Home Blog Page 4

YKCI Gelar Peresmian Program Pembinaan Karakter dan Penguatan Ketrampilan Generasi MBG, Sebagai Wujud Dukungan Terhadap Program Presiden RI di Ponpes Babussalam Kepung

KEDIRI, Peresmian Program Pembinaan Karakter dan penguatan ketrampilan generasi MBG di
Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam Siman yang berada di Desa Siman kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Jatim,pada Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum kolaborasi komitmen antara Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI),Kodim 0809 dan Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam Siman dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menegaskan bahwa pemenuhan gizi harus dipandang sebagai investasi strategis pembangunan manusia.

Peresmian tersebut dihadiri Ketua Yayasan YKCI Betania Eden Thenu, Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., M.A.P., yang di wakili Kepala Staff Kodim (Kasdim ) Mayor Inf Yuliadi Purnomo, para Pengasuh dan pengurus Ponpes Babussalam,Danramil Kepung ,Para Sabtri dan perwakilan dari BGN dan SPPG serta tamu undangan lainya.

Dalam Sambutanya , Betania Eden menegaskan bahwa YKCI memberikan dukungan penuh terhadap program MBG sejak diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut dukungan itu tidak berhenti pada pernyataan, melainkan dibuktikan melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional.

Ia menjelaskan, dukungan YKCI berangkat dari prinsip dasar gerakan yang tidak ingin melahirkan generasi muda yang lemah, baik dari sisi pengetahuan maupun fisik.
“Program makan bergizi adalah sebuah Ikhtiar untuk menyiapkan kualitas manusia sejak dini, sehingga anak-anak atau Gen Z dan masyarakat memiliki fondasi yang kuat untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi yang nyata di kehidupan sehari – hari” tegasnya.

Menurut Betania, dalam rangka pengembangan SDM penerima manfaat MBG melalui pendidikan karakter,ketrampilan Digital, dan penguatan potensi Generasi Muda ini maka Peresmian Program Pembinaan Karakter dan penguatan ketrampilan generasi MBG sangat perlu dilaksankan dalam rangka pembekalan dan memberikan pengarahan dan penyuluhan terhadap para penerima manfaat program makan bergizi gratis.

“Dalam waktu dekat kita juga akan mendatangkan siswa dari luar negeri berjumlah sekitar 5 orang yang akan belajar budaya dan adat istiadat jawa di Ponpes ini,,maka mulai hari ini kita juga akan mengembangkan kemampuan Bahasa inggris kepada para santri ,” ungkap Ketua YKCI

“Sedangkan titik operasional SPPG Keling 01 dari Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI),lanjut Betania, berlokasi di Jl. Pare Kandangan, RT.7/RW.2, Keling, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur,” lanjutnya

Sementara itu Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., M.A.P., melalui Kepala Staff Kodim (Kasdim ) Mayor Inf Yuliadi Purnomo,mengatakan Program makanan bergizi dipandang bukan sekadar intervensi kesehatan, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas manusia Indonesia yang lebih tangguh dan kuat menghadapi tantangan zaman, termasuk target besar menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya

Yuliadi menambahkan,Kodim 0809 Kediri memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada YKCI yang telah menyelenggarakan Program Pembianaan Karakter dan penguatan ketrampilan generasi MBG

“Program seperti ini merupakan bentuk nyata sinergisitas antara pemerintah pusat,lembaga sosial,dunia pendidikan ,masyarakat ,TNI khususnya Kodim 0809,Pondok Pesantren dalam mendukung Program Nasional MBG,” terang Yuliadi

Kepala staff Kodim juga menekankan kita harus menanamkan semangat cinta tanah air kepada generasi muda dan agar mamanfaatkan program ini sampai akhir dengan sebaik-baiknya.agar program ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah – wilayah lainya dalam menciptakan generasi penerus bangsa indonesia yang cerdas dan mempunyai skill yang unggul.

“Perpaduan antara akal dan tubuh yang kuat akan terdapat kekuatan, maka harus dipandu dengan pengetahuan agar efektif sekaligus membangun karakter yang positip,jangan pernah takut untuk bermimpi yang besar maka manfaatkan program ini dengan bersungguh – sungguh,” tegasnya

Menurut Kasdim bahwa amanah besar menuntut daya lahir dan batin yang dipandu iman, ilmu, serta upaya pendidikan yang sistematis. Kontekstualisasi dalam program hari ini menempatkan ilmu sebagai seluruh pengetahuan yang bermanfaat.

