Home Blog Page 1479

Mulai Berbagi Sembako Hingga Gendong Lansia, Kontribusi Polres Ngawi Ingin Mengakhiri Pandemi

0

NGAWI – Penanganan Covid di Jawa Timur terus dilakukan. Seluruh jajaran Polda Jawa Timur berupaya dan berkomitmen dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk meberikan himbauan Protokol Kesehatan ( Prokes ).

Hal itu dilaksanakan melalui patroli Pamor Keris yang setiap hari dilakukannya oleh seluruh jajaran Polda Jatim.

Bukan hanya itu, untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity), seluruh jajaran Polda Jatim juga terus menggelar vaksinasi.

Seperti halnya dilakukan oleh Polres Ngawi yang juga merupakan Polres di jajaran Polda Jatim.

Kali ini dalam upaya mencapai target herd immunity di wilayah Kabupaten Ngawi, pihaknya gencar melaksanakan vaksinasi dan mengoptimalkan Pamor Keris nya dalam penegakan Prokes.

Bahkan Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya rela memberikan door prize dan puluhan paket sembako untuk masyarakat yang bersedia divaksin.

“Iya, ini kami lakukan bukan semata agar masyarakat mau divaksin,tetapi kami berbagi kepada mereka yang terdampak pandemi covid ini,” kata AKBP I Wayan saat melakukan peninjauan vaksinasi serentak di Kecamatan Kwadungan Ngawi,kemarin Sabtu (12/3/22).

Dalam mencapai herd immunity, Kapolres Ngawi menggelar vaksinasi dengan sasaran masyarakat umum, lanjut usia (Lansia) dan lanjutan (booster).

Pada gelaran vaksinasi serentak tersebut, sempat menyita perhatian adalah Anggota Polres Ngawi rela gendong lansia yang ingin mendapatkan vaksinasi.

Salah satunya Bripka Supriyono Bhabinkamtibmas Desa Mojomanis Kwadungan, Ngawi, Jawa Timur. Dirinya menjemput, mengantar, hingga menggendong lansia dari kendaraan menuju lokasi vaksinasi.

Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya mengungkapkan kalau pihaknya sengaja menjemput para lansia agar mereka yang belum vaksin maupun belum mendapatkan dosis vaksin lengkap untuk segera bisa vaksinasi.

“Sebenarnya untuk wilayah Kwadungan sendiri sudah mencapai 100 persen untuk vaksinasinya atau total 70 persen dari jumlah penduduk di Kecamatan Kwadungan,namun, untuk lansia secara keseluruh di Ngawi sudah 78 persen mendapatkan vaksinasi dosis pertama, dan untuk dosis kedua sudah 60 persen. Kami turut mebggenjot capaian vaksinasi,” jelas AKBP Winaya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, bahwa dalam upaya penanganan Covid di Jawa Timur, akan terus dilakukan hingga benar – benar pandemi menjadi endemi.

“Terus kita upayakan pencegahan penyebarannya, dengan mengoptimalkan giat Pamor Keris dan vaksinasi,” kata Kombes Dirmanto.

Pada pelaksanaan setiap kegiatan dalam rangka penanganan Covid ini,kata Kombes Dirmanto pihak Polda Jawa Timur dan jajarannya tetap mengedepankan Tugas Wewenang dan Tanggung jawab.

“Bagian dari tugas kami dalam memberikan pengayoman,perlindungan dan pelayanan masyarakat,” pungkas Kombes Pol Dirmanto. (**)

Polres Blitar Kota Peduli Supeltas Penjaga Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

0

KOTA BLITAR – Polres Blitar Kota memberikan sarana kontak atau peralatan pendukung kepada Sukarelawan Pengatur Lalu-lintas (Supeltas). Khususnya para Supeltas yang berjaga  di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

Hari ini Sabtu (12/03/2022) siang, dipimpin Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono S.H S.I.K M.Si mengecek sejumlah perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayahnya

Dalam kesempatan itu, Kapolres Blitar Kota memberikan bantuan sembako dan sarana kontak atau peralatan pendukung untuk Supeltas penjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu

Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono didampingi Kasat narkoba AKP Sujarwo, Kaur reg ident Iptu Didik dan Kanit dikyasa Iptu Samsul mendatangi dua perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Supriyadi dan Jalan Brawijaya Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar Kota menyempatkan berbincang dengan Supeltas penjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

Selanjutnya, Kapolres Blitar Kota memberikan sembako dan sarana kontak atau peralatan pendukung untuk penjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Alat Operasional yang diberikan antara lain Bendera, Rompi, dan peluit.

