Home Blog Page 12

Dandim Pemalang Ikuti Zoom Meeting Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI

Gempurnews | Pemalang – Komandan Kodim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif, S.Hub.Int., mengikuti kegiatan Zoom Meeting dalam rangka Peresmian Operasionalisasi 1.061 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, bertempat di KDKMP Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan peresmian tersebut dilaksanakan secara terpusat dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan diikuti secara virtual oleh seluruh daerah di Indonesia yang menjadi lokasi operasionalisasi KDKMP.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pemalang H. Wardoyo, Anggota DPRD Kabupaten Pemalang H. Sholihin, S.Ag., Sekretaris Diskumdag Kabupaten Pemalang Kholimin, S.H., M.H., Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, S.I.K., S.H., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri Pemalang Rina Idawani, S.H., C.N., M.M., Kasdim 0711/Pemalang Mayor Kav Agus Solihin, S.H., para Danramil dan staf Kodim 0711/Pemalang, Muspika Kecamatan Taman, Kepala Desa Penggarit Imam Wibowo beserta perangkat desa, para kepala desa se-Kecamatan Taman, Kepala KDKMP Desa Penggarit Heri Sucipto, anggota koperasi serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto menyampaikan bahwa peresmian operasionalisasi KDKMP merupakan sejarah penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Presiden menegaskan bahwa dalam waktu kurang dari satu tahun, pemerintah mampu merealisasikan operasionalisasi 1.061 koperasi desa dan kelurahan, serta menyiapkan ribuan koperasi lainnya untuk segera beroperasi.

Presiden juga menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai pondasi utama kehidupan bangsa. Menurutnya, petani harus mendapatkan keuntungan dan kesejahteraan melalui penguatan sistem ekonomi desa berbasis koperasi. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen menghadirkan akses kredit murah bagi masyarakat melalui gerai lembaga keuangan yang nantinya tersedia di Koperasi Merah Putih.

“Bangsa Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang lemah. Kita harus menjadi bangsa yang kuat, mandiri, dan mampu menjaga kekayaan bangsa demi kesejahteraan rakyat,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI secara simbolis meresmikan operasionalisasi KDKMP dengan menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya operasional koperasi secara nasional.

Sementara itu, sambutan Bupati Pemalang yang dibacakan oleh perwakilan pemerintah daerah menyampaikan bahwa hingga saat ini Kabupaten Pemalang telah membentuk sebanyak 223 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Seluruh koperasi tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sebagian telah mulai beroperasi.

Pemerintah Kabupaten Pemalang juga menyiapkan pendampingan melalui Business Assistant guna memastikan seluruh koperasi dapat berkembang secara profesional, sehat, transparan dan berkelanjutan. Selain itu, diharapkan KDKMP mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa, membuka peluang usaha baru, meningkatkan perputaran ekonomi, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Usai kegiatan, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif, S.Hub.Int., menyampaikan dukungannya terhadap program strategis nasional tersebut.

“Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa. Kami dari TNI, khususnya Kodim 0711/Pemalang, siap mendukung dan bersinergi bersama pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat agar koperasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Dandim berharap keberadaan KDKMP dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat desa, memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Pemalang.

(yn26)

Cik Ono S.H. Sulap Tirtosari Penanggal Jadi Ikon Wisata Unggulan Lumajang

_LUMAJANG, Gempur News.

– Nama Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, kini semakin diperhitungkan di peta pariwisata Lumajang. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Cik Ono S.H., kawasan wisata Tirtosari Penanggal berhasil bertransformasi dari destinasi lokal biasa menjadi ikon wisata unggulan yang ramai dikunjungi wisatawan.

Transformasi ini tidak terjadi dalam semalam. Dengan visi pembangunan berbasis potensi lokal, Cik Ono mengajak seluruh warga untuk terlibat aktif dalam pengelolaan wisata. Mulai dari penataan area, pelayanan pengunjung, hingga pengelolaan ekonomi kreatif desa, semuanya digerakkan secara partisipatif.

