Home Blog Page 345

Penantian 11 Tahun, Benjamin Prades Juara Baru Tour de Banyuwangi Ijen 2025

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Tour de Banyuwangi Ijen kembali melahirkan juara baru. Tahun ini Pembalap DC Fukuoka Jepang, Benjamin Reverte Prades berhasil menjuarai kompetisi balap sepeda agenda resmi Union Cycliste Internationale (UCI/Federasi Balap Sepeda Dunia tersebut. Bagi pembalap asal Spanyol tersebut, kemenangan ini merupakan penantian selama 11 tahun untuk bisa menjuarai Tour de Banyuwangi Ijen.

Pembalap berusia 41 tahun itu berhasil menjadi yang tercepat Etape Empat dengan catatan waktu 4 jam 9 menit 42 detik. Sementara peringkat dua diraih Adne Van Engelen dari Terengganu Cycling Team Malaysia, dan peringkat tiga oleh Nicolo Pettiti dari Swat Club Italia, dengan selisih waktu masing-masing 2 detik dan 47 detik. Etape terakhir tersebut start di RTH Maron Genteng dan finish di Paltuding Gunung Ijen, Kamis (31/7/2025) yang juga dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo.

Benjamin pertama kali mengikuti TdBI mulai 2014. Ini merupakan keenam kalinya dia mengikuti kompetisi yang memasuki tahun ke-10 tersebut.

Tour de Banyuwangi Ijen pertama kali digelar pada 2012. Sempat terhenti tiga tahun karena pandemi Covid-19 pada 2020 dan kembali digelar pada 2024.

“Ini enam kalinya saya ikut. Saya pernah meraih finish di posisi dua dan tiga, tapi belum pernah juara sebelumnya. Saya bahagia karena balapan ini luar biasa. Ini salah satu balapan favorit saya,” kata Benjamin.

Bahkan karena berhasil meraih juara TdBI, Benjamin berpikir ulang untuk pensiun. “Setelah melihat hasil ini, saya jadi bertanya mengapa harus berhenti, kalau saya masih bisa tampil bagus. Sekarang saya punya satu alasan lagi untuk lanjut setidaknya satu tahun lagi,” katanya.

Benjamin mengaku tak menyangka bisa menjadi juara, karena tipikalnya bukan pembalap climber sejati. “Saya pikir tidak akan pernah menang di sini. Karena lintasannya cocok untuk climber sejati. Sementara saya bukan. Saya hanya lakukan terbaik untuk menang,” tambahnya.

Benjamin mengatakan Tour de Banyuwangi Ijen tahun ini lebih menantang. “Tahun ini litasannya lebih bervariasi dan menantang. Ditambah hujan, membuat balapan menjadi lebih sulit,” katanya.

Hasil ini membuat Benjamin berhak atas Ijen Sulfur Jersey (Yellow Jersey).

Peraih Jersey di Tour de Banyuwangi Ijen tahun ini diraih oleh pembalap yang berbeda-beda. Meski Benjamin keluar sebagai juara, namun Pembalap Italia, Pettiti yang finish di posisi tiga berhasil mempertahankan Polkadot Jersey (Raja Tanjakan) yang didapatnya dalam dua etape terakhir.

“Tanjakannya sangat berat dan panjang. Bahkan ada lintasan sepanjang satu kilometer dengan kemiringan lebih dari 20 persen. Saya tidak tahu apakah ada tanjakan lain seperti di sini,” kata Pettiti.

“Saya sangat berharap bisa ikut lagi. Saya sangat menikmati balapan di sini. Saya suka tempat ini, saya suka orang-orangnya. Ini pengalaman terbaik hidup saya. Saya tidak akan melupakan momen ini,” tambah Pettiti.

Sementara Blue Fire Jersey (Green Jersey/Best Sprinter Classification) tetap diraih pembalap Belanda, Jeroen Meijers dari Victoria Sports Pro Cycling Filipina.

