Kangkung, Kendal Mahasiswa Kerja Kuliah Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-18 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 122 ikut serta dalam gelaran tradisi Baritan di Desa Laban Kecamatan Kangkung. Baritan digelar di Musala Al Barokah Dusun Suwaru RT 08 RW 02 Desa Laban, Selasa (11/0/2024).
Menurut tokoh masyarakat Tradisi ini menjadi tradisi rutin disetiap tahun baru islam tepatnya pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagian karena sudah diberi kesempatan menampaki tahun yang baru.
” Wes Kawet Aku cilik nduk, Kanggo Syukur marang gustisekalian bodone cah cilik-cilik ben seneng wong tahun baru islam, ( Sudah dari dulu nduk tradisi ini ada, dari saya masih kecil. Tradisi ini untuk mengucapkan syukur kepada allah dan sekaligus menyenangkan anak-anak kecil supaya mengerti adanya tahun baru islam.” Kata Hj. Nadhirah, Ketua Muslimat Ranting Desa Laban
Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini biasanya dimulai sejak usai jamaah salat Magrib. Warga membawa nasi kluban berkumpul bersama di musala ada juga yang melaksanakannya dipinggir jalan di masing-masing rt. Nasi dan lauk pauk kemudian disatukan di atas daun pisang atau nampan. Acara diisi dengan dzikirl dan doa, diakhiri dengan makan bersama.
Uniknya Kluban disini Kebanyakan mengunakkan sayur Kanggkung. Mahasiswa KKN yang ikut membantu warga sembari melantunkan dzikir yang dibacakan. Selaku mahasiswa laili, mengaku cultursock dengan kulban atau urap dengan kangkung.
”Saya baru tahun ternyata Kluban disini mengunnakan Sayur Kanggung, enak juga ternya, Tradisi ini perlu di Jaga dan dilestarikan karena menimbulkan adanya rasa saling berbagi, saling memberi, saling mengasihi antara warga.
Jalin Keakraban dengan Masyarakat, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Memeriahkan Tradisi Lebaran Muharram di Desa Laban
RELATED ARTICLES
