Home Blog Page 215

Polri Pertegas Peran Aktif Dalam Astacita Pada Topping off Sekolah, Peresmian Masjid dan Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah di SMA Kemala Taruna Bhayangkara

0

Polri kembali menegaskan perannya dalam mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda percepatan pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan pembangunan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), yang hari ini melaksanakan topping off Academic Center dan Library, peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda, serta peletakan batu pertama rumah ibadah lintas agama. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa SMA KTB bukan sekadar sekolah, melainkan pusat pembinaan karakter. “Keberadaan sekolah ini bukan hanya tempat pendidikan, tetapi pusat pembentukan karakter yang menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing global,” ujarnya. Ia menempatkan pembangunan karakter sebagai kunci keberhasilan SDM, sejalan dengan pemikiran Amartya Sen, Martin Luther King Jr., serta praktik pendidikan karakter di Jepang dan Singapura.

Wakapolri kemudian menyoroti pentingnya kualitas manusia sebagai penentu kemajuan bangsa. “Sumber daya alam yang melimpah tidak akan berarti banyak jika tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang mumpuni. Di sinilah urgensi kita menyiapkan generasi yang mampu membawa Indonesia melakukan lompatan besar menjadi negara maju,” tegasnya. Ia juga mencontohkan Singapura yang berhasil melaju menjadi negara maju meski minim sumber daya alam.

Sebagai gambaran mutu SDM global, Wakapolri memaparkan jumlah mahasiswa luar negeri di universitas elite dunia. “Saat ini hampir 134.000 putra-putri Tiongkok belajar di Harvard dan kampus top Amerika. India mengirim 90.000, Vietnam 30.000, sedangkan Indonesia masih di bawah 10.000,” ujarnya. Data ini menunjukkan perlunya Indonesia mempercepat pembangunan sekolah unggulan sebagaimana menjadi perhatian utama Presiden Prabowo.

Wakapolri menyampaikan rasa syukur bahwa Polri mendapat kesempatan membangun SMA KTB untuk mendukung agenda tersebut. “Alhamdulillah, kami dipertemukan dengan Mas Dirgayuza dan Mas Miftah Sabri yang punya visi besar dalam pendidikan. Angkatan pertama berjumlah 120 siswa adalah kebanggaan kami—mereka menunjukkan kualitas, karakter, dan potensi luar biasa,” ucapnya. Ia menegaskan penanaman 12 karakter kebhayangkaraan sebagai fondasi moral dalam membentuk generasi unggul.

Terkait penerimaan murid baru tahun ini, Wakapolri memberikan dorongan kuat. “Animo tahun ini harus kita gas lagi. Target kita minimal 15.000 pendaftar. Dari jumlah besar itu kita bisa menyeleksi bibit unggul yang benar-benar siap menjadi generasi emas Indonesia,” tegasnya.

Dari sisi pembangunan, progres fisik SMA KTB terus menunjukkan hasil positif. Hingga 10 November 2025, capaian pekerjaan mencapai 18,796%, melampaui target 18,047%, meski sempat terkendala pasokan material dan cuaca. Wakapolri menyampaikan keyakinan bahwa seluruh fasilitas dapat selesai tepat waktu. “Target kita, sekolah ini dapat beroperasi penuh pada Mei 2026. Dengan penyelesaian tepat waktu, kita bisa segera menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi putra-putri bangsa,” ujarnya.

Kegiatan hari ini turut diisi dengan peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda yang mampu menampung 976 jemaah. Masjid ini diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual bagi siswa, tenaga pendidik, dan masyarakat. Selain itu, Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari memulai pembangunan rumah ibadah lintas agama—gereja Katolik, gereja Protestan, vihara, dan pura—sebagai simbol komitmen terhadap toleransi dan keberagaman.

Sebagai wujud kepedulian sosial, Polri melalui Yayasan Kemala Bhayangkari menyalurkan 1.000 paket bantuan bagi anak yatim dan warga sekitar. Polri juga menyerahkan bus sekolah untuk mendukung operasional pendidikan di SMA KTB.

Menutup sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung berdirinya sekolah unggulan ini. “Dengan pengabdian yang tulus dan kerja sama yang solid, saya yakin SMA KTB mampu mencetak generasi berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi penggerak bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Wali kota Aminududdin Ajak F-WAMIPRO Terus Bersenergi Wujudkan Kota Probolinggo Bersolek dan Berdaya Saing.

