Home Blog Page 354

Tim Puslitbang Polri Tinjau Kendaraan Dinas Operasional di Polres Pasuruan

PASURUAN – Tim dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melaksanakan kegiatan penelitian dan evaluasi terhadap kendaraan dinas operasional di Polres Pasuruan, Rabu (23/7/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Mapolres Pasuruan ini dipimpin oleh Kombes Pol Guno Pitoyo, S.I.K., M.H. selaku Ketua Tim. Turut hadir narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Eng. Gadang Pritotomo, S.T., M.Si., serta sejumlah pejabat Polres Pasuruan, termasuk Kabag Log, Kasat Samapta, dan Kasat Binmas.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Kapolres Pasuruan dan Ketua Tim Puslitbang Polri. Acara dilanjutkan dengan penayangan video profil Puslitbang Polri serta paparan tentang penelitian evaluasi kendaraan operasional kepolisian.

Setelah sesi pembukaan, Tim Puslitbang melakukan pengecekan kendaraan dinas dari berbagai satuan, termasuk jajaran Polsek. Pemeriksaan dilakukan di lapangan apel Polres Pasuruan, dilanjutkan dengan wawancara dan pendalaman data teknis kendaraan.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa sebagian besar kendaraan dinas masih dalam kondisi layak pakai. Untuk kendaraan yang mengalami penurunan performa, telah dicatat untuk ditindaklanjuti dalam program peremajaan.

Kegiatan berjalan aman, lancar, dan tertib hingga selesai. Tim Puslitbang Polri mengapresiasi kesiapan Polres Pasuruan dalam mendukung pelaksanaan penelitian ini.

KPU Barito Utara. Uji Publik PSU, DPT 27 November 2024

BARITO UTARA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barito Utara, melaksanakan kegiatan sosialisasi uji publik hasil pencermatan data pemilih, untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara tahun 2024 Pemungutan Suara Ulang (PSU) tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 313/PHPU. BUP- XXIII/2025, ditingkat Kabupaten dan Kota, telah dilangsungkan bertempat di Aula kantor Bappedarida,  Rabu (23/72025).

Kegiatan sosiaĺisasi ini dihadiri Penjabat (Pj). Bupati Barito Utara, yang riwakili melalui Asisten I Sekda bidang Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat, Eveready Noor, SE, Ketua KPU Barut, Siska Dewi Lestari, SH, Kapolres Barito Utara, diwakili Kasat Intelkan Polres Barut, Dandim 1013 Muara Teweh, diwakili Pasi Intel.Kapten Inf. Edi Sugiarto, Kajari Barito Utara, anggota PPK dari sebilan Kecamatan se- Barito Utara, perwakilan Timses Cabup dan Cawabup daro nomor urut 01 dan 02.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barito Utara, Siska Dewi Lestari, SH  menegaskan bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang digunakan pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) 6 Agustus 2025 mendatang adalah DPT yang sama seperti yang digunakan pada Pilkada 27 November 2024.

Hal ini merujuk pada pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 313 Tahun 2025 dan diperkuat dengan Surat Dinas KPU RI Nomor 901. Pernyataan ini disampaikan Siska Dewi Lestari saat memberikan arahan dalam kegiatan pencermatan dan uji publik DPT. 

la menekankan bahwa tidak akan ada proses pemutakhiran data seperti biasanya, termasuk pencocokan dan penelitian (coklit), karena PSU memiliki mekanisme berbeda dari pemilihan awal.

“Walaupun tidak dilakukan pemutakhiran, KPU Barito Utara tetap melaksanakan pencermatan dan uji publik terhadap DPT tersebut, agar memastikan data yang digunakan benar-benar valid dan sesuai kondisi terkini,” ujarnya.

Siska juga menyebutkan, beberapa kategori pemilih yang akan dicoret dari DPT antara lain warga yang telah meninggal dunia serta mereka yang telah berubah status menjadi anggota TNI atau Polri, karena tidak lagi memiliki hak pilih.

Lebih lanjut, Siska menyampaikan bahwa berdasarkan data DPT sebelumnya, masih terdapat persentase masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. “Kami berharap ini bisa menjadi perhatian semua pihak, terutama para camat agar turut menghimbau warganya untuk segera melakukan perekaman sebelum 6 Agustus,” jelasnya.

