Home Blog Page 25

PLN UP3 Cimahi Siaga Penuh Dukung Kelancaran Peringatan Hari Buruh Internasional

Cimahi,Jumat(01/05/2026)
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cimahi menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung kelancaran pelaksanaan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang berlangsung hari ini. Melalui kesiapsiagaan ketenagalistrikan yang optimal, PLN memastikan pasokan listrik tetap andal guna mendukung seluruh rangkaian kegiatan masyarakat.

Dalam momentum May Day yang menjadi simbol solidaritas dan perjuangan para pekerja, PLN UP3 Cimahi menyiagakan sistem kelistrikan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan personel, keandalan jaringan, hingga pengamanan suplai listrik di titik-titik strategis. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata PLN terhadap kelancaran aktivitas publik serta menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Manager PLN UP3 Cimahi, Aryta Wulandari, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari tanggung jawab PLN dalam memastikan setiap momentum penting masyarakat dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala kelistrikan. Ia menegaskan bahwa PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung setiap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan kesiapan yang optimal, PLN berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pihak yang terlibat dalam peringatan Hari Buruh.

Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menuturkan bahwa PLN terus berkomitmen menghadirkan keandalan listrik dalam setiap kegiatan strategis, termasuk peringatan Hari Buruh Internasional. Ia menekankan bahwa kehadiran listrik yang andal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas dan kelancaran kegiatan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara PLN dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci dalam mewujudkan pelayanan kelistrikan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat luas.

Dengan kesiapsiagaan yang terencana dan terintegrasi, PLN UP3 Cimahi berharap seluruh rangkaian kegiatan May Day dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan kondusif. Upaya ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi PLN dalam mendukung kemaslahatan masyarakat serta memperkuat peran listrik sebagai penggerak kehidupan yang lebih baik.

Kapolres Lumajang Hadiri Pelantikan Pengurus GEKRAF 2026–2029, Dorong Ekonomi Kreatif Tumbuh Aman dan Inovatif

Lumajang – Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar bersama Bupati Lumajang Indah Amperawati menghadiri pelantikan pengurus Gerakan Ekonomi Kreatif (GEKRAF) Kabupaten Lumajang masa bakti 2026–2029. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Aryawiraraja Lumajang, Minggu (3/5/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Lumajang, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan aparat keamanan.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar dalam keterangannya menyampaikan dukungan penuh terhadap tumbuhnya ekonomi kreatif di wilayah Lumajang. Ia menegaskan bahwa Polri siap memberikan jaminan keamanan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Kami dari Polres Lumajang siap mendukung penuh kegiatan ekonomi kreatif. Dengan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, para pelaku usaha dapat lebih leluasa berinovasi dan mengembangkan usahanya,” ujar AKBP Alex.

Menurutnya, sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.

“Kami berharap pengurus GEKRAF yang baru dapat menghadirkan program-program inovatif yang mampu mengangkat potensi lokal Lumajang, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing. Ia optimistis GEKRAF mampu menjadi motor penggerak ekonomi berbasis kreativitas di daerah.

Dengan dilantiknya pengurus GEKRAF Lumajang periode 2026–2029, diharapkan dapat membawa semangat baru dalam memajukan sektor ekonomi kreatif serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Polres Ogan Ilir melalui Polsek Pemulutan Tingkatkan Patroli, Antisipasi Premanisme, Pungli, dan Lakalantas di Pintu Keluar Tol Indralaya–Palembang

Ogan Ilir, gempurnews.com — Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Ogan Ilir melalui Polsek Pemulutan meningkatkan kegiatan patroli di kawasan pintu keluar Tol Indralaya–Palembang, Minggu (03/05/2026).

Kegiatan ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti aksi premanisme, pungutan liar (pungli), serta kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalur yang memiliki intensitas kendaraan cukup tinggi tersebut.

Personel Unit Patroli Polsek Pemulutan tampak melakukan pemantauan arus lalu lintas, memberikan imbauan kepada pengguna jalan, serta melakukan pengawasan di titik-titik rawan. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya tindak pelanggaran hukum.

Kapolsek Pemulutan, AKP Nugrah Angga Oktari, S.H, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di jalur strategis seperti pintu keluar tol.

“Kami fokus melakukan pengawasan untuk mencegah praktik premanisme dan pungli, serta meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya tindakan yang meresahkan,” ujarnya.

