Home Blog Page 329

Polres Pasuruan Beri Santunan Keluarga Korban Anirat di Wonorejo

0

PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan mengunjungi keluarga korban Penganiayaan berat (Anirat), M. Haidar Mustofa, di Wonorejo (11/8/2025).

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyerahkan santunan dan mengimbau keluarga menahan emosi sembari memercayakan penyelesaian kasus kepada kepolisian.

Kapolsek Wonorejo AKP Sugiyanto, S.H., melaporkan bahwa Kapolres Pasuruan tiba di rumah duka di Dusun Areng-areng Selatan, Desa Sambisirah, pukul 15.30 WIB. Kunjungan ini menyusul meninggalnya M. Haidar Mustofa dalam insiden itu.

Sugiyanto menjelaskan, bahwa kakek korban Yayak, tidak percaya jika pelaku alami masalah kejiwaan. “Keluar tidak percaya pelaku ada gangguan jiwa, namun yang pasti keluarga telah ikhlas atas kepergian Haidar,” terang Kapolsek Wonorejo.

Menanggapi hal ini, Kapolres AKBP Jazuli Dani Iriawan menekankan pentingnya penyelesaian prosedural. “Saya imbau keluarga mempercayakan proses hukum kepada kepolisian dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan berlangsung singkat:

  • Kapolres menyerahkan santunan ke keluarga korban,
  • Melakukan pengecekan lokasi kejadian di rumah pelaku, dan
  • Bertolak dari lokasi pukul 15.45 WIB.

Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Kasat Lantas AKP Derie Fradesca, Camat Wonorejo Mulyohadi, dan Kades Abdul Rokhim. Kapolsek menegaskan, langkah ini bagian dari pendekatan humanis Polres Pasuruan atas musibah yang terjadi di masyarakat.

Pj. Ketua TP- PKK Barito Utara Lantik 11 Ketua TP- PKK Desa, se- Kecamatan Lahei Barat

BARITO UTARA- Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak, Pemberdayaa dan Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah Kalteng) Ny. Melly Novita Indra Gunawan, mengajak seluruh Ketua TP PKK Desa se- Kecamatan Lahei Barat untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjadi motor penggerak pembangunan di desa masing- masing.

Hal ini disampaikan Ny. Melly Novita dalam sambutannya saat melantik 11 Ketua TP PKK desa se- Kecamatan Lahei Barat, yang digelar pada Aula Kecamatan Lahei Barat, Senin (11/08/2025) kemaren.

“Semoga amanah ini dapat saudara laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kesungguhan. Saya berharap TP PKK Desa tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga mampu membina para kader, kelompok PKK, dasa wisma, serta menggerakkan masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan melalui gerakan PKK,” ujar (Pj) Ketua TP- PKK Barito Utara.

la juga menekankan pentingnya melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh ketua sebelumnya, seperti peran aktif dalam menurunkan angka stunting, penguatan fungsi PAUD di Posyandu, pemanfaatan lahan pekarangan dalam rangka menekan inflasi, serta peningkatan kesetaraan gender.

“Lanjutkan dan pengabdian tersebut, karena hingga saat ini dukungan dan pengabdian tim penggerak PKK masih sangat diperlukan,” serunya penuh kekeluargaan. 

Kegiatan pelantikan tersebut, juga mrnjadi momentum untuk memperkuat peran PKK sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan, yang berkelanjutan dan berbasis keluarga, khususnya di wilayah pedesaan di Kecamatan Lahei Barat.  (SS)

Polres Pasuruan Pererat Sinergi dengan Masyarakat Melalui Olahraga Bersama di HUT RI ke-80

0

PASURUAN – Memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Polres Pasuruan menggelar serangkaian kegiatan olahraga bersama yang mempertemukan personel kepolisian dan warga di Mapolres Pasuruan dan sejumlah titik strategis, Selasa (12/8/2025).

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam membangun hubungan dengan masyarakat.

“Kami sengaja memilih olahraga bersama sebagai metode pembauran tanpa sekat. Momentum HUT RI ke-80 ini menjadi pengingat bahwa keamanan dibangun melalui kolaborasi aktif,” ujarnya.

