Home Blog Page 198

Polresta Malang Kota Gandeng UMM Gencarkan Roadshow Anti-Bullying

0

KOTA MALANG – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas kekerasan terus diperkuat Polresta Malang Kota Polda Jatim.

Bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Polresta Malang Kota Polda Jatim menggelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Bahaya Narkoba bertajuk “Dari Kota Malang untuk Indonesia” di SMP Negeri 3 Kota Malang, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari roadshow edukasi ke sekolah-sekolah dalam rangka membangun kesadaran sejak dini terkait ancaman perundungan yang memprihatinkan.

Sosialisasi diikuti ratusan pelajar dan dikemas melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga sesi tanya jawab terbuka untuk menggali pemahaman siswa mengenai dampak serius bullying maupun risiko penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan ini menekankan nilai preventif, kolaboratif, dan sinergi antarinstansi demi memperkuat ketahanan peserta didik terhadap kekerasan dan pengaruh negatif di lingkungan sosial.

Data Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota mencatat bahwa kasus perundungan di Kota Malang menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir.

Sepanjang 2024 terdapat enam laporan, dan bertambah menjadi delapan kasus pada 2025.

Mayoritas korban merupakan pelajar jenjang SMP, dengan bentuk kekerasan fisik paling mendominasi.

Kanit PPA Polresta Malang Kota Iptu Khusnul Khotimah, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut menjadi alasan utama kepolisian menggencarkan roadshow sosialisasi ke sekolah-sekolah sebagai langkah preventif.

“Banyak kasus bullying dilakukan oleh siswa-siswi SMP. Karena itu kami memilih jenjang SMP dan SMA sebagai sasaran utama agar angka perundungan bisa ditekan melalui edukasi sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, dampak paling berat dari perundungan di Kota Malang adalah gangguan mental.

Kondisi itu dialami korban yang mengalami kekerasan secara berulang dalam kurun waktu lama.

Sejumlah kasus bahkan terjadi di luar lingkungan sekolah, seperti di area sepi ataupu lokasi tongkrongan sepulang sekolah.

Motif pelaku pun bervariasi, mulai dari keinginan menunjukkan superioritas, salah paham antarkelompok, hingga masalah asmara remaja.

Dalam sosialisasi ini, Polresta Malang Kota bersama UMM menjelaskan bentuk-bentuk bullying, dampaknya, hingga konsekuensi hukum yang dapat menjerat pelaku.

Penekanan diberikan pada pentingnya pelajar berani melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.

Sabrina Kirana, salah satu siswi kelas 7 SMPN 3, mengakui kegiatan ini membuka wawasan penting dan membuat para pelajar lebih siap menghadapi situasi perundungan.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kami jadi tahu apa yang harus dilakukan jika menjadi korban atau saat melihat tindakan bullying dan paham bahwa bullying serta narkoba tidak hanya melukai fisik tetapi juga sangat mengganggu mental dan masa depan,” ujarnya.

Seperti yang sudah disampaikan awal sambutan, Kepala SMPN 3 Kota Malang Drs. Teguh Edy Purwanta menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Polresta Malang Kota dan UMM dalam memberikan edukasi komprehensif kepada siswanya.

“Narkoba dan bullying sangat berdampak pada kesehatan mental, prestasi, dan masa depan anak-anak kami. Karena itu, sosialisasi seperti ini sangat penting untuk membuka kesadaran dan keberanian siswa dalam menjaga diri dan lingkungan,” ujarnya.

Roadshow edukasi anti-bullying Polresta Malang Kota bersama UMM menggambarkan komitmen kuat dalam menciptakan ruang belajar yang aman, kondusif dan berorientasi pada pembentukan karakter positif pelajar menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Polisi Bersihkan Tempat Ibadah dan Rumah Warga Terdampak Abu Vulkanik Semeru

0

LUMAJANG – Upaya pemulihan pascaerupsi Gunung Semeru terus dilakukan jajaran kepolisian.

Personel Polres Lumajang bersama Satbrimob dan Samapta Polda Jawa Timur melaksanakan pembersihan beberapa fasilitas ibadah dan rumah warga di wilayah terdampak.

Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Lumajang, Kompol Jauhar Ma’arif menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan lanjutan dari serangkaian aksi kemanusiaan yang telah dilakukan sejak pascaerupsi Gunung Semeru.

“Kegiatan hari ini kelanjutan kegiatan yang sudah kami laksanakan pascaerupsi,” ujarnya,Rabu (26/11).

