Home Blog Page 1134

Berhenti Di Tempat Rawan Kejahatan, Polisi Patroli Dengan Metode Blue Light

0

Lumajang– Polsek Pasirian melaksanakan patroli malam pada jam-jam rawan terjadinya tindak kejahatan seperti di objek vital, pemukiman warga, jalan sepi yang ada di wilayah Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Minggu dini hari (29/01/2023).

Patroli malam hari dengan metode Blue Light yang dilakukan guna membirukan wilayah Kecamatan Pasirian juga bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir adanya tindak kejahatan seperti Curat,Curas maupun Curanmor serta kejahatan konvensional.

Dalam pelaksanaan patroli blue light Polsek Pasirian juga menyempatkan untuk berhenti ditempat-tempat yang dianggap rawan terhadap terjadinya gangguan kamtibmas.

“Patroli di tempat yang sepi atau rawan kriminalitas guna memastikan bahwa situasi diwilayah Pasirian dalam keadaan aman serta kondusif,” ungkap Kapolsek Pasirian AKP Agus Sugiharto melalui Kasubsi Penmas Subbag Humas Polres Aiptu Eko Budi Laksono.

Eko mengatakan, dengan adanya patroli blue light diharapkan mampu memberikan dampak bagi situasi Kamtibmas, diantaranya dapat mengurungkan niat para pelaku kejahatan.

“Dapat mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan tenang karena merasa aman dan nyaman,” harapannya.

Selain patroli di rawan kriminalitas, petugas juga melakukan dialogis bersama warga yang melaksanakan siskamling.

Kurangnya Pengawasan Aset Desa Lapangan Jadi Kebun Pisang dan Bebatuan

0

JEMBER – Keluhan yang di sampaikan oleh Masyarakat Desa Gumukmas Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember terkait dengan fasilitas umum lapangan bola, yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun Kini PORAK-PORANDA dengan Adanya POHON PISANG dan Tumpukan BATU MATERIAL.

Pasalnya selama beberapa periode jabatan kepala Desa tidak ada satupun masalah aset tanah Desa,Namun pada tanggal 26 Januari 2023 terdapat keluhan warga bahwa lapangan yang berdiri selama 53 tahun ini, telah di tanami pohon pisang dengan DUGAAN tanah milik pribadi atau tanah waris yang patut di pertanyakan Legalitasnya.

Akankah terdapat “Tukar Guling” atau PROSEDUR yang tidak sesuai dengan REGULASI,Sedangkan Kepala desa Gumukmas RUDYANTO di hubungi via selulernya oleh awak media tidak merespon begitu pula Camat Gumukmas NINO EKA PUTRA juga tidak menjawab pada hari KAMIS.

Yang mengatakan sebagai pemilk lapangan sebelah selatan saya sudah tidak mau lagi dengan TUKAR GARAP itu mas karena saya tidak punya tempat tinggal NUR AINI alias Hj.Nia berpedoman pada PETOK atas nama BASAR alias P.SUYANA dan sudah BERSERTIFIKAT jadi tapi masih di jember belum di ambil sama IRFAN karena yang mengurus sertifikat semua ini IRFAN jadi ya apa kata IRFAN.
Saya dan teman teman yang punya tanah ini sudah datang ke KEPALA DESA Gumukmas RUDYANTO Dua bulan yang lalu Menyerahkan tanah TUKAR GARAP dan minta kembali Tanah lapangan tersebut.

Yang sebelah utara itu milik RIZAL yang menanam POHON PISANG dan yang tengah miliknya IRFAN yang kerja di desa itu.ujar NUR AINI alias Hj.Nia
Jadi sangat di sayangkan kurangnya PENGAWASAN akhirnya terjadi seperti itu dan kemanakah pihak PEMDES dan MUSPIKA GUMUKMAS selama ini.(jen)

Ajak Jaga Ketertiban Kapolsek Kedungjajang Beri Himbauan Anggota PSHT

0

Lumajang-Kapolsek Kedungjajang Iptu Maryanto berikan himbauan kepada Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) untuk menjaga kerukunan di wilayah Kecamatan Kedungjajang.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Kedungjajang bersama anggota Polseknya saat melaksanakan patroli dirumah pimpinan PSHT di Dusun Kenongo, Grobogan, Kecamatan Kedungjajang, Sabtu (28/1/2023) malam.