Polres Pasuruan berkomitmen melanjutkan model pendekatan ini secara berkelanjutan, “Sinergi polisi-masyarakat adalah fondasi terciptanya kamtibmas yang hakiki,” imbuh Kapolres.

Masyarakat menyambut positif inisiatif ini Polres Pasuruan, “Kami melihat upaya tulus Polres mendekatkan diri lewat kegiatan inklusif. Olahraga bersama menghilangkan kesan kaku aparat.”

Melalui olahraga bersama, Polres Pasuruan mentransformasikan semangat kemerdekaan menjadi gerakan sosial konkret, mengukuhkan peran kepolisian sebagai mitra masyarakat dalam merawat persatuan bangsa.(Qomar)

Patroli Dini Hari, Tim Pemburu Kejahatan Polres Lumajang Sasar Wilayah Rawan 4C

0

Lumajang – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Tim Pemburu Kejahatan Polres Lumajang kembali melaksanakan patroli antisipasi 4C (Curat, Curas, Curanmor, dan Curhewan) pada Selasa (12/8/2025) dini hari.

Patroli dipimpin oleh Ipda Rahmat Budy Prasetyo dengan menggunakan sepeda motor. Rangkaian patroli dimulai di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, sekitar pukul 00.00 WIB, dengan fokus memantau jalur sepi yang berpotensi menjadi lokasi tindak kriminal.

Selain melakukan pemantauan, petugas juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan warga setempat untuk menjalin komunikasi dan mengajak mereka turut serta menjaga keamanan lingkungan.

Sekitar pukul 03.00 WIB, tim melanjutkan patroli ke wilayah Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, dan kemudian bergerak ke Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, pada pukul 04.00 WIB.

Menurut Ipda Rahmat Budy Prasetyo, patroli ini dilakukan secara rutin untuk menekan angka kejahatan di wilayah hukum Polres Lumajang, khususnya di jam-jam rawan.

“Kami sengaja melakukan patroli pada dini hari karena pada jam tersebut potensi terjadinya tindak kriminal lebih tinggi. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada, tidak segan melapor jika melihat hal mencurigakan, serta mengaktifkan kembali ronda malam sebagai langkah pencegahan.

Kegiatan patroli berlangsung lancar dan kondusif tanpa ditemukan adanya gangguan Kamtibmas yang signifikan.

Polres Pasuruan Pererat Hubungan dengan Masyarakat Lewat Lomba HUT RI ke-80

0

PASURUAN – Memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Polres Pasuruan menggelar berbagai perlombaan meriah yang mempertemukan personel kepolisian dan warga masyarakat di Mapolres Pasuruan, Selasa (12/8/2025).

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, S.I.K , M.Tr.Opsla.menegaskan pentingnya pendekatan langsung kepada masyarakat, “Kita gunakan momentum ini untuk lebih dekat dengan masyarakat di wilayah Polres Pasuruan,” ujar Jazuli dalam pernyataannya.

Masih Kapolres, “Dengan mengadakan lomba-lomba antar polisi bersama masyarakat, hubungan kita semua diharapkan menjadi lebih akrab dan harmonis, imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa metode pendekatan dan pembauran dengan masyarakat sengaja dipilih sebagai bentuk memaknai kemerdekaan. Acara ini diikuti oleh anggota Polres Pasuruan, para Kapolsek jajaran, serta masyarakat sekitar yang berbaur tanpa sekat.

Beragam lomba digelar untuk menciptakan semangat kebersamaan dan tawa, seperti lomba makan kerupuk dan membawa balon dengan kelereng. Lomba-lomba tersebut tidak hanya menghibur tetapi juga dirancang untuk mendidik ketangkasan dan kerjasama antar peserta.

Kegiatan ini berhasil menghadirkan keceriaan dan semangat persatuan, menunjukkan kesatuan bangsa Indonesia dalam suasana peringatan kemerdekaan di lingkungan kepolisian Pasuruan.

