Home Blog Page 1726

Pembentukan Panitia Pilkades grujugan lor Tahun 2021-2027

BONDOWOSO– Pada hari Jum’at (2/7/2021), Pemerintah Desa Grujugam lor Kecamatan Jambesari Darus Sholah Kabupaten Bondowoso melakukan Pembentukan Panitia Pilkades Tahun 2021.

Hal ini dilakukan untuk menyukseskan Pemilihan Kepala Desa serentak di Bondowoso yang akan digelar pada bulan oktober 2021 mendatang.

Hadir dalam Acara tersebut Kasi PMD kecamatan jambesari darus sholah mewakili camat jambesari darus sholah yang berhalangan hadir,Pj kades Grujugan lor, Bhabinkamtibmas, BPD, Perangkat Desa, Lembaga Desa serta Tokoh Masyarakat

Dalam sambutannya Kasi PMD menyampaikan pesan agar masyarakat tetap disiplin dalam mematuhi prorokol kesehatan,terutama nanti pada waktu pelaksanaan acara pemungutan suara di TPS, demi terciptanya keamanan dan kenyamanan.

Sementara ketua BPD Desa Grujugan lor mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya Pembentukan Panitia Pilkades tahun 2021ini adalah demi terciptanya Pemilihan Kepala Desa yang demokratis dan menghasilkan Kades terpilih sesuai dengan harapan masyarakat.

“Panitia Pilkades ini nantinya akan melaksanakan tahapan diantaranya, Persiapan, Pencalonan, Pemungutan suara, dan Penetapan. Ini sesuai dengan Peratuaran Bupati Bondowoso nomor 39 tahun 2021. Namun kita masih menunggu arahan dari panitia Kabupaten Bondowoso.” kata sarful bahri

“Mengenai Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan ditempatkan tiap tiap dusun yang ada di desa grujugan lor.

Dalam acara pembentukan panitia pilkades berjalan aman dan lancar sesuai dengan prokes.( ARI)

Peringati HUT Bhayangkara ke-75, LSM GMBI Gelar Tumpengan di Polsek Pasrepan

PASURUAN – Dalam rangka hari Bhayangkara ke-75 Lembaga Sosial Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesa (GMBI) PAC Pasrepan mengadakan acara tumpeng berkah di kantor Polsek Pasrepan pada Jum’at (2/7/2021)

Acara HUT Bhayangkara tersebut dirayakan dengan makan bersama yang digelar di di kantor Polsek Pasrepan Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan.

Niat baik GMBI pun diterima langsung oleh Kapolsek AKP Supriyadi dan menjadikan sebagai bentuk kemitraan antara LSM dan Kepolisian agar saling bersinergi dalam pengamanan wilayah yang aman dari segala bentuk kejahatan.

Moment setiap setahun sekali, yang biasanya di gelar dengan meriah sekarang berubah mengingat kondisi wilayah Pasuruan masih berjuang dalam pencegahan penyebaran covid 19 sehingga harus mengikuti kondisi saat ini.

Saiful Anam selaku ketua PAC LSM GMBI Kecamatan Pasrepan mengatakan, “terus terang memang kami ada niat acara tumpeng berkah ini untuk memberi semangat kepada kepolisian khususnya sektor Pasrepan mengingat situasi dan kondisi wilayah ini”.

Saiful Anam juga mengpresiasi jajaran Polsek Pasrepan dalam penegakan hukum sesuai standar operasional untuk melayani dan melindungi masyarakat, terutama di wilayah Kecamatan Pasrepan.

“Sekali lagi kami ucapkan selamat ulang tahun Bhayangkara ke-75 semoga jaya selalu,” pungkasnya. (arie)

Jumat Berkah, PMI Jember Bagi Masker dan Nasi Bungkus

JEMBER – Pengurus, pegawai dan relawan PMI Kabupaten Jember bagi-bagi masker dan nasi bungkus dalam menyambut jumat berkah.