“Kami menghimbau kepada para warga PSHT agar menjaga kamtibmas, saling jaga kerukunan antar perguruan silat lainnya,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan himbauan-himbuan Kamtibmas kepada pemuda yang tergabung dalam perguruan silat tersebut.

“Jaga nama baik organisasi dan jaga kerukunan, saling menghormati dan menghargai antar perguruan agar tidak terjadi konflik dan selalu tercipta situasi yang kondusif di wilayah Kecamatan Pamotan,” pungkas Kapolsek.

Sementara itu Hamid pimpinan PSHT Kedungjajang menyampaikan apresiasi
kepada Jajaran Polsek Kedungjajang.

“Saya pimpinan PSHT mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolsek beserta anggota Polsek Kedungjajang yang selama ini secara baik telah ikut membina dan bekerjasama untuk para anak muda,” ujarnya.

Percepat Penanganan Stunting Nasional, Korps Brimob dan BKKBN Lakukan Hal Ini

0

JAKARTA – Komandan Korps (Dankor) Brimob Polri Komjen Anang Revandoko menerima kunjungan tim dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Jumat (27/1/2023). Kunjungan ini dalam rangka percepatan program nasional penanganan stunting.

Komjen Anang menuturkan, dalam mendukung program penanggulangan stunting di Indonesia, Korps brimob Polri telah menyiapkan personel, tenaga medis, sarana dan prasarana (kendaraan).

“Korps Brimob Polri beserta BKKBN dapat berkoordinasi, berkolaborasi dan berkomunikasi dengan baik, serta mampu untuk mewujudkan tujuan utama yaitu pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Anang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/1/2023).

Anang menuturkan, Korps Brimob Polri dan BKKBN juga bersama-sama melakukan penanganan stunting on the spot, terhadap wilayah prevalensi tinggi kejadian stunting. dengan mengadakan penyediaan makanan bergizi, pembagian sembako, pemeriksaan ibu hamil, edukasi stunting dan penyediaan atau perbaikan sanitasi.

“Kami juga akan melakukan sosialisasi penanganan stunting kepada Korbrimob dan jajaran. Selain itu, kami juga melakukan pelatihan kader stunting bagi personel Korbrimob,” ujarnya.

Dalam kunjungan ini, tim dari BKKBN Pusat meninjau gedung Command Center yang digunakan untuk memantau dan menganalisa berita-berita terkait stunting baik postif maupun negatif.

Selain itu, dilakukan pengecekan display kendaraan dan demonstrasi penggunaan peralatan Korbrimob dalam mendukung program pecepatan penanganan stunting di Indonesia.

Lalu ada juga dskusi penanganan stunting terkait rencana koordinasi/kerjasama kegiatan, baik wilayah DKI maupun seluruh wilayah Indonesia.

Kedepan akan menghadirkan narusumber dari BKKB pada saat rakernis Korbrimob Polri dan melakukan kerjasama tentang media analitic kasus stunting yang terjadi diseluruh wilayah Indonesia.

“Kami juga sepakat untuk kerjasama melalui untuk menyukseskan program pemerintah peningkatkan gizi masyarakat dalam rangka mencegah stunting,” katanya. (Humas)

Undang-undang No.5 tahun 2017 Tentang Kemajuan Kebudayaan Belum Sepenuhnya Dapat Diimplementasikan di Masyarakat

0

Cimahi,Sabtu(28/10/2023)
Pengesahan UU no.5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan merupakan amanat Presiden Republik Indonesia agar memberikan peran strategis bagi kebudayaan nasional dalam pembangunan,Sebenarnya Istilah “pemajuan kebudayaan” tidak secara tiba-tiba lahir,namun sudah diamanatkan dalam UUD 1945 yangmaktub dalam Pasal 32 yang berbunyi “Pemerintah memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia” yang intinya menegaskan bahwa kebudayaan merupakan pilar kehidupan bangsa.

