Home Blog Page 346

Wakil Walikota Cimahi,Pentingnya Perubahan Orientasi Pembinaan Keagamaan

CIMAHI,Rabu(30/07/2025)
Pemerintah Kota Cimahi melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menggelar kegiatan Pemberian Arahan Peningkatan Wawasan bagi Pengajar Al-Qur’an Gelombang I Tahun 2025 pada Rabu (30/07) bertempat di Mall Pelayanan Publik Kota Cimahi. Kegiatan ini ditujukan bagi para pengajar Al-Qur’an di Kota Cimahi yang menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat. Sebanyak 100 orang pengajar mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas tenaga pendidik keagamaan di wilayahnya.


Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menekankan pentingnya perubahan orientasi pembinaan keagamaan, dari sekadar fokus pada lomba atau ajang MTQ menjadi upaya yang lebih substansial untuk memperkuat peran para pengajar Al-Qur’an. “Kita ingin para asatid dan pengajar ngaji ini benar-benar mampu mentransfer ilmu sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat, khususnya generasi muda Cimahi yang hari ini hidup di tengah gempuran disrupsi teknologi dan tantangan degradasi moral,” ujarnya.


Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menyampaikan harapan agar para pengajar Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan teknis membaca saja, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. “Saya ingin mereka ini ter-upgrade skill-nya, kapasitas dan kadar keilmuannya meningkat, sehingga bisa menyajikan pembelajaran Al-Qur’an secara lebih menarik, terutama bagi anak-anak dan remaja,” tambahnya. Pembekalan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi Qur’ani yang kuat secara moral dan spiritual.


Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata, Pemerintah Kota Cimahi juga tengah merancang peningkatan insentif bagi para guru ngaji. Rencananya, peningkatan akan dilakukan baik dari segi nilai maupun jumlah penerima manfaat, sehingga lebih banyak pengajar dapat merasakan dukungan langsung dari pemerintah. Upaya ini selaras dengan visi Kota Cimahi sebagai kota yang religius dan berkarakter, dengan menjadikan para pengajar Al-Qur’an sebagai mitra strategis pembangunan mental spiritual masyarakat

Achmad Syafei
Sumber:(Bidang IKPS).

Seluruh Fraksi Setujui Raperda P-APBD 2025

PROBOLINGGO, Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2025 memasuki tahap akhir.

Rabu (30/7/2025) siang digelar rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian Pendapat Akhir (PA) Fraksi dan Penandatanganan Nota Persetujuan Bersama antara Bupati Probolinggo dengan Pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo Tentang Penetapan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Oka Mahendra Jati Kusuma ini dihadiri Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo. Dari pihak eksekutif hadir Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Turut hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo.

Secara keseluruhan fraksi-fraksi di DPRD (Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai NasDem, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan) dapat menerima dan menyetujui Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Probolinggo.

Secara umum Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai NasDem, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dapat memahami berbagai pertimbangan yang menjadi landasan rencana P-APBD tahun 2025. Namun demikian, fraksi-fraksi tersebut juga menyampaikan beberapa masukan kepada eksekutif.

Berdasarkan hasil pembahasan hingga ditetapkannya Perubahan APBD tahun anggaran 2025, pendapatan daerah semula sebesar Rp 2.465.790.060.479,00 berkurang sebesar Rp 22.292.264.239,00 sehingga jumlah setelah perubahan sebesar Rp 2.443.497.796.240,00. Belanja daerah semula sebesar Rp 2.590.790.060.479,00, bertambah sebesar Rp 26.022.728.053,80 sehingga jumlah setelah perubahan sebesar Rp 2.616.812.788.532,80.

Pembiayaan penerimaan daerah semula sebesar Rp 125.000.000.000,00, bertambah sebesar Rp 48.314.992.293,80, sehingga jumlah setelah perubahan sebesar Rp 173.314.992.293,80 dan pembiayaan pengeluaran daerah semula Rp 0.00, berkurang Rp 0.00 sehingga jumlah setelah perubahan sebesar Rp 0.00.