Polresta Sidoarjo Berhasil Ungkap Kasus Penjualan Data Pribadi untuk Judol, Transaksi Capai Rp 5 Miliar

0

SIDOARJO – Satreskrim Polresta Sidoarjo Polda Jatim berhasil mengungkap kasus penjualan data pribadi, berupa rekening bank yang digunakan sebagai sarana dalam melakukan judi online.

Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing mengatakan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat adanya dugaan aktifitas jual beli data pribadi berupa rekening bank yang digunakan
sebagai sarana dalam melakukan judi online.

“Setelah kami lakukan
penyelidikan, satu orang tersangka inisial R.A.K kami amankan,” kata Kombes Christian,Senin (11/8/25).

Selanjutnya Polisi melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku lainnya, BA, JP, RWD, MRF, ASW, FI dan FY beserta barang bukti 14 handphone, 25 buku tabungan serta 61 kartu ATM berbagai bank.

Masih kata Kombes Pol Christian, modus operandi yang dilakukan pelaku adalah mencari nasabah secara acak, dengan iming – iming memberikan uang senilai Rp.500.000,- sampai dengan Rp.1.000.000,- untuk membuat rekening bank,
sekaligus pengaktifan M-Banking.

Setelah rekening nasabah jadi, akan diambil oleh pelaku untuk dihimpun dan dikirim ke luar negeri (Taiwan dan kamboja), serta akan digunakan sarana judi online.

Adapun nilai perputaran uang yang ada pada salah satu rekening sekitar Rp 5 Miliar.

“Uang yang mereka peroleh itu digunakan untuk memenuhi perekonomiannya,” kata Kombes Christian.

Tersangka dalam kasus ini dikenakan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 Miliar, sesuai dalam Pasal 67 Ayat (1) UURI Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi Jo Pasal 
55 KUHP. (*)

Polisi Peduli : Polres Probolinggo Gandeng BPBD Distribusikan Air Bersih untuk Warga Tiris

PROBOLINGGO,- Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, Polres Probolinggo Polda Jatim bersama BPBD menggelar bakti sosial (baksos) pendistribusian air bersih, di Desa Tulupari dan Desa Rejing, Kecamatan Tiris, Senin (11/8/2025).

Pendistribusian ini dilakukan menggunakan armada tangki air milik BPBD untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga.

Warga terlihat antusias menyambut bantuan tersebut, mengingat musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya pasokan air di wilayah mereka.

Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara Polri, BPBD, dan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan memenuhi kebutuhan dasar air bersih, khususnya di tengah musim kemarau,” kata AKBP Latif.

Selain menyalurkan air bersih, petugas juga mengimbau warga untuk bijak dalam mengelola dan menggunakan air, serta menjaga kesehatan lingkungan.

Warga setempat mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, apalagi saat ini air sangat sulit didapat,” kata salah satu warga Desa Tulupari.

Dengan adanya kegiatan bakti sosial ini, diharapkan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi sementara waktu, sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat. (*)

Semarak Kemerdekaan Warnai Gerakan Pangan Murah Polres Batu

0

KOTA BATU – Menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Batu Polda Jawa Timur (Jatim) melalui Satreskrim menggelar Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Senin (11/8/2025).

Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung program Polri Untuk Masyarakat.

Pada bazar tersebut warga bisa membeli beras kualitas SPHP Medium seharga Rp12.000/kg, lebih murah dari harga pasar yang mencapai Rp13.800/kg.

Antusiasme tampak saat ratusan warga memadati halaman Dusun Jeding, Desa Junrejo, sejak pagi.

Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata melalui Kasat Reskrim Iptu Joko Suprianto menjelaskan, program ini bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.

“Kami mendekat dan berbagi agar masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.

Total sebanyak 2,5 ton beras disiapkan dalam kegiatan bazar murah ini.

Polres Batu Polda Jatim berencana menggelar program serupa di wilayah lain hingga 16 Agustus 2025 nanti.

Melalui Gerakan Pangan Murah, Polres Batu Polda Jatim berharap kebersamaan Polisi dan masyarakat semakin erat, sekaligus menguatkan semangat gotong royong sebagai warisan perjuangan bangsa.