Dari hasil pelaksanaan patroli, situasi di sekitar pintu keluar Tol Indralaya–Palembang terpantau dalam keadaan aman dan kondusif, serta tidak ditemukan adanya aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.

Polsek Pemulutan akan terus meningkatkan patroli rutin dan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga dengan baik.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Ringankan Beban 6.500 Pedagang Pasar, Pemkab Banyuwangi Gratiskan Retribusi Sabtu-Minggu

BANYUWANGI | Gempurnews.com- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membebaskan pungutan retribusi bagi ribuan pedagang pasar rakyat yang tersebar di seluruh pasar se-Banyuwangi setiap akhir pekan alias hari Sabtu dan Minggu. Retribusi sendiri biasanya diambil setiap hari oleh petugas kepada para pedagang pasar daerah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, program ini sebagai bentuk dukungan bagi pedagang pasar tradisional.

“Karena itu, pemkab mengeluarkan kebijakan, semua pedagang pasar dibebaskan dari retribusi setiap Sabtu dan Minggu. Ini untuk mengurangi beban pedagang pasar rakyat,” terang Ipuk saat sosialisasi program tersebut ke pedagang di Pasar Srono Banyuwangi, Minggu (3/5/2026).

Ipuk menjelaskan, pembebasan retribusi pedagang atau sewa los dan kios berlaku bagi 6.500 lebih pedagang yang tersebar di 20 pasar daerah.

Pemkab juga telah menerbitkan aturan tersebut yang tertuang dalam Peraturan Bupati tentang Pembebasan Retribusi Pelayanan Pasar Daerah di Kabupaten Banyuwangi tahun 2026.

“Semoga dengan adanya relaksasi bagi pedagang، kegiatan ekonomi di pasar rakyat terus bergeliat yang nantinya juga akan menggerakkan perekonomian daerah,” harap Ipuk.

Para pedagang pasar menyambut baik kebijakan relaksasi tersebut. Salah satunya Suwarso (60) pedagang sayur yang mengaku sangat senang dengan kebijakan pembebasan retribusi di hari Sabtu & Minggu.

Buat Suwarso, kebijakan ini meringankan beban pengeluarannya sehari hari. Dalam sehari keuntungan jualan berkisar Rp. 70-100 ribu perhari.

“Alhamdulillah, bisa mengurangi pengeluaran, apalagi sekarang harga kresek (plastik) juga naik, saya juga masih harus beli bensin buat motor. Ini meringankan sekali,” ujar Suwarso.

Hal ini juga dirasakan Kusmini pedagang buah yang mengaku turut senang adanya retribusi gratis selama dua hari.

“Alhamdulillah kalau hari sabtu Minggu tidak bayar retribusi. Apalagi sabtu minggu kan pasar biasanya banyak pembeli,” ujar Kusmini.

Ditambahkan Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi, Budi Santoso estimasi nilai relaksasi ini mencapai sekitar Rp3,2 miliar per tahun dari total potensi retribusi pasar daerah yang sebelumnya berkisar Rp9 miliar.

Pemkab juga memastikan tidak ada kenaikan tarif retribusi bagi pedagang, sebagaimana diatur oleh Perda nomor 3 tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Budi juga menjelaskan, tarif retribusi terbagi dalam tiga kelas, yakni kelas 1,2, dan 3. Untuk fasilitas toko, kios, dan los daging atau ikan, tarif harian kelas 1 sebesar Rp900/m2, kelas 2 Rp700/m2 dan kelas 3 Rp500/m2.

Penggunaan los dikenakan Rp700/m2 untuk kelas 1, Rp500/m2 kelas 2, dan Rp400/m2 kelas 3, sedangkan pelataran Rp600/2, Rp400/m2, dan Rp300/m2.

Adapun tarif toko menghadap keluar Rp1.200/m2 kelas 1, Rp900/2 kelas 2, Rp700/m2 kelas 3, dan menghadap ke dalam Rp1.100/m2, Rp800/m2, Rp700/m2.

Sementara retribusi pasar hewan sebesar Rp7.000 untuk ternak besar seperti sapi, kerbau, dan kuda, serta Rp3.500 untuk ternak kecil.(*)

Akses ke Banyuwangi Makin Mudah, PT KAI Luncurkan KA Sangkuriang Rute Bandung-Banyuwangi

BANYUWANGI | Gempurnews. Com – Menjadi salah satu jujugan wisata nasional, pemerintah terus memperluas akses transportasi menuju Banyuwangi. Salah satunya, PT KAI meluncurkan KA Sangkuriang relasi Bandung – Banyuwangi, via Yogyakarta.

