Home Blog Page 1844

Kapolres Lumajang Berikan Edukasi Prokes Melalui Tokoh Agama di Jatiroto

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi protokol kesehatan. Kali ini ia menemui para tokoh agama di Kecamatan Jatiroto, Jum’at (19/02/2021).

Pertemuan dengan para tokoh agama tersebut dengan harapan nantinya para tokoh agama ini menyampaikan kepada masyarakat. “Karena himbauan dari tokoh agama ini akan lebih didengar oleh masyarakat,” kata AKBP Eka Yekti

Awal sambutannya, ia menyampaikan salam hormatnya kepada seluruh peserta yang hadir dan rasa syukurnya atas kesehatan yang diberikan Allah SWT.

Disebutkan, di Jatiroto ini tinggal 3 orang yang sedang terpapar Covid, mungkin di Lumajang yang ramai, di Lumajang Jatiroto Pasirian Sukodono, dan Jatiroto paling rendah hanya 3, cepat untuk penyembuhannya dan penularannya lambat.

Lebih lanjut disampaikan sejarah kegiatan edukasi prokes kepada masyarakat mengapa harus dilakukan, ia menceritakan bahwa riwayat kegiatan ini bermula pada saat liburan natal dan tahun baru.

“Angka penularan sangat tinggi, nasional semuanya naik karena libur natal dan tahun baru, mungkin karena sudah satu tahun direm pada liburan idul fitri dan yang lain, akhirnya tumpah ruah pada liburan natal dan tahun baru,” tutur AKBP Eka.

“Mobilitas masyarakat tinggi hingga penularan Covid angkanya membengkak. Maka dari itu semua Kementrian turun, yang pertama hanya Kementrian Kesehatan dan TNI Polri, namun perintah Pak Jokowi semua Kementrian turun tangan, termasuk Kementrian Kemenag,” ujarnya.

“Target 2021 ini, Negara kita harus bangkit, dan saat ini sudah ada vaksin, diharapkan normalisasi pertumbuhan ekonomi lebih cepat,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Lumajang juga menjelaskan terkait PPKM. Ia mengatakan bahwa munculnya istilah PPKM pada awal tahun, tahap pertama tidak membuahkan hasil yang signifikan, lalu ada PPKM tahap kedua dan tidak begitu membuahkan hasil.

Lalu di tengah-tengah ini ada instruksi Menteri Dalam Negeri, namanya PPKM Mikro, istilah lainnya Lockdown RT, RW, Desa, jadi jika di RT itu ada lebih sari 10 yang terpapar virus, RT itu akan ditutup total.

“Yang didalam tidak bisa keluar, yang diluar tidak bisa masuk. Di Jawa Timur ini ada, di kota lain RT diperlakukan seperti itu, namun di Lumajang ini tidak ada. “Alkhamdulillah kita pertahankan,” terangnya.

“Untuk mensuplai sembako di RT itu tadi menggunakan anggaran dana desa sebanyak 8 persen. Jika tidak ada yang terpapar covid lebih dari 10 orang di wilayah tersebut, maka dana desa untuk penanganan Covid itu bisa digunakan untuk alokasi lain, bisa untuk pembangunan desa.” tambahnya

“Vaksinasi untuk nakes di Lumajang sudah selesai semua, dua minggu lagi untuk TNI Polri dan bulan depan untuk masyarakat. Agar dipersiapkan, nanti akan disampaikan mana yang boleh dan tidak untuk divaksin” pungkas AKBP Eka. (*)

Implementasikan PPKM, Koramil 1013-03 Teweh Tengah Himbau Warga Patuhi Protkes Covid-19

0

BARITO UTARA – Babinsa Koramil 1013-03 Teweh Tengah, Barito Utara mengimplementasikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Posko terpadu Desa Lemo I dan Lemo II dalam penegakan protokol kesehatan serta membagikan masker kepada masyarakat, Kamis (18/02/21).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 03 Teweh Tengah, Bhabinkamtibmas Polsek Teweh Tengah, UPT Puskesmas Desa Lemo, Ketua RT 4 dan RT 6.

Danramil 1013-03 Teweh Tengah, Lettu Inf.M.Guntur menyebutkan, ada beberapa tugas operasional Babinsa dalam PPKM sekala mikro yaitu, melakukan pencatatan data kasus serta pelaksanaan 3T di wilayah Desa Lemo dan melaporkan secara berkala pada Posko, melakukan monitoring, peneguran dan disiplin protkes dan membantu pendistribusian logistik pendukung seperti pembagian (masker dan bansos).