Pembalap Indonesia, Syelhan Nurahmat Muhammad, dari ASC Monster Indonesia, berhasil mempertahankan Best Indonesian Rider (Banyuwangi Reborn Jersey). (*/Biro)

Bupati ngantor di kecamatan Tongas langsong langsong tinjou Potensi Dan Permasalahan Warga tongas

Probolinggo,
Dalam upaya membangun kedekatan dan pemahaman langsung terhadap persoalan masyarakat di tingkat bawah, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris bersama Wakil Bupati dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar program kerja bertajuk “Ngantor di Kecamatan” yang kali ini dilaksanakan di Kecamatan Tongas, Kamis (31/725).

Sejak pagi, Bupati beserta istri dan Wakil Bupati beserta istri tiba di lokasi dengan penyambutan hangat dari masyarakat dan jajaran pemerintahan setempat. Setelah transit, kegiatan dimulai dengan peninjauan berbagai aktivitas, seperti UMKM, pelatihan menjahit, pengelolaan mikroba lokal (microbacter), hingga kegiatan komunitas “Selantang”.

Acara dilanjutkan dengan coffee morning dan sarapan bersama warga serta tokoh masyarakat.

Rangkaian kegiatan Bupati dan rombongan mencakup kunjungan ke berbagai desa, Desa Tongas Wetan Meninjau usaha ekspor rajungan yang menjadi potensi kelautan daerah.
Desa Wringinanom, Mengunjungi desa tematik hijau dengan komoditas Pepaya California dan pelatihan Asmantoga (Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga). Desa Tambakrejo, Meninjau usaha produksi Kecap Kipas Sate dan UMKM Aniki. Desa Klampok, Melihat langsung kegiatan produksi UMKM Tortila dan melakukan ISHOMA di kediaman anggota DPRD Probolinggo, Bapak Junaedi.

Pasar Tambakrejo, Tinjauan terhadap keberadaan water barrier sebagai fasilitas penunjang keselamatan lalu lintas pasar.

Pantai Bahak, Desa Curahdringu, Menggelar edukasi kebersihan dan peninjauan destinasi wisata bahari.

Dalam sambutannya, Bupati Gus Haris menegaskan pentingnya pendekatan langsung untuk menggali persoalan-persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Kita tidak sedang memindahkan kantor Pemda ke Tongas, tapi hari ini seluruh jajaran pemkab hadir untuk menyentuh langsung masyarakat. Melihat dan merasakan apa yang mereka alami,” ucapnya di hadapan masyarakat dan jajaran pejabat, termasuk Danramil, Kapolsek, Camat, DPRD, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan para pelaku usaha.

Bupati mengungkapkan banyaknya persoalan yang ditemukan, mulai dari akses jalan, air bersih, listrik, hingga lapangan pekerjaan. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, CSR perusahaan, dan masyarakat dalam membangun daerah.

“Tongas ini salah satu kecamatan terluas, dengan potensi luar biasa dari pertanian hingga maritim. Tapi kita juga punya banyak PR, seperti akses air bersih, sumur bor, dan distribusi listrik yang belum merata,” ungkapnya.

Bupati Probolinggo. Gus dr. Mohammad Haris juga menekankan perlunya pendekatan data dalam pengambilan kebijakan dan program pembangunan. Ia menyebutkan akan mengadakan lomba kecamatan terbaik, sebagai bentuk evaluasi kinerja kecamatan dalam menyelesaikan masalah riil masyarakat.

“Kami ingin setiap camat dan kepala desa menjadi ujung tombak. Kalau ada masalah, jangan hanya dilaporkan, tapi juga di-assess dan dibawa ke forum bersama. Kita selesaikan bareng-bareng,” ujarnya.

Dalam kunjungan ini, Pemkab juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan UMKM dan pertanian organik. Bupati Probolinggo memuji inovasi kelompok tani yang mulai meninggalkan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik yang lebih ramah lingkungan dan sehat.

