Home Blog Page 256

Awak Media Temukan Pratik Jual Beli Seragam Sekolah di SMAN Candiouro

0

Lumajang, — Gardanusantaranews,com/16 Oktober 2025 – Sejumlah awak media mendatangi SMAN 1 Candipuro, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, pada Selasa (16/10/2025), untuk mengonfirmasi dugaan praktik jual beli seragam sekolah kepada peserta didik baru. Namun, kepala sekolah tidak bersedia menemui wartawan dan hanya diwakilkan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas.

Awalnya, pihak sekolah sempat membantah adanya praktik jual beli seragam di lingkungan sekolah. akan tetapi, setelah awak media menunjukkan bukti-bukti pendukung, pihak sekolah akhirnya mengakui bahwa siswa memang diarahkan untuk membeli seragam di koperasi sekolah yang sudah tersedia.

Salah satu orang tua siswa kelas X mengungkapkan, pihak sekolah mematok harga seragam cukup tinggi, yakni sebesar Rp.1.800.000 untuk siswa perempuan dan Rp.1.600.000 untuk siswa laki-laki.

“Kedatangan kami hanya ingin memastikan kebenarannya, karena ada laporan dari orang tua dan siswa, siswi bahwa seragam dijual dengan harga cukup mahal. Setelah dikonfirmasi, ternyata benar siswa diarahkan untuk beli di koperasi sekolah,” jelas salah satu awak media di lokasi.

Praktik tersebut dinilai bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 50 Tahun 2022 tentang pakaian seragam sekolah serta PP Nomor 17 Tahun 2010 dan dikuatkan dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 47 Tahun 2011 yang menegaskan bahwa sekolah negeri tidak diperbolehkan menjual seragam sekolah kepada siswa, termasuk mewajibkan pembelian melalui koperasi atau pihak ketiga yang ditunjuk sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lumajang belum memberikan tanggapan resmi terkait adanya,dugaan pelanggaran tersebut. Sementara itu, masyarakat berharap agar pihak berwenang segera menindaklanjuti persoalan ini untuk memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap aturan pendidikan yang berlaku di kabupaten lumajang. (Djk.P)

“Bupati Pakpak Bharat Bertemu Dirjen Perkebunan,Bahas Pembangunan Sektor Pertanian”

0

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor bertemu Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP, M.Si di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta.

Dalam kesempatan ini Franc Bernhard Tumanggor memaparkan kondisi sektor perkebunan di Kabupaten Pakpak Bharat. Dia menjelaskan kondisi riil Perkebunan Sawit Rakyat di Kabupaten Pakpak, tanamaan kopi, kakao, peluang pengembangan sektor peternakan, serta beberapa komoditas lainnya yang sangat berpeluang besar untuk dikembangkan.

Dikesempatan ini Franc Bernhard Tumanggor menyampaikan dokumen-dokumen pendukung serta proposal permohonan bantuan tanaman kopi, gambir dan kakao berkwalitas premium untuk Kabupaten Pakpak Bharat, permohonan bantuan pembangunan irigasi dan tambahan alsintan, serta usulan bantuan ternak berbagai jenis untuk Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2025.

Kabupaten Pakpak Bharat adalah salah satu Kabupaten yang berada di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba dan termasuk Kawasan Prioritas Pedesaan Nasional (KPPN) sehingga perlu mendapat perhatian khusus dalam peningkatan produksi tanaman pangan terutama diantaranya peningkatan populasi dan produksi peternakan sehingga dapat mewujudkan program ketahanan pangan di Kabupaten Pakpak Bharat. Kita memilikipotensi lahan yang sangat luas untuk pengembangan tanaman pangan yang sangat besar, untuk itu diperlukan biaya produksi yang tinggi. Salah satu kendala yang dialami petani dalam peningkatan produksi peternakan adalah keterbatasan modal untuk bibit ternak. Mengingat keterbatasan kesediaan anggaran pada pemerintah Kabupaten Pakpak ini kami bermohon kepada Bapak Menteri Pertanian untuk mengalokasikan bantuan ternak, bantuan bibit pertanian, dan beberapa program lainnya, jelas Bupati di Jakarta.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP, M.Si menyambut baik usulan-usulan ini. Pihaknya juga akan segera menurunkan tim dalam rangka menghadapi serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) tanaman Kopi di Kabupaten Pakpak Bharat.

