Home Blog Page 164

Pemkab Atasi Masalah Honorer‎ : Ribuan PPPK Paruh Waktu di Pemalang Resmi Dikukuhkan Melalui Penyerahan SK

Gempurnews | Pemalang – Sebanyak 3352 pegawai sebagai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Paruh Waktu resmi dikukuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) dalam acara resmi Di stadion olahraga Mochtar Pemalang, pada Selasa ( 9/12 )

Langkah ini merupakan bentuk kepastian status dan penghargaan bagi tenaga pendukung pelayanan publik yang selama ini mengabdi di berbagai sektor

‎Sebagian besar penerima SK merupakan tenaga teknis, disusul tenaga pengajar guru dan tenaga kesehatan. Menariknya, dua penerima diketahui berasal dari kalangan pegiat literasi di Kabupaten Pemalang dan kini resmi ditugaskan di Dinas Komunikasi dan Informatika.

‎Bupati Pemalang Anom Wiidiyantoro, menegaskan bahwa SK ini merupakan pintu awal profesionalitas baru dalam pelayan publik. Para PPPK diminta menjaga integritas, disiplin, serta kualitas kerja sebagai abdi masyarakat.

‎Skema PPPK Paruh Waktu merupakan kebijakan nasional yang digagas sebagai solusi bagi tenaga honorer yang selama bertahun-tahun bekerja tanpa kepastian status dan perlindungan hukum.

Pemerintah membutuhkan skema yang bisa mengakomodasi kebutuhan pegawai tanpa membebani anggaran daerah secara penuh, sehingga lahirlah skema paruh waktu sebagai jalan tengah.

‎Program ini menyesuaikan kebutuhan SDM pemerintah daerah sekaligus tetap memberi pegawai ruang untuk mengembangkan karier. Pemkab Pemalang juga membuka peluang evaluasi kinerja menjadi dasar peningkatan status ke penuh waktu di masa depan, meski tetap bergantung pada regulasi pusat dan kemampuan fiskal daerah.

‎Bagi sebagian penerima, khususnya aktivis literasi yang kini resmi menjadi ASN, momen ini dianggap sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam penguatan sumber daya manusia dan peningkatan literasi masyarakat. Status resmi yang kini disandang diharapkan mampu mendorong dedikasi mereka untuk memperluas manfaat sosial bagi warga kota pesisir utara laut Jawa tersebut.

Dengan penyerahan SK ini, pemerintah berharap roda pelayanan publik semakin kuat: tenaga kerja lebih pasti statusnya, pelayanan masyarakat lebih terjamin mutunya, dan semangat pengabdian terus terjaga untuk pembangunan Pemalang yang lebih maju. ( yn26)

Polsek Gempol Tangkap Lima Pelaku Curanmor dan Curemas Yang Beroperasi di Wilayah Gempol

PASURUAN – Polres Pasuruan mengamankan lima pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curemas) dalam dua pengungkapan kasus yang terjadi di wilayah Kecamatan Gempol. Pengungkapan ini menjadi bukti respons cepat dan komitmen jajaran Polres Pasuruan dalam menjaga keamanan masyarakat.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Irwan menyampaikan apresiasi terhadap kinerja tim yang berhasil mengungkap dua kasus besar tersebut. “Setiap laporan masyarakat kami tindaklanjuti dengan cepat. Kami akan terus menjaga agar Pasuruan tetap aman,” ujarnya setelah giat konferensi pers, di Mapolres Pasuruan, Senin (8/12/2025).

Kasus pertama adalah curanmor yang dialami Laily Maulidyah. Motor Honda Beat miliknya hilang dari depan kamar kos di Dusun Kuwung, Desa Karangrejo. Pelaku utama, Muhamad Sultoni (27), mengakui aksinya dan menyebut motor hasil curian dijual kepada penadah berinisial M. Ghofur (36) di wilayah Paserpan. Penadah tersebut kemudian menjual kembali motor itu ke wilayah Kejayan.

“Tersangka Sultoni mengakui menjual motor curian kepada saudara Ghofur seharga Rp3.500.000. Barang bukti juga berhasil kami amankan, termasuk kunci T, pakaian, helm, dan ponsel milik pelaku,” ujar penyidik Polsek Gempol dalam konferensi pers tersebut.

