Home Blog Page 214

Komisi Percepatan Reformasi Polri Gelar Audiensi dengan Gerakan Nurani Bangsa, Sinergi Menuju Pembaruan Polri

0

Jakarta, 13 November 2025 – Sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang menghadiri audiensi Komisi Percepatan Reformasi Polri dengan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang digelar di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Komisi Percepatan Reformasi Polri untuk menjaring aspirasi masyarakat dan pemuka bangsa dalam memperkuat lembaga Polri agar semakin profesional, transparan, dan berintegritas.

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ajang penting untuk menampung pandangan dan masukan dari Gerakan Nurani Bangsa, yang sebelumnya telah menjadi pihak pertama menyuarakan gagasan reformasi menyeluruh kepada Presiden.

“Pertemuan ini memberikan banyak masukan berharga, tidak hanya yang bersifat teknis, tapi juga filosofis dalam rangka memperbaiki sistem kepolisian,” ujar Jimly. Ia menegaskan bahwa salah satu fokus utama adalah menjaga Polri dari intervensi politik dan kepentingan bisnis agar dapat membangun kembali kepercayaan publik.

Sementara itu, pimpinan GNB Dr. (H.C) Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid menekankan pentingnya kehadiran Polri sebagai pelindung rakyat dan penjaga kedaulatan bangsa. “Kepolisian dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan siklis negara, bukan untuk melukai rakyat. Hal ini hanya bisa terwujud melalui penyelenggaraan negara yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Dari sisi hukum, Prof. Dr. Otto Hasibuan menyebut pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai langkah bersejarah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia menilai keputusan Presiden sebagai “keputusan emas” yang membuka peluang besar bagi pembenahan institusi kepolisian. “Kami membuka diri untuk semua pihak memberikan kontribusi positif. Reformasi ini tidak hanya tentang masalah, tapi juga tentang solusi,” ujarnya.
Otto menambahkan bahwa salah satu fokus utama komisi adalah mencari akar penyebab mengapa kepercayaan publik terhadap Polri belum sepenuhnya pulih, sekaligus mencari jalan untuk memperbaikinya secara sistemik.

Menutup sesi, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan semangat kolaboratif antara Komisi Reformasi dan Gerakan Nurani Bangsa. Ia menegaskan bahwa Polri terus membuka diri terhadap kritik dan saran demi memperbaiki kinerja serta memperkuat kepercayaan publik.
“Masukan masyarakat sangat penting agar Polri menjadi lembaga yang benar-benar melindungi, melayani, dan mencintai rakyat,” kata Kapolri. Ia menambahkan bahwa Polri siap melaksanakan setiap rekomendasi dari komisi sebagai bagian dari upaya mewujudkan reformasi menyeluruh dan berkelanjutan di tubuh institusi kepolisian.

Pertemuan antara Komisi Percepatan Reformasi Polri dan Gerakan Nurani Bangsa ini menandai babak baru kolaborasi antara masyarakat sipil dan institusi negara. Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif, diharapkan reformasi Polri dapat berjalan efektif, memperkuat profesionalisme aparat, serta memperkokoh kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tersebut.

Donor Darah Dalam Rangka HGN Dan HUT Ke – 80 PGRI Kabupaten Pemalang

0

Gempurnews | Pemalang – Dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT 80 PGRI Kabupaten Pemalang gelar kegiatan Donor darah dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di gedung PGRI Pemalang. Kamis (12/11/25).

Ketua panitia pelaksana donor darah Kusdiyat mengungkapkan kegiatan donor darah ini untuk kepedulian sosial khususnya anggota PGRI yang ada di Kabupaten Pemalang.

Kusdiyat menambahkan tujuan adanya kegiatan ini adalah mengapresiasi HGN dan HUT PGRI dan meningkatkan silahturahmi sesama anggota PGRI serta sumbangsih untuk masyarakat pada umumnya yang membutuhkan pertolongan dalam bentuk darah.

Itu adalah esensi dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan PGRI dan terdapat lebih dari 130 peserta yang terdaftar sesuai dengan masing masing perwakilan cabang PGRI dan pengurus serta satuan pendidikan di bawah naungan YPLP PGRI. “Ungkapnya.