Padukan Keindahan Alam dan Ekonomi Kerakyatan

Tirtosari memiliki modal utama berupa alam asri, sumber air melimpah, dan panorama khas pedesaan Candipuro. Potensi ini dikembangkan menjadi magnet wisata alam dan rekreasi keluarga. Area parkir diperluas, spot swafoto ditambah, dan fasilitas penunjang terus dibenahi agar pengunjung merasa nyaman.

Namun yang menjadi pembeda adalah konsep pemberdayaan masyarakat. Warga dilibatkan di seluruh lini pengelolaan: loket tiket, lapak kuliner UMKM, petugas parkir, hingga tim kebersihan. Skema ini membuat roda ekonomi desa bergerak lebih cepat dan merata.

“Pengembangan Tirtosari ini kami bangun bersama masyarakat, dari desa untuk desa. Hasil dari pemasukan objek wisata ini sepenuhnya kami kembalikan untuk kepentingan warga, baik melalui pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Penanggal,” tegas Cik Ono S.H. saat ditemui di lokasi.

Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Warga

Cik Ono memastikan pengelolaan Tirtosari berjalan transparan dan akuntabel. Setiap rupiah yang masuk dilaporkan dan dikembalikan dalam bentuk pembangunan nyata.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dihasilkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan desa,” ujarnya.

Langkah ini membuat warga semakin percaya dan termotivasi untuk menjaga serta mengembangkan destinasi tersebut.

Tantangan Akses Jalan Menjadi PR Bersama

Di balik keberhasilan tersebut, ada satu persoalan mendesak yang menjadi perhatian serius: kondisi jalan akses menuju Tirtosari. Ruas jalan mulai dari Desa Gesang, Kecamatan Tempeh hingga lokasi wisata saat ini rusak parah.

Kerusakan ini dinilai mengganggu kenyamanan wisatawan dan menghambat mobilitas warga. Oleh karena itu, Cik Ono S.H. secara terbuka menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas PUTR dan Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang agar segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut.

“Perbaikan akses jalan sangat penting untuk kelancaran arus wisata dan mobilitas warga. Kami yakin, jika jalan diperbaiki, kunjungan wisatawan akan meningkat jauh lebih besar,” jelasnya.

Role Model Wisata Desa di Lumajang

Kini, Tirtosari Penanggal tidak hanya ramai oleh wisatawan lokal. Pada akhir pekan dan musim libur, pengunjung dari luar daerah membludak. Kehadiran mereka mengukuhkan Tirtosari sebagai salah satu destinasi favorit di Lumajang.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan desa yang visioner dan berpihak pada masyarakat mampu mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru. Tirtosari Penanggal pun digadang-gadang sebagai role model pengembangan wisata desa di Lumajang dan wilayah sekitarnya.

Joe

Mahasiswa UNISMA Mintak Seleksi Dosen Dilakukan Tebuka

Proses seleksi terbuka atau open rekrutmen calon dosen baru di Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (UNISMA) menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Proses tersebut dinilai belum berjalan secara transparan, terutama terkait perubahan klasifikasi bidang keilmuan dan hasil seleksi administrasi. 

Polemik bermula saat pihak fakultas membuka pendaftaran calon dosen pada 27 April 2026 untuk tiga bidang keilmuan, yakni Teknologi Hasil Ternak, Teknologi Hasil Ternak Daging, dan Agribisnis Veteriner. Sejumlah mahasiswa menilai klasifikasi tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan prioritas akademik di lingkungan fakultas. 

Menanggapi hal itu, beberapa elemen mahasiswa melalui Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fapet UNISMA menggelar audiensi bersama jajaran dekanat pada 2 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait evaluasi kebutuhan formasi dosen dan meminta adanya penyesuaian bidang keilmuan yang dibuka dalam proses rekrutmen. 

Dekan Fakultas Peternakan UNISMA, Dr. drh. Nurul Humaidah, M.Kes, dalam audiensi tersebut menyatakan pihak fakultas akan mengusulkan revisi klasifikasi formasi dosen kepada pimpinan universitas.

“Kami akan mengajukan revisi kepada pimpinan pusat tentang klasifikasi calon dosen yang tidak sesuai bidang keilmuannya agar kemudian disesuaikan dengan kebutuhan fakultas,” ujarnya.

Salah seorang peserta audiensi yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan mahasiswa sebenarnya hanya menginginkan keterbukaan dalam proses rekrutmen.

