Home Blog Page 1704

Pesan Bupati Jember, Tentang PPKM Level 4

JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember telah berupaya keras untuk mengimplementasikan seluruh kebijakan dalam PPKM Darurat yang berlangsung sejak 3 sampai dengan 20 Juli 2021 kemarin.

Kini pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri tak lagi menggunakan istilah Darurat melainkan menggunakan istilah PPKM Level 4.

Kebijakan ini resmi dimulai dari tanggal 21 sampai 25 Juli 2021 mendatang. Aturan-aturan yang mencakup PPKM Level 4 ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 yang secara umum masih menerapkan berbagai pembatasan yang diterapkan selama PPKM Darurat.

Sebagai informasi, ada empat level penilaian krisis Covid-19 di sebuah daerah yang ditetapkan berdasarkan indikator WHO sebagai badan kesehatan dunia PBB. Penilaian ini dapat dipaparkan sebagai berikut :

Level 1: Ada kurang dari 20 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 2: Ada 20 sampai 50 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 sampai 10 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 sampai 2 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 3: Ada 50 sampai 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 10 sampai 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2 sampai 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 4: Ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa Dan Bali, Kabupaten Jember ditetapkan masuk pada kriteria Level 3.

Bupati Jember Hendy Siswanto, usai mengikuti video conference dengan tema Implementasi PPKM Level 4 di Jawa Bali bersama Presiden RI Joko Widodo (Rabu pagi, 21/07/2021) mengatakan bahwa kasus peningkatan Covid-19 di Kabupaten Jember terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan aturan-aturan.

“Tentunya pemerintah sudah maksimal berjuang keras melakukan seluruh upaya untuk melaksanakan kebijakan ini. Bahkan sampai harus mematikan PJU semata-mata untuk mengurangi mobilitas, karena itu saya mohon kepada warga Jember untuk koorperatif,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Bupati Hendy Siswanto juga menyampaikan, seluruh Kepala Daerah di Jawa Bali sempat melaporkan perkembangan di daerahnya masing-masing pasca pelaksanaan PPKM Darurat pada video conference yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

“Terpenting saat ini, baik pemerintah dan masyarakat harus sama-sama menyadari bahwa cara yang paling efektif untuk meredam kenaikan Covid-19 adalah dengan patuh aturan dan saling kooperatif,” katanya menutup wawancara dengan media. (son)

Pasien Covid yang Ditolak 4 Rumah Sakit di Kota Cimahi Hari Ini Dimakamkan

CIMAHI – Rabu (21/07/2021), pasien covid yang ditolak oleh 4 Rumah Sakit di Kota Cimahi hingga meninggal tanpa mendapat perawatan medis, hari ini dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Cigugur Tengah dengan standar prosedur kesehatan ketat serta dibawah pengawasan Dokter di lingkungan tersebut.

Pihak keluarga mengaku ikhlas merelakan kepergian Dewi saripah binti Uun.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua RW 05,
Ketua RT 06, Unsur Karang Taruna, pengurus DKM At Taqwa dan Tokoh Masyarakat Kampung Ciputri.

Diketahui, almarhumah Dewi Saripah merupakan kakak dari Maman Sulaeman yang merupakan Ketua Garda Manggala Garuda Putih Wilayah Cimindi.

Usai pemakaman, Maman mewakili keluarga besar menyampaikan rasa terimakasihnya kepada segenap pihak yang telah membantu dari mulai sakit sampai pemakaman.

“Assallamuallaikum Warrahmatullahi wabbarakatuh, saya mewakili keluarga besar almarhum Ibu Dewi Saripah yang telah meninggal dunia di rumah dikarenakan terindikasi Covid 19 dan telah ditolak oleh 4 Rumah Sakit yang ada di Kota Cimahi yakni, RS. Kasih Bunda, RS MAL, RS Mitra Kasih dan RSUD Cibabat Cumahi. Saya atas nama pribadi mewakili keluarga besar almarhumah mengucapkan terimakasih atas penolakannya. Semoga kedepannya tidak ada lagi kasus penolakan terhadap pasien khususnya di Wilayah Kota Cimahi, Umumnya di Indonesia sehingga tidak ada lagi Rumah Sakit yang menolak Pasien yang terindikasi Covid 19,” ucapnya.

