Home Blog Page 5

Tanpa Kemegahan Panggung Besar, Pelepasan Siswa/i Kelas 9 SMPN 3 Pemalang Berlangsung Meriah

GempurNews | Pemalang – Kelulusan adalah momen yang sangat di nantikan terutama bagi siswa/i kelas 9 SMPN 3 Pemalang, yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di bangku SMP, meski tahun ini acara pelepasan di rayakan sangat sederhana namun momen ini berlangsung hangat penuh kebahagiaan.

Tanpa kemegahan panggung besar pelepasan siswa/i SMPN 3 Pemalang dihadiri oleh Kepala sekolah,Ketua Komite,guru,staf TU,dan para siswa siswi, meskipun tanpa kehadiran orangtua siswa, suasana kekeluargaan begitu terasa dan cukup meriah, canda tawa dan air mata haru menjadi saksi kebahagian bagi siswa/i SMPN 3 Pemalang,bahwa kebersamaan selama tiga tahun sangat berarti penuh kenangan. Kamis (21/5/26)

Waka Kesiswaan saat di wawancarai oleh media mengatakan acara pelepasan siswa kelas 9 ini memang sangat sederhana namun yang penting adalah anak anak memiliki kesan selama menjalani pendidikan selama tiga tahun. “pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa pelepasan siswa/i ini mencerminkan semangat syukur dan keberkahan,jangan sampai acara perpisahan/pelepasan menjadi beban baru bagi keluarga maupun orangtua.

Kita ingin semua anak anak merasa dihargai karena ilmu dan akhlaknya bukan karena mahalnya biaya kelulusan. “tambahnya.

Kepala sekolah SMPN 3 Pemalang Mustika Alam berpesan dan berharap kepada anak anak yang telah lulus semoga dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,bisa berguna bagi agama,bangsa serta menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat banyak. “ucapnya.

Momentum ini bisa menjadi refleksi bagi siswa/i memperbaiki karakter dan mempersiapkan diri menjadi anak anak berprestasi berakhlak mulia.

Kelas 9 telah menutup episode terakhir di bangku SMP, dan kini bersiap membuka lembaran baru di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kami bangga atas pencapaian kalian semua, Selamat kepada siswa/i kelas 9 yang telah lulus,kalian telah sukses melewati suatu jenjang oleh sebab itu jangan pernah patahkan semangat belajarmu, terus bergerak menuju cita cita kalian dan semoga setiap langka kalian selalu di berkahi oleh Allah SWT.

(yn26)

Dari Riuh Perdebatan Menuju Salam Kedewasaan: Munas SWI 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru

Boyolal. gempurnews.com – Aula Front One The Andya Boyolali, di Jalan Merdeka Timur, Wonosari, Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menjadi saksi sejarah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI), Kamis malam (21/5/2026).

Suasana forum yang awalnya diharapkan berjalan tenang dan penuh khidmat berubah menjadi penuh dinamika. Bukan karena fasilitas ruangan yang kurang nyaman, melainkan karena kuatnya gelombang aspirasi, keresahan, dan kecintaan para peserta terhadap masa depan organisasi SWI.

Munas yang dihadiri delegasi dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia itu berlangsung panas sejak agenda pemilihan Ketua Umum dimulai.

Perdebatan mencuat lantaran dari dua nama yang sebelumnya digadang maju sebagai calon ketua umum, hanya satu kandidat yang hadir hingga tahapan akhir sidang. Selain itu, sebagian administrasi pencalonan juga menjadi sorotan peserta forum.

Suara-suara kritis pun bergema di dalam aula.
โ€œIni tidak demokratis!โ€ seru salah satu peserta sidang.
Namun di sisi lain, peserta lain menyampaikan pandangan berbeda.
โ€œSituasi organisasi membutuhkan keputusan cepat. Jangan biarkan SWI kosong tanpa nahkoda,โ€ ujar peserta lainnya.

Perdebatan berlangsung sengit. Adu argumentasi tak terelakkan. Namun menariknya, seluruh dinamika itu tetap berada dalam koridor organisasi dan semangat menjaga persatuan.

