Home Blog Page 1661

Menuju Transformasi Polri Yang Presisi, Polwan Sumenep Gelar Bakti Sosial di RIDC

SUMENEP – Dalam rangka Hari Jadi ke 73 Polwan RI yang jatuh pada tanggal 01 September, jajaran Polwan Polres Sumenep Gelar Bakti sosial dengan membagikan paket suplemen kesehatan dan obat- obatan di RICD ( Ruang Isolasi Darurat Covid ) SKD Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. Senin, 30/08/2021.

Bakti sosial itu bertema “Transformasi Polri Yang Presisi Polwan Siap Mendukung Penanganan Covid-19 Untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Menuju Indonesia Maju”.

Kegiatan bakti sosial kemasyarakatan pada momentum hari jadi Srikandi Polri tersebut dipimpin langsung senior Polwan Polres Sumenep yang menjabat sebagai Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti SH.

Dalam kesempatan itu, AKP Widiarti SH mengatakan, bhakti sosial pembagian suplemen kesehatan itu diberikan kepada masyarakat yang menjalani isolasi terpusat di RIDC SKD Batuan.

“Suplemen dan obat- obatan tersebut berfungsi untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh ditengah Pandemi Covid-19 untuk masyarakat yang menjalani isolasi terpusat di tempat ini, semoga bermanfaat,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan bahwa kegiatan Polwan Sumenep di RIDC SKD Batuan sebagai tali asih wujud kepedulian Polri dalam momentum HUT Polwan Ke 73 Tahun.

“Polwan adalah srikandi- srikandi terbaik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Dan Kegiatan seperti ini adalah sebuah bukti manifestasi pelayanan Polri sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat dalam mendukung Transformasi Polri Menuju Presisi,” tegasnya.

Perempuan berpangkat tiga balok warna emas dipundaknya inipun berujar bahwa hari ulang tahun Polwan yang diperingati setiap 1 September diharapkan jadi momentum bagi Polwan di seluruh Indonesia untuk berprestasi serta bersaing dalam pelaksanaan tugas juga darma baktinya kepada Institusi Polri.

“Selain melecut semangat untuk berprestasi, momentum Hari Jadi Polwan ke 73 tahun ini juga kami menekankan kepada Polwan Sumenep, agar terus meningkatkan kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang benar benar membutuhkan uluran tangan kita ditengah keadaan Pandemi Cavid-19 ini,” tuturnya.

Mantan Kapolsek Sumenep Kota itupun berharap agar Polwan Sumenep terus berkarya dan berprestasi untuk mendapatkan tempat di hati masyarakat.

“Dimasa pandemi ini kehadiran Polwan harus dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya agar masyarakat merasakan aman dan nyaman. Namun lebih dari itu, empati kepedulian sosial dan berbagi masih menjadi tugas kita sebagai anggota Polri,” terangnya.

Karena hal itu, Lanjut AKP Widiarti SH, dapat menciptakan hubungan baik yang humanis antara Kepolisian dan masyarakat.

“Semoga Polwan kedepannya lebih profesional, disiplin dalam membantu mewujudkan tugas pokok Polri menjaga kamtibmas yang kondusif serta menciptakan masyarakat yang produktif. Dirgahayu Polisi Wanita Republik Indonesia, yang Ke 73 tahun. Tetaplah satu barisan untuk Mendukung Transformasi Polri Menuju Presisi,” tandas AKP Widiarti SH. (tim)

Sambut HUT Polwan ke 73, Polres Probolinggo Gelar Vaksinasi Untuk Santri dan Warga di Lingkungan Pondok Pesantren Nurul Qodim

PROBOLINGGO – Dalam rangka menyambut HUT Polwan ke 73, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi bersama rombongan meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk santri dan warga di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Qodim, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Senin, (30/08/2021).

Kurang lebih 2000 dosis vaksin yang disiapkan untuk santri dan warga di lingkungan Ponpes Nurul Qodim, Kapolres Probolinggo saat mendatangi pelaksanaan vaksin di Pondok Pesantren Nurul Qodim diterima langsung oleh Pengasuh Ponpes Nurul Qodim Syubanul Muslimin yang dilanjutkan pemantauan pelaksanaan vaksinasi dan pemberian bantuan sosial berupa sembako untuk santri Ponpes Nurul Qodim.