Ditambahkannya pula, kepada para stakeholder atau pemangku kebijakan di Kota Cimahi untuk mencari solusi terbaik agar semua warga terfasilitasi untuk penanganan di Rumah Sakit agar tidak terjadi lagi seperti yang dialami Dewi Saripah.

“Kepada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, anggota dewan yang terhormat, khususnya kepada Bapak Plt Walikota Cimahi agar segera mencari solusi terbaik agar masalah Penolakan pasien di Rumahsakit di Kota Cimahi tidak terjadi lagi. Terakhir saya haturkan beribu terimakasih atas Penolakannya dengan berbagai alasan bagi 4 Rumah sakit tersebut. Demikian harapan dari kami mewakili keluarga besar Almarhumah Ibu Dewi Saripah,” ungkap Maman mewakili Keluarga besar Dewi Saripah.

Ditempat lain Sekretaris Dewan Kesehatan Rakyat Provinsi Jawa Barat, Halomoan Aritonang yang kesehariannya akrab disapa Mohan menyayangkan terjadinya kasus tersebut.

“Agar tidak terjadi kembali kasus serupa maka pemerintah Daerah Kota/Kabupaten harus sesegera mungkin menyediakan rumah sakit Darurat Covid 19 dengan menggunakan fasilitas umum aset daerahnya,” jelasnya melalui aplikasi pesan Whatsapp.

Disampaikannya pula, perlu dilakukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait seputar kesehatan dan penanggulangan Covid19 juga berkoordinasi dengan pemerintah Pusat maupun Provinsi.

“Kebutuhan upaya penyediaan fasilitas Rumah Sakit darurat itu tentunya dengan pertimbangan situasi dan kondisi yang berkembang di daerah masing-masing,” pungkas Mohan. (Achmad Edison)

Kakor Sabhara Polri Puji Penerapan PPKM Darurat di Gresik

GRESIK – Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, SH, SIK, MM dan Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani, SE dampingi Kepala Korp (Kakor) Sabhara Baharkam Polri IRJEN POL. Drs. Nanang Avianto, M.Si dalam kunjungan kerja di Kota Santri, Rabu (21/7/2021).

Dalam kunjungannya Kakor Sabhara Polri, meninjau pelaksanaan PPKM Darurat. Jenderal Polisi dengan dua bintang dipundak itu langsung melakukan pengecekan kegiatan penyekatan, vaksinasi, kampung tangguh semeru (KTS) dan Posko Darurat.

Kakor Sabhara tidak sendiri, dari Mabes Polri ia bersama Dirpotmas BRIGJEN POL Edy Murbowo, SIK, M.Si juga Kaden Perintis Sabhara KOMBES POL Henik Maryanto.

Kunjungannya ke Gresik untuk mengecek langsung pelaksanaan PPKM Darurat. Memastikan penanggulangan sebaran virus Covid-19 berjalan optimal.

Memasuki gapura selamat datang di Kabupaten Gresik, ia langsung memantau pelaksanaan penyekatan di simpang empat nippon paint. Kemudian bergerak ke stadion gelora joko Samudro (GJos) pantau fasilitas isolasi mandiri.

Beranjak ke wahana ekspresi Pusponegoro (WEP) melihat langsung pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat. Yang mana beberapa waktu lalu menuai apresiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa.

Ketika meninjau posko PPKM Darurat Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas Kakor Sabhara menerangkan, “saya lihat sudah ada, sudah ada sistem. Dan sistem ini yang harus dioptimalkan agar segera keluar dari pandemi Covid-19.” terangnya.

Dia mengapresiasi sinergi Empat Pilar, TNI-POLRI, Pemkab juga Dinkes Gresik dalam memotori upaya penanganan Covid-19.

Kakor Sabhara menyebut kolaborasi yang selama ini dibangun harus tetap dijaga dan ditingkatkan. Terlebih kebijakan PPKM Darurat sudah ditetapkan untuk diperpanjang hingga nanti 25 Juli 2021.

“Kami berharap kesadaran masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19. Semua ini ditempuh demi keselamatan masyarakat. Empat Pilar sudah optimal, namun harus diimbangi kesadaran disiplin prokes dari masyarakat.” tukas IRJEN POL Nanang Avianto. (tim)

Paguyuban Perkasa Jember Rayakan Idul Adha dengan Berbagi Uang

JEMBER – Pada setiap Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban, Paguyuban Perkasa Jember biasanya memotong hewan qurban sapi. Namun pada hari raya idul Adha 1442 H atau tahun 2021 ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan juga berbeda dengan yang lain.