Selanjutnya, pembiayaan netto semula sebesar Rp 125.000.000.000,00, bertambah/(berkurang) sebesar Rp 48.314.992.293,80, sehingga jumlah setelah perubahan sebesar Rp 173.314.992.293,80. Pembiayaan netto sebesar Rp 173.314.992.293,80, sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan Rp 0.00 dan silpa tahun berjalan Rp 0,00.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan Nota Persetujuan Bersama Bupati Probolinggo dan Pimpinan DPRD Tentang Penetapan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. Penandatanganan nota persetujuan bersama tersebut dilakukan oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris dan Pimpinan DPRD disaksikan oleh seluruh peserta rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Probolinggo atas kerja keras dan kolaborasi dalam pembahasan Perubahan APBD tahun 2025.

“Saya minta keseriusan seluruh Perangkat Daerah dalam menindaklanjuti koreksi serta saran DPRD. APBD bukan hanya sekadar formalitas. Saya mohon, koreksi yang disampaikan jangan dianggap angin lalu. Ini bentuk aspirasi masyarakat yang disalurkan lewat DPRD dan wajib dicermati bersama,” katanya.

Bupati Haris juga menyinggung prioritas pembangunan ke depan mulai dari perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 905 km hingga penguatan sektor pendidikan, kesehatan dan ketahanan pangan. “Termasuk inisiatif efisiensi pembangunan jalan melalui pemanfaatan paving produksi lokal yang mampu menghemat biaya secara signifikan,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Haris menanggapi kasus viralnya penelantaran orang tua oleh anak yang mencoreng wajah sosial Kabupaten Probolinggo. “Saya instruksikan Dinas Sosial untuk segera tanggap terhadap laporan masyarakat. Masalah ini bukan hanya soal individu, tapi menyangkut akhlak dan wajah Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Bupati Haris juga mengajak untuk menjaga semangat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan DPRD Kabupaten Probolinggo. “Membangun Kabupaten Probolinggo tidak cukup dengan mimpi, tapi butuh sinergi, strategi dan keberanian. Semoga keputusan hari ini membawa maslahat dan menjadikan Kabupaten Probolinggo semakin sejahtera, amanah-religius dan eksis berdaya saing,” pungkasnya.(Ali)

Diguyur Hujan Deras, Pertarungan Etape Tiga Tour de Banyuwangi Ijen Kian Panas

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Selain track yang menantang, para pembalap Tour de Banyuwangi Ijen juga dihadapkan tantangan hujan deras yang turun sepanjang lintasan di Etape Tiga sejak awal start, Rabu (30/7/2025). Hujan yang turun sejak pagi itu membuat lintasan sepanjang 140,3 kilometer mulai start di RTH Glenmore hingga finish Kantor Bupati Banyuwangi, basah dan licin. Kondisi ini justru membuat persaingan para pembalap kian sengit dan menegangkan.

Apalagi Etape Tiga memiliki kontur jalan rolling (naik turun), dengan tanjakan sepanjang 14 km yang menguji kekuatan fisik pembalap, dengan gradien tanjakan mencapai 15 persen dan elevasi mencapai 527 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tanjakan ini masuk kategori 2 dan menjadi pemanasan pembalap sebelum menaklukkan Gunung Ijen di Etape Empat.

“Hujan yang sangat deras membuat kondisi sangat sulit. Bahkan kadang jalannya seperti hilang tertutup air. Etape tiga ini lebih sulit daripada dua etape sebelumnya,” kata pembalap Belanda, Jeroen Meijers dari Victoria Sports Pro Cycling Filipina.

Bahkan pembalap Indonesia, Syelhan Nurahmat Muhammad, dari ASC Monster Indonesia, sempat terjatuh karena kondisi jalan yang licin. “Tadi sempat jatuh, tapi saya langsung bangkit lagi dengan berusaha keras untuk menyusul,” kata Syelhan yang berhasil mempertahankan Best Indonesian Rider (Banyuwangi Reborn Jersey).

