Home Blog Page 18

KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU DESA KEDUNGGALAR

NGAWI – GN,, Kegiatan Peningkatan kapasitas kader posyandu dengan meningkatkan pengetahuan,keterampilan dan motivasi untuk pelayanan kesehatan dasar yang efektif. Fokus utamanya adalah pencegahan stunting melalui keterampilan dasar, penyiapan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) yang bergizi, dan implementasi layanan primer. Pelatihan ini juga penting untuk mendukung operasional Posyandu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bidan desa, Petugas Puskesmas Kedunggalar, Ketua TP PKK Kedunggalar, 18 kader perwakikan dari 9 posyandu di Desa Kedunggalar. Bertempat di kantor desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Pelaksanaan pada Senin 4 Mei 2026.

” Ketua TP PKK Kedunggalar Anis Joko Waluyo menyampaikan Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi Posyandu dari sekadar penimbangan menjadi pusat pelayanan dasar terpadu yang mencakup kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, katanya”.
Pihaknya menambahkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemampuan kader posyandu untuk memberikan pelayanan di bidang kesehatan untuk menekan angka stunting di Desa Kedunggalar.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan.Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendorong perubahan yang positif bagi kesejahteraan masyarakat . ( adv / din)

Baleg DPR RI UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Harus Diterbitkan Tahun Ini

Jakarta. Barometer99.com – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Habib Syarief Muhammad menyebut pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) sebagai momentum bersejarah bagi kemanusiaan, keadilan sosial, dan perkembangan hukum nasional di Indonesia.

Menurut DPR RI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diterima Efendi report Elshinta pengesahan UU PPRT merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pengakuan yuridis terhadap harkat, martabat, dan hak-hak pekerja rumah tangga yang selama ini belum mendapatkan perlindungan hukum secara memadai.

Legislator asal Dapil Jawa Barat I itu menegaskan bahwa UU PPRT bukan sekadar regulasi yang mengatur hubungan kerja antara pekerja rumah tangga dan pemberi kerja, melainkan juga implementasi nyata nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pengesahan UU PPRT adalah kemenangan bagi kemanusiaan dan peradaban hukum Indonesia. Setelah penantian panjang, negara akhirnya hadir memberikan pengakuan hukum terhadap para pekerja rumah tangga. Ini bukan hanya soal relasi kerja, tetapi tentang penghormatan terhadap martabat manusia,” ujar Habib Syarief Muhammad.

Ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa keberadaan UU PPRT harus dipahami sebagai instrumen perlindungan yang memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak, baik pekerja maupun pemberi kerja, sehingga dapat tercipta harmoni sosial yang berbasis pada penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Lebih lanjut, Habib Syarief Muhammad meminta pemerintah agar segera menyusun aturan turunan dari UU PPRT, baik dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen), maupun regulasi teknis lainnya, agar implementasi undang-undang tersebut dapat berjalan efektif.

“Tanpa aturan turunan, undang-undang ini akan sulit diimplementasikan secara optimal. Karena itu, kami meminta pemerintah menuntaskan seluruh regulasi pelaksana pada tahun ini, sehingga manfaat UU PPRT dapat segera dirasakan oleh para pekerja rumah tangga di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan, masih tersedia waktu sekitar tujuh bulan untuk menyusun regulasi pelaksana tersebut. DPR, khususnya Baleg, kata dia, akan terus mengawal proses penyusunan aturan turunan agar semangat perlindungan yang terkandung dalam UU PPRT dapat diwujudkan secara nyata.

Seperti diberitakan, Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) resmi disahkan menjadi Undang-Undang oleh DPR RI pada Rapat Paripurna tanggal 21 April 2026, bertepatan dengan Hari Kartini. Pengesahan ini mengakhiri penantian 22 tahun untuk memberikan kepastian hukum, perlindungan, serta jaminan sosial bagi PRT. (Efendi)

Wujudkan Swasembada Gula, APTRI Lumajang Siapkan Lahan Bongkar Ratun 250 Hektar

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Lumajang Jawa Timur Haji Didik Purwanto menyampaikan kepada Efendi dari reporter Elshinta dalam upaya mendukung suksesnya program pemerintah swasembada gula nasional, langkah yang telah dilakukan dalam program bongkar ratun tahun 2026 sedikitnya telah menyiapkan luasan lahan 250 hektar dan angka tersebut terus bertambah.

