Home Blog Page 1911

Mikul Duwur Mendem Jero, F-JINLU Gelar Diskusi Internal

LUMAJANG – Forum Jurnalis Independen Nasional Lumajang (F-JINLU), gelar diskusi internal anggota dengan tema “Mikul Duwur Mendem Jero”, bertempat di Sekretariat utama Jalan Iptu Jama’ari Gg 3 No 08, atau tepatnya di warung Kopi Cak Imam, Rabu (4/11).

Ketua F-JINLU Moch Misdi menyampaikan, kegiatan ini diikuti semua anggota aktif, ditambah komunitas lain termasuk para sesepuh kampung sebelah, yang sengaja diundang.

“Kami sengaja mengundang sesepuh untuk memberikan fatwa yang merujuk pada pentingnya saling menghormati antar sesama teman seprofesi,” kata pria berperawakan subur tersebut mengawali acara diskusi.

Pada kesempatan yang sama, Penasehat F-Jinlu, Prio Suwoko memperjelas tujuan digelarnya kegiatan rutinan ini sekaligus sebagai pembekalan internal agar bisa saling hormat menghormati sesama teman.

“Diskusi kecil semacam ini tentunya sudah sering kita lakukan. Namun kali ini dengan kesadaran diri kita berbicara mengenai nilai nilai yang berlaku universal, yaitu saling memberi rasa hormat antar sesama,” kata Prio Suwoko, lelaki dari Candipuro yang sudah lama menjadi wartawan DOR.

“Mikul duwur mendem jero sebaiknya dimaknai sebagai bentuk rujukan cara penghormatan kepada orang yang dianggap patut untuk dituakan,” imbuh Woko.

Namun ungkapan mikul duwur mendem jero tersebut kemudian diperluas maknannya dengan value yang berangkat dari realitas praksis dan operasional.

Mbah Kardji, salah satu sesepuh peserta diskusi menjabarkan lebih mendalam terkait makna mikul duwur mendem jero, ia menuturkannya dengan bahasa jawa.

“Mikul duwur mendem jero, artine paring panghormatan maring kanjeng sinuwun iku kelawan mikul tandu sebahu, maknane yo kuwi ora ole mung sejinjing nduwur lutut,” ujar Mbah Kardji dengan suara yang sedikit parau.

“Ibarat nduduk kuburan mung sajeroning sak meter, ojo ojo iku malah dianggep perilaku kurang ajar. Iso iso wong kampung podo ngamuk. Paling ora nduduk kubur iku yo sak meter setengahanlah. Luwih jero yo luwih apik,” terang Mbah Kardji.

Diskusi ini berlangsung santai dan tenang, hingga sampai akhirnya berkembang pada urusan norma paguyuban kelompok profesi yang berbasis media.

Sebagai komunitas, F-JINLU, masih kata Mbah Kardji, harus juga berlaku sebagai kelompok sosial yang berbasis ikatan batin dan punya relasi timbal balik diantara sesamanya.

Sama seperti urusan pemakaman bagi mereka yang terjangkit positif Covid-19 atau suspek, yang sekarang malah diambil alih oleh lembaga formal.

Persoalan itu kini menjadi rumit, malah kemudian mengemuka dalam realitas media, sebatas gambaran seolah ada dispute soal status medis. Pihak keluarga tak mau menerima fakta bahwa almarhum “terkonfirmasi positif”, setidaknya suspek .

Namun, karena diyakini jenasah itu positif atau suspek dan berpotensi menjadi carrier virus, pemakaman itu kemudian harus ditangani oleh lembaga resmi, dilaksanakan dengan SOP resmi pula.

“Tahapan berikutnya, Jenasah dibungkus plastik, dimasukkan dalam peti berlapis plastik, peti dipaku lalu dilapisi plastik lagi. Setelah itu, dikubur secepat mungkin. Nah itu yang sekaranga jadi perbincangan to?,” urai Mbah Kardji.

Lalu, enteng saja tim penguburan yang menjadi wakil dari kelompok formal itu membawa jenazah ke liang kubur. Seolah tanpa empati, tanpa doa-doa dan tanpa untaian bunga bunga jenazah. Pokoknya, angkut lalu ‘’blung” saja, masuk ke liang kubur. Tak kenal ini itu, tak ada relasi timbal balik. Yang penting cepet selesai, lalu lapor ke atas : ‘’Boss, selesai”.

