Home Blog Page 40

Satu Tekad, Satu Suara: Rutan Batam Gaungkan Komitmen Bebas Halinar

Batam – Dalam upaya memperkuat integritas serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari pelanggaran, Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam menggelar Apel Komitmen Bersama Bebas HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) yang dilaksanakan di Lapangan Serbaguna Rutan Kelas IIA Batam.

Kegiatan apel ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Rutan Batam dan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Batam. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa komitmen bebas HALINAR bukan hanya sebatas seremonial, melainkan harus menjadi tekad bersama yang diimplementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan handphone ilegal, praktik pungutan liar, maupun peredaran narkoba di dalam lingkungan rutan. Seluruh petugas wajib menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Apel komitmen ini juga dirangkaikan dengan pembacaan ikrar bersama oleh seluruh pegawai sebagai bentuk pernyataan sikap untuk menolak segala bentuk pelanggaran. Selain itu, kegiatan turut diisi dengan pembacaan ikrar oleh perwakilan warga binaan, yang menyatakan komitmen untuk tidak terlibat dalam penggunaan handphone ilegal, praktik pungli, maupun penyalahgunaan narkoba selama menjalani masa pembinaan.

Dengan penuh khidmat, seluruh peserta apel mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi simbol kesungguhan bersama antara petugas dan warga binaan dalam mewujudkan lingkungan Rutan yang bersih dan berintegritas.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat, mencerminkan keseriusan Rutan Batam dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bebas HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba). *(Gokkon)

Bupati Lumajang Lantik Pimpinan BAZNAS, Suasana Khidmat di Panti PKK

Lumajang , Gempur News.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, resmi melantik pimpinan BAZNAS Lumajang periode 2026–2031 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Panti PKK Selasa (21/4/2026).

Acara pelantikan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta undangan lainnya. Suasana tampak penuh kekhidmatan sejak awal acara, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan yang berlangsung tertib dan lancar.

Dalam prosesi tersebut, para pimpinan BAZNAS yang baru dilantik secara bergantian maju untuk diambil sumpah jabatan di hadapan Bupati. Momen ini menjadi simbol komitmen dalam mengemban amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Lumajang.

Dalam sambutannya, Bupati Indah Amperawati menegaskan pentingnya peran BAZNAS dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“BAZNAS memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat, terutama melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperluas jangkauan program-program sosial.
Adapun susunan pimpinan yang dilantik meliputi:
Ketua: Drs. H. M. Nur Sahid
Wakil Ketua I (Bidang Pengumpulan): Ahmad Lukman Hakim
Wakil Ketua II (Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan): Suharyo
Wakil Ketua III (Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan): Drs. Aminuddin
Wakil Ketua IV (Administrasi, SDM dan Umum): Arif Rohman Hakim
Usai prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat para pimpinan yang baru dilantik menerima salam dan dukungan dari berbagai pihak.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, BAZNAS Lumajang diharapkan semakin optimal dalam menjalankan perannya, serta mampu menghadirkan program-program inovatif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Lumajang.( Joe).

Polres Lumajang Optimalkan Tilang Elektronik, ETLE Statis dan Mobile Incar Awasi Pelanggar

LUMAJANG – Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang resmi mengoptimalkan sistem tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Lumajang.

Sejumlah titik pengawasan strategis kini dipasangi kamera ETLE statis, ditambah satu unit mobil tilang mobile atau Incar. Saat ini dua titik ETLE statis sudah aktif memantau arus lalu lintas, yakni di simpang tiga lampu merah KTL I Sukodono serta simpang empat lampu merah Veteran barat SMP 1 Sukodono. Sementara mobil Incar bergerak dinamis di berbagai ruas jalan.

Kehadiran mobil Incar memungkinkan penindakan pelanggaran dilakukan secara fleksibel tanpa bergantung pada titik tertentu. Sistem ETLE dirancang untuk merekam berbagai jenis pelanggaran lalu lintas secara otomatis, mulai dari tidak menggunakan helm, melanggar lampu merah, hingga pelanggaran marka jalan. Data pelanggaran yang terekam kemudian menjadi dasar penindakan tanpa harus menghentikan pengendara secara langsung di jalan.

KBO Satlantas Polres Lumajang Ipda Eko Laksono menegaskan, pengawasan kini dilakukan secara elektronik dan berkelanjutan. Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas, mengingat seluruh aktivitas pengendara kini dapat terpantau secara digital.