Kata Haji Didik upaya pemerintah untuk mewujudkan program itu telah memberikan bantuan berupa bibit sebanyak 60.000 mata tunas untuk luasan per satu hektar, selain itu juga ada bantuan biaya garap Rp 4.000.000,_ per satu hektar. Bantuan yang digulirkan pemerintah itu diharapkan dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam mempercepat terwujudnya swasembada gula.

Program strategis 2025-2026 ini bertujuan meningkatkan produktivitas gula nasional dan mencapai swasembada gula. Target tahun 2025 adalah seluas 100.000 hektar, dengan fokus utama di Jawa Timur, yang didukung bantuan bibit, pupuk subsidi, dan pendampingan.

“Kami dukung program ini karena untuk mewujudkan program bapak presiden Prabowo Subianto swasembada gula Insaallah dengan niat iklas kami semoga segera terwujud,” kata Haji Didik, Jum’at (08/05/2026).

Pihaknya tidak ingin program tersebut kandas karena adanya permainan yang tidak transparan, maka harus ada kepastian yang jelas cek lokasi, kepemilikan lahan dan benar-benar bibit yang dibantukan sesuai dengan program berupa bibit unggul.

“Saya ingin ada bentuk yang solid antara petani, APTRI dan pemerintah dalam hal ini yang membidangi masalah perkebunan. Bila ada kesamaan keinginan Insaallah progam yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani terwujud,” ucapnya.

Haji Didik juga menyampaikan bahwa program bongkar ratun yang di targetkan sebanyak 3.500 hektar di Lumajang APTRI lewat koperasi tidak akan mampu dalam pengadaan bibit.

“Kalau pembibitan APTRI tidak siap bila koperasi petani tebu di fasilitasi untuk menangkarkan bibit unggul sesuai keinginan tersebut dan kita akan pelopori sehingga kedepannya bibit yang diterima petani dapat memanen hasil yang baik,” pungkasnya. (Efendi)

Lapas Batam Gelar Tes Urine Petugas dan Warga Binaan, Seluruh Hasil Negatif Narkotika

Batam – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam melaksanakan kegiatan tes urine bagi petugas dan warga binaan pada Jumat (08/05/2026) sebagai bentuk komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut dilaksanakan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam dan melibatkan pejabat struktural, tim medis, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional Kota Batam.
Sebanyak 50 orang petugas dan 55 warga binaan mengikuti pemeriksaan urine yang dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor PAS-UM.01.01-150 tentang Instruksi Pelaksanaan Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba dan Penipuan, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap program aksi menteri berupa Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam, Yosafat Rizanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat pengawasan internal serta menjaga integritas lingkungan pemasyarakatan.

“Tes urine ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menciptakan Lapas Batam yang bersih dari penyalahgunaan narkotika. Tidak hanya warga binaan, seluruh petugas juga wajib menjadi contoh dalam menjaga integritas dan mendukung penuh program pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Yosafat Rizanto.

Beliau juga menambahkan bahwa sinergi bersama Badan Narkotika Nasional Kota Batam akan terus diperkuat guna memastikan lingkungan lapas tetap aman, bersih, dan kondusif.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya.(Gokkon)

Rutan Batam Teguhkan Komitmen Bersih Dari Handphone Ilegal, Narkoba dan Penipuan

Batam — Dalam upaya memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, pada Jumat (08/05/2026), Rutan Kelas IIA Batam melaksanakan kegiatan Apel dan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan untuk memberantas peredaran handphone ilegal, narkoba, serta praktik penipuan di dalam lapas dan rutan demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih.