Diakhir diskusi, disampaikan bahwa istilah mikul duwur mendem jero itu kini seolah sama sekali sudah tidak berlaku lagi. “Celakanya, basis sains-nya juga remang. Buat apa jenazah harus dibebat plastik mirip seperti mumi?,” pungkas Mbah Kardji sambil mengangkat alis matanya. (tim)

Tim Kuro Polres Lumajang Bongkar Modus Penipuan Berkedok Corona

LUMAJANG – Tim Kuro Sat Reskrim Polres Lumajang berhasil membongkar modus penipuan berkedok penyaluran dana bantuan pandemi corona.

Terduga pelaku adalah ,MR’ (36), ‘SJ’ (38) warga Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya dan yang satunya lagi ‘MF’ (38) warga Kota Kabupaten Lumajang.

Dalam melakukan aksinya, korban terlebih dahulu diwawancarai oleh salah seorang pelaku dan korban disarankan untuk menanggalkan atau menaruh seluruh perhiasan emas.

“Saat korban lengah, pelaku yang lain mengambil barang milik korban tanpa izin terlebih dahulu,” kata AKP Maskur saat memimpin prees release yang di gelar di lobby Polres setempat, Rabu (4/10/2020).

AKP Masykur mengungkapkan bahwa ketiga terduga pelaku tersebut, memiliki peran berbeda. “MR’ dan ‘SJ’ diduga berperan sebagai aktor atau pelaku, sedangkan ‘MF’ diduga menjadi penadah.

Ketiga terduga pelaku beserta barang bukti yang dihadirkan ke hadapan awak media antara lain ‘MR’ (36), ‘SJ’ (38), warga Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya dan yang satunya lagi ‘MF’ (38) warga Kota Kabupaten Lumajang.

“Berdasarkan penyelidikan Tim Kuro, Sat Reskrim Polres Lumajang, di back up penuh Unit Reskrim Polsek Kenjeran Polrestabes Surabaya, ‘MR’ ditangkap di kediamannya di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Dalam Pengembangan, yang bersangkutan mengakui melakukan perbuatannya bersama ‘SJ’,” kata AKP Masykur.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) terjadi di wilayah hukum Polres Lumajang, yakni Desa Candi Wetan Kecamatan Candipuro Dusun Krajan Barat Seumbersuko, Desa Labruk Lor Kecamatan Kota Kabupaten Lumajang, Desa Klanting Kecamatan Sukodono dan Desa Wonokerto Kecamatan Tekung.

Dari sejumlah TKP tersebut, rata – rata pelaku mengambil barang perhiasan milik korban. Namun tepatnya di Desa Sumberjati Kecamatan Tempeh sepak terjang pelaku menjadi akhir dari aksinya, karena ketiganya kini di tahan di rutan Mapolres Lumajang Jawa Timur.

Selain mengamankan tersangka, petugas menyita barang bukti dari tangan ‘MR’, berupa Hp yang digunakan untuk memfoto korban, uang diduga sisa hasil kejahatan, dompet warna hitam, dan juga ID Card serta surat tugas seolah pelaku media.
(tim)

Menteri Pertanian, Lepas Ekspor Perdana Asam Amoino

PASURUAN –
Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Republik indonesia beserta rombongan di PT. Cheil Jedang Indonesia jalan Raya Arjosari dusun Sarirejo desa Sarirejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan selasa 03/11/2020

Hadir dalam kegiatan teraebut
Menteri pertanian RI Dr. H. Syahrul yasin limpo, S.H., M.Si., M.H.
Kepala Badan Karantina Pertanian menteri Pertanian RI Ir. Ali jamil MP, Ph.D direktur jenderal Peternakan dan kesehatan hewan kementrian RI Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc.staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Pertanian Dr. Ir. Imam Mujahidin Fahmid, M.TDev,
Vice President Director PT. CJI Pasuruan Mr. Yoon Taesang
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, S.I.K., M.Si.
Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh Burhan Fajari Arfian, S.Sos.
Associated Director PT. CJI Pasuruan H. Imam Nachrowi
Manager Humas PT. CJI Pasuruan Imron Gunawan ,Plt. Kepala Dinas Pertanian Kab. Pasuruan Ir. Ihwan, M.Si ,Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Pasuruan Drs. Derajat Utomo, M.Si.serta deluru rombongan Kementrian Pertanian RI dan dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ProvinsiJawa Timur
Camat Rejoso Komari, S.H., M.M.,Kapolsek Rejoso AKP Drs. H. Bambang Sugeng, M.H.,Danramil Rejoso Kapten Inf Kariono