“Pengawasan dilakukan secara elektronik dan berkelanjutan. Masyarakat diharapkan mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Ipda Eko Laksono, Senin (21/4/2026).

Optimalisasi ETLE ini diharapkan mampu menciptakan budaya tertib berlalu lintas di Lumajang. Polisi juga meminta warga tidak mencoba mengakali sistem, karena bukti pelanggaran berupa foto dan video akan langsung dikirim ke alamat pemilik kendaraan sesuai data registrasi. (bam)

Wakil Walikota Cimahi Ungkapkan,Pentingnya Data Terintegrasi Dalam Acara Rakor Ka.Disdukcapil se-Jawabarat

Cimahi,Rabu(22/04/2026)
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) se-Jawa Barat yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat SNI ISO/IEC 27001:2022 tentang sistem manajemen keamanan informasi. Kegiatan tersebut digelar di ballroom Gedung MPP Jalan Aruman,pada Rabu (22/4/2026),Kegiatan tersebut dihadiri para kepala Disdukcapil dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Adhitia menyoroti pentingnya integrasi data kependudukan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar secara nasional. Adhit menegaskan,bahwa terdapat tiga aspek utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni data, sistem dan layanan.

Isu ini mengemuka setelah adanya perbandingan antara e-KTP Indonesia dengan sistem identitas digital negara lain seperti MyCard. Menurutnya, Indonesia sebenarnya telah memiliki e-KTP berteknologi chip canggih sejak lebih dari satu dekade lalu. Namun, implementasi integrasi data secara menyeluruh belum berjalan optimal.

“Pertanyaannya kenapa e-KTP yang sudah canggih belum terintegrasi maksimal? Jawabannya ada pada nilai dan risiko data. Data itu mahal, dan data kependudukan Indonesia mencakup sekitar tiga persen populasi dunia,”ungkapnya.

Wakil Walikota menjelaskan, besarnya nilai data tersebut justru menjadi tantangan tersendiri. Integrasi langsung melalui chip e-KTP dinilai rawan terhadap kebocoran apabila sistem keamanan belum benar-benar kuat.Risiko peretasan pun meningkat seiring tingginya nilai data di pasar gelap global.

“Perlindungan data bukan hanya soal teknis, tapi juga menyangkut kedaulatan negara,”imbuhnya.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu berhati-hati dalam membuka akses integrasi data. Penguatan sistem keamanan siber, enkripsi, serta mekanisme autentikasi menjadi syarat utama sebelum integrasi dilakukan secara luas.

Meski demikian, Adhit menyebut Indonesia tetap memiliki keunggulan dibanding banyak negara lain. Kepemilikan e-KTP berbasis chip untuk ratusan juta penduduk merupakan capaian besar, meskipun tantangan pengelolaan datanya jauh lebih kompleks.

Dalam kesempatan teesebut,Adhit uga mengungkapkan kebanggaannya atas terpilihnya Kota Cimahi sebagai tuan rumah Rakor Disdukcapil tingkat Jawa Barat.

“Alhamdulillah, Kota Cimahi dipercaya menjadi tuan rumah. Ini kebanggaan bagi kami karena seluruh kepala Disdukcapil kabupaten/kota hadir di sini,”tambahnya.

Wakil Walikota memaparkan, Disdukcapil Kota Cimahi telah mencatat berbagai capaian positif. Target perekaman data kependudukan yang secara nasional ditetapkan 80 persen, berhasil dilampaui hingga lebih dari 99 persen. Begitu pula dengan indikator lain yang melampaui target nasional.

Selain itu, Cimahi juga telah masuk dalam kategori zona integritas, yang mencerminkan pelayanan publik yang cepat, akurat, dan transparan.

“Ini bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat Cimahi sudah sangat baik, bahkan bisa dibandingkan dengan daerah lain,”tandasnya.

Adhitia juga menyinggung tantangan kepadatan penduduk di Kota Cimahi yang kini mencapai sekitar 14.000 jiwa per kilometer persegi setara dengan wilayah Jakarta Pusat. Kondisi ini menuntut penataan ruang yang lebih matang dan berorientasi jangka panjang.

Ke depan, konsep hunian vertikal dinilai menjadi solusi yang tidak terhindarkan, menggantikan pola rumah tapak yang kian terbatas. Pemerintah daerah pun tengah menyiapkan penyesuaian rencana tata ruang untuk 25 hingga 50 tahun mendatang.