Khusus Hari Raya Idul Adha tahun ini Paguyuban Perkasa berbagi dengan uang 100 ribu per orang.

“Kegiatan Idul Adha tahun ini, karena masih pandemi kita menjaga dan di Jember masuk zona hitam, jadi kita mengantisipasi dengan berupa uang,” terang KH Mas Bin, Pembina Paguyuban Perkasa, Selasa (20/7/2021).

Uang yang dibagikan sebesar 100 ribuan dengan target sebanyak 1200 orang melalu pemberian kupon.

Saat penukaran kupon, tidak ada kerumunan, panitia juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena setiap pemegang kupon wajib memakai masker dan dicek suhu badannya. Selain itu juga sebelum memberikan kupon pada panitia, tangannya disemprot dengan hand sanitizer.

” Pembagiannya dengan kupon, kupon ditukar langsung diberikan uang dalam amplop sebesar 100 ribu untuk disampaikan pada saudara- saudara kita,” jelasnya.

Kakak kandung artis nasional, Dewi Persik ini beralasan mengapa yang diberikan uang bukan daging, menurut nya, karena Jember masuk zona hitam.

Kalau tidak masuk zona hitam tetap berqurban. Meski tidak berbagi dengan
daging qurban tapi nilai uangnya juga senilai dengan harga daging.

“Yang sampai pada Allah itu bukan daging dan darahnya tapi taqwa nya. Substansinya di sana. Semangat berqurban untuk memperhatikan kaum miskin,” imbuhnya.

Harapan kedepan, ditambahkan pula, meski berbagi dengan uang tapi dengan semangat untuk berqurban.

“Insya Allah tahun depan kalau pandemi sudah teratasi dengan baik, kita kembali ke semula yaitu berbagi dengan daging qurban. Dengan uang 100 ribu yang nilainya hampir sama dengan nilai daging qurban yang diberikan tapi karena masih pandemi covid-19, berbagi dengan uang selain selesai lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan lebih sedikit dan tidak menimbulkan kerumunan,” pungkasnya dalam acara yang berlangsung mulai jam 09.00 hingga 14.00 wib. (son)

Kapolri Sebut 475.420 Paket dan 2.471.217 Kg Beras ke Warga Selama PPKM Darurat

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat telah dilakukan di seluruh wilayah.

Sigit mengungkapkan, sejak pertama kali diterapkan PPKM Darurat pada tanggal 3 Juli hingga 19 Juli 2021, setidaknya Polri telah menyalurkan 475.420 paket dan 2.471.217 Kilogram beras sudah disalurkan kepada masyarakat. Khususnya, warga yang paling terdampak akibat Pandemi Covid-19.

“Sejak periode 3 sampai dengan tanggal 19 Juli 2021, Polri telah mendistribusikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di 34 wilayah Polda sebanyak 475.420 paket sembako dan 2.471.217 Kg beras,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (20/7/2021).

Kemudian, sepanjang tahun 2020, bantuan sosial yang disalurkan Polri sebanyak 394.347 paket sembako, 30.000 ton beras, 790.436 Alkes/APD, dan mendirikan 13.119 dapur umum.

Sementara, sampai dengan 2 Juli 2021, bantuan Sosial yang disalurkan Polri sebanyak 750.780 paket sembako, 3.753 ton beras, 763.079 Alkes/APD, dan mendirikan 143.467 dapur umum.

“Akselerasi penyaluran bantuan sosial kami lakukan di seluruh Indonesia atau 34 provinsi. Baik wilayah yang menerapkan PPKM Darurat ataupun PPKM Mikro,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, Pemerintah melalui TNI dan Polri juga telah menggelontorkan bantuan sosial PPKM Darurat dengan menyasar para masyarakat yang memang membutuhkan. Selain itu, vaksinasi nasional untuk menuju Herd Immunity terus dilakukan.

Sebab itu, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya dari tinggal atas hingga level bawah untuk terus melakukan percepatan distribusi bantuan sosial PPKM Darurat kepada masyarakat.

Ia juga meminta untuk jajaran TNI-Polri melakukan mapping dalam penyaluran bansos tersebut. Sigit berharap tak ada lagi wilayah yang melaporkan adanya saluran bantuan sosial tersebut terhambat.