Ketua DPD SWI Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Alimusa, yang hadir sebagai perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, mengaku merasakan langsung atmosfer emosional dalam forum tersebut.
Ia menyebut, di balik ketegangan sidang, tersimpan semangat besar para delegasi yang datang dari berbagai daerah demi memastikan keberlangsungan organisasi wartawan tersebut.

โ€œDi satu sisi saya memahami pentingnya aturan organisasi. Namun di sisi lain, saya juga melihat semangat luar biasa dari rekan-rekan delegasi yang datang dari Aceh, Sumatera, Lampung, Banyuwangi, Sulawesi, Tangerang, Jakarta, Palembang, Palu dan berbagai daerah lainnya.

Mereka menempuh perjalanan panjang demi satu tujuan, yaitu menjaga SWI tetap hidup dan terus berjalan,โ€ ungkap Alimusa.

Sebanyak 56 delegasi dari seluruh Indonesia hadir dalam Munas tersebut. Situasi sempat memanas ketika sejumlah peserta mempertanyakan mekanisme pemilihan yang dinilai belum ideal. Namun forum akhirnya sepakat mengambil jalan tengah melalui mekanisme voting.

Pemungutan suara dilakukan dengan pilihan calon tunggal melawan kertas kosong sebagai bentuk penegasan demokrasi organisasi.

Hasilnya:

H. Iskandar memperoleh 49 suara
Abstain sebanyak 4 suara
Tiga suara lainnya dinyatakan di luar konteks

Dengan hasil tersebut, H. Iskandar resmi terpilih sebagai Ketua Umum Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI).
Sesaat setelah hasil dibacakan, suasana aula mendadak hening.

Ketegangan yang sejak awal terasa perlahan berubah menjadi rasa lega. Para peserta yang sebelumnya terlibat perdebatan akhirnya saling mendekat dan berjabat tangan.

Momentum itu menjadi pemandangan yang mengharukan. Tidak ada lagi kubu-kubuan, tidak ada rasa menang atau kalah. Yang tersisa hanyalah kesadaran bahwa organisasi harus tetap berdiri di atas persaudaraan.

โ€œPak Iskandar, kami titip SWI,โ€ ujar Alimusa sambil menggenggam tangan Ketua Umum terpilih.
โ€œSiap, Mas Ali. Ini bukan kerja satu orang, ini kerja kita semua,โ€ jawab H. Iskandar.

Di luar gedung, suasana malam Boyolali tampak tenang. Sejumlah anak muda menikmati kopi di angkringan dengan lampu temaram khas Jawa Tengah. Namun di dalam aula Munas, semangat persatuan justru terasa menyala terang.

Munas SWI 2026 menjadi bukti bahwa perbedaan pandangan dalam organisasi bukanlah ancaman, melainkan bagian dari proses demokrasi yang sehat. Para wartawan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa perdebatan dapat diselesaikan dengan kedewasaan dan rasa saling menghormati.

Forum tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa tantangan terbesar insan pers saat ini bukanlah perbedaan internal, melainkan bagaimana menjaga independensi, memperjuangkan keadilan, melawan kebodohan publik, serta terus menyuarakan kebenaran di tengah derasnya arus informasi.

Terpilihnya H. Iskandar diharapkan menjadi awal baru bagi SWI untuk semakin solid, profesional, kritis, dan beradab dalam menjalankan fungsi pers sebagai pilar demokrasi.

Malam itu, seluruh delegasi pulang membawa satu rasa yang sama: lega dan gembira ,bukan semata karna hasil pemilihan melainkan karna SWI berhasil melewati ujian Demokrasi dengan tetap menjaga Persaudaraan. Di panggung Demokrasi Suara boleh berbeda Namun Salam persaudaraan tidak boleh pudar

ALI IMRON

SMK PGRI Lumajang Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Kuda Putih Cup 2026


LUMAJANG โ€“ Gempur News
Turnamen catur pelajar paling dinanti di Lumajang, Kuda Putih Cup 2026, akhirnya mengantongi kepastian tempat. Panitia bersama sponsor resmi menetapkan SMK PGRI Lumajang sebagai lokasi pelaksanaan yang akan berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026.