Mudah mudahan dengan dilakukannya donor darah ini dari sisi sosial bisa membantu mencukupi stok kebutuhan darah di PMI Kabupaten Pemalang, selain peserta yang merupakan anggota PGRI, kegiatan tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum. “Tambahnya.

Yenu kurniawan dari masyarakat umum mengaku sangat antusias dengan adanya kegiatan donor darah, Dia tertarik untuk mendaftar menjadi pendonor untuk pertama kalinya, selain itu dia juga dapat mengetahui kondisi kesehatannya seperti tekanan darah. “Ucapnya.

Ia berharap kegiatan donor darah ini dapat menjadi budaya kepedulian sosial berkelanjutan di kalangan satuan pendidikan dibawah naungan YPLP PGRI, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan berkontribusi bagi sesama melalui aksi nyata. “Ujarnya.

(yn26)

Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, Hadir Pada Pelantikan Ketua PWI dan Ingatkan Organisasi Media Pers Tetap Independen

0

BARITO UTARA- Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri, SE. SH. MH. Hadir memenuhi undangan pelaksanaan kegiatan pelantikan ketua dan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Barito Utara, priode 2025- 2028 yang telah dilangsungkan bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup, Kamis (13/11/2025).

Hadir pada kegiatan pelantikan tersebut Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri SE. SH. MH. Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST. MT, Ketua PWI Provinsi Kalimantan Tengah, M. Zainal, Kapolres Barito Utara AKBP. Singgih Pebiyanto, SH. SIK, Dandim 1013 Muara Teweh diwakili Pasi Intel Dim Kapten Edi Sugiarto, Tokoh Agama, Tokoh masyakat dan segenap anggota PWI Barito Utara.

Dalam kegiatan pelantikan itu, Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri, SE SH. MH Mengatakan sudah tidak ada lagi kubu ketua, semua insan media itu bersatu bersama membangun Barito Utara.

“Mari bersinergi pertama- tama untuk membangun Kabupaten Barito Utara, kita tau bahwa tugas insan pers itu sudah jelas diatur oleh undang- undang, artinya berita yang baik atau berita yang tidak baik itu perlu disampaikan dan tidak di tutup- tutupi, yang penting artinya pemerintah daerah tidak anti kritik akan tetapi kritiknya ke arah yang bersipat membangun,” kata Tajeri.

Kemudian insan pers ini ada juga yang dsebut Media Online, seperti Organisasi Ikatan Wartawan Online. (IWO) Oleh karena itu disarankan kita bersatulah tidak ada kubu- kubuan dengan adanya, pimpinan yang baru itu bisa berikan pemahaman,” harapan Ketua Komisi III DPRD Barito Utara.

Dari pihak kita DPRD bersama- sama siap akan memberikan informasi yang buruk maupun yang baik. Yang baik tetap kita teruskan dan yang buruk, harus kita perbaiki jangan sampai kita mengkritik nanti ada salah paham,” jelas Tajeri.

Agar roda Pemerintahan tetap berjalan, maka jangan banyak bicara yang penting kerja, kerja dan kerja salah satu contoh dan selalu mengingatkan, media dalam melaksanakan tugas jurnalistick tetap independen dan selalu terdepan, tugas insan pers memberitakan yang baik dan terbaik,” ungkapnya.

H. Tajeri, mewakili pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Ketua serta seluruh pengurus PWI Kabupaten Barito Utara masa bakti 2025- 2028. Semoga PWI menjadi organisasi yang hebat, maju tetap Independen. (SS)

Napak Tilas dan Bakti Sosial Warnai Peringatan HUT ke-80 Korps Brimob Polri di Polres Kediri

0

KEDIRI– Dalam semangat memperingati HUT ke-80 Korps Brimob Polri, jajaran Polres Kediri Polda Jawa Timur menggelar kegiatan napak tilas dan bakti sosial di wilayah Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Rabu (12/11/2025) pagi.

Kegiatan dimulai dengan apel bersama di halaman Ponpes Kanzul Ulum, Desa Karangtengah, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si.