AKBP Argowiyono mengatakan kegiatan ini bagian dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2022.

Dengan perhatian dari Polres Blitar Kota ini, diharapkan kedepan dapat memotivsi kinerja para Supeltas menjaga perlintasan tanpa palang pintu. Dengan begitu, angka kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu bisa ditekan.

“Ini bentuk perhatian kami kepada relawan penjaga perlintasan tanpa palang pintu agar mereka bisa menjalankan tugasnya dengan lancar,” kata Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono

AKBP Argowiyono juga meminta pemerintah daerah dan PT KAI lebih memperhatikan perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Pemerintah daerah dan PT KAI diminta memberikan rambu-rambu peringatan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

“Syukur-syukur pemerintah daerah dan PT KAI segera membangun palang pintu di perlintasan yang belum ada palang pintunya,” ujarnya

Sementara itu salah satu Supeltas yang berjaga di perlintasan Sanankulon yaitu Sukarno(60) mengaku terbantu dengan sarana kontak yang diberikan polisi. Ia berharap, pemberian sarana kontak itu dapat memudahkan pekerjaannya mengatur lalu lintas yang melewati rel kereta api. 

“Alhamdulillah dapat bantuan sarana kontak jadi kami bisa lebih maksimal menjalankan tugas,” kata Sukarno. (tim)

Polres Probolinggo Gerak Cepat Bantu Masyarakat Evakuasi Tebing Longsor di Jalur Wisata Bromo

PROBOLINGGO – Tebing di jalur menuju lokasi wisata Gunung Bromo sempat terjadi longsor. Jalur menuju ikon wisata Jawa Timur itu pun sempat terganggu.

Tebing longsor menuju Gunung Bromo itu terjadi Sabtu (12/3/2022) dini hari usai hujan deras. Jalur lalu lintas warga dan wisatawan di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo pun tertutup material longsoran.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi yang menerima laporan adanya bencana tersebut segera merespon dengan menggerakkan personel yang ada ada di wilayah terdampak untuk koordinasi dengan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Probolinggo membersihkan material tanah.

“Tebing longsor pukul 00.30 WIB, tumpukan tanah menutupi jalan raya jalur wisata Gunung Bromo. Kemarin sejak pagi hingga sore warga dibantu petugas gabungan membersihkan material tanah dan saat ini jalur wisata bromo sudah bisa dilintasi” ujar Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya

Sejak kemarin malam petugas BPBD dan Tagana setempat bersama TNI/Polri dan warga Tengger bahu membahu membersihkan material longsoran dengan alat seadanya. Tadi pagi jalan warga dan jalan wisata itu bisa dilintasi.

Sejumlah anggota Polres Probolinggo bersama Kodim 0820 Probolinggo menggelar kerja bakti dan melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi longsor. Dibantu dengan mendatangkan alat berat dari Pemkab Probolinggo melakukan pembersihan material.

“Alat berat dari Pemkab Probolinggo pun didatangkan untuk membantu melakukan pembersihan material dan saat ini arus lalu lintas bisa kembali normal dan lancar,” kata AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengimbau warga setempat maupun wisatawan Gunung Bromo yang hendak melintasi jalur itu agar lebih berhati-hati karena sering terjadi hujan deras dan rawan longsor. (tim)

Wabup Subandi Mensupport Lansia Untuk Meningkatkan IPM Sidoarjo

SIDOARJO – Perkembangan demografi penduduk di Kabupaten Sidoarjo mengalami perkembangan yang sangat dinamis. Perkembangan ini bisa dilihat dari pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pemkab Sidoarjo berkomitmen kuat dalam meningkatkan IPM. Salah satu sasaran untuk IPM ini adalah para penduduk lanjut usia (lansia)

Wakil Bupati Sidoarjo, H. Subandi selaku Ketua Komda Lansia Kabupaten Sidoarjo mensupport para lansia Kabupaten Sidoarjo untuk tetap berkarya, pada saat pengukuhan Pengurus Lanjut Usia Karang Werda “Krisna” Rt 18, RW 6 Desa Magersari pagi tadi (13/5).

“Membangun harmonisasi lansia di tingkat RT, RW, Desa/ kelurahan, program lansia ini harus betul-betul dilakukan dengan anggaran yang diberikan Pemda, minimal satu desa bisa menjaga kesehatannya, meningkatkan imunnya, “jelasnya.