“Kesehatan, kebugaran, ketahanan mental, serta kecakapan hidup yang sering diasah lewat disiplin, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehat akan melahirkan generasi yang tangguh dan kuat,” pungkasnya

Di akhir kegiatan Betania Eden Thenu juga menegaskan bahwa program MBG bukan semata program pemenuhan gizi, tetapi juga pintu pembentukan karakter. Generasi kuat, menurutnya, membutuhkan tubuh yang sehat agar ilmu dapat berkembang dan diwujudkan dalam kerja nyata.

Ia menutup pesannya dengan menegaskan bahwa tujuan MBG adalah melahirkan generasi yang siap belajar, siap bekerja, serta siap memikul tanggung jawab.

“Pada titik ini, makanan bergizi dipandang bukan sekadar intervensi kesehatan, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas manusia Indonesia yang lebih tangguh menghadapi tantangan zaman,” terang ketua YKCI

Peresmian Program Pembianaan Karakter dan penguatan ketrampilan generasi MBG melalui SPPG Keling 01 dari Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI) ini sebagai simbol penguatan layanan pemenuhan gizi. Pada kesempatan yang sama, Betania juga menyerahkan secara simbolis Kaos dan sepatu kepada para Guru pendidik sebagai bagian dari simbol penguatan rujukan gagasan dan narasi publik mengenai pentingnya gizi dan pendidikan karakter

“Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI) selalu konsisten dan berfokus pada sosialisasi perlindungan hak anak dan penyediaan layanan sosial. serta aktif menyelenggarakan program bimbingan pendidikan luar sekolah dan dapur umum untuk masyarakat, melalui pelatihan bahasa inggris dan pelatihan digital konten kreator,” pungkas Betania Eden Thenu Ketua YKCI.

Sambut. Hari Raya idul Adha 1447 H, Resimen” PAUR SAMSAT SURABAYA SELATAN REGIDENT DITLANTAS POLDA JATIM Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim

Surabaya – Rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, DIREKTUR LALULINTAS POLDA JATIM
menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan tersebut diwujudkan dengan penyaluran bantuan sembako serta santunan kepada anak-anak yatim dari Panti Asuhan Wahid Hasim Rungkut Surabaya. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Masjid Arif Nurul Huda Polda Jatim dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Hari : Jum’at
Tanggal :22 Mei 2026
Pukul. :15.30 wib s/d selesai
Aksi sosial ini menjadi bagian dari upaya para siswa untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta kepedulian sosial, khususnya di bulan hari raya idul Adha” yang penuh berkah.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat, terutama anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Dengan penuh semangat kebersamaan, para siswa turut berinteraksi langsung dengan anak-anak panti, memberikan motivasi serta kebahagiaan sederhana yang diharapkan mampu menjadi kenangan indah menjelang hari raya idul Adha.

Melalui kegiatan ini,
1). Pembukaan
2). Pembacaan Tahlil
3). Doa’ bersama,
4) . pemberian santunan Kepada 27 anak yatim Piatu
5). Selesai
Polda Jatim berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban serta membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim, sekaligus menjadi ladang amal dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

SUBDIT REGIDENT DITLANTAS POLDA JATIM . menyampaikan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus rasa syukur dalam menyambut.
Kepada Yth.
DIREKTUR. LALULINTAS POLDA JATIM

“Kami berharap bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi adik-adik yatim Piatu Yayasan Panti Asuhan Wahid Hasim Rungkut. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kami.
1). Pami Samsat Surabaya Selatan Subdit Regident Ditlantas Polda Jatim.
2). Personel Samsat Surabaya Selatan Subdit Regident Ditlantas Polda Jatim.
3). Ta’mir Masjid Nurul Huda Polda Jatim.
4). Ustadz/ pengasuh yayasan Panti Asuhan Wahid Hasim Rungkut
5). 27 Anak-anak Yatim Piatu Yayasan Panti Asuhan Wahid Hasim Rungkut.
dan memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Ini juga menjadi momentum bagi kami untuk terus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

PERSONIL SAMSAT BANGIL SELALU MEMBERIKAN EDUKASI SEBELUM PELAYANAN DIMULAI KEPADA WAJIB PAJAK

Demi meningkatkan kepatuhan dan kenyamanan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan kendaraan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan terus mengoptimalkan pelayanan di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Bangil. Salah satu petugas yang menunjukkan dedikasi tinggi adalah Aiptu Harid Kurniawan, yang tak hanya memberikan pelayanan prima, tetapi juga aktif memberikan edukasi langsung kepada para wajib pajak.