Kegiatan apel dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Batam dan diikuti seluruh pegawai Rutan Kelas IIA Batam. Turut hadir dari Kodim 0316/Batam, Polsek Sagulung, BNN Kota Batam, BNNP Kepulauan Riau, Mahasiswa Universitas Internasional Batam, Pemuda Pancasila, serta awak media.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antarinstansi dalam mendukung program pemberantasan peredaran narkoba, handphone ilegal, serta praktik penipuan di lingkungan pemasyarakatan.

Usai pelaksanaan apel dan ikrar bersama, kegiatan dilanjutkan dengan razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum yang terdiri dari Kodim 0316/Batam, Polsek Sagulung, dan BNN Kota Batam. Razia dilakukan dengan penggeledahan kamar hunian warga binaan untuk memastikan tidak terdapat barang-barang larangan dan berbahaya seperti handphone ilegal, narkoba, maupun instalasi listrik liar.

Sebanyak delapan kamar hunian dilakukan penggeledahan. Setiap warga binaan terlebih dahulu menjalani penggeledahan badan sebelum dilakukan pemeriksaan barang-barang di dalam kamar hunian.

Dari hasil razia gabungan tersebut, petugas berhasil memastikan bahwa Rutan Kelas IIA Batam dalam kondisi aman dengan hasil nihil handphone ilegal, narkoba, dan instalasi listrik liar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine terhadap 100 orang pegawai dan 100 orang warga binaan Rutan Kelas IIA Batam yang dilaksanakan di Klinik Rutan Kelas IIA Batam.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes urine dinyatakan NEGATIF (-).

Hasil tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, bersih, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Sebagai bentuk penguatan edukasi dan pencegahan, kegiatan ditutup dengan penyuluhan bahaya narkotika yang disampaikan oleh penyuluh dari BNNP Kepulauan Riau di Ruang Serba Guna Rutan Kelas IIA Batam. Penyuluhan tersebut diikuti oleh 20 orang pegawai dan 20 orang warga binaan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Rutan Kelas IIA Batam menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, meningkatkan pengawasan, serta memperkuat sinergi dengan seluruh aparat penegak hukum dan stakeholder dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan.(Gokkon)

Bupati Sidoarjo Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan untuk Keluarga Pekerja dan Kades Buncitan

Sidoarjo | Gempurnews – Bupati Sidoarjo Subandi menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga korban kecelakaan di jalan Lingkar Timur, dan kepada kelurga almarhum Kades Buncitan, Jumat 8 Mei 2026.

Bantuan untuk keluarga almarhum Jumali, seorang pekerja di Save N Lock Estate Management, yang meninggal dunia akibat kecelakaan diserahkan langsung ke keluarga di di Perum Taman Candi Loka Candi Sidoarjo.

Bupati bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo menyerahkan santunan kepada Sri Utami, istri almarhum Jumali.

Santunan itu senilai Rp 314.599.858. Terdiri dari santunan kecelakaan kerja Rp249.193.968, santunan berkala sebesar Rp12.000.000, biaya pemakaman Rp10.000.000, dan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp43.405.890.

Bupati berharap santunan yang diberkan ini dapat meringankan. Setidaknya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, serta biaya sekolah putra-putrinya yang ditinggalkan.
“Namanya musibah kita tidak ada yang tahu, namun dengan kejadian kecelakaan ini tentunya akan membuat kita lebih mawas diri dan hati-hati. Pemerintah juga akan melakukan koreksi serta perbaikan,” kata Subandi.

Pada hari yang sama, Bupati juga menyerahkan santunan untuk keluarga almarhum Kades Buncitan. Bantuan yang diberikan berupa santunan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 47.341.987 yang terdiri dari Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun.

Penyerahan dilakukan dirumah duka almarhum Mujiyono di Swan Regency Graha Sedati Mas. Selain itu, seluarga almarhum Mujiyono nantinya juga akan menerima Jaminan Pensiun berkala dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 411.400 setiap bulan.