“Harapan saya nanti kita akan keliling ke desa – desa, menjaring apa yang menjadi keinginan dan apa saja yang telah dilakukan oleh para lansia, biar nanti dari kabupaten bisa melakukan pendampingan,” lanjutnya

Masih menurut Subandi, masyarakat Sidoarjo yang memasuki fase lanjut usia masih tetap berkarya, masih energik, masih bisa memberikan yang terbaik, ini tugasnya pemerintah. Jadi pemerintah disini harus benar – benar hadir ditengah masyarakat untuk mewujudkan program pembangunan pemerintah daerah.

Hal yang sangat membanggakan bahwasannya Pembangunan IPM Kabupaten Sidoarjo setiap tahun mengalami kenaikan. Pada tahun 2021 lalu perkembangan IPM Kabupaten Sidoarjo tergolong dalam kategori “sangat tinggi” di Jawa Timur. Dari data BPS Kabupaten Sidoarjo IPM Kabupaten Sidoarjo tahun 2021 mencapai 80,65. (kominfo/Yl)

12 Tahun Houl Bujuk Macan Laut Mayangan Kota Probolinggo, di Peringati

PROBOLINGGO — Houl Bujuk Macan Laut diperingati hampir setiap tahun oleh masyarakat di wilayah mayangan kota Probolinggo, pada malam Jumat, 11 Maret 2022 sudah memasuki yang ke 12 tahun.

Ustadz Muhammad Khoirul Anam lahir pada tahun 1988 di Mayangan Probolinggo Putra dari Muhammad Soepardi, sebagai penggagas acara houl bujuk macan laut pada tahun 2008, setelah mendapatkan ijazah dari Al Habib Hamid Assegaf Lumajang.

Houl tersebut diperingati sampai sekarang yang sudah memasuki tahun ke 12.

Konon cerita asal muasal bujuk macan laut bernama Raden Sutedjo bin As’ad bin Abdurrahman, merupakan seorang Waliyulloh sesepuh yang ada di Mayangan Probolinggo yang terlahir di kota Surakarta Jawa tengah.

Singkat cerita, pada saat singgah di Mayangan Probolinggo, Raden Sutejo melihat ada sebuah kapal laut yang tenggelam hampir ke dasar laut,. kemudian menarik kapal tersebut hanya dengan sehelai benang jahit, atas kebesaran sang maha pencipta kapal tersebut dapat ditarik, Akan tetapi masyarakat yang menyaksikan kejadian tersebut melihat bahwa yang menarik kapal di tengah laut tersebut adalah seekor macan, padahal yang menarik kapal tersebut adalah Raden Sutedjo.

Sejak saat itulah Raden Sutedjo dijuluki Bujuk Macan Laut.

Menurut ustadz Muhammad Khoirul, acara houl ini diselenggarakan agar semua warga mayangan kota Probolinggo dan sekitarnya mengingat kembali atas jasa jasa bujuk macan laut dan juga kita bisa saling silaturahmi, bersholawat bersama ditujukan kepada nabi besar Muhammad sollollohu allaihi wasalam, serta mendoakan para leluhur termasuk bujuk macan laut yang sudah berjasa kepada warga mayangan.

“Dengan bersholawat dan memanjatkan doa bersama, agar kita semua dijauhkan dari musibah dan bencana serta memperoleh rezeki yang barokah,” jelas ustadz Muhammad Khoirul Anam. (Ali)

Paguyuban Sundawani Wilayah Cimahi Selatan, Laksanakan Kerjabakti Bersama Warga RT 06-RW 09 Kelurahan Leuwigajah

CIMAHI — Minggu(13/03/2022)
Kerjabakti di lingkungan Masyarakan merupakan ciri khas Bangsa Indonesia dan merupakan salah satu budaya kearifan lokal yang harus terus dilestarikan dilingkungan masyarakat.

Dijaman yang sudah dianggap maju sikap egosentris sudah memudarkan kebiasaan kerjabakti dan gotong royong, demi untuk menjaga silaturahmi antar warga di wilayah RT 06/RW 09 maka Ketua RT 06 bersama warganya dibantu oleh Anggota Paguyuban Sundawani Wilayah Selatan melakasanakan Kerjabakti.

Jalan yang tadinya kotor karena banyaknya rumput dan sampah mulai dibenahi sehingga tampak lebih Asri.