Meski diguyur hujan dan lintasan licin, menambah tensi perlombaan dan menyajikan persaingan sengit. Bahkan sejak awal start di kilometer nol, Peerapong Landgern dari tim Rojaai Insurance langsung breakaway dari peloton, disusul pembalap dari Seoul Cycling Team, Kyeongho Min.

Kedua pembalap tersebut terus memimpin perlombaan, meninggalkan peloton di belakangnya. Ledngern berhasil mengamankan sprint intermediate pertama di KM 26 (Dasri).

Namun di KM 52, mereka berhasil dikejar tiga pembalap lainnya Bernard Benyamin Van Aert (Anonymous Cycling Team Indonesia), Nur Amirull Fakhruddin Mazuki (Terengganu Cycling Team Malaysia), dan Martti Lenzius (Quick Pro Team Estonia). Breakaway pun bertambah menjadi lima rider.

Lima pembalap ini terus memimpin lomba, dan Bernard memenangi intermediate sprint kedua di KM 58 (Jajag), dan ketiga di KM 95 (Rogojampi).

Menjelang dua kilometer sebelum titik tanjakan King of Mountain (KOM) di KM 114 Pakel, peleton meningkatkan kecepatan dan berhasil mengejar lima pembalap terdepan.

Di tanjakan Pakel, pembalap Italia Nicolo Petiti dari Swatt Club mencoba solo break dan berhasil menjuarai King of Mountain, serta mempertanahkan jersey Polkadot.

“Menjelang tanjakan 5 rider di depan mulai menurunkan kecepatannya. Kesempatan ini langsung saya ambil dan saya bersyukur bisa menang. Ini semua berkat kerjasama tim Swatt yang berhasil mengontrol peleton, sehingga saya bisa unggul di tanjakan,” kata Petiti.

Selepas tanjakan formasi peleton terpecah. Sebanyak 19 pembalap bersaing sprint terakhir menuju garis finis.

Akhirnya Pembalap Australia, Carter Bettles, dari Roojai Insurance Thailand keluar sebagai pemenang etape dengan catatan waktu 3 jam 13 menit 07 detik. Disusul Nicolo Petiti dan pembalap Prancis, Lucas De Rossi (China Anta – Mentech Cycling Team) masing-masing di peringkat dua dan tiga.

Namun pemegang Ijen Sulfur Jersey (Yellow Jersey) dan Best Sprint (Blue Fire Jersey/Green Jersey) tetap milik Jeroen Meijers yang di etape tiga ini finish di peringkat ke-7. (*/Biro)

Tour de Banyuwangi Ijen Pukau Pebalap Mancanegara, Nicolo Pettiti: Serasa Tour de France

Gempurnews.com. Banyuwangi – Pebalap asal Italia, Nicolo Pettiti tampak bahagia usai menyelesaikan etape kedua Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI). Bukan hanya karena menyabet salah satu jersey dalam adu cepat dari Alaspurwo ke Banyuwangi itu. Namun, karena gegap gempita penonton sepanjang jalan yang membentang sejauh 158,8 KM.

“Aku tak berbohong, rasanya seperti berada dalam perlombaan di tur dunia. Serasa Tour de France,” ungkap pebalap kelahiran Italia, 10 Agustus 2002 itu.

“Semua orang dijalan bersorak kepada kami. Sungguh luar biasa, membuat balapan semakin seru,” kesan peraih polkadot jersey sebagai raja tanjakan (King Of Mountain/ KOM) di etape kedua itu.

Tour de Banyuwangi Ijen yang digelar kali kesepuluh ini, memang kerap meninggalkan kesan yang mendalam bagi para pebalap mancanegara. Mulai dari tanjakan ekstrimnya yang tergolong hors categorie, manajemen pelaksanaannya, hingga antusiasme warga menjadi catatan positif bagi para pembalap.