Dalam kunjungannya AKBP Teuku Arsya Khadafi menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksin ini adalah mendukung program pemerintah untuk mewujudkan herd immunity dan mempercepat capaian vaksinasi di Kabupaten Probolinggo pada khususnya.

“Kegiatan serbuan vaksin ini dalam rangka menyambut hari jadi Polwan yang ke 73 di tahun 2021, semoga yang diberikan ini dapat memberikan manfaat khususnya penanganan di massa pandemi saat ini, dan tentunya ini juga untuk mewujudkan Herd Immunity di Kabupaten Probolinggo”, ucap AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Pengasuh Ponpes Nurul Qodim Syubanul Muslimin, KH. Abdul Hadi Noer juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Polres Probolinggo dan Polwan yang telah menyelenggarakan kegiatan vaksinasi di lingkungan Ponpes Nurul Qodim ini, semoga kita segera mewujudkan Herd Immunity. (tim)

Berikan Penghargaan Pada Sejumlah Netizen,
Kapolres Trenggalek: Aktif Edukasi Bijak Bermedsos

TRENGGALEK – Sejumlah warganet atau yang lebih dikenal dengan sebutan netizen di Trenggalek menerima penghargaan dari Kapolres Trenggalek. penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kerja kerasnya membantu Kepolisian menjaga kondusivitas melalui peran serta aktifnya di media sosial.

Prosesi penyerahan penghargaan di gelar dalam sebuah apel yang dilaksanakan di halaman Mapolres Trenggalek dan diikuti oleh seluruh pejabat utama dan anggota. Penghargaan diberikan kepada sedikitnya 13 orang netizen dari berbagai pelosok Kabupaten Trenggalek. Senin, (30/8).

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H. yang memimpin langsung kegiatan tersebut menuturkan, revolusi industri 4.0 telah berkembang cukup pesat. Kecanggihan teknologi menitik beratkan pada pengembangan dunia siber yang turut membawa dampak terhadap dinamika Kamtibmas.

Kehadiran media sosial tidak bisa dipandang sebelah mata. Dunia seakan tanpa sekat jarak, waktu dan ruang. Peristiwa di belahan dunia lain bisa diketahui saat itu juga. Apa yang terjadi di dunia maya berpengaruh terhadap dunia nyata. Demikian pula sebaliknya, opini yang terbangun didunia maya juga akan mempengaruhi manusia di dunia nyata.

Satu sisi, media sosial membawa warna baru dalam hal berkomunikasi, belajar hingga mendorong perekonomian digital. Namun disisi yang lain, turut membawa sisi gelap berupa informasi hoax yang bersifat adu domba, hate speech, Sara serta kejahatan siber seperti penipuan, perjudian hingga pornografi.

“Diperlukan peran serta secara aktif oleh masyarakat secara mandiri agar media sosial menjadi sarana interaksi yang lebih aman, nyaman dan beradab.” Ujar AKBP Dwiasi

Lebih lanjut AKBP Dwiasi berharap dengan penghargaan ini hendaknya bisa menjadi pelecut semangat dan motivasi agar para netizen tetap semangat dan meningkatkan kinerjanya bersama Polri menciptakan Kamtibmas yang kondusif, sehat dan selamat.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Dwiasi menekankan agar para netizen terus menebarkan kebaikan melalui media sosial dan menjadikan media sosial sebagai sarana menumbuhkan kesadaran publik tentang arti penting saring sebelum sharing.

“Terima kasih. Tetap semangat, jangan pernah lelah menebarkan kebaikan, membangun perubahan kearah yang lebih baik di media sosial.” pungkasnya. (tim)

Kades Sekarbanyu Laporkan Kasus Pencurian Tanaman Tebu Milik Kelompok Tani Desa pada Polisi

MALANG – Samsuji, Kades Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjingwetan, Kabupaten Malang akhirnya melaporkan kejadian pencurian tanaman tebu yang merupakan milik dia bersama kelompok tani.