Bertugas di bagian pemeriksaan baur Cek fisik kendaraan, Aiptu Harid Kurniawan menyapa setiap warga yang datang dengan sikap ramah, sopan, dan sigap. Ia memastikan setiap proses pemeriksaan berjalan cepat, tertib, dan transparan. Tidak hanya sekadar menyelesaikan tugas administrasi, ia juga meluangkan waktu untuk menjelaskan secara rinci mengenai tata cara pembayaran pajak tahunan maupun perpanjangan lima tahunan, persyaratan berkas yang wajib dibawa, hingga dampak dan risiko jika menunggak pembayaran pajak kendaraan

“Kami dari Satlantas Polres Pasuruan ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya dilayani dengan baik, tetapi juga paham betul pentingnya membayar pajak tepat waktu. Dana yang terkumpul akan kembali digunakan untuk pembangunan daerah dan fasilitas umum yang bermanfaat bagi warga sendiri,”Ungkap Aiptu Harid Kurniawan saat ditemui di lokasi tugas Samsat Bangil Kabupaten pasuruan.

Banyak warga yang mengaku puas dengan kinerjanya. Salah satu warga, Saeri (38), warga Dusun Wonoanyar Kecamatan Wonorejo, mengaku sangat terbantu karena pelayanan berjalan cepat dan jelas. “Petugasnya ramah sekali, dijelaskan rinciannya sampai paham. Tidak ada kesulitan atau berbelit-belit, ini benar-benar pelayanan yang memudahkan kami,” ujarnya usai mengurus perpanjangan STNK kendaraan roda dua.

Selain itu Aiptu Harid kurniawan, juga mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan layanan digital yang tersedia, agar wajib pajak semakin mudah dan tidak perlu mengantre lama. Pendekatan pelayanan yang humanis dan informatif ini mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak warga yang mengaku merasa terbantu, karena sebelumnya mereka kerap kebingungan mengenai prosedur yang berlaku.

Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca, mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan Aiptu Harid Kurniawan, dan seluruh staf. Ia berharap semangat pelayanan seperti ini terus dipertahankan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dan layanan publik semakin meningkat. Kehadiran petugas yang ramah dan profesional seperti Aiptu Harid kurniawan, menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik yang baik dapat terwujud dan dirasakan langsung oleh masyarakat,

pelayanan dan sosialisasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima. Diharapkan, melalui langkah nyata yang dilakukan oleh petugas seperti Aiptu Harid Kurniawan, tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bupati Sidoarjo Datangi Rumah Korban Dampak Kebakaran Pastikan Mendapat Bantuan Renovasi Rumah

Sidoarjo | Gempurnews – Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn mendatangi rumah terdampak kebakaran milik Suliyadi di Desa Grinting, Kecamatan Tulangan,
Jumat (22/5/2026). Dalam peninjauan tersebut, Bupati Subandi didampingi jajaran BPBD Sidoarjo, Dinas Pendidikan Sidoarjo, Baznas Sidoarjo, serta
Forkopimka Tulangan.

Kebakaran yang terjadi pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB itu diduga akibat korsleting listrik di bagian belakang rumah hingga menyebabkan
bangunan mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat memberikan dukungan kepada keluarga korban agar dapat segera bangkit pasca musibah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Subandi memastikan seluruh kebutuhan dasar korban akan dibantu, termasuk proses penerbitan kembali dokumen penting, seperti ijazah yang ikut terbakar.

“Kami hadir bersama seluruh pihak untuk memberikan support kepada keluarga korban. Termasuk nanti dokumen, seperti ijazah yang terbakar, akan dibantu
proses penerbitannya kembali melalui koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.

la juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang ikut membantu penanganan korban kebakaran. Baik Baznas, pemerintah desa, wartawan,
maupun unsur masyarakat lainnya yang turut memberikan perhatian dan bantuan.

“Tentu kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah hadir membantu. Semangat gotong royong seperti ini sangat dibutuhkan agar keluarga korban tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Subandi menegaskan rumah terdampak kebakaran akan segera direnovasi dengan pembangunan yang lebih aman dan layak. la menginginkan penggunaan material yang lebih kuat. Misalnya, baja ringan, agar rumah lebih aman ke depannya.