Mantan Kabareskrim Polri ini juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat, untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa apabila stok bansosnya habis. Sebab itu, Sigit mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang.

“Masyarakat tetap tenang dan jangan khawatir, apabila bantuan yang diberikan habis, segera melapor. Nanti jajaran TNI dan Polri ataupun Kementerian Sosial akan memberikan lagi bantuan sosial tersebut,” ujar Sigit.

Disisi lain, Sigit menjelaskan, penerapan protokol kesehatan, merupakan kunci untuk menekan laju pertumbuhan virus corona di tatanan masyarakat. Karena itu, Sigit menegaskan pentingnya untuk terus melaksanakan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari.

“Semua ini dilakukan untuk sama-sama menjaga kesehatan untuk keluarga, diri sendiri dan orang lain,” ujar Sigit.

Dalam hal ini, Sigit juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam program vaksinasi nasional maupun mendistribusikan bantuan sosial kepada masyarakat.

“Saya mengajak elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, aktivis, OKP, Ormas, tokoh agama, ulama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama dan bergandengan tangan untuk membantu masyarakat Indonesia dan mewujudkan target dari Pemerintah Indonesia,” ucap Sigit.

Sementara itu, demi meringankan beban dan keterbatasan masyarakat di tengah PPKM Darurat ini, Polri juga mengirimkan hewan kurban se-Indonesia, khususnya di permukiman masyarakat yang paling terdampak akibat Pandemi Covid-19 ini.

“Semoga semua yang kita lakukan di Idul Adha ini menjadi ladang amal dan ibadah untuk kita semua. Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan selamat merayakan Idul Adha bersama keluarga, tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, menerapkan 5M, dan tetap di rumah saja, agar Pandemi Covid-19 segera berakhir di Indonesia,” tutup Sigit. (tim)

Bupati Jember Ajak Penyintas Covid 19 Donorkan Plasma Konvalesen

JEMBER – Bupati Jember H Hendy Siswanto mengajak penyitas Covid-19 untuk menjadi pendonor plasma konvelsen. Khususnya penyintas yang statusnya PNS. Saat ini banyak pasien Covid-19 yang membutuhkan sumbangan plasma konvalesen dari para penyitas Covid-19. Sedangkan pendonor plasma konvalesen belum mencukupi kebutuhan.

Untuk itu, Bupati Hendy usai Solat Idul Adha di pendapa Wahyawibawagraha berangkat Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jl Srikoyo untuk donor darah plasma konvalesen. Bupati Hendy menjadi pendonor plasma konvalesen karena menjadi olenyitas Covid-19, setelah pernah terpapar Covid-19. Bupati Hendy bersemangat donor plasma konvalesen mengingat besarnya manfaat plasma konvalesen untuk pasien Covid-19.

Bahkan, Bupati Hendy menjanjikan membantu PMI untuk membelikan alat apharesis yang digunakan untuk donor plasma konvalesen. Pasalnya, dalam sehari mesin apharesis milik PMI Kabupaten Jember hanya mampu melayani delapan orang saja. padahal, permintaan plasma konvalesen. Ratra-rata pasien Covid antre lama untuk mendapatkan plasma konvalesen.

Sekitar 1,5 jam Bupati Hendy donor plasma konvalesen di UDD PMI Kabupaten Jember. Orang nomor satu Jember itu didampingi oleh Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH dan Kepala UDD PMI Kabupaten Jember dr Dudung Ari Rusli dan dr Ach. Wahib Wahyu Winarso SpAn. KNA, Dokter Spesialis Anestesi dan juga kepala IGD RSD RSD dr Soebandi Jember Serta dr. Triwiranto, pejabat dinas Kesehatan yang juga pengurus PMI Kabupaten Jember.

“Ini setengah perintah, setengah minta tolong, ini demi kemanusian, khususnya untuk para pasien Covid-19 yang membutuhkan uluran tangan penyitas Covid-19,”kata Bupati Jember H Hendy Siswanto disela-sela donor plasma konvalesen di UDD PMI Kabupaten Jember Selasa (20/7) siang kepada sejumlah wartawan.