Di sisi lain, Bupati Probolinggo juga menargetkan peningkatan investasi dan pembukaan lapangan pekerjaan. Ia menyebutkan bahwa rencana kehadiran investor besar yang dapat menyerap hingga 15.000 tenaga kerja tengah dijajaki.

“Kita siapkan infrastruktur dan RTRW yang mendukung. Jangan sampai peluang besar ini lepas karena kita tidak siap,” tegasnya.

Kegiatan “Ngantor di Kecamatan” ini menjadi wadah strategis dalam membangun kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menunjukkan komitmennya untuk hadir, mendengar, dan bertindak demi kesejahteraan seluruh warga.

“Semoga ini menjadi langkah awal menuju Probolinggo yang lebih menyala, lebih bersinar, dan lebih sejahtera,” pungkas Gus Haris.(Ali)

Tour de Ijen di Warga Banyuwangi: Dari Pinggir Jalan Hingga ke Layar Kaca, Semua Bersorak

Banyuwangi – Gempurnews com. Warung bakso Lesehan Hijau di Desa Sraten, Kecamatan Cluring terlihat meriah. Para pengunjung tak hanya menyantap gurihnya kuah bakso, tapi juga mengikuti serunya Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI). Mereka menyaksikan keseruan para pembalap dunia beradu cepat di jalanan bumi Blambangan.

Abdullah, sang pemilik warung, sengaja memutar siaran langsung TdBI dari chanel Youtube Kabupaten Banyuwangi. Dengan layar sebesar 32 inci, penonton dengan nyaman mengikuti aksi Jeroen Meijers dan lainnya. “Sampai empat hari kita akan nobar,” kata Abdullah.

“Sudah jadi kebiasaan. Kalau TdBI digelar, pasti kita nobar di sini. Tahun kemarin kita bahkan pakai speaker, tapi sekarang rusak,” cerita Abdullah, pemilik warung yang juga penggemar tim BRCC, tim sepeda asal Banyuwangi.

Sudah 10 tahun dilaksanakan, masyarakat Banyuwangi punya cara sendiri menikmati gelaran balap sepeda ini. Ada yang menunggu di pinggir lintasan sejak pagi, ada yang menyimak lewat layar ponsel sambil bekerja, ada pula yang sengaja datang ke lokasi-lokasi rute pembalap demi menyaksikan para pembalap terbaik melaju kencang.

Bagi warga, TdBI bukan lagi sekadar tontonan. Ini sudah jadi bagian dari ritme tahunan, event yang ditunggu-tunggu. Bahkan mereka yang lintasannya tidak dilalui pun tetap menyempatkan diri untuk menyaksikan langsung.

“Saya tinggal di Kecamatan Genteng, jalan rumah saya nggak dilewati balapan. Tapi saya tetap datang ke Sraten, khusus buat nonton. Saya akan ke Ijen, melihat tanjakan langsung,” ujar Ismail, seorang guru SD yang terlihat sangat antusias.

Hal serupa dirasakan Sukirno, warga Desa Jelun, yang ikut bersorak saat konvoi pembalap melintas. “Ayo Mister! Jangan sampai disalip!” serunya sambil tertawa bersama warga lain. Di sudut lain, Agus, pedagang buah dari Siliragung, hanya bisa tersenyum meski balapan tak melewati kampungnya. “Seneng lihatnya, tapi sayang nggak lewat rumah,” katanya.

Bagi pemerhati sosial Banyuwangi, Ir. KH. Ahmad Wahyudi, TdBI bukan sekadar event olahraga. Ada semacam energi kolektif yang tumbuh dari interaksi warga dengan kegiatan ini. “Warga rela berdiri berjam-jam di pinggir jalan, hanya untuk memberi semangat. Ini bukan perilaku biasa. Mereka ikut merasa memiliki,” ujarnya.