Keputusan itu keluar dari rapat koordinasi yang digelar Selasa, 19 Mei 2026 di Pio Kafe Lumajang. Setelah menimbang kesiapan sarana, daya tampung, dan kelengkapan fasilitas, pihak sponsor menjatuhkan pilihan ke SMK PGRI sebagai venue paling representatif untuk menggelar ajang bergengsi ini.

Dengan lokasi yang sudah fix, panitia kini tancap gas menyelesaikan persiapan teknis. Mulai dari pembukaan pendaftaran peserta, penyediaan papan dan jam catur, hingga pengaturan teknis pertandingan akan segera dikebut agar turnamen berjalan mulus.

Kuda Putih Cup bukan sekadar kompetisi. Ajang ini menjadi panggung bagi pelajar Lumajang dan sekitarnya untuk unjuk kemampuan, mengasah strategi, sekaligus mencari bibit unggul yang bisa melaju kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.

Dukungan sponsor dan penetapan venue yang strategis diharapkan jadi energi tambahan agar Kuda Putih Cup 2026 berlangsung sukses dan memberi dampak nyata bagi perkembangan catur pelajar di Lumajang.( Joe,)

Santi Wilujeng: DPRD Kota Probolinggo Dorong Pembentukan Badan Promosi Pariwisata Lewat Raperda

Probolinggo,
Sidang Paripurna DPRD Kota probolinggo membahas penyampaian jawaban DPRD terhadap pendapat Wali Kota atas dua Raperda inisiatif DPRD sekaligus jawaban eksekutif terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi mengenai Raperda Kota Probolinggo.(Rabu 20/5/2026)

Rapat paripurna berlangsung dengan dihadiri jajaran pimpinan DPRD, anggota dewan, perwakilan Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah tamu undangan lainnya. Agenda tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan pembahasan regulasi daerah guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo.

Dalam penyampaiannya, Wakil Ketua II DPRD Kota Probolinggo, Santi Wilujeng Prastyani, S.H., menjelaskan bahwa dua Raperda pemerintah daerah yang telah disampaikan nantinya akan dibahas lebih lanjut melalui panitia khusus (Pansus) DPRD.

Menurutnya, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi perhatian dalam pembahasan Raperda tersebut, salah satunya mengenai pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah sebagai upaya memperkuat sektor pariwisata di Kota Probolinggo.

โ€œDua Raperda pemerintah ini nantinya akan kita bahas lebih lanjut melalui pansus. Ada beberapa poin penting di dalamnya, salah satunya pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah yang diharapkan mampu mendukung peningkatan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,โ€ ujar Santi Wilujeng Prastyani.

Ia menambahkan, DPRD Kota Probolinggo juga menekankan pentingnya menghadirkan regulasi yang berpihak kepada masyarakat serta mampu mendorong terciptanya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Kota Probolinggo.

Selain itu, pembahasan Raperda diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang berkelanjutan.

Rapat paripurna tersebut juga menjadi momentum sinergitas antara legislatif dan eksekutif dalam menyusun kebijakan daerah yang aspiratif, transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya pembahasan lanjutan melalui pansus, DPRD Kota Probolinggo berharap seluruh substansi Raperda dapat dikaji secara mendalam sehingga menghasilkan regulasi yang efektif, tepat sasaran dan mampu mendukung kemajuan Kota Probolinggo di berbagai sektor pembangunan.(suh)

Warga Bondowoso Marak Swadaya Tambal sulam jalan Rusak

Bondowoso, GempurNews- Aksi swadaya masyarakat untuk menambal jalan berlubang dan rusak di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso terus bermunculan. Warga dari beberapa desa hingga relawan komunitas secara mandiri mengumpulkan dana dan material untuk memperbaiki jalan rusak demi keselamatan pengguna jalan.

Salah satu aksi dilakukan warga Desa Tlogossri yang memperbaiki jalan penghubung Desa Tlogosariโ€“Kembang menggunakan dana swadaya masyarakat yang dihimpun melalui donasi sukarela.

Koordinator Relawan, Surawi, mengatakan jalan yang rusak ditemukan hampir di sepanjang ruas jalan dengan panjang sekitar 3,5 kilometer dan diameter jalan rusak bervariasi antara 6 meter hingga 15 meter.

โ€œSepanjang jalan itu yang kami rabat cor kira-kira sepanjang 3,5 kilometer,โ€ ujarnya.

Dana penambalan jalan berasal dari iuran para relawan, juga menerima bantuan material koral serta peminjaman peralatan untuk proses penambalan.

Surawi menambahkan, aksi tersebut dilakukan karena banyaknya pengendara yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sudah cukup membahayakan keselamatan pengguna jalan. Meski tidak mengetahui kendala yang dihadapi pemerintah, para relawan hanya ingin membantu memperbaiki kondisi jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Seorang warga berinisial AM mengatakan, perbaikan jalan tersebut merupakan inisiatif warga Desa Tlogosari dan sekitar karena jalur tersebut menjadi akses utama menuju desa mereka.

โ€œKami warga Desa Tlogosari berinisiatif memperbaiki jalan ini sendiri,โ€ ujarnya.

Ia menjelaskan, secara administratif jalan poros tersebut berada di wilayah Desa Tlogosari dan Desa kembang. Namun warga Tlogosari tetap bergotong royong memperbaiki jalan karena menjadi satu-satunya akses menuju desa mereka serta penghubung ke wilayah Tlogosari,Kembang dan Gunosari.

Kegiatan serupa juga dilakukan warga Desa sulek dan Desa Trotosari kecamatan Tlogosari

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap fasilitas publik. Warga juga memahami kondisi keterbatasan anggaran pemerintah daerah saat ini, pungkasnya. **

Wakapolri: Ancaman Terorisme Berubah, Pencegahan, Collaborative Approach, dan Perlindungan Generasi Muda Jadi Kunci Keamanan Masa Depan

Jakarta, 20 Mei 2026 โ€” Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa ancaman terorisme dan ekstremisme saat ini telah mengalami perubahan mendasar, dari pola terstruktur menuju jejaring digital yang lebih cair, adaptif, dan sulit dikenali dengan pendekatan konvensional.

Pesan tersebut disampaikan Wakapolri dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H., serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., sebagai bentuk penguatan sinergi nasional menghadapi ancaman ekstremisme yang terus bertransformasi.

Rakernis Densus 88 AT Polri tahun ini menjadi momentum memperkuat arah kebijakan penanggulangan terorisme Indonesia yang semakin menitikberatkan pada pencegahan dini, perlindungan anak, penguatan literasi digital, serta pendekatan kolaboratif (collaborative approach) lintas sektor, seiring perkembangan ancaman yang bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan sebelumnya.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa seluruh strategi penanganan terorisme harus berpijak pada Grand Strategy Polri 2025โ€“2045 dan selaras dengan Renstra Polri 2025โ€“2029, guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan kebijakan menghadapi tantangan masa depan.

โ€œKita sedang menghadapi perubahan besar. Ancaman tidak lagi selalu hadir dalam bentuk organisasi besar yang mudah dipetakan, tetapi berkembang melalui ruang digital, simpatisan lepas, hingga jejaring yang dibentuk oleh algoritma. Karena itu, strategi kita juga harus berubah,โ€ ujar Wakapolri.

Menurut Wakapolri, ekstremisme modern kini semakin terfragmentasi, bergerak melalui individu atau kelompok kecil tanpa struktur formal, namun terkonsolidasi melalui paparan digital dan lingkungan sosial.

Ia menjelaskan bahwa ideologi pelaku tidak lagi selalu hadir sebagai doktrin tunggal yang utuh, tetapi berupa fragmen ideologi yang bercampur sesuai kebutuhan psikologis dan sosial individu. Karena itu, pendekatan lama dalam memahami ekstremisme perlu dilengkapi dengan perspektif baru seperti Composite Violent Extremism (CoVE) untuk membaca ancaman yang ambigu dan konvergen.

Selain itu, Wakapolri mengingatkan bahwa ekstremisme saat ini bersifat โ€œglocalโ€, ketika arus informasi global dapat dengan cepat memengaruhi dinamika sosial lokal melalui media digital.

โ€œAncaman tidak lagi bisa dipahami secara terpisah antara dimensi global dan lokal. Arus informasi bergerak cepat dan dapat memengaruhi lingkungan sosial dalam waktu singkat,โ€ tegasnya.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan Wakapolri adalah meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap paparan ekstremisme dan normalisasi kekerasan di ruang digital.

Data Densus 88 AT Polri per 19 Mei 2026 mencatat 115 anak tergabung dalam True Crime Community (TCC) dan 132 anak terpapar radikalisme di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Wakapolri, angka tersebut harus dipahami sebagai fenomena gunung es, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak awal sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

โ€œKebijakan kontra-ekstremisme yang menyentuh anak harus dibangun dari logika perlindungan dini, bukan logika penindakan dini,โ€ kata Wakapolri.

Ia menegaskan bahwa anak perlu dipahami secara bersamaan sebagai korban sekaligus aktor, sehingga pendekatan yang digunakan harus bersifat rehabilitatif, protektif, dan berbasis perlindungan, bukan semata punitif.

Untuk itu, Densus 88 AT Polri diarahkan menggunakan pendekatan ekologi berlapis (socioecological model), yang mengintegrasikan keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah, dan ruang digital sebagai sistem perlindungan bersama.

Konsep tersebut diwujudkan melalui pembangunan ekosistem โ€œRumah Aman menuju Sekolah Amanโ€, di mana Polri berperan sebagai penghubung koordinasi lintas pihak dalam mendeteksi serta mencegah potensi risiko sejak awal.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga menekankan bahwa ancaman ekstremisme masa kini tidak dapat dihadapi oleh satu institusi secara mandiri. Pendekatan yang dibutuhkan adalah collaborative approach, yakni kolaborasi aktif dan berkelanjutan antara aparat keamanan, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, tokoh agama, komunitas, akademisi, platform digital, hingga masyarakat sipil.

โ€œAncaman ekstremisme tidak dapat diputus oleh satu institusi. Ia harus dihadapi melalui sinergi utuh antara Polri, kementerian, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keamanan masa depan dibangun melalui kolaborasi,โ€ tegas Wakapolri.

Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai menjadi fondasi penting menghadapi ancaman yang kini bersifat multidimensional, lintas platform, dan lintas batas negara, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat sebagai benteng utama pencegahan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolri juga mengapresiasi langkah preventif yang telah dilakukan Ditcegah Densus 88, di antaranya penguatan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, program edukasi di 90 SMAN DKI Jakarta yang menjangkau 31.234 siswa dan 1.300 guru serta orang tua, program Ratakan Bali Pro Max di 70 sekolah dengan 9.950 peserta, hingga penerbitan 70 surat edaran pembatasan penggunaan gawai di sekolah yang tersebar di 33 provinsi.

Kehadiran langsung Kepala BNPT dalam Rakernis turut memperkuat pesan bahwa penanggulangan terorisme membutuhkan orkestrasi kebijakan nasional, menghubungkan pencegahan, deradikalisasi, literasi publik, penegakan hukum, dan penguatan masyarakat dalam satu ekosistem keamanan yang terpadu.

Sementara itu, Kadensus 88 AT Polri menegaskan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif dengan mengedepankan deteksi dini, asesmen risiko, dan penguatan ketahanan generasi muda, seiring perubahan pola ancaman di era digital.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi ruang strategis untuk menyusun arah kebijakan menghadapi ancaman ekstremisme yang berubah cepat, sekaligus memperkuat transformasi kelembagaan menuju pendekatan prediktif, preventif, humanis, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan Transformasi Polri.

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan prinsip utama strategi penanggulangan ancaman masa depan:

โ€œNegara tidak boleh hanya datang saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur.โ€

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa keamanan masa depan dibangun melalui kemampuan membaca perubahan, memperkuat ketahanan masyarakat, membangun kolaborasi, dan menghadirkan pencegahan sebelum ancaman berkembang menjadi risiko nyata.

Rakernis Densus 88 AT Polri 2026 menegaskan satu hal: menghadapi ancaman baru, negara membutuhkan cara kerja baru โ€” lebih kolaboratif, lebih adaptif, dan lebih dekat dengan masyarakat.

Momen Haru Pemberangkatan Haji Kota Kediri, Kapolres: Ini Bentuk Pelayanan untuk Tamu Allah

KEDIRI KOTA โ€“ Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. menghadiri kegiatan pemberangkatan Jamaah Haji Kota Kediri 1447 H / 2026 M yang digelar di GOR Joyoboyo, Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (20/5/2026) sore.

Kegiatan tersebut berjalan khidmat dan penuh haru dengan dihadiri ratusan keluarga jamaah yang turut mengantar keberangkatan calon tamu Allah menuju Tanah Suci.

Tercatat sebanyak 284 jamaah haji asal Kota Kediri diberangkatkan dalam Kloter 115, dengan rincian 129 jamaah laki-laki dan 155 jamaah perempuan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowimuddin Thoha, jajaran Forkopimda, tokoh agama, pengasuh pondok pesantren, serta pejabat instansi terkait lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kediri Kota tampak menyapa para jamaah dan keluarga yang hadir sekaligus memastikan seluruh rangkaian pemberangkatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Prosesi pemberangkatan diawali dengan pembukaan, sambutan Wali Kota Kediri, pembacaan doa oleh KH Anโ€™im Falahudin Mahrus, pengumandangan adzan dan iqomah, hingga pelepasan rombongan jamaah haji menuju embarkasi.

Wali Kota Kediri dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para calon jamaah haji yang telah mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji.

Ia juga berpesan agar para jamaah menjaga kesehatan, saling membantu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, serta berharap seluruh jamaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim mengatakan pihaknya turut melakukan pengamanan dan pengawalan guna memastikan proses pemberangkatan jamaah berjalan aman dan kondusif.

โ€œKami dari Polres Kediri Kota bersama instansi terkait melaksanakan pengamanan dan pengawalan demi memastikan seluruh proses pemberangkatan jamaah haji berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini merupakan bentuk pelayanan kami kepada masyarakat, khususnya para tamu Allah yang akan menunaikan ibadah haji,โ€ ujar AKBP Anggi Saputra Ibrahim.

Kapolres juga mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan keselamatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

โ€œKami turut mendoakan seluruh jamaah haji Kota Kediri agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah, selalu sehat, menjadi haji yang mabrur, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan membawa keberkahan bagi keluarga maupun masyarakat,โ€ tambahnya.

Sebanyak tujuh armada bus disiapkan untuk mengangkut para jamaah menuju embarkasi haji. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat hingga rombongan jamaah diberangkatkan.

Aminuddin: Perda PKL Kota Probolinggo Ciptakan Ketertiban dan Kepastian Usah Pedagang

Probolinggo,
Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo kembali digelar pada Rabu (20/05/2026) di ruang sidang utama DPRD Kota Probolinggo. Agenda rapat kali ini membahas penyampaian jawaban DPRD terhadap pendapat Wali Kota mengenai dua Raperda inisiatif DPRD serta penyampaian jawaban eksekutif terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi terkait Raperda Kota Probolinggo.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha Kusumawardani, Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo H. Abdul Mujib, Wakil Ketua II DPRD Kota Probolinggo Santy Wilujeng, anggota DPRD Kota Probolinggo, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

Dalam penyampaiannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menjelaskan bahwa rapat paripurna tersebut merupakan tindak lanjut atas berbagai pertanyaan dan masukan yang telah disampaikan dalam sidang sebelumnya, baik terkait Raperda inisiatif eksekutif maupun Raperda inisiatif DPRD.

Menurutnya, salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal yang dimiliki Kota Probolinggo. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya dalam menekan angka kemiskinan.