Kegiatan uji publik ini, menurutnya, adalah bentuk transparansi dan partisipasi masyarakat. “Masyarakat diberikan ruang untuk memberikan masukan, koreksi, atau keberatan terhadap data pemilih yang ada. Ini penting demi mewujudkan pemilihan yang demokratis dan berkualitas,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Ketua KPU Barito Utara Siska Dewi Lestari mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan tahapan PSU, mulai dari jajaran PPK, PPS, panwascam, perangkat desa dan kecamatan, hingga tokoh masyarakat. la mengajak semua pihak untuk menjaga proses PSU ini dengan semangat demokrasi, profesionalisme, dan integritas.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Pilkada yang jujur, adil, dan bermartabat di Kabupaten Barito Utara tercinta,” pungkasnya.   (SS)

LMPI Marcab Pasuruan Gelar Pendidikan Organisasi untuk Anggota dan Warga Binaan

PASURUAN, – Dalam upaya mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan pemahaman berorganisasi, Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Cabang (Marcab) Pasuruan yang diketuai oleh Sutikno, menggelar kegiatan bertajuk “Pendidikan Ormas Laskar Merah Putih Indonesia.” Acara ini berlangsung di Caffe Deplatte, Jl. Rambutan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan,di hadiri oleh tamu undangan sebanyak 100 orang, pada Rabu (23/07/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya perwakilan dari Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan, Titin; narasumber Yoko, S.H.; perwakilan Ormas Macan Asia Indonesia (MAI), Ahmad Darman; Ormas Formasi Praja Nusantara (FPN), Mas Rosul Hasbawi; Forum Peduli Mojoparon (FPM), serta para warga binaan kerja dari berbagai ormas lainnya yang turut hadir.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan. Selanjutnya, Ketua LMPI Sutikno menyampaikan sambutannya mengenai pentingnya pendidikan organisasi bagi anggota dan warga binaan agar memahami nilai-nilai serta peran ormas di tengah masyarakat.

Perwakilan dari Bakesbangpol, Titin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya berorganisasi secara positif. “Berorganisasi itu penting, namun harus dilandasi dengan niat yang baik. Ada poin-poin penting yang harus dijalankan dalam berorganisasi agar kontribusinya berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Titin.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber Yoko, S.H., juga menekankan pentingnya kontribusi ormas dalam kehidupan bermasyarakat. “Berorganisasi bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan perhatian. Berbuatlah yang bermanfaat,” tegasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta makan bersama yang dimeriahkan oleh penampilan Nicoustic Band asal Bangil. Kegiatan berlangsung lancar dan penuh keakraban antar peserta dan undangan.(Zainul)

Pacuan Kuda Bhayangkara Cup II, Langkah Lumajang Jadi Poros Olahraga Berkuda Nasional.

Lumajang, Gempur News.

Di tengah geliat pembangunan daerah dan upaya penguatan identitas budaya, Kabupaten Lumajang menorehkan langkah strategis melalui gelaran Open Pacuan Kuda Bhayangkara Cup II. Acara yang digelar di Desa Bodang, Kecamatan Padang, Minggu (20/7/2025), menjadi magnet bagi ratusan pecinta olahraga pacuan kuda dari berbagai penjuru Indonesia.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 itu secara resmi dibuka oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Di hadapan masyarakat dan komunitas olahraga yang memadati arena, Bunda Indah sapaan akrabnya menegaskan pentingnya menjadikan pacuan kuda tidak hanya sebagai hiburan rakyat, tetapi sebagai bagian dari agenda pembinaan olahraga prestasi.

“Kita berharap cabang olahraga pacuan kuda semakin maju, berkembang, dan mampu membawa harum nama Lumajang di ajang-ajang resmi, baik tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Bupati Indah.

Open Pacuan Kuda Bhayangkara Cup II bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga panggung silaturahmi dan solidaritas bagi komunitas pecinta kuda. Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya penonton yang memadati lintasan, menciptakan atmosfer hangat dan semangat kebersamaan di tengah hamparan perbukitan Lumajang bagian selatan.

Lebih dari itu, dalam sambutannya Bunda Indah mengungkapkan rencana strategis pemerintah daerah untuk membangun arena pacuan kuda permanen. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet dan pemicu pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis olahraga dan pariwisata.

“Mudah-mudahan kita bisa mewujudkan lapangan pacuan kuda permanen di Lumajang. Saya akan segera berkoordinasi dengan BPN agar lokasi bisa disiapkan secara legal dan berkelanjutan,” tambahnya.