Pada saat terjadi perubahan UUD 1945,tepatnya diawal Reformasi melalui proses Amandemen,Hal Pemajuan Kebudayaan malah makin dipertegas,Pasal 32 UUD 1945 lebih dikembangkan menjadi “Negara memajukan kebudayaan Nasional di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya” Yang artinya dengan lahirnya UU pemajuan kebudayaan,Para pendiri bangsa berharap cita-cita agar Indonesia menjadi bangsa dengan masyarakat berkepribadian secara budaya,berdikari secara ekonomi serta berdaulat secara politik akan segera terwujud.

Namun pada kenyataannya implementasi UU no.5 tahun 2017 masih jauh panggang daripada api,dalam kenyataannya masyarakat masih belum bisa melaksanakannya,walaupun sudah ada sebagian masyarakat yang mencoba ke arah sana.Khusus di Kota Cimahi UU no.5 tahun 2017 sudah dibuat turunannya yakni Perda no.9 tahun 2018 tentang pemajuan budaya lokal,namun sayangnya sosialisasi Perda ini masih belum menyentuh khususnya kepada para penggiat kebudayaan dan seniman,sehingga sampai detik ini payung hukum yang seharusnya sudah dapat membantu mempermudah para seniman dan budayawan di sisi regulasi,aturan dan pelaksanaan berkegiatan namun nyatanya masih sangat sedikit yang dapat melaksanakannya.
Hal ini merupakan tugas kita bersama agar implementasi UU no.5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan serta Perda tentang pemajuan budaya lokal agar dapat dilaksanakan secara utuh di Kota Cimahi,hal ini tentu saja bukan hanya tugas pemerintah baik eksekutif dan legislatif saja namun hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama baik Akademisi,Pengusaha,Komunitas Pemerintah tentunya dan Media sebagai sarana untuk menyebarluaskan informasi.

Masih banyak waktu untuk melakukan langkah yang tepat dan terarah dalam mengimplementasikan UU no.5 tahun 2017 juga Perda no.09 tahun 2018 tentang pemajuan budaya lokal Kota Cimahi.Tentunya dengan keseriusan dan kerjasama dari segala lapisan,sehingga upaya untuk memajukan kebudayaan segera terwujud.Mengutip dari Salah seorang seniman Cimahi,Bahwa berkebudayaan harus timbul dan dimulai dari diri kita sendiri dan rasa memiliki yang kuat,sehingga dengan segala keterbatasan berkebudayaan akan tetap berjalan tanpa harus diming-imingi dengan imbalan,Karena proses tidak akan pernah mengkhianati hasil (DKKC).

Achmad $

Komunitas Motor Cihanjuang Touring Mencari Berkah(CMTB) Rayakan Ulang Tahun Ke-3

0

CIMAHI – Komunitas CTMB (Cihanjuang Touring Mencari Berkah) Mmerupakan sebuah komunitas motor yang berada di Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat,pada Sabtu 28 Januari 2023 ini tengah memperingati anniversary (ulang tahunnya) yang ke-3 sekaligus merayakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. CTMB menaungi anggota yang saat ini sudah ratusan keanggotaan. Anggota CMTB berasal dari berbagai profesi yang berbeda-beda seperti karyawan, pengusaha, pedagang, pegawai negeri, BUMN, mahasiswa dan lain-lain.

Pada pelaksanaan acara ulangtahun/anniversary komunitas CTMB tahun ini, dimeriahkan dengan beragam agenda dan mendapat banyak dukungan dari berbagai sponsor,serta pada acara seremonial kegiatannya bukan hanya sebatas acara senang-senang semata, dalam rangkaian peringatan ulang tahun, CTMB juga melakukan pemberian santunan kaum Dhuafa juga acara puncak tabligh akbar menampilkan ulama kondang yang juga putra daerah Cihanjuang, KH Ubaydillah, Mpd.