Dia mengetuk hati para penyitas Covid-19 untuk bersedia menjadi pendonor plasma konvalesen.”Saya harap para penyitas covid-19 untuk menjadi pendonor plasma konvalesen yang akan sangat membantu pasien Covid-19,” imbuhnya. Bupati Hendy rencannya mendonorkan plasma kobvalesennya 400 cc tetapi diteruskan sampai 600 cc setelah proses donor berjalan lancar.

Sambil donor, Bupati Hendy diskusi dengan H EA Zaenal Marzuki SH MH dan dr Dudung Ari Rusli dan dr Ach. Wahib Wahyu Winarso SpAn. KNA soal donor plasma konvalesen. Setelah mendegarkan penjelasan, Bupati Hendy menyatakan siap membantu membelikan mesin apheresis untuk proses donor plasma konvalesen.

Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH menegaskan permintaan plasma konvalesen sangat tinggi. “Antreannya panjang, untuk masing-masing golongan darah ada 10 pasien Covid-19 yang antre minta plasma konvalesen ke PMI Kabupaten Jember, kalau ada yang donor langsung dikirim ke pasien Covid-19 yang antre,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, Layanan donor darah plasma konvalesen PMI Kabupaten Jember untuk bantu pasien Covid-19 yang dirawat dirumah sakit. Sejak 1 Juli 2021 PMI Kabupaten Jember telah melengkapi mesin apharesis, dan dilanjutkan menggelar bimbingan teknis kepada petugas UDD PMI Kabupaten Jember yang telah disiapkan.” Tanggal 3 juli 2021 dilakukan donor darah plasma konvalesen pertama atas nama Dwi Tanjung dengan golongan darah O sebanyak 400 cc,” imbuhnya.

Selanjutnya, 8/7/2021, Ketua PMI Jember EA Zaenal Marzuki ikut donor darah plasma konvalesen sebagai orang ketujuh sebagai penyintas covid-19 dengan golongan darah O. “Perolehan plasma konvalesen sampai hari ini, Selasa (20/7/2021) berhasil menjaring sebanyak 54 penyintas Covid-19 yang telah menyumbangkan darah plasma konvalesen dengan rincian Golongan darah A sebanyak 12 kantong @ 200 Cc, Golongan darah B sebanyak 45 Kantong @ 200 CC, Golongan darah AB sebanyak 10 Kantong @200 CC dan Golongan darah O sebanyak 48,5 @200 CC,” ujarnya.

Namun saat ini darah plasma konvalesen stok kosong, karena langsung terpakai sesuai pengajuan plasma konvalesen dari rumah sakit. “ Senin, 19 Juli 2021, Bupati Jember H Hendy bersama beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti pengambilan sampel darah plasma konvalesen di pendapa Wahyawibawagraha. “ kemudian, hari ini, Selasa (20/7/2021) Bupati Jember dinyatarkan lolos screening dan mendonorkan darah plasma konvalesen di gedung UDD PMI Kabupaten Jember. Tercatat pasien atau pemohon darah plasma konvalesen yang antri sebanyak 9 pasien Covid-19,” pungkasnya. (Son)

Bupati Jember Gelar Jember Bertakbir Secara Virtual

JEMBER – Tradisi malam sebelum Hari Raya Idul Adha terpaksa ditiadakan sesuai intruksi Mendagri aturan PPKM Darurat yang melarang adanya kegiatan yang berpotensi mengundang massa. Namun Pemerintah Kabupaten Jember tidak ingin kemeriahan tersebut hilang, oleh karena itu Pemkab Jember menggelar takbiran secara virtual bertajuk “Jember Bertakbir” yang disiarkan secara langsung melalui Youtube Pemkab Jember, Senin malam (19/07/2021).

Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember KH. MB. Firjaun Barlaman dari Pendopo Wahyawibawagraha, serta diikuti secara virtual oleh seluruh Kepala OPD, Camat, Kades, Lurah dan seluruh masyarakat Kabupaten Jember.

Seluruh tamu undangan yang hadir secara luring di Pendopo Wahyawibawagraha telah melalui tes swab dan dinyatakan negatif, menerapkan protokol kesehatan serta jumlahnya tak lebih dari 20 orang.

“Hari Raya Idul Adha tahun ini kita masih dalam situasi pandemi Covid-19, namun janganlah berputus asa, kita harus terus semangat,” tutur Bupati Hendy dalam sambutannya.