Akan segera kita kirim tim ke sana, Pakpak Bharat, untuk melihat langsung kondisi dan menghitung kebutuhan di sana, pokoknya akan kita bantu, ucap Abdul Roni Angkat.(Tumangger)

“Bupati Pakpak Bharat Dukung Peternakan Ayam Petelur di Desa”

0

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor mengunjungi peternakan ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa Arih Mersada di desa Penanggalan Binanga Boang. Ayam-ayam petelur ini tumbuh sehat dan kini mulai menghasilkan telur-telur berkwalitas baik.

Ini yang kita harapkan, masyarakat dan pemerintah desa harus jeli melihat peluang pasar. Telur misalnya, kita masih tergantung dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan telur. Jadi sangat besar peluang usaha ini, ucap Bupati.

Direktur BUMDes Arih Mersada, Sepianto Bancin menjelaskan dari 300 ekor ayam petelur milik mereka, 60 persen diantaranya telah menghasilkan telur-telur berkwalitas.

Sudah menghasilkan sekitar 60 persen dari total 300 ekor. Untuk pemasaran kita jual setiap hari ke kios-kios masyarakat sekitar sini. Sampai sekarang distribusi lancar, karena kebutuhan telur ini memang cukup tinggi dimasyarakat. Mudah-mudahan kedepan semakin baik, ucap Sepianto.

Sementara itu Kepala Desa Penanggalan Binanga Boang Tri Sudrino Bancin berharap, BUMDes Arih Mersada yang ini bisa berkembang menjadi usaha yang besar dimasa yang akan datang.

Semoga usaha ini berkembang, maju dan maju dimasa datang. Kami tentunya akan terus berbenah diri, kami mohon dukungan dari semuanya, dari bapak Bupati dan segenap jajaran, demi kemajuan Penanggalan Binanga Boang tentu kami siap, ucap Tri Sudrino.(Tumangger)

Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang Luncurkan Skrining Kesehatan Mandiri untuk Mempercepat Pelayanan Kesehatan

0

Lumajang, Gempur,News.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang meluncurkan program skrining kesehatan mandiri bagi masyarakat yang hendak berobat ke fasilitas kesehatan. Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah, skrining kesehatan mandiri dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN atau website (tautan tidak tersedia). “Dengan melakukan skrining kesehatan mandiri, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara mandiri sebelum mendapatkan pelayanan di Puskesmas,” ujarnya.

dr. Rosyidah menjelaskan bahwa pengisian kuesioner skrining kesehatan mandiri tidak memakan waktu lama dan dapat dilakukan secara online kapan saja. “Cukup login ke aplikasi Mobile JKN, pilih menu Skrining Riwayat Kesehatan, lalu isi pertanyaan yang tersedia. Setelah itu, hasilnya akan muncul otomatis dan bisa ditunjukkan saat berkunjung ke Puskesmas,” tambahnya.

Program skrining kesehatan mandiri ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan kesehatan di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Dengan demikian, masyarakat dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat jika memiliki risiko penyakit tertentu.

“Nantinya, petugas kesehatan dapat lebih cepat melakukan asesmen awal dan memberikan pelayanan yang sesuai dengan kondisi kesehatan pasien,” kata dr. Rosyidah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang mengimbau seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program skrining kesehatan mandiri ini guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri.( Joe).

Polres Lamongan Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Dua Lokasi

0

LAMONGAN – Tegas berantas perjudian, jajaran Polres Lamongan Polda Jatim bongkar arena judi sabung ayam di Dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Kecamatan Pucuk dan Kecamatan Brondong, pada Jumat (10/10) pekan yang lalu.

Penggerebekan dilakukan pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, di area jalan sawah perbatasan antara Desa Padenganploso dan Desa Kalanganyar, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.

Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd mengatakan pembongkaran arena judi sabung ayam itu setelah Polisi menerima laporan dari masyarakat.

“Petugas langsung melaksanakan pengecekan ke TKP dan memang benar ditemukan adanya kegiatan sabung ayam di lokasi yang dilaporkan lalu melakukan penggerebekan dan penangkapan.” ungkap Ipda Hamzaid,Senin (13/10).