Pada prosesi acara pecinta motor tersebut,dilaksanakan di lapangan tower Cihanjuang yang merupakan lokasi digelarnya event tersebut,tampak antusias member dari berbagai chapter menjadi bukti rasa persaudaraan yang tak lekang oleh waktu bagi setiap member. Hingga mereka meluangkan waktunya untuk menghadiri acara tersebut mereka berasal dari Baligos, CNRC, Maksi, FKPPI Bikers, Bringka dan lainnya.Acara tersebut dihadiri oleh Sekcam Parongpong, Inspektorat KBB, Bhabinkabtibmas serta tokoh dan elemen masyarakat lainnya. acara semakin meriah saat penampilan Hendarso KW menghibur melalui lagu pop sunda dan intermeso acara penyematan lencana anniversary ke-3 CTMB.

Pembina CTMB, Gagan Wirahma dalam sambutannya mengatakan,
“Bahwa maksud dan tujuan didirikannya klub ini adalah sebagai wadah silaturahmi antar sesama pengguna motor. Kemudian dari silaturahmi tersebut dapat menjadikan saudara yang tak sedarah menjadi satu ikatan keluarga.
Tujuan dibentuknya klub ini juga untuk menyalurkan hobi yang sama tentang motor, diantaranya dalam hal modifikasi dan touring, Healing serta wisata religi.”Ungkapnya.
Lalu Gagan mnambahkan,
“Ada aturan main dalam komunitas klub ini diantaranya tidak lupa menjunjung tinggi norma dan sopan santun dalam berlalu lalulintas dan keselamatan berlalu- lintas. Kepada para anggota diwajibkan untuk selalu menggunakan helm demi keselamatan mereka dalam perjalanan,selama melakukan touring mereka selalu memperkenalkan objek wisata dan budaya kepada sesama anggota ,Selain itu klub CTMB juga melakukan aksi sosial yang sifatnya konditional seperti membantu korban gempa cianjur, bakti sosial dan lain-lain, Semoga CTMB tetap solid dan eksis, serta terus mengadakan kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk banyak orang,”Terangnya.

Ditempat yang sama, ketua CTMB, Ihin mengatakan,
“Pada Anniversary yang ke-3 bertujuan ingin merayakan dengan masyarakat khususnya yang mempunyai kendaraan roda 2 dan klub komunitas motor. dalam agenda besarnya ini, CTMB mengusung tema “kabeh balad najan beda leumbur ” dengan rangkaian acaranya sendiri tak banyak beda dari kebanyakan agenda komunitas maupun klub motor lainnya saat merayakan ulang tahun. antara lain ada potong tumpeng, hiburan, doorprize, dan yang paling penting bisa saling mempererat tali silaturahmi. Selain ingin mempersatukan dan memperkuat solidaritas seluruh anggota CTMB, juga,pada moment perayaan ulang tahun kali ini dijadikan sebagai upaya melestarikan kebersamaan dengan komunitas motor lainnya.
Kami mengucapkan terima kasih juga atas dukungan dari anggota serta kedatangan para komunitas motor yang secara khusus menyempatkan hadir pada anniversary CTMB,” ungkapnya.

Sematara itu ditempat yang sama Penasehat CTMB, Iptu Maman Maulana Ismail dalam sambutannya mengharapkan kegiatan yang akan diselenggarakan CTMB dapat berjalan lancar.Maman juga mengucapkan selamat atas ulang tahun CTMB yang ke-3,Maman berharap CTMB terus bisa memberi kontribusi positif terhadap masyarakat.
“Saya sebagai penasehat selalu mengkampanyekan keselamatan berkendara. Safety riding sangat penting untuk semua pengendara, termasuk rekan-rekan di komunitas. Semoga setelah perayaan ulang tahun ke-3 tahun, CTMB terus kompak, termasuk dengan komunitas motor lainnya, ” Pungkas Penasehat CTMB,Iptu Maman Maulana Ismail.

(Achmad $)
Editor : dhw_robhin

Kapolres Lumajang Tangani Langsung Kasus Penganiyaan

0

Lumajang – Kapolres Lumajang AKBP Boy Jeckson S., S.H., S.I.K., M.H. terlihat hadir di Dusun Gunung Jatian, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Sabtu (28/1/2023) pagi. Kehadiran AKBP Boy Jeckson tak lain untuk menangani langsung kasus penganiayaan dengan senjata tajam di dusun tersebut.