Untuk selanjutnya menuju ke lokasi untuk Pelepasan Ekspor Perdana Bahan Asal Hewan berupa Asam Amino Pakan Hewan (Tryptophan Granule) di Aula PT. CJI Pasuruan namun sebelum acara di mulai
Terlebih dulu menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Selanjutnya sambutan V-PRT CJ Business in the Future and Tryptophan Increasing Capacity oleh Mr. Yoon Taesang menyampaikan selamat datang lalu menjelaskan kegiatan PT. CJI Pasuruan dan produksi yang dihasilkan dimana memproduksi bahan baku pakan ternak juga di Penyerahan Sanitary Health Certificate dari Kepala Badan Karantina Pertanian Menteri Pertanian RI Ir. Ali Jamil, MP, Ph.D kepada Presiden direktur Mr. Yoon Taesang setelah itu
Penyerahan Veterinary Health Certificate dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian RI Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc. kepada Presiden Direktur Mr. Yoon Taesang dilanjutkan
Penandatanganan Prasasti Ekspor Perdana oleh Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H.

Menteri pertanian memberi arahan
Tentang pelaksanaan ekspor bahan penting pertanian dan peternakan merupakan kebutuhan pangan internasional apalagi
Dimasa pandemi virus corona saat ini, Presiden akan sangat senang sekali dengan pelaksanaan ekspor asam amino untuk kemajuan Indonesia dan selalu mengingatkan kepada menterinya, jaga investasi yang masuk ke Indonesia.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang terbesar Nomor 5 di dunia, sekitar 273 juta dengan adanya industri besar yang berinvestasi di Indonesia dapat mengentas kemiskinan melalui potensi tenaga kerja
Harapan saya kepada pt cji Indonesia tidak berhenti dalam memproduksi bahan pakan ternak, berkembang lagi dengan produksi lainnya.

Sementar kiita ketahui Indonesia masih mengimport gula dalam jumlah yang besar karena
Bisnis yang pasti menjanjikan adalah dari pertanian dan peternakan saya ucapkan terimaksih karena pt cji ikut serta memajukan indonesia

Di akhir acara di laksanakan
Pelepasan Ekspor Perdana diantaranya menuju negara Jerman, Belanda, Inggris dan Polandia. Adapun dilakukan pemotongan pita bunga dan penyiraman air sebagai simbolis (arie)

Komisi A DPRD Jember Sayangkan Rekomendasi KASN Tak Lanjut

JEMBER – Kemendagri menjatuhkan sanksi berupa pemblokiran akses data administrasi ASN Jember, karena hingga batas waktu yang ditentukan kepala daerah sebagai pembina kepegawaian belum melaksanakan rekomendasi komisi ASN terkait pelanggaran netralitas Camat Tanggul.

Atas pemblokiran itu, politisi PDI Perjuangan yang duduk di Komisi A DPRD Jember, menyayangkan sikap Bupati Faida yang waktu itu telah mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menindaklanjutinya.

“Harusnya Bupati Faida saat itu melakukan rekomendasi KASN dan saat ini Plt yang menjabat segera melakukan rekomendasi tersebut sehinggga tidak ada pemblokiran oleh Kemendagri,” ujarnya saat dikonfirmasi salah satu media melalui telepon selulernya, Selasa (3/11/ 2020).

Mengenai perkembangan kasus netralitas ASN yang dilakukan Camat Tanggul yang sudah ditetapkan melanggar oleh Bawaslu Jember tersebut, dijelaskan belum ada tindak lanjutnya.

Pihaknya menyampaikan, akan memanggil BPKSDM dan Inspektorat Pemkab Jember untuk meminta klarifikasi terkait hal ini.