Kasus kedua adalah pencurian dengan pemberatan (curemas) yang terjadi pada dua rumah warga di Dusun Legok, Desa Legok. Pada peristiwa pertama, rumah milik Saifuddin dibobol saat pemilik sedang menghadiri acara keluarga. Para pelaku mengambil uang tunai Rp11 juta serta perhiasan emas senilai sekitar Rp100 juta.

Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap Muhammad Maskur (32) yang mengakui pembagian hasil penjualan emas senilai Rp58 juta bersama rekan-rekannya.

Dalam pengembangan kasus, Unit Reskrim Polres Pasuruan juga menangkap Mochammad Toriqul Akbar (25), Yoga Surya Abadi (26), dan Hariono Zakaria (37), yang terlibat dalam dua rangkaian aksi curemas di wilayah tersebut.

Perhiasan emas hasil pencurian diketahui telah dijual di Pasar Bangil dan di Toko Mas Gajah Jogosari dengan nilai puluhan juta rupiah.

Kapolsek Gempol Kompol Giadi Nugraha ,S.I.K,M.H
menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan 170 gram emas dari 2 TKP tersebut, “Dari dua TKP, total perhiasan yang kami sita mencapai lebih dari 170 gram emas. Para pelaku menggunakan sebagian hasil kejahatan untuk membeli barang pribadi seperti sepeda motor dan peralatan rumah tangga,” jelas Kapolsek Gempol, Kompol Giadi Nugraha, SIK., SH.

Kapolres AKBP Jazuli Dani Irwan menegaskan bahwa Polres Pasuruan akan terus melakukan pengembangan untuk memastikan seluruh rangkaian kasus terungkap.

“Kami pastikan proses hukum berjalan tegas sesuai aturan. Kepada masyarakat, kami imbau terus bekerja sama melalui laporan-laporan yang konstruktif,” tutupnya.

Polres Pasuruan menyampaikan bahwa seluruh tersangka yang telah ditangkap kini dalam proses pemeriksaan dan pemberkasan untuk penyelesaian perkara sesuai prosedur hukum.

Satresnarkoba Polres Kediri Kota Gelar Bhakti Sosial dan Doa Bersama di Hari Reserse ke-78

0

Kediri Kota – Dalam rangka memperingati Hari Reserse ke-78 tahun 2025, Satuan Reserse Narkoba Polres Kediri Kota menggelar kegiatan bhakti sosial dan doa bersama di Yayasan Ar Risalah Hidayatullah Kediri, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Selasa (9/25).

Kegiatan diikuti jajaran Satresnarkoba Polres Kediri Kota bersama pengurus yayasan, pengasuh pondok, serta para santri dan anak yatim piatu yang tinggal di yayasan tersebut.

Acara diawali dengan sambutan pimpinan pondok pesantren, yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian Satuan Reserse Narkoba Polres Kediri Kota terhadap para santri dan anak yatim.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satresnarkoba Polres Kediri Kota. Kepedulian seperti ini sangat berarti bagi anak-anak kami, tidak hanya secara materi namun juga sebagai bentuk perhatian moral,” ujar perwakilan pengurus yayasan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kasat Resnarkoba Polres Kediri Kota, AKP Endro Purwandi, S.H., M.H.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan, “Bhakti sosial ini bukan hanya seremonial, tetapi wujud nyata komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat. Dalam momen Hari Reserse ke-78 ini, kami ingin memperkuat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat sekaligus memberikan manfaat bagi adik-adik di yayasan ini.”

Ia juga menambahkan bahwa jajaran Satresnarkoba akan terus berupaya mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pengingat bagi seluruh anggota untuk tetap semangat mengabdi, menjaga integritas, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Usai sambutan, acara berlanjut dengan doa bersama dan penyerahan bantuan sosial kepada pengurus yayasan serta anak yatim piatu. Bantuan diberikan secara simbolis dan disambut penuh sukacita oleh para penerima.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian jajaran Satresnarkoba Polres Kediri Kota dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian.

Saat Banjir Datang, Ratusan Batang Pohon Pisang Milik Warga Tenggelam

0

OKI Sumsel, gempurnews.com – Saat banjir datang Ratusan batang pohon pisang milik warga Desa Tebing Suluh Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir ( OKI ) Provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel ) di genangi air mencapai kurang lebih 1 Meter,ini dikibatkan datangnya hujan deras dimalam hingga jelang pagi hari.