Keinginan itu bukan tanpa alasan. Lumajang, dengan lanskap alam yang luas dan karakter masyarakat yang masih kuat memegang nilai-nilai tradisi, dinilai sangat potensial menjadi salah satu poros pengembangan olahraga berkuda di Indonesia.

Sebagai daerah agraris yang juga memiliki sejarah panjang dengan dunia pertanian dan peternakan, pacuan kuda menjadi simbol kekuatan lokal yang berakar, namun punya potensi tumbuh secara nasional bahkan internasional.

Bhayangkara Cup II kali ini diikuti puluhan atlet kuda dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan luar Jawa, membawa serta kuda-kuda terbaik mereka untuk adu kecepatan, teknik, dan daya tahan. Event ini menjadi etalase kemampuan serta dedikasi komunitas berkuda yang selama ini bergerak senyap namun konsisten membina atlet-atlet muda di daerah.

Bupati Indah pun menegaskan bahwa agenda semacam ini perlu diperkuat ke depan dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan swasta. Terlebih, pacuan kuda memiliki daya tarik wisata dan budaya yang mampu menjadi identitas daerah serta mendongkrak ekonomi rakyat.

“Saya ingin melihat Lumajang menjadi tuan rumah ajang pacuan kuda yang rutin dan berskala besar. Ini bisa menjadi kebanggaan dan potensi besar dalam membina generasi muda yang sehat, berprestasi, dan cinta tanah air,” pungkasnya.

Dengan suksesnya pelaksanaan Bhayangkara Cup II, masyarakat dan pemerintah daerah optimis bahwa olahraga berkuda bukan sekadar nostalgia masa silam, melainkan bagian dari masa depan olahraga Indonesia yang inklusif dan membumi. ( Joe/Kmf)

Polres Probolinggo Gunakan ETLE Statis dan Mobile Untuk Penindakan Pelanggar Lalin di Operasi Patuh 2025

PROBOLINGGO,
Polres Probolinggo Polda Jawa Timur (Jatim) terus berupaya mengajak masyarakat untuk tertib lalu lintas (Lalin).

Upaya itu dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang notabene diawali dengan adanya pelanggaran.

Melalui Operasi Patuh Semeru 2025, Polres Probolinggo Polda Jatim berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan berlalu lintas mulai dengan cara pendekatan preemtif, preventif dan represif yang dikombinasikan dengan edukasi serta penegakan hukum berbasis teknologi, seperti ETLE statis dan mobile.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kasat Lantas AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen, Rabu (23/7).

“Kesadaran warga masyarakat terhadap aturan berlalu lintas saat berkendara di jalan raya perlu ditingkatkan,” ungkap AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen.

Ia mengatakan bahwa angka pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Probolinggo Polda Jatim masih terbilang tinggi.

Hal tersebut kata AKP Safiq berdasarkan temuan selama Polres Probolinggo Polda Jatim melaksanakan Operasi Patuh Semeru 2025.

“Sepekan kami laksanakan operasi Patuh Semeru, ada 2.206 pelanggaran yang didapati petugas,” ujar AKP Safiq.

Ia juga telah melakukan penindakan bagi pelanggar lalulintas dengan sangsi tilang dan teguran.

Penindakan tersebut terbagi atas 626 pelanggaran yang didapat melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile, 407 pelanggaran melalui tilang manual dan 1.173 melalui teguran.

Kasatlantas Polres Probolinggo ini mengungkapkan, kesadaran masyarakat utamanya roda dua dalam mematuhi rambu lalu lintas masih belum maksimal.

“Kami catat ada lebih dari 2.000 pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara roda Dua,” kata AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen.

Ia menerangkan pelanggaran yang dilakukan masyarakat khususnya roda Dua paling banyak didomniasi pengendara tidak memakai helm.

Selain itu juga pengendara dibawah umur, kendaraan tanpa kelengkapan teknis, spion tidak standar, dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknik ( bising).

Menyikapi pelanggar lalu lintas khususnya pelajar ataupun dibawah umur, AKP Safiq menegaskan bahwa hal tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Polri semata.

Namun demikian lanjut AKP Safiq dibutuhkan peran aktif dari orang tua, keluarga, lingkungan, sekolah dan pemerintah.

“Ini adalah PR kita bersama. Kita harapkan masyarakat lebih tertib berlalu lintas,” ujarnya.