“Kita akan panggil untuk meminta klarifikasi mengapa kok belum ada tindaklanjut,” tuturnya. (tim)

Satuan Tugas Covid 19 Pasuruan Kota, Lakukan Operasi Yustisi

PASURUAN –
Pelaksanaan persiapan operasi Yustisi Protokol Kesehatan di pimpin langsung oleh AKP Kunadi SH kasat intelkam Polres kota Pasuruan selasa, 03/11/2020 sesuai Inpres Nomer 6 tahun 2020, Perda nomer 2 tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Jatim nomer 53 tahun 2020 dalam rangka penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan di wilayah hukum polres Pasuruan Kota.

Kegiatan dalam Operasi Yustisi di mako polres kota Pasuruan, di hadiri oleh
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, S.I.K., M.Si.
Wakapolres Pasuruan Kota Kompol Priyanto, S.H., S.I.K., M.H.
Kasat Intelkam Polres Pasuruan Kota AKP Kunadi, S.H.
Kasubbag Dalgar Bagren, AKP Nonok Hariyanto, S.Sos,
Kasiwas Polres Pasuruan Kota Iptu Sukrisno, S.H,
Kanit Laka Sat Lantas Polres Pasuruan Kota Ipda Indah Ramadhani Istiawan, S.Tr.K, para anggota polres dan anggota kodim 0819 serta dari satpol PP juga BPBD Pasuruan kota.

Adapun arahan di sampakan Kasat Intelkam polres pasuruan Kota AKP Kunadi, S.H dan memberi penekanan terhadap pelanggar protokol kesehatan di bantu dari TNI, Polri, satpol PP dan BPBD Kota Pasuruan, bermanfaat dengan adanya operasi yustisi yang kita lakukan akan lebih baik bagi masyarakat serta mengurangi penyebaran covid 19.

Himbauan dan penekanan srbagai tindakan sosial terhadap masyarakat yang tidak memakai masker dan tidak mematuhi protokol kesehatan, terutama kepada pemilik cafe atau warkop untuk tutup pukul 22.00 Wib.

Beberapa tempat sasaran operasi
termasuk taman kota Pasuruan berhasil menjaring 28 pelanggar, dan diberi sanksi sosial dengan membersihkan lingkungan di jalan pahlawan Kelurahan Pekuncen Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan (arie/tofa)

Pemkab Jember Dukung Gagasan JFC Gelar WKC

JEMBER – Manajemen Jember Fashion Carnaval (JFC), menggagas World Kids Carnival (WKC), sebuah gelaran seni dan budaya yang merupakan karnaval anak anak dari masing masing benua.

WKC ini digelar sebagai bentuk kontribusi pada dunia guna menciptakan perdamaian dunia, mendorong keberlangsungan harmonisasi global, serta simbol bangsa Indonesia tetap mampu memberikan karya bagi dunia pada masa pandemi.

Setiap peserta WKC 2020 terdiri dari talent kids, serta lokal host yang berfungsi sebagai penyaji cerita tentang latar belakang anak-anak, dengan menggunakan kostum pesan perdamaian untuk dunia. Pelaksanaannya disiarkan langsung secara virtual, yang kemudian didokumentasikan dalam format video.

Presiden JFC, Budi Setiawan, usai beraudiensi dengan Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, mengatakan bahwa gelaran ini mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Jember. Ia menegaskan kesiapan penyelenggaraan festivalnya dengan tetap memperhatikan protokol keaehatan Covid 19.

“Tentu saja dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, karena pelaksanaan ini bertepatan dengan pandemi Covid-19,” kata Budi kepada media, Selasa, (03/11/2020).

Lebih lanjut Budi menyampaikan bahwa WKC digelar di lima benua secara virtual. Sementara puncak pelaksanaannya di Jember pada tanggal 22 November 2020.

“Jember sebagai perwakilan Indonesia,” tegasnya di Kantor Pemkab Jember.

Plt. Bupati Jember, Drs. KH. A Muqit Arief, menyatakan sangat bangga dengan JFC. Meski dalam bayang-bayang pandemi Covid-19, JFC terus produktif, hingga mempunyai cara agar WKC 2020 tetap berjalan.

“Mungkin ini akan menjadi karnaval terbesar di dunia, karena melibatkan lima benua serta tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku,” ungkapnya.