“Kita harus mulai memikirkan Cimahi ke depan mau seperti apa. Dengan kepadatan yang tinggi, semua aspek ekonomi, sosial, hingga lingkungan harus dikaji secara komprehensif,”pungkasnya.

Ini Srikandi Pendidikan, Warisi Semangat Raden Ajeng Kartini: Dorong SMPN 2 Pare Calon Sekolah Adiwiyata Nasional

Kediri –
Semangat perjuangan emansipasi perempuan yang diwariskan Raden Ajeng Kartini terus hidup dan menemukan bentuknya di berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan. Di Kabupaten Kediri, sosok itu tercermin dalam diri Dra. Niam Isbat Futhona, M.M., Kepala Sekolah SMPN 2 Pare yang tampil sebagai Srikandi masa kini.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Niam Isbat Futhona membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin visioner sekaligus inspiratif. Ia tidak hanya menjalankan tugas administratif sebagai kepala sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat kepada para siswa.

Dengan mengusung visi membangun karakter, integritas, dan semangat belajar, ia menjadikan SMPN 2 Pare sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara moral.

“Pendidikan bukan hanya soal nilai, tetapi tentang membentuk manusia yang berkarakter dan berintegritas. Prestasi akan mengikuti jika fondasinya kuat,” terangnya. Selasa (21/4/2026).

Di bawah kepemimpinannya, berbagai program sekolah diarahkan untuk mendorong keseimbangan antara prestasi akademik dan non-akademik. Ia percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi unik yang harus digali dan dikembangkan.

Pendekatan kepemimpinan yang humanis namun tegas menjadi kunci keberhasilannya. Ia aktif membangun komunikasi dengan guru, siswa, hingga orang tua, sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan penuh semangat.

Tak hanya itu, perannya sebagai perempuan pemimpin di dunia pendidikan juga menjadi inspirasi tersendiri, khususnya bagi generasi muda perempuan di Kediri. Ia membuktikan bahwa tidak ada batas bagi perempuan untuk berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjuangan perempuan masa kini. Sosok Niam Isbat Futhona adalah bukti nyata bahwa semangat Kartini tidak pernah luntur oleh zaman justru semakin relevan dan dibutuhkan.

Dari ruang kelas hingga kebijakan sekolah, dari karakter hingga prestasi, Srikandi dari Pare ini terus menyalakan obor perubahan. Sebuah jejak yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menggerakkan.

Dalam kesempatan ini, Niam juga berharap SMPN 2 Pare mampu meraih predikat Adiwiyata Nasional, sekaligus menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di lingkungan pendidikan dan diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan (red).

RSUD dr. Haryoto Pastikan Layanan Tetap Normal di Tengah Kebijakan WFH ASN

LUMAJANG, Gempur News.

– Di tengah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang, RSUD dr. Haryoto memastikan seluruh layanan kesehatan tetap berjalan optimal tanpa gangguan.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD dr. Haryoto, dr. Yanna Susanti yang didampingi oleh Wakil direktur dr Lia dan Kabag Humas Agus Wahyudi di loby Humas RSUD Haryoto pada Rabu ( 22/04/26) kepada media ini.

Ia menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak di berlakukan pada pelayanan kepada masyarakat.
“Layanan di RSUD dr. Haryoto tidak terdampak sama sekali oleh kebijakan WFH. Saya pastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mengalami perubahan sedikitpun,” semua karyawan RSUD Haryoto Lumajang tidak WFH semuanya Wfo ujarnya.

Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan hingga staf manajemen tetap menjalankan tugas seperti biasa dengan kehadiran penuh setiap hari. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas pelayanan dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses kesehatan secara maksimal.
“Semua unit layanan, baik yang bersentuhan langsung dengan pasien maupun area manajemen, tetap masuk 100 persen setiap hari, termasuk hari Jumat,” tambahnya.

Di sisi lain, pihak rumah sakit tetap menerapkan langkah efisiensi sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah, tanpa mengurangi mutu pelayanan medis. Penghematan dilakukan pada penggunaan energi seperti listrik, pendingin ruangan (AC), lampu, hingga perangkat komputer yang tidak digunakan.

Namun demikian, untuk fasilitas medis tertentu yang membutuhkan kondisi khusus, seperti di ruang kateterisasi jantung (catlab), pengaturan suhu tetap dijaga secara optimal guna memastikan peralatan berfungsi dengan baik.

Dengan komitmen tersebut, masyarakat di Lumajang diimbau tidak perlu khawatir. Seluruh layanan kesehatan di RSUD dr. Haryoto tetap dapat diakses secara normal, aman, dan nyaman sebagaimana hari-hari biasa.( JO).

Emas IIF 2026, Bukti Siswa Lumajang Unggul dan Peduli Lingkungan

Lumajang , gempur news

– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Lumajang. Siswa SMAN 1 Lumajang berhasil meraih medali emas dalam ajang Invention and Innovation Fair 2026 (IIF) pada kategori Environmental Science.
Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa generasi muda Lumajang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu lingkungan yang semakin krusial di masa depan.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan apresiasinya saat menerima audiensi jajaran sekolah dan para siswa di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan pelajar dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kepekaan terhadap tantangan global.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan yang menjadi bagian penting masa depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, inovasi di bidang lingkungan memiliki relevansi tinggi karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan kehidupan. Oleh sebab itu, kemampuan siswa dalam merespons isu tersebut menjadi nilai tambah dalam membangun daya saing.
“Ke depan, tantangan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga bagaimana kita mampu memberikan solusi. Inovasi seperti ini menjadi bagian dari jawaban,” tambahnya.
Kepala SMAN 1 Lumajang, Moh. Agus Wibisono, menyebut prestasi ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis dan solutif.
“Pendekatan pembelajaran kami dorong agar siswa mampu mengembangkan ide yang relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk isu lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang, Iwan Triyono, menilai capaian tersebut mencerminkan arah positif pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga inovasi dan kontribusi nyata.
“Ini menunjukkan bahwa pembelajaran mulai mengarah pada penguatan kompetensi yang lebih luas, termasuk kepedulian terhadap isu strategis,” ujarnya.
Adapun siswa peraih medali emas tersebut adalah Dzaky Unggullabib Wicaksono, Adam Putra Firdaus, Alyssa Dini Widyaning Imannirmala, Jamila Ruchimah Putri, Jordy Satria Kencana Ardi, dan Qur’ansyah Assemargandy.
Pemerintah Kabupaten Lumajang memandang capaian ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya generasi adaptif, inovatif, serta memiliki kesadaran terhadap tantangan global.
Ke depan, diharapkan semakin banyak pelajar yang terdorong mengembangkan inovasi, tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.( Joe )

Hari Kartini, Bupati Ipuk Gelar “Rembug Perempuan” Serap Aspirasi untuk Kebijakan Pembangunan

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Peringatan Hari Kartini tiap 21 April, dimanfaatkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah. Salah satunya dengan menggelar “Rembug Perempuan” yang merupakan forum menyerap aspirasi untuk merancang kebijakan pembangunan tahun mendatang.

Kegiatan ini diikuti puluhan perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi kemasyarakatan, keagamaan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga komunitas literasi dan pendamping sosial, yang berlangsung di Aula Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwagi, Selasa (21/4/2026).

Di antaranya Penggiat PKK Kabupaten dan Kecamatan, organisasi keagamaan Islam Aisyiyah (Muhammadiyah) dan Muslimat (Nahdatul Ulama), Perkumpulan Perempuan Katolik, Hindu dan Budha serta Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

Turut hadir perwakilan Kepaka Desa dan Sekretaris Desa Perempuan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Pegiat Literasi, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Travel, Kader Posyandu, Migrant Care hingga pelaku UMKM perempuan daerah.

“Kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif perempuan. Kami terus mendorong hadirnya kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak sebagaimana pemikiran visioner Kartini yang memperjuangkan pendidikan, kesetaraan kesempatan, dan martabat perempuan,” kata Ipuk.

Ipuk mengatakan perempuan memiliki peran yang sangat besar, bukan hanya di keluarga, tetapi juga di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, bahkan kepemimpinan. Forum ini untuk mendengar suara perempuan, menyerap aspirasi, dan merumuskan langkah dalam pembangunan daerah.

“Melalui rembuk ini, saya berharap lahir gagasan-gagasan segar dan solusi yang menjadikan perempuan Banyuwangi sebagai perempuan yang berdaya, mandiri, sehat, cerdas, dan sejahtera, menjadi penyangga keluarga hingga penggerak ekonomi,” harap Ipuk.

Ditambahkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Suyanto Waspotondo, dalam Rembug Perempuan ini dibagi empat kelompok perwakilan perempuan dalam empat tema utama, yakni literasi digital, kesehatan jiwa, pemberdayaan perempuan serta bisnis dan ekonomi kreatif.