Ia menambahkan, efek non-material dari TdBI jauh lebih besar dari yang terlihat. Anak-anak terinspirasi, masyarakat belajar tertib dan disiplin, dan semua merasakan kebanggaan menjadi tuan rumah event internasional.

“Yang mahal itu bukan cuma nilai ekonominya, tapi nilai sosialnya. Ini menggerakkan semangat gotong royong dan membuka cara pandang baru bagi generasi muda,” tegasnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut bahwa TdBI telah menjadi bagian dari “tradisi” masyarakat. “TdBI bukan hanya sekadar ajang balap, tapi sudah menjadi peristiwa budaya. Masyarakat merayakannya dengan sukacita, dan itu menunjukkan bahwa mereka telah menyatu dengan semangatnya,” ujarnya.

Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, Tour de Banyuwangi Ijen bukan lagi sekadar lomba. Ia telah menjelma menjadi bagian dari identitas. Para pembalap tak hanya disambut dengan tepuk tangan, tapi juga dengan rasa bangga dari masyarakat Banyuwangi yang menyaksikan dan merayakan dari mana pun mereka berada. (*/Biro)

Konsisten Gelar Tour de Banyuwangi Ijen, Menpora: Harus Dicontoh Daerah Lain

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, datang ke Banyuwangi untuk menyaksikan Tour de Banyuwangi Ijen 2025, Kamis (31/7/2025). Menpora mengapresiasi Banyuwangi yang konsisten menggelar event internasional seperti Tour de Ijen hingga masuk tahun ke-10.

“Yang terpenting itu bukan hanya menggelar event, tapi bagaimana bisa konsisten. Seperti Banyuwangi yang konsisten menggelar Tour de Ijen hingga memasuki tahun ke-10. Ini harus dicontoh daerah lain,” kata Dito, saat start Etape Empat, di RTH Maron, Kecamatan Genteng.

Dito mengatakan Tour de Banyuwangi Ijen tidak hanya memajukan sektor olahraga tapi juga turut mempromosikan pariwisata Banyuwangi.

Dito mengaku senang, karena TdBI semakin digemari para pembalap mancanegara. Tahun ini, diikuti 99 pembalap dari 24 negara yang tergabung dalam 20 tim.

Dito melihat event ini semakin berkembang dari tahun ke tahun. “TdBI tahun lalu saya hadir juga. Tour de Ijen makin dinanti oleh pembalap sepeda internasional. Ini patut diapresiasi,” ucapnya.

Ia juga menilai, kekuatan utama event ini terletak pada dukungan masyarakat yang antusias menyukseskan TdBI.

“Inilah kolaborasi yang sangat baik antara Pemerintah Kabupaten, masyarakat, dan sektor swasta. Ini juga patut dicontoh daerah lain,” tambahnya.

Selain itu, Dito juga melihat Tour de Ijen bukan hanya sekadar kompetisi balap sepeda, tetapi juga media promosi efektif untuk mengenalkan potensi Banyuwangi ke dunia internasional. Salah satunya, Kawah Ijen.

“Dunia makin tahu keajaiban Kawah Ijen. Itu efek dari event Tour de Ijen yang konsisten digelar,” ujar Dito.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih atas dukungan Menpora selama ini. Pemkab, kata Ipuk, akan terus konsisten menggelar event ini ke depan.

Selain itu, lanjut Ipuk, Tour de Banyuwangi Ijen juga langsung dipromosikan Union Cycliste Internationale (UCI/Federasi Balap Sepeda Dunia), sehingga menjadi promosi gratis bagi Banyuwangi.

“Semoga dengan event ini Kabupaten Banyuwangi semakin dikenal di dunia,” kata Ipuk. (*/Biro)

Polres Malang Ungkap Kasus Kekerasan Anak di Wagir Tetangga Korban Jadi Tersangka

0

MALANG– Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, berhasil mengungkap kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Terduga pelaku adalah pria berinisial HH (23), yang diketahui tinggal tak jauh dari rumah korban.