Menurut Dery” hujan yang menyebabkan kebanjiran ini merupakan hujan yang beberapa waktu lalu, hingga tadi malam, saat dikonfirmasi Awak Media ini Selasa,(09/12/2025) Sore

Hujan mulai turun sekira pukul 20.00 WIB semalam, hingga berakhirnya menjelang pagi.ini merupakan hujan yang terlalu lama dibanding hujan sebelumnya” Sambangnya

Warga setempat mengatakan selama ini Air sungai yang dilanda banjir ini tidak pernah sedalam ini, tapi kali ini sangat luar biasa dari sebelumnya

Warga setempat berupaya semaksimal mungkin menangani peristiwa ini dan Supaya pihak instansi yang terkait agar aliran sungai diperbesar ruas, supaya saat banjir tiba – tiba datang tidak mengganggu pepohonan yang ada disekitar pinggiran sungai ini dan permukiman warga setempat “Tutupnya

ALI IMRON

Ketimun Berulat Ditemukan di Menu MBG, Murid SD Plosokerep Sananwetan Kota Blitar Keluhkan Kebersihan Makanan

0

Gempur News-Blitar, 8 Desember 2025
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Plosokerep, Kota Blitar kembali dikeluhkan karena dinilai tidak higienis. Seorang wali murid berinisial Su mendatangi pihak sekolah dan SPPG setelah beberapa kali menemukan makanan yang dianggap tidak layak dikonsumsi.
Menurut Su, pada sejumlah penyajian MBG sebelumnya, anaknya menerima menu yang bermasalah,diantaranya
Sayuran seledri yang tidak higienis dan tidak bisa dimakan,
Telur yang dinilai tidak segar dan diduga mendekati kedaluwarsa,
Fluding berisi buah naga yang rasanya tidak enak,
Serta ketimun yang ditemukan berisi ulat.
Su menilai kualitas makanan yang diberikan tidak konsisten dan berpotensi,membahayakan kesehatan anak-anak.

Tanggapan Pihak SPPG
Perwakilan SPPG,berinisial M ditemui media menyampaikan bahwa dari sisi prosedur, pemeriksaan kesehatan terhadap makanan sebenarnya sudah dilakukan oleh penyelenggara. Namun temuan ulat pada ketimun serta keluhan mengenai kualitas makanan tetap menjadi catatan penting yang harus segera dievaluasi.

PIC MBG SD Plosokerep Benarkan Keluhan WaliMurid,Saat berinisial su,mendatangi sekolah didampingi aktivis bersama media, pihaknya diterima oleh Elvi, selaku PIC MBG SD Plosokerep. Elvi membenarkan keluhan tersebut dan menyatakan bahwa pihak sekolah sebelumnya sudah melaporkan permasalahan serupa kepada penyedia MBG.
Elvi menegaskan bahwa menu MBG untuk anak SD tidak dapat disamakan dengan menu untuk siswa SMP atau orang dewasa. Makanan harus,lebih,mudah dimakan,aman,serta tidak membahayakan anak-anak.

Ia mencontohkan pemberian buah mangga yang seharusnya sudah dikupas sebelum diberikan kepada siswa, bukan disajikan utuh karena dapat menyulitkan anak kecil untuk makan dan membuat kondisi menjadi kotor.
Elvi berharap penyedia MBG dapat memperbaiki kualitas kebersihan, proses pengolahan, dan cara penyajian makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus Berulang di SD Plosokerep
Keluhan ini menambah daftar persoalan terkait MBG di SD Plosokerep, yang sebelumnya juga sudah beberapa kali mendapat sorotan karena kualitas makanan yang dinilai tidak konsisten.

Kementerian Kesehatan RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan faktor krusial dalam pelaksanaan MBG. Salah satu persyaratan bagi dapur penyedia MBG adalah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Dapur MBG tanpa SLHS berarti belum memenuhi standar higiene sanitasi resmi.
Bila terjadi kelalaian,
makanan tidak higienis,
penyajian buruk,
atau kontaminan,
maka penyelenggara MBG dapat dianggap melanggar regulasi keamanan pangan.

Sanksi yang dapat diterapkan pemberhentian sementara operasional dapur,
penutupan sementara,
atau pencabutan SLHS bila SOP kebersihan dan sanitasi tidak dijalankan.
Karena MBG menyasar anak-anak dan kelompok rentan, setiap pelanggaran keamanan pangan dianggap sangat serius, bukan sekadar kelalaian administratif.