“Nanti akan kita bangun kembali dan kita mitigasi supaya lebih baik. Kalau bisa menggunakan baja ringan dan instalasinya juga dibenahi agar lebih aman. Mudah-mudahan musibah ini ada hikmahnya dan menjadi berkah ke depannya,” ungkapnya.

Bupati Subandi menambahkan, pengerjaan Perbaikan direncanakan mulai dilakukan setelah akhir pekan. Pendanaan perbaikan akan disesuaikan dengan ketentuan Pergub dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

“Insya Allah segera dilakukan. Karena Sabtu dan Minggu libur, kemungkinan mulai dikerjakan Senin. Yang penting segera bergerak agar keluarga korban bisa kembali nyaman,” jelasnya.

Sementara itu, Suliyadi mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada keluarganya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Subandi karena peduli dan membantu renovasi rumah kami pasca kebakaran. Bantuan ini sangat
berarti bagi keluarga kami,” ucapnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, bantuan
sosial, serta percepatan penanganan bagi warga yang terdampak musibah. Dengan begitu, proses pemulihan dapat berjalan cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. (Kom/Yl).

Polres Bojonegoro Amankan Tersangka Pengoplos LPG Subsidi 3 Kg dan Ratusan Tabung Gas

BOJONEGORO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bojonegoro berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan liquefied petroleum gas (LPG) subsidi 3 kilogram yang dipindahkan ke tabung LPG non subsidi ukuran 50 kilogram.

Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi didampingi Kasat Reskrim AKP Cipto Dwi Leksana mengatakan, praktik ilegal tersebut dilakukan secara sistematis oleh pelaku di wilayah Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

AKBP Afrian menjelaskan, pelaku melakukan pemindahan isi tabung LPG subsidi 3 kilogram ke tabung LPG non subsidi 50 kilogram menggunakan alat berupa selang regulator yang disambungkan ke masing-masing mulut tabung lalu dijual kembali kepada konsumen.

Kasus tersebut terungkap setelah Satreskrim Polres Bojonegoro menerima informasi dari masyarakat pada awal Mei 2026 terkait dugaan penyalahgunaan LPG subsidi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya mendatangi rumah milik tersangka berinisial JI pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

“Saat dilakukan pengecekan, petugas mencium bau gas LPG dari bangunan di samping rumah pelaku,” ujar AKBP Afrian dalam konferensi pers di Mapolres Bojonegoro, Kamis (21/5/2026).

Dari hasil ungkap kasus ini, Polisi mengamankan tersangka berinisial JI (49 ) warga Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Polisi menyebut pelaku telah menjalankan aktivitas pengoplosan tersebut sejak September 2025 hingga Mei 2026.

Kepada penyidik, tersangka mengaku mempelajari cara pengoplosan melalui tutorial di media sosial.

Selain mengamankan tersangka, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa lima set selang regulator, 13 tabung LPG non subsidi ukuran 50 kilogram, 102 tabung LPG subsidi 3 kilogram berisi, 138 tabung LPG kosong, segel, karet seal, satu unit truk, timbangan, serta sejumlah alat lain yang digunakan untuk mendukung aktivitas pengoplosan.

Kapolres Bojonegoro menegaskan, penyalahgunaan LPG subsidi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat karena dilakukan tanpa standar keamanan yang memadai.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan distribusi LPG bersubsidi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

“Tersangka terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar,” pungkasnya. (*)

PELAKSANAAN WISUDA SOTH OLEH PEMDES MANGUNHARJO TA 2026

NGAWI- GN,, Pelaksanaan wisuda program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) diselenggarakan oleh Pemdes Mangunharjo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, pada bulan Januari 2026 bertempat di Kantor desa setempat yang diikuti 25 orang.

Acara ini merupakan bagian dari program pemberdayaan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan peran orang tua dalam mendidik dan membimbing anak-anak mereka menuju masa depan yang lebih baik.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai simbol kelulusan orang tua dalam mengikuti sekolah parenting untuk meningkatkan kemampuan dalam mengasuh balita. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Mangunharjo Suprapto, perwakilan dari TP PKK, perwakilan dari kader setempat, Bhabhinsa , staf perades Mangunharjo serta peserta SOTH.

” Suprapto selaku kades Mangunharjo menyampaikan bahwa ucapan terima kasih atas terlaksana SOTH dapat berjalan lancar sampai pelaksanaan wisuda di bulan januari 2026 ini, setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapat selama program SOTH berlangsung, terangnya”. ( adv / din)

Kurangnya perhatian pemkan Bondowoso warga dusun laok gungun perbaiki jalan rusak.