Ada yang menarik dari kegiatan ini saat anggota Polwan dari Sat Reskrim menggunakan Pernik Pernik kemerdekaan karena moment kali ini bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 80.

Kasat Reskrim Iptu Joko Suprianto menegaskan bahwa anggotanya ikut memeriahkan acara Gerakan Pangan Murah tersebut.

“Benar, itu memang dari anggota Kami, sengaja menggunakan atribut Merah Putih sebagai bentuk wujud rasa nasionalisme yang tinggi sekaligus juga suatu cara untuk mendekatkan diri karena Polri Untuk Masyarakat,”pungkasnya. (*)

PENANDATANGANAN MoU RESTORATIVE JUSTICE,KEJARI KOTA CIMAHI DENGAN PEMKOT CIMAHI

CIMAHI,Senin(11/08/2025)
Pemerintah Kota Cimahi bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan Rumah Restorative Justice di seluruh kelurahan se-Kota Cimahi. Penandatanganan berlangsung di Aula Kejari Cimahi, Senin (11/8/2025), dan menjadi langkah strategis dalam penyelesaian perkara pidana ringan secara damai di luar jalur pengadilan.


Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dan kejaksaan untuk meningkatkan pelayanan hukum yang cepat, sederhana, dan berbiaya ringan. “Melalui Rumah Restorative Justice, perkara-perkara ringan dapat diselesaikan dengan musyawarah dan perdamaian, sehingga mengembalikan kerukunan serta menjaga persaudaraan di masyarakat,” ujarnya.


Restorative Justice merupakan pendekatan penyelesaian perkara pidana yang mengedepankan keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan yang hidup di masyarakat. Prinsipnya meliputi pemulihan kerugian korban, kesadaran dan pertanggungjawaban pelaku, serta kepentingan masyarakat untuk menghindari perpecahan dan memelihara keamanan lingkungan.


Ngatiyana menegaskan bahwa kerja sama ini akan menyasar seluruh kelurahan di Kota Cimahi. Kejari Cimahi bersama jajaran akan turun langsung melakukan mediasi ketika terjadi permasalahan hukum yang memenuhi kriteria Restorative Justice. “Kami berharap ini menjadi solusi yang lebih manusiawi dan efektif bagi warga, sekaligus mengurangi beban lembaga pemasyarakatan,” tambahnya.


Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi, Nurintan M.N.O Sirait, menjelaskan bahwa Rumah Restorative Justice bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang pertemuan yang dapat dimanfaatkan untuk proses mediasi, penyuluhan hukum, hingga pemberdayaan masyarakat. “Proses mediasi melibatkan jaksa fasilitator, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta perangkat kelurahan. Pendekatan ini memungkinkan semua pihak terlibat aktif mencari solusi damai,” paparnya.


Selain menangani perkara pidana ringan, Rumah Restorative Justice dapat menjadi pusat edukasi hukum bagi warga, seperti sosialisasi bahaya narkoba atau mediasi sengketa perdata sebelum masuk ke pengadilan. Program ini sejalan dengan ketentuan KUHP baru yang akan berlaku pada 2026, di mana mediasi penal diatur secara resmi dalam sistem hukum nasional.


Inovasi lain dari kerja sama ini adalah pemberian program pemulihan bagi pelaku setelah mediasi. Dengan dukungan Pemerintah Kota Cimahi dan Dinas Ketenagakerjaan, pelaku akan diarahkan mengikuti pelatihan kerja sesuai minat dan keterampilan, seperti bengkel, las, atau tata boga. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi pengulangan tindak pidana akibat masalah ekonomi. Bahkan korban atau ahli waris yang terdampak juga dapat memperoleh pelatihan serupa sebagai bentuk kepedulian sosial.


Dengan target pendirian 15 Rumah Restorative Justice di seluruh kelurahan, kedua pihak optimistis program ini dapat menciptakan budaya hukum yang berkeadilan, humanis, dan bermartabat, sekaligus meningkatkan ketenteraman masyarakat.


“Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan setiap warga memiliki akses pada keadilan yang tidak hanya menghukum, tetapi juga memulihkan dan memberdayakan,” tutup Nurintan.