AKP Safiq mengimbau para orang tua untuk tidak menormalisasi anak dibawah umur atau yang belum memiliki SIM untuk berkendara.

“Anak-anak masih memiliki masa depan yang panjang. Kita wajib menjaga dan melindungi mereka,” ujar AKP Safiq.

Untuk diketahui, Operasi Patuh Semeru 2025 digelar selama 14 hari mulai tanggal 14 sampai dengan 27 Juli 2025.

Operasi kepolisian bidang lalu lintas ini mengambil tema Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas.

Adapun sasaran atau target prioritas Operasi Patuh Semeru 2025 ini adalah segala kerawanan yang dapat menyebabkan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, seperti, berboncengan lebih dari satu orang, melebihi batas kecepatan serta pengendara Ranmor yang masih di bawah umur.

Selain itu, penindakan juga dilakukan kepada pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm standar (SNI), pengemudi roda empat tidak menggunakan safety belt, pengemudi menggunakan HP pada saat berkendara, pengemudi Ranmor dalam pengaruh alkohol dan melawan arus.(Ali)

Program 3 Juta Rumah, Banyuwangi Masuk Delineasi Pesisir

Banyuwangi – Gempurnews.com. Berdasarkan Keputusan Mentri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nomor: 023/KPTS/M/2025 Tentang Delineasi Perkotaan, Pedesaan dan Pesisir dalam mendukung Program 3 Juta Rumah, Banyuwangi Masuk Delineasi Pesisir.

Terletak diujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi memiliki wilayah yang cukup beragam, termasuk daerah pesisir yang luas. Hal inilah yang membuat Banyuwangi terpilih sebagai salah satu kabupaten yang termasuk dalam delineasi pesisir, bersama dengan 7 kabupaten lainnya.

“Banyuwangi dikenal memiliki banyak destinasi wisata bahari dan pesisir yang populer, seperti Pantai Pulau Merah, Bangsring Underwater, dan Teluk Hijau. Hal ini semakin memperkuat status Banyuwangi sebagai bagian dari wilayah pesisir.” Terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU CKPP Kab. Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si. Melalui Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Dinas PU CKPP Kab. Banyuwangi, Edi Purnomo, ST. MM, Rabu (23/07/2025).

Program 3 Juta Rumah adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mengatasi backlog perumahan dan menyediakan rumah layak huni, terutama untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Program ini mencakup berbagai kegiatan, seperti Penyediaan Perumahan, Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Penyediaan Infrastruktur, Pembiayaan Perumahan, Pengembangan Kawasan dan ⁠Peningkatan Kesadaran dengan melakukan Sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya memiliki rumah layak huni.

“Ini merupakan Program Prioritas Pemerintah, dan untuk mewujudkan program 3 juta rumah ini, 1 juta di pedesaan ,1 juta di perkotaan dan 1 Juta di pesisir, Pemerintah Pusat telah membuat Perencanaan yang matang, membentuk tim Satgas Perumahan, membuat Struktur organisasi dan birokrasi yang kuat namun sederhana dan mudah diakses, Alokasi anggaran meliputi program perumahan, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan dukungan manajemen, dan masih banyak lainnya.”Tandasnya.

Dalam kesempatan itu Edi juga memaparkan peranan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU CKPP) sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi, “Dalam rangka mensukseskan Program ini, Kami hadir dengan beberapa bentuk dukungan seperti Penyediaan Lahan, Penyederhanaan Perizinan, melakukan Alokasi Anggaran seperti renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), kami juga terus berupaya melakukan Sosialisasi dan Pendataan, Memfasilitasi Kolaborasi, Meningkatkan Kualitas Rumah, Penyediaan Infrastruktur yang memadai, hingga terus melakukan Monitoring dan Evaluasi.” Paparnya.

Masih Edi, “Dengan Penyediakan lahan misalnya, kita dapat dapat mengoptimalkan pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Penyediaan lahan ini termasuk lahan-lahan idle atau terlantar. Selain itu kami juga berupaya melakukan Penyederhanaan Perizinan, seperti percepatan proses penerbitan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung), adapun regulasi yang telah disusun diantaranya, Perbup MBR no.40 th.2023, Perbup bebas BPHTB no.69 th.2024 dan Perbup bebas PBG no.70 th.2024. dalam hal ini kami juga melakukan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan retribusi PBG.” Terangnya.

Edi juga menegaskan, Alokasi Anggaran APBD untuk pembangunan rumah maupun renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) selama ini sudah berjalan dan kedepan akan terus dialokasikan, guna mendukung terwujudnya program 3 Juta Rumah.