0

Probolinggo,
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-12 kepada Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F WAMIPRO). Dalam momentum bersejarah ini, Wali Kota memberikan apresiasi atas kiprah dan kontribusi F WAMIPRO sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan berimbang. Kamis (13/11/2025).

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya, dr. Aminuddin, Wali Kota Probolinggo, mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-12 untuk Forum Wartawan Mingguan Probolinggo atau F WAMIPRO. Selama 12 tahun, F WAMIPRO telah menjadi mitra penting pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang berimbang, membangun kesadaran publik, serta memperkuat semangat kebersamaan di Kota Probolinggo tercinta,” ucapnya.

Dalam pesannya, Wali Kota menegaskan bahwa keberadaan media memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan pembangunan daerah. Melalui pemberitaan yang edukatif dan inspiratif, media mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai F WAMIPRO telah menunjukkan profesionalisme yang tinggi dalam menjalankan fungsi jurnalistik serta turut menjaga stabilitas sosial di tengah pesatnya arus informasi digital.

“Di usia yang ke-12 ini, saya berharap F WAMIPRO semakin solid, semakin profesional, dan terus menghadirkan karya jurnalistik yang membawa manfaat bagi masyarakat luas. Media bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga pendorong perubahan positif dan penguat nilai-nilai kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Walikota Probolinggo dr. Aminuddin juga mengapresiasi kerja sama F WAMIPRO dalam mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Probolinggo, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik. Menurutnya, media berperan penting dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Ia berharap, di usia yang semakin matang ini, F WAMIPRO dapat terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi tanpa meninggalkan nilai-nilai etika jurnalistik dan integritas profesi. “Semoga F WAMIPRO semakin jaya, menjadi media yang inspiratif, edukatif, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Kota Probolinggo,” tuturnya mengakhiri.

Ucapan selamat dari Wali Kota Probolinggo ini menjadi simbol eratnya hubungan sinergis antara Pemerintah Kota Probolinggo dan insan pers. Keduanya diharapkan terus berkolaborasi dalam membangun masyarakat yang cerdas informasi, kritis, dan partisipatif menuju Kota Probolinggo Bersolek yang maju, berdaya saing, dan berakhlak.(Ali)

Satresnarkoba Polres Pasuruan Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Desa Sumbersuko

0

PASURUAN — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pasuruan menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bertema “Bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba” di Balai Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Rabu (12/11).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 perangkat desa itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dampak negatif narkoba serta upaya pencegahannya. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta permintaan resmi dari Kepala Desa Sumbersuko.

Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan IPTU Yoyok Hardianto, S.H., M.H. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Pasuruan.

“Kami ingin masyarakat, khususnya para perangkat desa, menjadi pelopor dalam pencegahan peredaran narkoba di lingkungannya. Edukasi seperti ini penting agar semua pihak memahami bahaya dan sanksi hukumnya,” ujar IPTU Yoyok Hardianto.

Penyuluhan disampaikan oleh IPDA M. Fajar Indranata, S.H. selaku KBO Satresnarkoba, dan Brigadir Nur Tahiyyatul Azizah, S.H., anggota Satresnarkoba. Materi yang diberikan mencakup pengertian dan jenis-jenis narkoba, faktor penyebab penyalahgunaan di kalangan remaja, cara menghindari serta mengenali peredaran narkoba, hingga konsekuensi hukum bagi pengguna maupun pengedar.

Menurut IPDA Fajar, edukasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk menekan laju penyalahgunaan narkoba.

“Banyak kasus bermula dari ketidaktahuan. Karena itu, penyuluhan ini kami arahkan agar peserta bisa menjadi agen informasi dan pencegahan di desa masing-masing,” terangnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber, yang diakhiri pada pukul 11.30 WIB.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Satresnarkoba yang terus aktif melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan narkoba.

“Kami mendukung penuh kegiatan yang bersifat edukatif seperti ini. Pencegahan harus dimulai dari tingkat bawah, dan perangkat desa punya peran besar dalam membentengi warganya dari bahaya narkoba,” ujar AKBP Jazuli.

Dengan kegiatan tersebut, Polres Pasuruan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat dan tercipta lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan zat terlarang.