Program MBG tidak hanya bertujuan memberikan makanan, tetapi juga melindungi kesehatan dan keselamatan anak. Banyak kasus keracunan makanan di berbagai wilayah menjadi sorotan penting bahwa pelaksanaan MBG harus diawasi secara ketat.

Regulasi hygiene dan sanitasi dibutuhkan untuk memastikan makanan bergizi yang diberikan benar-benar aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi peserta anak didik,Tutupnya.

Polres Malang Perkuat Layanan Penegakan Hukum Bagi Kaum Rentan Lewat Satres PPA dan PPO

0

MALANG – Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, resmi memiliki satuan fungsi baru bernama Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO).

Satuan fungsi tersebut dikukuhkan bersamaan dengan peresmian gedung baru di Mapolres Malang, Polda Jatim, Senin (8/12/2025).

Seremoni dipimpin Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. dan dihadiri Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfiando beserta para pejabat utama Polres Malang.

Pembentukan satres baru ini menandai penguatan signifikan Polres Malang Polda Jatim dalam menangani kejahatan berbasis gender, kekerasan terhadap anak, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

AKBP Danang menegaskan pembentukan struktur baru tersebut merupakan langkah strategis untuk menjawab tingginya kebutuhan penanganan kasus PPA di wilayah Kabupaten Malang.

“Hampir setiap hari ada laporan terkait perempuan dan anak. Dalam seminggu, dua sampai tiga laporan masuk, mulai KDRT, pencabulan, hingga anak yang berhadapan dengan hukum,” ujar AKBP Danang, Senin (8/12).

Menurutnya, peningkatan tren kasus membuat penanganan harus lebih cepat, sensitif, dan profesional.

“Inilah alasan kami mengusulkan pembentukan Satres PPA dan PPO. Ini bukan hanya soal struktur organisasi, tapi kebutuhan nyata karena intensitas kasus anak dan perempuan terus meningkat,” kata AKBP Danang.

Ia juga menjelaskan, Polres Malang Polda Jatim menjadi salah satu dari Enam Polres di jajaran Polda Jatim yang mendapatkan pengesahan satres PPA dan PPO setelah sebelumnya Mabes Polri membentuk direktorat baru di tingkat pusat dan beberapa Polda.

“Hari ini kita meresmikan gedung Satres PPA dan PPO. Di jajaran Polda, ada lima polda yang memiliki direktorat khusus, dan di tingkat polres ada enam yang ditunjuk, termasuk Polres Malang,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa satuan baru ini tidak hanya bertugas menerima laporan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pembinaan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Di sini bukan hanya tempat menerima pengaduan, tapi juga tempat untuk mengedukasi dan membina anak-anak maupun masyarakat yang berhadapan dengan hukum, khususnya terkait PPA dan PPO,” tutur AKBP Danang.

Dengan peresmian tersebut, Polres Malang Polda Jatim berharap layanan terhadap korban kekerasan, penyandang disabilitas, perempuan, dan anak dapat dilakukan lebih inklusif serta responsif.

“Harapan kami, satuan baru ini mampu memperbaiki kualitas penanganan perkara dan meningkatkan rasa percaya masyarakat. Perlindungan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan adalah prioritas,” pungkasnya. (*)

Siapkan Generasi Muda Melek Politik, Pemkot Probolinggo Bentuk Kader Demokrasi dari Kalangan Pelajar

PROBOLINGGO,
Upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pentingnya berdemokrasi terus digencarkan Pemerintah Kota Probolinggo. Senin (8/12) pagi, di Aula Bakesbangpol digelar Pembentukan Kader Demokrasi bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA dan sederajat se-Kota Probolinggo. Kegiatan yang diikuti 60 perwakilan pengurus OSIS ini menjadi langkah awal membangun pondasi demokrasi yang sehat, inklusif dan berkelanjutan di kalangan pelajar.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari lembaga penyelenggara pemilu dan pemerhati demokrasi yang memaparkan materi secara komprehensif. Mulai dari proses teknis pemilu, fungsi pengawasan, hingga bagaimana generasi muda dapat mengambil peran secara aktif dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Probolinggo Ilmiyah, membuka pemahaman peserta dengan membandingkan proses pemilu nasional dengan pemilihan ketua OSIS. Ia menjelaskan bahwa setiap proses demokrasi baik di tingkat sekolah maupun negara harus berlandaskan aturan yang jelas.