Plt. Bupati Jember, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember sangat mendukung kegiatan itu. Sebagai bentuk dukungan pada pihak JFC, salah satunya pemerintah membebaskan biaya pajak. (pri/son)

Indonesia Butuhkan Banyak Talenta Digital Hadapi Era Industri 4.0.

0

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menilai Indonesia masih kekurangan tenaga ahli talenta digital untuk mendukung profesionalitas.

Menghadapi era industri 4.0, diperkirakan Indonesia membutuhkan talenta dalam bidang 5G, cloud, big data dan soft skill.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam, Selasa (03/11/2020).

“5G dan cloud akan mengubah lansekap ekonomi digital di Indonesia,” kata Neil saat acara wisuda daring Juara GCP dari Google Indonesia.

Mengutip laporan Bank Dunia pada 2016, dia menyatakan Indonesia kekurangan sekitar 9 juta talenta digital semi terampil dan terampil dalam kurun waktu 15 tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia rata-rata perlu mencetak sekitar 600 ribu talenta digital setiap tahun.

Indonesia pada era Industri 4.0 ini diperkirakan membutuhkan talenta digital dalam bidang, antara lain, 5G, komputasi awan atau cloud, big data dan soft skill untuk mendukung profesionalitas mereka.

Dia mencontohkan salah satu sektor yang akan berkembang di era cloud dan 5G adalah cloud gaming.

Kemenparaekraf dalam mendukung ekosistem ekonomi digital di Indonesia memiliki program, antara lain, Bekraf Digital Talent dan Go Startup Indonesia.

Dalam acara yang sama, pimpinan Google Cloud Indonesia, Megawaty Khie, mengatakan program JuaraGCP melatih lebih dari 12.000 pengembang di Indonesia di 60 kota, untuk bidang analisis data, machine learning dan DevOps.

Mengutip laporan Boston Consulting Group, akan ada 345.000 pekerjaan baru pada 2023 jika teknologi cloud publik diadopsi secara signifikan di Indonesia.

Teknologi komputasi awan atau cloud dibutuhkan untuk mendukung transformasi digital, bukan hanya bagi perusahaan rintisan, namun, perusahaan mana pun agar bisnis mereka tetap dapat bersaing.
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BUMDes Sumberwuluh Gelar Pelatihan Daur Ulang Limbah Popok

LUMAJANG – KSM Bina Laman Lestari Satu dan BUMDes Sumber Rejeki Desa Sumberwuluh, bersinergi DLH Kabupaten Lumajang gelar pelatihan daur ulang limbah popok, Sabtu (31/10/2020).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah untuk mengurai permasalahan sampah yang masih menjadi persoalan serius di banyak wilayah, terutama sampah popok sekali pakai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Yuli Haris memberikan apresiasi kepada pencetus inovasi Popokku Berkah, Khoirul Anwar dan anggota KSM, Nur Kholis, pemerhati sampah.

Yuli mengakui bahwa sampah atau limbah popok sekali pakai menjadi sampah terbesar kedua yang sering ditemukan dibuang di Sungai. Tentu hal tersebut sangat mencemari lingkungan, karena gel penyerap dari popok mengandung limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

“Barang satu ini bikin resah. Membuat sungai merana dan kerap ditemukan berenang di sungai, bahkan menyumbat saluran air,” pungkasnya. (bam/red)

Dua Atlet Lumajang Berhasil Raih Medali Kejurnas Anggar Gasta Open Champhionsip Tahun 2020

LUMAJANG – Dua orang Atlet Cabang Olahraga (Cabor) Anggar Kabupaten Lumajang berhasil memperoleh medali dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar Gasta Open Champhionsip Tahun 2020, yang dilaksanakan selama dua hari yakni mulai 31 Oktober – 1 November 2020 di Kota Surabaya.

“Saat Kejurnas Anggar Gasta Open Champhionsip 2020 di Surabaya kemarin, Kabupaten Lumajang mengirimkan enam orang Atlet Cabor Anggar, dan alhamdulillah dua orang atlet itu berhasil menoreh prestasi terbaiknya dengan memperoleh medali perak dan perunggu,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lumajang Paimin saat dimintai keterangan melalui telepon selulernya, Senin (2/11/2020).