“Bersama Tim INAFIS saya langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saya juga telah menginstruksikan kepada jajaran untuk melakukan pengamanan demi menjaga suasana di masyarakat terap kondusif pasca-kejadian ini,” ucap AKBP Boy Jeckson.

Adapun peristiwa penganiayaan di Desa Tegalrandu itu terjadi sekitar pukul 05.15 WIB. AKBP Boy Jeckson pihaknya masih melakukan penyelidikan.l terkait peristiwa ini.

“Saya minta Kasat Reskrim agar melakukan penyelidikan motif penganiayaan tersebut sehingga mengetahui akar masalah demi mencegah masalah berkembang bila ada pihak yang dendam karenanya,” ucap mantan Kapolres Nganjuk itu.

AKBP Boy Jeckson menyebut dua orang yang terlibat dalam kasus ini masing-masing mengalami luka bacok di tubuhnya sehingga menjalani perawatan di rumah sakit.

Kejadian berawal seorang warga Dusun Gunung Lawang bernama Tohan (40 tahun) mendatangi rumah Bunawi (55 tahun) di Dusun Jatian dengan membawa senjata tajam clurit sambil menantang carok. Tantangan ini diladeni Bunawi yang juga keluar dengan membawa clurit. Perkelahian emudian terjadi perkelahian menggunakan sajam jenis clurit dengan saling membacok ke arah tubuh korban.

“Dua celurit milik Bunawi sab Tohan sudah kami amankan sebagai barang bukti,” kata AKBP Boy Jeckson.

“Untuk selanjutnya perkara ini akan kami tangani sembari menunggu keduanya menjalani perawatan. Sekaligus kami sampaikan kepada warga untuk tidak main hakim sendiri atau menyelesaikan masalah lewat kekerasan karena berpotensi menambah masalah baru saat harus berhadapan dengan hukum,” katanya.

Beda Versi, Merasa Di “Sudutkan” Jadi Aktor Carok Di Alastlogo, Keluarga Barham Tak Terima

0

PASURUAN – Beberapa waktu lalu, masyarakat dibuat gempar dengan adanya kejadian carok yang terjadi di Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Imbasnya tiga warga Alastlogo yakni Supardi, Barham serta Sugiantoro dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka yang mereka alami.

Setelah ramai di beberapa pemberitaan, terungkap bahwa kejadian carok sendiri berawal dari salah satu keluarga Barham di ejek dan di provokasi oleh Supardi di persimpangan jalan Desa.

Hal tersebut seperti apa yang disampaikan oleh salah satu korban yakni Sugiantoro, dirinya yang berusaha melerai perkelahian antara Barham dan Supardi malah ikut jadi korban setelah clurit supardi menancap dipundaknya saat melerai carok tersebut.

Sugiantoro menuturkan bahwa kejadian sendiri bermula saat barham mendengar bahwa salah satu keluarganya di hadang dan di provokasi oleh Supardi di persimpangan Desa.

“Saat itu saya diberitahu oleh salah satu keluarga bahwa salah satu keluarganya di hadang dan di provokasi oleh Supardi dengan cara menantang, dan dirinya tak menghiraukan hal tersebut,” beber Sugiantoro.

“Barham yang juga mendengar kejadian tersebut tidak terima dengan perlakuan Supardi yang menghadang dan provokasi salah satu keluarganya tersebut langsung mendatangi Supardi.”

“Betul saja, saat saya datang mereka sudah duel dengan membawa sajam berupa clurit, saya yang berusaha melerai untuk menyelamatkan Barham juga kena sabetan celurit di bagian belakang pundak saya,” papar Sugiantoro.

Sementara itu, Keron yang juga salah satu keluarga dari Barham serta Sugiantoro pada awak media menyampaikan “banyak di pemberitaan yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya, maka dari itu karena keluarga saya juga jadi korban maka kami dari pihak keluarga juga akan melaporkan balik Supardi,” papar Keron.