Bondowoso,Gardanusantaranews, com/Garda nusantara news .com – karena kaurangnya perhatian dari pemerintah Kab Bondowoso 70 kepala keluarga Dusun Laok Gunung Desa Tlogosai Kec Tlogosari melakukan tambalnsulam jalan yang rusak.

Aksi swadaya Tambal sulam jalan yang rusak ini untuk melancarkan masyarakat untuk melakukan aktifitas dalam keseharian,demi keselamatan pengguna jalan.

Salah satu aksi dilakukan warga Desa Tlogossri yang memperbaiki jalan penghubung Desa Tlogosari–Kembang menggunakan dana swadaya masyarakat yang dihimpun melalui donasi sukarela.

Koordinator Relawan, Surawi, mengatakan jalan yang rusak ditemukan hampir di sepanjang ruas jalan dengan panjang sekitar 500 meter

“Sepanjang jalan itu yang kami rabat cor kira-kira sepanjang 500 meter,” ujarnya.

Dana penambalan jalan berasal dari iuran para relawan, juga menerima bantuan material koral serta peminjaman peralatan untuk proses penambalan.

Surawi menambahkan, aksi tersebut dilakukan karena banyaknya pengendara yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sudah cukup membahayakan keselamatan pengguna jalan. Meski tidak mengetahui kendala yang dihadapi pemerintah, para relawan hanya ingin membantu memperbaiki kondisi jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Seorang warga yang tidak mau di sebutnamanya mengatakan, perbaikan jalan tersebut merupakan inisiatif warga Desa Tlogosari dan sekitar karena jalur tersebut menjadi akses utama menuju desa mereka.hal ini karena kurangnua perhatian dari pemerintah Kab Bondowoso sudah bertahun tahun.

“Kami warga Desa Tlogosari berinisiatif memperbaiki jalan ini sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara administratif jalan poros tersebut berada di wilayah Desa Tlogosari dan Desa kembang. Namun warga Tlogosari tetap bergotong royong memperbaiki jalan karena menjadi satu-satunya akses menuju desa mereka serta penghubung ke wilayah Tlogosari,Kembang dan Gunosari.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap fasilitas publik. Warga juga memahami kondisi keterbatasan anggaran pemerintah daerah saat ini, pungkasnya.

Dan kamipun akan beruaha menambal sulam jalan yang rusak kalau masih belum perbaiki oleh pemerintah kab bondowoso dengan jalan swadaya” imbuhnya”.

Kadensus 88: Perlindungan Anak dan Literasi Digital Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital

Jakarta, 21 Mei 2026 — Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan anak, literasi digital, dan deteksi dini berbasis kolaborasi dalam menghadapi dinamika ruang digital yang terus berkembang.

Penegasan tersebut disampaikan dalam bedah buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada 20 Mei 2026, yang membahas pentingnya pendekatan pencegahan yang lebih adaptif, humanis, dan berbasis perlindungan masyarakat.

Dalam paparannya, Kadensus 88 menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru, terutama bagi anak dan remaja yang berada pada fase pencarian identitas dan rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial maupun ruang digital.

“Anak dan remaja berada pada fase pencarian identitas. Karena itu, penguatan literasi digital, ketahanan psikologis, dan lingkungan sosial yang sehat menjadi bagian penting agar mereka mampu menghadapi berbagai pengaruh di ruang digital secara lebih kritis dan sehat,” ujar Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

Menurutnya, pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital perlu mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan, bukan semata pendekatan penindakan.

Berdasarkan hasil asesmen dan pemetaan, Densus 88 menemukan bahwa kerentanan anak di ruang digital dipengaruhi banyak faktor, mulai dari krisis identitas, keterasingan sosial, perundungan, hingga kebutuhan akan penerimaan sosial.

Namun demikian, Kadensus menegaskan bahwa data tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan, bukan membangun stigma terhadap anak.

“Data dan pola yang kami temukan harus menjadi dasar memperkuat perlindungan. Anak perlu dipandang sebagai pihak yang harus dilindungi dan diperkuat ketahanannya,” jelasnya.

Untuk itu, Densus 88 mendorong collaborative approach, yakni penguatan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, akademisi, komunitas, platform digital, dan masyarakat dalam membangun ekosistem perlindungan bersama.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penguatan literasi digital, deteksi dini berbasis multi-stakeholder, serta ecological prevention yang melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial secara menyeluruh.