“Banyak proses yang harus dilakukan. Sama halnya dengan adik-adik saat pemilihan ketua OSIS atau ketua kelas. Ada panitia, ada timeline, ada pendaftaran calon, ada penyampaian visi-misi, dan tentu saja aturan bagaimana tata cara memilih,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman teknis pemilu, mulai dari pendaftaran peserta, pemeriksaan berkas, verifikasi faktual, hingga proses pemungutan suara di TPS yang memperhatikan berbagai segmen pemilih termasuk lansia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perlakuan khusus.

Ilmiyah berharap para siswa kelak dapat berpartisipasi sebagai penyelenggara pemilu, baik di KPU maupun Bawaslu. “Siapa tahu adik-adik nanti ikut menjadi penyelenggara. Prosesnya harus dipahami sejak sekarang,” ujarnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Probolinggo Putut Gunawarman Fitrianta. Ia mengapresiasi langkah Pemkot yang dinilai sangat strategis dalam mempersiapkan generasi muda untuk terlibat dalam pelaksanaan pemilu dan kehidupan demokrasi secara umum.

“Ini program positif untuk mempersiapkan para generasi muda. Ke depan, KPU dan Bawaslu siap hadir ke sekolah-sekolah untuk memperkuat pemahaman mereka terkait nilai-nilai demokrasi,” katanya.

Putut juga berharap dukungan dari seluruh stakeholder baik lembaga pemerintah maupun swasta karena penguatan demokrasi tidak bisa berjalan tanpa kolaborasi.

Pada kesempatan ini, ia memberikan materi terkait etika politik, tugas pengawasan pemilu, serta potensi kerawanan dalam proses berdemokrasi. Menurutnya, generasi muda harus paham bahwa demokrasi yang sehat harus dijalankan secara jujur, damai dan tanpa konflik.

Menariknya, Putut juga mengungkapkan bahwa tahun 2025 adalah awal pembentukan Kader Demokrasi di Kota Probolinggo. “Di tahun 2026, program ini akan mulai berjalan dengan lebih terstruktur melalui program jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujarnya.

Materi terakhir disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP) Kota Probolinggo Sukardi Mitho. Ia menegaskan bahwa pemilih pemula harus memahami konteks demokrasi secara lebih dalam tidak hanya sebagai peserta pemilu, tetapi sebagai agen perubahan.

“Pemilih pemula harus bisa mengkonsolidasi diri, memahami isu demokrasi dan berperan aktif tanpa harus selalu didorong oleh penyelenggara. Demokrasi harus diikuti dengan cara yang damai, santun dan tanpa konflik,” tegas Sukardi.

Ia pun mendorong para pelajar untuk membentuk komunitas demokrasi yang terorganisir, tidak hanya untuk pelajar tetapi juga untuk seluruh pemilih pemula di Kota Probolinggo.

Wawali Ina: Ke Depan, Demokrasi Tidak Lepas dari Digitalisasi

Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian Safari Pendidikan Politik sepanjang tahun 2025 di sejumlah di Kota Probolinggo dihadiri Wawali Ina Dwi Lestari, yang secara khusus memberikan penguatan mengenai pentingnya literasi demokrasi bagi generasi muda, terutama mereka yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang.

Ina menyampaikan bahwa pemahaman demokrasi di era digital harus benar-benar dikuasai oleh generasi Z dan generasi Alfa yang sangat dekat dengan media sosial. “Memang murni dari hati siapa yang kita pilih. Karena itulah disebut langsung, umum, bebas, dan rahasia. Di 2029 adik-adik akan membuat gebrakan pasti. Kenapa selebgram itu banyak yang masih muda? Karena anak muda dekat dengan digital. Begitu juga demokrasi ke depan, pasti tidak terlepas dari digitalisasi,” tutur Ina.

Ina juga menyampaikan apresiasi atas pembentukan struktur kader demokrasi yang melibatkan perwakilan dari berbagai sekolah. Ia berharap agar struktur yang terbentuk tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan program kerja tahunan yang bermanfaat.

