Home Blog Page 166

Personel Gabungan Lakukan Aksi Kemanusiaan Pascabencana Lahar Semeru di Sumberlangsep

0

Lumajang – Personel gabungan dari Brimob Polda Jawa Timur, Polres Lumajang, serta Polsek jajaran melaksanakan kegiatan kemanusiaan pascabencana luapan lahar Gunung Semeru di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Senin (8/12/2025).

Fokus utama kegiatan tersebut adalah membantu warga terdampak bencana dengan mengevakuasi barang-barang milik warga ke tempat yang lebih aman.

Selain itu, personel gabungan juga melakukan pembersihan rumah-rumah warga yang tertimbun material luapan lahar serta debu vulkanik Gunung Semeru.

Tidak hanya itu, jalan-jalan pemukiman yang tertutup material pasir, lumpur, dan abu vulkanik turut dibersihkan guna memulihkan akses dan aktivitas masyarakat setempat.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, melalui Kasubsi PIDM Si Humas Ipda Untoro, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Polri bersama unsur terkait dalam membantu masyarakat pascabencana.

“Personel gabungan kami terjunkan untuk membantu meringankan beban warga terdampak bencana lahar Gunung Semeru. Mulai dari evakuasi barang-barang, pembersihan rumah, hingga membuka kembali akses jalan pemukiman,” ujar Ipda Untoro.

Ia menambahkan, kehadiran aparat di lokasi bencana diharapkan dapat memberikan rasa aman serta mempercepat proses pemulihan kehidupan warga terdampak.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi luapan lahar susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan,” pungkasnya.

Polres Bojonegoro Latih Personel Tanggap Darurat dan SAR

0

BOJONEGORO – Polres Bojonegoro Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar peningkatan kemampuan personel dalam penanganan bencana dan kedaruratan.

Kegiatan berlangsung di Gedung AP I Rawi serta area Sungai Bengawan Solo, Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro selama Dua hari mulai Kamis (4/12) hingga Jumat (5/12).

Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo saat membuka kegiatan mengatakan program ini menjadi langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi saat memasuki musim hujan.

“Kehadiran berbagai satuan teknis diharapkan dapat memperkuat kesiapan aparat dalam merespons kejadian bencana secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Bojonegoro menghadirkan narasumber dari BPBD Bojonegoro, Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim, RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro, serta Damkar Bojonegoro.

Para narasumber memberikan materi komprehensif mengenai penanganan bencana dari aspek pencegahan hingga tahap penyelamatan.

Petugas Damkar menyampaikan pelatihan pemadaman kebakaran, mencakup teknik pencegahan, penanggulangan, hingga proses evakuasi.

Sementara BPBD menekankan manajemen bencana secara menyeluruh, mulai pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pascabencana.

Materi turut diperkaya dengan simulasi gempa, teknik evakuasi, serta praktik lapangan.

Dari sisi medis, RS Bhayangkara memberikan materi Dokkpol, termasuk Kesehatan Lapangan dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).

“Keterampilan ini penting untuk mendukung tindakan cepat personel ketika menghadapi korban dalam kondisi darurat,” tambah Kompol Yoyok.

Brimob Polda Jatim pun memperkuat kemampuan Search and Rescue (SAR) untuk memastikan respon lebih efektif ketika bencana terjadi.

Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polri dalam mendukung ketangguhan daerah.

Menurutnya, personel perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu bertindak cepat dan tepat dalam situasi krisis.

Ia menjelaskan pelatihan hari pertama difokuskan pada teori dan pemahaman teknis, sedangkan hari kedua diisi teori lanjutan serta simulasi lapangan di wilayah Bengawan Solo.

Pendekatan ini dinilai dapat memperkuat pemahaman sekaligus kemampuan praktik personel.

“Dengan peserta yang berasal dari beragam satuan, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat jaringan koordinasi lintas unit dalam penanganan bencana,” kata Kompol Yoyok.

Ia menekankan bahwa ilmu yang diberikan tidak hanya berorientasi teori, tetapi juga menuntut kemampuan aplikatif di lapangan.