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 3 buah sangkar ayam, 2 ekor ayam, 1 buah bandang (alat adu ayam), dan 1 buah kiso (alat membawa ayam).

Karena lokasi hanya memiliki satu akses jalan dan kondisi sudah mulai gelap, petugas hanya berhasil mengamankan barang bukti tanpa pelaku.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa kegiatan sabung ayam di lokasi tersebut tidak dilakukan setiap hari, melainkan pada waktu-waktu tertentu.

Sementara itu, beberapa jam sebelumnya penggerebekan juga dilakukan oleh Polsek Brondong pada Jumat siang (10/10) sekitar pukul 13.30 WIB.

Petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya aktivitas sabung ayam di belakang sebuah Warung di Dusun Pambon, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dua anggota melakukan pengecekan lapangan dan mendapati adanya kegiatan sabung ayam di TKP.

Petugas kemudian menghubungi Kapolsek Brondong untuk melakukan tindakan.

Tak lama berselang, Kapolsek Brondong bersama anggota mendatangi lokasi menggunakan mobil patroli 802.

Namun, saat petugas tiba di depan warung, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan arena.

Dari lokasi kejadian, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 4 ekor ayam jantan, 2 buah kandang ayam bundar, 1 unit HP Oppo warna hitam, 1 buah area sabung ayam (kalangan) warna biru muda, dan 2 buah kiso (tempat ayam).

Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Brondong untuk proses lebih lanjut.

Menanggapi dua penggerebekan tersebut, Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd menegaskan bahwa Polres Lamongan tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk perjudian, termasuk sabung ayam.

“Polres Lamongan berkomitmen menindak tegas segala bentuk praktik perjudian. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dan segera melaporkan bila mengetahui kegiatan serupa agar dapat ditindaklanjuti.” tegasnya. (*)

Sambut HKGB ke-73, Bhayangkari Bojonegoro Gelar Bakti Sosial di SLB Putra Harapan

0

BOJONEGORO – Dalam rangka menyambut Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73 Tahun 2025, Polres Bojonegoro Polda Jatim bersama Bhayangkari Cabang Bojonegoro menggelar kegiatan bakti sosial di Sekolah Luar Biasa (SLB) Putra Harapan, Jalan Rajekwesi, Kecamatan Kota Bojonegoro, Senin (13/10/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bojonegoro selaku Pembina Bhayangkari, AKBP Afrian Satya Permadi didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bojonegoro, Ny. Dita Afrian.

Turut hadir pula para Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro, Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Bojonegoro, para ketua seksi, serta kepala sekolah, tenaga pendidik, dan siswa SLB Putra Harapan.

Dalam kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut, Kapolres Bojonegoro dan Ketua Bhayangkari menyerahkan bantuan sosial kepada pihak sekolah serta para siswa.

Bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar terus berprestasi dan mandiri.

AKBP Afrian Satya Permadi menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Bhayangkari terhadap masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan sosial.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin hadir dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak SLB, sekaligus mempererat silaturahmi antara Polri, Bhayangkari, dan masyarakat,” ujarnya.

AKBP Afrian menambahkan, kegiatan bakti sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HKGB ke-73 tahun 2025.

“Momentum HKGB kami maknai dengan kegiatan positif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Kapolres Bojonegoro.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Putra Harapan, Endar Dwi Wahyuni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Bojonegoro dan Bhayangkari atas perhatian yang diberikan kepada sekolahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Bhayangkari dan jajaran Polres Bojonegoro. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami,” ujarnya.

Endar berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang untuk menumbuhkan semangat dan motivasi bagi siswa-siswi berkebutuhan khusus.

“Kehadiran bapak dan ibu dari Polres serta Bhayangkari menjadi penyemangat bagi kami semua,” tambahnya.

Kegiatan bakti sosial ini ditutup dengan foto bersama serta penyerahan simbolis bantuan kepada pihak sekolah dan siswa. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak mewarnai seluruh rangkaian acara tersebut. (*)

Hadirkan Eks Napiter Poso, Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikal di Kabupaten Sigi

0

Sigi – Divisi Humas Polri melalui Tim Subsatgas Banops Humas Polri menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Kontra Radikal, salah satu program prioritas Kapolri. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di wilayah Sulawesi Tengah.