Selain itu, berbagai program pencegahan juga terus diperkuat melalui Pendidikan Kritis dan Ketahanan Digital, edukasi di sekolah, serta penguatan kapasitas guru dan orang tua sebagai garda terdepan dalam mengenali perubahan perilaku anak sejak dini.

Pandangan tersebut mendapat penguatan dari para akademisi dan pakar lintas disiplin yang menjadi penanggap dalam bedah buku.

Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai perlindungan anak perlu menjadi perhatian utama, terutama terhadap anak yang mengalami alienasi sosial, merasa tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan psikologis.

“Pendekatan perlindungan dan deteksi dini terhadap anak menjadi sangat penting, terutama di tengah perubahan pola interaksi sosial di era digital,” ujar Dr. Zora Arfina Sukabdi.

Sementara itu, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D., mengingatkan bahwa pencegahan harus tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti ilmiah, sehingga tidak menimbulkan stigma atau generalisasi terhadap generasi muda.

Pandangan lain disampaikan psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto, yang menekankan pentingnya penguatan kesehatan mental dan ketahanan psikologis sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih tangguh menghadapi tantangan ruang digital.

Sementara Dr. Ismail Fahmi menyoroti pentingnya edukasi publik dan sistem deteksi dini berbasis data agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap perubahan dinamika digital.

Menutup paparannya, Kadensus 88 menegaskan bahwa tujuan utama berbagai upaya tersebut adalah membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

“Tujuan akhirnya bukan menciptakan rasa takut, tetapi membangun kesadaran bersama agar anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan memiliki ketahanan menghadapi tantangan era digital,” tutup Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keamanan masa depan dibangun melalui perlindungan, pendidikan, kolaborasi, dan penguatan ketahanan generasi muda.

Ketua PKK Kabupaten Sidoarjo Ajak Masyarakat Biasakan “Pentasuling” Pepe Bantal Kasur Dan Guling

Sidoarjo | Gempurnews – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan eliminasi tuberkulosis (TB) dapat tercapai lebih cepat sebelum target nasional tahun 2030, yakni pada tahun 2028. Untuk mendukung percepatan tersebut, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo didorong aktif melakukan deteksi dini, pendampingan pasien hingga edukasi lingkungan sehat di tengah masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengatakan, PKK memiliki peran strategis sebagai motor penggerak sekaligus ujung tombak di tengah masyarakat dalam penanganan TB.

“PKK fokus pada deteksi dini, pendampingan pasien, dan promosi lingkungan sehat untuk memutus rantai penularan tuberkulosis,” ujamya saat kegiatan

Sosialisasi Peran PKK dalam Penanggulangan TBC Berbasis Lingkungan di Pendopo Delta Wibawa
pada Kamis (21/5/2026). la menegaskan, seorang ibu memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan
rumah yang sehat. Menurutnya, ibu dapat menjadi “insinyur rumah tangga” yang menentukan kualitas kesehatan keluarga melalui pengaturan ventilasi, pencahayaan hingga kebersihan rumah.

“Ibu di rumah adalah perancang utama kesejahteraan keluarga. Ibu memiliki kekuatan untuk mengatur tata letak dan ventilasi rumah agar menjadi hunian yang sehat dan nyaman,” katanya.

Sriatun juga mengajak masyarakat membiasakan gerakan “Pentasuling” atau pepe bantal, kasur dan guling sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan lingkungan rumah. Ia meminta kader turut mengedukasi masyarakat agar rutin menjemur perlengkapan tidur untuk mencegah penyebaran penyakit.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya dukungan moral kepada pasien TB agar tidak merasa dikucilkan. Menurutnya, masih banyak pasien TB yang merasa minder dan takut dijauhi masyarakat karena khawatir dianggap menularkan penyakit.

“Jangan takut kepada pasien TB dan jangan sampai dikucilkan. Mereka butuh diajak komunikasi, diberikan dukungan agar rutin minum obat, kontrol, dan menjaga pola makan sehat meski tidak harus mahal,” ujarnya.

la juga meminta kader terus mengingatkan pasien TB untuk disiplin menggunakan masker demi mencegah penularan.