Meski dilaksanakan secara virtual sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Bupati Hendy meminta masyarakat Jember untuk tetap bersyukur atas nikmat Allah berupa kesehatan dan senantiasa memohon kepada Allah SWT supaya pandemi Covid-19 cepat berakhir.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hendy mewakili diri pribadi dan juga seluruh jajaran Pemkab Jember memohon maaf apabila pelayanan kepada masyarakat Jember kurang berkenan, kurang memuaskan, dan berjanji untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja pemerintah dalam melayani masyarakat Jember.

“Kami mohon kepada bapak dan ibu sekalian mari kita bersama disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan kekompakan kita maka pandemi Covid-19 ini segera berakhir,” pesannya. (son)

Kapolres Serahkan Daging Kurban Hingga ke Pelosok Desa

JEMBER – Pandemi tahun ini, warga kaum dhuafa yang tersebar di pelosok desa di Kabupaten Jember akhirnya bisa turut merayakan kegembiraan Idul Adha. Kali ini, Polres Jember mengerahkan jajaran Bhabinkamtibmas untuk menyalurkan daging kurban kepada yang berhak menerima.

Polres Jember telah menyiapkan hewan kurban sebanyak 23 ekor kambing dan 7 ekor Sapi. Setelah dipotong dan dibersihkan, daging sapi dan kambing itu dikemas menggunakan kantong plastik. Proses penyembelihan dan pengemasan daging kurban dilakukan dengan pengawasan protokol kesehatan.

Selasa (20/07/2021), Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP. Arif Rachman Arifin, S.I.K, M.H secara simbolis menyerahkan daging kurban kepada perwakilan Bhabinkamtibmas, selanjutnya memberangkatkan distribusi daging kurban ke berbagai wilayah pedesaan.

Bhabinkamtibmas sejumlah desa di Kabupaten Jember ditugaskan untuk menyisir dan mendata warga desa binaanya. Diutamakan kaum duafa yang tak tersentuh pembagian daging hewan kurban. Daging kurban sebagian besar akan dipasok ke pelosok desa.

Ps. Kasiehumas Polres Jember Iptu. Brisan Imman Nulla mengatakan pendistribusian daging kurban dilaksanakan sesuai instruksi pemerintah terkait pembagian daging kurban pada Idul Adha 1442 Hijriah agar diantar langsung ke masing-masing rumah penerima.

“Kami siapkan anggota Bhabinkamtibmas untuk membantu membagikan daging kurban kepada masyarakat. Banyak masyarakat desa yang membutuhkan daging qurban sebagai pelengkap gizi dan kebutuhan pangan,” ujarnya.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, pihaknya telah memerintahkan jajaran Bhabinkamtibmas agar bekerja lebih ekstra keras untuk menyerahkan langsung daging kurban ke rumah-rumah warga kurang mampu, meski itu harus diantar langsung jauh hingga dikawasan terpencil. (son)

Pasien Covid yang Ditolak Beberapa Rumah Sakit di Kota Cimahi Akhirnya Meninggal Dunia

CIMAHI – Pasien yang ditolak oleh beberapa rumah sakit di Kota Cimahi akhirnya menghembuskan napas terakhir di kediamannya.

Pasien tersebut adalah Dewi Saripah yang beralamat di kampung Ciputri RT 06 RW 05 Kelurahan Cigugur Tengah Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.

Sebelumnya, Dewi Saripah dilarikan ke beberapa rumah sakit yang ada di Kota Cimahi, karena diindikasikan terpapar virus corona.

Namun Dewi Saripah terpaksa dibawa pulang karena tidak menemukan rumah sakit yang mau merawatnya.

Dari sejumlah rumah sakit yang dituju Dewi Saripah, semua menyatakan penuh.

Akibatnya, setelah dibawa kembali ke rumahnya oleh keluarga, Dewi Saripah menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (20/07/2021) sekitar pukul 20.00 WIB akibat tidak mendapat bantuan medis.

Menurut salah seorang sumber yang enggan disebut namanya, kejadian penolakan pasien oleh rumah sakit sering terjadi, khususnya ketika masa pandemi seperti saat ini.

Masih menurut sumber tadi, pihak rumah sakit sering berdalih dengan berbagai alasan yang terkadang kurang logis.

Sumber tadi menjelaskan, padahal dalam UU Kesehatan no.36 tahun 2009 Pasal 32 ayat (2), berbunyi “Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka”

Sementara itu, masih kata sumber tadi, dalam Pasal 190 ayat (1) menyatakan “Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang melanggar pasal 32 ayat 2 itu, dipenjara maksimal 2 tahun dan denda maksimal 200 juta”. Sedangkan pada ayat (2) berbunyi “Jika nenyebabkan kematian, dipenjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak 1Miliar.

Menanggapi kejadian tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi melalui aplikasi Whatsapp hanya menjawab dengan ucapan turut berduka cita belaka.

“Innalillahi Wainnailaihi rojiuun, turut berduka cita 🙏
Semoga almarhumah diampuni dosanya, diterima amal ibadahnya dan menjadi ahli Syurga. AmiinYaaRabbal alamin.
Mohon maaf Ibu Dewi tidak dapat terfasilitasi mendapatkan perawatan di Rumah Sakit. Semoga RS di kota Cimahi dapat menambah TT sehingga masyarakat dapat terfasilitasi mendapatkan pelayanan Rawat inap” tulisnya dalam pesan Whatsapp.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada terkonfirmasi jawaban dari Kadinkes Kota Cimahi maupun dari pihak RSUD Kota Cimahi. (Achmad Edison)

Kapolres Lumajang Berbagi Ditengah Pandemi Untuk Penderita Hydrocefalus

LUMAJANG – Dua Keluarga ini sama sekali tidak menduga akan kedatangan Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno bersama Kasat Lantas AKP Bayu Halim Nugroho, Selasa (20/7/2021) ke Desa Duren, Kecamatan Klakah, dan Desa Denok, Kecamatan Lumajang .

Kedatangan orang nomor satu di jajaran Polres Lumajang turun langsung menjenguk balita dan anak yang sedang menderita penyakit Hidrosefalus atau kepala besar yakni Adik Nasril Ilham (2) warga Desa Duren, Klakah dan Slamet Mufi F (11) Warga Desa Denok.

Selain menjenguk anak penderita penyakit Hidrosefalus, Kapolres juga meyalurkan bantuan sosial berupa PPKM darurat berupa sembako dan daging qurban, serta tali asih untuk meringankan beban keluarga.

“Kegiatan bhakti sosial ini untuk meringankan beban masyarakat terdampak corona. Seperti keluarga ini yang memiliki anak menderita penyakit Hidrosefalus,” Ungkap Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno melalui Paur Subbag Humas Ipda Andrias Shinta.

Shinta menjelaskan, Kapolres Lumajang didampingi Kasatlantas lebih dulu ke Dusun Darungan, Desa Duren, kecamatan Klakah, Lumajang.

Kedatangan Kapolres disambut Erik Purnomo (29) dan Rofika Yanti (27) selaku orang tua dari ananda Nasril Ilham (2) di di kediamannya.

“Kapolres Lumajang menyerahkan bantuan sosial PPKM Darurat, Daging qurban dan santunan kepada kedua orang tua Nasril Ilham,” terangnya.

Sebelumnya, Kapolres Lumajang juga mengunjungi anak menderita penderita penyakit Hidrosefalus di Dusun Bejo, Desa Denok, Lumajang, pada Selasa 20 Juli 2021.

Kedatangan Kapolres disambut Abdul Munim Zainul Mila dan Fiki Maria dirumah kediamannya.

“Kapolres menyerahkan bantuan sosial PPKM Darurat, daging qurban dan santunan,” ujar Shinta,

Lanjut dia, diharapkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat yang mendapatkan bantuan sosial PPKM darurat merasa terbantu dengan Kepolisian khususnya Polres Lumajang sehingga terwujud sosok Poliri yang peka, peduli serta berbagi rasa ditengah pandemi Covid-19.

“Kegiatan itu dalam upaya Polres Lumajang membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu terdampak corona. Terlebih lagi, saat ini tengah dilaksanakan PPKM Darurat dimana masyarakat diminta mengurangi aktivitas dan mobilitas,” jelas Shinta.

Sementara itu, Erik Purnomo yang menerima bantuan hari ini mengucapkan banyak terima kasih atas semua bantuan yang diberikan kepada keluarganya.

“Terima kasih Bapak Kapolres sudah membantu kami, mudah-mudahan semakin banyak rezekinya dan selalu dilindungi Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas,” ungkapnya. *