Turut hadir Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., pejabat utama (PJU) Polres Kediri, Kapolsek jajaran, serta 71 personel Polres Kediri eks Brimob Nusantara.

Usai apel, peserta melaksanakan long march menelusuri rute gerilya Brimob dengan titik akhir di Balai Desa Karangtengah. Sepanjang perjalanan, semangat kekompakan dan kebersamaan tampak begitu kuat, menggambarkan jiwa pengabdian yang menjadi ciri khas Korps Brimob Polri.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kediri menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Selain sebagai wujud kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

Kapolres Kediri menyampaikan bahwa peringatan HUT Brimob bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk meneladani semangat juang dan pengabdian yang diwariskan para pendahulu.

“Semangat dan loyalitas Brimob dalam mengabdi untuk bangsa adalah nilai yang harus terus kita hidupkan, bukan hanya dalam peringatan seperti ini, tapi juga dalam setiap tugas melayani dan melindungi masyarakat,” ujar Beliau.

Kegiatan napak tilas dan bakti sosial ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus menjaga disiplin, kebersamaan, serta semangat melayani dengan hati.

Desa Tegalharjo Gelar Musrenbangdes 2025, Bahas RKPDes Tahun 2026 dan Daftar Usulan RKPDes Tahun 2027

0

Banyuwangi | Gempurnews.com – Pemerintah Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2025, Bertempat di Balai Desa Tegalharjo kegiatan ini mengusung tema “Menguatkan Produktivitas Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Ekonomi Tinggi yang Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat.” Kamis (13/11/2025).

Kegiatan Musrenbangdes sendiri merupan bagian penting dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2026 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DU-RKPDes) tahun 2027.

Musrenbangdes merupakan forum strategis yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah aspirasi masyarakat dalam rangka menentukan arah pembangunan desa. kegiatan ini dihadiri oleh Pelaksana tugas (Plt) Camat Glenmore Yulianto, M.Si, Kepala Desa Tegalharjo Andrik Tri Waluyo beserta jajarannya, jajaran BPD, LPMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, Tim Penggerak PKK, Pendamping Desa, RT dan RW, serta perwakilan masyarakat dari lima bidang.

Dalam sambutannya Andri menyampaikan permohonan maaf, pasalnya kegiatan rutin yang menjadi wadah aspirasi masyarakat ini tidak sepenuhnya bisa diwujudkan mengingat keterbatasan pemerintah desa dalam kewenangannya mengelola anggaran yang telah diatur oleh pemerintah pusat. Meski begitu pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak berkecil hati dan tetap optimis, mengingat pembangunan desa dimasanya tidak hanya bertumpu pada anggaran Desa.

“Melalui Musrenbangdes ini, kami ingin memastikan bahwa program pembangunan yang akan dijalankan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat. Meski kita ketahui keterbatasan pemerintah desa dalam kewenangannya mengelola anggaran itu dibatasi oleh aturan pemerintah pusat, namun saya ingin mengajak semua masyarakat untuk tidak berkecil hati dan selalu optimis mengingat pembangunan tidak harus bertumpu dianggaran Desa,” Tandanya.

Masih Andri, “Banyak upaya banyak trobosan yang selama ini saya tempuh untuk mewujudkan pembangunan desa sesuai harapan masyarakat, dari puya pendekatan pada legislatif hingga eksekutif, Alhamdulillah pembangunan didesa Tegalharjo bisa terlaksana dengan maksimal, Fokus kami tahun ini adalah memperkuat sumber daya manusia agar mampu menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompetitif,” ujar Andrik.

Ia juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam keberhasilan pembangunan desa.

”Kami mengajak semua pihak, mulai dari RT, RW, lembaga desa hingga tokoh masyarakat, untuk terus bersinergi mewujudkan Desa Tegalharjo yang maju dan sejahtera,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan kepala Desa Tegalharjo, Yulinto sebagai Plt Camat Glenmore dalam sambutannya membenarkan penyesalan pemerintah desa berkaitan kewenangan anggaran Desa.

