
Capai 36,55 %, Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Akan Jadi Ikon Baru Pariwisata Heritage Cultural di Kota Banyuwangi
Gempurnews.com, Banyuwangi – Progress Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi sampai minggu ini sudah menacapai 36,55 %, pasar berarsitektur khas Osing ini digadang-gadang akan menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat serta ikon baru pariwisata heritage cultural di Kota Banyuwangi, yang diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi lokal.
Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU CKPP Kab. Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si. Melalui Pelaksana tugas (Plt) Kabid Cipta Karya Dinas PU CKPP Kab. Banyuwangi, Meylia Maharani, ST., M.Si. Rabu (30/7/2025).
“Sementara progres sampai minggu ini sudah mencapai 36,55%, selain sebagai pusat ekonomi rakyat, kami berharap ini bisa menjadi ikon baru pariwisata heritage cultural di Kota Banyuwangi, menghadirkan lingkungan jual-beli yang lebih nyaman, bersih, modern, serta atraktif bagi pengunjung, termasuk wisatawan lokal maupun luar daerah.” Tandas Mely, sebutan akrabnya.
Masih Mely, “Konsep desain yang kami buat mengedepankan integrasi heritage, menyelaraskan Pasar Banyuwangi dengan Asrama Inggrisan dan Taman Blambangan dalam skema revitalisasi terpadu, sesuai dengan komitmen kami untuk merawat dan mempertahankan bangunan cagar budaya (Asrama Inggrisan & elemen arsitektur pasar) dalam usaha pelestarian sejarah dan budaya daerah.”Terangnya.
Dibangun di atas lahan seluas ± 1 hektar, Revitalisasi Pasar Banyuwangi sendiri didanai oleh Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 152 miliar dan ditargetkan akan selesai diakhir tahun 2025.
“Secara teknis, meski anggaran ditanggung oleh pusat melalui Kementerian PUPR, DPU CKPP sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas koordinasi di daerah dan pelaksanaan sarana prasarana lokal sesuai rancangan, kami juga yang mematangkan konsep dan desain pasar hingga mencapai finalisasi, menyiapkan lokasi, relokasi pedagang dan fasilitas pendukung seperti mushala, toilet, listrik, air, hingga tempat parkir.” Paparnya.
Mengacu pada desain Pasar Induk Banyuwangi akan terdiri dari tiga zona utama Pasar basah, Pasar kering, Area kuliner.
“Nantinya, akan ada tiga zona utama, pasar basah, pasar kering dan area kuliner, total akan ada sekitar 776 unit kios/lapak, serta terdapat gedung parkir untuk menata kendaraan. Adapun fasilitas juga mencakup area paving vintage bergaya heritage, fasilitas dasar di lokasi relokasi seperti musala, toilet, area parkir, instalasi listrik dan air.” Ujarnya menjelaskan.
Masih Mely menambahkan, “Saya berharap kedepan prosesnya bisa berjalan dengan lancar, sejauh ini tidak ada kendala konstruksi yang signifikan atau permasalahan besar lainnya, hanya sedikit masalah pada pengadaan material oleh Penyedia jasa serta pembatasan jam kerja atau lembur karena berdekatan dengan zona pemukiman”. Imbuhnya. (*/Sgt).