Dalam kesempatan tersebut, dokter spesialis paru, Bagus Wicaksono menjelaskan bahwa satu penderita TB dapat menularkan penyakit kepada 15 hingga 20 orang lainnya apabila tidak segera ditangani. la mengatakan, masyarakat perlu memahami gejala TB seperti batuk lebih dari dua minggu, batuk darah, sesak napas dan nyeri dada. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke puskesmas untuk deteksi lebih
lanjut.

“TB bisa sembuh jika ditemukan lebih awal dan pasien disiplin menjalani pengobatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Khusnul Khotimah menegaskan kader kesehatan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan sehat guna mencegah TB.

la menjelaskan beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi penularan TB di antaranya ventilasi rumah, pencahayaan, kepadatan penghuni dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, rumah sehat harus memiliki ventilasi yang cukup dengan tingkat kelembaban ideal sekitar 60 persen.

“TB adalah tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi petugas TB dengan petugas sanitarian sangat penting untuk menemukan, mengobati hingga pasien sembuh,” ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Djoko Setijono menyampaikan, saat ini terdapat sekitar 5.800 kasus TB di Kabupaten Sidoarjo dengan capaian penanganan mencapai 91 persen atau sekitar
5.700 kasus. Untuk mendukung target eliminasi TB tahun 2028, Dinkes Sidoarjo telah menyiapkan
layanan pengobatan TB di 170 fasilitas pelayanan kesehatan sekaligus terus memperluas sarana pengobatan dan meningkatkan penemuan kasus suspect TB melalui screening masif di masyarakat.

Selain itu, pembentukan Desa Siaga TB juga terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kecamatan. Pemerintah juga mendorong pelaksanaan imunisasi dasar lengkap serta gerakan menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah pencegahan TB di masyarakat. (Yl)

Ijin Gudang Beralih Fungsi Menjadi Lapangan Padel,Pihak Dinas Akan Kirim Surat Teguran Keras

Cimahi,Kamis(21/05/2026)
Bekas gudang karung yang beralamat di Jalan Industri Cibaligo no. 39,Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan,Diduga belum mengantongi ijin,Hal tersebut terungkap saat Dinas terkait Pemkot Cimahi melakukan Kunjungan beberapa kali namun di lokasi tidak ada yang bisa menjelaskan terkait perijinan yang dikantongi,tentu saja hal ini membuat pertanyaan,apakah lapangan Padel yang sudah beroperasi beberapa bulan yang lalu sudah memiliki ijin sesuai peruntukannya?.

Pihak Satpol Pp.bidang Penegakan Perda telah beberapa kali melakukan kunjungan,namun tidak ada yang dapat memberikan keterangan terkait ijin yang dikantongi.
Melalui Aplikasi WA, Sat. Polisi.PP,Kepala Bidang Penegakan PERDA Aryo Wibisono,S.H.mengungkapkan langkah yang sudah ditempuhnya terkait keberadaan Lapangan Padel Kayoo yang diduga belum mengantongi ijin,
“Setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait dibangunnya dan sudah mulai beroperasi Lapangan Padel yang ijin awalnya adalah Gudang karung,Kami akan melakukan Pulbaket dan sekarang sedang proses, Karena sudah dua kali kami melakukan kunjungan namun belum ada perwakilan pemilik kegiatan yang dapat memberikan keterangan terkait ijin lapangan Padel tersebut dan rencananya kita akan meminta keterangan dari pemilik langsung.Untuk sanksi ketentuan saat ini ada pada Dinas tekhnis yakni DPUPR, setelah mendapatkan Disposisi dari Dinas terkait, Baru kami bergerak,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Tata ruang DPUPR, Fitriyadi menjelaskan bahwa Stafnya sudah melakukan kunjungan ke tempat lapangan Padel yang diduga belum mengantongi ijin, namun tidak dapat menemui penanggung jawab pengelola lapangan Padel tersebut,
“Staf kami sudah berusaha menemui penanggungjawab pengelola maupun pemilik untuk memeriksa ijin yang sesuai peruntukannya, namun sampai saat ini belum ada yang bisa menjelaskan perihal ijin yang dikantongi oleh pengelola lapangan Padel tersebut, langkah selanjutnya adalah, kami akan mengirim Surat peringatan ke-1(SP-1) namun jika masih tidak mengindahkan, tidak menutup kemungkinan kami akan mengirim surat Disposisi kepada Satpol PP untuk melakukan penyegelan tempat tersebut, ” Tandas Fitriyadi Kepala bidang Tata ruang DPUPR Kota Cimahi