“Saya berharap hasil kegiatan hari ini bukan hanya ambyar. Tapi program kerja itu berjalan, memberi manfaat, dan bisa menjadi bekal bagi adik-adik untuk memahami pilihan-pilihan politik ke depan,” ucapnya.

Dalam sesi interaktif, Ina memberi pertanyaan mengenai esensi dari sosialisasi demokrasi yang sudah dilakukan ke sekolah-sekolah. Ia bahkan menyiapkan hadiah bagi siswa yang berani maju ke depan.

Sementara, Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, Sonhadji juga menegaskan pembentukan kader demokrasi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas demokrasi di kota ini.

“Ini adalah ikhtiar pemerintah Kota Probolinggo meningkatkan kualitas demokrasi. Anak-anak SMA/SMK/MA adalah pemilih pemula di 2029, sehingga perlu mendapat pengetahuan dan pendidikan agar mampu mengajak teman-temannya ikut berpartisipasi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendidikan politik tidak bertujuan membuat generasi muda alergi terhadap politik, namun justru memahami bahwa politik adalah sarana memberikan manfaat bagi masyarakat luas melalui pemilihan pemimpin dan wakil rakyat.

“Golnya adalah membentuk kader demokrasi sebagai alat untuk mendidik anak-anak agar bisa menjadi penggerak di sekolah masing-masing. Ke depan, kader ini akan didampingi oleh Bakesbangpol, KPU, dan Bawaslu,” ujarnya.(Ali)

PLN Dukung Sinergi Pembangunan Pamekasan: Pemkab Apresiasi Kontribusi CSR dalam Mendorong Ekonomi Kerakyatan

0

Pamekasan, Madura – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar acara bergengsi, CSR Award 2025, sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang konsisten berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR). Acara yang berlangsung di Front One Azana Style Hotel Pamekasan pada Senin (08/12/2025) ini dihadiri oleh Bupati Pamekasan, PLH Sekretaris Daerah, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta seluruh perusahaan anggota Forum CSR Kabupaten Pamekasan, termasuk di dalamnya PT PLN (Persero).

Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan menyampaikan penghargaan tertinggi kepada sektor swasta dan BUMN yang telah menjalankan program CSR di wilayah tersebut. Bupati menegaskan bahwa kontribusi pendanaan dari CSR memainkan peran krusial dalam menambal keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Di tengah tantangan fiskal, peran aktif perusahaan melalui dana CSR bukan hanya sekadar kewajiban, namun telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam merealisasikan program-program pembangunan. Kami sangat mengapresiasi komitmen ini,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Pemkab Pamekasan mengumumkan fokus strategis ke depan, yakni penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan home industry. Program ini menargetkan peningkatan produktivitas desa, khususnya melalui pengembangan usaha keripik dan produk lokal lainnya.

Pemerintah berencana menyalurkan dukungan pendanaan secara bertahap, dengan target realisasi maksimal pada tahun 2027, apabila belum terakomodasi secara penuh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Prioritas ini sejalan dengan komitmen PLN untuk Rakyat yang secara berkelanjutan mendukung keberlanjutan UMKM dan kemandirian energi di tingkat desa.

Pada kesempatan tersebut, diumumkan pula perubahan struktur kepengurusan Forum CSR Kabupaten Pamekasan. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) resmi menggantikan PT Bank Mandiri sebagai Ketua Umum Forum CSR untuk periode kepengurusan 2025–2028.

Bupati berharap adanya penyegaran kepengurusan ini dapat menghadirkan semangat kolaboratif yang baru, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan perusahaan dalam mengejar target pembangunan daerah.

“Forum CSR harus semakin selaras dengan empat misi prioritas pembangunan Pamekasan 2025–2029,” tegas Bupati Kholilurrahman. Misi-misi tersebut meliputi: transformasi Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, pengurangan risiko bencana, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan inovatif.

Keterlibatan aktif perusahaan-perusahaan besar seperti PLN dalam Forum CSR Kabupaten Pamekasan menjadi kunci sukses implementasi program-program yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat. Hal ini memperkuat peran BUMN, seperti PLN, sebagai agen pembangunan dan pelayanan publik yang utuh.

Bakti PLN UP3 Madura untuk Rakyat: Salurkan Santunan Kesehatan, Dukung Perjuangan Anak Tunarungu

0

Pamekasan, Madura – Semangat “PLN untuk Rakyat” tidak hanya tercermin dalam upaya menjaga pasokan listrik, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang mendalam. Hal ini dibuktikan oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura yang baru-baru ini menyalurkan bantuan santunan kesehatan untuk meringankan beban keluarga prasejahtera di Pamekasan.