Paimin juga mengatakan, bahwa dua orang atlet yang berhasil mendapat medali tersebut, yakni Fathir Regiansyah asal SMPN 1 Lumajang mendapatkan medali perak, dan Farel Aksa Febrian asal SMPN 1 Lumajang mendapatkan mendapatkan medali perunggu.

Menurutnya, sejumlat atlet dari Cabor Anggar di Kabupaten Lumajang memiliki potensi yang sangat bagus, karena dalam setiap uji tanding pada sejumlah acara yang diadakan pada berbagai daerah, Atlet Cabor Anggar di Lumajang dapat meraih prestasi yang memuaskan.

“Untuk itu, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang mengucapkan selamat dan terima kasih kepada atlet dan pelatih Cabor Anggar, maupun Cabor lainnya karena telah selama ini telah berlatih keras sehingga dapat berpartisipasi untuk mengharumkan nama daerah,” ujar dia.

Ia menambahkan, bahwa di Tahun 2021 nanti, pihaknya akan lebih banyak menyosialisasikan cabang olahraga yang ada di Kabupaten Lumajang kepada sekolah-sekolah, sehingga nantinya akan muncul bibit-bibit atlet olahraga baru di Lumajang.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga berpesan selama pandemi Covid-19 seperti saat ini, diharapkan agar saat pelaksanaan latihan olahraga para atlet hendaknya selalu menerapkan protokol kesehatan, sehingga semuanya dapat selalu terjaga kesehatannya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Kabupaten Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Pengkab IKASI) Lumajang Achmad Zaky mengungkapkan bahwa saat pertandingan, Fathir Regiansyah berlaga pada kelas senjata foil berhasil menyisihkan atlet dari sejumlah daerah, walaupun pada akhirnya harus puas menerima medali perak, setelah kalah dengan Atlet Cabor Anggar dari Jawa Tengah. Sedangkan, Farel Aksa Febrian juga meraih prestasi gemilang, dengan meraih medali perunggu dari kelas yang sama.

“Ini hasil maksimal yang bisa diraih tim anggar Lumajang. Walaupun harapan kami mendapatkan medali emas, namun akhirnya harus puas dengan medali perak dan perunggu,” ungkap dia melalui pesan singkatnya, Senin (2/11/2020).

Ia menambahkan, bahwa meskipun dalam event Kejurnas tersebut, empat orang atlet lainnya belum beruntung karena menghadapi event yang cukup besar. Dirinya berharap, melalui event tersebut mental tanding anak asuhnya semakin kuat untuk menghadapi event-event selanjutnya.

“Ini eventnya Kerjurnas, jadi walaupun tidak berhasil membawa medali, setidaknya anak-anak bisa mendapatkan pelajaran berharga dari event ini, untuk semakin berani menghadapi event berikutnya,” pungkasnya. (hum/red)

Hujan Lebat, Tebing 15 Meter Longsor

LUMAJANG – Tebing setinggi 15 meter di Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Pronojiwo longsor pada Senin (02/11/2020) dini hari akibat terjadi hujan lebat.

Kepala Bidang Kedaruratan, Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Lumajang, Setiawan Purnomo mengungkapkan longsoran tebing sempat menutupi badan jalan.

“Tadi malam hujan deras mengakibatkan longsor, tadi sekitar jam 3-4 kejadiannya, longsor menutupi badan jalan di Dusun Sumberbulus, Desa Oro-oro Ombo,” ungkapnya

Dijelaskan, pihak BPBD telah melakukan penanganan longsor tersebut dengan mengerahkan timnya yang juga dibantu TNI-Polri dan masyarakat agar jalan segera dapat dilintasi pengendara.

“Saat ini masih ditangani oleh BPBD, Tagana, Forkopimca Pronojiwo bersama masyarakat, untuk roda 2 masih bisa lewat, untuk roda 4 masih diusahakan,” jelasnya.

Setiawan mengungkapkan bahwa di jalur Piket Nol ada beberapa titik rawan longsor yang menjadi pantauan BPBD Lumajang. Untuk itu, pihaknya berharap agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan melintas Piket Nol ketika hujan turun.

“Untuk masyarakat ketika hujan deras dimohon tidak melintasi karena di Piket Nol beberapa titik masih rawan longsor, jangan memaksakan diri untuk berkendara, beberapa titik rawan bisa terjadi longsor sewaktu-waktu,” tuturnya. (bam)