“Kami tidak mempermasalahkan adanya rekrutmen dosen baru. Yang kami harapkan hanya transparansi dan penjelasan yang jelas terkait kebutuhan formasi serta mekanisme seleksi,” ujarnya.

Menurutnya, kesepahaman mengenai rencana peninjauan ulang klasifikasi bidang ilmu yang dibutuhkan fakultas.

Hingga proses seleksi administrasi diumumkan, belum terdapat informasi resmi mengenai perubahan atau revisi formasi yang sebelumnya diumumkan kepada publik,” tambahnya.

Selain itu, hasil seleksi administrasi tahap pertama yang diumumkan pada 11 Mei 2026 juga memunculkan pertanyaan di kalangan pendaftar. Beberapa peserta yang merasa telah memenuhi persyaratan administrasi dinyatakan tidak lolos tanpa penjelasan rinci terkait indikator penilaian yang digunakan.

Sorotan lain juga muncul terkait minimnya alumni internal Fapet Unisma yang dinyatakan lolos pada tahap administrasi. Ia menilai alumni yang memiliki latar belakang akademik dari kampus sendiri seharusnya tetap memperoleh ruang kompetisi yang adil dalam proses seleksi. 

“Bukan soal harus mengutamakan alumni internal, tetapi prosesnya perlu terbuka dan semua peserta mendapatkan perlakuan yang setara,” ujar narasumber lain dari unsur mahasiswa yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi lanjutan dari pihak Dekanat Fapet Unisma maupun panitia seleksi terkait tindak lanjut revisi klasifikasi formasi dan mekanisme penilaian seleksi administrasi. (*)

Klub Catur Junior Kuda Putih Lumajang Gelar Kuda Putih Cup 3, Dispora Beri Dukungan Penuh

LUMAJANG, Gempur News – Klub Catur Junior Kuda Putih Lumajang kembali menggelar turnamen bergengsi Kuda Putih Cup 3 untuk pelajar se-Jawa Timur. Ajang ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lumajang sebagai bagian dari pembinaan olahraga pelajar.

Dukungan Dispora diwujudkan melalui penyediaan medali kejuaraan bagi para pemenang. Penyerahan dukungan dilakukan setelah pertemuan Kepala Bidang Olahraga Dispora Lumajang, Moch. Rofik, dengan panitia penyelenggara di Kantor Dispora Lumajang pada Selasa, 12 Mei 2026.

Turnamen bertaraf open ini akan berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026. Peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, sehingga Kuda Putih Cup 3 menjadi ajang adu strategi sekaligus wadah mempertemukan bibit-bibit pecatur muda berbakat lintas kabupaten/kota.

Kuda Putih: Klub Catur Pembina Generasi Muda Lumajang

Klub Catur Junior Kuda Putih dikenal konsisten membina atlet catur sejak usia dini. Sejak berdiri, klub ini aktif mengadakan latihan rutin, pembinaan teknik, hingga menggelar turnamen internal dan terbuka. Fokusnya bukan hanya pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter disiplin, sportivitas, dan berpikir kritis bagi para pelajar.

Konsistensi inilah yang membuat Kuda Putih Cup menjadi agenda yang ditunggu para pecatur pelajar di Lumajang dan sekitarnya.

Apresiasi dan Harapan Dispora

Kabid Olahraga Dispora Lumajang, Moch. Rofik, mengapresiasi komitmen Kuda Putih dalam pembinaan atlet catur pelajar.

“Kami dari Dispora Lumajang sangat mendukung kegiatan Kuda Putih Cup ini. Harapannya, Klub Catur Junior Kuda Putih bisa terus konsisten membina pecatur-pecatur muda di Lumajang, sehingga ke depan bisa lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” ujar Rofik.

Pihak panitia menyampaikan terima kasih atas perhatian Dispora, khususnya dukungan berupa medali kejuaraan. Mereka berharap Kuda Putih Cup 3 bisa menjadi agenda rutin tahunan yang menjadi tonggak lahirnya generasi pecatur unggul dari Kabupaten Lumajang.