“Adapun tugas Babinsa selaku Tracer diantaranya melakukan deteksi kasus baru Covid-19, melakukan pelacakan kontak erat dari laporan kasus informasi maupun dari kasus probable dan suspek serta melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan atau desa, RT,RW, satgas Covid-19 dan pemerintah daerah,” jelas M Guntur 

Terkait dalam rangka persiapan pelacakan kontak erat, menyiapkan kebutuhan logistik bagi kontak erat dan keluarga yang bersumber dari puskesmas, Dinkes, mengidentifikasi kasus suspek dari semua kontak erat. Terkait hal tersebut, tempat yang menjadi sasaran saat ini adalah RT 4 dan RT.6 Desa Lemo.

“Ada beberapa langkah-langkah Babinsa dalam PPKM pada masa penyeketan ini yaitu, menempatkan tanda-tanda dilarang masuk di tempat-tempat yang menjadi pelintasan warga, melaksanakan pengecekan suhu tubuh dan surat keterangan Covid-19 di cek point dan tempat-tempat yang telah ditentukan, mengatur giliran jaga warga di cek point sehingga dapat diawasi selama 24 jam dan mengatur buka tutup serta keluar masuk warga ke wilayahnya selama dalam penyekatan,” jelas Danramil 03.

Danramil 03 Teweh Tengah, Lettu Inf.M.Guntur melalui Babinsa Koramil 03 Teweh Tengah Serka Eri mengatakan, Pencegahan penyebaran Covid-19 dengan memperkuat komunikasi publik, tentang protokol kesehatan secara mikro.Karena satuan terkecilnya lewat RT, maka gerakan door to door untuk menjelaskan protokol kesehataan ini sangat diperlukan.

“Posko juga berperan aktif dalam melakukan sosialisasi protokol kesehatan,serta memiliki peranan dalam melakukan tracking (pelacakan) dan tracing (penelusuran),” tandasnya.  (SS).

Sekda Buka Kegiatan Pasar Tani di halaman Dinas Pertanian Barut

0

BARITO UTARA – Kegiatan Pasar Tani hasil produksi lokal ditandai dengan pemotongan pita dan telah resmi dibuka, oleh Sekretaris Daerah Barito Utara, Ir. H. Jainal Abidin, M.AP, disaksikàn beberapa Kepala Perangkat Daerah dan FKPD, digelar di halaman Kantor Pertanian Kabupaten Barito Utara, Jumat (19/2/21). 
 
Pasar Tani ini akan terus berkelanjutan kedepan setiap Hari Jum’at. Menjual berbagai macam jenis sayur-sayuran dan buah-buahan serta berbagai macam olahan herbal seperti, ekstrak jahe, madu jahe dan olahan hasil pertanian lainnya.

Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Syahmiludin A. Surapati melaporkan, kegiatan pasar tani ini untuk dipublikasikan serta mengangkat produk lokal di Kabupaten Barito Utara.

” Di pasar tani ini akan dilakukan pembinaan kepada petani untuk terus memacu produk lokal, agar dapat bersaing dengan produk luar daerah sehingga, memiliki kualitas yang baik pula,” kata Syahmiludin. 

Dikatakannya kedepan, petani akan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kebudayaan Pariwisata, Kepemudaan dan olahraga, baik dalam hal memasarkan produk maupun budidaya hasil pangan, agar generasi muda juga ikut terpacu dalam hal peningkatan ekonomi dan juga produksi lokal.

Sekda Barito Utara,Ir.H. Jainal Abidin, dalam kegiatan tersebut memberikan support kepada Dinas Pertanian yang sudah menggagas kegiatan ini sehingga terlaksana dengan baik.

“Ini adalah suatu inovasi bentuk wujud nyata Pemeritah Daerah dàlam memberi dukungan kepada petani,untuk pengembangan produk unggulan,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya mendorong agar terus meningkatkan serta mengembangkan olahan Pertanian ikan dan pangan, kerajinan tangan dan budaya untuk dijual.

Pada sentral pasar terkoordinir sehingga sektor pertanian, dapat menopang kebutuhan masyarakat dan meningkatkan ekonomi, terkhususnya petani sehingga kita tidak harus bergantung pada daerah lain.