Kesan positif tersebut, lantas membuat para pebalap tak segan untuk merekomendasikan kepada para koleganya untuk turut serta. Seperti yang diakui oleh pebalap yang tergabung dalam tim Victoria Sports Pro Cycling (Filipina), Jeroen Meijers.

“Rekan saya Edgar Nieto sudah mengikuti balapan ini sepuluh kali dan selalu mengatakan bahwa penyelenggaraannya sangat baik. Tidak ada mobil di jalanan, jadi sangat aman. Ini adalah salah satu balapan favorit di Asia,” ungkap peraih Individual General classification (Yellow Jersey) dan Best Sprinter (Green Jersey) di etape kedua itu.

Meski baru pertama kali turun di TdBI, langsung membuat Meijers terkesan. Mulai dari rutenya yang menantang hingga pemandangan alam yang mengesankan. “Secara umum, balapan di Banyuwangi lebih menantang dan atmosfernya benar-benar luar biasa,” terangnya.

Pujian dari pebalap kelahiran Belanda, 12 Januari 1993 itu, tentu saja bukan isapan jempol belaka. Pengalamannya sejak 2010 sebagai pebalap profesional menjadi garansi penilaiannya. Selama itu, ia telah mengikuti balapan di berbagai belahan dunia.

Perlu diketahui, pada tahun ini, Jeroen Meijers telah merampungkan sejumlah tur di Asia dan Eropa. Di antaranya adalah Tour of Sharjah (UEA), Tour de Taiwan, Tour of Estonia, Tour of Lithuania, Sibiu Cycling Tour (Rumania) dan The Road Race Tokyo Tama (Jepang).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan jika pengalaman positif para pebalap mancanegara itu, berkat antusiasme warga Banyuwangi. Daerah di ujung timur Jawa ini, tak hanya dianugerahi bentang alamnya yang indah, namun juga masyarakatnya yang kreatif dan kaya budaya.

“Potensi Banyuwangi yang luar biasa ini, patut diketahui oleh warga dunia. Terimakasih kepada seluruh masyarakat Banyuwangi yang telah menjadi tuan rumah yang menyenangkan bagi semua,” pungkas Ipuk. (*/Biro)

Etape Tiga TdBI Jadi Penentu Awal Jelang Salah Satu Tanjakan Terberat di Asia

BANYUWANGI – Setelah menjalani dua etape yang sengit, persaingan ketat para pembalap Tour de Banyuwangi Ijen bukal kembali tersaji di Etape Tiga, Rabu (30/7/2025). Menempuh jarak 140,3 kilometer, dimulai dari RTH Glenmore dan berakhir di Kantor Bupati Banyuwangi, etape ini akan menjadi penentu awal di perebutan klasemen sebelum melalui salah satu tanjakan terberat di Asia, Gunung Ijen.

Etape tiga memiliki rute naik turun (rolling) terutama setelah kilometer ke-97.

Terdapat pula tanjakan sepanjang 14 km dimulai dari Desa Labanasem hingga Pakel akan menguji kekuatan fisik pembalap, dengan gradien tanjakan mencapai 15 persen dan elevasi mencapai 527 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tanjakan ini menjadi pemanasan pembalap sebelum menalukkan Gunung Ijen di etape pamungkas, Kamis (31/7/2025).

Ketua Pelaksana TdBI, Guntur Priamodo, menjelaskan rute ini ideal bagi pembalap tipe all-rounder, memadukan trek datar, tanjakan, dan sprint.

“Meski belum masuk tanjakan utama, rolling track yang panjang dan intens di etape tiga jni diprediksi akan menguras tenaga,” kata Guntur.

Etape ini memiliki tiga intermediate sprint di kilometer 26 (Dasri), 58 (Jajag), dan 95 (Rogojampi), serta satu titik tanjakan King of Mountain (KOM) di kilometer 114, tepatnya di Pakel.

Guntur menambahkan, etape ketiga menjadi ajang pemanasan sebelum para pembalap menghadapi etape terakhir yang akan menyuguhkan tanjakan legendaris menuju Paltuding Ijen.

