agar diberikan jalan dan kemampuan menuju tanah suci.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pesan moral kepada seluruh jamaah agar menjaga lisan dan tidak melakukan ghibah atau membicarakan keburukan orang lain, karena hal tersebut termasuk dosa besar yang dapat merusak ukhuwah sesama Muslim.
Melalui kegiatan ini diharapkan tradisi keagamaan tetap terjaga, kehidupan masyarakat semakin harmonis, serta tercipta pribadi-pribadi yang berakhlakul karimah. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama.

Dandim Pemalang Ikuti Zoom Meeting Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI

Gempurnews | Pemalang – Komandan Kodim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif, S.Hub.Int., mengikuti kegiatan Zoom Meeting dalam rangka Peresmian Operasionalisasi 1.061 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, bertempat di KDKMP Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan peresmian tersebut dilaksanakan secara terpusat dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan diikuti secara virtual oleh seluruh daerah di Indonesia yang menjadi lokasi operasionalisasi KDKMP.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pemalang H. Wardoyo, Anggota DPRD Kabupaten Pemalang H. Sholihin, S.Ag., Sekretaris Diskumdag Kabupaten Pemalang Kholimin, S.H., M.H., Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, S.I.K., S.H., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri Pemalang Rina Idawani, S.H., C.N., M.M., Kasdim 0711/Pemalang Mayor Kav Agus Solihin, S.H., para Danramil dan staf Kodim 0711/Pemalang, Muspika Kecamatan Taman, Kepala Desa Penggarit Imam Wibowo beserta perangkat desa, para kepala desa se-Kecamatan Taman, Kepala KDKMP Desa Penggarit Heri Sucipto, anggota koperasi serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto menyampaikan bahwa peresmian operasionalisasi KDKMP merupakan sejarah penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Presiden menegaskan bahwa dalam waktu kurang dari satu tahun, pemerintah mampu merealisasikan operasionalisasi 1.061 koperasi desa dan kelurahan, serta menyiapkan ribuan koperasi lainnya untuk segera beroperasi.

Presiden juga menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai pondasi utama kehidupan bangsa. Menurutnya, petani harus mendapatkan keuntungan dan kesejahteraan melalui penguatan sistem ekonomi desa berbasis koperasi. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen menghadirkan akses kredit murah bagi masyarakat melalui gerai lembaga keuangan yang nantinya tersedia di Koperasi Merah Putih.

“Bangsa Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang lemah. Kita harus menjadi bangsa yang kuat, mandiri, dan mampu menjaga kekayaan bangsa demi kesejahteraan rakyat,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI secara simbolis meresmikan operasionalisasi KDKMP dengan menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya operasional koperasi secara nasional.

Sementara itu, sambutan Bupati Pemalang yang dibacakan oleh perwakilan pemerintah daerah menyampaikan bahwa hingga saat ini Kabupaten Pemalang telah membentuk sebanyak 223 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Seluruh koperasi tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sebagian telah mulai beroperasi.

Pemerintah Kabupaten Pemalang juga menyiapkan pendampingan melalui Business Assistant guna memastikan seluruh koperasi dapat berkembang secara profesional, sehat, transparan dan berkelanjutan. Selain itu, diharapkan KDKMP mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa, membuka peluang usaha baru, meningkatkan perputaran ekonomi, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Usai kegiatan, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif, S.Hub.Int., menyampaikan dukungannya terhadap program strategis nasional tersebut.

“Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa. Kami dari TNI, khususnya Kodim 0711/Pemalang, siap mendukung dan bersinergi bersama pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat agar koperasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Dandim berharap keberadaan KDKMP dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat desa, memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Pemalang.

(yn26)