FGD dibuka secara resmi oleh Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf. Ia didampingi Ketua Tim Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago, berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Polres Sigi, Senin (13/10/2025).

Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber Ustadz Imron, eks narapidana terorisme yang kini aktif sebagai Ketua Yayasan Lingkar Perdana Poso dan menjadi figur inspiratif dalam gerakan deradikalisasi di Sulawesi Tengah.

Dengan mengangkat tema “Terorisme Musuh Kita Bersama”, kegiatan FGD juga dihadiri Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono dan Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga.

Selain itu, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda turut hadir, menandai komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan memperkuat ketahanan sosial di daerah yang pernah menjadi episentrum konflik beberapa waktu lalu yang kini sudah aman dan kondusif.

Dalam sambutannya, Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Helmi Kwarta menegaskan bahwa aktivitas terorisme di wilayah Gunung Biru, Kabupaten Poso, kini sudah tidak ada lagi. Namun, ia mengingatkan bahwa paham dan ideologi radikalisme masih berpotensi tumbuh jika tidak diantisipasi bersama.

“InsyaAllah di Sulawesi Tengah menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menangkal paham dan ideologi radikalisme. Mari kita jaga kampung yang kita cintai ini, siapa yang mo jaga kampung yang kita cintai ini kalau bukan torang,” ucap Brigjen Helmi dihadapan para tokoh.

Brigjen Helmi Kwarta juga menyoroti perlunya menghapus stigma bahwa terorisme identik dengan umat Islam. Menurutnya, terorisme adalah persoalan individu manusianya, bukan agama.

“Kita harus hilangkan pandangan bahwa terorisme itu identik agama Islam. Semua yang berperilaku buruk, yang menebar ketakutan, itulah terorisme,” tegasnya.

Sementara itu, Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menjelaskan bahwa program Kontra Radikal merupakan bagian dari strategi Polri dalam membangun ketahanan ideologis masyarakat.

“Kontra radikal adalah upaya membangun personal untuk mencegah paham radikalisme dan separatisme yang kini banyak dihembuskan melalui berbagai elemen sosial, budaya, dan politik,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh Polri, tetapi harus melibatkan seluruh unsur, termasuk Forkopimda, tokoh agama, masyarakat, adat, dan pemuda.

“Kami berharap peserta FGD dapat mengikuti seluruh rangkaian acara, menyimak materi dengan baik, dan menyebarkan pengetahuan ini kepada masyarakat sekitar,” pesan Kombes Erdi.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Imron turut berbagi pengalaman hidupnya melalui materi bertema “Habis Gelap Terbitlah Terang, Cahaya Kebangsaan.” Ia menceritakan bagaimana dirinya dulu terjerumus dalam jaringan terorisme, hingga akhirnya sadar dan bertekad membantu negara melawan radikalisme dan terorisme musuh kita bersama.

“Alhamdulillah saya ucapkan kepada Divisi Humas Polri yang telah memberikan kesempatan kepada kami menyampaikan pengalaman sebagai Eks Napiter. Semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi pelajaran sehingga kedepannya indonesia ini terlepas dari paham radikalisme dan aksi terorisme, pungkasnya.

Peringati Hari Kesehatan Jiwa sedunia RSUD Haryoto Lumajang berikan Tips.kepada Masyarakat.

0

Lumajang, Gempur,News.

–RSUD Dr. Haryoto Lumajang dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Se dunia, mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan mental dengan menyediakan Klinik Psikiatri dan Klinik Psikologi yang dilengkapi dengan tenaga profesional. Mereka juga membagikan 10 tips sederhana untuk menjaga kesehatan mental, antara lain¹[7]:

  • 1. Pola Hidup Sehat: Makan makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik teratur, dan menghindari minuman berkafein serta tinggi gula.
  • 2. Kelola Stres: Mengenali stres, mempelajari teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi, serta melakukan aktivitas yang menyenangkan.
  • 3. Cukup Beristirahat: Luangkan waktu untuk beristirahat, tidur yang cukup, dan melakukan aktivitas yang disukai.
  • 4. Tetap Terhubung: Mempertahankan hubungan baik dengan keluarga dan orang lain, serta melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain.
  • 5. Waktu untuk Diri Sendiri: Melakukan hobi, perawatan diri, dan refleksi diri untuk menjaga keseimbangan hidup.
  • 6. Menerima Diri: Menerima diri sendiri, menetapkan tujuan yang realistis, dan tidak terlalu keras pada diri sendiri.
  • 7. Cari Hal yang Patut Disyukuri: Menuliskan hal-hal yang disyukuri setiap hari untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan.
  • 8. Hindari Alkohol, Rokok, dan Obat Terlarang: Menghindari zat-zat yang dapat merusak kesehatan mental dan fisik.
  • 9. Bicarakan Perasaanmu: Membuka diri kepada orang lain untuk menghadapi masalah dan merawat kesehatan mental.
    1. Minta Bantuan: Mencari bantuan profesional jika merasa sulit mengendalikan stres atau kecemasan.

RSUD Dr. Haryoto Lumajang juga menyediakan layanan kesehatan mental yang dapat diakses melalui Klinik Psikiatri dan Klinik Psikologi. Jika Anda membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk menghubungi mereka.( JOE).

SMKN 1 Lumajang Lakukan Kegiatan Ke Jogyakarta Abaikan Himbauan Pemerintah

0

Lumajang, — Gardanusantaranews,com/Program Kunjungan Industri yang rencananya akan dilaksanakan oleh SMK Negeri 1 Lumajang untuk siswa kelas XI jurusan Bisnis Digital dan Bisnis Ritel menjadi polemik serta kritikan dari sejumlah orang tua /wali murid siswa. Karena kegiatan yang sudah dijadwalkan dan akan berlangsung pada( 14–17 Oktober 2025 ) tersebut yang disebut-sebut lebih menyerupai kegiatan wisata ketimbang kegiatan edukatif sebagaimana semestinya.

Kemudian berdasarkan jadwal resmi yang sudah beredar, rombongan akan berangkat menuju Yogyakarta pada Selasa pagi, 14 Oktober 2025. dalam agenda tersebut, selain kunjungan ke industri seperti PT Sumbertaman Keramika Industri, Pabrik Kaos Omah Oblong, dan bapia juwara 1, tercantum juga sejumlah agenda kegiatan yang bernuansa rekreasi, seperti kunjungan ke Candi Prambanan, Heha Sky View, dan destinasi wisata malam Malioboro city.

Adapun yang merasa keberetan seorang wali murid yang tak mau disebutkan namanya menyampaikan keberatanya terhadap agenda dan progam tersebut.

“Dia keberatan dengan biaya yang terlalu besar, hingga mencapai Rp.1,5 juta per anak/murid.Kami sebagai orang tuanya siswa siswi sangat terbebani, apalagi kondisi ekonomi yang sekarang lagi sulit. Anak kami diwajibkan ikut, padahal kalau benar untuk kunjungan industri, mestinya bisa dilakukan di wilayah sekitar lumajang saja,” tuturnya dengan nada sangat kecewa.

Iapun juga menyoroti bahwa adanya kegiatan tersebut tidak mencerminkan kegiatan industri yang sesungguhnya.

“Yang akan dilihat malah tempat wisata, makan di hotel serta, jalan-jalan malam. Hasilnya tidak jelas, tidak ada laporan pembelajaran yang bisa dipertanggungjawabkan nantinya setelah pulang dari jogja tersebut, Jadi ini lebih layak disebut seperti liburan pakai dalih pendidikan,”jelasnya.

Kritikan juga muncul karena adanya kegiatan tersebut yang dilaksanakan di tengah imbauan pemerintah agar sekolah tidak melakukan perjalanan luar kota. Baik Bupati Lumajang maupun Gubernur Jawa Timur sebelumnya telah menegaskan agar lembaga pendidikan menahan diri dari kegiatan yang berpotensi menimbulkan risiko di perjalanan serta memberatkan wali murid.