“Harapannya peserta bisa mengikuti dan menerapkan materi dengan baik agar tingkat ketangguhan dan kesiapsiagaan semakin baik,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Polres Bojonegoro Polda Jatim berharap peningkatan kemampuan SDM dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana di wilayah Bojonegoro.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, hingga tanah longsor. (*)

SPPG Polda Jawa Timur Wujud Transparansi Pelayanan Publik yang Semakin Profesional

0

SURABAYA – Sebanyak 89 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Jawa Timur (Jatim) hadir sebagai wujud kepedulian institusi Polri dalam memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yang menjadi sasaran layanan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dari 89 unit SPPG itu sudah ada 14 SPPG yang beroperasi, 10 SPPG tahap peresmian, 2 SPPG proses verifikasi operasional dan 63 unit SPPG sedang tahap penyelesaian pembangunan.

“Melalui program ini, Polda Jatim menunjukkan komitmen kuat, selain memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan anggotanya juga masyarakat yang ada di wilayah Jawa Timur, ” ungkap Kombes Pol Abast, Senin (8/12).

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, Polda Jatim melalui jajarannya juga berkomitmen dalam menyediakan pelayanan pemenuhan gizi yang sistematis, terukur, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Transparansi menjadi prinsip utama, sehingga setiap proses pendistribusian maupun pemenuhan gizi dilakukan secara terbuka, tepat sasaran, dan dapat dipertanggung jawabkan,” tegas Kombes Pol Abast.

Profesionalitas SPPG Polda Jatim juga tercermin dari tenaga kesehatan dan petugas yang terlibat dalam pelayanan.

Mereka dibekali standar operasional yang jelas, pelatihan berkala, serta pemahaman mendalam mengenai kebutuhan gizi yang sesuai bagi berbagai kategori penerima manfaat.

Dengan dukungan SDM yang kompeten, SPPG Polda Jatim mampu memberikan layanan yang cepat, akurat, dan humanis sehingga meningkatkan kualitas penanganan kesehatan dan pemulihan kondisi bagi anggota maupun masyarakat.

“Inovasi layanan juga terus dikembangkan agar pemenuhan gizi dapat dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan,” tambah Kombes Pol Abast.

Polda Jatim juga memanfaatkan teknologi, pengawasan distribusi, serta sistem pelaporan yang modern untuk memastikan bahwa setiap paket gizi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan penerima.

Menurut Kombes Pol Abast, proses ini tidak hanya mempercepat pelayanan, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan memastikan tidak ada ruang bagi ketidaktepatan dalam pendataan maupun penyaluran.

Secara keseluruhan, SPPG Polda Jatim menjadi bagian penting dari upaya Polri dalam membangun institusi yang kuat, sehat, dan humanis.

Pelayanan pemenuhan gizi yang dilakukan secara profesional mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Dengan semangat terus berinovasi dan menjaga integritas layanan, SPPG Polda Jatim mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan bangsa,” pungkas Kombes Abast. (*)

Polri Terus Evakuasi Warga dan Mengamankan Harta Benda di Candipuro: Bergerak Cepat Selamatkan Masyarakat

0

Lumajang, 7 Desember 2025 — Polri bergerak cepat di garis terdepan untuk menyelamatkan warga terdampak banjir lahar dingin di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Sejak pagi, personel Polres Lumajang bersama BPBD, TNI, perangkat desa, dan relawan terus melakukan evakuasi warga serta mengamankan harta benda masyarakat di sepanjang DAS Besuk Kobokan hingga Besuk Regoyo. Informasi ini penting segera diketahui masyarakat agar langkah penyelamatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Aktivitas Gunung Semeru yang masih berada pada Level III (Siaga) menunjukkan peningkatan. PVMBG mencatat 35 kali erupsi dalam enam jam pengamatan, dengan asap kawah menjulang setinggi 1.000 meter dan hujan di kawasan puncak yang memicu aliran lahar. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sejauh 13 km, menjaga jarak aman minimal 500 meter dari tepi sungai, dan menghindari radius 5 km dari puncak karena potensi lontaran batu pijar.

Banjir lahar dingin pada Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 13.17 WIB membawa dampak besar bagi warga. Material lumpur dan batu melintas cepat melalui Curah Kobokan dan jembatan Besuk Kobokan hingga memasuki pemukiman. Rumah-rumah di Dusun Sumber Langsep dan Kebondeli Selatan terendam lumpur hingga setinggi satu meter, beberapa di antaranya mengalami kerusakan struktural, dan satu rumah hanyut terbawa arus. Sembilan rumah lainnya serta satu masjid dilaporkan rusak akibat terisi material lumpur dan terjangan aliran lahar.

Akses jalan menuju wilayah terdampak sempat terhambat oleh material vulkanik sehingga menyulitkan warga menyelamatkan harta benda mereka. Kehadiran Polri menjadi penopang utama bagi warga yang masih memiliki kesempatan memindahkan dokumen penting, peralatan rumah tangga, barang elektronik, dan perlengkapan usaha mereka ke lokasi aman.

Saat ini, 395 warga telah mengungsi di tiga titik Dusun Sumber Langsep, terdiri dari laki-laki, perempuan termasuk ibu hamil, anak-anak, dan bayi. Polri terus memantau kondisi pengungsian serta memastikan warga berada di tempat yang aman.

Sebanyak 90 personel Polri diterjunkan ke lokasi untuk operasi kemanusiaan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H. Mereka bekerja dalam kondisi medan yang berat, dengan lumpur tebal, batu, dan sisa material vulkanik yang menghalangi akses. Polri dan masyarakat bekerja bahu-membahu mengamankan harta benda, banyak yang harus dipikul secara manual karena jalan licin dan sulit dilalui. Untuk barang-barang berukuran besar, kendaraan dinas Polri digunakan dengan menerobos genangan lahar dingin dan material letusan agar harta benda warga dapat diselamatkan sebelum kondisi memburuk.

Selain membantu pemindahan harta benda, Polri juga mengevakuasi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Beberapa dievakuasi dengan digendong karena tidak mampu berjalan melewati jalur yang tertutup lumpur.

Dalam pernyataannya, Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan:
“Kami mengimbau warga untuk menjauhi bantaran sungai dan tidak memasuki area berisiko karena aliran lahar dapat datang tiba-tiba. Jika ada peringatan dini dari petugas, segera lakukan evakuasi dan ikuti arahan di lapangan. Informasi yang cepat dan akurat sangat menentukan keselamatan masyarakat.”

Terkait relawan, Karopenmas menambahkan:
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian relawan, namun kami tegaskan agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian. Situasi di lapangan berubah cepat dan dapat membahayakan siapa pun. Dengan koordinasi yang baik, setiap bantuan dapat diberikan secara aman, efektif, dan tepat sasaran.”

Polri memastikan seluruh personel tetap siaga penuh. Upaya evakuasi warga, pengamanan harta benda, serta pembukaan akses aman akan terus dilakukan untuk membantu masyarakat Candipuro melewati masa sulit ini.

Jaga Kondusifitas, Polres Probolinggo Intensifkan Patroli Malam Antisipasi 3C dan Balap Liar

PROBOLINGGO,
Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Probolinggo melaksanakan patroli skala besar sebagai langkah antisipasi terhadap tindak kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) dibeberapa titik rawan pada, Sabtu (6/11/2025).

Selain itu, patroli ini digelar juga karena tingginya laporan masyarakat mengenai aksi balap liar yang kerap mengganggu pengguna jalan dan membahayakan keselamatan.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penyisiran di titik-titik yang sering dijadikan tempat berkumpulnya para pemuda untuk balap liar, termasuk jalur-jalur sepi pada malam hari.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kanit Turjagwali Ipda Zainal Arifin, menegaskan bahwa patroli malam merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan di wilayahnya.

“Patroli ini kami intensifkan untuk mencegah tindak kejahatan dan memastikan situasi tetap kondusif. Kehadiran personel di lapangan diharapkan memberi rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kanit Turjagwali.

Lebih lanjut Kanit Turjagwali menambahkan, kegiatan patroli malam akan terus digiatkan secara rutin sebagai langkah preventif dalam mencegah potensi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Probolinggo.

“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Setiap personel di lapangan kami tekankan untuk bertindak cepat, tegas, dan tetap humanis dalam setiap kegiatan patroli,” tegas Ipda Zainal.

Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Probolinggo semakin kondusif serta masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa rasa khawatir.(Ali)

Dr. Suhari: IABI Minta Menpan RB Pratikno Fasilitasi Menuju Ketangguhan Bencana

0

Kegiatan Indonesia Disaster Manajement Summit (IDMS) 2025 oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan RI dalam rangka menguatkan kolaborasi multipihak dalam penanggulangan bencana
serta menghimpun laporan capaian, tantangan, dan rekomendasi dari unsur pentahelix (pemerintah, lembaga usaha, masyarakat sipil, akademisi, dan media).

Acara yang berlangsung Selasa-Rabu, 2-3 Desember 2025 di Perpustakaan Nasional RI, Jl. Medan Merdeka Selatan No.11, Jakarta Pusat dengan tema “Membangun Budaya Tangguh Bencana”. Kegiatan ini dirancang sebagai forum tingkat tinggi untuk mempresentasikan hasil kerja pemangku kepentingan selama tahun 2025, memperkuat sinergi pentaheliks, serta menyusun rekomendasi strategis bagi perbaikan kebijakan penanggulangan bencana
nasional.

Kehadiran Dr. H. Suhari bersama beberapa rekan lainnya sebagai delegasi dari akademisi Ikan Ahli Bencana Indonesia (IABI) dengan maksud memberikan rekomendasi kepada pemerintah melalui kementerian terkait agar disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, terkait persoalan bencana yang terjadi dibeberapa daerah seperti erupsi Gunung Semeru, bencana alam di Sumatra dan Aceh agar masyarakat yang ada meningkatkan kewaspadaan.

Daerah bencana yang kini menjadi perhatian serius pemerintah sedang dalam penanganan berada di Sumatra dan Aceh agar kedepannya masyarakat paham dan meningkatkan kewaspadaan adanya alih fungsi lahan menjadi rentan terancam bencana, yang ditopang dengan adanya informasi dari BMKG siklon tropis yang memicu terjadinya hujan deras disertai angin kencang.

“Kami menyampaikan informasi tersebut agar masyarakat disana (Sumatra dan Aceh) perlu meningkatkan kewaspadaan karena dari pengamatan BMKG adanya siklon tropis yang terbangun secara mendadak menyebabkan terjadinya hujan yang disertai angin kencang, cuaca tersebut memicu terjadinya bencana daerah yang tanahnya labil,” ucap H. Suhari melalui sambungan gadgetnya. Minggu (07/12/2025).

Dalam pertemuan itu dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Lilik Kurniawan, yang mana untuk bahan tembusan penyampaian kepada Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (sebagai laporan). Dalam kegiatan itu juga di hadiri para pakar dan akademisi yang kompeten dalam memikirkan dan berbuat dalam hal penanganan kebencanaan.

Menyoroti keberadaan lembaga BPBD sebagai instansi koordinator, agar lebih intensif dalam melakukan pemetaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang ada disekitarnya. Mitigasi mempunyai pondasi kuat untuk menjadikan masyarakat tangguh bencana dengan adanya fasilitas papan peringatan, jalur evakuasi dan titik kumpul.

Dr. Suhari selain itu juga berharap bagi pelaku kebencanaan harus benar-benar mempunyai kompetensi dengan maksud agar pemerintah menyiapkan skill sebaik mungkin untuk menjawab tantangan ancaman bahaya bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, tentunya harus ada sekolah tinggi atau politeknik kebencanaan.

“Pemerintah diharapkan memikirkan skill pelaku kebencanaan sehingga mereka siap untuk bekerja di bidangnya dengan menyediakan sekolah tinggi atau politeknik kebencanaan,” harapan sang doktor.

Dr. Suhari dalam kegiatan yang mendampingi Ketua IABI Prof Harkuti P. Rahayu dalam kegiatan yang digelar selama dua hari itu banyak ilmu yang diserap dan disampaikan agar bidang kebencanaan di Indonesia benar-benar mampu meminimalisir dampak yang terjadi.

Phentahelix menjadi salah satu poin yang disampaikan Dr. Suhari dalam pertemuan itu, karena keberadaan itu akan mempermudah dari BPBD sebagai badan koordinator, phentahelix ada kekompakan yang harus dibangun dengan berbagai unsur-unsur lain salah satunya keberadaan relawan. “Kami harap keberadaan phentahelix ditingkatkan hingga keberadaan relawan agar permasalahan kebencanaan itu pemerintah tidak sendirian hadir,” kata H. Suhari kepada Efendi yang mewawancarai.