“Kabupaten Banyuwangi selalu hadir setiap tahunnya melaksanakan program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS), melalui kegiatan Bantuan Stimulan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (BSRTLH) berkolaborasi dengan pemerintah pusat melalui kegiatan Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSPS) dan juga ada program-program peningkatan kualitas rumah maupun pembangunan rumah dari sumber-sumber pendanaan lain yang juga menjadi pendukung program 3 juta rumah.” Ujar Edi menjelaskan.

Kedepan pihaknya akan terus melakukan Monitoring dan Evaluasi guna menjamin optimalisasi program, “Terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan optimalisasi program. Sosialisasi dan kolaborasi akan kami tingkatkan, harapannya dengan adanya kegiatan-kegiatan ini dapat secara langsung menanggulangi angka kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat.” Terang Edi mengakhiri perbincangannya dengan awak media. (*/Sgt)

Tim Pemburu Kejahatan Polres Lumajang Intensifkan Patroli Dini Hari di Jalur Rawan Kriminalitas

Lumajang– Guna mengantisipasi potensi tindak kriminalitas seperti 4C (Curat, Curas, Curanmor, dan Curhewan), Tim Pemburu Kejahatan Polres Lumajang terus meningkatkan intensitas patroli malam hingga dini hari di sejumlah titik rawan.

Salah satu kegiatan patroli tersebut berlangsung pada Selasa dini hari (22/7/2025) sekitar pukul 03.12 WIB, dengan menyasar wilayah Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Patroli dipimpin langsung oleh Katim, Ipda Rahmat Budy Prasetyo, dengan menggunakan sepeda motor patroli menyisir jalur-jalur sepi dan minim penerangan yang dinilai rawan terhadap aksi kejahatan jalanan maupun pencurian.

“Kami fokus pada lokasi yang rawan, terutama jalan-jalan yang sepi dan minim penerangan. Patroli ini merupakan bentuk respons cepat kami terhadap potensi gangguan kamtibmas di malam hari,” ujar Ipda Rahmat Budy Prasetyo saat dikonfirmasi usai kegiatan.

Tim juga melakukan pengamatan terhadap aktivitas mencurigakan dan memeriksa kendaraan yang melintas tanpa kelengkapan surat, guna mencegah terjadinya curanmor dan tindakan kriminal lainnya.

Menurutnya, patroli akan terus digencarkan di berbagai titik berbeda setiap malam, sebagai langkah preventif untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya saat jam-jam rawan.

“Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama di jam-jam di mana potensi kejahatan meningkat. Ini bagian dari komitmen kami untuk menjaga keamanan wilayah Lumajang,” tegasnya.

Santunan Anak Yatim dan Dhuafa Dusun Genengan, Penuh kerukunan kebersamaan

0

Gempur News Blitar-
Genengan – Selasa, 22 Juli 2025, warga Dusun Genengan menggelar acara santunan untuk anak yatim dan kaum dhuafa, yang dilaksanakan di halaman Mushola Al-Firdaus. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, serta dihadiri oleh masyarakat sekitar, termasuk Kepala Desa dan perangkatnya. Banbikabtimas,banbinsa Kecamatan sanankulon.

Acara ini turut dimeriahkan oleh penampilan Hadroh “Allucarr Official, yang menampilkan vokalis bersuara merdu dan menyentuh hati, menciptakan suasana yang adem dan syahdu bagi para tamu undangan.

Sebanyak 8 anak yatim piatu menerima bantuan berupa uang tunai, yang disalurkan oleh panitia PHBI (Panitia Hari Besar Islam), serta beberapa sumbangan langsung dari donatur pribadi.

Sebelum rangkaian acara dimulai, panitia terlebih dahulu memimpin doa tahlil yang ditujukan kepada para leluhur warga. Tahlil ini menjadi bentuk penghormatan dan sekaligus sebagai rasa syukur atas amal jariyah yang telah disalurkan oleh masyarakat melalui PHBI untuk mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan sepanjang tahun.