Perkara dugaan tindak pidana pencurian tanaman tebu di lahan seluas kurang lebih 11,6 Hektar yang berlokasi di daerah Blok AD 12, Desa Sekarbanyu RT.07 RW.02, Kecamatan Sumbermanjing wetan, terjadi pada 5 Juli 2021 lalu.

Dalam laporan bernomor: STPL/II/VII/2021/Jatim/Res.Malang/Sek.Sbr.Manjing Wetan pada tanggal 06 Juli 2021 lalu disebutkan pelaku berinisial (M) dan kawan-kawan.

Masih dalam laporan itu pula diceritakan, M dkk melakukan pencurian tanaman tebu itu atas suruhan seseorang berinisial B yang merupakan warga Desa Sekarbanyu, Kecamatan Sumbermanjingwetan.

Samsuji menyampaikan, dia mewakili kelompok tani Desa Sekarbanyu, sebagai kelompok kerja usaha (KSU) di lahan seluas 11,6 Hektar, telah sepakat melakukan kerjasama dengan PTPN untuk kami merawat, menanam, dan memupuk tanaman tebu tersebut.

Namun kemudian, ketika saatnya panen, tiba-tiba ada orang yang menebang tebu saya tanpa izin.

“Setelah kami tahu kejadian itu, selanjutnya kami laporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumbermanjingwetan pada tanggal 6 Juli 2021,” terangnya.

Diimbuhkannya, terduga pelakunya salah satunya berdomisili di Desa Sekarbanyu. Sedangkan terduga pelaku lainnya merupakan warga luar Desa Sekarbanyu.

“Ada banyak mas terduga pelakunya, yang dilaporkan untuk saat ini inisial B warga Desa Sekarbanyu, warga saya sendiri,” ungkapnya. Minggu (29/08/2021) sore.

Ia menjelaskan, kerugian yang ditimbulkan dari kejadian tersebut bernilai ratusan juta rupiah.

Ditambahkannya pula, selain kerugian materi, dia dan kelompok taninya juga mengalami kerugian psikologis. Pasalnya, hal tersebut berkaitan dengan kepercayaan terhadap masyarakat Desa Sekarbanyu.

“Harapan saya, agar terduga pelaku orang-orang ini dapat segera diadili sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak ada lagi upaya mediasi. Sebelumnya pihak Pemdes Sekarbanyu pernah memberikan kesempatan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun para terduga pelaku ini tetap ngotot ingin memusuhi kami,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Advocat muda R.Y. Rumalutur. S.H., M.H
dari Peradi yang berkantor di Kota Malang mengatakan, kliennya sudah melaporkan di Polsek Sumbermanjingwetan.

“Saat ini sudah ditindaklanjuti oleh Polres Malang. Saya yakin rekan-rekan penyidik akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini,” terang Rumalutur.

Masih kata Rumalutur, terkait dengan kasus pencurian ini, pihaknya berharap jadi ini hak kita Polres Malang akan segera memanggil klien dan saksi yang diajukan untuk diminta keterangannya. Termasuk juga terduga pelaku, diharapkan segera mendapat panggilan agar segera diperiksa sesuai dengan bukti laporan tanggal 21 Agustus 2021 bernomor: TBL-B/259/VIII/SPKT POLRES MALANG/POLDA JAWA TIMUR, tentang dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan tanaman tebu ini.

“Jadi, laporan polisi ini bukan semata-mata kepentingan Kades tapi orang banyak. Semoga para terduga pelaku dapat segera diproses secara hukum,” pungkasnya. (tim)

Tim PKM Unesa Sulap Limbah Spanduk Jadi Tas Multifungsi

SURABAYA – Bagi sebagian besar orang, limbah spanduk tidak dibutuhkan lagi setelah dipakai, bisa dibuang atau dimanfaatkan untuk lainnya. Namun tidak demikian dengan tim proposal kegiatan mahasiswa (PKM) Unesa, mereka berhasil menyulap sampah spanduk menjadi beragam tas multifungsi yang dinamai Tiktokers Bag.

Tim yang terdiri dari Ida Dwika Darmawan dari S-1 Kependidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Frita Sinatra dari S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Moh. Turi juga dari S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga.
Muhammad Agus dari S-1 Manajemen, dan Bilqissima Az-Zahra dari S-1 Pendidikan Tata Busana.