Dalam pertemuan itu di tutup oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno, dalam mengakhiri sambutannya mengatakan masukan yang disampaikan melalui kegiatan itu akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sehingga pengelolaan dan kebijakan terkait kebencanaan tetap dan strategis.

“Dari penutupan yang disampaikan Pak Pratikno itu akan disampaikan ke Presiden, Insaalloh dalam waktu dekat IABI untuk menghadap kepada Presiden Prabowo,” pungkasnya.

Lahar Hujan Gunung Semeru Terjang Kawasan Pemukiman, Warga Dusun Sumberlangsep Mengungsi di Perbukitan

0

LUMAJANG – Banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang kawasan pemukiman di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Pasirian Lumajang, membuat warga terpaksa mengungsi area perbukitan paa Sabtu (6/12/2025) sore.

Video amatir dari warga setempat menunjukkan banjir lahar mulai memasuki area permukiman, mendorong warga bergegas menyelamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi.

Untuk diketahui, Dusun Sumberlangsep sendiri berpenduduk 137 kepala keluarga (KK) dan terletak berseberangan dengan Sungai Regoyo, yang menjadi jalur aliran lahar.

Salah satu warga mengungkapkan bahwa sebanyak 35 orang dari RT 22 telah mengungsi, terdiri dari 25 dewasa dan 10 anak-anak.

Kondisi di lokasi pengungsian dilaporkan gelap gulita karena tidak ada penerangan, sehingga warga bergantung pada senter.

Hingga saat ini, akses evakuasi dan bantuan masih terhambat. Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang, Danial, mengungkapkan bahwa petugas belum dapat menjangkau lokasi pengungsian karena aktivitas letusan sekunder Semeru di Sungai Regoyo masih berlangsung.

“Untuk sementara ini, kami bersama tim hanya bisa memantau jarak jauh karena banjir lahar tersebut menyisakan kepulan asap panas dari letusan sekunder Semeru,” katanya.

Akibatnya, ratusan warga yang mengungsi ke perbukitan dilaporkan dalam kondisi terisolasi. “Petugas belum bisa melakukan asesmen di lokasi terdampak banjir lahar Semeru karena akses menuju ke Dusun Sumberlangsep tidak memungkinkan dan berbahaya, sehingga petugas hanya bisa berkomunikasi dengan warga yang mengungsi melalui WhatsApp,” tambah Danial.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Semeru, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut mencatat satu kali getaran banjir dengan amplitudo 40 mm selama lebih dari dua jam, serta 11 kali gempa guguran pada hari kejadian. (*)

Satpol PP Bondowoso dan Bea Cukai Jember Gelar Operasi Gabungan Pemberantasan Rokok Ilegal

0

Bondowoso, Gempur News – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bondowoso bersama Kantor Bea dan Cukai Jember melaksanakan operasi gabungan pemberantasan peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Bondowoso, Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan tersebut menyasar dua kecamatan, yakni Kecamatan Wringin dan Kecamatan Pakem, sebagai bagian dari upaya menekan peredaran produk tembakau tanpa cukai resmi. Operasi dipimpin langsung oleh Plt. Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bondowoso, Nanang Dwi Haryanto, S.H., M.M.

Dalam pelaksanaan operasi, tim gabungan melakukan pemeriksaan di sejumlah toko, warung, serta tempat yang diduga menjual rokok ilegal. Namun, dari hasil kegiatan di lapangan, tidak ditemukan adanya peredaran rokok ilegal (hasil operasi nihil).

Meskipun demikian, kegiatan tetap dilanjutkan dengan sosialisasi kepada para pedagang dan masyarakat mengenai bahaya dan konsekuensi hukum dari menjual atau mengedarkan rokok tanpa pita cukai resmi.

Nanang Dwi Haryanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Satpol PP Bondowoso dan Bea Cukai Jember dalam upaya menciptakan lingkungan perdagangan yang tertib dan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang, agar lebih waspada dan tidak tergiur menjual rokok tanpa cukai. Selain merugikan negara, hal itu juga melanggar hukum,” tegas Nanang.