“Sebelumnya para perwakilan telah melakukan kunjungan ke OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) untuk mendapat insight dan mengumpulkan materi. Lalu setiap kelompok berdiskusi dengan didampingi oleh fasilitator selanjutnya merumuskan masukan-masukan perencanaan,” kata Suyanto.

Dalam forum tersebut muncul banyak aspirasi dari para peserta. Seperti perwakilan perempuan Zulfi Zumala dari KUPI, yang berharap ada pelatihan bagi anak dan orang tua tentang literasi digital, adanya saluran konsultasi dan pengaduan terhadap kasus kekerasan digital, mitigasi terkait kekerasan digital berbasis multi pihak.

“Untuk mendukung produktifitas perempuan kami juga mengusulkan adanya peningkatan kapasitas penggunaan medsos untuk produktivitas, pelatihan literasi keuangan dan pelatihan keamanan digital bagi perempuan,” ujar Zulfi.

Berbagai usulan lainnya juga muncul. Mulai dari pemberdayaan perempuan dengan penguatan program pemberdayaan ekonomi bagi Kepala Keluarga Perempuan melalui program “Kanggo Riko” yang telah digulirkan Pemkab Banyuwangi, penguatan mental health perempuan dan anak, hotline kesehatan, pelatihan ekonomi kreatif, dan lainnya. (*)

Pemkab Banyuwangi Gratiskan PBB untuk Warga Miskin

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Mulai tahun ini Pemkab Banyuwangi menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk 6.836 warga miskin. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, kebijakan ini sebagai salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu.

“Ada 6 ribu lebih rumah warga miskin yang akan kita gratiskan PBB-nya tahun ini. Semoga ini bisa mengurangi beban mereka,” kata Ipuk, dalam acara High Level Meeting Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Senin (20/4/2026).

Ditambahkan Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi, Samsudin, kebijakan pembebasan PBB ini untuk warga yang masuk dalam Desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos).

“Data bisa kita lihat di DTSEN, otomatis akan terdeteksi siapa yang berada di desil 1-4 dan berhak untuk mendapatkan pembebasan PBB,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkab tetap melakukan validasi dan verifikasi untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran. Proses verifikasi dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama pemerintah desa dan kelurahan.

Bapenda mendistribusikan surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) calon sasaran ke masing-masing desa/kelurahan untuk dilakukan pengecekan di lapangan.

Jika ternyata ditemukan warga yang tidak layak menerima, akan segera dilaporkan kepada Bapenda untuk dibatalkan.

“Sebaliknya, jika ditemukan warga miskin baru yang belum terdata, bisa langsung diusulkan. Selama mereka masih berada di desil 1- 4, nantinya akan terus mendapatkan pembebasan PBB di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya. (*)

Bupati Lumajang Lantik Pimpinan BAZNAS, Suasana Khidmat di Pendopo Arya Wiraraja

Lumajang , Gempur News.

– Bupati Lumajang, Indah Amperawati, resmi melantik pimpinan BAZNAS Lumajang periode 2026–2031 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (21/4/2026).

Acara pelantikan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta undangan lainnya. Suasana tampak penuh kekhidmatan sejak awal acara, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan yang berlangsung tertib dan lancar.

Dalam prosesi tersebut, para pimpinan BAZNAS yang baru dilantik secara bergantian maju untuk diambil sumpah jabatan di hadapan Bupati. Momen ini menjadi simbol komitmen dalam mengemban amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Lumajang.

Dalam sambutannya, Bupati Indah Amperawati menegaskan pentingnya peran BAZNAS dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“BAZNAS memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat, terutama melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperluas jangkauan program-program sosial.
Adapun susunan pimpinan yang dilantik meliputi:
Ketua: Drs. H. M. Nur Sahid
Wakil Ketua I (Bidang Pengumpulan): Ahmad Lukman Hakim
Wakil Ketua II (Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan): Suharyo
Wakil Ketua III (Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan): Drs. Aminuddin
Wakil Ketua IV (Administrasi, SDM dan Umum): Arif Rohman Hakim
Usai prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat para pimpinan yang baru dilantik menerima salam dan dukungan dari berbagai pihak.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, BAZNAS Lumajang diharapkan semakin optimal dalam menjalankan perannya, serta mampu menghadirkan program-program inovatif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Lumajang.( Joe).