“Yah seperti yang disampaikan mas Kades, kita memaklumi ya berkaitan anggaran yang sejauh ini arah kebijakannya masih dipegang pemerintah pusat. Mengingat masa kepemimpinan itu diatur mas jabatan dan setiap pergantian pemimpin akan memiliki program prioritas yang yang sedikit lebih berbeda namun memiliki arah tujuan yang hampir sama”, Terangnya.

Dalam kesempatan itu Yulianto mengajak masyarakat untuk terus menjaga sinergi, “Saya berharap dari pemerintahan terbawah RT/RW sampai ke desa bisa terus menjada sinergi, terus melakukan musyawarah menjalankan bottom up pendekatan yang dimulai dari tingkat paling bawah untuk membangun ke arah sistem yang lebih besar, seperti yang kita lakukan dalam kegiatan Musrenbangdes hari ini.” Paparnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok yang terbagi ke dalam beberapa bidang, yaitu pendidikan, sarana dan prasarana, pelayanan publik, pertanian, serta kesehatan. Setiap kelompok diminta untuk merumuskan dan menyampaikan daftar usulan prioritas pembangunan desa untuk tahun 2027.

Dengan adanya Musrenbangdes diharapkan tercipta perencanaan pembangunan yang partisipatif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta dapat menguatkan sinergi antara pemerintah desa, lembaga, dan masyarakat demi kemajuan Desa Tegalharjo yang selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan nasional. (*/Sgt)

Wakapolri Berikan Santunan dan Bakti Sosial Kepada Warga Sekitar SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor

0

-Bandung 13 November 2025-Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan wujud nyata nilai Humanisme Polri, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar kegiatan bakti sosial dan doa lintas agama di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis (13/11/2025)

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, dan menjadi momentum penuh makna sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang sedang berjalan.

Sebagai bentuk nyata kepedulian, Polri bersama Yayasan Kemala Bhayangkari menyalurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat sekitar, serta memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu dari wilayah Kampung Tapus dan sekitarnya.

Suasana haru dan kebersamaan begitu terasa ketika masyarakat berkumpul dalam kegiatan doa lintas agama. Para tokoh dari berbagai keyakinan hadir, memanjatkan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan pembangunan SMA KTB. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, solidaritas, dan toleransi antarumat beragama.

Dalam sambutannya, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian Polri kepada masyarakat serta bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
“Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” ujar Wakapolri.

Beliau juga menegaskan bahwa bakti sosial ini merupakan implementasi dari semangat Humanisme Polisi, yang menempatkan empati, kepedulian, dan pelayanan sosial sebagai bagian dari tugas pengabdian kepada bangsa.

Wakapolri berharap kegiatan sosial ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menginspirasi semua pihak untuk terus menebar kebaikan.
“Bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata rasa syukur dan kepedulian kami terhadap masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan memperkuat tali persaudaraan,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan bantuan sembako dan santunan yang diberikan. Para tokoh masyarakat pun mengapresiasi langkah Polri yang selalu hadir membawa nilai kemanusiaan di setiap kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045, dengan menempatkan nilai kemanusiaan, pendidikan, dan kebersamaan sebagai pondasi utama.

Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik 76,2 Persen, Kadivhumas: Polri Tidak Anti Kritik dan Terus Berbenah

0

Jakarta – Kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengalami peningkatan signifikan berdasarkan survei Litbang Kompas edisi Oktober 2025. Survei yang melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi itu menunjukkan bahwa 76,2 persen masyarakat menyatakan percaya dan sangat percaya kepada Polri, dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja mencapai 65,1 persen. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya sempat menurun pascakerusuhan besar pada akhir Agustus lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kadivhumas Polri menyampaikan apresiasi atas dukungan publik. “Alhamdulillah atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada Polri tentang putusan untuk hasil survei Litbang Kompas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Polri masih menunggu laporan resmi dari Litbang Kompas. “Kami juga sampai saat ini masih menunggu bukti konkretnya dari Litbang Kompas, karena kami baru mendengar dari media sosial maupun media-media yang lainnya. Nanti kami akan melapor kepada Bapak Kapolri hasil survei tersebut,” tambahnya.