“Nantinya Barito Utara, akan menjadi daerah mandiri dalam hal pangan. Kedepannya hasil produksi daerah bisa dipasarkan di Bandara Baru Haji Muhammad Sidik dan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin (Kalsel), agar hasil produksi tani Barito Utara dikenal di daerah luar,” harap Sekda. (SS).

Peringati HPN 2021 Jurnalis AWPR Bagikan Ribuan Masker

PROBOLINGGO – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 202 oleh Afiliasi Wartawan Probolinggo Raya (AWPR) diawali dengan bagi-bagi ribuan masker di GOR Ahmad Yani yang terletak di jalan Dr.Sutomo Kelurahan Kanigaran Kecamatan Kanigaran pada Jumat (19/2/2021) pagi.

Selain itu, komunitas jurnalis ini juga mengadakan potong tumpeng. Aksi nyata ini merupakan wujud komitmen AWPR dalam upaya ikut memerangi penyebaran Covid 19.

Anis Sulalah, Bendahara AWPR dan koordinator lapangan kegiatan HPN 2021 menjelaskan, wartawan di Probolinggo Raya memberikan perhatian khusus terhadap kondisi saat ini. Sebab itu, kegiatan ini melibatkan forkopimda Kota Probolinggo untuk turut sosialisasikan protokol kesehatan pada warga..

“Melalui kegiatan ini, diharapkan jumlah kasus positif Covid 19 di Kota Probolinggo bisa berkurang,” jelas Anis.

Anis juga berkata, tanggungjawab untuk mengatasi pandemi ini bukan hanya pada Pemkot maupun Forkopimda. “Pers juga punya tanggung jawab memerangi Covid 19. Total ada 1.000 masker yang kami bagikan,” ujar Anis Sulalah

Aman Suryaman dari Diskominfo juga mengatakan, pers juga harus peduli di tengah bencana dan pandemi Covid 19.

“Wartawan juga memberikan imbauan mengingatkan ke masyarakat pentingnya menjaga kesehatan dan disiplin protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Kompol Toyib Subur, KabagRen Polresta Probolinggo mengapresiasi kegiatan sosial yang dilaksanakan para awak media tersebut.
“Di masa pandemi pers ikut memberikan contoh yang baik sekali, ikut peduli dalam kondisi saat ini. Jangan lupa rekan-rekan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas ya dalam menjalankan tugasnya,” tuturnya.

Mewakili Dandim, Kapten ARH Heri Widodo mengucapkan selamat dan menyampaikan harapannya untuk pers di Kota Probolinggo.
“Harapannya pers bisa memerangi berita hoax yang beredar dengan memberitakan kejadian sebenarnya. Selalu positif thinking untuk kemajuan Kota Probolinggo khususnya,” katanya. (wulan)

Kunjungi Kota Probolinggo, Bakorwil V Jember Akan Implementasikan Wisata Terpadu

0

PROBOLINGGO – Jum,at 19 Febuari 2021 – Bakorwil V Jember Jawa Timur, Tjahjo Widodo, kunjungi salah satu destinasi wisata di Kota Probolinggo yakni Museum Rasulullah yang kemudian dilanjutkan ke UKM Batik Manggur (Mangga Anggur), di Kelurahan Triwung kidul Kademangan kota probolinggo.

Bakorwil V Jember, R Tjahjo Widodo mengatakan, semua destinasi wisata Kota Probolinggo, tetap mengikuti prokes covid 19, apa yang sudah dicanangkan gubernur Jawa Timur, Khofifah indra Parwansah, Jawa Timur Bangkit.

“Harus tetap ikuti prokes covid 19,untuk melindungi keluarga kita, untuk mencegar penyebaran virus corona, seperti yang programkan presiden, terus lakukan vaksinasi terus menerus semoga covid 19 segera usai,” ujarnya.

Terkait destinasi wisata terpadu, Tjahjo mengatakan akan dilakukan bekerja sama dengan pemerintah Jawa Timur.

“Wisata kabupaten probolinggo dan kota probolinggo akan dirangkul propinsi Jawa Timur, sehingga wisata asing yang datang melihat komplit wisata yang ada di Jawa Timur,” imbuhnya. (ali/wulan)

Gubernur dan Pangdam V Brawijaya Dampingi Kapolda Jalani Vaksinasi Kedua

0

SURABAYA – Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Jawa Timur hari ini, Jumat (19/2/2021) menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, mendampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta jalani Vaksinasi Covid-19 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Selain Kapolda Jatim yang menerima vaksin covid-19, beberapa Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim juga menjalani vaksinasi covid-19 diantaranya, Dansat Brimob Kombes Pol Amostian, Dirsamapta Kombes Pol Yudi Sumartono dan Dirbinmas Kombes Pol Terr Pratiknyo.

Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, bahwa saat ini sudah selesai dosis kedua, dan saat ini Kapolda Jatim sudah melakukan dosis tahap kedua dan sudah menerima sertifikat.

Kemudian, untuk vaksinasi covid-19 saat ini masih menunggu datangnya vaksin yang nantinya akan diprioritaskan yang berisiko tinggi kepada pemberi pelayanan publik seperti, TNI, Polri, serta para jurnalis.

“Pada pemberian vaksinasi covid-19 pada dosis pertama sudah dilakukan di Mahkodam V Brawijaya, dan hari ini dosis kedua sudah dilakukan. Dan Pak Kapolda Jatim juga sudah menerima sertifikat,” kata Khofifah Indar Parawansa, Jumat (19/2/2021) sore.

Sementara itu Kapolda Jawa Timur, usai vaksinasi Covid-19 dosis kedua menyebutkan, vaksinasi ini aman.
Pada tahap pertama, kata Nico, sudah dilakukan dan tidak ada efek samping yang dirasakan.

“Vaksinasi Covid-19 ini aman, dan tidak ada efek samping setelah disuntik vaksin. Saya sendiri sudah melakukan dosis tahap kedua dan Alhamdulillah aman,” jelas Kapolda.

Sementara itu, jika vaksin nantinya tiba kembali di Jawa Timur. Sasaran berikutnya yakni seluruh anggota Polri di wilayah Jatim. Saat ini tenaga kesehatan di Mapolda Jatim ada 214 (Nakes) sementara untuk seluruh anggota Polri di Jatim sebanyak 42 ribu.

“Sasaran berikutnya penerima Vaksin untuk seluruh jajaran Polda Jatim,” tutup Kapolda. (tofa/tim)

Pilih Jurusan Vokasi, Bisa Langsung Kerja atau Usaha Mandiri

0

BANDUNG – Apa sih jurusan atau program studi vokasi relevansinya dengan dunia industri atau mau bikin usaha mandiri?
Dari waktu ke waktu jurusan vokasi semakin banyak diminati para calon mahasiswa, kenapa demikian, karena jurusan vokasi lebih banyak melakukan simulasi praktik nyata pada tugas dan karya saat dilakukan di bangku kuliah. Tentu jadi sangat mengasikan bagi para peserta pada setiap mata kuliah. Apa saja yang harus diketahui pada jurusan vokasional itu?

Pertama, kuliah vokasi lebih banyak praktik di laboratorium, studio, bengkel dan lapangan saat praktik kerja nyata. Tidak heran jika setiap lulusan akan terus banyak terpakai di beberapa perusahan sebidang dengan jurusannya.
Kedua, selain melahirkan para ahli terapan juga diberi tambahan ilmu pengetahuan/ wawasan dan sikap yang cakap dan baik untuk mengatur ritme dalam alur proses kerja sesuai dengan prosedur ketetapan pekerjaan.

Ketiga, jurusan atau program studi khusunya di perguruan tinggi program vokasional wajib lulus tepat waktu dari sejumlah sks per semester yang telah ditentukan atau dapat mempercepat ke lulusan dari biasanya.

Ketiga urusan proses studi diatas lebih banyak diminati para calon mahasiswa sekarang. Selain itu juga, para pengajar di jurusan vokasional selalu di buat kombinasi tenaga pendidik, yakni antara dosen dan praktisi dari kalangan industri terkait. Tentu hal ini akan jadi lebih cepat menerima adaptasi karena para praktisi melakukan keterlibatan langsung dengan para mahasiswa. Selain proses pratika di lab atau studio yang tidak kalah menariknya adalah proses belajar dengan model konsultasi, dimana setiap mahasiswa mendapat bimbingan secara intens.

Ilmu dan pengetahuan yang mereka pelajari cenderung lebih fokus  mengedepankan praktik dengan topik yang lebih spesifik terhadap kasus nyata Sebagai contoh, pada jurusan atau program studi Multimedia; seperti menekuni Character Design dan Editing dan Visual Effect serta masih banyak lagi yang dapat menjadi bekal sebagai keahlian khusus itu.