(JOE)

Pelayanan Administrasi Kependudukan Kota Cimahi Pada Libur Nasional dan Cuti Bersama Kenaikan ISA ALMASIH 2026

Cimahi,Jum’at(15/05/2026)Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi tetap membuka pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) selama libur nasional dan cuti bersama Kenaikan Isa Almasih pada 14–15 Mei 2026. Pelayanan dibuka pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB, bertempat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi.
Kebijakan ini berlaku dalam rangka memberikan kemudahan dan memastikan kebutuhan dokumen kependudukan masyarakat tetap terpenuhi, khususnya bagi warga yang memiliki keperluan mendesak. Seluruh layanan adminduk diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, Tri Lospala Candra menegaskan bahwa pelayanan tetap dibuka sebagai bentuk komitmen untuk melayani warga meski dalam suasana hari libur, khususnya bagi mereka yang memiliki keperluan mendesak.
Selama pelaksanaan pelayanan pada 14 Mei 2026, Disdukcapil Kota Cimahi melayani sebanyak 203 layanan administrasi kependudukan. Layanan tersebut meliputi legalisir akta kelahiran sebanyak 5 layanan, pencetakan KTP-el sebanyak 55 layanan, serta perekaman KTP-el sebanyak 18 layanan.
Selain itu, Disdukcapil juga melayani penyerahan berkas kematian online sebanyak 1 layanan, Tanda Tangan Elektronik Kartu Keluarga (TTE) KK sebanyak 49 layanan, dan TTE Kartu Ibu dan Anak (KIA) sebanyak 17 layanan. Adapun layanan Pindah Keluar dan Pindah Datang masing-masing tercatat sebanyak 14 layanan.

Adapun layanan lainnya meliputi TTE akta kelahiran sebanyak 17 layanan, TTE akta kematian sebanyak 6 layanan, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebanyak 7 layanan. Tingginya jumlah layanan menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan adminduk di hari libur nasional.

Masyarakat yang ingin mengakses layanan dapat mendaftar antrean melalui Aplikasi MPP Kota Cimahi di Android melalui tautan https://bit.ly/daftarantrianmpp . Sementara bagi pengguna iOS, pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp Mantap di nomor 082289999034.
Kota Cimahi juga memastikan layanan daring tetap tersedia melalui aplikasi Dilandacita. Khusus layanan perekaman KTP-el dan legalisir, masyarakat tidak perlu melakukan pendaftaran antrean terlebih dahulu.

Jaga Stabilitas Harga Ikan di Banyuwangi, Menko Pangan Upayakan Pemanfaatan Sumber Daya Hasil Laut Untuk Program Pemenuhan Gizi

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Pemanfaatan sumber daya hasil laut menjadi fokus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat bertemu nelayan Banyuwangi, dalam kesempatan itu dirinya mengungkapkan tengah menyiapkan skema penyerapan hasil tangkapan nelayan untuk pemenuhan gizi nasional.

Melalui penyerapan sumber daya hasil laut ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipercaya bisa memberikan dampak positif bagi para nelayan, mengingat akan ada kepastian harga bagi meraka.

Skema tersebut disampaikan saat bertemu sekitar 120 nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026). Turut mendampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.

“Jadi nelayan nanti punya kepastian keuntungan. Jangan sampai capek-capek melaut, setelah sampai di darat harganya nggak jelas berapa ikan itu dibeli, maka dari itu, menurut saya penting adanya keterhubungan sumber daya hasil laut dengan program pemenuhan gizi nasional” kata menteri yang akrab disapa Zulhas ini.

Ia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan ekosistem pendukung bagi nelayan, mulai dari cold storage, pabrik es, hingga koperasi yang ada di Kampung Nelayan Merah Putih. Fasilitas tersebut disiapkan agar nelayan tidak lagi terpaksa menjual ikan dengan harga rendah saat hasil tangkapan melimpah.

“Itu agar nelayan punya daya tawar yang tinggi ya. Selama ini melaut ikannya begitu di darat ditawar berapa, kalau nggak dijual kan bisa busuk,” kata Zulhas.

Menurutnya, keberadaan cold storage dan koperasi akan membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan ketika harga pasar sedang turun. Jika belum terserap pasar, ikan nantinya dapat dibeli oleh SPPG untuk kebutuhan program MBG.

“Nanti kalau semua sudah jadi, kalau ikan nelayan dapat banyak dan harganya turun bisa disimpan dulu. Kalau masih nggak dibeli juga, nanti SPPG yang beli ikannya. Sudah kita atur begitu. Sehingga nelayan punya kepastian harga,” ujarnya.

Ia mencontohkan pola serupa yang telah diterapkan pemerintah pada komoditas gabah. Dimana Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogramnya. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehteraan petani. 

“Gabah kita jamin Rp6.500, kalau gak harga segitu gabah bisa dibeli Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes),” terangnya.

Ketua KUB Nelayan Sumber Laut Lateng menyambut positif rencana tersebut. Selama ini, kata dia, harga ikan sering jatuh saat musim tangkapan melimpah karena posisi tawar nelayan lemah di hadapan pengepul.

“Menteri kan menyampaikan bahwa nelayan itu akan dibikinkan standar harga, kemudian ikan-ikannya bisa diserap di SPPG. Kalau bagi nelayan, pasti kami senang kalau memang ada seperti itu, ekonomi nelayan mestinya meningkat,” ujarnya.

Selain berharap adanya kepastian harga, para nelayan juga meminta dukungan fasilitas penunjang lain seperti SPBU khusus nelayan untuk operasional melaut. (*/Sgt)

Banyuwangi Manfaatkan Sumber Daya Mata Air Gendor Menjadi Wisata Edukasi.

Gempurnews.com | Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi luncurkan program Wis Esa Sik Adi (Wisata Edukasi Sejak Usia Dini) sebagai upaya pemanfaatan Sumber Air menjadi wisata edukasi mengenalkan pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus memberikan pengalaman berinteraksi langsung dengan alam.

Program tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, yang berada di kaki Gunung Ijen, Rabu (13/5/2026).

Sebanyak 75 siswa SDIT Al Uswah 2 ikut dalam pelaksanaan perdana. Anak-anak diajak belajar langsung di kawasan sumber mata air bersejarah tersebut, tidak hanya sekedar berwisata, mereka juga mendapat pengalaman edukatif mengenai proses pengelolaan air bersih. Mulai dari memahami sumber mata air, vegetasi penyangga lingkungan, sistem distribusi air, hingga manfaat air bagi masyarakat.

Menurut Ipuk, program lintas instansi tersebut menjadi langkah strategis untuk mengenalkan lingkungan hidup kepada anak-anak sejak usia dini melalui pendekatan yang lebih menyenangkan dan relevan dengan generasi saat ini.

“Anak-anak tidak hanya harus pintar secara akademis, tetapi juga mengenal lingkungan dan tempat tinggalnya. Selama ini mereka mungkin belajar dari buku tentang asal air, tapi lewat kegiatan ini mereka bisa melihat langsung bagaimana prosesnya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau kawasan tersebut.

Dia menilai pembelajaran berbasis wisata edukasi mampu meningkatkan antusiasme belajar siswa sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan. Dengan melihat langsung sumber mata air dan ekosistem di sekitarnya, anak-anak diharapkan memahami pentingnya menjaga kelestarian alam.

Sumber Gedor menjadi sumber mata air bersejarah, Sumber air ini menjadi salah satu sumber daya air utama yang dimanfaatkan oleh PUDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Banyuwangi untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat kota Banyuwangi.

Tempat ini dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1926 dan mulai beroperasi pada 1927. Jadi bisa disebut ini adalah salah satu cagar budaya Banyuwangi.

Kawasan ini berada di tengah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi nan rindang, namun tak jauh dari rumah penduduk. Suasana terasa sejuk berada di kawasan ini, mengingat kawasan ini berada di lereng Gunung Ijen.
PUDAM Banyuwangi sangat menjaga kawasan ini. Sistem pengelolaan airnya dilakukan secara tertutup untuk menjaga kemurnian dan kejernihan airnya hingga dialirkan ke masyarakat.

Menariknya, selain airnya yang kaya mineral, Sumber air Gedor tidak pernah kering meski usianya sudah hampir satu abad.