Hingga dua etape awal, klasemen umum individual, diraih Pembalap Belanda Jeroen Meijers dari Victoria Sports Cycling Fiipina menyandang Ijen Sulfur Jersey (Yellow Jersey) dan Best Sprinter (Blue Fire Jersey/Greem Jersey).

Untuk peringkat klasemen tim, Swatt Club Italia menjadi peringkat pertama. Sementara Muhammad Syelhan Nurrahmat, asal tim ASC Monster Indonesia menjadi Best Indonesian Rider (Banyuwangi Reborn Jersey).(*/Biro)

Anev Sitkamtibmas Semester I : Polda Jatim Berhasil Tuntaskan 26.825 Kasus

PASURUAN – Periode Januari hingga Juni 2025, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mencatat keberhasilannya dalam menuntaskan sejumlah kasus tindak pidana.

Progres positif dalam penegakan hukum oleh Polda Jatim beserta jajarannya dimana 26.825 kasus berhasil diselesaikan dari total 30.014 tindak kejahatan.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs.Nanang Avianto saat menggelar Analisis dan Evaluasi (Anev) Sitkamtibmas Semester I Tahun 2025 di Gedung Soebarkah, Pusdik Brimob, Lemdiklat Polri, Watukosek, Kabupaten Pasuruan – Jawa Timur, Selasa (29/7).

Kapolda Jatim juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap seluruh personel yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras dalam menjaga stabilitas keamanan selama semester pertama tahun ini.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh kepala satuan kerja, kepala satuan wilayah, serta seluruh personel Polda Jatim atas dedikasi dan kerja keras dalam pengelolaan kamtibmas yang optimal selama periode Januari hingga Juli 2025,” ujar Kapolda Jatim.

Kapolda Jatim juga menyoroti sejumlah kasus menonjol, seperti tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, serta fenomena “Sound Horeg” yang memicu enam kejadian gangguan kamtibmas.

Menanggapi hal tersebut, Polda Jatim telah mengambil langkah cepat dan strategis, termasuk pembentukan posko gabungan, pengerahan tim SAR, serta rencana penerbitan maklumat Kapolda.

“Keamanan adalah prasyarat utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045,”tegas Irjen Nanang.

Kapolda Jatim kembali mengingatkan bahwa ada korelasi yang sangat kuat antara keamanan dan ekonomi.

“Ingatlah bahwa crime is the shadow of civilization; kejahatan adalah bayangan dari peradaban,” tegas Irjen Pol. Nanang Avianto.

Menutup sambutannya, Kapolda Jatim mengajak seluruh jajaran untuk menanamkan dalam diri bahwa kamtibmas yang kondusif merupakan investasi penting bagi stabilitas ekonomi dan pembangunan nasional.

Sebagai informasi, Anev Sitkamtibmas ini secara resmi dibuka oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si dan dihadiri oleh Wakapolda Jatim, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh Kapolrestabes, Kapolresta, dan Kapolres jajaran. (*)

Capai 36,55 %, Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Akan Jadi Ikon Baru Pariwisata Heritage Cultural di Kota Banyuwangi

Gempurnews.com, Banyuwangi – Progress Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi sampai minggu ini sudah menacapai 36,55 %, pasar berarsitektur khas Osing ini digadang-gadang akan menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat serta ikon baru pariwisata heritage cultural di Kota Banyuwangi, yang diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi lokal.

Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU CKPP Kab. Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si. Melalui Pelaksana tugas (Plt) Kabid Cipta Karya Dinas PU CKPP Kab. Banyuwangi, Meylia Maharani, ST., M.Si. Rabu (30/7/2025).

“Sementara progres sampai minggu ini sudah mencapai 36,55%, selain sebagai pusat ekonomi rakyat, kami berharap ini bisa menjadi ikon baru pariwisata heritage cultural di Kota Banyuwangi, menghadirkan lingkungan jual-beli yang lebih nyaman, bersih, modern, serta atraktif bagi pengunjung, termasuk wisatawan lokal maupun luar daerah.” Tandas Mely, sebutan akrabnya.