Pendidikan vokasi ini akan mendapatkan gelar Ahli Madya untuk jenjang diploma (D3), sedangkan jenjang (D4) akan menyandang Ahli dengan gelar Sarjana Terapan.

Oh yaa, untuk D3 bisa keluar dulu untuk kerja atau lanjut studi ke D4 dinamakan terminasi jenjang (D3/D4). Program terminasi ini sebagai jeda atau antara bekerja dahulu setelah lulus D3 atau terus melanjutkan ke D4.

Lalu jika ingin studi lanjut ke program magister bagaimana? tentu bisa lanjut ke S2 atau Spesialis (Sp2), untuk yang terakhir ini belum banyak diselenggarakan baik perguruan tinggi negeri atau swasta.

Dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, diperkenalkan standar kompetensi multimedia, perangkat lunak, animasi, produksi siaran televisi, dan
produksi sebuah film.

Penyelenggara pendidikan vokasi bidang studi dan keahlian profesi terapan untuk bidang Desain Komuniasi Visual itu baru ada di Universitas Widyatama dengan 3 jurusan atau program studi unggulan  yakni: program studi Desain Grafis (D4), program studi Multimedia (D3) serta program studi Film dan Televisi (D4) khususnya di Kota Bandung.

Tips memilih pendidikan vokasi; memilih atau pilih jurusan atau program studi yang diminati. Perhatikan jenjang diploma (D3) atau diploma (D4), lihat kurikulum, karena akan memperlihatkan sejumlah mata kuliah yang banyak digemari atau tidak.
Kalian boleh tanya dosen dan praktisi pengajarnya. Lihat lab dan sarana kampusnya asik gak buat kamu belajar. Dan yang terpenting lainnya kalian harus menghitung dan merencanakan anggaran kuliah selama waktu jenjang 3 atau 4 tahun itu supaya kalian tidak melakukan keluar saat proses studi dari kampus tersebut. Selamat untuk memilih dan meraih sukses di bangku kuliah vokasional.

Sumber: DKV UM, Kamis (18/02/2021)

Reporter: Achmad/Edison

Obati Rasa Rindu, WMPC Dirikan Grup Band STORYLINES

0

CIMAHI – Cimahi merupakan sebuah Kota yang banyak menghasilkan musisi di Indonesia, seperti Zamrud yang sudah terkenal ditanah air bahkan dunia.

Untuk mengobati dan tetap menjaga eksistensi Cimahi di blantika musik tanah air, WMPC (Wadah Musisi dan Penyanyi Kota Cimahi) yang diketuai Nelly Novita, mendirikan grup Band yang digawangi anak muda asli Kota Cimahi bernama STORY LINES.
Grup ini memiliki empat personil anak muda yakni, Yogi Surya pada vokal dan gitar, Kemas pada Bass, Rean pada Lead Gitar dan Choky pada Drum.

Nelly Novita yang juga sekaligus pembina STORYLINES menjelaskan, dirinya menyatukan empat anak muda yang sudah lama tidak bertemu.
“Karena kesamaan hobby, mereka berkomitmen untuk membentuk sebuah wadah yang kemudian diberi nama STORYLINES ini. Semoga STORYLINE Band dapat meramaikan Industri musik di Indonesia dengan genre alternative yang mereka usung.” Terang Ketua WMPC Nelly Novita kepada Wartawan Gempur News.

Kemudian Nelly menambahkan, daat ini STORYLINES sedang mempersiapkan Single album pertamanya yang berjudul “Jalan Terbaik”.

“Ini menunjukan keseriusan dan debut awal mereka di industri musik tanah air. Rencananya single album tersebut akan dirilis di bulan Maret dan akan tayang di seluruh platform portal digital,” papar Nelly.

Masih katq Nelly, mereka (STORYLINES) memiliki potensi bermusik yang baik serta materi lagu yang cukup bagus. Saya yakin STORYLINES akan diterima masyarakat Indonesia khususnya di Kota Cimahi,” pungkas Nelly menutup pembicaraannya melalui HP. (Achmad/Edison)

Ditpolairud Polda Jatim Ringkus Dua Tersangka Penjual dan Pembeli Bom Ikan

0

SURABAYA, Ditpolairud Polda Jawa Timur berhasil meringkus dua orang tersangka pelaku jual beli bahan peledak jenis detonator sejumlah tiga ribu biji yang dilakukan di Pelabuhan Jangkar, Situbondo. Pada tanggal 15 Februari 2021, sekira pukul 19.30 WIB.