Korban adalah bocah perempuan berusia 4 tahun. Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga mencurigai adanya kejanggalan pada kondisi fisik korban.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Malang pada 23 Juli 2025.

Begitu menerima laporan, Unit PPA Satreskrim langsung melakukan penyelidikan.

“Setelah cukup bukti dan keterangan dari berbagai pihak,kami amankan tersangka,” ujar Wakapolres Malang Kompol Bayu Halim Nugroho, Rabu (30/7/2025).

Dari hasil pemeriksaan, dugaan kekerasan terhadap anak ini sudah berlangsung sejak pertengahan 2024.

Pelaku memanfaatkan kedekatannya dengan keluarga korban dan membujuk korban dengan berbagai barang, termasuk makanan dan minuman.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur mengatakan modus yang digunakan tersangka adalah mengiming-imingi korban dengan botol susu dan ponsel.

“Tersangka mengiming-imingi korban dengan botol susu dan ponsel, lalu membawa korban ke salah satu tempat wisata di wilayah Wagir,” ungkap AKP Muchammad Nur.

Kasatreskrim Polres Malang menerangkan tersangka juga sempat melakukan intimidasi.

“Ada dugaan ancaman menggunakan alat tertentu,” ujar AKP Nur.

Diketahui pelaku kenal dekat dengan korban karena bertetangga, sehingga ada celah untuk masuk ke lingkungan keluarga korban.

Dari pengakuan awal, perbuatan tersebut dilakukan berulang kali sejak 2024.

Namun penyidik masih terus mendalami kemungkinan tindakan lain, termasuk memeriksa kondisi psikologis pelaku.

“Kami juga sudah memberikan pendampingan trauma healing kepada korban. Fokus kami saat ini tidak hanya penegakan hukum, tapi juga pemulihan kondisi mental korban,” kata AKP Nur.

Barang bukti yang diamankan berupa sejumlah produk makanan, pakaian anak, serta barang lain yang diduga berkaitan dengan kasus.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) dan/atau Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.

“Ini bentuk komitmen kami untuk serius menangani kasus kekerasan terhadap anak. Proses hukum akan kami kawal hingga tuntas,” pungkasnya. (*)

Kuliah Kerja Nyata UIN Kelompok V Padasuka,Laksanakan Sosialisasi UMKM di RW 09 Padasuka

Cimahi,Kamis(31/07/2025)
Kuliah Kerja Nyata(KKN) Kelompok 5 Kelurahan Padasuka Kacamatan Cimahi tengah,digelar di Kantor RW 09 Kelurahan Padasuka Cimahi Tengah dengan menghadirkan para pelaku UMKM di RW 09 Kelurahan Padasuka(31/07/2025).


Para pelaku UMKM sangat Antusias mendengarkan arahan beberapa Narasumber, diantaranya dari Mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN juga dari Ketua Himpunan UMKM Kelurahan Padasuka dan terakhir dari Ketua Karang Taruna Kelurahan Padasuka.

Usai kegiatan Sosialisasi Program UMKM ditutup dengan melakukan sesi poto Bersama.


Ketua Himpunan UMKM Kelurahan Padasuka,Lis Nurhayati,menjelaskan kegiatan yang baru saja usai dilaksanakan,
“Alhamdulillah Hari ini Kamis 30 Juli 2025 bertempat di kantor RW 09 Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah,Kami baru saja melaksanakan Sosialisasi UMKM bekerjasama dengan Mahasiswa Universitas Islam Negeri yang sedang melaksanakan KKN di daerah kami,Kami juga berkerja sama dengan Karang Taruna Pelita Khususnya di RW 09 serta Koordinator UMKM RW 09.Saya secara pribadi sangat senang sekali karen kegiatan ini karena membahas bagaimana para pelaku UMKM ini melek Teknologi dan juga agar memiliki Legalitas(NIB).Karena setelah kami melakukan pendataan ternyata kebanyakan pelaku usaha belum memiliki Nomor induk berusaha(NIB),hal ini merupakan tugas kami agar para pelaku UMKM bisa memiliki NIB.Saya berharap setelah dilaksanakannya sosialisasi UMKM ini wawasan dan kesadaran para pelaku UMKM yang ada di RW 09 Kelurahan Padasuka ini meningkat,Karena NIB ini merupakan dasar untuk mengurus legalitas selanjutnya baik P-IRT,Sertifikat Halal.Semoga Kerjasama ini akan berlangsung dengan baik dan menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas UMKM yang ada di RW 09 Kekurangan Padasuka ini,” Jelas Ketua Himpunan UMKM Kelurahan Padasuka Lis Nurhayati.

Sementara ditempat yang sama Ketua Karang Taruna Kelurahan Padasuka, Aris Iman,S.IP. mengungkapkan sosialisasi UMKM yang bekerjasama dengan para Mahasiswa KKN-UIN,
“Alhamdulillah terkait dengan kegiatan yang baru saja dilaksanakan,diluar dugaan antusias dari para pelaku UMKM RW 09 ternyata luarbiasa.Kami berharap untuk membuat legalitas dan agar masyarakat UMKM disini melek teknologi digital serta memiliki mindset yang lebih maju,Kemudian kedepan diharapkan UMKM di wilayah kami bisa maju bersaing dan naik baik ke tingkat Kecamatan,tingkat Kota dan juga Propinsi serta tingkat Nasional tentunya.Program yang akan dilaksanakan secepatnya adalah Bazar dalam rangka HUT RI ke-80 yang diikuti segenap UMKM RW 09 Kelurahan Padasuka yang didalamnya nanti ada kegiatan seni dan budaya,”Ungkap Ketua Karang Taruna Kelurahan Padasuka,Arif Iman,S.IP.

Ketua Kelompok-5 KKN UIN di Kelurahan Padasuka Puja Maulana,saat ditemui usai acara Kegiatan Sosialisasi UMKM yang dilaksanakan di RW 09 Kelurahan Padasuka mengatakan,
“Terkait kerjasama ini tentunya merupakan salah satu bagian dan tugas dari Mahasiswa dalam melakukan pengabdian terhadap masyarakat,semoga kegiatan ini bisa dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat,saat kita sudah selesai melaksanakan KKN di RW 09 ini,Harapan kami dalam melaksanakan Sosialisasi UMKM ini adalah Para pelaku UMKM yang ada di Wilayah RW 09 ini lebih berkembang lagi dalam usahanya dan mampu menyerap tenaga kerja di lingkungan RW 09 itu sendiri.Program kami dalam melaksanakan KKN di RW 09 ini diantaranya pengadaan Fasilitas untuk Pengajian di Masjid Al-Ikhlas,yang insya Allah bekerjasama dengan BAZNAS Kota Cimahi,Kemudian kami membantu penjualan dalam hal Penjualan Digital yakni membantu pembuatan QRIS agar wilayah penjualan lebih luas lagi tidak hanya di RW 09 saja,”Pungkas Ketua KKN-UIN Kelompok 5 Kelurahan Padasuka,Puja Maulana.

Achmad Syafei

Polres Ponorogo Berhasil Ungkap Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Tersangka Ditangkap di Batam

PONOROGO – Satreskrim Polres Ponorogo Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan bermodus pecah kaca mobil yang terjadi di wilayah Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo.

Aksi ini menyebabkan korban kehilangan uang tunai sebesar Rp 330 juta, yang baru saja ditarik dari bank.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo menjelaskan bahwa tersangka utama yang berhasil diamankan adalah RF warga Kecamatan Batam Kota, Provinsi Kepulauan Riau.

“Pelaku sempat melarikan diri ke Batam dan berhasil kami tangkap pada 21 Juli 2025,” kata AKBP Andin, Rabu (30/7).

Kapolres Ponorogo menerangkan, peristiwa pecah kaca mobil itu terjadi pada Senin, 5 Mei 2025 sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat itu, korban bernama Riko, usai mencairkan uang sebesar Rp 330 juta di Bank BNI Jalan HOS Cokroaminoto, kemudian menuju ke Jalan Wibisono No. 87, untuk menemui sejumlah saksi dan mencari tempat kost.

Saat korban dan rekan-rekannya naik ke lantai dua untuk melihat kamar kost, pelaku yang sebelumnya sudah memantau dari bank mulai menjalankan aksinya.

“Pelaku utama lainya berinisial AL alias Rau memecahkan kaca bagian depan kiri menggunakan alat, lalu mengambil uang tunai yang ditaruh di jok,” ujar Kapolres Ponorogo.

Uang hasil curian langsung dibawa kabur oleh AL yang berboncengan dengan RF, sementara Dua tersangka lainnya yakni RSN dan AG (DPO) bertugas memantau dan memberi informasi.

Setelah beraksi, para pelaku langsung kabur ke arah Trenggalek. Tersangka RF sempat melarikan diri ke Batam sebelum akhirnya dibekuk.

Polisi masih memburu Dua orang lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni AG dan RSN yang turut terlibat dalam aksi pencurian ini.

“Kasus ini adalah bentuk kejahatan yang terorganisir dan lintas daerah. Kami akan terus memburu pelaku lainnya yang masih DPO,” tegas AKBP Andin.

Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun. (*)

Agenda Penyaluran Bantuan Tunai Dana Desa Dilakukan Pemdes Desa Sumbermujur Juli 2025

Lumajang, Sumbermujur Candipuro Gardanusantaranews, com/Kepala desa Sumbermujur Candipuro Yayuk Sri Rahayu melaksanakan, amanahnya untuk warganya sesuai dengan apa yang sudah ditentukan.Menyalurkan bantuan dana desa, sebanyak 25- orang untuk bulan juli ini(31-07-2025)

Dihadiri perwakilan dari kecamatan dan polsek candipuro Yayong. sebagai pendamping dalam pelaksanaan, memberikan bantuan tunai dana desa sumbermujur.tahun 2025 Untuk warga yang berhak dan wajib tuk menerima,

Yayuk berharap pada warga penerima, supaya uangnya digunakan sebagai mana mestinya.(31-07-2025)

Selanjutnya masih harapan yayuk Sri Rahayu, terhadap warga yang sudah menerima bantuan dana desa (DD) tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan hidupnya dengan harapan dapat meringankan, beban yang iya rasakan,”terang yayuk.

Kemudian diantara dari sekian banyak penerima bantuan tunai dana desa,ibu juriah merasa bersyukur karena sudah menerima bantuan dari kepala desa sumbermujur, Bu inggi yayuk sudah sangat peduli dengan kami. yang sangat papa ini saya berterima kasih kepada bu inggi sudah memberikan perhatiannya selama ini,”tutupny.(Markasan)

Satgas Pangan Polres Ngawi Sidak Pasar Pastikan Tidak Ada Beras Oplosan

0

NGAWI — Menindaklanjuti maraknya berita dugaan praktik pengoplosan beras, pengurangan berat timbangan, serta penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Satgas Pangan Polres Ngawi Polda Jatim, melakukan kegiatan pengecekan di sejumlah pasar tradisional dan toko retail modern di wilayah Kabupaten Ngawi.

Kegiatan pengecekan dilaksanakan di beberapa tempat, antara lain di Pasar Besar Ngawi, Jl. Sultan Agung, Sidomulyo, Ketanggi, Toko Penguin, Jl. TGP No. 9, Central Karang, LUWES Ngawi, Jl. Ahmad Yani No. 58 dan TIARA Supermarket, Jl. Raya Maospati-Ngawi, Jetak, Klitik.