Masih Mely, “Konsep desain yang kami buat mengedepankan integrasi heritage, menyelaraskan Pasar Banyuwangi dengan Asrama Inggrisan dan Taman Blambangan dalam skema revitalisasi terpadu, sesuai dengan komitmen kami untuk merawat dan mempertahankan bangunan cagar budaya (Asrama Inggrisan & elemen arsitektur pasar) dalam usaha pelestarian sejarah dan budaya daerah.”Terangnya.

Dibangun di atas lahan seluas ± 1 hektar, Revitalisasi Pasar Banyuwangi sendiri didanai oleh Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 152 miliar dan ditargetkan akan selesai diakhir tahun 2025.

“Secara teknis, meski anggaran ditanggung oleh pusat melalui Kementerian PUPR, DPU CKPP sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas koordinasi di daerah dan pelaksanaan sarana prasarana lokal sesuai rancangan, kami juga yang mematangkan konsep dan desain pasar hingga mencapai finalisasi, menyiapkan lokasi, relokasi pedagang dan fasilitas pendukung seperti mushala, toilet, listrik, air, hingga tempat parkir.” Paparnya.

Mengacu pada desain Pasar Induk Banyuwangi akan terdiri dari tiga zona utama Pasar basah, Pasar kering, Area kuliner.

“Nantinya, akan ada tiga zona utama, pasar basah, pasar kering dan area kuliner, total akan ada sekitar 776 unit kios/lapak, serta terdapat gedung parkir untuk menata kendaraan. Adapun fasilitas juga mencakup area paving vintage bergaya heritage, fasilitas dasar di lokasi relokasi seperti musala, toilet, area parkir, instalasi listrik dan air.” Ujarnya menjelaskan.

Masih Mely menambahkan, “Saya berharap kedepan prosesnya bisa berjalan dengan lancar, sejauh ini tidak ada kendala konstruksi yang signifikan atau permasalahan besar lainnya, hanya sedikit masalah pada pengadaan material oleh Penyedia jasa serta pembatasan jam kerja atau lembur karena berdekatan dengan zona pemukiman”. Imbuhnya. (*/Sgt).

Plt Ketua APTR berharap maraknya Peredaran GKR di Kabupaten Lumajang segera Teratasi

Lumajang, Gempur News.

– Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Kabupaten Lumajang, menyuarakan keprihatinannya terkait maraknya peredaran Gula Kristal Rafinasi (GKR) di wilayah Lumajang dalam skala besar. Menurutnya, kondisi ini sangat merugikan petani tebu lokal dan mengancam keberlangsungan industri gula berbasis rakyat.

Menanggapi berita terkait beredarnya GKR berskala besar di wilayah Lumajang, yang diduga menjadi dampak pada petani tebu dan petani gula merah kelapa serta diduga limbahnya berdampak pada persawahan. Dalam keterangannya kepada awak media, Plt Ketua APTR kabupaten Lumajang, Edi Sudarsono ST, menyebut bahwa GKR yang seharusnya hanya digunakan untuk kebutuhan industri makanan dan minuman kini mengancam harga gula lokal dari petani tertekan dan sulit bersaing.

Dirinya menyayangkan peredaran gula rafinasi yang tidak sesuai peruntukannya, ini jelas merugikan petani tebu yang sudah bersusah payah menanam dan memanen, tapi hasil panennya tidak laku dengan harga layak. “Memang dampak dari gula Rafinasi ke petani tebu khususnya, itu sangat berdampak juga dengan lemahnya penyerapan gula petani ke konsumen. Karena kemungkinan besar harga gula Rafinasi atau yang sejenisnya itu di pasaran dijual dibawah harga gula kristal lokal, jadi penyerapan gula petani lokal sangat terhambat sekali. Sehingga gula petani sampai saat ini menumpuk hampir 1 bulan lebih, tidak ada pedagang besar maupun menengah membeli di HPP sebesar Rp 14.500”, ujar Edi Sudarsono.