KA Sangkuriang ini resmi memulai perjalanannya pada 1 Mei 2026. Kereta ini melewati rute Yogyakarta, Solo, Surabaya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik operasional KA Sangkuriang ini. Rute baru tersebut akan menjadi motor penggerak baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi di Banyuwangi.

“Alhamdulillah, konektivitas antara Banyuwangi dengan kota-kota besar di Pulau Jawa semakin bertambah. Setelah Jakarta dan Malang, kini kita terhubung langsung dengan Bandung yang notabene juga kota wisata nasional. Kami berharap ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi,” ujar Ipuk usai melepas keberangkatan perdana di Stasiun Ketapang Banyuwangi, Sabtu (02/5/2026).

KA Sangkuriang menawarkan layanan tiga kelas. Mulai dari kelas ekonomi premium, eksekutif, hingga kelas tertinggi yakni Compartment Suites. Adapun total kapasitas yang tersedia sebanyak 456 tempat duduk.

“Mudah-mudahan masyarakat semakin terfasilitasi, baik untuk urusan pendidikan, pekerjaan, maupun wisata, sehingga mampu meningkatkan perekonomian di Banyuwangi,” tambahnya.

Sementara itu, Vice President PT KAI (Persero) Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo menjelaskan, perjalanan dari Banyuwangi menuju Bandung memakan waktu sekitar 17 jam 30 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 1.002 kilometer.

“KA Sangkuriang berangkat dari Stasiun Ketapang pukul 15.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandung pada pukul 08.30 WIB,” ujarnya. Sementara keberangkatan dari Bandung pukul 14.45 WIB dan tiba di Ketapang Banyuwangi pukul 06.52 wib.

Rangkaian KA Sangkuriang terdiri atas 1 kereta kompartemen berkapasitas 16 ruang tempat duduk, 4 kereta eksekutif stainless steel 200 kursi (50 seat) dan 3 kereta ekonomi premium stainless stell sebanyak 240 kursi (80 seat).

Secara keseluruhan, sambung dia, di wilayah Daop 9 Jember, total penumpang untuk keberangkatan perdana ini mencapai 495 orang (109%) dari total kapasitas. Rincian okupansi meliputi kelas Compartment 12 penumpang (75%), Eksekutif SS 189 penumpang (95%), dan Ekonomi SS yang mencapai 294 penumpang (123%) termasuk adanya penumpang parsial atau dinamis (estafet).

“Semoga kedepan okupansi KA Sangkuriang berlanjut bagus dan bisa mendukung pariwisata dari kota-kota yang terhubung,” papar Hengky.

Ia menambahkan, keunggulan fasilitas dan rangkaian Terbaru KA Sangkuriang hadir dengan rangkaian yang modern untuk menjamin kenyamanan maksimal bagi berbagai segmen pelanggan. Fasilitas penunjangnya dilengkapi dengan 1 kereta restorasi untuk layanan kuliner selama perjalanan dan 1 kereta pembangkit.

Terkhusus di Compartment Suites ada fasilitas lengkap. Di antaranya mencakup kursi reclining hingga 180 derajat (bisa tidur rata), privasi, massage function, televisi, legrest, serta layanan makanan dan minuman eksklusif selama perjalanan.

Salah satu penumpang, Edo Permana (27) asal Surabaya mengatakan, kehadiran KA Sangkuriang sangat positif karena menghubungkan dua kota wisata. Ditambah layanan yang diberikan, khususnya pada kelas Compartment Suites yang nyaman dengan fasilitas lengkap selama perjalanan.

“Layanannya bagus, terutama di kelas suite kompartemen. Full service, dapat makan, fasilitas di dalam kabin juga lengkap,” tambahnya.

Edo sebelumnya telah menjajal perjalanan perdana KA Sangkuriang dari Bandung menuju Banyuwangi. Selama singgah, ia menyempatkan menikmati Sego Tempong khas daerah ini, sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Surabaya.

“Saya memang suka bepergian. Apalagi Banyuwangi, kulinernya enak-enak, wisatanya juga bagus-bagus. Kalau ke Banyuwangi saya paling suka nasi tempong. Wisatanya juga banyak seperti Ijen, Pantai Merah, Alas Purwo, dan banyak lagi,” tutur dia. (*)

Upacara Hardiknas 2026: Membangun Sistem Pendidikan Yang Lebih Merata Dan Menyeluruh.

Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang memanfaatkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Tujuannya, membangun sistem pendidikan yang lebih merata dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menegaskan hal tersebut usai memimpin upacara pengibaran bendera di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Sabtu (2/5/2026).

Dalam kesempatannya, Anom menilai bahwa urusan pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada pihak sekolah atau pemerintah semata. Diperlukan dukungan dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan harus bisa dijangkau semua kalangan tanpa terkecuali. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” ujar Anom kepada wartawan.

Anom menjelaskan, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Pemalang tertuang dalam upaya menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ada tiga sektor utama yang menjadi tumpuan, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

“Untuk sektor ekonomi, kami terus mendorong investasi agar membuka lapangan kerja baru. Sementara di bidang kesehatan, penanganan stunting dan penguatan Posyandu menjadi prioritas demi kualitas generasi mendatang,” jelasnya.

Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan pemerintah daerah adalah program “Sekolah Rakyat”. Program ini dirancang khusus sebagai solusi bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal.

Diharapkan dengan adanya program ini mampu menekan angka putus sekolah serta memperluas jangkauan layanan pendidikan hingga ke pelosok desa.

Melalui inisiatif ini kami berharap tidak ada lagi anak anak di Kabupaten Pemalang yang kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. “tambahnya.

Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema ” Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Tema ini dinilai sangat sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mengedepankan kebersamaan. (*)

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Tersangka Kasus Pembunuhan di Wonokusumo Surabaya

TANJUNG PERAK – Pelaku pembunuhan di Jalan Wonokusumo Jaya Baru, Surabaya, akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Pelaku berinisial Hk, 44, tinggal di Jalan Bulak Banteng Bhineka, Surabaya. Ia tega membacok korban karena menemukan foto korban H dan istrinya di beranda handphone (HP).

Dalam pembunuhan tersebut, Hk mengajak tiga temannya SR, I, dan S, ketiganya warga Sampang, Madura. Mereka saat ini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo melalui Kasi Humas Iptu Suroto mengungkapkan, awal kecemburuan tersangka pada korban Hasan, 37, warga Omben, Sampang, Madura, ini terjadi pada Jumat (24/4) malam. Tersangka yang baru pulang kerja melihat HP istrinya.

Ia hendak melihat TikTok saat itu. Saat membuka layar HP ternyata ada foto istrinya dengan seorang pria. “Tersangka kemudian mencari identitas korban hingga akhirnya ketemu yaitu korban yang diketahui bernama Hasan. Tersangka juga mengetahui tempat tinggalnya,” kata Suroto, Minggu (3/5).

Pucuk dicintai ulam pun tiba, saat tersangka pulang kerja pada keesokan harinya ia berpapasan dengan korban Hasan. Ia melihat korban berboncengan dengan temannya. Ia pun mengikuti korban hingga di lokasi tempat tinggalnya di Jalan Wonokusumo Jaya, Surabaya.

“Tersangka sakit hati saat itu. Ia kemudian keluar pada malam harinya ke sekitar lokasi mencari informasi lagi. Saat itu, tersangka sudah membawa senjata tajam (sajam),” jelasnya.

Hasilnya, tersangka tahu jika korban bekerja sebagai kuli bangunan. Ia kemudian merencanakan menganiaya korban. Hingga pada Rabu (2/5), tersangka datang ke lokasi bersama temannya S, SR, dan I mengendarai dua sepeda motor. Mereka sebelumnya bertemu di Jalan Kedungmangu, Surabaya.

“Tersangka juga menyuruh S temannya untuk membawa sajam untuk jaga-jaga jika korban melawan,” katanya.

Tersangka membawa sajam jenis celurit ke lokasi. Celurit ini diselipkan di bagian belakang pinggang sebelah kiri. Ia kemudian menunggu korban di Jalan Wonokusumo Jaya Pinggir, Surabaya.

“Tersangka kemudian melihat korban. Ia menyabetkan celurit secara membabi buta ke arah korban. Ini membuat korban mengalami luka parah dan meninggal dunia,” jelasnya.

Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak mendapat laporan tersebut kemudian mencari identitas yang bersangkutan. Melalui petunjuk CCTV di lokasi, identitas tersangka ditemukan dan dilakukan pengejaran. Tersangka sempat kabur ke Sampang bersama tiga temannya yang masih DPO.