Ketua DPRD Barito Utara, Menghadiri Rakor Singkronisasi TSLP dan Optimalisasi PAD

0

BARITO UTARA- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Ir  Hj. Mery Rukaini, M. IP menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilaksanakan Pemerintah daerah, tentang Singkronisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) dan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah dilangsungkan bertempat pada Gedung Pertemuan Balai Antang Muara Teweh, Rabu (12/11/2025) kemaren.

Ketua DPRD Barito Utara (Barut), Ir. Hj. Mery Rukaini, M. IP pada Rakor tersebut menyampaikan bahwa terkait Tanggung Jawab Sosial itu Memang Kewajiban dari Perusahaan. Dan untuk diketahui, kita punya peraturan daerah (Perda) yang kita buat yaitu pada tanggal 22 April tahun 2015, dan Ini cukup s lama sudah sejak tahun 2015 dan sampai sekarang sudah tahun 2025 jadi sudah mencapai 10 tahun. 

“Jadi tanggung jawab sosial ini sangat besar, disamping itu juga dunia usaha seperti pertambangan,  juga termasuk Perbankan walaupun kadang memberi tanggung jawab sosialnya, sepereti Bank Kalteng,” sebut Ketua DPRD.

Dalam hal ini Keetua DPRD Barito Utara, sampaikan bahwa peraturan nomor 3 (tiga) tahun 2015 tersebut terkait dengan tanggung jawab sosial, ini berdasarkan aturan- aturan seperti peraturan pemerintah, UU BUMN dan lain sebagainya sampai dengan peraturan Bupati, dan terselesaikan pada tahun 2015, ini yang wajib diketahui oleh pihak Perusahaan yang intinya terkait tanggung jawab sosial berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

“Seperti yang disampaikan kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Daerah (DPPA) tadi termasuk juga kendaraan dan lain- lain. Sedangkan untuk CSR perusahaan itu tanggung jawab Perusahaan di bidang pertambangan, namun hanya sebagian saja Perusahaan yang menyampaikan tanggung jawab itu, dan tidak sepenuhnya hanya sebesar 3 persen. Itu sudah aturan bahwa kita tidak menyalahi aturan yang ada,” Kata Hj. Mery Rukaini. 

Bupati Barito Utara dan SKPD terkait kita ingin bahas kembali apakah ada perubahan di Peraturan Daerah (Perda) itu. Karena sekarang bukan ranahnya Kabupaten, terkait izin pertambangan dan lain sebagainya itu ranahnya provinsi,” terangnya.

“Lebih lanjut Ketua DPRD, katakan  walaupun seperti itu kita tetap akan bermohon, karena yang telah disampaikan oleh Bupati Barito Utara barusan eebagai kenang- kenangan dari Perusahaan untuk Barito Utara. Jadi kalau bisa di optimalkan saja karena aturannya itu sudah ada, sehingga tinggal rembug dengan pihak mereka yang berkepentingan terkait tanggung jawab sosial ini.

Dulu juga pernah kita di DPRD RDP dengan Perusahaan- perusahan yang melintas di jalan Nasional. Kalau nyebrang jalan itu diwajibkan bikin wonderpass, tapi mereka menjawab kalau membuat itu khusus di Barito Utara ini mereka rugi. Tapi dimana dengan keluhan- keluhan dari masyarakat yang melewati jalan nasional, seperti diatas km- 30 turun ke bawah sampai km- 18. Kami di DPRD sering kali menerima surat dari masyarakat terkait hal ini,” jelas Ketua DPRD Barito Utara.  (SS)

Diduga Limba Berbahaya dan Beracun (B3), DLH Turun Tangan

0

MOJOKERTO – Penemuan belasan karung berisi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, kini memasuki tahap penyelidikan lanjutan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, bakal melakukan rapat koordinasi (rakor) untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas pembuang belasan tumpukan limbah diduga B3 tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, menjelaskan timnya sudah turun ke lokasi bersama satpol PP dan pihak terkait. Termasuk pemangku wilayah.

’’Sebagai tindak lanjut besok Senin (hari ini), kami akan melakukan rakor bersama pihak terkait untuk menelusuri dan mencari orang yang bertanggung jawab atas dumping limbah ini,’’ ungkapnya.

Banyaknya tumpukan limbah dalam kemasan karung itu membuat DLH juga gerak cepat. Sebagai penanganan awal, gunungan limbah yang tercecer di sejumlah tempat tersebut langsung ditutup menggunakan terpal berikut dipasang garis pengawasan PPLH.