Setelah penyantunan, acara resmi dibuka dengan sambutan dari protokol, disampaikan gus nanang makruf dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari Ketua PHBI, jaenal aripin, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga Dusun Genengan atas partisipasi dan kerjasama hingga acara dapat terlaksana dengan lancar mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran bapak kepala desa,banbinsa,bhabinkamtibmas,serta serta seluruh tamu undangan waktu untuk hadir dalam kegiatan ini. Penyampaian donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini Alhamdulillah dana yang terkumpul dan telah disalurkan untuk anak-anak yatim didusun Genengan sebesar Rp17.360.000 diberikan 8 anak yatim.
Selain itu dana yang terkumpul untuk kegiatan kirim sedekah untuk para leluhur sebesar Rp. 2.170.000 dana ini telah kami salurkan sebagaimana mestinya semoga membawa keberkahan bagi semua menjadi pahala jariyah yang terus mengalir. Ulasanya

Acara dilanjutkan dengan pengajian dan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Kiai Ahmad Sulthon, M.Pd.I. perlu kita pahami bersama bahawa dalam menentukan hukum halal dan haram bukanlah wewenang orang biasa. Itu adalah wewenang para ulama yang berilmu yang ilmunya mendalam dan di antara mereka adalah para Kiyai yang telah bermusawarah berdiskusi dan memutuskan dengan dasar ilmu dan pertimbangan yang matang maka apabila ada keputusan dari Kiai seperti mengenai hukum suatu hal misalnya musik yang berlebihan atau soud horeg” maka kita sebagai umat sebaiknya tidak marah atau menentang. Mari kita ikuti dan hormati keputusan tersebut karena mereka tidak asal menentukan melainkan berdasarkan musyawarah seluruh kiai dan dalil-dalil yang kuat.selanjutnya kita juga perlu mengenang dan memuliakan bulan Muharram khususnya tanggal 10 Muharram atau , yang sering kita sebut dengan ‘Asyura” dalam Sejarah islam banyak peristiwa besar yang terjadi pada tanggal tersebut diantara nabi Nuh diselamatkan dari banjir besar,Nabi Musa berhasil menyebrangi laut merah dan selamat dari kejaran firaun Nabi Ayub sembuh dari penyakitnya yang sangat berat. Karena itu tanggal 10 Asyura adalah hari yang sangat mulia Rasulullah SAW pun menganjurkan kita untuk memperbanyak ibadah pada hari tersebut salah satunya adalah berpuasa. Puasa Asyura menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu sebagaimana disebutkan dalam Hadits.mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperbanyak amal baik Puasa dan bersedekah terutama kepada anak-anak yatim semoga apa yang kita lakukan mendapatkan Ridho Allah SWT ulasanya.

Sebagai penutup, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai Misaji. menandai berakhirnya rangkaian kegiatan dengan penuh keberkahan dan haru.

Acara santunan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga memperkuat ikatan spiritual dan silaturahmi antarwarga dalam balutan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Islam. Tutupnya (c.fd /sdr)

PLN Pastikan Keandalan Listrik VIP di Upacara Sertijab Komandan Yonif 837/KT

0

Bangkalan — PT PLN (Persero) menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung suksesnya kegiatan strategis TNI di wilayah Madura. Hal ini tercermin dalam keterlibatan langsung PLN ULP Kamal dalam menjamin keandalan suplai listrik selama Upacara Penyerahan Jabatan Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 837/Ksatria Trunojoyo yang berlangsung pada Selasa, 22 Juli 2025 di Markas Yonif 837/KT, Banyu Ajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan.

Upacara ini dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sertijab tersebut menjadi simbol regenerasi dan kesinambungan kepemimpinan di tubuh TNI AD, sekaligus menegaskan peran strategis Yonif TP 837/KT dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan wilayah Madura.

Untuk mendukung acara penting yang juga dihadiri pejabat tinggi daerah seperti Bupati Bangkalan, Kapolres, Kapolsek, Camat Kamal, hingga Kepala Puskesmas Kamal, PLN mengerahkan sumber daya dan infrastruktur kelistrikan terbaiknya.

Melalui skema siaga VIP, PLN memastikan tidak ada gangguan listrik selama acara berlangsung. Pasokan utama berasal dari Penyulang Kamal, dengan backup dari Penyulang Sekarbung dan Labang. Sistem kelistrikan yang disiapkan meliputi instalasi UPS 100 kVA untuk mendukung tenda utama, genset 5500 watt untuk kebutuhan lapangan, serta genset 30 kVA milik TNI untuk sistem audio.

Kesiapan lapangan dikoordinasikan langsung oleh Dony Syeh AbuBakar selaku MULP Kamal dan Manda Juniantara Team Leader Teknik Layanan ULP Kamal beserta tim teknisnya.

