JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta para bhabinkamtibmas berperan menjadi problem solving saat bertugas di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya memberikan pendampingan hukum misalnya meluruskan berita-berita hoaks.
“Pada saat situasi pandemi ini, polisi yang paling pinter ya bhabinkamtibmas. Mereka bisa menjadi guru, bisa menjadi ustad, teman curhat dan sebagainya,” kata Sigit saat melaunching aplikasi Binmas Online System (BOS) di Gedung PTIK Polri, Jakarta Selatan, Rabu (5/5/2021).
Peluncuran aplikasi ini merupakan komitmen dan pemantapan program pemolisian yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan) Kapolri. Aplikasi BOS itu sendiri berada di bawah jajaran Korps Bina Masyarakat (Korbinmas) Baharkam Polri. Program tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk internal Polri maupun eksternal atay masyarakat umum.
“Melalui aplikasi ini maka bhabinkamtibmas bisa membantu informasi awal kepada masyarakat dalam mendapatkan info dan sharing,” ungkap Sigit
Mantan Kabareskrim ini menjelaskan, pemanfaatan aplikasi BOS di internal diantaranya adalah untuk membuat laporan terkait dengan kegiatan-kegiatan Bhabinkamtibmas yang merupakan garda terdepan kepolisian di lini masyarakat.
“Sehingga seluruh informasi yang ada ini bisa terlapor ke pusat dan kemudian disatukan dalam 1 sistem Big Data,” ujar Sigit.
Aplikasi BOS ini juga memperkuat pemolisian Presisi terkait dengan Prediktif. Pasalnya, hal itu bisa memanfaatkan Artificial Intelligence sehingga bisa mencegah atau mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Tentunya kami harapkan bisa semakin mendukung dalam upaya melaksanakan program pemolisian yang Prediktif,” ucap mantan Kapolda Banten tersebut.
Dengan diluncurkannya aplikasi ini, Sigit menyebut, kedepan bakal melakukan integrasi dengan Kementerian/Lembaga Negara lainnya sehingga terciptanya pelayanan yang berintegrasi.
“Tentunya ini akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan tanpa perlu repot-repot hadir ke kantor polisi. Walaupun kami perintahkan ke seluruh anggota tetep turun ke masyarakat untukterus berikan pelayanan terbaik,” ujar Sigit. (tim)
SURABAYA,- Forkopimda Jawa Timur, Rabu (5/5/2021) pagi, menggelar Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru. Yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dan didampingi Pangdam V Brawijaya dan Sekdaprov Jatim.
Kapolda Jatim Irjen Nico menyebutkan, Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.
“Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktifitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri,” jelas Kapolda Jatim saat berikan arahan, Rabu (5/5/2021) pagi.
Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H. Ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19.
“Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan, yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idul Fitri pada tahun 2020/1441 H,” tambahnya.
Lanjut Kapolda, keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang.
“Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik. Oleh karena itu, kegiatan Operasi Ketupat-2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi,” lanjut dia.
Prioritaskan langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan. Laksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir “ultimum remedium” secara tegas dan profesional terhadap pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali serta oknum-oknum masyarakat yang menimbulkan dampak negatif kesehatan secara luas dan menciptakan klaster baru Covid-19.
“Tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya Covid-19. Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat-2021, jumlah personel yang terlibat sebanyak 155.005 pers gabungan terdiri atas 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, pramuka, Jasa Raharja,” urai dia.
Personel tersebut akan ditempatkan pada 381 pos penyekatan untuk mengantisipasi masyarakat yang masih berniat dan akan melaksanakan mudik, 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas, serta 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata.
“Untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri, segera maksimalkan kegiatan posko di terminal, bandar udara, pelabuhan, dan stasiun. Posko ini bukan hanya sekedar menjadi posko pengamanan dan pelayanan, namun juga berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, melalui,” jelasnya.
Dalam satu wilayah jangan berkunjung, kalau bisa di rumah saja. Karena penyebaran Covid-19 semakin berbahaya apabila berkumpul. Masyarakat bisa memanfaatkan teknologi dengan melakukan WA dengan Vidcall dengan keluarga maupun menlfon keluarga.
“Hati dan pikiran dari masyarakat harus tertanam bahwa Covid-19 ini bahaya. Sehingga kami memohon kepada masyarakat untuk betul-betul menjaga protokol kesehatan. Sehingga bisa menahan diri untuk tidak melakukan mudik lebaran,” harapnya. *
MOJOKERTO – Istri awak KRI Nanggala 402 asal Mojokerto Sertu EKL Ryan Yogie Pratama mendapatkan layanan SIM A gratis di Satpas Satlantas Polres Mojokerto. Bantuan tersebut untuk meringankan beban keluarga yang dilanda duka pasca tenggelamnya kapal selam tersebut di perairan Bali.
Istri Sertu Ryan, Alma Hanaya Hamid (26) datang ke Satpas Satlantas Polres Mojokerto di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan ibu anak satu itu disambut Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dan Ketua Bhayangkari Cabang Mojokerto Fitri Dony Alexander.
Seperti pemohon surat izin mengemudi (SIM) lainnya, Alma juga mendapatkan layanan maksimal dari anggota Satlantas Polres Mojokerto. Dia didampingi petugas untuk menjalani rangkaian tes untuk mendapatkan SIM A. Mulai dari ujian teori hingga praktik mengemudikan mobil di Satpas.
“Hari ini kami memberikan layanan pengurusan SIM A gratis kepada istri awak KRI Nanggala 402,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander kepada wartawan di lokasi, Rabu (5/5/2021).
Alma akhirnya lulus semua tes di Satpas Satlantas Polres Mojokerto. Perempuan berjilbab warga Perumahan Green Puri Recidence, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri ini mendapatkan SIM A gratis.
“Semoga kegiatan yang kami laksanakan bisa bermanfaat untuk keluarga almarhum. Khususnya untuk istri almarhum yang kini menjadi single parent,” terang Dony.
Sebelumnya, Dony bersama istrinya, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto dan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyerahkan bantuan uang, sembako dan kue kepada keluarga Sertu Ryan, Sabtu (1/5). Bantuan juga diberikan pemerintah berupa kemudahan bagi keluarga Sertu Ryan dalam mengurus surat kematian dan keterangan domisili.
Serka ELK (Anumerta) Ryan Yogie Pratama menjadi satu dari 53 prajurit TNI AL yang gugur dalam tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan Bali, Rabu (21/4) dini hari. Kapal selam buatan Jerman itu tenggelam dalam latihan penembakan torpedo di kedalam 838 meter. (tim)
PASURUAN – Zakat fitrah adalah zakat yang harus ditunaikan bagi seorang muzakki yang telah memiliki kemampuan untuk menunaikannya.
Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan sekali setahun yaitu saat bulan ramadhan menjelang idul fitri.
Tahun ini, meski di tengah pandemi wabah Corona sedang melanda negeri, puasa ramadhan tetap dilaksanakan umat Islam Indonesia secara khusyuk termasuk juga pelaksanaan pembagian zakat.
Termasuk kegiatan zakat fitrah yang dilaksanakan oleh SMK Negeri 1 Rembang Kabupaten Pasuruan. Penerimaan dan pembagian zakat merupakan salah satu kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh sekolah ini pada bulan Ramadhan di setiap tahun.
Rangkaian kegiatan penerimaan dan pembagian zakat fitrah di SMK Negeri 1 Rembang ini diketuai oleh Fajrin yang merupakan guru pendidikan agama.
Sedangkan petugas panitia pembagian zakat yang koordinasikan oleh Muhammad Sholahudin itu dibantu oleh OSIS SMK Ngeri 1 Rembang.
Ditengah kegiatan tersebut, ketua penitia Zakat SMK Negeri 1 Rembang, Fajrin menyampaikan semoga, zakat fitrah yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Serta Covid-19 segera berlalu.
Pembagian zakat pada 400 penerima itu dilaksanakan pada Rabu, 5 Mei 2021 bertempat di SMK Negeri 1 Rembang.
Sedangkan Sholahudin, yang merupakan guru olahraga tersebut menjelaskan, pembagian zakat di sekolah itu berjalan dengan lancar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker dan physical distancing.
“Untuk pembagiannya, kita terapkan protokol kesehatan yang baik dengan mewajibkan untuk memakai masker dan menekankan physical distancing,” pungkasnya. (qomar)
PASURUAN – Polres Pasuruan Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Oprasi Ketupat Tahun 2021 di lapangan R. Abdurrahman tepatnya di depan gedung Wicaksana Legawa Polres Pasuruan Kota Jl. Gajahmada No.19 Kota Pasuruan pada Rabu (5/5/2021).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Pasuruan Drs. H. Saifullah Yusuf, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, S.I.K., M.Si, Dandim 0819 Pasuruan Letkol Inf Nyarman, M.Tr. (Han), Wakil Walikota Pasuruan Adi Wibowo, S.T.P., M.Si, Wakapolres Pasuruan Kota Kompol Hery Dian Wahono, M.Psi, Kesbangpol Kota Pasuruan Imam Subekti, Kepala Dinkes Kota Pasuruan Dr. Sherly.
Selain itu juga Kepala OPD Kota Pasuruan, SSR TNI KODIM 0819, DISHUB Kota Pasuruan, Satpol PP, SSR Banser,SSR Kokam dan Gabungan Staf Polres Pasuruan Kota serta Gabungan Polsek Jajaran Polres Pasuruan Kota.
Dalam instruksinya, Walikota Pasuruan menyampaikan apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat-2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.
Walikota juga menjelaskan, menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan.
“Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktifitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri,” ungkapnya.
Walikota juga menegaskan, Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H.
“Ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan, yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93 % setelah pelaksanaan libur Idul Fitri pada tahun 2020/1441 H,” papar Syaifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul.
Meskipun demikian, kata Gus Ipul, keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan.
“Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang. Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik. Oleh karena itu, kegiatan Operasi Ketupat-2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi,” katanya.
Gus Ipul juga berpesan, kasus Covid-19 harus diwaspadai dan berkaca pada gelombang penyebaran Covid-19 yang terjadi di Luar Negeri.
“Sebagai contoh di India, terjadi penambahan kasus baru hingga mencapai 400.000 kasus dan angka kematian mencapai 3.500 kasus dalam sehari. Hal ini disebabkan kelengahan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Menyikapi hal tersebut, Indonesia tidak boleh lengah, terlebih dengan adanya varian baru Covid-19 dari sejumlah negara yang masuk ke Indonesia seperti B.1.1.7 asal Inggris, B.1.617 asal India, dan B.1.351 asal Afrika Selatan,” terangnya.
Lantas dia berkata, untuk mengatasi kasus Covid-19 yang berasal dari luar negeri tersebut, Polri bersama-sama dengan Satgas yang berada di Bandar Udara dan Pelabuhan Internasional telah melakukan pengawasan terhadap masuknya pelaku perjalanan Internasional.
“Saya perintahkan kepada petugas dilapangan untuk engawasi pelaku perjalanan Internasional secara ketat. Pastikan pelaksanaan karantina di tempat yang telah ditunjuk sesuai dengan manifest pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia,” tegasnya.
Oleh karena itu, masih kata Gus Ipul, Polri menyelenggarakan Operasi Ketupat-2021 yang akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai dari tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021. Semangat yang ingin saya tanamkan dalam Ops Ketupat 2021 adalah upaya Polri dalam mencegah enyebaran Covid-19 melalui penyekatan dan penegakan terhadap protokol kesehatan.
“Prioritaskan langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan. Laksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir ultimum remedium secara tegas dan profesional terhadap pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali serta oknum-oknum masyarakat yang menimbulkan dampak negatif kesehatan secara luas dan menciptakan klaster baru Covid-19,” jelas orang nomor satu di Kota Pasuruan itu dengan harapan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya Covid-19.
Direncanakan, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat-2021, jumlah personel yang terlibat sebanyak 155.005 pers gabungan terdiri atas 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, pramuka, Jasa Raharja, dan lainnya.
Personel tersebut akan ditempatkan pada 381 pos enyekatan untuk mengantisipasi masyarakat yang asih berniat dan akan melaksanakan mudik, 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas, serta 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata, dan tempat lain untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri, segera maksimalkan kegiatan posko di terminal, bandar udara, pelabuhan, dan stasiun.
Nantinya, posko ini bukan hanya sekedar menjadi posko pengamanan dan pelayanan, namun juga berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, melalui, Pengawasan protokol kesehatan, Mengecek dokumen yang harus dimiliki oleh penumpang, yaitu hasil negatif test Covid-19 paling lambat 1×24 jam, e-HAC, SIKM, dan sertifikat vaksinasi, Melakukan rapid test antigen secara acak kepada penumpang, Mencegah dan melakukan penertiban terhadap kerumunan masyarakat dengan memberikan sanksi berupa teguran lisan, sanksi fisik, maupun denda administratif, serta Melaksanakan pembagian masker kepada masyarakat.
Sementara itu Kapolres Pasuruan Kota berpesan agar anggota tetap semangat tegas dan humanis dalam penyekatan mudik tahun 2021/1442 H ini.
Arman juga menyampaikan, Polres Pasuruan Kota membangun 3 Posko untuk menyekat dan mengurangi kerumunan di wilayah hukum polres Pasuruan di bantu Cinta si terkait
Sedangkan Dandim 0819 mengatakan bahwa penekanan dirinya sama seperti yang disampaikan Walikota Pasuruan.
“Semoga dalam kegiatan ini berjalan aman dan lancar, untuk anggota yang bertuhas tetap mematuhi protokol kesehatan,” harapnya. (tofa)
SURABAYA – Dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 dan antisipasi kerumunan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Forkopimda Jatim yaitu Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya dan Sekda Prov Jatim. Melakukan kegiatan Pengecekan Penerapan Protokol Kesehatan di Pusat Perbelanjaan Tunjungan Plaza Surabaya
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menuturkan, kami bersama Pangdam V/Brawijaya dan Sekda Prov. Jatim hari ini melaksanakan Pengecekan Penerapan Protokol Kesehatan di Pusat Perbelanjaan Tunjungan Plaza Surabaya. “Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan terlaksananya Penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan oleh manajemen pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza bersama personil TNI, Polri dan Pemprov Jatim sebagai antisipasi kebiasaan masyarakat untuk berbelanja pada saat menjelang lebaran Idul Fitri,” tuturnya. Selasa (04/03/2021)
Masih dengan Kapolda, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh 39 satwil Jajaran Polda Jatim dengan sasaran pusat perbelanjaan, pasar tradisional dan tempat wisata. Salah satunya adalah Polrestabes Surabaya yang telah melaksanakan rapat koordinasi dengan pengelola pusat perbelanjaan di kota Surabaya untuk mengantisipasi lonjakan penularan Covid 19.
“Ini antisipasi kerumunan dan sebaran Covid-19, menjelang lebaran Idul Fitri 2021,” terangnya.
Kapolda menambahkan, hasilnya pengelola pusat perbelanjaan sepakat untuk membatasi jumlah pengunjung dengan cara menerapkan buka tutup waktu belanja apabila jumlah pengunjung sudah mencapai 50% dari kapasitas pusat perbelanjaan.
“Selain itu, setiap pengelola pusat perbelanjaan akan menyediakan tempat khusus atau posko di lokasi yang strategis untuk Satgas Penanganan Covid 19 agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik,” tandasnya
Kapolda juga berpesan, untuk pengelola pusat perbelanjaan berkomitmen untuk bersedia ditutup sementara oleh Satgas Penanganan Covid 19 apabila pengunjung yang datang tidak bisa dikendalikan.
“Ini dilakukan untuk antisipasi sebaran Covid-19 yang masuk di Jatim. Para pengelola pusat perbelanjaan siap bersinergi dengan TNI, polri, Pemprov Jatim dan Satgas Penanganan Covid 19 untuk bersama sama mencegah penularan covid 19,” pungkasnya. (tim)
PASURUAN – Terdesak dengan kebutuhan membuat M. Dani Matta, 35, gelap mata. Pria pengangguran sal Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan ini nekat mencuri motor.
Dia mencuri motor milik Widya Risa Ilmi, 21, perempuan asal Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Ketika itu korban kebetulan sedang berada di rumah seorang diri. Sementara sepeda motornya terparkir di teras rumah. Motor yang dimiliki korban adalah matic warna putih silver dengan Nopol W 6915 YY.
Saat itu pelaku kemudian menyatroni rumah korban. “Dengan pisau lipat dia mengancam korban,” terang Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan ketika press release, Selasa (4/5).
Lantaran takut korban kemudian korban memilih tak melawan. Kebetulan kontak motor dikantongi juga saat itu.
Tak membutuhkan waktu lama Dani kemudian merampas kontak motor dari saku korban dan sempat meremas tangannya. Setelah itu dia lanjut membawa kabur sepeda motor korban.
Dari sini korban kemudian melaporkan peristiwa kejahatan yang dia alami ke polisi. Dan tidak butuh waktu lama polisi langsung melakukan penyelidikan.
Tak butuh waktu seminggu pelaku berhasil dibekuk oleh petugas Satreskrim Polres Pasuruan. Oleh penyidik Dani dijerat dengan tindak pidana perampasan disertai dengan ancaman kekerasan. (tim)
Selain itu juga hadir dari BPBD Kab Lumajang, Dishub Kab Lumajang, Dinkes Kab Lumajang, DPUTR Kab Lumajang, Disbudpar Kab Lumajang, Satpol PP Kab Lumajang, Damkar Kab Lumajang, Banser Kab Lumajang, Organisasi relawan Badak Lumajang dan Relawan Senkom Kab Lumajang.
Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti mengatakan rapat ini untuk berdiskusi tentang konsep pengamanan hari raya Idul Fitri termasuk melaksanakan kebijakan Bapak Presiden terkait penyekatan mudik dengan wilayah tetangga Probolinggo maupun Malang.
“Operasi ini sudah rutin, namun setiap tahun ada perubahan-perubahan disesuaikan dengan situasi nasional dan regional, jadi setiap tahun konsepnya berbeda, kebetulan 2020 dan 2021 ini adalah musim pandemi Covid 19, jadi cara bertindak berbeda dengan 2019. 2020 dan 2021 pun juga ada pola pengamanan yang berbeda, maka dari itu kita laksanakan rapat koordinasi agar tidak terjadi mis komunikasi.” tutur Kapolres Lumajang
AKBP Eka Yekti juga mengatakan bahwa operasi ini merupakan operasi kemanusiaan, sinergi terpadu antara TNI Polri dengan seluruh stake holder baik dari instansi maupun relawan. Dukungan dan support dari seluruh instansi diharapkan untuk mensukseskan Operasi Ketupat Semeru 2021.
“Saya harap seluruh eluruh stake holder serta elemen masyarakat lainnya dapat berpartisipasi dalam kelancaran Ops Ketupat Semeru Th 2021 di Kab Lumajang,” terang Kapolres Lumajang.
Terkait dengan kegiatan yang diamankan selama pelaksanaan ops Ketupat Semeru 2021 yakni pembagian zakat, kegiatan Takbir, Sholat Ied serta ibadah Kenaikan Isa Almasih oleh umat Nasrani di Kab Lumajang.
“Pengamanan juga dilakukan di lokasi pusat perbelanjaan maupun lokasi wisata, karena pada minggu ini dan minggu depan di prediksi ada peningkatan,” ujar Kapolres dalam rapat tersebut.
AKBP Eka Yekti menyampaikan, Selama Ops Ketupat Semeru 2021 di Kab Lumajang terdapat 3 Pos antara lain Pos Sekat di Timbangan Kec Klakah, Pos Sekat di Ds Sidomulyo Kec Pronojiwo dan Pos Pam QR Sabhara.
“Perlu juga diantisipasi jalur jalur tikus bagi pemudik yang masuk ke wilayah Kab Lumajang,” ungkapnya.
Selebihnya dikatakan Kapolres, Lumajang masuk dalam wilayah Rayon III yang terdiri dari Lumajang, Jember, Situbondo Bondowoso, dan Banyuwangi dimana dalam satu rayon tersebut masyarakat bisa keluar masuk tanpa ada pemeriksaan namun untuk wilayah Jember masuk dalam kategori zona orange sehingga perlu disosialisasikan kepada masyarakat untuk antisipasi
“Dalam bertugas nantinya agar petugas yang ada di lapangan tetap waspada atas keselamatan diri masing masing serta menerpkan buddy sistem,” tandas AKBP Eka Yekti Hananto Seno.
Lebih lanjut, ia menambahkan, dalam pelaksanaan operasi yustisi dirubah menjadi kegiatan pendataan atau tracking terhadap pemudik yang sudah pulang mendahului untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan melakukan isolasi mandiri selama 5 hari.
“Saya rubah sedikit menjadi pendataan atau pendeteksi para pemudik pendatang dan sudah tiba di kampung halaman, karena saya anggap Lumajang menjadi finis dari alur mudik,” ujarnya
Namun yang harus diantisipasi adalah jangan terjadi penularan virus dari orang lain, saudara, keluarga dan tetangga yang habis pulang luar kota Lumajang itu yang paling penting.
‘Untuk itu perlu diantisipasinya bagi pemudik yang sudah datang lebih dulu dari luar kota Lumajang,” pungkas Kapolres. (hum/red)
PASURUAN-Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, kebaikan, serta penuh sukacita yang hanya ada satu kali dalam satu tahun serta moment kembalinya ummat manusia kembali Fitra dalam ajaran agama Islam.
Hal tersebut juga dirasakan oleh semua kalangan tak terkecuali oleh keluarga besar Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Pasuruan yang tetap menjalankan tradisi turun temurun untuk berbagi kasih dengan memberi santunan kepada yayasan yatim piatu di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Senin (04/05/21) tersebut keluarga besar BPN Kabupaten Pasuruan memberikan santunan kepada yayasan yatim piatu yang berada di wilayah Kedung Banteng serta Gondang Wetan.
Tampak Keluarga Besar BPN Kabupaten Pasuruan sendiri memberikan santunan berupa sembako yang langsung diserahkan kepada pimpinan yayasan masing-masing tanpa mengundang banyak massa karena ingin menjaga prokes di tengah pademi Covid-19.
Kabid TU BPN Kabupaten Pasuruan Sukardi pada awak media menyampaikan “meski cuaca sangat terik dan deadline pekerjaan yang menumpuk, seluruh jajaran keluarga besar BPN Kabupaten Pasuruan tetap bersemangat untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan bekerja, berbagi dan bersilaturahmi,” ujar Sukardi yang dikenal murah senyum tersebut.
“Latar belakang kegiatan ini adalah sebagai perwujudan rasa syukur kami atas nikmat Allah yang berlimpah serta wujud kepedulian terhadap yayasan anak yatim piatu di Kabupaten Pasuruan, tempat dimana kami mengabdi,” papar Sukardi.
Sementara itu, kepala BPN Kabupaten Pasuruan Baskoro menyampaikan “semoga melalui bulan suci Ramadhan kali ini semakin bertumbuhlah iman kita, serta terus terpupuk rasa syukur dan kekeluargaan yang telah terjalin pada keluarga besar BPN Kabupaten Pasuruan,” ujar Baskoro.
“Mudah-mudahan ini bermanfaat dan dapat memicu pihak lain untuk berbuat hal yang sama dalam rangka membantu sesama ditengah Pandemi Covid-19.”
“Semangat bekerja, semangat mengabdi pada negeri, dan semangat berbagi,” pungkas Baskoro. (por)
PASURUAN-Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi virus Corona (COVID-19) yang di gencarkan oleh pemerintah melalui Presiden Jokowi terus dilaksanakan demi masyarakat untuk sehat tak terkecuali di dunia pendidikan khususnya para guru serta staf di sekolah.
Tepat pada Hari Senin (04/05/21) sebanyak 85 orang yang terdiri dari para guru serta staf SMKN 1 Beji telah melaksanakan kegiatan vaksinasi tahap 1 di Puskesmas Kecamatan Beji yang dilaksanakan dari pukul 08.00wib hingga selesai.
Pelaksanaan vaksinasi tahap 1 oleh para guru dan karyawan SMKN 1 Beji sendiri diikuti semua undangan dan berjalan lancar tanpa ada kendala apapun.
Tampak pelayanan yang diberikan oleh petugas cukup baik, proses vaksinasi berjalan dengan cepat, hanya pada saat awalnya saja harus menunggu 30 Menit setelah selesai vaksinasi yang bertujuan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Pada saat vaksinasi, pasien harus melewat 4 meja. Meja 1 untuk daftar ulang, meja 2 untuk pemeriksaan tekanan darah, meja 3 untuk vaksinasi, meja 4 untuk pendataan telah vaksinasi dan penyuluhan.
Kepala Sekolah SMKN 1 Beji Wiwit Fatkurinah menyampaikan ” para Guru dan pegawai/staf yang mengikuti vaksinasi yaitu sebanyak 85 orang, semua hadir untuk divaksin,” ujar Wiwit.
“Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd imunity) dan melindungi masyarakat dari COVID-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.”
“Mudah-mudahan setelah melakukan vaksinasi, seluruh masyarakat khususnya guru dan pegawai SMKN 1 Beji menjadi lebih sehat, lebih kuat dan tahan terhadap berbagai penyakit dan semoga belajar secara tatap muka segera dilaksanakan” pungkas Wiwit. (por)