Tim PKM yang diketuai oleh Ida Dwika Darmawan tersebut, berhasil lolos serta mendapatkan pendanaan pusat setelah mengusulkan Tiktokers Bag PKM Skema Kewirausahaan 2021.

“Spanduk itu bisa diolah menjadi apa saja sesuai kebutuhan mau dibuat apa, sementara ini kita olah jadi tas atau yang kita namai sebagai Tiktokers Bag,” terang Ida Dwika, dikutip dari InfoPublik, Minggu (29/8/2021).

Ide krearif tim PKM ini berwal dari hanya memanfaatkan limbah spanduk untuk membuat hand sanitizer, tempat masker dan barang barang yang sering digunakan orang saat pandemi Covid 19, dengan maksud memberikan kesan berbeda dan enak dipandang.

Ketua tim PKM dan rekan rekannya itu kemudian berfikir, bagimana cara memanfaatkan limbah spanduk menjadi barang bernilai yang saat ini banyak dibutuhkan orang dalam rangka mengedepankan protokol kesehatan (Prokes) dimasa pandemi Covid 19.

“Selain memanfaatkan limbah spanduk, niat kami sesungguhnya ingin membuat agar kita tidak jenuh dalam menerapkan protokol kesehatan,” ucap Ida Dwi Darmawan.

Di balik inovasi tersebut, Tim PKM Unesa ingin mengajak masyarakat untuk sadar lingkungan, sadar tentang kebersihan dan keindahan lingkungan, tidak hanya sampai pada pembuangan sampah di tempatnya, tetapi bagaimana masyarakat juga bisa berpikir memanfaatkan limbah atau sampah yang ada menjadi barang-barang yang bermanfaat dan berdaya jual tinggi.

“Harapan kami, pertama kita tidak jenuh dalam prokes, kedua kita lebih sadar lingkungan dan ketiga kita bisa kreatif memanfaatkan sampah yang ada jadi sesuatu yang unik dan menarik tapi juga bermanfaat,” ucap Bilqissima Az Zahra dari S-1 Pendidikan Tata Busana. (sho)

Kapolda Jatim Cek Pelaksanaan Vaksinasi di NUIS

MALANG – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta beserta rombongan, mengecek pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Nahdlatul Ulama Islamic School (NUIS) Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, Minggu (29/8/2021).

Turut hadir dalam rombongan tersebut, Karo Ops Kombes Pol Puji Santoso, Dir Intelkam Kombes Pol Yuda Gustawan, Dir Binmas Kombes Pol Asep Irpan Rosadi, Kabid Humas Kombes. Pol. Gatot Repli Handoko, Kabid Propam Kombes. Pol. Taufik Herdiansyah Zeinardi, Kabiddokkes Kombes. Pol. dr. Erwin Zainul Hakim serta Kapolres Malang Akbp Raden Bagoes Wibisono.,SIK dan Forkopimda Malang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara kegiatan vaksinasi massal siang hari ini, dari TNI-Polri dan Dinkes yang bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama, tentunya juga seluruh tim nakes.
Ucapan terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah datang dan mau vaksin. Di Jawa Timur, persentase vaksin sudah mencapai 24% dari total sasaran vaksin,” ucap Nico.

Pada pelaksanaan peninjauan, Nico menyempatkan berkomunikasi dengan beberapa peserta vaksin yang sedang duduk menunggu antrian untuk divaksin. Bahkan, mantan Kapolda Kalimantan Selatan tersebut ikut mengecek proses entry data peserta vaksin yang dilakukan sejumlah petugas dari Puskesmas Pakis di lokasi kegiatan.

“Saya ingatkan kepada masyarakat agar nanti setelah divaksin agar tetap menjaga protokol kesehatan, bukan berarti habis divaksin terus merasa kebal tidak jaga prokes. Vaksin meningkatkan imun kita, dan harus tetap pakai masker dimana-mana,” pesan Nico kepada peserta vaksin.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Ketua MWC NU Kecamatan Pakis, Gus Djunaidi mengatakan bahwa kuota vaksinasi massal kali ini berjumlah 1.050 dosis, dengan vaksin yang digunakan berjenis Astrazeneca yang nantinya diperuntukan bagi peserta vaksin diantaranya warga Nahdliyin se-Kecamatan Pakis serta masyarakat umum di sekitar lingkungan NUIS.

Sementara itu, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Kecamatan Pakis, total sasaran vaksinasi sebanyak 1.050 orang yang terdiri dari warga Nahdliyin tingkat ranting se-Kecamatan Pakis, warga lanjut usia, masyarakat rentan serta masyarakat umum.

Kapolri Minta Strategi Pengendalian Covid-19 di Bali Diperkuat Agar Ekonomi Terus Tumbuh

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada Forkopimda Bali untuk terus memperkuat penerapan strategi pengendalian Covid-19, untuk menjamin kesehatan masyarakat. Dengan begitu, aktivitas perekonomian warga di Pulau Dewata akan terus tumbuh, setelah terpukul akibat Pandemi virus corona.

Pengarahan itu disampaikan Sigit saat memimpin rapat dengan Forkopimda Bali, bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Minggu (29/8/2021).

“Dengan kesehatan masyarakat yang terjaga maka pertumbuhan ekonomi di Bali juga akan semakin tumbuh,” kata Sigit dalam pengarahannya.

Ditengah pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia sudah mulai tumbuh sebesar 7,07 persen. Demikian juga dengan perekonomian Bali yang mulai tumbuh sebesar 2,83 persen.

Sigit memaparkan, strategi pengendalian Covid-19 dibagi menjadi tiga. Yaitu, protokol kesehatan (prokes) ketat dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Kemudian, memperkuat 3T (Tracing, Testing dan Treatment). Dan yang terakhir, percepatan program vaksinasi massal.

Selain memperkuat strategi tersebut, eks Kapolda Banten ini juga meminta Forkopimda untuk memaksimalkan kebijakan penyekatan. Mulai dari penyekatan antar-provinsi, antar-kab/kota, dan pembatasan mobilitas dan aktifitas masyarakat.

“Mengintensifkan penyekatan antar-provinsi melalui pintu masuk transportasi udara, penyekatan di Bandara Ngurah Rai. Melalui pintu masuk transportasi laut, penyekatan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dan Pelabuhan Lembar-Padangbai. Penyekatan antar-kab/kota melalui pos check point antar kab/kota, terminal, maupun pintu gerbang tol,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Sigit memaparkan, untuk Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) atau domestik sudah mendapatkan
kelonggaran dengan memenuhi syarat yang telah diatur dalam Inmendagri Nomor 35 tahun 2021.

Adapun persyaratannya, pelaku perjalanan antar-provinsi, menunjukkan kartu vaksin dengan minimal dosis pertama. Pelaku perjalanan dengan moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bus, kereta api dan kapal laut, menunjukkan hasil negatif antigen H -1. Pelaku perjalanan dengan moda transportasi pesawat udara menunjukkan hasil negatif PCR H-2.

Lalu, perjalanan dengan pesawat antar kab/kota di Jawa-Bali, harus memenuhi syarat yang sudah ditetapkan.

Termasuk untuk para petugas akan dilakukan pengawasan yaitu “Akan diberikan sanksi tegas bagi petugas yang tidak melakukan pemeriksaan yang benar
dalam pelaksanaan penyekatan,” ucap Sigit.

Disisi lain, Sigit juga berharap kepada Forkopimda Bali untuk bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan menggunakan pendekatan adat melalui para pemuka adat untuk mengajak warga yang terpapar virus corona, mau di karantina di Isolasi Terpusat (Isoter) yang saat ini sudah sangat bagus di Bali. Menurut Sigit, tingkat kesembuhan di Isoter lebih tinggi, karena ditunjang fasilitas dan diawasi penuh serta langsung oleh tenaga kesehatan (nakes).

“Upaya menggeser isoman ke isoter perlu dilakukan secara maksimal dengan bantuan Pemerintah Daerah (Pemda), seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat. Serta perlu penjelasan secara baik dengan menyesuaikan adat istiadat setempat yang dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat ketika akan mengajak ke isoter,” papar Sigit.

Lebih dalam, Sigit menekankan, Forkopimda Bali harus terus melakukan akselerasi terhadap target Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait vaksinasi nasional. Tujuannya, agar Herd Immunity terhadap Covid-19 segera terbentuk.