Hasil pengecekan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Aris Gunadi, M.H., menunjukkan stok beras dalam keadaan aman dan tersedia secara cukup di seluruh lokasi pengecekan, harga beras stabil, tanpa lonjakan signifikan dan tidak ditemukan beras oplosan maupun praktik curang terkait berat kemasan.

Kapolres Ngawi, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan komitmennya untuk terus memantau distribusi dan penjualan bahan pokok, demi mencegah terjadinya pelanggaran yang merugikan masyarakat.

“Kami memastikan distribusi bahan pangan, khususnya beras, berjalan sesuai ketentuan. Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan agar masyarakat tidak dirugikan dengan praktik curang seperti pengoplosan, pengurangan berat, maupun harga di atas HET,” tegas AKBP Charles pada Rabu (30/7/2025).

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya menjaga kamtibmas serta stabilitas ekonomi daerah, khususnya menjelang masa rawan kenaikan kebutuhan pokok.

Ia melanjutkan, bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat guna memastikan keamanan distribusi pangan di wilayah Ngawi. (*)

Pembangunan Tower BTS Terancam Gagal : Pihak Sekolah Dan Orangtua Murid Geram

Gempurnews | Pemalang – Rencana Pembangunan Tower Base Transcaiver Station (BTS), tuai protes penolakan orangtua murid yang rencananya akan di bangun tepat di belakang sekolahan SDN 06/04 Bantarbolang Kabupaten Pemalang.

Penolakan warga dan orangtua murid mencuat setelah mereka mengetahui adanya pemasangan tanda di atas lahan belakang sekolah yang akan dijadikan lokasi pembangunan BTS, tanpa adanya sosialisasi sebelumnya kepada pihak sekolahan.

Pada Rabu (30/7/25) siang, warga serta para orangtua murid mendatangi sekolahan tersebut untuk mengikuti audensi penolakan pembangunan BTS di belakang bangunan sekolah.

Salah satu perwakilan orangtua murid sekaligus tokoh masyarakat Teguh Suwito saat diwawancarai oleh Gempurnews mengungkapkan rencana pembangunan BTS yang dekat dengan sekolah dasar tepatnya di belakang tembok sekolah, itu sangat meresahkan dan mengkawatirkan keselamatan dan kesehatan para anak anak murid SDN 04/06 Bantarbolang, kami sangat keberatan karena pembangunan BTS tersebut terlalu dekat dengan lokasi sekolah dan pemukiman warga. “jelas Teguh Suwito.

Ia juga menegaskan bahwa kekhawatiran utama kami adalah dampak radiasi yang dipancarkan oleh tower BTS tersebut yang akan mempengaruhi kesehatan siswa serta merusak aset perangkat elektronik yang ada di sekolah. “lanjut Teguh.

Penolakan tersebut juga disampaikan salah satu komite sekolah yang menilai bahwa rencana pembangunan tower tersebut terkesan buru buru, tanpa memperhatikan dampak jangka panjang bagi para anak anak sekolah dan lingkungan sekitar.

Kami tidak menghalangi orang usaha, namun kami merasa keberatan untuk rencana pembangunan tower BTS di belakang sekolahan, dan kami menyarankan agar lokasi pembangunan tower BTS di pindahkan ke area yang lebih aman dan jauh dari pemukiman warga dan lingkungan sekolah, karena anak anak harus tetap menjadi prioritas utama dalam menjaga kesehatan dan keselamatan.”ucap salah satu komite sekolah.

Seharusnya Pemerintah desa lebih cermat dalam memberikan ijin pembangunan tower BTS ini, yang akan didirikan tepat dibelakang sekolah tanpa ada pengecekan teknis terlebih dulu. 

(yn26)