“Kami tangkap tersangka di tempat persembunyiannya di Jalan Kalimas, Surabaya. Tersangka kami amankan di sana beserta celurit yang digunakan untuk menganiaya korban,” terangnya.

Korban dikenakan Pasal 459 sub Pasal 458 ayat (1) atau Pasal 467 ayat (3) dan/atau Pasal 469 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. (*)

Polda Jatim Apresiasi Elemen Pekerja dan Mahasiswa,May Day di Jawa Timur Tertib dan Damai

SURABAYA – Polda Jawa Timur (Jatim) memberikan apresiasi kepada elemen pekerja yang menyampaikan aspirasi secara tertib dalam rangka peringatan Hari Buruh se Dunia atau May Day yang digelar di depan Gedung DPRD dan Kantor Gubernur serta sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jumat (1/5/26).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pelaksanaan aksi yang damai tersebut menunjukkan sikap tertib dari para massa aksi dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

“Polda Jawa Timur sangat apresiasi kepada rekan – rekan dari elemen pekerja yang memperingati May Day dengan menggelar aksi baik di depan Kantor DPRD maupun di depan Kantor Gubernur berakhir damai,” ungkap Kombes Abast, Sabtu (2/5/26).

Menurut Kombes Abast, hal itu menunjukan terbangunnya semangat saling menghormati antara peserta aksi dan pihak Kepolisian yang memberikan pelayanan pengamanan.

Kombes Abast juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan elemen pekerja yang mendukung pelaksanaan May Day dan berkomitmen Jogo Jatim, sehingga peringatan Hari Buruh 2026 di Jawa Timur tertib,aman dan kondusif.

“Situasi kondusif selama peringatan May Day kali ini menjadi cermin bahwa penyampaian aspirasi dapat berjalan selaras dengan terpeliharanya Kamtibmas serta komitmen bersama Jogo Jatim,” ujar Kombes Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, Polri hadir mengawal setiap jalannya penyampaian aspirasi masyarakat adalah bentuk pelayanan pengamanan.

Kombes Abast memastikan, Polri tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, dan berharap para peserta aksi juga turut menjaga ketertiban bersama.

“Polri hadir untuk melayani dan memastikan seluruh peserta dalam menyampaikan aspirasi tetap aman, tertib dan kondusif,” pungkas Kombes Abast.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jawa Timur telah menyiapkan pelayanan pengamanan maksimal guna memastikan seluruh rangkaian Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Polda Jatim juga terus melakukan koordinasi dan bersinergi dengan para koordinator maupun pimpinan elemen buruh di Jawa Timur.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Buruh berlangsung lancar, baik di wilayah Jawa Timur maupun bagi perwakilan buruh yang berangkat ke Jakarta. (*)

Lapangan Bago Mendadak Riuh, Ratusan Kambing Adu Cepat di Lintasan 150 Meter

LUMAJANG – Suatu hari melihat karapan kambing di lapangan Desa Bago Pasirian Lumajang, saat itu terlihat mendadak riuh. Bukan karena konser atau pasar malam, tapi karena ratusan kambing dari Lumajang dan Probolinggo yang siap beradu cepat di lintasan sepanjang 150 meter.

Bendera di tangan wasit baru saja turun, seketika dua kambing dilepas bersama jokinya. Derap kaki kecil beradu dengan teriakan penonton. Anak-anak naik ke pundak bapaknya, emak-emak tak mau kalah bersorak, semua mata tertuju pada garis finis. Inilah karapan kambing, hiburan rakyat yang tak lekang dimakan zaman.

Tradisi ini digelar oleh Paguyuban Peternak Kambing Lumajang. Bukan sekadar lomba, karapan kambing jadi ajang temu kangen para penggemar. “Di kandang kita saingan harga, di sini kita saudara,” seloroh Pak Misdi, peternak asal Ranuyoso yang kambingnya baru saja menang di babak penyisihan.

Berbeda dengan karapan sapi yang garang, karapan kambing justru mengundang gelak tawa. Kambing-kambing peserta tampil necis: ada yang bulunya disisir rapi, tanduknya dipoles, bahkan kukunya dicat. Sekali aba-aba bendera dikibarkan, mereka melesat. Ada yang lurus ke finis, ada juga yang tiba-tiba belok karena kaget sorakan warga. “Itu seninya. Kambing kan punya karakter. Nggak bisa dipaksa,” kata Dullah, salah satu joki senior dari Probolinggo sambil mengelus jagoannya.

Antusiasme warga pecah sejak pagi. Lapangan Bago disesaki pedagang jajanan, anak-anak berebut balon, dan bapak-bapak serius berdiskusi soal bibit kambing unggul. Bagi warga Pasirian, karapan kambing adalah Lebaran kedua. “Setahun sekali kita kumpul di sini. Hiburan murah, tapi silaturahminya mahal,” ujar Siti, warga Bago yang datang bersama tiga anaknya.

Bagi Paguyuban, karapan ini punya misi lebih besar: melestarikan budaya sekaligus mendongkrak ekonomi peternak. Kambing yang juara harganya bisa naik dua kali lipat. Selain piala penghargaan, panitia menyiapkan uang tunai jutaan rupiah bagi para pemenang. “Biar peternak semangat merawat kambingnya. Kalau kambing sehat, harga bagus, sejahtera juga peternaknya,” jelas Ketua Paguyuban Peternak Kambing Lumajang.

Menjelang sore, satu per satu juara diumumkan. Peluh dan debu lintasan dibayar tuntas dengan piala dan amplop tebal. Namun bagi sebagian besar peserta, menang-kalah urusan nomor dua. Pulang membawa cerita, pamer kambing jagoan, dan eratnya jabat tangan antarpeternak, itu yang utama.

Di Pasirian, kambing tak hanya ternak. Ia jadi pengikat warga, pemantik tawa, dan penanda bahwa tradisi masih punya tempat di tengah gempuran zaman. (bam/feature)

Satlantas Polres Lumajang Edukasi Mahasiswa Polinema Tertib Berlalu Lintas

Lumajang – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang terus menggencarkan edukasi keselamatan berkendara kepada kalangan pelajar dan mahasiswa. Kali ini, sosialisasi tertib berlalu lintas digelar di Kampus Polinema Lumajang (Politeknik Negeri Malang), Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan seminar edukasi tersebut diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi dengan antusias. Dalam kegiatan itu, anggota Kamsel Satlantas Polres Lumajang, Aiptu Rima Mayangga Rivasari, memberikan pemahaman mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas demi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Lumajang.

Materi yang disampaikan meliputi cara aman dan selamat berkendara atau safety riding di jalan raya, pentingnya penggunaan helm standar bagi pengendara sepeda motor, hingga larangan penggunaan sepeda listrik di jalan raya umum.

Selain itu, mahasiswa juga diberikan pemahaman terkait bahaya aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat serta berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas fatal.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Satlantas juga membagikan brosur himbauan tertib berlalu lintas sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda dalam mematuhi aturan berkendara.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Yulian Putra Prasviawan mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi kepada kalangan mahasiswa merupakan langkah preventif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan usia produktif.

“Mahasiswa merupakan generasi muda yang nantinya menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Karena itu kami terus melakukan edukasi agar mereka memahami pentingnya disiplin dan etika saat berkendara di jalan raya,” ujar AKP Yulian Putra Prasviawan.

Ia menjelaskan, masih banyak ditemukan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara usia muda, mulai dari tidak menggunakan helm, melawan arus, menggunakan kendaraan tidak sesuai standar hingga aksi balap liar.

Menurutnya, perilaku tersebut sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Kami mengingatkan kepada para mahasiswa agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Gunakan helm standar SNI, lengkapi surat kendaraan, patuhi rambu-rambu lalu lintas dan jangan melakukan aksi balap liar,” tegasnya.

AKP Yulian juga menyoroti penggunaan sepeda listrik yang saat ini mulai banyak digunakan masyarakat. Ia menegaskan bahwa sepeda listrik tidak diperbolehkan digunakan di jalan raya umum karena berpotensi membahayakan penggunanya.

“Sepeda listrik penggunaannya hanya diperbolehkan di kawasan tertentu, bukan di jalan raya umum. Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, memahami aturan tersebut demi keselamatan bersama,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap melalui kegiatan edukasi tersebut dapat tercipta budaya tertib berlalu lintas di kalangan mahasiswa sehingga mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lumajang.

“Kami ingin mewujudkan kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di Lumajang. Keselamatan berlalu lintas harus menjadi kebutuhan dan budaya masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab seputar aturan lalu lintas dan keselamatan berkendara. Para mahasiswa tampak aktif mengikuti materi dan menyambut positif sosialisasi yang diberikan Satlantas Polres Lumajang tersebut.