’’Kita hitung ada sekitar 14 tumpukan limbah. Dugaan awal ini limbah B3 jenis abu alumunium dari Sumombito, Jombang,’’ tegasnya.

Menurutnya, DLH juga berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mengurangi dampak lingkungan. Salah satunya mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi karena memang membahayakan bagi kesehatan.

’’Makanya, kami bersama satpol PP bergerak cepat menutup tumpukan limbah itu dengan terpal dan plastik agar bau yang ditimbulkan juga tidak sampai ke pemukiman warga,’’ tandasnya.

Limbah yang dibuang di lahan terbuka itu, menimbulkan bau tak sedap dan menyengat yang dikhawatirkan sangat berdampak pada kesehatan warga.

’’Dugaan ini kan limbah B3, jadi cukup berbahaya kalau dihirup manusia,’’ jelasnya.

Sebagai penangan lebih lanjut, DLH juga berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Jombang, DLH Provinsi Jatim dan kepolisian. Selain melakukan penanganan, sekaligus mengungkap siapa dibalik dumpling limbah tersebut. Termasuk tindak lanjut pengambilan sampel untuk dilakukan uji laboratorium di hari berikutnya.

’’Dugaan awal, limbah-limbah ini dibuang saat malam hari, karena memang kondisinya jauh dari jalan raya. Kami juga akan mengambil sampel untuk diuji lab,’’ papar Rachmat Suharyono. **

Tingkatkan Pencegahan, Banyuwangi Jemput Bola dan Skrining TBC Serentak di 25 Puskesmas

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC), Pemkab Banyuwangi skrining TBC serentak di 25 Puskesmas. Sebelumnya kader posyandu di setiap wilayah juga rutin jemput bola mendeteksi gejala TBC sejak dini.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan deteksi dini TBC digencarkan agar penanganan bisa lebih cepat dan penularan dapat ditekan. “Dengan deteksi dini TBC, maka semakin cepat ditangani dan penularan semakin ditekan,” ujar Ipuk, saat meninjau pelaksanaan skrining di Puskesmas Mojopanggung, Kecamatan Giri, Rabu (12/11/2025).

Selain skrining, Ipuk juga berharap agar masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Tidak hanya pengobatan, pemkab juga melakukan penanganan terkait sanitasi para keluarga pasien.

“Menjaga gizi, pola hidup sehat, mengurangi kebiasaan merokok, serta masalah sanitasi ini harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Penanganan penyakit TB telah menjadi salah satu perhatian utama pemkab di bidang kesehatan. Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, 12 November, Pemkab secara khusus juga memberikan bantuan sembako kepada para pasien TB dari keluarga pra sejahtera.

Belanja bantuan ini merupakan bagian dari program Belanja Cantik 11 November (11/11) yang rutin digelar pemkab dimana setiap tanggal cantik pemkab mengajak seluruh ASN dan lintas instansi dan organisasi masyarakat untuk berbelanja di warung rakyat terdekat diberikan kepada keluarga pra sejahtera.

“Khusus bulan November, belanja cantik kami salurkan selain kepada anak stunting dan keluarga pra sejahtera, juga kami berikan kepada pasien TB dan pasien yang membutuhkan,” kata Ipuk.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menambahkan penanganan masalah sanitasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan pentingnya pencegahan TB di anggota keluarga juga masalah sirkulasi udara di dalam rumah.

“Ada beberapa rumah yang sirkulasinya tidak baik, kami bantu genteng kaca agar ada sinar matahari yang masuk. Kami edukasi juga di lingkungan mereka, agar anggora keluarga tidak tertular,” kata Amir.

Amir mengatakan pihaknya melibatkan 11.684 kader posyandu untuk secara aktif mencari dan mendeteksi kasus TBC melalui program active case finding di seluruh wilayah.

Kader posyandu inilah yang berperan sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) bagi penderita TBC, memastikan pasien benar-benar meminum obatnya secara rutin dan tuntas.

Bagi yang terkonfirmasi positif, Dinas Kesehatan melalui puskesmas memberikan pengobatan rutin. Sementara bagi kontak erat yang belum menunjukkan gejala, akan diberikan obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT).

“Sampai saat ini belum ada kasus kematian akibat TBC. Kami fokus pada pencegahan, memastikan rumah sehat dengan cahaya matahari, sirkulasi udara baik, dan pengobatan teratur,” ujarnya.