Ketua RT 06/RW 09 Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan, Andri Yogaswara Saat ditemui dikediamannya menjelaskan,
kegiatan bersih-bersih secara bergotong royong yang dilaksanakan di wilayah RT 06-RW 09, merupakan kegiatan rutin setiap 6 bulan sekali.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh warga dibantu Karang Taruna dan Paguyuban Sundawani wilayah selatan, tujuannya agar tetap terjalin silaturahmi dan tetap melestarikan budaya kearifan lokal yakni gotong royong dan silaturahmi.

“Saya sangat terbantu dengan adanya dukungan dari rekan-rekan Sundawani, mereka selalu menjadi garda terdepan jika ada kegiatan yang bersifat sosial, semoga kegiatan ini bisa dipertahankan sebagai wujud pelestarian Adat ketimuran atau kearifan lokal yang didalamnya ada unsur gotong royong kerja sama, rukun kompak dan guyub dilingkungan RT 06-RW 09,” Terang Andri Yogaswara.

Di tempat yang sama Ketua Karang Taruna sekaligus Pengurus Paguyuban Sundawani Wilayah Cimahi Selatan, Ilham Cholik atau lebih akrab dipanggil Kang Ijenk menuturkan,
untuk kegiatan kerjabakti pada hari ini merupakan tugas kita bersama atas arahan dari ketua RT 06.

Kegiatan kerjabakti bersih-bersih lingkungan pada hari ini melibatkan segenap warga RT 06, Karang Taruna RT06 dibantu rekan-rekan dari Paguyuban Sundawani wilayah Cimahi selatan.

Disampaikan lebih lanjut, kegiatan kali ini merupakan antisipasi sudah memasuki musim hujan sehingga sering terjadi penyakit DBD, kami berharap dengan ikut sertanya Paguyuban Sundawani dapat merubah stigma masyarakat tentang Ormas yang pada kenyataannya kami bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang positif ini.

“Semoga hal ini dapat menjadi insfirasi bagi rekan-rekan kami yang lainnya.”Pungkas olham cholik atau Kang Ijenk kepada wartawan.

Achmad $

Ketua DPD RI Paparkan Efek Domino Kelangkaan Pangan Jika Tak Segera Diatasi

JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan kelangkaan pangan seperti minyak goreng dan gula pasir akan menimbulkan efek domino jika tak segera diselesaikan. Dampak yang paling serius adalah tidak terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat.

“Problematika pangan berdampak pada masalah lain seperti kesehatan, kekurangan gizi, kecerdasan, kinerja dan juga penurunan IPM. Jadi tidak tercukupinya pangan berdampak pada berbagai aspek dan ini sangat membahayakan,” kata LaNyalla, Minggu (13/3/2022).

Senator asal Jawa Timur itu melanjutkan, lambannya penanganan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, harus dijawab dengan kesungguhan kebijakan teknis dari Badan Pangan Nasional untuk memastikan distribusi pangan terjamin agar masyarakat tenang.

“Saat ini yang diperlukan masyarakat bukan hanya minyak goreng, tetapi hampir semua komoditi bahan pangan pokok yang mulai menghilang di pasaran dan terjadi lonjakan harga yang tidak rasional,” ujar LaNyalla.

LaNyalla menilai hal tersebut akan menjadi bumerang bagi pemulihan ekonomi nasional.

“Sebab, akan banyak keluarga yang terdampak. Sementara pemerintah tidak lagi mengeluarkan bansos. Jadi masyarakat kini kesulitan dalam me-manage pengeluaran sehari-hari,” ujar LaNyalla.

LaNyalla juga meminta agar pemerintah jangan terus berwacana dalam menyelesaikan permasalahan kelangkaan pangan ini.

“Karena masalah pangan merupakan masalah pokok. Jangan sampai negara tidak hadir saat masyarakat kekurangan makan,” katanya.

LaNyalla meminta pemerintah gerak cepat mengatasi hal tersebut agar stabilitas harga dapat ditekan dan masyarakat tak kekurangan kebutuhan bahan pangan.

“Saya minta segera putuskan solusinya dan gerak cepat mengatasinya. Kebutuhan masyarakat tak dapat dipenuhi hanya dengan wacana,” tegas LaNyalla.(*)

Koperasi Berbasis Masjid dan Kewirausahaan Sosial

BANDUNG — Minggu(13/03/2022)
Masjid didirikan untuk dimakmurkan. Tidak hanya itu, jamaah masjid-nya juga harus sejahtera. Salah satu upaya untuk mensejahterakan jamaah adalah melalui pendirian dan pengembangan koperasi berbasis masjid. Untuk dapat tumbuh berkembang dan memberikan dampak pada kebaikan sosial ekonomi jamaah dan masyarakat sekitar, tentunya koperasi berbasis masjid ini harus dikelola dengan mindset manajerial dan mindset kewirausahaan sosial, sehingga dapat memberikan value bagi jamaah dan masyarakatnya.