“Untuk mengurangi risiko penularan dan kematian akibat Covid-19, TNI-Polri bersama Pemda terus melakukan akselerasi vaksinasi. Untuk mencapai target tersebut diperlukan sinergisitas TNI-Polri dan Pemda serta seluruh elemen masyarakat. Dalam menyiapkan strategi vaksinasi dapat dilakukan serbuan vaksinasi, gerai vaksinasi, vaksinasi mobile, dan door to door, ketika stok vaksin datang dalam jumlah besar,” kata Sigit.

Dengan segala upaya, keseriusan, kerjasama dengan seluruh elemen, dan langkah Extraordinary, menurut Sigit, kesehatan masyarakat dapat terjamin, sehingga aktivitas perekonomian dapat berjalan seiring dengan pelonggaran-pelonggaran yang diberikan.

“Ketika kasus Covid-19 di bisa terkendali, maka secara otomatis daerah tersebut akan mendapat pelonggaran dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan dengan lebih baik. Seperti yang terjadi pada aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya. Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, dan seluruh masyarakat,” ujar Sigit.

Setelah memberikan pengarahan ke Forkopimda Bali, Panglima TNI dan Kapolri melakukan peninjauan langsung ke Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur Bali yang dijadikan lokasi Isoter. Mereka melihat secara langsung penanganan serta perawatan pasien Covid-19.

Menteri Risma ke Lumajang Cek Polemik Bansos

LUMAJANG – Guna memastikan adanya polemik penerimaan bantuan sosial (Bansos) untuk penerima manfaat yang menjadi perbincangan publik, Menteri Sosial Tri Rismaharini, turun langsung ke Desa Sawaran Kulon Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang, Sabtu (28/8/2021).

Mensos RI, Tri Rismaharini melakukan dialog bersama masyarakat usai mendapat laporan permasalahan terkait bantuan pemerintah melalui PKH dan BPNT. Ia menerima pengaduan dari masyarakat bahwa pencairan Bansos lewat rekening selama Tahun 2020 tidak stabil.

Menanggapi hal itu, Tri Rismaharini meminta kepada pengurus PKH agar mendata semua dokumen baik itu PKH, BPNT/BSD, maupun Bansos. Ia tidak ingin ada kesalahan dalam mengambil keputusan, maka data tersebut dinilainya sangat penting. Selain itu, pihak bank penyalur bantuan (Bank BNI) diminta juga untuk melakukan cross chek data pencairan bantuan.

“Nanti akan saya cross chek dengan data yang ada di meja saya, karena bantuan ini sangat riskan sekali. Bantuan ini bermacam-macam, ada yang terima PKH dan BPNT, ada yang terima PKH saja dan ada yang terima BPNT saja,” ujaranya.

Selanjutnya, terkait dengan permasalahan yang ada di Desa Sawaran Kulon Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang. Tri Rismaharini menyerahkan kepada pihak berwajib untuk menyelidiki kebenaran permasalahan yang terjadi saat ini, apabila terdapat kesalahan atau penyelewengan dalam pencairan bantuan, diharapkan nantinya segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Bupati Lumajang memerintahkan kepada desa se-Kabupaten Lumajang agar memampang data terkait penerima semua bantuan sosial di setiap balai desa dengan nominal dan penjelasan. Tujuannya agar Bansos tersebut transparan dan terbuka sehingga nantinya tidak ada lagi penyelewengan dana bantuan.

“Saya minta pendamping PKH dan BPNT untuk memfasilitasi terkait data itu agar bisa dipampang di balai desa. Sekaligus yang berkenaan dengan masalah hukum, saya minta kepada Kapolres Lumajang untuk memastikan agar semua harus diproses sesuai dengan mekanisme yang ada. Yang salah harus bertanggungjawab,” pungkasnya. (tim)

Rumah Sakit Terkemuka di Kota Bandung Diduga Lakukan Pemotongan Insentif Nakes

BANDUNG – Keberadaan relawan nakes (tenaga kesehatan) dalam menangani pasien Covid 19 memang menjadi kebutuhan darurat pada setiap Rumah Sakit, baik milik pemerintah maupun Swasta.