Untuk penanganan lebih lanjut, RSUD Blambangan telah menyiapkan ruangan dan dokter khusus untuk menangani pasien tuberkulosis resisten obat (TB MDR).

Salah satu pasien TBC, Suhaimi (57), warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, mengaku sudah tiga bulan menjalani pengobatan rutin. Dia mendapatkan obat secara teratur yang diantarkan langsung oleh petugas puskesmas ke rumahnya.

“Semua pengobatan gratis, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit tidak ada biaya sepeserpun. Saya juga sempat dirawat inap empat hari awal-awal dinyatakan TB, dan petugas rutin datang memantau ke rumah,” ungkap Suhaimi.  (*)

Perkuat Akses Kesehatan, Banyuwangi Hadirkan Layanan Spesialis di Tiap Puskesmas

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, dijadikan Pemkab Banyuwangi untuk memperkuat layanan kesehatan dengan menghadirkan dokter spesialis di puskesmas. Ini dilakukan untuk memperkuat akses layanan medis yang komprehensif dari tingkat dasar ke lanjutan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kebijakan ini untuk memudahkan mengakses layanan kesehatan. Bagibwarga yang membutuhkan layanan dokter spesialis bisa langsung datang ke puskesmas tanpa perlu menempuh jarak jauh ke rumah sakit,

“Dengan kehadiran dokter spesialis di puskesmas, masyarakat bisa mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat. Ini juga memperkuat kesinambungan antara pelayanan dasar dan rujukan,” ujar Ipuk saat meninjau layanan spesialis di Puskesmas Mojopanggung, Rabu (12/11/2025)

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan dokter spesialis yang dihadirkan ke puskesmas antara lain dokter spesialis kandungan (Obgyn), jantung, paru, dan rehabilitasi medik secara bergiliran ditugaskan di 26 puskesmas yang ada di Banyuwangi.

“Dengan program ini puskesmas tak lagi hanya berfungsi sebagai fasilitas layanan dasar, tetapi juga layanan kesehatan komprehensif terhubung dengan rumah sakit daerah,” kata Amir.

Menurut Amir, integrasi ini penting untuk memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan tidak terputus, baik dari sisi pencegahan, penanganan dini, hingga rujukan lanjutan.

“Puskesmas harus menjadi bagian dari rantai layanan yang utuh, bukan sekadar tempat pengobatan dasar,” jelasnya.

Selain memperkuat layanan medis, Pemkab Banyuwangi juga mendorong Puskesmas agar masyarakat bisa mengakses layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang merupakan program nasional.

Saat ini, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan telah 36 persen warga Banyuwangi menikmati layanan ini, dan pemerintah menargetkan cakupannya mencapai 50 persen di akhir tahun 2025.

Untuk memperluas jangkauan, tenaga kesehatan Banyuwangi aktif melakukan layanan jemput bola di berbagai titik aktivitas warga, seperti Car Free Day (CFD) dan kegiatan komunitas lainnya.

“Kami hadir langsung di tengah masyarakat agar layanan kesehatan bisa lebih dekat dan merata,” tambah Amir.

Selain itu, di peringatan HKN, Pemkab Banyuwango juga menyalurkan bantuan paket sembako hasil dari ASN Berbagai Belanja di Tanggal Cantik (11/11), kepada pasien tuberkulosis (TBC) serta keluarga bayi yang mengalami stunting. (*)

Desa Pakistaji Gelar Musrenbangdes 2025, Bahas RKPDes Tahun 2026 dan Daftar Usulan RKPDes Tahun 2027

0

Gempurnews.com | Banyuwangi – Pemerintah Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka membahas dan menyepakati penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2026 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DU-RKPDes) tahun 2027. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Pakistaji, pada Rabu malam (12/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pejabat Fungsional DPMD Kabupaten Banyuwangi, Bapak Fredy Budi Mulyo, Kepala Desa Pakistaji beserta jajarannya, Ketua BPD dan Anggota, Babinsa dan Babinkamtibmas, Perwakilan Tokoh Masyarakat, Pendamping PPL Kecamatan serta Pendamping Desa, Ketua PKK dan Anggota, Kader Posyandu dan Kader KPM Desa Pakistaji. Turut hadir perwakilan dari Lembaga Pendidikan, Kelompok Tani, Karang Taruna, pengurus Koperasi Desa (Kopdes), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta beberapa tamu undangan lainnya.