Dengan mindset manajerial, artinya koperasi berbasis masjid ini harus dikelola dengan mempraktikkan fungsi-fungsi manajerial, dengan dan melalui jamaah untuk mewujudkan tujuan bersama dalam mencapai keberhasilan koperasi untuk kesejahteraan jamaah, yaitu anggota dan masyarakat lingkungannya. Fungsi-fungsi manajerial yang dimaksud terdiri dari plan, do, check, action (PDCA). Artinya dikelola secara terencana, terlaksana, terkendali, dan ada tindakan perbaikan untuk ke arah pencapaian yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Dengan mindset manajerial dan melaksanakannya adalah modal penting, akan tetapi tidak cukup mengelola koperasi dengan mindset manajerial saja, juga harus dengan mindset kewirausahaan sosial, yaitu pengelolaan koperasi yang diarahkan pada kemauan untuk memajukan aspek sosial ekonomi jamaah, kemampuan dalam kewirausahaan, dan berani mengambil resiko untuk menciptakan perubahan positif atas persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya persoalan sosial ekonomi masyarakat. Kewirausahaan sosial bukan berarti tidak membutuhkan profit, akan tetapi spirit memberikan value terbaik untuk anggota dan masyarakat lingkungannya, dengan cara menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan.

Dalam realitasnya, tidak sedikit koperasi-koperasi umumnya yang mengalami kegagalan untuk tumbuh berkembang. Sesungguhnya kegagalan ini bukan dominan disebabkan oleh kurangnya permodalan, atau perhatian dari pemerintah untuk keberpihakannya terhadap koperasi; tetapi dominan adalah disebabkan oleh faktor mindset dalam pengelolaan koperasi tersebut. Dengan kata lain tidak ada koperasi yang mengalami kegagalan, tetapi yang terjadi adalah karena koperasi tersebut tidak terkelola dengan baik, ini artinya kegagalan atau keberhasilan koperasi ditentukan secara dominan oleh bagaimana mengelola koperasinya.

Koperasi Syariah Hayatussunnah Masjid Jami Mungsolkanas (Kopsyahmas) adalah salah satu koperasi berbasis masjid yang berada di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2021, Kopsyahmas mengikuti sertifikasi pemeringkatan koperasi, dan mendapatkan predikat cukup berkualitas. Keberhasilan koperasi ini diantaranya ditentukan oleh manajemen atau pengelolaan koperasi-nya. Koperasi ini dikelola dengan mindset manajerial dan kewirausahaan sosial, sehingga koperasi ini berhasil dengan baik, dan dapat memberikan dampak positip bagi kesejahteraan anggota dan masyarakat lingkungannya. Koperasi berbasis masjid sebagai entitas yang social driven, berupaya menghasilkan benefit sosial, dimana keuntungan yang dihasilkan adalah untuk dikembalikan pada kepentingan bersama. Kewirausahaan sosial berarti mengelola koperasi dengan prinsip-prinsip kewirausahaan, dengan istiqomah memiliki tanggungjawab sosial.

Dengan keberhasilan Kopsyahmas tersebut, tentunya tidak merasa cukup dengan prestasi yang sudah di dapatnya, akan tetapi harus terus dibangun mindset manajerial dan kewirausahaan sosial, untuk diwujudkan dalam bentuk upaya yang lebih baik lagi untuk dapat menghasilkan yang terbaik.

Sumber : Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Islam Bandung (Muhardi)

Menko PMK Tinjau Proges Pembangunan Huntap dan Huntara

LUMAJANG – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau progres pembangunan Hunian Tetap dan Hunian Sementara di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro, Sabtu (12/3/2022).

Muhadjir Effendy mengatakan bahwa upaya penanganan pasca bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang sangat baik. Ia menilai tahap pembangunan huntara dan huntap secara umum sudah berjalan sangat baik bahkan diluar ekspektasinya.