Bupati Subandi berharap santunan tersebut dapat meringankan beban keluarga almarhum. Santunan seperti ini merupakan bentuk support atau dukungan pemerintah kepada masyarakat. Ia juga meminta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran dalam menghadapi cobaan seperti ini.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa bertakziah kekediaman keluarga almarhum Kades Mujiyono, semoga almarhum diterima di sisi Allah,” kata Subandi usai berkunjung ke kediaman almarhum Kades Buncitan.

Menurut Subandi, seluruh perangkat desa di Kabupaten Sidoarjo telah terlindungi jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Mulai dari kepala desa sampai ketua RT telah masuk kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab Sidoarjo telah menanggung seluruh iuran kepersertaannya. (Kom/Yl)

Pelantikan Pejabat Administator, Pengawas, Fungsional dan Kepala UPTD PUSKESMAS

Cimahi,Jum’at(08/05/2026)Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melaksanakan pengangkatan dan pelantikan Pejabat Administrator, Pengawas, Fungsional, dan Kepala UPTD Puskesmas, bertempat di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, beserta Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, unsur Forkopimda dan unsur-unsur lainnya.
Wali Kota dalam sambutannya mengatakan, terdapat 2 Pejabat Administrator, 4 Pejabat Pengawas, 1 Pejabat Fungsional, dan 3 kepala UPTD Puskesmas yang diangkat, dilantik diambil sumpah janji jabatannya. Proses pengisian jabatan-jabatan tersebut telah melalui tahapan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan ketentuan.
“Kita sebagai ASN memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan publik. Oleh karena itu saya menitipkan pesan, Bapak/Ibu harus mengedepankan nilai-nilai integritas, profesionalisme, inovasi, dan koordinasi,” ujarnya.
Ngatiyana berharap, birokrasi di lingkungan Pemkot Cimahi tidak hanya sibuk pada rutinitas administratif semata. Dirinya menekankan bahwa di tengah kondisi fiskal yang tidak mudah, seluruh aparatur pemerintah dituntut untuk mampu bekerja lebih adaptif, kreatif, dan berorientasi pada solusi.

“Kondisi ini jangan kita jadikan sebagai alasan untuk menurunkan kinerja. Justru di tengah keterbatasan, kita dituntut untuk menunjukkan kemampuan terbaik sebagai aparatur pemerintah yang profesional, adaptif, dan solutif,” ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan inovasi, Wali Kota optimis seluruh ASN di lingkungan Pemkot Cimahi mampu menghadapi tantangan fiskal tanpa mengurangi komitmen dalam melayani masyarakat. Berkaitan dengan hal itu, dirinya meminta para pejabat yang baru dilantik untuk hadir membantu di tengah masyarakat.
“Jadikan jabatan ini sebagai sarana untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Apalagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil memiliki peran yang sangat strategis, masyarakat saat ini menginginkan pelayanan yang sederhana, tidak berbelit-belit, transparan, dan responsif,” ujarnya.
Selain itu, Ngatiyana juga meminta para pejabat untuk melaksanakan setiap tugas dengan penuh pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sehingga setiap kebijakan dan langkah yang diambil memiliki dasar hukum yang kuat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada kesempatan ini, Wali Kota mengangkat dan melantik Pejabat Administrator pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yaitu Lilik Dwi Yulianto, S.STP., M.IP sebagai Sekretaris, dan Tendy Rustandi, S.E. M.M. sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Kota Cimahi. Pada dinas yang sama, turut diangkat dan dilantik Pejabat Fungsional atas nama Hani Purwanti Hanifah, S.T., M.T., selaku Pranata Komputer Ahli Pertama.
Sementara itu, tiga orang Pejabat Pengawas Eselon IV.a yang diangkat dan dilantik antara lain Erry Indriani, S.K.M. menjabat Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat pada Kecamatan Cimahi Tengah, Viana Mardina, S.IP., M.Ak. menjabat Kepala Seksi Pelayanan Umum pada Kecamatan Cimahi Utara, dan Enri Rosnadiyanti, S.K.M. menjabat Kepala Seksi Ekonomi, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial pada Kelurahan Cigugur Tengah. Adapun Pejabat Pengawas Eselon IV.b yang diangkat dan dilantik yakni atas nama Firmansyah, S.Sos., menjabat Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Tiga orang pejabat fungsional yang mendapatkan tugas tambahan sebagai Kepala UPTD Puskesmas antara lain drg. Irmawati Puspita Dewi penempatan di Puskesmas Padasuka, drg. Suerlina Meryani Sitompul penempatan di Puskesmas Leuwigajah, dan dr. Fransisca Meita Meliana penempatan di Puskesmas Leuwigajah.