Kepala Desa Pakistaji, Chotibul Umam, S.IP, dalam sambutannya menegaskan kegiatan ini merupakan forum strategis yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah aspirasi masyarakat dalam rangka menentukan arah pembangunan desa.

“Jadi kegiatan Musrenbangdes ini merupakan kegiatan rutin yang biasa kita lakukan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sebagai penentu arah pembangunan desa kedepan. Berbagai usulan yang kita sepakati malam ini nantinya akan kita bawa ke Musrenbang Kecamatan dan akan dilanjutkan lagi pada Musrenbang Kabupaten,” tandasnya.

Lebih lanjut, Umam menekankan pentingnya memperhatikan aspek-aspek dasar pembangunan dalam sebuah usulan, “Terkadang memang kita sering dihantui oleh rasa pesimis karena tidak semua kegiatan ini terealisasi, namun perlu diketahui tidak sedikit pula kegiatan-kegiatan itu yang terealisasi, maka untuk memastikan agar kegiatan-kegiatan atau usulan-usulan kita nantinya dapat terealisasi, maka perlu memiliki kriteria-kriteria yang berlandaskan pada aspek-aspek dasar pembangunan,” tandasnya.

Masih Umam, “Aspek-aspek itu meliputi lingkungan, sosial, dan ekonomi, kesimpulannya kegiatan pembangunan itu harus berpihak pada kepentingan masyarakat, utamanya masyarakat miskin, selain itu dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan juga dapat mendukung terciptanya lapangan kerja,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua BPD Pakistaji, H. Moh Muslih Husnan, dalam sambutannya menekankan pentingnya sebuah kegiatan yang lebih berdampak secara langsung kepada masyarakat, “Saya tekankan dalam memberikan usulan jangan terlalu kecil dan harus mengutamakan kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat,” pungkasnya.

Masih pada kesempatan yang sama, Pejabat Fungsional DPMD Kabupaten Banyuwangi, Bapak Fredy Budi Mulyo, menyoroti adanya wacana permodalan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang wacananya akan dialokasikan dari Dana Desa (DD), “RKPDes ini biasanya yang nanti tertuang dalam APBDes, sumbernya dari mana, salah satunya yang terbesar dari Transfer Daerah antara lain DD dan ADD, anggaran inilah yang masih menjadi tanda tanya, mengingat adanya wacana permodalan KDMP yang nantinya akan dialokasikan dari Dana Desa, tentu ini akan berdampak pada pembangunan Desa,” tandasnya.

Lanjut Fredy, “Selain itu, tentang adanya efisiensi anggaran yang ditransfer dari pusat ke daerah, ini akan membawa dampak besar bagi anggaran desa, kita hanya bisa berharap semoga efisiensi ini hanya berkaitan pada penggunaannya agar tepat sasaran, bukan pada pemangkasan anggarannya,” imbuhnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok yang terbagi ke dalam beberapa bidang, yaitu pendidikan, sarana dan prasarana, pelayanan publik, pertanian, serta kesehatan. Setiap kelompok diminta untuk merumuskan dan menyampaikan daftar usulan prioritas pembangunan desa untuk tahun 2027.

Dengan adanya Musrenbangdes diharapkan tercipta perencanaan pembangunan yang partisipatif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta dapat menguatkan sinergi antara pemerintah desa, lembaga, dan masyarakat demi kemajuan Desa Pakistaji yang selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan nasional. (*/Sgt)

​YBM PLN UP3 Madura Salurkan Mushaf Tahfidz, Dukung Pembinaan Karakter Qur’ani di SMAN 1 Pamekasan

0

​Pamekasan, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan spiritual dan pembinaan karakter generasi muda melalui penyaluran bantuan mushaf Al-Qur’an tahfidz. Bantuan ini secara simbolis diserahkan kepada SMAN 1 Pamekasan pada kemarin, Rabu (12/11/2025).


​Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program dakwah YBM PLN yang fokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan moral di lingkungan pendidikan. Total 22 mushaf Al-Qur’an tahfidz diserahkan langsung kepada siswa-siswi yang aktif mengikuti program tahfidz di sekolah tersebut.


​Penyerahan bantuan dipimpin oleh Ketua YBM PLN UP3 Madura, Agus Mujiyono, yang hadir langsung di SMAN 1 Pamekasan. Acara berlangsung khidmat, dihadiri oleh jajaran guru, pembina tahfidz, serta para siswa penerima bantuan.