Banyak pihak menilai, jika tujuan kegiatan tersebut adalah benar untuk menambah wawasan industri, seharusnya sekolah bisa mengadakan kunjungan ke perusahaan atau pelaku industri yang ada di sekitar Lumajang atau wilayah Jawa Timur bagian timur. Selain lebih hemat biaya, kegiatan juga bisa lebih efektif dan relevan dengan kondisi siswa dan kondisi sekarang ini,”tutupnya(Djk.P)

Sementara hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN 1 Lumajang belum memberikan klarifikasi resmi terkait kritik dari wali murid dan masyarakat terhadap pelaksanaan program kunjungan industri ke Yogyakarta tersebut

Pemkab Barito Utara Selenggarakan Kick Off Meeting RPJMD 2025- 2029 

0

BARITO UTARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara selenggarakan Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025- 2029, yang dilaksanakakan bertempat di Gedung Pertemuan Balai Antang Muara Teweh, Senin (13/10/2025).

Penyelenggaraan Kick Off Meeting tersebut menjadi langkah awal penting dalam merumuskan arah pembangunan lima tahun ke depan di bawah kepemimpinan Bupati H Shalahuddin dan Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan.

Kick Off Meeting RPJMD 2025- 2029 ini turut dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD Barito Utara, Forkopimda, kepala perangkat daerah, Direktur RSUD, Camat Se- Barito Utara, Ketua DAD, Tokoh Agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan organisasi masyarakat.

Bupati Barito Utara dalam sambutannya H Shalahuddin, ST. MT menegaskan bahwa penyusunan RPJMD merupakan kerja besar, komitmen kolektif, dan ikhtiar bersama untuk merancang masa depan Barito Utara yang lebih baik, maju, dan sejahtera.

“Sebuah kerja besar, sebuah komitmen kolektif, dan sebuah ikhtiar untuk merancang masa depan yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera untuk seluruh masyarakat. Dokumen ini adalah kompas yang akan memunculkan arah kebijakan, program prioritas, dan sekaligus menjadi kontrak sosial antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Bupati Shalahuddin.

la menekankan, RPJMD 2025- 2029 bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan dokumen hidup yang berpihak kepada masyarakat. Dokumen tersebut harus menjadi pedoman seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan visi, misi, dan janji kampanye yang telah disampaikan kepada rakyat Barito Utara.

Lebin lanjut, Shalahuddin menjelaskan penyusunan RPJMD dilakukan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2025, yang mengamanatkan agar peraturan daerah tentang RPJMD ditetapkan paling lambat enam bulan setelah pelantikan kepala daerah. Namun, ia menargetkan dokumen tersebut dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan.

“Kalau enam bulan, ketentuannya kami menargetkan tiga bulan sudah selesai. Karena ini erat kaitannya dengan visi- misi dan program yang telah kami janjikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga menguraikan 11 program unggulan yang menjadi prioritas pemerintahan saat ini, di antaranya, Perbaikan ruas jalan dan jembatan, Pendidikan gratis 16 tahun dan beasiswa prestasi, layanan kesehatan gratis dan prima, Peningkatan akses jaringan telekomunikasi dan digitalisasi, program pemberdayaan ekonomi masyarakat serta bantuan sosial bagi penyandang disabilitas dan insentif bagi aparat desa.

“Kami berharap visi, misi, dan program- program unggulan yang kami janjikan bisa termuat seluruhnya dalam RPJMD ini. Walaupun anggaran kita terbatas, namun dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, Insyaallah dapat terealisasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini masih cukup sehat, dengan saldo lebih (saving) sekitar 4,14 persen dari total APBD sebesar Rp. 4, 2 triliun.

la optimistis, dengan pengelolaan keuangan yang baik dan kerja sama lintas sektor, pembangunan di Barito Utara akan semakin terarah dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Bupati Shalahuddin menginstruksikan kepada seluruh kepala perangkat daerah, agar melakukan penyusunan RPJMD dengan pendekatan teknokratis dan partisipatif, melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk DPRD, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, perempuan, penyandang disabilitas, dan generasi muda.

Dengarkan suara mereka, karena pembangunan yang baik adalah cermin dari kebutuhan dan harapan masyarakat.

“Kita tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Mari bergandengan tangan, meninggalkan perbedaan yang ada, bersatu padu membangun Barito Utara agar lebih maju, lebih sejahtera, dan berkeadilan,” pungkasnya.  (SS)