Revitalisasi 9 (sembilan) Rumah Dinas Aspol Polsek Wates, Kapolres Kediri Tekankan Perawatan Aset Negara

Kediri— Deretan rumah dinas di lingkungan Aspol Polsek Wates Polres Kediri yang sebelumnya mengalami kerusakan kini tampak lebih layak huni usai menjalani revitalisasi selama satu bulan terakhir.

Perbaikan dilakukan pada 9 (sembilan) unit rumah dengan menyasar sejumlah bagian vital bangunan, mulai dari atap bocor, plafon rusak, instalasi listrik, kusen pintu, hingga jaringan air dan toilet.

Do’a bersama & pemotongan tumpeng, sekaligus penyerahan simbolis revitalisasi rumah dinas tersebut digelar di Aspol Polsek Wates pada Jum’at (8/5/2026), yang dihadiri Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres Kediri, para Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, dan Kapolsek Wates beserta jajaran Polsek Wates.

Perbaikan dilakukan agar rumah dinas dapat kembali digunakan secara nyaman oleh personel. Selain pengecatan ulang, pembenahan juga difokuskan pada bagian bangunan yang dinilai sudah tidak layak dan berpotensi mengganggu keselamatan penghuni.

Kapolres Kediri menegaskan bahwa rumah dinas merupakan aset negara yang harus dijaga dan dirawat bersama. Menurut Beliau, kerusakan kecil tidak boleh dibiarkan terlalu lama hingga berdampak lebih besar pada kondisi bangunan.

“Kalau ada bagian yang mulai rusak atau kurang layak, segera diperbaiki. Jangan menunggu sampai hancur. Rumah dinas ini aset negara sekaligus fasilitas untuk mendukung pelaksanaan tugas anggota,” ujar AKBP Bramastyo.

Beliau juga berharap rumah yang telah direvitalisasi dapat dimanfaatkan dengan baik oleh personel Polsek Wates beserta keluarga, sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih nyaman dan tertata.

Sebanyak 9 (sembilan) rumah dinas yang selesai diperbaiki siap ditempati, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo menyerahkan kunci kepada Kapolsek, Wakapolsek, Kasium, Kanit Intel, Kanit Reskrim, Kanit Binmas, Kanit Samapta, Kanit Provos, dan Bhabinkamtibmas Desa Tawang Polsek Wates.

“Semoga membawa manfaat jangka panjang, baik bagi personel maupun keberlangsungan pemeliharaan fasilitas dinas di lingkungan Polres Kediri,” pungkas AKBP Bramastyo.

Silaturahmi ke Ponpes Bersejarah, Kapolres Kediri Tekankan Harmoni dan Persatuan

Kediri— Silaturahmi Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., ke Pondok Pesantren Salafiyah Kapurejo, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, menjadi pertemuan hangat antara aparat kepolisian dan lingkungan pesantren yang memiliki sejarah panjang di Jawa Timur, Kamis (7/5/2026).

Ponpes Salafiyah Kapurejo dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di Jawa Timur. Pesantren ini disebut memiliki kaitan sejarah sejak abad ke-11 dan pernah menjadi tempat singgah KH Hasyim Asy’ari saat melakukan perjalanan dakwah dan keilmuan.