Namun sangat disayangkan jika keberadaan para Nakes, yang berada di salah satu rumah sakit swasta terkemuka di Bandung kini menjadi perbincangan oleh para tenaga kesehatan di lingkungan Rumah Sakit tersebut.

Beredar kabar, jika di Rumah Sakit tersebut terjadi pemotongan insentif tenaga kesehatan, yang diduga dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Edelweis.

Pemotongan insentif kisaran 20 hingga 40 persen terhadap dilakuakan pada hak relawan nakes yang bertugas di Rumah Sakit Eldelweis.

Tak hanya pemotongan insentif, juga beredar kabar bahwa ada beberapa karyawan termasuk tenaga kesehatan yang hingga saat ini belum menerima honor.

Bahkan sempat beredar kabar bahwa buku tabungan para nakes dipegang oleh pihak managemen Rumah Sakit Edelweis.

Informasi pemotongan juga belum terbayarkannya honorarium karyawan dan relawan tenaga kesehatan Covid 19, didapat dari salah satu tenaga relawan yang berinisial A.

A menuturkan, jika
direktur Rumah Dakit Edelweis Bandung pada saat Zoom mengatakan, mengapa rekan- rekan nakes seolah tidak percaya sama pihak rumah sakit.

Ucapnya salah satu petinggi Rumahsakit Edelweis. Selain mengatakan demikian, pihak rumah sakitpun melanjutkan dengan mengatakan,

“Boleh ngak kita potong! agar segera bisa kita cairkan. itupun kalau mau, jika tidakpun ya tidak akan bisa dicairkan..” ujar A menirukan ucapan direksi Rumah Sakit, Sabtu (28/09/2021).

Sebelumnya karyawan juga relawan mendapat telah mendapatkan pencairan intensif sebesar 7 hingga 5 ratus ribu rupiah plus gaji pokok.

Sementara Dokter yang dijanjikan 10 juta hanya mendapat 6.5 jt sampai 8 juta.

“Sebelumnya pembayaran honor full tdk ada potongan namun untuk periode januari sampai april ada pemotongan sebesar 20 sampai 40 persen” ujarnya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung melalui sambungan telepon, Ahyani Raksanagara menyampaikan bahwa insentif bagi tenaga kesehatan dibayarkan harus sesuai aturan yang berlaku juga tidak boleh ada potongan.

Sampai berita ini diturunkan pihak rumah sakit belum berhasil dikonfirmasi oleh wartawan. (Achmad Edison Syafei)

Tak Sabar Menunggu Perbaikan, Warga Dusun Babatan Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa

PASURUAN – Antusiasme warga Dusun Babatan jalan Juwet Desa Bakalan Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan saat
melaksanakan kerja bakti pelebaran jalan yang rusak, pada Jum’at, 28/8/2021 patut diacungi jempol.

Pasalnya, jiwa gotong royong pada warga sontak terpicu untuk melakukan kerja bakti, pada salah satu akses menuju jalan raya yang rusak.

Yanto, warga setempat mengatakan jalan Kalianyar yang menuju jalan raya memang sudah lama tak terawat.

Dikatakan pula, jalan yang sempit penuh batu kerikil sering sekali menyebabkan kecelakaan. Akibatnya kesabaran warga pun telah mencapai puncaknya untuk segera bertindak memperbaiki tanpa menunggu perbaikan dari desa. Pasalnya, selama ini perbaikan jalan yang diidamkan warga hanya berupa janji-janji.

Dalam forum salah satu warga, Sahari, ketua RT 10 RW 03 langsung mengajak kerja bakti dengan swadaya masyarakat.

Mendapat ajakan tersebut, warga pun sontak semua menyetujui.

“Ayo wes gak usah kesuwen, urunan ae kerja bhakti di benakno dewe wong iki dalan dalane awak dewe (Ayo jangan terlalu lama, kita kerja bakti membenahi jalan milik kita ini),” tegasnya.

Diterangkannya pula, kegiatan kerja bakti ini sebagai wahana untuk menumbuh kembangkan hidup gotong royong masyarakat untuk mempererat hubungan masyarakat.

“Dengan kegiatan kerja bakti seperti ini warga akan hidul guyub dan rukun serta saling bahu membahu untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (tim)