Sejumlah langkah strategis telah dilaksanakan, mulai dari pengukuran dan pemindahan beban antar penyulang, pemasangan KWH meter satu dan tiga fase di area tenda dan lapangan, mobilisasi serta instalasi UPS, hingga uji coba sistem secara menyeluruh.

“PLN mendukung penuh kelancaran upacara ini karena acara ini tidak hanya penting bagi institusi TNI, tetapi juga menunjukkan kolaborasi nyata antara instansi negara dalam menjaga keamanan dan stabilitas di daerah,” ungkap Dony Syeh AbuBakar.

Dengan kesiagaan penuh serta koordinasi yang matang, PLN berhasil memastikan pasokan listrik berjalan tanpa hambatan selama kegiatan berlangsung. Kontribusi ini menjadi bukti nyata peran PLN sebagai mitra strategis dalam mendukung kegiatan nasional dan militer yang berskala besar di daerah.

Peneliti Senior University of New South Wales Australia Tertarik Riset Pengembangan Ekonomi hingga Potensi Pesisir Banyuwangi

Banyuwangi – Gempurnews.com. Pengembangan sektor ekonomi hingga potensi pesisir Banyuwangi menarik perhatian peneliti senior dari University of New South Wales, Canberra Australia, Associate Professor Minako Sakai.

Minako datang ke Banyuwangi dan bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Senin (21/7/2025).

Minako mengatakan riset yang dilakukan ini merupakan kolaborasi antara Universitas South Wales Canberra Australia dan UGM untuk mencari model terbaik dari pola dan dan kebijakan pemerintah daerah yang membawa kemajuan bagi daerahnya.

“Kami ingin mencari model kebijakan pemerintah yang bisa menjadi kunci dalam memajukan daerah. Sebelumnya, kami sudah melihat dan mendengar tentang berbagai kemajuan Banyuwangi dari media. Untuk itu, kami terinspirasi untuk melakukan riset di sini, mencari tahu sejauh mana dan bagaimana Banyuwangi bisa maju,” kata Minako yang juga Deputy of Head School (Research) di School of Humanities and Social Sciences, UNSW.

Penelitian yang dilakukan Minako, di antaranya fokus tentang pengembangan ekonomi Banyuwangi hingga pengembangan potensi pesisir dan keterlibatan nelayan dalam kemajuan daerah. Faktor apa saja yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan tersebut.

“Kami berpikir Banyuwangi bisa jadi contoh baik, harapan kami nantinya pola-pola kebijakan yang diterapkan di Banyuwangi juga bisa diimplementasikan di daerah-daerah lain,” ujar Minako.

Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Banyuwangi sebagai lokus riset. Ipuk menjelaskan kemajuan Banyuwangi merupakan hasil dari strategi pembangunan yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang. Ada sejumlah faktor yang mendukung di antaranya transformasi birokrasi, membangun konektifitas dan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal hingga kemitraan dengan berbagai pihak.

“Transformasi birokrasi menjadi langkah awal Banyuwangi karena yang menggerakkan berbagai program pembangunan. Transformasi dilakukan dengan digitalisasi dan orientasi pada pelayanan publik,” kata Ipuk.

Selanjutnya pengembangan ekonomi daerah dilakukan dengan menjadikan pariwisata sebagai payung besarnya. Seiring itu Banyuwangi tetap mendorong kemajuan di berbagai sektor baik pertanian dan perikanan. Agar ekonomi Banyuwangi tidak hanya bergantung pada satu sektor saja.

“Pariwisata menjadi motor penggerak karena memberikan multiplier effect yang besar. Di sektor pertanian kami mendorong diversifikasi komoditas serta penguatan hilirisasi, modernisasi alat pertanian hingga menjaring petani muda lewat program inkubasi dan permodalan,” ungkap Ipuk.

Sedangkan di sektor pesisir Banyuwangi melakukan pengembangan ekonomi berbasis nelayan dengan mengintegrasikan sektor perikanan dan pariwisata. Mulai penguatan komunitas nelayan dan mendorong tumbuhnya pariwisata bahari.

“Pemda mengintegrasikan perikanan, pariwisata, dan konservasi dalam RTRW, juga memberi dukungan infrastruktur pesisir, seperti akses jalan, tempat pendaratan ikan, dan dermaga hingga program pelatihan bagi nelayan,” pungkasnya. (*/Biro)