Kedatangan rombongan Polres Kediri disambut pengasuh Pondok KH Achmad Nadmuddin serta keluarga besar Ponpes dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan diisi dengan diskusi ringan mengenai pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, hingga pentingnya menjaga persatuan dan ketenteraman masyarakat.

AKBP Bramastyo menilai pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga nilai kebangsaan di tengah perkembangan sosial yang terus berubah.

“Ponpes Salafiyah Kapurejo memiliki nilai sejarah dan pengaruh besar dalam pendidikan keagamaan. Peran ulama dan pesantren penting dalam menjaga persatuan, membangun karakter generasi muda, serta merawat suasana yang damai di tengah masyarakat,” ujar AKBP Bramastyo.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan tokoh agama agar stabilitas sosial tetap terjaga.

“Komunikasi dan silaturahmi antara aparat dengan tokoh agama perlu terus dijaga, terutama menghadapi tantangan sosial dan derasnya arus informasi di masyarakat,” imbuh AKBP Bramastyo.

Pihak Ponpes menyambut baik silaturahmi tersebut sebagai bentuk kedekatan dan kepedulian aparat terhadap lingkungan pesantren serta pendidikan keagamaan di Kabupaten Kediri.

Tampil Praktis dan Irit, Honda Supra X 125 Cocok Temani Aktivitas Anak Muda di Kepri

Kepulauan Riau – Tren kendaraan harian yang praktis, nyaman, dan tetap efisien masih menjadi pilihan banyak anak muda maupun masyarakat aktif di Kepulauan Riau. Menjawab kebutuhan tersebut, Honda menghadirkan program menarik untuk Honda Supra X 125 dengan berbagai kemudahan pembelian di wilayah Batam, Bintan, dan Tanjung Balai Karimun.

Honda Supra X 125 hadir sebagai motor yang dikenal tangguh dan irit untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Desainnya yang ramping dan nyaman dikendarai membuat motor ini cocok digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, kuliah, hingga kebutuhan mobilitas harian lainnya.

Selain dikenal hemat bahan bakar, Honda Supra X 125 juga dilengkapi berbagai fitur yang mendukung kenyamanan pengendara. Mulai dari bagasi praktis untuk membawa barang bawaan, gantungan barang multifungsi, hingga Sistem Kunci Pengaman Magnetik yang memberikan rasa aman saat digunakan beraktivitas.

Motor ini juga dibekali mesin 125cc SOHC berteknologi PGM-FI yang responsif namun tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar. Karakter mesin yang nyaman digunakan untuk perjalanan jarak dekat maupun jauh membuat Honda Supra X 125 masih menjadi pilihan masyarakat yang mengutamakan efisiensi dan kepraktisan.

Duri Yanto selaku Sales Manager wilayah Kepulauan Riau menyampaikan bahwa Honda Supra X 125 tetap relevan digunakan oleh berbagai kalangan karena memiliki karakter yang sederhana namun fungsional.

“Honda Supra X 125 cocok digunakan untuk masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan membutuhkan kendaraan yang nyaman, irit, serta mudah digunakan sehari-hari. Karakter motor ini juga sesuai untuk anak muda yang aktif dan membutuhkan kendaraan praktis untuk menunjang aktivitasnya,” ujarnya.

Untuk memberikan kemudahan kepemilikan, Honda menghadirkan program menarik di beberapa wilayah Kepulauan Riau. Di Batam, konsumen dapat menikmati program hemat hingga Rp1,6 juta. Sementara di wilayah Tanjung Balai Karimun tersedia program hemat hingga Rp3,7 juta. Adapun untuk wilayah Bintan, Honda menawarkan angsuran ringan mulai Rp27 ribu per hari.

Melalui program ini, Honda berharap dapat memberikan pilihan kendaraan harian yang nyaman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Kepulauan Riau.(Gokkon)