Sejumlah Pengurus, pegawai dan relawan jalan sambil bagi masker dan nasi bungkus dengan jalan kaki dari markas PMI Kabupaten Jember jalan Jawa sampai ke Alun-Alun Jember.

Di sepanjang jalan juga dilakukan sosialisasi penerapan Protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 kepada masyarakat yang ada di jalan.

Acara bagi masker dan nasi bungkus dipimpin langsung oleh Ketua PMI kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Acara bagi masker dan nasi bungkus baru pertama kali digelar oleh PMI Kabupaten Jember, acara ini sebagai pengembangan acara senam bersama yang dilaksanakan hari jumat tiap dua minggu sekali.

“Alhamdulillah teman-teman pengurus, pegawai dan relawan PMI jalan sehat dari markas ke alun-alun sambil bagi masker dan nasi bungkus untuk mereka yang membutuhkan. Masyarakat menyambut baik aksi PMI,” kata Ketua PMI kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Dia menjelaskan, acara jalan santai sambil berbagi yang dilaksanakan pengurus, pegawai dan relawan PMI akan dibuat secara rutin.

“Rencana kita akan dibuat rutin agar pengurus, pegawai dan relawan PMI agar sehat, juga menggelar aksi sosial berupa bagi-bagi masker dan nasi bungkus,” ungkapnya.

Hanya saja, jalur jalan santainya akan diubah.
Dia menilai, masih cukup banyak masyarakat yang mengabaikan protocol kesehatan.

”Saya lihat di jalan masih banyak yang tidak pakai masker, maka kami aktif turun ke bawah sosialisasi agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Saat ini Covid-19 meluas lagi, korban terus berjatuhan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, masyarakat menjalankan protocol kesehatan dengan ketat tidak hanya untuk masyarakat tetapi juga untuk dirinya sendiri dan untuk keluarga di rumah.

“Kasihan anggota keluarga di rumah yang masih kecil, sudah tua yang kekuatan imunnya rendah. Mereka jika tertular Covid-19 maka akan berbahaya,” imbuhnya. (Sony)

Didampingi Wagub dan Wakapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya Pimpin Apel gelar Pasukan Dalam Rangka Pelaksanaan PPKM Darurat di Wilayah Jatim

SURABAYA – Forkopimda Jawa Timur, Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, melaksanakan Apel gelar pasukan dalam rangka pelaksanaan PPKM Darurat di wilayah Jawa Timur, yang dilaksanakan di lapangan, Mahkodam V Brawijaya. Pada Jumat (2/7/2021) pagi.

Dalam arahannya, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menjelaskan, bahwa situasi jawa timur saat ini di massa Pandemi Covid-19 cukup memprihatinkan. Bahkan kemarin sore penambahan angka positif merupakan tertinggi sejak pandemi Covid-19 menimpa Indonesia, diawal tahun 2020.

“Angka kesembuhan di atas 300 dan yang meninggal cukup banyak, dan jawa timur merupakan penyumbang angka kematian tertinggi di seluruh daerah,” jelas Pangdam V Brawijaya, saat gelar Apel gelar pasukan dalam rangka pelaksanaan PPKM Darurat di wilayah Jawa Timur, Jumat (2/7/2021) pagi.

Dalam kesempatan ini kita gelar apel secara serentak, baik di Surabaya Raya, Malang Raya, Madiun Raya, Tapal kuda dan di Mojokerto. Setelah apel nantinya semua akan masuk di ke wilayah penugasan di seluruh wilayah kabupaten/kota di jatim.

“38 kabupaten/ kota di jatim dibagi dua level, level 3 ada 27 kabupaten/ kota dan nantinya anggota akan masuk di Kodim dan Polres dengan total anggota sebanyak 50 orang. Dan ada 11 Kabupaten/ Kota yang masuk di level 4,” tambahnya.

Meski intruksi dari Kementrian Dalam Negeri belum keluar. Untuk di level 4 ini tingkatnya lebih gawat, artinya penyebaran Covid-19 lebih tinggi. Dan nantinya anggota akan langsung masuk ke RT/RW, dengan total pasukan yang berbeda-beda disesuai dengan ancaman penyebaran Covid-19 yang berbeda-beda.

“Operasi akan dilakukan besok, dan tugasnya yakni memperkuat 4 pilar pelaksanaan PPKM Mikro Darurat. Yang pertama, Kepala Desa, Dokter puskesmas, Babinkantibmas dan Babinsa,” ujarnya.

Nantinya 4 pilar ini akan melaksanakan 3M di desa tersebut, bagi masyarakat yang belum memakai masker harus wajib menggunakan masker, jika ada kerumunan lebih dari tiga orang harus dibubarkan.

“Jika ada yang makan di warung tidak boleh, sehingga warung harus tutup jam 20.00 WIB. Masyarakat tidak boleh melaksanakan sholat berjamaah terlebih dahulu dan harus ditutup, dan tempat wisata juga harus tutup,” ucapnya.

Selain itu anggota yang diterjunkan, nantinya juga akan membantu bidan desa untuk melakukan testing, untuk mencari orang-orang yang terkonfirmasi Covid-19.

“Kemudian Tracing nantinya akan dilakukan babinkantibmas, sehingga anggota yang diterjunkan ini tugasnya membantu, karena jika dilakukan oleh babin tidak akan mampu,” cetusnya.

Nantinya jika ditemukan orang tanpa gejala, tidak boleh dibawa ke RS terlebih dahulu. Mereka harus dibawa dan di lakukan isolasi di posko PPKM di setiap RT terlebih dahulu.

“Jika memang sudah berat, maka orang tersebut harus mendapatkan perawatan ke RS. Dan harus koordinasi dengan pihak puskesmas,” ujarnya.

Jika di tempat isolasi RT sudah penuh, maka masyarakat dibawa ke tempat isolasi dan karantina di tingkat Kabupaten/ Kota. Nantinya di pintu masuk RT/RW juga akan dilakukan pemeriksaan.

“Anggota harus bisa memberikan edukasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan ke masyarakat, muda-mudahan dalam 2 minggu bisa turun, karena target dari pusat turun 10 ribu per/hari, jika di jatim bisa turun, tidak akan diperpanjang. Namun jika masih tinggi kemungkinan bisa diperpanjang,” tutupnya. (tim)

Kang Iwan Mekar Giriharja 2, Seniman yang Berjasa Atas Berdirinya PEPADI Kota Cimahi

CIMAHI – Dalam berdirinya suatu lembaga atau komunitas ,akan ada orang yang berjuang dan berjasa didalamnya,demi terwujudnya satu tujuan atau cita-cita,tentunya dengan segala daya upaya yang dimiliki oleh setiap individu atau perseoranga,baik cucuran keringat,airmata,pemikiran,materi bahkan darah pun akan dikorbankan demi terwujudnya suatu tujuan tersebut.
Hal inilah yang dilakukan oleh salah seorang seniman sekaligus pemilik lingkung seni Mekar Giriharja 2,Kang Iwan Setiawan.
Bertempat di Imah Seni Cimahi yang juga berfungsi sebagai sekretariat Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) Kang Iwan Setiawan bersama sang istri Teh Euis Setiawati berhasil diwawancarai oleh wartawan.

Disela-sela latihan yang dilaksanakan oleh lingkung seni Mekar Giriharja 2,Kang Iwan Menjelaskan Ihwal perjuangannya mendirikan PEPADI Kota Cimahi,”
Bermula dari ketertarikan di dunia seni wayang golek,hingga akhirnya saya bersama rekan-rekan yang miliki tujuan yang sama akhirnya membentuk PEPADI Kota Cimahi.Saya pertama berkiprah di Dunia seni wayang golek ditahun 1988 saya sudah bergabung dengan lingkung seni Giriharja 2 waktu itu dipimpin oleh Kidalang Ade Kosasih Sunarya di bagian logistik,kemudian di tahun 1990 mulai dipercaya memainkan alat musik Jenglong,kemudian ditahun 1995/1996 mulailah memainkan alat musik saron.Serelah Kidalang Ade Kosasih Sunarya wafat,diteruskan oleh anaknya Ki Dalang Deden Kosasih Sunarya Pimpinan lingkung seni Putra Giriharja 2.Pada tahun 2006 Saya mendirikan lingkung seni sendiri dan untuk nama diberikan langsung oleh Ki Dalang Ade Kosasih Sunarya dengan nama Mekar Giriharja 2,Dalam perjalanan berkesenian hampir seluruh Kota dan Kabupaten di Jawabarat bahkan beberapa Kota yang ada di Sumatera sudah dikunjungi dalam pementasan seni wayang golek.” Jelas Kang Iwan Setiawan atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kang Iwan MGH.
Dalam hal Prestasi Kang Iwan sempat mengusung Ki Dalang Deden Kosasih Sunarya Giriharja dalam event Binojakrama Padalangan tahun 2010 dan mendapatkan Juara Umum Pertama,kemudian dalam Festival Pedalangan 4 Provinsi tahun 2007,Festival wayang golek se Jawabarat.Setelah sekian lama menggeluti Seni wayang golek Iwan Setiawan berharap ada lembaga yang menaungi para dalang dan segala hal yang ada didalamnya termasuk sinden dan karawitan.
” Harapan saya dengan berdirinya PEPADI(Persatuan Pedalangan Indonesia)di Kota Cimahi yakni agar para dalang yang ada di Kota Cimahi memiliki Naungan atau wadah tempat para dalang berkumpul guna saling membagi Ilmu pedalangan, Cita-cita mewujudkan PEPADI Kota Cimahi sudah ada sejak tahun 2006 dan Alhamdulillah baru tahun 2021 ini terwujud.Semoga setelah terbentuknya PEPADI Kota Cimahi,para dalang yang ada dikota Cimahi dapat dirangkul dan bersilaturahmi serta saling membagi informasi terkait pedalangan serta dapat ikut melestarikan seni pedalangan ini dengan cara membagikan ilmu kepada kawula muda yang mencintai seni Pedalangan,Kami berharap kepada pihak pemerintah juga ikut memperhatikan kami.”Ungkap Kang Iwan.

Sinden Mekar Giriharja 2 Teteh Euis Setiawati yang juga Istri Kang Iwan Setiawan selalu mendukung dalam setiap kegiatan berkesenian kang Iwan.Pemilik nama asli Lilis Suryati ini sangan piawai membawakan lagu-lagu tardisi dengan laras Salendro.Segudang pengalaman dan prestasi pernah ditorehkan baik tingkat Kota Kabupaten maupun tingkat Provinsi bahkan di Tingkat Nasional.
“Setelah menyelesaikan Sekolah tingkat pertama,saya sudah belajar menjadi sinden,walaupun berlatih secara otodidak namun kemampuan membawakan tembang langgam tradisi sunda sudah dikuasai dengan baik.Untuk menguasai lagu khususnya dalam pagelaran wayang golek saya mempelajari dan berlatih secara khusus dalam gamelan salendro.Awalnya saya bergabung dalam lingkung seni bersama sang Ayah Bapak Mian Suganda(Alm.)dan Ki Dalang Bapak Atib Suganda (Alm.) yang tergabung dalam lingkung seni “Ganda Wibawa Harja”berlokasi di Cigugur tengah Kota Cimahi,Kemudian setelah para sesepuh wafat saya bergabung dengan grup jaipong sebagai sinden.Setelah menikah pada tahun 1986 Saya bergabung dengan Lingkung seni Putra Giriharja 3 dibawah pimpinan Ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya,Kemudian bergabung dengan Lingkung seni Putra Giriharja 2 Pimpinan Ki Dalang Deden Kosasih Sunarya.Mekar Giriharja 2 merupakan lingkung seni yang merupakan Cabang dari lingkung seni Putra Giriharja 2 didirikan Tahun 2006 di Cimahi.
Untuk Prestasi Teh Euis Setiawati mendapatkan juara 3 dalam Acara
Festival Wayang Golek di Kabupaten Bandung tahun 1996,dalam acara Kepesindenan pada tahun 2008,dalam acara Binojakrama Pedalangan di Karawang tahun 2014 mendapatkan juara petrama Kategori Sinden,Kemudian pada acara Kepesindenan memperebutkan Piala Ibu Titin Fatimah tingkat Nasional di Subang tahun 2018 mendapatkan predikat Juara Pertama.Saya bersyukur dengan berdirinya PEPADI di Kota Cimahi ini,semoga dapat memotivasi para Dalang yang ada di Kota Cimahi juga lingkung seni wayang golek menjadi semakin maju dan berkembang,bukan hanya dalang namun semua elemen yang ada akan kami rangkul diantaranya sinden dan penabuh gamelan atau karawitan.”Tutur Teh Euis Setiawati yang merupakan murid dari Maestro Sinden terkenal Ibu Cucu Setiawati.

Dalam kesempatan yang sama Pimpinan Lingkung seni Jaipong DansPong Kang Dadan Rohendi sekaligus Ketua PEPADI Kota Cimahi sangat mengapresiasi perjuangan dan kiprah Kang Iwan Setiawan dalam upayanya Mendirikan PEPADI di Kota Cimahi,”Perjuangan Seorang Seniman Yakni Kang Iwan Setiawan dalam upayanya mendirikan PEPADI di Kota Cimahi selayaknya diapresiasi,karena niatnya sangat mulia karena target utama Kang Iwan adalah merangkul semua dalang juga para sesepuh dalang yang ada di Kota Cimahi,bahkan ada yang lebih menonjol saat kang iwan melontarkan gagasan program sosial dan kemanusiaan,Semoga apa yang menjadi prioritas PEPADI dalam hal Sosial kemanusiaan menjadi pelopor bagi komunitas lainnya.Baru saja terbentuk kepengurusan PEPADI Kota Cimahi kami sudah turun mengunjungi salah seorang Dalang yang tidak terekspose dan terwatkan di Kampung Cireundeu namanya Ki dalang Deri.Semoga dengan program yang ada di PEPADI Kota Cimahi dapat mencetak Dalang yang berprestasi bukan hanya di Kota Cimahi namun samapai tingkat Provinsi bahkan Tingkat Nasional.Saya secara pribadi sangat bangga dengan jiwa kepeloporan seorang Kang Iwan Setiawan yang memiliki ide serta gagasan yang sangat cemerlang dan berjiwa soasial tinggi.”Pungkas Ketua PEPADI Kota Cimahi Kang Dadan Rohendi.

Achmad Edison

Nyentrik, Petugas Satpas Layani Pemohon SIM Dengan Berpakain Polisi Jadul

LUMAJANG – Peringatan Hari Bhayangkara ke-75, anggota Satpas Polres Lumajang menggunakan baju Polisi jaman dulu.

Pemandangan ini sempat menarik perhatian masyarakat yang akan mengurus SIM di Kantor Satpas Polres Lumajang, Kamis (1/7/2021).

Dengan gaya nyentrik, petugas terlihat semangat memberikan pelayanan kepada pemohon SIM. Dalam Pelayanan SIM di Satpas Polres Lumajang menerapkan protokol kesehatan.

Petugas berpakaian seragam polisi tempo dulu melakukan pengecekan suhu tubuh kepada pemohon sebelum masuk dalam gedung satpas. Bahkan petugas pelayanan juga melakukan sosialisasi tentang prokes kepada pemohon.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho, S.H., S.I.K. menjelaskan kegiatan ini dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke 75.

“Tanggal 1 Juli Satpas Polres Lumajang memberikan pelayanan kepada masyarakat pemohon SIM khususnya dengan menampilkan petugas Kepolisian dengan menggunakan seragam pakaian Kepolisian jaman dulu,” ujarnya, Jum’at (2/7/2021)

Selama kegiatan berlangsung, petugas berpakaian polisi jaman dulu memberikan hadiah kepada para pemohon sim pada anak-anak dan pemohon lainnya berupa coklat dan balon yang mengetahui peringatan Hari Bhayangkara ke 75.

“Selain itu memberikan Bunga bagi Pemohon SIM dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 75,” ujar AKP Bayu Halim Nugroho.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai upaya Polisi untuk mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Diusia Polri yang semakin matang ini, Kepolisian tentu harus lebih matang dalam melayani masyarakat,” pungkas Kasat Lantas. (Hum)

Gerbastani, Upaya HKTI Lumajang Meningkatkan Pendapatan Petani

LUMAJANG — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia(HKTI) Lumajang, terus berupaya dengan berbagai inovasi dalam upaya memberikan nilai tambah kepada petani.

Kegiatan ini sangat positif dan tentunya harus didukung oleh stakeholder, serta berbagai elemen masyarakat sehingga apa yang sedang diupayakan tersebut dapat diterima oleh semua pihak yang pada gilirannya akan muncul simbiosis mutualisme, antara produsen dan konsumen.

Ketua HKTI Lumajang, Iskak Subagio, S.Sos, mengungkapkan seluk beluk yang dirasakan oleh petani saat ini, hal ini dikarenakan kurangnya informasi yang akurat dari pemangku kebijkan tentang volume kebutuhan bahan pangan dan ketersediaan lahan petani, hal ini akan terus memunculkan sekulasi bagi para petani dalam menentukan jenis tanaman yang ada.

Kebutuhan bahan pangan oleh masyarakat, tidak semua dapat diakses, sehingga para petani dalam berusaha seperti bermain judi dan hanya berharap keberuntungan, bukan kepastian, tegas Iskak.

Menurutnya, pemangku kepentingan harus selalu update, memberikan informasi, penyuluhan, dan yang paling utama tentunya informasi tersebut harus sudah sampai kepetani sebelum menentukan jenis tanaman dan luas lahan untuk budidaya.

Hal ini menyangkut jumlah produsi dan konsumen, sehingga tidak terjadi over produksi yang mengakibatkan jatuhnya harga jual hasil panen, yang tentunya akan berakibat kerugian besar bahkan bisa mengakibatkan gulung tikar terhadap petani.

Diungkapkan, sebagai lembaga HKTI memiliki tanggungjawab dalam mengawal dan mendampingi petani dalam berupaya meningkatkan penghasilan, dan diharapkan peran serta dari pemerintah dalam melindungi para petani, karena petani selama ini masih belum mendapatkan jaminan dalam berusaha, disamping harga sarana produksi( Saprodi), yang harganya terus meningkat, sedangkan hasil para petani belum ada jaminan kepastian, terutama menyangkut harga disaat musim panen.

Salah satu upaya yang dapat dirasakan langsung oleh petani juga konsumen, yakni Gerbas Tani ( gerakan belanja sayur dilahan petani), yang sampai saat ini program ini sudah berlangsung menginjak tahun ketiga.

Disamping itu, gerbastani akan mempengaruhi pola hidup dalam mendapatkan kebutuhan sehari hari, terutama kebutuhan sayur, disamping sayurnya masih segar, para pembeli mendapatkan harga yang standard karena tidak melalui para pedagang, yang sudah melewati mata rantai perdagangan yang akan menyebabkan naiknya harga barang.

” Kami akan berupaya, dengan berbagai cara dalam meningkatkan pendapatan petani, disamping itu para petani dapat jaminan harga saat panen, itu yang terus kami perjuangkan,” tekad Iskak Subagio. ( Mistari Effendy)

Kades Sukoharjo Terjun Langsung Ledang ke Masyarakat

KEDIRI — Kepala desa Sukoharjo Ahmadi terjun langsung mensosialisasikan vaksin kepada masyarakat secara umum, hanya dengan ledang/sosialisasi lewat pengeras suara masyarakat Sukoharjo antusias pelaksanaan vaksin, sekitar 600 warga mengikuti vaksinasi.

Tanpa ragu Ahmadi kepala desa Sukoharjo langsung terjun bersama perangkat desa untuk memberikan edukasi kepada warganya tentang pentingnya vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan untuk menekan turunnya covid-19 di desanya.

Dari beberapa masyarakat yang telah ditemui oleh tim Gempurnews, mengatakan bahwa kepala desa Ahmadi adalah kepala desa yang sangat lugu namun sangat perhatian kepada masyarakat, untuk menciptakan Desa Sukoharjo yang aman, nyaman dan kondusif.

” Bapak Ahmadi selalu semboyan untuk menciptakan masyarakat yang tenang aman dan tetap menjaga protokol kesehatan dengan sangat ketat,” ucap salah satu warga.

Diungkapkan juga masyarakat sangat bangga dengan kepemimpinan kepala desa Ahmadi yang selalu terjun langsung, apapun kegiatan di desa Sukoharjo.

Kepala desa Sukoharjo Ahmadi menceritakan jika kegiatan vaksinasi didesanya berjalan lancar dan kondusif.

” Alhamdulillah Mas dalam kegiatan vaksin covid 19 dari 600 warga berjalan dengan lancar tidak ada kendala suatu apapun masyarakat berbondong-bondong dengan sukarela untuk divaksin, harapan saya semoga masyarakat saya bisa terhindar dari covid-19,” ujar Ahmadi.

Untuk itu masyarakat sebagai usaha untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh agar lebih sehat dan selalu melakukan pola hidup yang sehat, tutupnya. (Iwan).

Ketua TP-PKK Kecamatan Glagah Lantik Ketua PKK Desa Rejosari

Gempurnews.com – Banyuwangi. Bertempat di pendopo Desa Rejosari Kecamatan Glagah. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi, Ibu Dra. Siti Hadayati Melantik Ketua PKK Desa Rejosari kecamatan glagah ibu Mufida, SH.

Acara yang dihadiri Bapak Camat Glagah Astori, S.sos Selaku Ketua Dewan Pembina PKK Kec.Glagah dan Bapak Kepala Desa Rejosari Asis Selaku Dewan Pembina PKK Desa Rejosari itu dapat berjalan dengan hikmat, meski acara berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai anjuran tim satgas covid-19.

Dalam sambutannya ketua TP-PKK kec Glagah menyampaikan beberapa pesan guna mendorong kemajuan PKK desa Rejosari yang selama ini sempat terhenti.

” Selamat atas dilantiknya ketua PKK yang baru, Ibu Mufida, SH. Saya sangat berharap ketua PKK yang baru ini dapat mengangkat desa Rejosari ini lebih bagus, mengingat selama ini PKK Rejosari sempat terhenti. Jadi saya mohon tingkatan kerjasama, kalau bisa tahun ini desa Rejosari siap mengikuti dan memenangkan perlombaan PKK, salah satunya mungkin perlombaan PHBS. Mengingat tahun kemarin Desa Kampung Anyar sudah menjuarai maka saat ini giliran Desa Rejosari yang harus memenangkannya.” Pungkas Dra. Siti Hadayati dalam sambutannya, Kamis (1/7/2021).

Selain itu ketua TP-PKK kecamatan Glagah itu juga berpesan agar dalam menjalankan kordinasi dapat dilakukan secara santun dan mengedepankan budiluhur, agar dapat terjalin kesinambungan yang baik, utamanya dapat mengayomi anggota

” Saya berharap kepada ibu ketua PKK agar dapat berkolaborasi dengan santun, karena sesungguhnya rahasia PKK ini adalah Kompak. Kita harus bisa merangkul, mengayomi. Kita tidak boleh semena-mena terhadap anggota. Tidak boleh keras terhadap anggota. Karena PKK itu ada upahnya semua dilakukan sukarela, dari hati kehati kita kerja dari hati. Makanya ketua PKK harus banyak mengalah, karena mengalah itu bukan berarti kalah. Kita sebagai ketua pkk harus bisa mengayomi anggota. Intinya kita harus menjalin komunikasi dengan baik”. Tandasnya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama Camat Glagah Astori, S.sos juga berpesan kepada Ketua Dewan Pembina PKK Desa Rejosari, Bapak Asis yang juga selaku Kepala Desa Rejosari untuk memilah salah satu dusun yang dianggap berpotensi untuk mewakili desa Rejosari dalam berbagai perlombaan.

” Nggeh mohon dibantu Bapak Kepala Desa, untuk memilih salah satu dusun yang prospektif, kalau mungkin bisa dibuat lomba dusun. Nanti dari salah satu dusun yang bagus bisa menjadi dusun binaan. Dusun yang tidak pasif untuk desa yang tidak akan tenggelam. Inovasi yang bagus akan membuat desa lebih diken, bahkan bisa jadi desa rujukan. Utamanya dalam kegiatan-kegiatan ibu bupati.” Pungkasnya.

Mengakhiri sambutannya Astori Juga menegaskan pentingnya menjaga semangat kerja sama yang baik. Mau berkolaborasi dengan pihak yang lain.

” Bina kerjasama yang baik, jalin kolaborasi antar lini, jangan angkuh seakan kita bisa mengerjakan semua sendiri. Harus bisa mengkonsolidasikan dengan orang lain itu yang baik. Bukan semua dikerjakan sendiri. ” Tutup Astori dalam sambutannya. (*/Sgt)

Sertijab kades Nurhasan dengan Pj Mawardi,SH.

BONDOWOSO — Bertempat di aula balai desa di Grujugan lor, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso (1/7/2021) dilakukan serah terima jabatan Pj Kades Grujugan Lor, setelah masa berakhirnya jabatan Kepala Desa Nurhasan, periode jabatan tahun 2015-2021.

Dalam acara ini di hadiri oleh Kasi PMD Kecamatan Jambesari darus sholah, BPD grujugan lor beserta perangkat desa grujugan lor, bapak Yusra riyanto S.sos,MM, dalam sambutannya mengatakan berterima kasih kepada mantan kades Nurhasan atas kerjasamanya selama 6 tahun menjabat sebagai kepala desa Grujugan lor, dan juga ucapan selamat kepada Pj Kades Grujugan Lor.

Di samping itu harapan Kasi PMD kecamatan Jambesari Darus Shola kepada Pj Desa Grujugan lor Mawardi, SH, agar selalu sinergi dengan perangkat desa dan bekerja maksimal untuk mengantarkan Pilkades serentak pada tahun 2021,” Imbuh yusra.

Pada acara serah terima jabatan tersebut, mantan kades Nurhasan minta maaf selama menjabat sebagai kades Grujugan lor, apabila kurang maksimal melayani warga grujugan lor.
Sekarang jabatan Pj yang baru bapak Mawardi,SH untuk memimpin Grujugan lor, sekali lagi saya mohon maaf dan saya minta kerjasamanya di antara perangkat desa Grujugan lor,” tambah Nurhasan.

Ketika kami temui bapak Mawardi setelah sertijab jabatan kepala desa, mengatakan rasa syukurnya karena ditempatkan didesa kelahirannya.

“Alhamdulillah saya di tempatkan di desa asal saya yaitu Grujugan lor,saya siap untuk mengantarkan PILKADES,dan saya harapkan kerjasama antar elemen yang ada di desa grujugan lor, ” imbuhnya.

Dalam acara sertijab tersebut berjalan aman dan lancar, dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan. (ARI)