Achmad Syafei
Sumber:(Bidang IKPS)

Bupati Ipuk Paparkan Sembilan Tatanan Kabupaten Sehat di Hadapan Tim Penilai Pusat

Banyuwangi – Gempurnews.com. Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang terpilih untuk mengikuti tahap Verifikasi Lanjutan dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional pada tahun ini.

Dalam kegiatan yang digelar secara virtual pada Senin (11/8/2025) tersebut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan sembilan tatanan Kabupaten Sehat di hadapan tim penilai KKS pusat.

Verifikasi lanjutan ini menjadi tahap penting dalam penilaian penghargaan Swasti Saba Wistara, predikat tertinggi bagi daerah yang berhasil menciptakan kondisi daerah yang bersih, nyaman, aman dan sehat.

Kegiatan verifikasi lanjutan tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Verifikasi KKS Pusat, Anugerah, dengan diikuti berbagai unsur. Seperti tim pembina KKS Provinsi Jatim, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono; Plh. Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo; Ketua Forum Banyuwangi Sehat, Soekardjo; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Anna Mujiono; serta segenap OPD terkait.

Dalam paparannya, Ipuk menjelaskan bahwa Kabupaten Banyuwangi telah lima kali meraih penghargaan sebagai Kabupaten Sehat Tingkat Nasional. Dua kali di antaranya (tahun 2019 dan 2021), Banyuwangi berhasil meraih predikat tertinggi sebagai Kabupaten Sehat Swasti Saba Wistara.

“Tahun ini kita targetkan bisa kembali meraih Swasti Saba Wistara,” kata Ipuk.

Oleh karena itu, Pemkab terus melakukan berbagai inovasi, terutama pada 9 tatanan yang menjadi kunci terwujudnya kabupaten sehat.

Sembilan tatanan tersebut meliputi: Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri; Permukiman dan Fasilitas Umum; Satuan Pendidikan; Tatanan Pasar; Perkantoran dan Perindustrian; Lalu Lintas; Pariwisata; Perlindungan Sosial; serta Penanggulangan Bencana.

Ipuk pun memaparkan berbagai inovasi yang digulirkan pemkab pada setiap tatanan tersebut. Misalnya, pada tatanan Masyarakat Sehat Mandiri, pemkab berupaya mengubah paradigma masyarakat “sakit” ke “sehat” melalui Mall Orang Sehat.

“Kami mendorong masyarakat untuk ke puskesmas tidak hanya saat sakit. Saat sehat pun mereka bisa berkonsultasi masalah kesehatannya ke puskesmas. Sehingga jika ada potensi sakit bisa segera diantisipasi,” terang Ipuk.

Selain itu, Banyuwangi juga membuat program Puskesmas Asuhan Spesialistik (PAS) yang melibatkan 38 dokter spesialis Obgyn dan dokter spesialis anak untuk mengampu puskesmas.

“Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas SDM di puskesmas. Dengan demikian pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi di Puskemas juga semakin berkualitas,” kata Ipuk.

Program pendampingan tersebut juga diharapkan mampu menguatkan jejaring antar fasilitas layanan kesehatan dari hulu hingga hilir.

Pada tatanan Pasar Sehat, pemkab juga banyak membuat inovasi. Salah satunya, melakukan pembatasan pendirian pasar modern baru berjejaring. Hal ini bertujuan untuk menjaga keberadaan toko kelontong dan pasar tradisional agar tetap eksis.

Berbagai inovasi Banyuwangi tersebut, mendapatkan apresiasi positif dari tim verifikasi pusat. Tim verifikator juga mengapresiasi semangat dan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam membangun kabupaten yang sehat.

“Sinergi lintas sektornya sangat kuat. Semoga kerja keras semuanya bisa membawa Banyuwangi meraih predikat Swasti Saba Wistara,” kata Ketua Tim Verifikasi Pusat, Anugerah.

Dalam proses verifikasi tersebut, tim pusat juga memberikan sejumlah masukan terhadap kelengkapan dokumen pelaporan. (*/Biro)