Ia menjelaskan, fokus pembersihan dilakukan di sejumlah musala di Dusun Umbulan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, yang mengalami paparan abu vulkanik.

Langkah ini bertujuan memastikan fasilitas ibadah tersebut dapat kembali digunakan warga yang masih bertahan di rumah karena kondisi wilayahnya dinilai masih aman.

“Kegiatan hari ini kami melaksanakan pembersihan beberapa tempat ibadah agar nanti musala ini bisa digunakan pada saat ibadah warga yang saat ini masih belum mengungsi,” jelas Kompol Jauhar.

Terkait pembersihan musala, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepekaan anggota di lapangan setelah melihat kondisi bangunan yang kotor akibat material erupsi.

Selain fasilitas peribadatan, personel gabungan sejak pagi juga menyasar rumah-rumah warga serta membantu memindahkan barang-barang milik masyarakat ke lokasi yang lebih aman.

“Untuk pembersihan rumah-rumah dan membawa barang-barang pengungsian ke tempat pengungsian yang lebih aman juga kami lakukan sejak adanya himbauan agar warga mengungsi,” tambahnya.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari respons cepat Polres Lumajang dan Polda Jatim dalam membantu warga yang terdampak erupsi Semeru, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan aman, terutama dalam hal ibadah dan penyelamatan barang berharga. (*)

Dialog Literasi Kebangsaan STIK Angkat Isu Etika Moral dalam Transformasi Birokrasi Polri

0

Jakarta — STIK Lemdiklat Polri menggelar Dialog Literasi Kebangsaan (DILIBAS) Episode 2 bertema “Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri” di Auditorium Mutiara STIK, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar nasional, pejabat utama Polri, akademisi, serta ratusan mahasiswa dari STIK dan berbagai perguruan tinggi di Jakarta yang turut aktif mengikuti jalannya diskusi.

Pada kesempatan itu, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si. menekankan bahwa transformasi Polri memerlukan perubahan yang lebih mendasar. Ia menilai bahwa pembaruan institusi tidak boleh berhenti pada aspek struktural semata. “Transformasi Polri harus dibangun di atas keberanian moral, etika, dan keteladanan,” ujarnya, seraya menyebut bahwa kepemimpinan yang berani mengoreksi diri merupakan prasyarat penting dalam memperkuat integritas kelembagaan. 

Forum dialog ini menghadirkan perspektif strategis dari para tokoh nasional seperti Prof. Dr. Koentjoro, Prof. Yudi Latif, Prof. Dr. Paulus Wirutomo, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., Dr. Sarah Nuraini Siregar, dan Dr. Phil. Panji Anugrah Permana. Para narasumber membahas isu etika profesi, legitimasi publik, dinamika pelayanan kepolisian, hingga tantangan reformasi kelembagaan di tengah perubahan sosial dan digital yang semakin cepat.

Sementara itu, Wamenkumham Prof. Edward Omar Sharif Hiariej menyoroti pentingnya budaya etis sebagai fondasi moral Polri. Ia menegaskan bahwa prinsip to serve and to protect merupakan pedoman yang harus tercermin dalam perilaku setiap anggota. “Solidaritas internal harus memperkuat profesionalitas dan kepatuhan hukum, bukan menjadi ruang untuk menutupi pelanggaran,” tegasnya dalam sesi dialog. 

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa dan peserta mengenai kepercayaan publik, tantangan moral aparat, peran teknologi dalam transparansi, hingga pentingnya community policing. Interaksi ini menunjukkan tingginya perhatian generasi muda terhadap agenda perubahan Polri dan nilai-nilai etika yang menyertainya.

Melalui penyelenggaraan DILIBAS Episode 2 ini, STIK Lemdiklat Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat landasan akademik dan nilai etis guna mendorong terwujudnya Polri yang Presisi: prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik dan menjawab tuntutan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Kementerian Koordinator Bidang Infrakstruktur dan Pembangunan Wilayah,Mengunjungi Wilayah Terdampak Rob Di Ulujami Pemalang

0

Gempurnews | Pemalang – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrakstruktur dan Pembangunan Kewilayahan menunjukan keseriusannya dengan melakukan kunjungan langsung ke wilayah Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang yang terdampak rob banjir.

Kunjungan ini menjadi angin segar bagi masyarakat Ulujami karena ini menandakan adanya perhatian dari Pemerintah Pusat terhadap masalah yang telah lama menghantui masyarakat pesisir.