โ€œAlhamdulillah, upaya yang dilakukan mulai menunjukkan hasil dengan adanya penurunan angka kemiskinan sebesar 0,69 persen selama tahun 2020,โ€ ujar dr. Aminuddin.

Ia juga menyoroti pentingnya penetapan Peraturan Daerah terkait penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai bagian dari city branding Kota Probolinggo. Menurutnya, keberadaan Perda tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menciptakan penataan PKL yang lebih tertib, nyaman, dan memberikan kepastian bagi para pedagang.

Wali Kota menjelaskan terdapat tiga prinsip utama dalam penyusunan Perda tersebut. Pertama, melakukan penataan PKL dengan mempertimbangkan jumlah pedagang, domisili, serta keberadaan PKL yang telah lama beraktivitas. Kedua, menjaga ketertiban umum, keindahan kota, serta kelancaran lalu lintas. Ketiga, meningkatkan kesejahteraan para PKL agar mereka dapat menjalankan aktivitas usaha dengan lebih aman dan nyaman.

โ€œSelama ini kadang pedagang bingung, di satu tempat boleh berjualan, di tempat lain ternyata tidak diperbolehkan. Dengan adanya Perda ini nantinya akan ada penataan yang jelas mengenai zona merah, zona kuning, dan area yang diperbolehkan untuk berdagang sesuai waktu tertentu,โ€ jelasnya.

Ia mencontohkan kawasan sekolah yang nantinya dapat menjadi zona kuning, di mana pedagang tidak diperbolehkan berjualan pada pagi hari, namun diperbolehkan pada sore hari. Begitu pula dengan kawasan tertentu yang akan diatur berdasarkan kondisi lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha Kusumawardani menyampaikan bahwa rapat paripurna tersebut merupakan bagian penting dari proses pembahasan Raperda yang bertujuan menghasilkan regulasi berkualitas demi kepentingan masyarakat Kota Probolinggo.

Pihaknya berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif terus terjalin dengan baik sehingga seluruh pembahasan Raperda dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo.(suh)

Ketua Pansus DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan: Pembahasan 3 Raperda Ditarget Rampung Sesuai Jadwal

Probolinggo,
DPRD Kota Probolinggo kembali menggelar rapat paripurna sebagai tindak lanjut pembahasan sejumlah rancangan peraturan daerah (Raperda) yang tengah diproses bersama Pemerintah Kota Probolinggo. Sidang yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD tersebut membahas penyampaian jawaban DPRD terhadap pendapat Wali Kota atas dua Raperda inisiatif DPRD serta jawaban eksekutif terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi mengenai Raperda Kota Probolinggo.

Rapat paripurna tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan pembentukan regulasi daerah yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan di berbagai sektor di Kota Probolinggo.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo sekaligus Ketua Panitia Khusus (Pansus), Muchlas Kurniawan menyampaikan bahwa agenda paripurna kali ini memuat dua momentum penting, yakni jawaban Wali Kota terhadap dua Raperda inisiatif DPRD serta jawaban DPRD terhadap satu Raperda yang merupakan inisiatif pemerintah daerah.

Menurutnya, jawaban yang telah disampaikan dalam rapat paripurna masih bersifat umum dan selanjutnya akan dibahas lebih rinci melalui panitia khusus yang telah dibentuk DPRD.

โ€œParipurna tadi ada dua momentum penyampaian jawaban dari dua Raperda yang merupakan inisiatif DPRD yang dijawab langsung oleh Wali Kota, dan satu Raperda yang merupakan inisiatif pemerintah yang sudah dijawab pimpinan DPRD. Secara umum jawaban-jawaban tadi masih bersifat umum, sedangkan pembahasan detailnya nanti akan dibahas dalam tiga Pansus yang sudah dibentuk,โ€ ujar Muchlas Kurniawan.

Ia menjelaskan, pembahasan teknis nantinya akan dilakukan oleh masing-masing Pansus sesuai bidang yang telah ditetapkan, mulai dari sektor PKL, pariwisata hingga kesejahteraan masyarakat.

โ€œTeknisnya nanti akan dibahas melalui Pansus 1, 2 dan 3. Pertanyaan-pertanyaan dari fraksi tadi juga sudah dijawab oleh Pak Wali dan bisa dipelajari secara detail dalam dokumen jawaban yang telah disampaikan,โ€ tambahnya.

Lebih lanjut, Muchlas berharap seluruh proses pembahasan dapat berjalan sesuai jadwal dan mekanisme yang telah ditentukan sehingga ketiga Raperda tersebut dapat segera disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

โ€œKami menargetkan Perda ini bisa rampung sesuai jadwal dan nantinya dapat langsung diimplementasikan di lapangan demi kepentingan masyarakat Kota Probolinggo,โ€ pungkasnya.(suh)

Dicover BPJS, Layanan Kemoterapi RSUD Blambangan Banyuwangi Buka Awal Juni 2026

BANYUWANGI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi resmi membuka layanan kemoterapi bagi peserta BPJS Kesehatan mulai 1 Juni 2026. Kehadiran layanan ini diharapkan memudahkan pasien di Banyuwangi memperoleh pengobatan tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Kerja sama layanan kemoterapi tersebut ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas antara RSUD Blambangan dan BPJS Kesehatan. Penandatanganan dilakukan Direktur RSUD Blambangan dr. Asiyah bersama Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Abdi Kurniawan Purba di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu (20/5/2026).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut layanan ini menjadi langkah penting untuk mendekatkan akses pengobatan kanker kepada masyarakat.

โ€œAlhamdulillah kerja sama ini bisa terealisasi. Dengan adanya layanan kemoterapi di RSUD Blambangan maka pasien kemoterapi bisa mengakses layanan lebih dekat dan mudah, sehingga ini dapat meringankan beban pasien dan keluarga mereka,โ€ kata Ipuk.

Fasilitas layanan kemoterapi di RSUD Blambangan telah disiapkan sejak tahun 2025, dengan fasilitas lengkap baik dari sisi sarana prasarana maupun SDM. Selama ini pelayanan kemoterapi bagi pasien BPJS, masih harus dirujuk ke daerah lain.

Dengan adanya kerja sama tersebut, pasien kini dapat menjalani kemoterapi langsung di RSUD Blambangan.

โ€œTerima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah berkomitmen mendukung peningkatan layanan kesehatan di Banyuwangi khususnya layanan kemoterapi,โ€ ujar Ipuk.

Direktur RSUD Blambangan dr. Asiyah menjelaskan layanan kemoterapi BPJS akan mulai beroperasi pada 1 Juni 2026. Pasien yang sebelumnya menjalani terapi di luar Banyuwangi dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan syarat telah berkonsultasi dan memperoleh rekomendasi dari dokter penanggung jawab.

โ€œKarena kemoterapi ini terapi paket, jadi untuk pelaksanaannya harus atas rekomendasi dokter yang menangani,โ€ kata dr. Asiyah.

Menurutnya, seluruh kebutuhan layanan kemoterapi di RSUD Blambangan kini telah terpenuhi, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia.

RSUD Blambangan telah tersedia berbagai fasilitas penunjang kemoterapi, termasuk Ruang Handling Sitotoksik untuk peracikan obat kemoterapi yang dilengkapi BioSafety Cabinet (BSC) sesuai standar keamanan.

Selain itu, tersedia Ruang One Day Care Kemoterapi yang digunakan untuk pemberian obat kemoterapi secara rawat jalan.

Dari sisi tenaga medis, rumah sakit daerah tersebut juga telah memiliki dokter spesialis dan subspesialis yang mendukung layanan kanker, antara lain dokter subspesialis bedah onkologi, subspesialis onkologi toraks, dokter spesialis penyakit dalam dengan fellowship Internis Fellow Onkologi (IFO), hingga dokter spesialis paru dengan fellowship terapi sistemik onkologi toraks.

Layanan tersebut juga diperkuat tenaga kefarmasian dan perawat khusus kemoterapi. (*)