“Kepada pemerintah kami berterimakasih sekali yang sudah mau menyerap gula petani sebesar Rp 14.500, yang dananya diambilkan dari dana Danantara. Memang kita harus bersabar, karena dana kalau dari pemerintah itu prosesnya agak lama. Dan perlu sabar, sedangkan dari pihak petani setiap harinya membutuhkan biaya operasional berupa tebang muat angkut. Jadi kami selaku Plt ketua APTR PG Jatiroto mengharapkan rembesan-rembesan gula Rafinasi itu agar segera hilang atau tidak ada dahulu, karena stok jumlah gula nasional kita itu untuk saat ini masih panen raya”, ungkapnya, Selasa (29/07/2025).

Dikatakan Edi Sudarsono, bahwa saat ini stok gula masih banyak, terutama di gudang-gudang PG milik petani. “Jadi intinya kami mengharapkan kerjasama yang baik, pada waktu panen raya tebu agar semua gula Rafinasi atau sejenisnya tidak beredar. Sehingga penyerapan gula lokal terserap di konsumen dengan baik. Kalau tidak diperhatikan itu nanti dampaknya gula natura yang 10% atau 5% itu juga tidak laku Rp 14.500 di pedagang. Ini yang menjadi problem kita saat ini adalah masih di problem penyerapan gula, sesuai HPP atau HAP sebesar Rp 14.500. Sedangkan perluasan tebu kita baik wilayah Lumajang atau lainnya sudah signifikan sekali, sudah semakin banyak petani memperluas lahan tebunya”, pungkasnya.

Harapannya dampak dari gula Rafinasi diperhatikan, dengan tidak terjualnya gula petani di harga HPP Rp 14.500. Di tahun 2025 lahan tebu petani semakin banyak, semakin luas, pihak terkait juga mengusulkan agar kapasitas giling di semua PG-PG yang ada khususnya di Jawa Timur dinaikkan sedikit demi sedikit agar tidak terjadi penumpukan antrian yang ada di PG masing-masing. ( Jo/BB).

Lepas Buruh Terdampak PHK dan Angkatan Kerja Baru, Kapolri: Kabar Gembira di Tengah Dampak Global

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melepas 1.575 buruh yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk bekerja di tempat yang baru serta angkatan kerja baru. Hal ini diharapkan menjadi kabar gembira di tengah dampak dari perekonomian global yang ada.

Pelepasan buruh terdampak PHK dan angkatan kerja baru itu diselenggarakan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (29/7/2025).

“Alhamdulillah hari ini kita melanjutkan kegiatan untuk menyalurkan tenaga kerja yang terdampak PHK sekaligus juga memberangkatkan tenaga kerja angkatan baru. Tentunya ini adalah kabar menggembirakan di tengah situasi yang tentunya ada beberapa tenaga kerja yang dirumahkan karena dampak ekonomi global,” kata Sigit.

Sigit menegaskan, pelepasan buruh terdampak PHK untuk dipekerjakan kembali oleh Polri ini merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto soal gejolak ketenagakerjaan di Indonesia.

Oleh sebab itu, Sigit berharap, penyaluran ini bisa menjadi harapan baru bagi seluruh elemen buruh di Indonesia, khususnya yang terkena dampak PHK.

“Saya ucapkan terima kasih dan tentunya ini menjadi harapan baru bagi teman-teman buruh Indonesia. Sekaligus terima kasih kepada teman-teman perusahaan yang berinvestasi, membuka lapangan pekerjaan baru,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga menginstruksikan kepada seluruh jajarannya di Indonesia untuk terus menjaga dan memastikan iklim investasi tetap aman dan lancar. Menurutnya, hal itu bakal berdampak pada terciptanya potensi lapangan pekerjaan yang baru.