​Dalam keterangannya, Agus Mujiyono menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud dukungan nyata YBM PLN dalam upaya mencetak generasi Qur’ani di wilayah Madura.


​”Para penghafal Al-Qur’an memegang peranan krusial dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai moral dan spiritual, terutama di tengah kompleksitas tantangan zaman saat ini,” ujar Agus Mujiyono. Ia berharap mushaf yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperlancar proses hafalan dan pendalaman makna Al-Qur’an oleh para siswa.


​Sementara itu, apresiasi mendalam disampaikan oleh pembina tahfidz SMAN 1 Pamekasan, Ustaz Muhammad Kuddus, S.Ag., Lc., M.Th.I.


​”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan oleh YBM PLN UP3 Madura. Bantuan mushaf tahfidz ini sangat vital dalam menunjang kegiatan hafalan harian anak-anak, sekaligus menjadi motivasi besar bagi mereka untuk semakin giat menghafal dan mengamalkan isi Al-Qur’an,” jelas Muhammad Kuddus.


​Penyaluran mushaf Al-Qur’an tahfidz ini menegaskan peran aktif YBM PLN UP3 Madura dalam mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga kuat dalam aspek spiritual dan karakter.

Polrestabes Surabaya Luncurkan Patroli Houfbereau Bersinar Tegaskan Pelayanan 24 Jam

0

SURABAYA — Upaya memperkuat pelayanan publik dan meningkatkan rasa aman warga Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan memimpin apel pasukan mentari pagi pelayanan masyarakat dan Houfbereau bersinar yang diikuti seluruh Polsek jajaran Polrestabes Surabaya, Rabu (12/11/2025).

Apel tersebut menjadi simbol komitmen Polrestabes Surabaya Polda Jatim dalam menghadirkan pelayanan prima yang humanis dan responsif di setiap waktu, baik siang maupun malam hari.

Dalam arahannya, Kombes Pol Luthfi menegaskan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Ia mengimbau seluruh personel untuk bekerja dengan ketulusan dan empati, serta selalu sigap melayani warga di berbagai situasi.

“Kami ingin masyarakat Surabaya merasakan kehadiran Polisi di setiap titik rawan. Polisi bukan hanya sekadar penjaga keamanan, tetapi juga pelayan masyarakat yang siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujar Kombes Pol Luthfi dengan tegas.

Ia menambahkan, Polrestabes Surabaya Polda Jatim siap memberikan pelayanan 24 jam penuh sebagai wujud dedikasi terhadap keamanan dan kenyamanan kota.

“Saya yakin seluruh anggota kami akan senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi warga Surabaya, tanpa mengenal waktu,” lanjutnya.

Seiring terbitnya mentari pagi, personel Polrestabes Surabaya Polda Jatim sudah bersiaga di berbagai ruas jalan untuk mengatur lalu lintas dan memastikan kelancaran aktivitas masyarakat.

Kehadiran mereka di lapangan bukan hanya soal tugas, tetapi juga bentuk nyata pengabdian dalam menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.

Sementara pada malam hari, Polrestabes Surabaya Polda Jatim menjalankan program Houfbereau bersinar, sebuah inisiatif patroli keliling dengan lampu biru menyala di titik-titik rawan kejahatan.

Program ini diharapkan mampu mencegah tindak kriminalitas seperti penjambretan, perampasan, dan gangguan keamanan lainnya.

“Kami ingin warga Surabaya tidur dengan tenang. Houfbereau bersinar bukan sekadar simbol patroli, tapi tanda bahwa polisi hadir dan siap menjaga mereka setiap malam,” tegas Kombes Luthfi.

Setelah apel patroli Kapolrestabes Surabaya bersama pejabat Polrestabes Surabaya Polda Jatim memantau langsung pelaksanaannya di lapangan dengan menggunakan sepeda motor.

Ini sebagai bentuk komitmen beliau bhw polisi selalu hadir bersama masyarakat.

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa Polrestabes Surabaya Polda Jatim tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan aspek pelayanan dan kepercayaan publik.

Dengan sinergi antara Polrestabes dan jajaran Polsek, keamanan kota Pahlawan diharapkan semakin terjaga, baik di jalan raya, kawasan pemukiman, hingga pusat keramaian.

Masyarakat pun diimbau untuk ikut berperan aktif dengan memberikan informasi jika melihat potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. (***)