PUDAM pun mulai membuka kawasan ini untuk wisata edukasi. Siswa bisa melihat langsung sumber ini secara langsung termasuk pengelolaannya. Bahkan di sini pengunjung juga bisa merasakan kesegaran air dari sumber setelah disuling secara sederhana.

“Sangat mendukung PUDAM untuk mengenalkan kawasan ini ke pelajar dan masyarakat. Ini juga semacam pesan kepada generasi muda bahwa sumber mata air harus dijaga dengan baik, dan lingkungan yang melingkupinya. Ini akan menjadi wisata edukasi alternatif, apalagi ini adalah bisa dibilang semcam cagar budaya,” tandanya.

Ditambahkan Dirut PUDAM Banyuwangi, Abdurrahman, air di Sumber Gedor sangat jernih. “Airnya kaya akan mineral, sehingga menyehatkan bagi tubuh. Ini sudah dibuktikan dengan hasil uji lab dari Labkesda,” kata dia.

Menurut Abdurrahman di tempat ini anak-anak bisa belajar bagaimana air alam diproses hingga sampai ke rumah-rumah mereka. Bahkan siswa bisa meminum langsung kemurnian air sumber tersebut setelah dilakukan penyulingan.

“Di sini siswa bisa melihat bagaimana proses air dari alam ini disalurkan ke rumah-rumah warga, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh sejak dini,” kata dia.

Siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar sumber Gedor. Lokasi sumber air ini memang dikelilingi oleh vegetasi yang cukup lebat. Beragam jenis tumbuhan ada di sana, seperti pohon keluwek, jambu, kemiri, dan banyak lainnya.

Ke depan, program tersebut akan melibatkan siswa jenjang PAUD, SD, hingga SMP dengan pengaturan dari Dinas Pendidikan Banyuwangi. Materi edukasi juga diperkuat melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.

Dinas Kesehatan akan memberikan edukasi tentang pentingnya air sehat bagi kehidupan, sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjelaskan keterkaitan vegetasi dengan keberlangsungan sumber mata air. Selain itu, pelibatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga diarahkan untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata edukasi terbatas. (*/Sgt)

Permudah Layanan Integrasi dan Remisi Warga Binaan, Lapas Batam Perkenalkan SLIR

Batam – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam memperkenalkan inovasi layanan berbasis teknologi bertajuk Sistem Layanan Integrasi dan Remisi (SLIR) kepada warga binaan dan masyarakat.

Pengenalan SLIR dilakukan sebagai bentuk komitmen Lapas Batam dalam mewujudkan pelayanan yang cepat, transparan, efektif, dan akuntabel, khususnya dalam pengurusan hak-hak warga binaan terkait integrasi dan remisi. Melalui sistem ini, proses pelayanan diharapkan menjadi lebih mudah dipantau serta meminimalisir terjadinya kesalahan administrasi.

Kepala Lapas Batam menyampaikan bahwa SLIR hadir untuk memberikan kemudahan bagi warga binaan maupun keluarga dalam memperoleh informasi terkait usulan remisi, cuti bersyarat, pembebasan bersyarat, hingga layanan integrasi lainnya secara lebih terbuka dan terstruktur.

“SLIR merupakan inovasi pelayanan yang kami hadirkan untuk mendukung transformasi digital di lingkungan pemasyarakatan. Dengan sistem ini, proses layanan menjadi lebih efektif, transparan, dan mudah diakses,” ujarnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, petugas memberikan penjelasan mengenai mekanisme penggunaan sistem, alur pengajuan layanan, persyaratan administrasi, serta tahapan proses integrasi dan remisi. Warga binaan juga diberikan kesempatan untuk bertanya secara langsung terkait layanan yang tersedia dalam aplikasi SLIR.

Melalui implementasi SLIR, Lapas Batam berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemasyarakatan sekaligus mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Selain itu, inovasi ini diharapkan mampu menciptakan pelayanan yang lebih profesional, modern, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.(Gokkon)

PG Pesantren Mulai Giling, Polres Kediri Kota Pastikan Situasi Aman dan Lancar

KEDIRI KOTA – Menjelang dimulainya musim giling tahun 2026, jajaran Polres Kediri Kota menerima kunjungan dan silaturahmi dari manajemen Pabrik Gula (PG) Mrican dan PG Pesantren Baru di Ruang Bale Sekartaji Polres Kediri Kota, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., dan dihadiri General Manager PG Mrican Tites Agung Triyono serta General Manager PG Pesantren Baru Sugondo bersama jajaran terkait.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kapolsek Mojoroto Kompol Rudy Purwanto, S.H., Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., Kasat Intelkam Polres Kediri Kota AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., serta Kanit Pidsus Satreskrim Polres Kediri Kota.