Survei Litbang Kompas juga mencatat adanya peningkatan kualitas pelayanan Polri dalam dua bulan terakhir. Publik menilai pelayanan semakin baik, lebih ramah, dan tidak membeda-bedakan latar belakang ekonomi maupun agama. Kerahasiaan data pribadi dinilai lebih terjaga, proses administrasi semakin mudah, laporan ditangani lebih cepat, dan masyarakat merasa lebih aman saat berurusan dengan polisi. Transparansi dalam penanganan kasus pun dinilai membaik, meskipun kemudahan memantau progres laporan dan respons cepat terhadap aduan masih perlu ditingkatkan.

Kadivhumas menegaskan komitmen Polri untuk terus berbenah dan terbuka terhadap kritik publik. “Polri merupakan institusi yang tidak anti kritik. Polri selalu mendengar apa yang menjadi aspirasi ataupun masukan dari masyarakat,” kata dia. Ia menambahkan bahwa berbagai upaya perbaikan tengah dilakukan bersama tim percepatan reformasi. “Saat ini Polri lagi berbenah untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Seperti yang disampaikan oleh pimpinan maupun tim Percepatan Reformasi Polri, bahwa Polri sangat aktif untuk bisa mendengarkan masukan dari masyarakat,” ujarnya.

Menurut hasil analisis Litbang Kompas, penguatan pengawasan internal serta pembenahan mekanisme pelayanan menjadi faktor penting meningkatnya kepercayaan publik. Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri serta Komisi Percepatan Reformasi Polri dinilai sebagai sinyal kuat bahwa perubahan dilakukan secara terstruktur. Dengan tingkat kepercayaan publik yang kini berada di angka 76 persen, Polri dinilai memiliki momentum penting untuk memperkuat reformasi agar semakin profesional, terbuka, dan dipercaya masyarakat.

Kondisi Memanas, Pernyataan Kontroversi Salah Satu Anggota DPRD Banyuwangi Mendapat Respon Keras Seluruh Kades Di Banyuwangi

0

Gempurnews.com | Banyuwangi – Diduga sedang mencari sensasi, Pernyataan kontroversial salah satu anggota DPRD Banyuwangi berbuntut panjang. Ratusan kepala desa (kades) beserta perangkat desa dari seluruh penjuru Banyuwangi bersiap untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan gedung DPRD, yang rencananya akan digelar minggu depan.

Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas tuduhan yang dilontarkan Suwito, salah satu Anggota DPRD Banyuwangi, yang juga merupakan ketua Fraksi Partai Gerindra, ia menyebut 80% kades di Banyuwangi melakukan pemotongan dana bantuan sosial (bansos).

Pernyataan Suwito tersebut viral melalui unggahan video di akun Instagram @timesbanyuwangi. Dalam video tersebut Suwito menyinggung adanya praktek penyetoran sebagian dana Bansos yang diterima warga kepada pihak desa.

“Orang-orang tadi yang sudah mengambil uang kan disuruh bawa 600 ribu ke desa itu, wajib setor, kalau nggak disetor besok tidak akan dapat bantuan jadi orang yang sudah ambil tadi mungkin mau beli telur mungkin beli vitamin beli apa kan bingung Jadi orang itu nangis ke rumahlah,” ujar Suwito.

Dalam video tersebut. Ia juga menambahkan bahwa dirinya bersama Camat dan Dinas Sosial Singonjuruh mengetahui adanya praktik pengambilan BPNT dan PKH yang mengharuskan penerima menyisakan sebagian dana di ATM.

Andrik Tri Waluyo, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Banyuwangi, dengan nada berapi-api mengecam pernyataan Suwito. Andri menyayangkan tuduhan yang dianggap prematur dan berpotensi merusak citra pelayanan desa, baginya pernyataan tersebut tidak hanya mencoreng nama baik seluruh kades, tetapi juga meresahkan masyarakat.

“Kami, seluruh kepala desa se-Kabupaten Banyuwangi, tidak terima dengan pernyataan oknum anggota DPRD Suwito itu. Dia menyampaikan 80% kades Banyuwangi telah melakukan pemotongan bansos. Perlu diingat, di Banyuwangi ini memang hanya 80% yang merupakan desa, sisanya kelurahan. Atas pernyataan yang tidak berdasar itu, kami kades se-Banyuwangi akan melakukan aksi demonstrasi ke DPRD Banyuwangi,” tegas Andri saat ditemui awak media, Kamis (13/11/2025).