Pada Senin, 8 Desember 2025, YBM PLN UP3 Madura mengunjungi Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, untuk menyerahkan bantuan kepada Moh Ainul Yakin (6), seorang anak penyandang tunarungu kongenital.

Kisah Ainul Yakin, yang ditinggal wafat ayahnya sejak usia dua tahun, membutuhkan perhatian medis intensif. Untuk menunjang pendengarannya, Ainul dijadwalkan menjalani proses pemasangan alat bantu dengar. Prosedur ini membutuhkan kontrol rutin dan terpusat di salah satu rumah sakit rujukan di Sidoarjo.

Jarak tempuh yang jauh antara Pamekasan dan Sidoarjo menimbulkan kendala biaya transportasi yang signifikan bagi Ibu Maryemah, ibunda Ainul, yang berjuang membiayai pengobatan anaknya.

Melihat kondisi tersebut, YBM PLN UP3 Madura, yang dana operasionalnya berasal dari zakat, infak, dan sedekah pegawai muslim PLN, bergerak cepat memberikan dukungan biaya transportasi. Bantuan ini bertujuan untuk memastikan Ainul dan keluarga dapat menjalani setiap tahapan pengobatan dan kontrol rutin tanpa terbebani biaya perjalanan.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua YBM PLN UP3 Madura, Agus Mujiyono. Beliau menekankan bahwa aksi ini adalah bagian dari komitmen PLN sebagai badan usaha milik negara (BUMN) untuk berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat luas, selaras dengan semangat BUMN Hadir untuk Negeri.

“Ini adalah wujud nyata Bakti PLN. Selain memastikan listrik aman, kami juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Dana yang kami salurkan ini merupakan amanah dari pegawai PLN untuk membantu Ananda Ainul mendapatkan haknya atas pendengaran yang lebih baik,” jelas Agus Mujiyono.

Ibu Maryemah, orang tua Ainul Yakin, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya dukungan transportasi ini, kami tidak perlu lagi khawatir untuk membawa Ainul kontrol ke Sidoarjo. Semoga kebaikan para donatur PLN dibalas dengan rezeki yang berlimpah dan kesehatan,” tuturnya.

Melalui sinergi antara tugas utama penyediaan energi dan kegiatan filantropi, PLN UP3 Madura menunjukkan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menerangi harapan masyarakat yang membutuhkan.

Tim Dokkes Pastikan Menu MBG SPPG Polres Ogan Ilir Bebas Bahan Berbahaya

0

Ogan Ilir, gempurnews.com – Personel Seksi Dokkes Polres Ogan Ilir melaksanakan pemeriksaan keamanan pangan (Food Security) terhadap makanan MBG program SPPG Polri pada Senin, 8 Desember 2025, bertempat di Klinik Polres Ogan Ilir. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dipimpin oleh Ps. Kasi Dokkes Polres Ogan Ilir, Aipda Husni Mubarak, AMKL, bersama tim yang terdiri dari personel Dokkes dan tenaga ahli gizi.

Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai menu MBG, termasuk nasi putih, dori krispi saus BBQ, tahu Sumedang, timun, dan buah semangka. Evaluasi dilakukan melalui dua metode, yaitu pemeriksaan organoleptik (fisik) dan pemeriksaan kimiawi untuk mendeteksi potensi kandungan zat berbahaya.

Hasil pemeriksaan organoleptik menunjukkan seluruh menu memiliki bentuk, warna, aroma, dan rasa yang normal. Pada pemeriksaan kimiawi, seluruh sampel makanan dinyatakan negatif dari kandungan cyanide, nitrit, arsen, maupun formalin.

Dengan hasil tersebut, tim Dokkes Polres Ogan Ilir memastikan bahwa seluruh makanan MBG sejumlah 3.264 porsi aman dan layak untuk didistribusikan kepada penerima manfaat. Pendistribusian dilakukan ke berbagai TK/PAUD, SD, SMP/MTsN, SMA/MAN, serta Posyandu di wilayah Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Ogan Ilir dalam memastikan kualitas keamanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya peserta program SPPG, melalui pengawasan rutin dan terukur.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT