Home Blog Page 368

Hari ke -10 Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi 15 Jenazah Korban KMP Tunu Pratama

BANYUWANGI — Proses identifikasi korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya terus berlangsung.

Pada hari ke -10 sejak tragedi Rabu (2/7) hingga Sabtu (12/7/2025) Tim DVI Polda Jatim bersama instansi terkait telah berhasil mengidentifikasi 15 dari total 17 jenazah yang ditemukan.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast saat dikomfirmasi, Sabtu (12/7).

“Berdasarkan data dari DVI Polda Jatim sudah ada 15 jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya yang berhasil diidentifikasi dan 2 jenazah masih proses,” kata Kombes Abast.

Adapun 2 jenazah yang masih proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur (Jatim) adalah Jenazah Nomor PM: DOKKES/PLENGKUNG/014 Tiba pada 10 Juli 2025 pukul 09.31 WIB dan telah diperiksa sejak 10 hingga 12 Juli 2025.

Jenazah kedua Nomor PM: DOKKES/BLIMBINGSARI/017
Diterima pada 11 Juli 2025 pukul 13.00 WIB dan telah diperiksa sejak 11 hingga 12 Juli 2025.

Kombes Pol Abast menegaskan,proses identifikasi terhadap Dua jenazah tersebut terus dilakukan melalui pencocokan data medis dan data properti antemortem dari keluarga.

“Hingga kini, jenazah tersebut masih proses identifikasi,” kata Kombes Pol Abast.

Sementara itu Jenazah Nomor PM: DOKKES/MUNCAR/016 yang ditemukan pada 11 Juli 2025 pukul 10.44 WIB telah berhasil diidentifikasi atas nama Muhlason, laki-laki, kelahiran Pasuruan, 12 Agustus 1975.

Korban tercatat warga Dusun Brambang RT 1 RW 1, Desa Brambang, Gondangwetan, Pasuruan.

“Untuk korban meninggal yang ditemukan dan berhasil diidentifikasi, sudah diserahkan kepada keluarga masing – masing,” pungkas Kombes Abast.

Di tempat terpisah, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra mengatakan mengatakan, tim DVI Polda Jatim terus bekerja secara teliti dan mengutamakan ketepatan dalam proses identifikasi.

Hal itu agar seluruh korban dapat dipastikan identitasnya dan segera diserahkan kepada pihak keluarga.

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proses ini sebaik mungkin, demi memberikan kepastian dan penghormatan bagi para korban maupun keluarga yang ditinggalkan,” ujar Kombes Pol. Rama Samtama Putra.

Sementara itu Ketua Tim DVI Polda Jawa Timur, AKBP dr. Adam menambahkan bahwa proses identifikasi masih terus dilakukan oleh dr Forensik dan Inafis.

“Proses identifikasi ini tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Kami mengutamakan ketelitian agar identitas korban benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar AKBP dr.Adam di Banyuwangi.

Ia juga mengimbau keluarga korban yang belum mendapatkan kepastian untuk tetap bersabar dan aktif berkoordinasi dengan posko antemortem yang telah disiapkan oleh tim DVI atau menghubungi call center DVI 085190447911

“Harapan kami, dalam waktu dekat dua jenazah yang belum teridentifikasi ini dapat segera kami pastikan identitasnya dan diserahkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya,telah terjadi kapal tenggelam yaitu KMP Tunu Pratama Jaya pada saat melakukan pelayaran dari Ketapang menuju Gilimanuk Bali di perairan Selat Bali,Rabu (2/7).

KMP Tunu Pratama Jaya berangkat dari Dermaga LCM Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali sekira pukul 22.56 WIB.

Berdasarkan Manifest, kapal tersebut berpenumpang 53 Orang dan ABK Kapal 12 Orang serta 22 Unit Kendaraan.

Hingga berita ini ditulis proses identifikasi masih berlangsung di Posko DVI Polda Jatim bertempat di RSUD Blambangan, Banyuwangi (*)

Jelang Operasi Patuh Semeru 2025 Polres Pelabuhan Tanjungperak Ngopi Bareng Para Sopir Truk Tekankan Kesadaran Kolektif

TANJUNGPERAK – Suasana santai dan penuh keakraban terasa di Warung Kopi Buffer Truk, area Pelabuhan Tanjungperak.

Belasan pengemudi truk ekspedisi berkumpul bukan untuk sekadar melepas lelah, melainkan untuk cangkruk ngopi bareng bersama jajaran Satlantas Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim.

Kegiatan bertajuk Polantas Menyapa Bersama Menuju Indonesia Zero Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Imam Sayfudin Rodji.

Bersama para Kanit dan anggotanya, AKP Imam tampak berdialog akrab dan ganyeng dengan para sopir, menjembatani komunikasi antara aparat dengan para ujung tombak logistik di pelabuhan.

Dalam suasana yang cair tersebut, AKP Imam menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pendekatan humanis untuk membangun hubungan yang baik antara petugas dan komunitas sopir.

“Kami ingin membangun komunikasi yang efektif, mempererat hubungan, dan berdiskusi langsung dengan para driver,” ujar AKP Imam,Sabtu (12/7).

Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjungperak mengatakan,kegiatan itu bukan hanya tentang penegakan hukum, tapi juga tentang edukasi dan mencari solusi bersama untuk menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.

Ada dua agenda utama yang disosialisasikan dalam cangkrukan tersebut. Pertama, kampanye Zero Over Dimensi dan Over Loading atau ODOL.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim mengajak para pengemudi untuk lebih peduli terhadap dimensi dan muatan kendaraan mereka yang seringkali menjadi pemicu kecelakaan dan kerusakan infrastruktur jalan.

Kedua, Polres Pelabuhan Tanjungperak juga mengumumkan rencana pelaksanaan Operasi Patuh 2025 yang akan dimulai serentak pada 14 Juli 2025.

Para sopir diimbau untuk mempersiapkan kelengkapan surat-surat kendaraan dan senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Kami sengaja sampaikan informasi Operasi Patuh lebih awal agar para rekan-rekan driver bisa mempersiapkan diri,” ujarnya.

AKP Imam menambahkan, tujuan utama operasi ini adalah menekan angka pelanggaran dan kecelakaan.

Kegiatan cangkrukan ini disambut positif oleh para sopir truk. Mereka merasa memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi serta kendala yang dihadapi di lapangan.

Dialog dua arah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi positif demi terwujudnya kawasan Pelabuhan Tanjung Perak yang aman, tertib, dan bebas dari pelanggaran ODOL.

“Dengan adanya dialog seperti ini, kami harap kesadaran untuk tertib berlalu lintas tumbuh dari diri sendiri, bukan karena takut ada petugas, ” pungkasnya. (*)

RAMPOK SADIS MERAJALELA DI MOJOAGUNG JOMBANG

JOMBANG – gempurnews.com. Perampokan kembali merajalela di wilayah Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang tepatnya di Desa Karobelah, korbannya seorang Perempuan Manula yang tinggal sendirian di rumah. Peristiwa terjadi di Dsn Karobelah 3 Rt. 1 RW 5 Desa Karobelah Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang. Korban SUMARLIN 75 th pekerjan mengurus Rumah Tangga.

Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas, S.H memberikan realis ke awak media gempurnews.com bahwa peristiwa perampokan terjadi pada hari jum’at tanggal 11 Juli 2025 sekitar pukul 17.30 WIB. Korban saat berada di dalam rumah sendirian pada saat mau mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat magrib di dorong oleh seseorang yang tidak dikenal dari belakang sampai jatuh tersungkur. Pelaku saat mendorong korban sampai tersungkur mengancam akan membunuh saat itu juga kalau berteriak

‘ Pada hari Jum’at tanggal 11 Juli 2025 sekira pukul 18.30 WIB (Pelapor) PRAMUHAJI mendatangi rumah dan mendapat cerita dari (Korban) SUMARLIN perempuan usia 75 th, bahwa sekira jam 17.30 WIB Saat Korban berada di dalam rumah Dsn. Karobelah 3 RT 001/RW 005 Ds. Karobelah Kec. Mojoagung Kab. Jawa Timur untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat Magrib tiba-tiba Pelapor di dorong dari belakang oleh seorang Laki Laki tidak di kenal yang menyebabkan Korban jatuh tersungkur ke lantai sembari berkata “Awas koen titenono nek bengok bengok tak pateni nang gon” realis Kapolsek.

Dalam keadaan korban yang tersungkur di lantai, pelaku merampas kalung dan gelang yang ada di tubuh korban dan setelah itu melarikan diri lewat pintu belakang, korban berusaha berteriak minta tolong tapi tidak ada yang mendengar lalu korban berlari keluar dan berteriak minta tolong akhirnya tetangga pada berdatangan.

” Dalam keadaan Korban tersungkur di lantai lalu Pelaku mengambil paksa perhiasan Emas 1 (satu) buah kalung dan 1 (satu) buah gelang yang saat itu di pakai Korban, Setelah berhasil mengambil paksa perhiasan milik Korban, Pelaku melarikan diri lewat pintu belakang rumah, Korban yang saat itu masih berada di dalam rumah berusaha berteriak minta tolong namun tidak ada yang mendengar, warga dan tetangga Korban baru mengetahui kejadian tersebut saat Korban keluar rumah dan berteriak minta tolong. ” Keterangan dalam realis Kapolsek.

Akibat kejadian perampokan korban mengalami kerugian sebesr Rp. 12.000.000 dan mengalami luka memar di mulut akibat di pukul pelaku. Selanjutnya korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Mojoagung.

” Akibat kejadian tersebut Korban mengalami kerugian senilai Rp. 12.000.000 (Dua belas juta rupiah) serta Korban mengalami luka memar pada bagian mulut akibat di pukul Pelaku dengan menggunakan tangan kosong. Selanjutnya Pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mojoagung guna penyelidikan /Penyidikan lebih lanjut utk bisa ungkap pelakunya berdasar ket.saksi2 dan bukti petunjuk lain seperti CCTV
Sangkaan Psl 365 KUHP ” realis Kompol Yogas.

Dari peristiwa ini di perlukan kewaspadaan dini dan perhatian sesama warga untuk mengurangi tindakan kriminalitas dan saling mengenal antar warga setempat untuk menghindari dari kedatangan orang asing. ( Adi Facdiar ).

Nekad Edarkan Sabu, Petani di Kejayan Diringkus Polisi

PASURUAN – Seorang petani inisial MSA (51 th) asal Krajan, Rt/Rw. 07/02 Desa. Lorokan, Kec. Kejayan, Kab. Pasuruan diamankan polisi di Desa Oro-oro puleh, Kejayan Kabupaten Pasuruan, Rabu (2/7/25).

Iya ditangkap setelah diketahui mengedarkan narkotika golongan 1 jenis sabu. Tersangka berperan sebagai pengedar dengan keuntungan Rp. 200.000,- s/d Rp. 350.000,- per gramnya dan dapat menggunakan sabu secara gratis.

Saat melakukan penggeledahan dirumahnya petugas kepolisian menemukan barang bukti berupa 9 poket yang berisi narkotika jenis sabu dengan total berat 2,754 gram.

Atas perbuatannya, MSA terancam hukumanminimal 5 tahun penjara dan maksimal seumur hidup / mati.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menghimbau agar berhati-hati dalam mengambil keputusan.

“Hati-hati dan jangan terlena uang cepat dan mudah, bekerjalah dengan benar, mungkin akan berat di awal namun jika Istiqomah akan membuahkan hasil yang baik. Jangan sampai mengambil keputusan salah dan malah merugikan diri sendiri dan keluarga,” tegas Kapolres Jazuli menghimbau masyarakat.

Banyuwangi Ethno Carnival 2025 Dibuka dengan Doa untuk Korban KMP Tunu Pratama Jaya

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Event parade kostum budaya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025 kembali digelar, Sabtu (12/7/2025). Pagelaran yang masuk dalam kalender pariwisata nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) itu dibuka dengan doa untuk para korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali sebelas hari sebelumnya.

Dalam BEC tahun ini, para penonton, undangan, dan panitia mengenakan mayoritas pakaian hitam-hitam. Busana tersebut sekaligus sebagai bentuk duka cita masyarakat Banyuwangi atas tragedi itu.