Aksi demonstrasi ini diperkirakan akan menjadi yang terbesar yang pernah terjadi di Banyuwangi. Para kades menuntut Suwito untuk segera memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya yang dianggap telah mencemarkan nama baik mereka.

Meski begitu, kesalahan satu anggota tersebut, tidak serta merta mengurangi rasa hormat Andri pada lembaga Legislatif. Bahkan dirinya masih terus melakukan komunikasi dengan bebrapa Anggota dewan lainnya.

“Saya sebut ini oknum, sama halnya yang seharusnya ia sampaikan, bilamana ada satu dua temuan yang berkaitan dengan desa, kan bisa langsung mengkonfirmasi, meng-audensi satu dua pihak tanpa harus menyatakan pernyataan yang seakan semua kepala desa melakukan hal yang sama, dan itupun harus dibuktikan,” Terang Andri dengan penuh geram.

Lanjutnya, “Dan perlu diingat, jauh sebelum saya menjadi kepala desa, saya sudah mengenal satu persatu anggota dewan dan sebagian besar dari mereka berhubungan baik dengan saya, ini tadi saja banyak teman-teman dewan yang menghubungi saya termasuk Ketua Dewan dan Ketua Komisi 4 yang menaungi Suwito,” terangnya.

Andre juga menyampaikan, semua Anggota Dewan yang menghubunginya mencoba untuk memediasi dan mencoba untuk meredam polemik yang terjadi. Namun Andre tegas pada pendiriannya bersama anggotanya, Kepala Desa se-kabupaten Banyuwangi pihaknya berkomitmen untuk tidak berhenti berjuang sampai yang bersangkutan mau menarik pernyataannya dan meminta maaf kepada seluruh Kepala Desa beserta jajaran Pemerintah Desa se-kabupaten Banyuwangi.

“Ini soal harga diri, tidak ada kata mundur bagi kami, meski saya mengenal baik beberpa anggota dewan, saya menghargai mereka dan saya berharap mereka bisa menghargai saya, sekali lagi saya nyatakan, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada lembaga legislatif yang menaunginya, namun ini berkaitan dengan invidu atau oknum yang mencoba menghancurkan citra kami dan saya rasa tindakan ini juga mencoreng nama baik lembaga DPRD Banyuwangi.” Tandasnya. (*/)

Polres Madiun Bangun SPPG di Desa Sogo Balerejo

0

MADIUN – Polres Madiun Polda Jawa Timur (Jatim) melaksanakan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Rabu (12/11/2025).

Pembangunan fasilitas ini berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Madiun sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi anak usia sekolah.

Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan, pembangunan SPPG ini merupakan yang ketiga di wilayah Kabupaten Madiun.

“Hari ini kita melaksanakan ground breaking untuk SPPG Polres Madiun yang ketiga dengan rekan dari mitra SPPG. Progresnya sudah berjalan sekitar 60 persen, dan insyaallah dalam 45 hari ke depan bisa selesai,” ujar AKBP Kemas di lokasi kegiatan.

SPPG yang tengah dibangun tersebut nantinya akan melayani 2.268 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan di sekitar Desa Sogo.

Rinciannya, 96 siswa dari 12 TK/RA, 764 siswa dari 12 SD/MI, 1.259 siswa dari 2 SMP/MTs, serta 149 siswa dari 1 SMK.

Kapolres Madiun menambahkan, SPPG di Balerejo merupakan bagian dari program Polri untuk mendukung peningkatan gizi anak-anak usia sekolah.

“Sebelumnya di wilayah Kecamatan Balerejo sudah ada Dua SPPG, dan yang kita bangun ini adalah yang Ketiga,” kata AKBP Kemas.

Ia berharap, dengan bertambahnya Satu SPPG yang dibangun Polres Madiun Polda Jatim ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi bagi anak-anak SD, SMP maupun SMK di wilayah tersebut.