“Oleh karena itu tentunya, saya meminta kepada seluruh jajaran untuk mengawal menjaga agar iklim investasi terus bertumbuh agar industri baru terus bertumbuh sehingga kemudian membuka lapangan pekerjaan baru,” ucap Sigit.

Di sisi lain, Sigit mengingatkan agar kelompok buruh terus mengasah kemampuannya agar dapat bersaing serta produktif di tingkat nasional maupun global.

“Sehingga dengan demikian ini juga akan membuat perusahaan-perusahaan, industri-industri yang ingin berinvestasi di Indonesia menjadi yakin bahwa buruh-buruh Indonesia sangat luar biasa,” tutur Sigit.

Tak hanya itu, kata Sigit, buruh yang kembali dipekerjakan ini langsung dijadikan sebagai karyawan atau pegawai tetap. Dengan kata lain, bukan pekerja Outsourcing, sebagaimana yang diharapkan oleh seluruh elemen buruh.

“Oleh karena itu, terima kasih demikian juga kepada desk ketenagakerjaan dan teman-teman pengusaha yang lain. Kita harapkan untuk terus bisa bekerja sama. Sehingga ada ruang-ruang baru yang terus diciptakan untuk menbangun menciptakan lapangan pekerjaan dan juga tentunya juga mendorong agar investasi di Indonesia terus bertumbuh,” tutup Sigit.

Kapolri Tegaskan Penindakan Kasus Beras Oplosan, 4 Produsen Besar Naik Penyidikan

Jakarta – Kasus beras oplosan menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar dilakukan penanganan menyeluruh dan penindakan tegas. Menindaklanjuti hal itu, Polri bergerak cepat dengan melakukan uji merek beras yang diduga dioplos dan pemeriksaan terhadap para produsen.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, hasil investigasi Kementerian Pertanian pada 26 Juni 2025 terhadap 212 merek beras di 10 provinsi menunjukkan adanya pelanggaran serius. Dari 232 sampel yang diuji, sebanyak 189 merek dinyatakan tidak sesuai mutu beras.

“Artinya posisinya berada di bawah standar terkait dengan regulasi yang ditentukan, baik itu beras dalam kemasan premium maupun medium,” ungkap Kapolri, Selasa (29/7).

Dari hasil pendalaman, ditemukan 71 sampel beras tidak sesuai SNI, 139 sampel tidak sesuai SNI sekaligus dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), serta 3 sampel beras premium tidak sesuai SNI dan berat kemasan tidak sesuai label. Bahkan, terdapat 19 merek beras yang melakukan tiga pelanggaran sekaligus: tidak sesuai SNI, dijual melebihi HET, dan beratnya di bawah standar.

Saat ini Polri telah melakukan uji laboratorium terhadap 9 merek beras, di mana 8 merek dinyatakan tidak sesuai standar mutu atau SNI.

“Sudah ada 16 produsen yang saat ini kita lakukan pemeriksaan, klarifikasi. Dan saat ini kita sudah menaikkan sidik terhadap 4 produsen besar, yakni PT FS, PT WPI, SY, dan SR,” jelas Kapolri.

Lebih lanjut, Polri sudah memeriksa 39 saksi dan 4 ahli, serta melakukan penggeledahan, penyitaan barang bukti, hingga pemasangan garis polisi di tempat produksi maupun gudang milik produsen.

Kapolri menambahkan, sejumlah pengungkapan serupa juga terjadi di beberapa daerah. Polda Riau, misalnya, berhasil mengungkap modus beras reject yang dioplos menjadi beras medium lalu direpacking dan dijual sebagai beras SPHP Bulog. Kasus serupa juga ditangani di Kalimantan Timur, dengan barang bukti sekitar 4 ton beras yang sudah diamankan.

“Kami berkomitmen menindak tegas praktik beras oplosan ini, karena sangat merugikan masyarakat dan bertentangan dengan instruksi Bapak Presiden agar pangan betul-betul dijaga kualitas dan distribusinya,” tegas Kapolri.