“Sebelum memulai sambutan, saya mengajak, mari kita tundukkan kepala sejenak untuk mengirimkan doa dan rasa bela sungkawa kepada para masyarakat yang terkena musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Para penonton, undangan, hingga peserta pun mengheningkan cipta. Mereka berdoa agar korban-korban meninggal KMP Tunu Pratama Jaya mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Serta agar para keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan.

“Semoga doa-doa yang kita lantunkan pada hari, mudah-mudahan menjadi doa baik bagi para korban yang wafat. Dan menjadi doa baik pula bagi keluarga yang ditinggalkan,” kata Ipuk.

Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk berdoa agar ada titik terang untuk para korban yang hingga kini belum ditemukan.

Doa juga terpanjatkan untuk para tim SAR gabungan yang sudah bekerja salama sebelas hari. Ipuk berharap, proses pencarian akan selalu dilancarkan.

“Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petugas SAR, para relawan, TNI, Polri, dan teman-teman lain yang terlibat dalam pencarian korban dari kapal KMP Tunu,” ujar dia.

Ajakan untuk berdoa bersama juga disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang hadir dan membuka BEC 2025. Khofifah mengajak para hadirin untuk membaca Surah Alfatihah yang ditujukan kepada para korban meninggal KMP Tunu Pratama Jaya.

“Tadi saya bertemu dengan para ahli waris korban di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Saya menyampaikan duka cita kami kepada mereka. Semoga amal para korban diterima, khilafnya diampuni, dan keluarganya diberi kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” kata Khofifah.

Sebelum menghadiri BEC, Khofifah didampingi Forkopimda Banyuwangi menyambangi keluarga korban di Pelabuhan Ketapang. Khofifah juga memberikan santunan pada keluarga korban asal Jatim.

BEC tahun ini digelar dengan mengangkat tema Ngelukat: Usingnese Traditional Ritual. Tema itu bercerita tentang fase-fase kehidupan masyarakat Suku Osing, suku asli Banyuwangi. Fase kulai dari sebelum lahir hingga meninggal dunia. (*/Biro)

Kembangkan Budaya Keselamatan Berkendara di Safety Riding Camp 2025 Bersama Yayasan AHM

Jakarta – Sebanyak 40 duta keselamatan berkendara Astra Honda mengikuti kalibrasi kemampuan dalam mengampanyekan keselamatan berkendara di AHM Safety Riding & Training Center, Deltamas, Cikarang. Para peserta yang terdiri dari duta Safety Riding Lab (SRL) dan figur guru PAUD hadir dalam gelaran Safety Riding Camp (SRC) Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM).

SRC 2025 yang digelar pada 8–10 Juli 2025 hadir melalui tema “Sejuta Inspirasi, Generasi #Cari_aman”. Peserta dipilih melalui proses seleksi regional yang diikuti oleh 144 peserta. Sebelum melaju ke tingkat nasional, ratusan peserta tersebut beradu keterampilan dalam mengkampanyekan keselamatan berkendara melalui saluran komunikasi media sosial. Para duta SRL dan figur Safety Riding terpilih di tingkat nasional mendapatkan pelatihan dan kalibrasi kompetensi mengajar serta adu kampanye kompetisi keselamatan berkendara.

Pada SRC 2025 tingkat nasional, sebanyak 33 duta SRL dan 7 figur guru PAUD mendapatkan pelatihan safety riding dengan berbagai metode, seperti melalui simulasi Honda Riding Trainer (HRT) dan praktik langsung di test course. Seluruh pelatihan dan kalibrasi langsung diberikan oleh para Instruktur Safety Riding Astra Honda yang telah tersertifikasi Astra Honda License Instructor (AHLI). Selain kemampuan dan memberikan pelatihan berkendara, para peserta juga dilatih dan ditantang dalam kreativitas mengkampanyekan keselamatan berkendaraan di media sosial.

Untuk memperkuat kompetensi, para peserta SCR 2025 mendapatkan pelatihan public speaking sebagai bekal dalam mengedukasi kampanye keselamatan berkendara. Mereka juga mendapatkan pelatihan tingkat lanjut dalam berkomunikasi di media sosial, pembuatan vlog kreatif, video reels, konten edukatif, hingga membuat lagu pembelajaran untuk anak bertema keselamatan berkendara.

Setelah mendapatkan berbagai pembekalan, para peserta unjuk kemampuan dalam mengampanyekan keselamatan berkendara dan terpilih enam terbaik untuk duta SRL bagi siswa dan guru serta tiga terbaik untuk figur guru PAUD. Karya terbaik dipilih berdasarkan kreativitas, kekuatan pesan, jangkauan dampak yang dihasilkan dari masing-masing karya, serta kinerja kampanye keselamatan berkendara selama periode tahun 2024-2025.

“Saya bersyukur mendapat pengalaman luar biasa ini. Saya belajar banyak, mulai dari teknik berkendara yang aman hingga cara menyampaikan pesan keselamatan dengan cara yang menyenangkan. Saya siap menjadi generasi #Cari_aman yang menginspirasi ke sekolah dan lingkungan saya,” Gede Esa Jaya Nugraha, pemenang SRC 2025 sekaligus duta SRL sekolah SMAN Bali Mandara.

Senada dengan itu, Danti Ita Arsanti peraih juara Figur Guru PAUD terbaik menyampaikan, “Kegiatan ini memberi banyak inspirasi baru. Saya kini lebih percaya diri menyampaikan edukasi budaya dan etika berlalu lintas kepada anak didik usia dini melalui pendekatan kreatif yang menyenangkan.”

Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari 6 SRL binaan Yayasan AHM yaitu SMK Mitra Industri MM2100 Bekasi Jawa Barat, SMK Teknik Panca Abdi Bangsa Binjai Sumatera Utara, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang Jawa Timur, SMAN Bali Mandara, SMKN 1 Bulakamba Brebes Jawa Tengah, dan SMKN 4 Tasikmalaya Jawa Barat. Sementara itu, para guru PAUD berasal dari wilayah DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Karawang Jawa Barat.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan Safety Riding Camp bukan sekadar kompetisi namun investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia, terutama dalam memberikan pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan untuk masyarakat.

“Kami meyakini bahwa menjalankan budaya keselamatan berkendara butuh sinergi yang kuat. Kami berkolaborasi dengan duta dan figur keselamatan berkendara dari berbagai kalangan untuk mengembangkan budaya keselamatan berkendara dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh para pengguna jalan raya di Indonesia,” ujar Muhib.

Merujuk data Yayasan AHM, SRC yang diselenggarakan pertama kali pada 2017 telah mengedukasi sekitar 80.000 penerima manfaat dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, instansi pemerintah maupun swasta. Para figur etika keselamatan berkendara di TLLA juga telah berbagi ilmu dalam mengedukasi sekitar 35.000 usia 4 – 9 tahun terkait dasar-dasar keselamatan berlalu lintas melalui rambu-rambu lalu lintas, media praktik berupa sepeda push bike dan edukasi melalui permainan ular tangga.

SRC 2025 turut didukung oleh PT Suryaraya Rubberindo Industries, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Yutaka Manufacturing Indonesia, dan PT Musashi Auto Parts Indonesia. Yayasan AHM akan terus mendorong para alumni program untuk menyebarkan nilai-nilai keselamatan berkendara di komunitas masing-masing, serta memperkuat gerakan #Cari_aman di seluruh Indonesia.

(Gokkon)

Kapolresta Banyuwangi Serahkan Korban KMP Tunu Pratama Jaya Asal Malaysia kepada Keluarga untuk Dimakamkan

BANYUWANGI — Jenazah Fauzey bin Awang, warga negara Malaysia yang menjadi korban kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, diserahkan oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtana Putra kepada pihak keluarga, Jumat (11/7).

Sesuai kesepakatan keluarga dan wasiat almarhum, jenazah akan dimakamkan di Banyuwangi.

Kombes Pol. Rama Samtana Putra menjelaskan bahwa keluarga almarhum yang baru tiba dari Malaysia telah bertemu dengan istri korban di Banyuwangi dan sepakat terkait pemakaman tersebut.

“Pemakaman dilakukan di Dusun Lidah, Gambiran Banyuwangi, berdasarkan kesepakatan keluarga dan wasiat almarhum,” ujar Kombes Pol. Rama saat ditemui di RSUD Banyuwangi.

Menurut Kapolresta Banyuwangi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI terkait proses tersebut.

“Kedutaan Besar Malaysia melalui Kemenlu RI menyatakan tidak ada keberatan terkait pemakaman ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk legalitas, ibu dan putri almarhum yang datang dari Malaysia juga telah membuat pernyataan tertulis terkait kesediaan pemakaman di Banyuwangi.

Jenazah diberangkatkan dari RSUD Banyuwangi sekitar pukul 18.30 WIB dengan pengawalan Satuan Lalu Lintas Polresta Banyuwangi menuju masjid untuk disalatkan, sebelum akhirnya dimakamkan di Dusun Lidah, Gambiran, Banyuwangi.(*)

Pj. Bupati Barut : Penertiban Rumah Terapung Lanting WFC Dengan Cara Humanis

BARITO UTARA- Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara,  Indra Gunawan, SE. MPA didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. Muhlis Staf Ahli Bupati, Drs. Ardian, M. Pd, Asisten II Sekda serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pengecekan langsung ke kawasan Water Front City (WFC) Muara Teweh.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti keberadaan lanting atau rumah terapung yang,  dinilai tidak layak huni dan telah ditinggalkan oleh pemiliknya.

Dalam aktivitas tersebut, rombongan dari depan pasar pendopo menyusuri area tepian sungai Barito jalan kaki di bangunan WFC, untuk menginventarisasi sejumlah rumah terapung yang berpotensi membahayakan keselamatan warga serta merusak estetika kawasan wisata sungai.

Pj. Bupati Barito Utara Indra Gunawan dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa langkah penertiban akan segera dilakukan secara terukur dan humanis.

“Kita tidak ingin kawasan Water Front City (WFC) ini tercemar oleh lanting-lanting yang terbengkalai. Selain membahayakan, ini juga mengganggu keindahan kota. Maka dari itu, rumah lanting yang tidak layak dan sudah ditinggalkan pemiliknya akan kita data dan pindahkan,” tegas Indra Gunawan, Jumat (11/7/2025) pagi

la menambahkan bahwa sebelum dilakukan pemindahan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik lanting apabila masih bisa dihubungi. Penanganan juga akan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, serta stakeholder lainnya.

Sementara Sekda Barito Utara, Muhlis mengatakan peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Barito Utara dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas dan tarap hidup masyarakat. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan tepi sungai agar lebih aman, tertib, dan menjadi destinasi unggulan yang mendukung wajah baru Barito Utara.  (SS)

Inisial “S” Seorang Pelajar Ditengarai Mencuri,  Diamankan Polsek Teweh Tengah

BARITO UTARA- Polisi Sektor (Polsek) Teweh Tengah, Polisi Resor (Polres) Barito Utara, Polisi Daerah (Polda)  Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil mengamankan seorang pelajar berinisial “S” 23 tahun, ditengarai mencuri barang di toko milik Mama Bilqis yang beralamat di jalan Haji Koyem Rt 04 Kelurahan Jingah Muara Teweh, pada Kamis (13/3/2025) dini hari pukul 13.00 Wib.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Barito Utara, AKBP. Singgih Febiyanto, SH. SIK melalui Kasihumas Polres Barito Utara, IPTU. Novendra Warta Putra, membenarkan bahwa seorang pelajar berinisial “S” ditengarai telah mencuri barang di toko milik Mama Bilqis, kejadian ini berhasil diungkap setelah adanya laporan dari korban atas nama Dian Rana alias Mama Bilqis, yang mengetahui tokonya dibobol maling. 

“Kejadian tersebut baru diketahui pada pagi harinya sekitar pukul 07.30 WIB ketika suaminya, Upik Rahman, membuka toko dan menemukan kondisi dalam toko telah berantakan di obrak- abrik maling dan melihat ada sejumlah barang yang hilang,” ungkap IPTU Novendra, Juma’at (11/7/2025) petang

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara dan keterangan para saksi, pelaku “S” diketahui membawa kabur uang tunai Rp1.500.000, sepuluh slop rokok merek Excel Klik Grape, empat karung beras Harum Sari @5 kg, dan satu unit laptop Asus berisi aplikasi kasir senilai total Rp3.500.000. Total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp. 9000.000.

Setelah dilakukan penyelidikan, aparat Polsek Teweh Tengah berhasil mengamankan seorang pria berinisial “S” (23), warga Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, yang diketahui masih berstatus sebagai pelajar.

Saat penangkapan, polisi juga menyita barang bukti berupa satu kotak laptop merek Asus, satu unit sepeda motor Honda Scoopy putih dengan nomor polisi KH 6848 EP, serta satu unit sepeda motor Suzuki Nex ungu yang diduga digunakan dalam aksi pencurian.

“Pelaku telah kami amankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) ke- 5e KUHP tentang pencurian dengan Novendra. pemberatan,” terang IPTU

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyidikan akan terus berlanjut untuk mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kejadian ini.   (SS

Ketua KONI Lumajang menjawab dengan Torehan Prestasi, Atlit Lumajang Alhamdulillah “tidak Matre”

.
Lumajang, Gempur News.

— Raihan medali Porprov Kontingen Kab Lumajang,23 Medali Emas, 10 perak dan 24 perunggu membuktikan keseriusan pembinaan yang baik yang dilakukan oleh KONI Lumajang, sehingga memberikan torehan prestasi spektakuler utamanya kenaikan Hampir 400 Persen kenaikan Medali emasnya,inilah cuplikan wawancara wartawan media Gempur ” Joe ” dengan Budi Satria SE , Ketua umum KONI Lumajang.

Selamat siang Pak Ketum, bagaimana kesan anda dengan suksesnya di PORPROV? Prestasi yang cukup membanggakan lah kalau menurut teman-teman media ini spektakuler dengan reputasi prestasi yang demikian tinggi. Apa kesannya?

Kesan pertama Alhamdulillah kita bersyukur sama Allah Sudah diberikan sebuah prestasi yang membangkakan untuk masyarakat Lumajang. Tapi dibalik itu semua yang paling luar biasa dan paling spektakuler itu adalah atlet-atlet Kabupaten Lumajang, di mana mereka punya semangat juang yang tinggi untuk mempersembahkan medali, khususnya medali emas untuk Kabupaten Lumajang. Karena kita juga punya, apa namanya, punya slogan yang memang kita ciptakan sebelum PORPROV kemarin yaitu Ganas, Gerakan Atlet Menang Emas. Jadi itu memang benar-benar dipahami, dilakukan oleh atlet-atlet Lumajang sehingga yang kemarin kita PORPROV sebelumnya hanya memperoleh 6 medali emas, kemarin kita langsung naik ke 23 medali emas.

Apa rahasia pembinaannya? kok bisa se-dahsyat atau se-fenomena itu sehingga bisa mengangkat prestasi? Apakah ada tips atau cara khusus dalam pembinaan-pembinaan prestasi?

Kalau cara khususnya kita sebetulnya hamper sama seperti sebelum-sebelumnya. Hanya yang membedakan memang di PORPROV kali ini kita mengajak duduk bersama dengan ketua-ketua cabor, kita diskusikan bersama untuk bagaimana pemusatan latihannya, kemudian bagaimana training center-nya, kemudian sampai kepada PORPROV-nya. Sehingga kita semuanya sama-sama kolaborasi, sama-sama bekerja untuk yang terbaik bagi kabupaten lumajang . Itu mungkin yang memang sebelum-sebelumnya belum pernah kita lakukan. Sehingga termasuk anggaran, pembiayaan itu kita semuanya berikan kepada cabor-cabor untuk dikelola bersama-sama.

Pasca PORPROV ini kan mungkin ada beberapa atlet lumajang yang terpilih untuk memperkuat Jawa Timur di PON NTB-NTT, apa ada perlakuan khusus untuk atlet yang terpilih nanti?

Kalau mereka nanti terpilih masuk PUSLATDA PON di Jawa Timur, selama ini kita tidak ada perlakuan khusus untuk kesana karena secara pembinaan sudah beralih. Mereka bukan menjadi asetnya Lumajang saja, tapi menjadi asetnya Jawa Timur, dan yang membina mereka nanti langsung dari Provinsi Jawa Timur. Nah, mungkin kita dorong mereka ini untuk tetap bisa kembali ke Lumajang dan memberikan motivasi kepada junior-juniornya yang nantinya akan kita persiapkan di PORPROV 2027.

Apa otomatis yang meraih medali emas sekarang lolos ke PON?
Yang meraih medali emas di PORPROV belum tentu lolos ke PON, karena nanti dipemusatan untuk penjaringan PUSLATDA itu ada seleksi lagi, seleksi fisik, seleksi sebagainya, tapi yang dapat medali di PON kemarin itu menjadi prioritas untuk diberangkatkan ke PON kedepan. Nah yang medali PORPROV ini nanti akan disaring lagi oleh KONI Jatim untuk layak atau tidak masuk ke PON.

Setelah PORPROV 2025, ini kan 2027 kita juga mau mengikuti PORPROV berikutnya, bagaimana persiapannya?

Persiapannya kita sudah diajak diskusi, diajak sharing dengan Kepala DISPORA, Kabupaten Lumajang untuk mempersiapkan PORPROV Jatim 10 tahun 2027 karena pemerintah Kabupaten Lumajang dalam hal ini bupati, wakil bupati menginginkan PORPROV yang ke depan itu kita masuk 10 besar. Nah ini strategi-strategi yang kita lakukan. Jadi setelah selesainya ini kita segera evaluasi, kemudian nanti kita persiapkan tahun depan program penjaringan atlet di semua wilayah yang ada di Kabupaten Lumajang, mulai dari tingkat desa hingga tingkat kecamatan, kita seleksi dengan benar melalui sebuah kejuaran PORKAB (Pekan Olahraga Kabupaten) baru kita ngelaksanakan pemusatan.
Terakhir, bagaimana pesan untuk ketua-ketua cabor dan atletnya supaya meningkatkan prestasi?

Mari kita sama-sama melakukan yang terbaik untuk olahraga prestasi di Kabupaten Lumajang karena bagaimanapun KONI tidak akan bisa berjalan lancar, tidak akan bisa sukses tanpa ada kontribusi juga tanpa ada kolaborasi dengan cabor-cabor. Dan juga sudah tentu kita juga butuh support, butuh dukungan dari pemerintah dalam hal ini, Bupati, Wakil Bupati, melalui DISPORA Kabupaten Lumajang, dan juga kita mohon dukungan penganggaran juga dari DPRD untuk kesuksesan PORPROV yang akan datang. Apabila tidak ada kolaborasi yang baik, khususnya KONI dengan cabor-cabor ini, saya kira kita juga akan kesulitan untuk menembus target 10 besar di 2027.

Maaf satu lagi untuk pemerintah, reward Lumajang itu di kisaran angka 20 juta, di Kabupaten lain mungkin ada yang besar, apa pesan KONI untuk pemerintah? Apakah minta dinaikan atau bagaimana?

Alhamdulillah atlit Lumajang ini punya dedikasi dan loyalitas yang tinggi pada daerahnya, sehingga pada saat pelepasan kemarin sudah disampaikan oleh Bunda Indah kalau rewardnya emas itu 20 juta dari pemerintah, yang 5 juta mentas dari KONI, sehingga total 25 juta. Sedangkan di daerah lain ada yang 30 juta sampai 50 juta. Dan Alhamdulillah, atlit-atlit kita tidak ada yang tergiur untuk pindah keluar dari Lumajang. Karena apa? Kita sendiri memberikan pemahaman kepada atlet bahwa tidak semata-mata mengejar bonus, karena kita memahami bahwa daerah-daerah yang memberikan bonus besar mungkin mempunyai kemampuan penerimaan PAD yang lebih besar daripada lumajang. Sehingga itu sudah dipahami oleh atlet-atlet Kabupaten Lumajang, khususnya yang punya rasa loyalitas, dan cinta sama daerahnya.
Terima kasih, Pak Budi.

Itulah hasil wawancara dengan KETUM KONI Lumajang Budi Satria, SE yang sempat diragukan karena tak pernah memimpin Organisasi sebesar KONI dia menjawab dengan prestasi membanggakan masyarakat Lumajang., Bravo KONI Lumajang ( Joe/ BB).