“Insyaallah bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi bagi anak-anak SD, SMP maupun SMK yang membutuhkan makanan bergizi gratis,” ujarnya.

Kapolres Madiun juga menjelaskan, keberadaan SPPG bukan hanya menjadi sarana penyedia bahan pangan bergizi, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat lokal agar lebih mandiri dalam mengelola sumber daya pangan.

Kapolres Madiun juga mengatakan pembangunan SPPG ini sejalan dengan program nasional dalam upaya mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

“Polres Madiun berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Masih kata Kapolres Madiun, pembangunan SPPG ini merupakan inisiatif sosial Bhayangkari Cabang Madiun yang berfokus pada peningkatan status gizi anak-anak di lingkungan pendidikan, terutama di wilayah pedesaan.

“Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan angka kekurangan gizi pada anak usia sekolah dapat terus ditekan,” pungkas AKBP Kemas. (*)

Polres Kediri Kota Ungkap 8 Kasus Selama Operasi Sikat Semeru 2025

0

KOTA KEDIRI – Polres Kediri Kota Polda Jatim berhasil mengungkap sebanyak Delapan kasus tindak pidana selama Operasi Sikat Semeru 2025 yang berlangsung selama 12 hari, mulai 22 Oktober hingga 2 November 2025.

Dalam operasi tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri Kota Polda Jatim mengamankan Sembilan tersangka dari beberapa kasus kejahatan.

Hal itu disampaikan langsung Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kediri AKP Cipto Dwi Leksana S.Tr.K., S saat konferensi pers di Mapolres Kediri Kota Rabu (12/112025).

AKP Cipto mengatakan, Delapan perkara tersebut mulai dari pencurian sepeda motor (curanmor) pencurian dengan pemberatan (curat), dan tindak pidana penganiayaan atau kejahatan jalanan.

“Ada sebanyak Sembilan orang kita amankan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata AKP Cipto.

Adapun para tersangka Curanmor yang diamankan adalah BC mencuri sepeda motor di Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan, tersangka ASJ mencuri sepeda motor dan ditukarkan satu pucuk senapan angin di Desa Bulu Kecamatan Semen.

Selanjutnya, tersangka EK mencuri motor di Kos Kelurahan Ngronggo Kecamatan/Kota Kediri dan tersangka S mencuri motor di pinggir jalan Desa Maesan Kecamatan Mojo.

Berikutnya tersangka GP mencuri motor di Kelurahan Jamsaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri dan SE mencuri motor di parkiran supermarket Superindo Jalan Hasanudin Kota Kediri.

Sedangkan tersangka PP dan SK mencuri satu proyektor serta printer di Desa Manyaran Kecamatan Banyakan dan tersangka LKN merusak kunci pintu rumah guru dan mencuri sejumlah uang tunai di Desa Ngablak Kecamatan Banyakan.

“Barang bukti kita amankan terdiri beberapa sepeda motor, laptop, proyektor, satu pucuk senapan angin panjang 72 sentimeter, uang tunai kurang lebih Rp 14 juta, dan barang yang digunakan tersangka dalam menjalankan aksinya,”kata AKP Cipto Dwi Leksana.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari keseluruhan tindak pidana yang berhasil diungkap Polres Kediri Kota Polda Jatim sudah jauh melampaui target yang ditetapkan Polda Jatim.

Pihaknya diberikan target sebanyak 5 pengungkapan kasus, sedangkan yang berhasil diungkap ada 8 perkara. Di mana 5 perkara memenuhi target dan 3 non target.

“Ini merupakan pencapaian dari hasil kerja sama antar satgas operasi baik intelijen, Gakkum, dan seluruh terlibat operasi sikat semeru,” tambahnya.

Ia menambahkan,Operasi Sikat Semeru ini diharapkan dapat menekan angka terjadinya tindak pidana baik curanmor curat, maupun tindak kejahatan lainnya di wilayah hukum Polres Kediri Kota Polda Jawa Timur.

Selain itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada terhadap aksi kejahatan.

“Mari kita ciptakan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Kediri Kota yang aman dan kondusif,” pungkas AKP Cipto Dwi Leksana. (*)