Satpol PP Bondowoso berkomitmen untuk terus mendukung program pemberantasan rokok ilegal dan berencana melakukan kegiatan serupa secara berkala di berbagai wilayah kecamatan,”jelasnya.**

Satpol PP Bondowoso Perketat Operasi Rokok Ilegal, Kasat: “Tidak Ada Ampun”

0

Bondowoso,Gempur News– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bondowoso memperketat operasi pemberantasan peredaran rokok ilegal di sejumlah wilayah kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan beredarnya produk tembakau tanpa cukai yang dinilai merugikan negara dan daerah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap seluruh bentuk peredaran rokok ilegal di lapangan.

“Tidak ada ampun. Setiap temuan langsung kami tindak. Ini bagian dari penegakan hukum di bidang cukai,” tegasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/12/2025).

Aries mengungkapkan, operasi pemberantasan rokok ilegal terus digelar baik secara terbuka maupun melalui pengawasan tertutup di titik-titik yang dianggap rawan distribusi. Termasuk warung kelontong, kios, hingga toko eceran di pelosok kecamatan.

Menurutnya, peredaran rokok ilegal tidak hanya berdampak pada kerugian negara, tetapi juga mempengaruhi penyaluran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digunakan untuk pembangunan di daerah.

“Ketika cukai tidak masuk negara, otomatis daerah juga kehilangan haknya melalui DBHCHT. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan dan pengamanan berbagai produk rokok yang diduga tidak memenuhi ketentuan cukai. Selain tindakan penertiban, Satpol PP juga memberikan sosialisasi kepada pedagang mengenai larangan menjual rokok tanpa pita cukai.

“Pedagang harus waspada, jangan sampai menjual produk yang melanggar aturan. Jika ragu, lebih baik tidak menjual,” imbau Aries.

Ia memastikan operasi pemberantasan rokok ilegal akan terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun. Selain itu, pihaknya mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan indikasi peredaran rokok ilegal.

“Bondowoso merupakan daerah penghasil tembakau. Karena itu kami harus menjadi contoh dalam penegakan aturan cukai,” pungkasnya.**

Polres Ogan Ilir Gelar KRYD, Sasar Titik Rawan 3C dan Premanisme

0

Indralaya, gempurnews.com — Polres Ogan Ilir melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Jumat malam dalam rangka mengantisipasi tindak pidana 3C (Curat, Curas, Curanmor), pemberantasan narkoba, aksi premanisme, pungli, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.

Kegiatan diawali dengan apel persiapan pukul 21.00 WIB di Mapolres Ogan Ilir, dipimpin oleh Padal Kasikum AKP Ilham Parlindungan, SH., MH, didampingi IPTU Ramon, SH, serta diikuti personel yang terlibat sprint KRYD sesuai Surat Perintah Nomor: Sprin/950/XII/HUK.6.6/2025.

Patroli dilakukan dengan menyisir rute Polres Ogan Ilir – Unsri – Taman Pancasila – Terminal KM 32 – minimarket – ATM – rumah kos sekitar kawasan Timbangan – kembali ke Polres Ogan Ilir. Petugas melaksanakan patroli mobile pada titik rawan pungli dan premanisme, memeriksa kendaraan R2 dan R4, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap waspada terutama pada jam rawan.

Selain itu, petugas turut mendatangi area kos-kosan untuk memberikan edukasi keamanan kepada pemilik kos dan mahasiswa. Masyarakat juga dihimbau untuk melapor ke Call Center Bantuan Polisi Polres Ogan Ilir apabila menemukan kejadian mencurigakan.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, SIK, menegaskan pentingnya KRYD sebagai upaya preventif menjaga stabilitas keamanan wilayah. “KRYD ini adalah bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan situasi tetap aman, terutama pada malam libur yang rawan terjadinya tindak pidana. Saya minta seluruh personel bekerja maksimal dan humanis,” ujar Kapolres.

Hasil pelaksanaan KRYD menunjukkan situasi kamtibmas tetap kondusif. Tidak ditemukan pelaku tindak pidana, penyalahgunaan narkoba, senpi, sajam, maupun pelanggaran lalu lintas. Petugas memberikan 72 kali teguran/himbauan, tanpa adanya tilang maupun kejadian menonjol lainnya.

Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif hingga selesai.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT