Home Blog Page 1809

Satlantas Polres Lumajang Gelar Rakor Bersama FLLAJ Tindak Lanjuti Launching ETLE

0

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si melalui Kasatlantas Polres Lumajang menggelar rapat dan koordinasi melibatkan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ( LLAJ ) di ruang Kasat Lantas, Kamis (25/3/2021).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri yang melaunching tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di waktu sebelumnya. Diikuti 12 Polda di Indonesia, termasuk Polda Jatim yang termasuk didalamnya Polres Lumajang.

Rapat dan koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ( LLAJ ) ini diikuti oleh Dishub, PU – TR dan Satpol PP Kabupaten Lumajang.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho S.H S.I.K berkata, ada beberapa poin pembahasan saat itu diantara pelaksanaan survey jalur dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri, penataan jalur parkir dan menghimbau untuk penambahan rambu, kesiapan perangkat ETLE serta dukungan pelaksanaan pemberlakuan jam operasi namun harus ada payung hukum.

“Hasil koordinasi dengan Dishub, perangkat CCTV ETLE sudah siap dioperasikan tinggal menunggu dari vendor untuk mengkonesikan dengan pihak Polri. Yang sudah terpasang yaitu di simpang 3 KTL I dan nanti di simpang 4 toga tahun ini rencananya juga akan di pasang,” ucapnya, melalui Paursubbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta.

Selain itu, badan jalan yang diindikasikan mengganggu pengendara sebab adanya kerusakan / lubang, akan disikapi oleh pihak yang berkewenangan dengan ditambal.

Imbuh Shinta, ada tiga tugas pokok Polri yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat serta menjaga ketertiban masyarakat hingga melakukan penegakan hukum.

“Dalam hal ini Polri tidak bisa bekerja sendiri, dalam pelaksanaannya Polri harus bekerja dengan stake holder yang lainnya dalam suatu sistem. Kita harus meningkatkan komunikasi dengan semua pihak, sehingga program-program yang sudah dicanangkan bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.

“Terkait dengan ETLE dan INCAR, maka kuncinya adalah penegakan hukum, maka Polri harus bekerja sama dengan stake holder yang lainnya,” pungkasnya. (tim)

Operasi Pekat Semeru 2021, Polsek Candipuro dan Pasirian Ringkus Dua Pengedar Pil Koplo

0

LUMAJANG – Operasi Pekat Semeru 2021, Polsek Pasirian dan Polsek Candipuro Polres Lumajang berhasil mengungkap dua pelaku peredaran narkoba.

Tersangka berhasil diamankan adalah, GL (18) warga Dusun Glendeng Petung, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, dan H (24) warga Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Kedua tersangka dibekuk ditempat yang berbeda.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, awal petugas menangkap GAA (18) warga Dusun Glendeng Petung, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian.

“Tersangka ditangkap petugas Polsek Pasirian di jalan raya Dusun Sumberejo, Desa Gondoruso,” katanya.

Tersangka GAA ini ditangkap saat sedang transaksi menyerahkan kepada pembeli.

“Barang bukti berhasil diamankan 1 bungkus plastik didalamnya berisi 99 butir pil warna putih logo Y,” imbuh Shinta.

Kemudian petugas mengintrogasi tersangka GAA, ia mendapatkan barang tersebut dari seorang bernama H (25) warga Jugosari, Candipuro.

Setelah itu, Petugas Polsek Pasirian berkoordinasi dengan Polsek Candipuro, akhirnya berhasil menangkap H dirumahnya.

“Setelah dilakukan pengembangan dengan menggeledah Rumah tersangka H dengan hasil saat itu di ketemukan Pil warna pitih Logo ‘Y’ dengan jumlah sebanyak 1.594 butir yang di kemas dalam plastik warna putih,” ujar Ipda AndrIas Shinta.

Barang bukti tersebut dibagi menjadi beberapa paket berisi 1000 butir, Sementara sisanya dikemas berisi masing-masing 99 butir.

“Tersangka GIL kami bawa ke Mapolsek sementara tersangka H kami serahkan ke Polsek Candipuro sesuai domisili yang bersangkutan,” pungkasnya. (tim)

Peringatan Hari Teater se Dunia di Cimahi, Teater Tingkatkan Kecerdasan

0

Komite Teater dan Pedalangan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) bersama Masyarakat Teater Cimahi (Masteci) gelar Obrolan Seputar Pengetahuan Kebudayaan (Ospek) tentang Seputar Teater Remaja. Kegiatan dalam peringatan Hari Teater se Dunia yang senantiasa diperingati tiap tanggal 27 Maret ini berlangsung pada hari Jumat, 26 Maret 2021 pukul 13.30-15.30 wib secara daring, live streraming di youtube Dewan Kebudayaan Kota Cimahi dan Zoom meet.

Ketua Masteci juga Sekretaris Komite Teater dan Pedalangan DKKC, Ricky A. Maulana mengatakan, kegiatan Ospek ini menghadirkarkan tokoh teater nasional Iman Soleh dan Yoyo C. Durachman sebagai nara sumber diskusi secara daring lewat zoom meet dan live streaming di youtube DKKC. Sealin itu diisi pula pertunjukan teater berupa monolog, Kabaret dan musik.

“Selain peringatan Hari Teater se Dunia, kegiatan lebih khusus membicarakan teater remaja di Indonesia dan lebih khusus lagi teater remaja di Jawa Barat baik seputar pengetahuan teater, pelaku teater, kegitan teater, dan manfaat teater bagi kaum melenial (remaja),” ujar Ricky pada media melalui siaran persnya (25/3/2021).

Menurutnya, Masteci merupakan wadah atau asosiasi tempat berkumpunya kelompok-kelompok teater di Kota Cimahi. Sejak awal berdiri dan sekarang menginjak 2 tahun, bersama DKKC senantiasa melakukan kegiatan berupa pelatihan atau workshop akting teater untuk kelas pemula, kelas lanjutan bagi para remaja seputar Bandung Raya.

“Tahun 2021 kami juga masih melakukan workshop teater bagi para remaja sekaligus persiapan penyelenggaraan Festival Monolog ke 2 se Jawa Barat yang siap dilaksanakan pada awa bulan Juni 2021. Kegiatan Ospek ini salasatunya juga dalam upaya sosialisasi kegiatan festival monolog yang nantinya digelar secara daraing,” ungkap Ricky.

Ricky menegaskan, dalam kondisi pandemi Covid-19 Masteci dan DKKC ingin mengajak kaum milenial tidak berpangku tangan berdiam diri di rumah menungu pandemi berakhir. Diharapkan pelaku teater khusunya di Kota Cimahi dan Indonesia pada umumnya bisa bersama-sama bangkit dari keterpurukan dengan melakukan kegiatan teater yang tidak biasa dilakukan sebelumnya. Nyakni melakukan pergelaran atau festival teater secara daring.

“Berteater, diskusi dan nonton teater sebenarnya lebih menggigit dilakukan secara langsung. Namun pandemik Covid-19 mendorong kami untuk melakukan kegiatan teater dengan direkam dalam bentuk video, ditayangkan dan disaksikan bersama di media sosial. Sebagai satu solusi, dari pada kita berdiam diri terus dan tidak melakukan apa-apa untuk teater juga pelaku teater,” jelasnya.

Sementara itu Hermana HMT, Ketua DKKC juga pelaku teater mengungkapkan, bahwa DKKC dan Masteci mengemban tugas untuk menggali potensi, menghudupkan minat/bakat, menampung aspirasi, dan mesosialisasikan karya dan pelaku teater di Kota Cimahi.

“Walau Cimahi termasuk kota kecil, namun masyarakat terutama para remaja dan mahasiwa banyak yang tertarik menggeluti teater. Maka tidak sedikit kelompok teater bermuculan di Cimahi, baik kelompok pelejar, mahasiswa dan umum. Keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam pemajuan teater di kota Cimahi sendiri, di Jawa Barat, juga di Nasional,” kata Hermana.

Menurut Hermana, potensi mereka harus ada yang mewadahi dan diberi kesempatan untuk menujukan hasil kreatifitasnya.”Bersyukur dalam kurun waktu 5 tahun ini perhatian pemerintah Kota Cimahi terbilang ada. Pelaku teater Cimahi difasilitasi dalam bentuk pasanggiri (Festival) dan diberi biaya produksi atau stimulant mesti tidak cukup. Tapi setidaknya lumayan meringgankan beban biaya produksi. Kedepan, selain setiap kelompok teater bisa menyelenggarakan kegiatan mandiri, diharapkan pula perhatian dan fasitasi pemerintah Kota Cimahi semakin meningkat,” paparnya.

Sambung Hermana, khusus untuk anak-anak dan para remaja, teater itu penting bukan sekedat totontonan, juga memiliki nilai-nilai yang sarat dengan tuntunan. Teater besar sekali manfaatnya bagi peningkatan penguasaan keaksaraan, pembangunan kepribadian dan kecerdasan masyarakat (pelakunya).

“Berlatih akting  dalam teater adalah berlatih mengolah imajinasi, mengolah emosi, mengolah tubuh dan menyerap ilmu pengtahuan. Empat hal itu adalah perangkat utama manusia dalam menjalani hidup. Jadi berlatih teater hasilnya bukan semata untuk mencetak seseorang menjadi pelaku teater, tapi dari yang dipelajarinya secara tidak langsung merangsang penikatan kecerdasan. Setidaknya teater melatih rasa percaya diri, berani bertutur kata dihadapan publik, dan menguatkan kepribadian,” pungkar Hermana. **Humas DKKC

Pemda Gelar Rapat Internal Bahas Penyelesaian Percepatan TPP ASN

BARITO UTARA — Rapat Internal telah digelar oleh Pemerintah Daerah Barito Utara,untuk membahas penyelesaian percepatan Tambahan Penghasilan Pegawai(TPP) Lingkup Pemda Barito Utara,yang dilaksanakan di Ruang Rapat Setda Lantai I,Rabu,(24/3/2021). 

Rapat Internal tersebut dipimpin oleh Asisten I Perekonomian dan Pembangunan,Dr.Ir.H. Rakhmat Muratni,MP, didampingi Kadis Kominfosandi,H. Mochamad Ikhsan,Aks dan Kepala BKPSDM,H.Fakhri Fauzi,S.Ag,MH.

Asisten I Perekonomian dan Pembangunan, Dr.Ir.H.Rakhmat Muratni,MP mengatakan,rapat kali ini,menindaklanjuti rapat tim pelaksanaan mengenai Tambahan Penghasilan Pegawai(TPP)Aparatur Sipil Negara,di Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Terkait Keputusan Menteri Dalam Negeri(Mendagri)Nomor.900-4700 tahun 2020, tentang tata cara persetujuan Menteri Dalam Negeri terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Daerah,Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)Kabupaten Barito Utara.

“Perlu kami informasikan bahwaTunjangan Daerah(TUNDA)pada tahun 2021 menjadi TPP dimana pencairannya,harus mendapatkan persetujuan dari Menteri Dalam Negeri. Kita sudah mengajukan permohonan persetujuan TPP kepada Mendagri dan sedang menunggu persetujuan,dimohon untuk para ASN tetap bersabar dan tetap meningkatkan kerja,meskipun di masa pandemi covid19 ini,”jelas Asisten I.

Bupati Barito Utara,H. Nadalsyah ditempat terpisah menyampaikan bahwa,Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah mengusulkan hal ini dengan Pemerintah Pusat dan mohon ASN tetap bersabar,agar dalam tindaklanjutnya tertib Hukum,tertib Administrasi dan tertibkan laporan,”harap Nadalsyah. (SS).

BUPATI BONDOWOSO TEGASKAN ANGKA STUNTING TURUN SECARA SIGNIFIKAN

BONDOWOSO- Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, memastikan dari tahun ke tahun angka stunting di Kabupaten Bondowoso, mengalami penurunan secara signifikan berdasarkan hasil bulan timbang yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Bondowoso. 
Hal itu disampaikan oleh Bupati Salwa saat memberikan sambutan dalam acara Rembug Stunting di Pendopo Bupati, Rabu (24/3/2021). 

Bupati Salwa Arifin mengunkapkan, pada bulan Februari 2019, stunting di Bondowoso berada di angka 17,54 persen, dan pada bulan Agustus 2019 adalah 14,59 persen. 

Pada tahun 2020 hasil bulan timbang di bulan Februari di angka 13,1 persen, dan hasil bulan timbang pada bulan Agustus 2020 ada di angka 12,23 persen. 

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) Tahun 2018, prevalensi stunting di Bondowoso mencapai angka 32 persen. Dari sekian angka tersebut bahwa prevalensi stunting di Bondowoso mengalami penurunan hingga mencapai di atas angka 4 persen. 

“Dari target yang ditentukan dalam setahun, yaitu sebesar 10,66 persen dalam dua tahun (2019-2020),” ungkapnya. 

“Bupati Salwa menghimbau agar masyarakat selalu berpartisipasi dalam kegiatan posyandu di tingkat desa, baik ibu hamil, bayi sampai balita dengan tetap menerapkan protokol kesehatan(PROKES). 

Bupati Salwa Arifin, meminta agar juga hasil bulan timbang diinput pada electronic pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM). 

Beliau juga menghimbau, agar kepala Puskesmas menyampaikan hasilnya kepada lintas sektor di wilayahnya. Baik desa maupun kecamatan. Pada akhirnya pemangku kebijakan mengetahui sasaran stunting yang nanti harus dilakukan intervensi. Baik secara spesifik dan sensitif. 

Intervensi spesifik dilakukan kata dia, utamanya pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), yang dimulai sejak awal kehamilan sampai anak berusia 2 tahun, yang disebut juga dengan masa emas atau golden periode. 

“Intervensi spesifik pada masa ini seiring dengan program percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi,” jelasnya. 

Sementara untuk tahun 2020 jumlah kematian ibu ada 19 kematian ibu atau 177,4/100.000 KH. Sedangkan jumlah kematian bayi yaitu 168 kematian 15,6/1000KH. 

Penurunan angka stunting merupakan bagian unsur dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sebab umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), merupakan aspek IPM. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Pembangunan manusia di Kabupaten Bondowoso pada Tahun 2020 terus mengalami kemajuan. 

Pada Tahun 2019 IPM Kabupaten Bondowoso mencapai 66,09 persen dan selanjutnya pada Tahun 2020 mencapai 66,43 persen atau tumbuh sekitar 0,51 persen. 

Oleh karena itu, Bupati Salwa Arifin bertekad untuk terus menekan angka stunting di Bondowoso. 

“Salah satunya peningkatan sanitasi. Sebab dari 219 desa/kelurahan baru 94 desa yang ODF (open defecation free) atau warga tidak buang air besar di sungai. Artinya ada 125 desa yang warganya masih buang air besar sembarangan, paparnya.(tim)

Polres Lumajang Gelar Anev Pelaksanaan Anggaran Triwulan 1 T.A 2021

LUMAJANG – Kepolisian Resor Lumajang Jawa Timur, menggelar rapat penyusunan rancangan rencana kerja T.A. 2022 dan Anev Pelaksanaan Anggaran Triwulan I T.A. 2021 di ruang eksekutif Mapolres, Kamis (25/3/2021).

Dipimpin Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan B. Martino S.H S.I.K M.M, kegiatan itu dihadiri oleh Kabagren Kompol Suhartono S.E M.M, diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kasi di Polres Lumajang berikut para Paurmin, Bamin dan Kasium jajaran Polres Lumajang.

Terhitung pada serap anggaran tri wulan I yaitu bulan Januari sampai Maret, Anev serapan anggaran ini digelar untuk mengetahui jumlah persentase penyerapan yang dilaksanakan oleh Bag, Sat, Sie dan Polsek di jajaran Polres Lumajang.

Kata Kabagren Kompol Suhartono, untuk penyerapan anggaran ini nantinya disesuaikan dengan DIPA yang ada.

“Disini dipa Polres kita sudah bagi – bagi untuk pos – posnya. Dan untuk pelaksaan kegiatan tentunya ada perwabku (Pertanggungjawaban Keuangan ). Perwabku ini juga dianev, dari Polsek maupun dari Bag, Sat, Sie yang ada di Polres ini apakah sudah benar. Untuk renbut anggarannya pun diajukan ke Kapolres dan nanti tetap ada verifikasinya dari Kabagren apakah sudah sesuai,” ucapnya.

Ia berharap, tidak terjadi kesalahan dan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya untuk pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Sementara Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan B. Martino melalui Paursubbag Humas Ipda Andrias Shinta menambahkan, pihaknya hingga saat ini terus melakukan perbaikan dari waktu sebelumnya akan laporan serapan anggaran, sebagai langkah optimalisasi internal dalam perwujudan pemaksimalan kinerja sesuai dengan perencanaan di waktu sebelumnya.

“Salah satunya untuk mendorong atau memotivasi, disini kami adakan penghargaan bagi Bag, Sat, Sie dan Polsek Jajaran yang mengumpulkan perwabku tepat waktu,” tutur Shinta.

Para Kasium, imbuh Shinta akan diberikan pelatihan peningkatan kemampuan dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban keuangan.

Acara digelar dengan mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak dan seluruh peserta menggunakan masker serta diawali dengan mencuci tangan. (sin)

Lumajang Jadi Kabupaten ODF ke 17 Di Jatim

LUMAJANG – Kabupaten Lumajang dideklarasikan menjadi Kabupaten ODF (Open Defecation Free) yang ke 17 di Jatim.

“Kami mantap menjadikan Lumajang Kabupaten ODF di Jatim yang ke 17, mudah-mudahan ini menjadi pintu masuk menjadi kabupaten sehat,” ungkap Hertanto, Ketua Tim Verifikasi Lapangan ODF yang juga merupakan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Rabu (24/03/2021)

Ia beserta Tim Verifikasi Lapangan ODF telah turun di 14 desa di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Lumajang untuk mengetahui sejauh mana penerapan ODF di Lumajang. Ia mengapresiasi langkah Bupati Lumajang beserta jajarannya yang tetap memprioritaskan ODF di tengah penanganan Covid-19.

“Kami terima kasih kepada Bupati Lumajang dan seluruh pihak terkait di tengah kesibukannya untuk menanggulangi Covid-19 di waktu bersamaan masih memprioritaskan Lumajang menjadi kabupaten ODF,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menjelaskan bahwa tidak mudah merubah perilaku masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, khususnya terkait merubah perilaku buang air besar sembarangan. Deklarasi ODF ini menurutnya tidak terlepas dari peran lintas sektor, baik jajaran TNI, Polri, Puskesmas, camat, kepala desa dan juga Tim penggerak PKK sampai tingkat desa yang tiada henti memberikan edukasi pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Saya juga mengapresiasi seluruh kinerja, terutama dinas kesehatan yang bekerja keras menjadikan Lumajang Kabupaten ODF,” ucapnya bangga.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menjelaskan bahwa Pemkab juga terus berupaya menghadirkan berbagai program pelayanan yang mudah dan dekat dengan masyarakat. Salah satu Program Dokter Muter inovasi Dinas Kesehatan Lumajang merupakan program yang menghadirkan pelayanan kesehatan mudah diakses oleh masyarakat dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukungnya.

“Kami berikhtiar seluruh potensi pelayanan kesehatan untuk masyarakat, alhamdulillah berbagai pelayanan kesehatan telah dirasakan oleh masyarakat Lumajang, seperti persalinan gratis, kami juga punya Program Dokter Muter dan berbagai program pelayanan kesehatan yang itu semua diharapkan menjadikan Lumajang sebagai kabupaten sehat,” pungkasnya. (tim)

Kongres HMI ke-31, Kapolda Jatim: Alhamdulillah kongres HMI Selesai dan Berjalan Aman, Tertib dan Kondusif

SURABAYA,- Gubernur Jawa Timur, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Seksaprov) Jatim Heru Tjahjono, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta, Kamis (25/3/2021) sore, meninjau jalannya kongres HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) ke XXXI, yang di dilaksanakan di Gedung Islamic Centre, Kota Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, menjelaskan, bahwa hari ini bersama dengan Sekda Provinsi, Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada dan Danlanud. Bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan kongres ke 31 HMI di Surabaya yang telah selesai dan berjalan lancar.

“Hari ini saya, bersama pangdam dan pak sekdaprov. Meninjau jalannya kongres ke 31 HMI di Kota Surabaya. Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan aman dan kondusif sampai hari terakhir,” jelas Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, saat meninjau kongres HMI di Islamic Center, Kamis (25/3/2021) sore.

Ditambahkan Kapolda Jatim, pelaksanaan pengamanan bersama Forkopimda Jatim ini, dalam rangkah mensukseskan kongres HMI ke 31. Ada dua hal yang kami amankan, yakni kongres yang ada didalam gedung Islamic Center dan simpatisan yang datang sekitar 1.303 yang berasal dari Makassar.

“Ada dua hal yang kami amankan, pertama kegiatan yang didalam gedung, kedua simpatisan HMI dari Makassar yang datang sekitar 1.303 orang,” tambahnya.

Untuk pengamanan sendiri, Polri (Polda Jatim) selama hampir seminggu ini. Bekerjasama dengan Ketua HMI sebelumnya periode 2019-2021 dan Ketua panitia kongres HMI. Sehingga pengamanan dan kegiatan ini berjalan dengan baik.

HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sendiri adalah organisasi yang mencetak pemimpin bangsa. Dan hari ini juga sudah mempunyai ketua umum yang baru.

“Organisasi HMI ini adalah organisasi yang baik, dimana menghasilkan pemimpin-pemimpin Negara. Yang lahir dari organisasi HMI,” jelas Kapolda.

Kami mendorong agar kedepan Organisasi ini bisa berjalan dengan baik, dan bisa sinergi dengan Pemerintah dan masyarakat yang lain guna membangun Bangsa Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Sementara itu Arya, Ketua Umum HMI sebelumnya menyebutkan, bahwa dirinya bersama dengan panitia kongres ke 31 HMI. Mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Provinsi, Pangdam V Brawijaya dan Polda Jawa Timur. Telah membantu mengamankan jalannya kongres HMI ke 31 di Kota Surabaya. Sehingga kongres HMI bisa berjalan aman, tertib dan kondusif.

“Saya ucapkan terima kasih untuk Forkopimda Jatim, sehingga kegiatan kongres HMI. Bisa berjalan dengan baik dan tertib,” ucap Arya, Ketua umum HMI, periode 2019-2021.

Hari ini adalah terakhir agenda kongres HMI yang telah terpilih ketua umum baru yakni, Raihan Ariyatama terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) periode 2021-2023.

Dalam proses berjalannya, kongres di surabaya ini berjalan baik dan lancar. Kegiatan ini menjadi aman dan lancar karena adanya dukungan penuh dari Forkopimda Jatim.(Qomar)

Pemda Gelar Rapat Internal Bahas Penyelesaian Percepatan TPP ASN

BARITO UTARA – Pemerintah Daerah Barito Utara menggelar rapat interal membahas penyelesaian percepatan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkup Pemda Barito Utara, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Setda Lantai I, Rabu,(24/3/2021). 

Rapat Internal teraebut dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Ir. H. Rakhmat Muratni MP, didampingi Kadis Kominfosandi H. Mochamad Ikhsan Aks dan Kepala BKPSDM, H. Fakhri Fauzi S.Ag, MH.

Asisten I Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Ir. H. Rakhmat Muratni MP mengatakan, rapat kali ini menindaklanjuti rapat tim pelaksanaan mengenai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Hal itu terkait Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor.900-4700 tahun 2020, tentang tata cara persetujuan Menteri Dalam Negeri terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Barito Utara.

“Perlu kami informasikan bahwaTunjangan Daerah (TUNDA) pada tahun 2021 menjadi TPP, dimana pencairannya harus mendapatkan persetujuan dari Menteri Dalam Negeri. Kita sudah mengajukan permohonan persetujuan TPP kepada mendagri dan sedang menunggu persetujuan, dimohon para ASN tetap bersabar dan tetap meningkatkan kerja meskipun di masa pandemi covid19 ini,” jelas Asisten I.

Ditempat terpisah, Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah mengusulkan hal Ini dengan Pemerintah Pusat dan mohon ASN tetap bersabar, agar dalam tindaklanjutnya tertib Hukum, tertib administrasi dan tertibkan laporan,” harap Nadalsyah. (SS).

Terlilit Hutang, Seorang Ibu Tawarkan Satu Ginjalnya Seharga 500 Juta

LUMAJANG – Karena terdesak kebutuhan ekonomi dan utang, ibu tiga orang anak di Lumajang akan menjual salah satu ginjalnya seharga Rp 500 juta.

Mendapati informasi adanya ibu yang akan menjual ginjal tersebut, Unsur Forkopimda mendatangi rumah Parhiyatun Haini (37) warga Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Kota Lumajang, Kabupaten Lumajang, Kamis (25/3/2021).

Dirumah berukuran 6×4 meter, Bupati Lumajang bersama Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno dan Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Andi Andriyanto Wibowo di sambut Ibu Naini.

Parhiyatun Haini menceritakan keinginan ingin menjual ginjal kepada Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Ia menyampaikan keinginan jual satu ginjalnya tersebut karena mempunyai hutang kepada tetangga-tetangga sebesar Rp 2 juta dan mempunyai tunggakan cicilan di bank.

“Saya tidak mempunyai cara lain untuk menyelesaikan persoalan ini,” Katanya.

Bahkan kata dia, Suaminya bekerja sebagai Satpam di Surabaya, itu aja belum mencukupi, karena gajinya dipotong karena Covid-19.

“Suami saya bekerja sebagai Satpam di Surabaya, karena uang belanja yang dia dapat dari suaminya tidak mencukupi kebutuhan sehari harinya,” Cerita dia kepada Bupati Lumajang.

Bahkan, Parhiyatun Haini sudah satu tahun membuka berbagai usaha dirumahnya tidak bertahan.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, Untuk utang piutang dengan tetangga sudah di selesaikan secara kekeluargaan itu.

“Kami akan melakukan komunikasi dengan manajemen perbankan agar Parihayatun bisa mendapat program relaksasi cicilan,” jelas Thoriqul Haq.
Pemerintah Kabupaten Lumajang akan memberikan modal usaha untuk Ibu Parihayatun Haini untuk supaya bisa memulihkan kondisi ekonominya.

“Kami akan memberikan modal agar Ibu Parhiyatun membuka usaha bisa mendapat income tambahan,” Ujar Bupati.

Bahkan Ibu Parhiyatun tergolong warga kurang mampu, tapi selama ini tidak pernah mendapat bantuan dari Dinas Sosial.

Dimana orang masih ada tanggungan di bank tidak mengajukan bantuan maka kami usulkan agar dapat bantuan PKH.

“Saya akan mengusulkan agar setiap bulan Parhiyatun bisa mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH),” terang Cak Thoriq.

Kapolres Lumajang bersama Forkopimda juga tampak memberikan bantuan sosial untuk meringankan beban ekonomi keluarga Bu Haini.

Sementara itu Parhiyatun Haini mengatakan, tidak akan berkeinginan untuk menjual ginjal.
Ia menceritakan akan menjual ginjal melalui Grup Whatsapp dan Facebook dengan harga Rp. 500 juta.

“Saya tidak akan mengulangi niat untuk menjual ginjal, apalagi pihak keluarga sudah membantu menyelesaikan hutang saya di tetangga. Sekali lagi saya minta maaf,” pungkas Parhiyatun. (tim)