Hadir dalam rombongan Pj Sekda Pemalang Johan, Kepala Dinas Bappeda, Kelapa Dinas BPPD,Kepala Dinas DLH,Kepala BPN Pekalongan, Camat Ulujami, Kepala Desa Se Kecamatan Ulujami. Rabu (26/11/25)

Tujuan utama kunjungan ini adalah meninjau langsung lokasi yang akan dibangun “Sea Wall” di Pantai Utara, Proyek ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk melindungi wilayah Ulujami terutama Desa Blendung dan sekitarnya dari terjangan banjir rob yang datang tiap hari.

Kepala Bappeda Pemalang Sidik, menyampaikan bahwa ketersediaan anggaran proyek ini masih menjadi tanda tanya, terutama untuk tahun 2026 dan seterusnya. “Kami berharap dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, tanpa anggaran yang memadai sulit bagi kami untuk mewujudkan proyek ini. “pungkasnya.

Bappeda sendiri telah melakukan persiapan dengan mengindentifikasi desa desa yang paling parah terkena rob. Fokus utama adalah lahan pertanian yang sudah tidak bisa lagi ditanami akibat air laut, data ini akan menjadi bahan presentasi kepada Kementerian. “tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas BPBD Pemalang, Drs. Andri Adi, M.Si., mengungkapkan betapa beratnya dampak banjir rob bagi masyarakat. ” Banjir Rob bukan hanya merusak rumah dan Insfrakstruktur saja tetapi juga mengganggu aktivitas sehari hari masyarakat dalam mencari nafkah kehidupan. “kata Andri.

BPBD terus berupaya memberikan bantuan semaksimal mungkin seperti memberikan makanan, memperbaiki rumah yang rusak, hingga memberikan pelatihan dan ketrampilan kepada warga yang kehilangan mata pencaharian.

Andri juga menegaskan bahwa penanggulangan banjir rob harus menjadi prioritas utama, namun Ia juga menyadari keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten untuk membangun tanggul permanen di sepanjang bibir pantai. Perhitungannya pada tahun 2019/2020 dibutuhkan dana sekitar 1,3 Triliun, angka ini sangat besar bagi kami, dan oleh sebab itu Kami berharap bantuan dari Pemerintah Pusat. “tutupnya.

Pemkab Lumajang dan BNPB Percepat Perbaikan Infrastruktur Pascabencana

0

LUMAJANG – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, meninjau Desa Supiturang dan Pos Pengungsian SMPN 2 Pronojiwo, Kabupaten Lumajang pada Selasa (25/11/2025).

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan publik pasca-erupsi Gunung Semeru agar berlangsung cepat, aman, dan berkelanjutan.

Peninjauan difokuskan pada kerusakan fasilitas vital di wilayah terdampak. Salah satu sekolah dasar di Dusun Sumbersari dilaporkan hilang akibat erupsi, sementara sejumlah jembatan dan tanggul dinilai berpotensi mengalami kerusakan karena tergerus material vulkanik. Untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, anak-anak terdampak sementara belajar di sekolah terdekat.

Suharyanto menekankan pentingnya koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan kementerian terkait. Ia menyebut bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan dilibatkan dalam pemulihan sarana pendidikan, sementara Kementerian Pekerjaan Umum berperan dalam perbaikan tanggul, jembatan, serta infrastruktur evakuasi.

Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar pemulihan berjalan tepat sasaran sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi erupsi susulan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan kementerian untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar.

Ia menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya fokus pada fasilitas sekolah dan layanan publik, tetapi juga pada penyediaan kebutuhan pengungsian, keamanan, dan kenyamanan warga terdampak.

Dalam rencana jangka menengah, pemerintah pusat akan membangun sekolah dasar baru, memperbaiki tanggul, memperkuat jembatan, serta menata ulang infrastruktur evakuasi.

“Seluruh kegiatan tersebut telah diusulkan masuk dalam APBN 2026 guna memastikan fasilitas vital dapat kembali berfungsi optimal dan mendukung mitigasi bencana di masa mendatang,” kata Indah.

DPRD Kabupaten Pasuruan Resmi Mengesahkan APBD Tahun 2026

0

Pasuruan – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2026 resmi disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (26/11/2025).

Pengesahan ini menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Daerah untuk menjalankan program pembangunan di tengah tekanan fiskal akibat penurunan pagu anggaran sekitar Rp600 miliar.

Rapat paripurna berlangsung dengan kehadiran Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Wakil Bupati Shobih Asrori, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, serta 40 dari 50 anggota Dewan.

Sebelum pengesahan, seluruh komisi di DPRD menyampaikan laporan hasil pembahasan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2026.