“Semua berawal dari hadangan dan provokasi Supardi, dan Sugiantoro berniat melerai tanpa membawa sajam/apapun. Tapi di pemberitaan disampaikan bahwa mereka berdua mengeroyok Supardi, itu tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.”

“Perlu diketahui bahwa Supardi bawa clurit juga, tidak seperti di beritakan bahwa Supardi mengambil/merebut clurit dari Sugiantoro,” beber Keron panggilan akrab Khoiron

Sementara itu, Kapolsek Lekok AKP Agung Sudjatmiko saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi pesan whatsApp menyampaikan hasil penyelidikan awal, motif perkelahian tersebut diduga dipicu dendam saat pemilihan kepala desa di Alastlogo.

“Diduga dipicu karena ada dendam lama saat terjadi pilkades beberapa waktu lalu,” ujar Kapolsek Agung. (Tofa)

Editor : dhw_robhin

Peduli Sesama, Kaplsek Padang Salurkan Bansos Warga Terdampak Puting beliung

0

Lumajang-Angin puting beliung yang memporak porakan beberapa rumah warga di Dusun Krajan Barat, Desa Barat, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jumat (26/1/2023).

Untuk meringankan beban
warga masyarakat yang terkena musibah angin puting beliung, Kapolsek Iptu H. Wasono Budi T bersama Wakil Ketua DPRD kabupaten Lumajang H. Bukasan memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak bencana alam angin puting beliung.

Selain memberikan bantuan, anggota Polsek dan TNI Koramil bersama warga bergotong royong membantu perbaikan rumah yang rusak.

“Bantuan Sosial Berupa Sembako Kami serahkan kepada masyarakat lorban Bencana angin puting beliung,” Kata Kapolsek Padang Iptu H.Wasoni Budi.

Kegiatan Ini dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan Dldan kepedulian Polsek Padang atas musibah bencana yang dialami warga khususnya Kecamatan Padang.

“Dalam kegiatan bansos juga dihadiri H. Bukasan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Drs. Jamak N Camat Padang, dan Kapten Eliyanto Ndanramil Padang,” ujarnya.

Kapolsek berharap, semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat membantu warga masyarakat, akibat bencana alam ini. Dari peristiwa bencana alam angin puting beliung ini tidak ada korban jiwa.

“Masyarakat yang menerima bantuan sangat senang dan bisa membantu meringankan bebannya,” ungkapnya.

Disela-sela kegiatan juga memberikan himbauan kepada warga masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca yang tidak menentu namun tetap tenang.

Patroli Dinihari Personil Polsek Tempeh Guna Antisipasi Tindak Krimalitas

0

Lumajang-Guna mengantisipasi curas, Curat dan Curanmor atau 3C, jajaran Polsek Tempeh,Polres Lumajang melaksanakan patroli dinihari, Sabtu (28/1/2023).

Dengan menggunakan mobil patroli serta menyalakan lampu rotator warna biru, polisi menyambangi daerah yang di anggap rawan aksi kejahatan.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Polisi melakukan pengawasan di tempat yang rawan potensi kriminalitas seperti curas, curat dan curanmor.

Selain itu, polisi juga menyampaikan himbauan kamtibmas Kepada Warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan peka terhadap situasi Kamtibmas agar situasi selalu Kondusif.

“Patroli rutin dilakukan anggota Polsek Tempeh ini untuk memberi rasa aman kepada masyarakat,” Ujar Kapolsek Tempeh Iptu Lugito melalui melalui Kasubsi penmas Polres Lumajang AIPTU Eko Budi Laksono.

Eko berharap dengan kehadiran anggota di jalan dan tempat rawan kejahatan tersebut dapat mencegah dan meniadakan para pelaku kejahatan untuk melakukan aksi jahatnya, sehingga terciptanya rasa nyaman dan aman dimasyarakat.

“Patroli dini hari yang dilakukan anggota kami, merupakan salah satu wujud tugas dan tanggung jawab anggota Polri, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta untuk antisipasi gangguan kamtibmas,” terangnya.