“Ini berjalan sangat cepat, karena dari 1.951 unit huntap sekarang yang sudah proses, dan siap jadi mencapai 1.200 unit lebih. Karena target dari Pemkab Lumajang sebelum lebaran semua sudah bisa menempati hunian tetap, sehingga warga yang terdampak tidak lagi menempati lokasi pengungsian,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran mulai dari Pemkab Lumajang hingga Forkopimda, BNPB, Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, dan Prov. Jatim, relawan maupun semua pihak yang bekerja dengan kompak dan sudah berjalan sangat baik. Dan, diharapkan progres pembangunan hunian semuanya dapat diselesaikan dengan waktu yang tidak lama.
.
Pada kesempatan itu ia juga meninjau tenda warga pengungsi yang dijadikan tempat pelatihan keterampilan dan kerajinan untuk warga pengungsi. Melihat hal itu, pihaknya akan ikut membantu dalam meningkatkan skill atau keterampilan pengungsi dengan meminta dukungan dari kementerian terkait.

“Saya kira suatu pola penanganan pasca bencana yang sangat baik. Jadi, seperti ini ada pendekatan baru di Pemerintah Kabupaten Lumajang,” terang dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) menjelaskan, bahwa warga pengungsi bukan hanya sekedar mengungsi, akan tetapi ada pelatihan membuat kerajinan atau keterampilan, sehingga nantinya warga pengungsi setelah berpindah ketempat relokasi harapannya lebih bisa hidup mandiri.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Lumajang akan membantu untuk pemasaran dari hasil produksi para pengungsi,” jelas dia saat mendampingi kegiatan Kunker Menko PMK ke Lumajang.

Ia menambahkan, bahwa terkait relokasi, percepatan proses penyelesaian dari pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap akan terus dilakukan. Harapannya para pengungsi bisa dipindahkan ketempat relokasi sebelum lebaran Idulfitri nanti.

Dalam kesempatan itu, juga diserahkan sejumlah bantuan diantaranya, dari Kemenko PMK berupa 100 paket Hykene Kit, 16 paket children Kit, 100 Goodie Bag, 200 paket sembako (Tim GSK dan Lazizmu).

Kemudian, dari BNPB berupa Penyerahan dana DSP 500 Jt untuk land clearing, dan dari Kemendikbud berupa alas untuk tenda kelas darurat senilai Rp6 juta, Termogun 475 unit, Masker 6.600 buah, APD 60 buah, serta Program pembangunan ruang kelas sementara pasca bencana di SD Tahun 2022 senilai Rp35 juta, bantuan tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana di SD Tahun 2022 senilai Rp13 juta yang diberikan secara simbolis untuk dua SD terdampak, serta dari Kemensos berupa 100 paket sembako. (Markasan)

Pemkab Jember Berupaya Agar UMKM Mempunyai Legalitas

0

JEMBER – pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, terus membantu dan berupaya agar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di jember memiliki legalitas usaha seperti perijinan industri rumah tangga (P-IRT), dan yang lainnya. Itu sebabnya, Pemerintah memberikan perhatian penuh pada pelaku usaha UMKM.
Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Lilik Lailiyah mengatakan, para pelaku UMKM harus dilatih untuk membuat produk yang sesuai dengan standar kesehatan. Salah satunya, tidak mencampurkan bahan-bahan pengawet yang berbahaya seperti formalin dan lain-lain.
“Karena produk yang mereka olah akan di konsumsi publik. Makanya harus benar-benar berpatokan pada aturan standar pangan,” ucapnya

pada acara Jember Hadir Untuk Rakyat (J-HUR) di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Sabtu (12/3/2022).
Lilik melanjutkan, seperti yang ada di Desa Yosorati, sebanyak 34 pelaku UMKM dilatih dan dibekali dengan beberapa pengetahuan terkait pengelolaan produk dan hal-hal yang harus dipenuhi dalam kemasan. Salah satunya P-IRT.
Dari 34 orang yang mengikuti penyuluhan dengan baik akan mendapatkan sertifikat P-IRT penyuluhan pangan dari pemerintah.
Dan untuk UMKM di jember yang belum punya P-IRT untuk usahanya segera mengurusi,” tambahnya.

Pada acara (J-HUR) tersebut Bupati Hendy Siswanto menambahkan, P-IRT itu merupakan bagian syarat dari UMKM.
Karena produknya harus di uji dulu untuk mendapatkan kelayakan, dan akan dikonsumsi oleh masyarakat. Jika ada kemauan dalam pengurusan (P-IRT) pasti akan bisa untuk mendapatkan,” tegasnya.
Hendy juga menghimbau agar Dinas terkait, seperti Dinas perindustrian, Dinas kesehatan mempunyai inisiatif untuk mendatangi pengusaha UMKM, minta bantuan kepala Desa (Kades) untuk mengumpulkan pelaku UMKM yang belum memiliki P-IRT, untuk kemudian kita lakukan perizinan,” tambahnya.(son)