Setelah melalui proses tersebut, seluruh anggota Dewan yang hadir menyatakan persetujuan. Keputusan ini kemudian ditetapkan melalui Keputusan DPRD Nomor 14 Tahun 2025.

Ketua DPRD Samsul Hidayat mengapresiasi kerja semua pihak yang terlibat dalam pembahasan tersebut. Ia menegaskan bahwa dinamika pembahasan justru memperkuat tekad bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Proses pembahasan APBD 2026 merupakan wujud kepedulian dan kerja keras bersama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rusdi Sutejo menyoroti tantangan fiskal yang harus dihadapi daerah pada tahun anggaran mendatang.

Meski begitu, ia menekankan bahwa komitmen antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci dalam memastikan program prioritas tetap berjalan.

“Kami berharap antara eksekutif dan legislatif dapat berkomitmen dan bersinergi untuk melaksanakan program kegiatan,” tegasnya.

Rusdi menambahkan bahwa arah kebijakan anggaran akan diprioritaskan pada program-program yang mendukung Asta Cita, yaitu 17 program prioritas Pemerintah Pusat, serta pemenuhan belanja wajib yang terkait dengan pelayanan publik.

Pengesahan APBD 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional turut dimaknai Bupati sebagai momentum untuk memperkuat sektor pendidikan.

Bupati Rusdi mengajak semua elemen agar menghadirkan layanan pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.

Rangkaian paripurna ditutup dengan penandatanganan berita acara persetujuan oleh Bupati Pasuruan dan pimpinan DPRD.

Tanda tangan tersebut menandai bahwa APBD Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2026 secara resmi telah disahkan, sekaligus menjadi landasan kokoh bagi penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan publik di tahun mendatang.(Mar)

Polsek Kenjeran Ungkap Kasus Penipuan dan Penggelapan Sepeda Motor, Dua Pelaku Diamankan

0

TANJUNG PERAK – Unit Reserse Kriminal Polsek Kenjeran berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor di kawasan Kalilom Lor Baru, Surabaya. Dua orang pelaku masing-masing berinisial DR (19) dan ME (22) berhasil diamankan petugas setelah dilakukan serangkaian penyelidikan.

Kasus ini berawal ketika korban, didatangi pelaku utama DR yang meminjam sepeda motor miliknya dengan alasan ingin menjemput pacarnya. Namun, setelah sepeda motor diberikan, pelaku tidak lagi dapat dihubungi hingga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kenjeran.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga pada 23 November 2025, korban bersama anggota Reskrim Polsek Kenjeran menemukan keberadaan pelaku di rumahnya. Kedua pelaku diamankan tanpa perlawanan dan mengakui perbuatannya.

Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto menyampaikan bahwa motor hasil kejahatan tersebut telah dijual oleh kedua pelaku. “Pelaku menjual sepeda motor tersebut kepada seseorang yang tidak dikenal di kawasan Sidoyoso seharga Rp 4,5 juta. Uang hasil kejahatan kemudian dihabiskan untuk pesta miras, membeli narkoba jenis sabu, serta bermain judi online,” ujar Iptu Suroto.

Iptu Suroto menambahkan, pelaku kedua, ME yang merupakan residivis kasus narkoba pada tahun 2023, mengaku menerima bagian sebesar Rp 200 ribu yang juga telah habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Iptu Suroto menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan untuk memastikan apakah ada pelaku maupun lokasi lain yang terlibat dalam kasus ini. “Unit Reskrim Polsek Kenjeran terus mendalami jaringan maupun TKP lain yang mungkin berhubungan dengan kedua pelaku. Kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tambah Iptu Suroto.

Kedua pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Kenjeran untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.(*)

pengambilan sumpah jabatan Perangkat Desa Sanankulon Kabupaten Blitar Berjalan Khidmat

0

GEMPURNEWS, Blitar — 25 November 2025.
Desa Sanankulon, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar menggelar pelantikan tiga perangkat desa baru setelah seluruh tahapan penjaringan dan penyaringan calon berlangsung lancar serta mengikuti mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tiga jabatan perangkat desa sebelumnya mengalami kekosongan. Dari proses seleksi yang menghasilkan enam peserta dengan nilai terbaik, dipilih tiga calon dengan peringkat 1 hingga 3 untuk mengisi posisi tersebut.

Pelantikan yang berlangsung di Balai Desa Sanankulon ini dalam sumpah jabatan dibacakan oleh pihak KUA Kecamatan Sanankulon serta saksi ketua BPD tokoh masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut .
Camat Sanankulon
Kepala desa se-Kecamatan Sanankulon
Danramil dan Kapolsek
BPD, RT/RW
Bidan Desa, PKK,kUA

Panitia penyelenggara seleksi perangkat desa

Perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas

Ketiga perangkat desa terpilih mengucapkan sumpah jabatan dengan penuh khidmat. Adapun nama dan jabatan yang dilantik.

Ricky Very Kurniawan (RT 02/RW 03) – Kepala Seksi Pemerintahan Desa Sanankulon
Nezia Octa Dayana (RT 02/RW 01)Kamituwo Desa Sanankulon
Muhammad Indra Purnama (RT 01/RW 08) Kepala Seksi Pelayanan Desa Sanankulon

Dalam sambutannya, Camat Sanankulon berpesan agar perangkat desa yang baru dilantik meningkatkan kinerja dan selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Sebagai abdi warga, perangkat desa harus selalu stand by dalam pelayanan, bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sanankulon, Eko Triono, S.Sos., M.AP., menekankan bahwa perangkat desa harus menjadi pelayan masyarakat yang amanah, profesional, dan mampu bersinergi dengan pemerintah desa serta lembaga terkait. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, etika, sopan santun, serta tanggung jawab dalam setiap tugas pelayanan.

Salah satu perwakilan warga berinisial fd menyampaikan harapan agar perangkat desa yang baru dapat memberikan pelayanan yang ramah, tidak sombong, mudah dihubungi, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Kami berharap perangkat desa bersikap transparan, jujur, dan memiliki etika pelayanan yang baik serta tanggap terhadap informasi dari warga,” ujarnya. Acara kemudian ditutup dengan doa.

Muhammad Indra Purnama (RT 01/RW 08) Kepala Seksi Pelayanan Desa Sanankulon

Dalam sambutannya, Camat Plt Sanankulon Ratna Dewi, S.t. berpesan agar perangkat desa yang baru dilantik meningkatkan kinerja dan selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Sebagai abdi warga, perangkat desa harus selalu stand by dalam pelayanan, bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Salah satu perwakilan warga berinisial fd menyampaikan harapan agar perangkat desa yang baru dapat memberikan pelayanan yang ramah, tidak sombong, mudah dihubungi, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Kami berharap perangkat desa bersikap transparan, jujur, dan memiliki etika pelayanan yang baik serta tanggap terhadap informasi dari warga,” ujarnya. Acara kemudian ditutup dengan doa.tutupnya (fd/sdr)

Tiga Desa Raih Juara Swasembada Pangan Nasional Unesa Village Award 2025

0

SURABAYA – Lomba Desa Swasembada Pangan tingkat nasional Unesa Village Awards 2025 yang digelar Pusat Pengembangan Desa dan Daerah (Pusbangdesda) dan LPPM Unesa, resmi berakhir.

Tiga desa diumumkan sebagai juara dalam ajang yang diikuti ratusan desa se-Indonesia. Pengumuman pemenang dilakukan, Selasa (25/11/2025).

Ketiga desa tersebut adalah Desa Lutang dari Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur yang berhasil meraih juara pertama. Desa Cibiru Wetan Kabupaten Bandung Jawa Barat meraih juara dua, dan Desa Sumbersari Lamongan Jawa Timur sebagai juara ketiga.

Prof. Turhan Yani, Kepala LPPM Unesa, menyatakan bahwa kegiatan ini telah diselenggarakan secara rutin selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023.

“Ini sudah tahun ketiga, dimulai dari 2023 kemudian 2024 dan sekarang 2025. Kegiatan ini rangkaiannya panjang, untuk bisa hadir pada hari ini harus mengikuti rangkaian seleksi portofolio,” ujarnya.

Proses seleksi yang ketat menghasilkan 8 finalis terbaik yang kemudian melakukan presentasi langsung di hadapan dewan juri.

“Kami undang dan beri kesempatan untuk presentasi secara langsung di hadapan dewan juri mulai pukul 08.00 sampai 12.00. Kedelapan finalis ini semuanya top, luar biasa, kita beri apresiasi semuanya menjadi pionir di desa masing-masing,” tambah Prof. Turhan.

Prof Turhan menegaskan Tema swasembada pangan yang diusung tahun ini dinilai sangat strategis dan sejalan dengan arah pembangunan nasional, khususnya cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian bangsa melalui swasembada pangan serta membangun Indonesia dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Acara yang dihadiri Direktur Sosbud dan Lingkungan Kementerian Desa, Bupati Bondowoso, Sekda Mahakam Ulu, Dinas PMD Jawa Timur, Wakil Rektor 3 UNESA, serta DPMD se-Jawa Timur ini juga memberikan penghargaan daerah penggerak desa kepada empat Kabupaten, yaitu Bondowoso, Mahakam Ulu, Lamongan, dan Malang.

Bupati Bondowoso, Gus Hamid Wahid, menyatakan bahwa Unesa Village Award memberikan motivasi bagi desa-desa untuk terus meningkatkan kemajuan dan inovasi.

“Ini langkah awal, tindak lanjut bersama-sama memikirkan mendorong akselerasi pembangunan dengan pilar utama desa,” ujarnya.

Sementara itu Andrey Ikhsan Lubis Direktur Pengembangan Sosbud dan lingkungan Kemendes memberikan Apresiasi acara UNESA Village Award 2025.

“Kegiatan ini sangat menarik dan kami sangat mengapresiasi yang dilakukan oleh UNESA. Peran Perguruan Tinggi dalam keikutsertaan pengembangan desa menjadi penting,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Pusbangdesda Unesa Dr Mufarrihul Hazin yang menegaskan bahwa Unesa Village Award 2025 menjadi bukti komitmen Unesa dalam mendorong pembangunan desa berkelanjutan.

“Melalui penghargaan ini, diharapkan dapat memacu semangat daerah-daerah lain untuk terus berinovasi dalam membangun desa yang mandiri dan sejahtera,” jelasnya.

Sebelumnya, Unesa telah dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri terbaik yang peduli pemberdayaan masyarakat desa setelah meraih juara 1 tingkat nasional penghargaan dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia. Prestasi ini semakin mengukuhkan peran Unesa sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan desa. (*)

Capacity Building Forum Anak, Wujudkan Sinergi dan Peran Anak dalam Pembangunan Kota Probolinggo

0

PROBOLINGGO,
Selasa (25/11), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Probolinggo menggelar pembukaan kegiatan Capacity Building Forum Anak dengan tema “Sinergi, Edukasi dan Peningkatan Peran Anak dalam Pembangunan Kota Probolinggo”. Acara berlangsung di aula SMPN 9 Kota Probolinggo, Jalan Cokroaminoto.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut. Turut mendampingi Kepala Dinsos P3A Kota Probolinggo, Madihah, serta Kepala SMPN 9 Kota Probolinggo, Qomaruddin.

Kepala Dinsos P3A Madihah menyampaikan tujuan penyelenggaraan kegiatan yang sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Anak Sedunia 2025.

“Acara ini merupakan bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Kami ingin menjadikan anak sebagai subjek pembangunan yang dilibatkan secara bermakna dalam berbagai aspek kehidupan menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Dita Amalia, selaku Direktur Plato Foundation Surabaya, serta Afina Karima, Fasilitator Forum Anak Jawa Timur. Keduanya memberikan materi yang menekankan peningkatan kapasitas, keberanian berpendapat, hingga peran strategis anak dalam perkembangan kota.

Puluhan pelajar perwakilan sekolah yang berasal dari Forum Anak Kecamatan se-Kota Probolinggo, Forum Anak Kelurahan, serta Forum Anak Rumah Ibadah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Menariknya, seluruh rangkaian acara turut dikelola oleh para anggota Forum Anak Kota Probolinggo sebagai bagian dari pengembangan kapabilitas mereka.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan aktif anak-anak dalam pembangunan daerah. Ia juga menyoroti kemampuan anak dalam menguasai perkembangan digital.

“Di era digitalisasi, kalian memiliki potensi besar. Tunjukkan kemampuan di berbagai bidang, kembangkan potensi dan kapasitas diri, karena dengan memahami diri, kalian dapat memberi kontribusi besar bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Sebelum menutup sambutannya, Wali Kota berpesan agar para peserta berhati-hati dalam memilih pergaulan serta terus memperbaiki diri. “Kenali kemampuan diri, jangan bosan belajar dan meningkatkan kapasitas diri,” pesannya.

Salah satu peserta, Putri, mengaku sangat terinspirasi dengan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih paham bahwa suara anak itu penting dan bisa ikut menentukan arah pembangunan kota. Kami juga diajarkan cara bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik,” ujarnya dengan penuh semangat.

Para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan sebagai ruang untuk memperkuat sinergi antara anak, pemerintah, dan berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan yang ramah anak dan responsif terhadap kebutuhan mereka. (Ali)