Dua orang tersangka jual beli bahan peledak yang diringkus yakni, Mastur (47) warga Probolinggo dan Ahmadi (41) warga Sumenep, Madura.

Penangkapan kedua tersangka bermula saat tim Intelair Ditpolairud Polda Jatim melakukan penyelidikan di wilayah Pelabuhan Jangkar Situbondo. Dari penyelidikan tersebut, akhirnya petugas meringkus dua tersangka dan membawanya ke mako.

Modusnya, pelaku Mastur selaku pembuat/penjual detonator yang merakit sendiri detonator sejumlah tiga ribu biji dan dipacking ke dalam 30 kotak masing-masing kotak berisi 100 biji yang selanjutnya dipacking dalam kardus sehingga terlihat seperti paket. Yang dibawa dari Pulau Ra’as ke Pelabuhan Jangkar.

“Penangkapan kedua tersangka ini setelah adanya informasi dari masyarakat jika di pelabuhan Jangkar sering digunakan untuk jual beli bom ikan. Dari situ, penyidik Ditpolairud melakukan penyelidikan hingga penangkapan terhadap kedua tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (19/2/2021) siang.

Setelah sampai di pelabuhan Jangkar Situbondo, tiga ribu biji detonator diserahkan kepada tersangka Ahmadi sebagai pemesan dan pembeli.

Untuk harga per/biji detonator senilai Rp. 7.000 sehingga untuk tiga ribu biji jumlahnya Rp. 21.000.000 dan pembayaran via transfer.

Dari pengungkapan ini, akhirnya mengamankan barang bukti berupa bahan Peledak jenis Detonator sebanyak 30 kotak @ 100 biji (3.000 biji), dua unit Handphone.

Bahan peledak yang dibuat oleh tersangka ini terbilang cukup berbahaya. Pasalnya, bahan baku untuk membuat bahan peledak ini terdiri dari campuran arang dan potassium dan juga belerang.

Sementara itu unsur kimia yang terkandung dalam peledak black powder (low explosive).

“Bom ikan yang dibuat oleh tersangka ini cukup berbahaya, karena bisa merusak ekosistem laut,” ucap Kombes Pol Arnapi, Dirpolairud Polda Jatim.

Selain itu Sistem Kerja Detonator sebagai pemicu dimasukkan ke tengah bubuk potassium yang dikemas dalam botol untuk meningkatkan daya ledak hight explosive.

Kemudian botol dibakar dengan api dan dilemparkan ke area kerumunan ikan. Jika peledak ini dilempar ke laut akan merugikan kerusakan ekosistem dan habitat ikan dan terumbu karang (Destructive Fishing).

Tersangka Mastur ini seorang Residivis kasus yang sama, dia pernah ditangkap pada tahun 2015. Dan saat ini dia mengulangi kembali perbuatannya dan kembali dilakukan penangkapan.

“Tersangka Mastur ini seorang residivis kasus yang sama, pada tahun 2015 lalu sudah pernah ditangkap,” tambah Arnapi.

Dari pengungkapan ini kedua tersangka dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang – undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak. Keduanya akan mendapatkan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.

Delapan Orang Terjaring Operasi PPKM di Desa Lumbang

PROBOLINGGO – Operasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) digelar Koramil 0820/09 Lumbang bersama Polri, Tenaga Kesehatan dan Satpol PP kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo pada Jumat (19/02/2021).

Dalam operasi PPKM yang digelar di jalan utama desa Lumbang sejak pukul 9.00 WIB itu sedikitnya menjaring delapan orang pelanggar protokol kesehatan (prokes).

Lantas, delapan orang tersebut dijatuhi hukuman push up dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran prokes.

Babinsa desa Lumbang, Pelda Mangku Hidayat menjelaskan target operasi PPKM ini yaitu memberikan imbauan pada masyarakat tentang pentingnya prokes.

“Hukuman itu untuk memberikan efek jera pada masyarakat. Harapannya mereka (masyarakat) bisa mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelas Mangku.

Selain itu, imbuhnya, operasi ini juga melakukan pemeriksaan terhadap pendatang baru dengan melakukan tracing bersama tenaga kesehatan.

“Selain penegakkan disiplin protokol kesehatan, kegiatan ini juga untuk memantau ketahanan pangan di masyarakat selama pandemi Covid-19,” tegas Babinsa Lumbang. (wulan)