Dalam suasana penuh keakraban, pihak PG Pesantren Baru menyampaikan kesiapan menghadapi musim giling 2026 yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 19 Mei 2026 mendatang.

General Manager PG Pesantren Baru Sugondo mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan teknis maupun nonteknis guna mendukung kelancaran operasional pabrik selama musim panen tebu berlangsung.

Namun demikian, kepadatan armada truk pengangkut tebu masih menjadi tantangan yang perlu dikelola bersama agar tidak menimbulkan gangguan terhadap pengguna jalan maupun aktivitas masyarakat.

“Kelancaran akses distribusi menjadi faktor penting dalam mendukung efisiensi industri gula selama musim giling. Karena itu kami berharap adanya sinergi dan dukungan dari kepolisian untuk membantu pengaturan arus lalu lintas,” ujarnya.

Selain menyampaikan kesiapan operasional, pihak manajemen juga memohon doa restu agar seluruh rangkaian musim giling berjalan aman, lancar, dan seluruh pekerja diberikan keselamatan selama menjalankan tugas.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan komitmen Polres Kediri Kota dalam mendukung kelancaran operasional industri gula sebagai salah satu sektor strategis penopang perekonomian daerah.

“Kami akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan distribusi tebu berjalan lancar, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, jajaran kepolisian siap melakukan pengamanan jalur distribusi maupun pengaturan lalu lintas selama musim giling berlangsung, sehingga aktivitas industri tetap berjalan selaras dengan ketertiban umum.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat antara pihak kepolisian dan manajemen pabrik gula, diharapkan musim giling tahun 2026 di wilayah Kediri dapat berjalan optimal serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Asah Kemampuan Public Speaking, Polres Kediri Gelar Pelatihan MC untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Kediri— Kemampuan berbicara di depan publik kini menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kepolisian yang humanis dan profesional.

Hal itu yang mendorong Polres Kediri Polda Jatim menggelar pelatihan Master of Ceremony (MC) TA 2026 di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Kediri, Selasa (12/5/2026).

Pelatihan tersebut diikuti personel dari berbagai satuan fungsi serta Polsek jajaran. Peserta dibekali materi mulai dari konsep 5W1H, etika protokoler, penyusunan naskah MC, penguasaan panggung, hingga teknik membuka dan menutup acara dengan baik.

Materi disampaikan oleh MC profesional, Ririz Sulistyowati, yang telah berpengalaman di berbagai agenda nasional, mulai dari kegiatan kementerian, korporasi, hingga event TNI-Polri dan kenegaraan. Dalam sesi pelatihan, peserta juga dikenalkan mengenai peran MC sebagai mood setter, stage manager, sekaligus penghubung komunikasi antara penyelenggara dan audiens.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kabag SDM Polres Kediri Kompol Eko Prasetio Sanosin, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kemampuan komunikasi menjadi salah satu penunjang penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian di tengah masyarakat.

“Seorang MC harus mampu membangun suasana, memahami alur acara, dan menyampaikan informasi dengan jelas serta beretika,” jelas Beliau.

Kompol Eko menambahkan, keterampilan komunikasi yang baik juga dibutuhkan personel saat memberikan pelayanan maupun edukasi kepada masyarakat.

“Cara menyampaikan pesan turut menentukan bagaimana masyarakat menerima pelayanan yang diberikan,” imbuh Kompol Eko.

Selain materi teori, peserta juga menjalani sesi praktik langsung untuk melatih kepercayaan diri dan teknik berbicara di depan umum dengan pendekatan yang komunikatif dan profesional.

Pelatihan berlangsung interaktif dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polres Kediri dalam mendukung pelayanan publik yang lebih adaptif dan humanis.