PASURUAN – Guna menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif, Satlantas Polres Pasuruan Kota dengan bersama pasukan turjawali gelar Patroli Sahur.
Tak hanya patroli, kegiatan yag dilaksanakan pada Jum at (23/4/2021) dini hari tersebut juga membagikan nasi kotak untuk santap sahur pada tukang becak.
Kasatlatas Polres Pasuruan Kota, AKP Yudiyono, SH yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, operasi cipta kondisi yang digelarnya merupakan bentuk implementasi Inpres No 6 tahun 2020 di Wilayah hukum Polres Pasuruan Kota untuk tindakan preventif dan preemtif demi terwujudnya kamseltibcarlantas yang kondusif.
Khususnya, lanjut Yudiyono, di daerah yang sering diginakan sebagai arena balap liar dan daerah rawan laka, macet dan tindakan kriminal lainnya seperti di jalan Simpanh 4 Pasar besar kota, Simpang 4 Kebonagung dan Jalur pantura Pasuruan Kota.
“Melalui kegiatan ini pula, pihak Kepolisian sekaligus memberikan himbauan kepada pengguna jalan agar selalu memakai masker guna memutus rantai penyebaran Covid 19,” pungkasYudiyono. (tofa)
PROBOLINGGO- Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT), yang di salurkan dengan mengunakan dana APBN ke warga prasejahtera, yang berupa beras yang di suplay dari bulog di keluhkan warga, karena berasnya tidak layak dikonsumsi baunya apek, hancur serta ada kutunya.
Sundoko Hamzah, warga dusun Sumuran Desa Tanjungrejo kecamatan Tongas, menyampaikan jika beras bantuan yang diterima keluarganya melalui BPNT, sangat jelek, hancur, warnanya kecoklatan, dan banyak kutunya.
“Cobak lihat ini mas, apa beras ini layak kita konsumsi”, ungkap Sundoko sambil menunjukkan beras yang ada dalam karung berlogo Bulog Probolinggo.
Dirinya berharap kepada pihak terkait untuk melakukan pengecekan mutu beras mulai dari hilir sampai ke tangan keluarga penerima manfaat.
Hal yang sama juga dikeluhkan oleh beberapa keluarga penerima manfaat ( KPM ), dalam penyaluran bulan maret dan april memang berasnya agak hitam, hancur dan ada kutunya sehingga oleh warga beras tersebut hanya disimpan tidak dimasak.
Memang, berasnya jelek sekali kalau di bilang remuk baunya apek sehingga tidak layak untuk di kosumsi, terang warga.
Sangat di sayangkan, disaat warga masyarakat sangat kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan sehari hari, akan tetapi masih seringkali terjadi orang yang kurang bertanggungjawab, dan tanpa ada perhatian dari pihak dinas terkait atau tim untuk mengecek dan menindak yang turun ke agen sebagai penyalur.
Menurut koordinator daerah (KORDA), ILMI, jika warga atau KPM penerima bantuan mendapatkan beras yang tidak layak, bisa langsung mengadukan ke tim yang ada di kecamatan dulu sebelum melaporkan ke dinas sosial.
Hal itu disampaikan melalui sambungan washap, atas keluhan warga masyarakat tentang jeleknya mutu beras yang diterima melalui program BPNT.
Keluhan masyarakat atau KPM silahkan laporkan ke tim kecamatan dulu baru ke dinas sosial, terangnya. (Ali/bersambung)
SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya mengatur larangan pembagian takjil di jalan. Diharapkan, larangan pembagian takjil di jalan dapat mengantisipasi potensi kerumunan.
Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang berisi Panduan Pelaksanaan Ibadah dan Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah.
Dalam poin pertama huruf b yang tertulis bahwa pelaksanaan kegiatan pembagian takjil atau makanan gratis pada saat buka puasa atau sahur diutamakan agar disalurkan melalui masjid mushala dan/atau lembaga sosial/keagamaan guna menghindari terjadinya kerumunan.
Di huruf c kemudian dilanjutkan bahwa pengurus masjid/mushala dan/atau lembaga sosial/keagamaan mengatur pelaksanaan pembagian takjil atau makanan gratis pada saat buka puasa atau sahur agar tidak dilaksanakan dijalan dan tidak menyebabkan terjadinya kerumunan.
Melalui SE ini, Pemkot berharap masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan selama puasa. Sehingga, ibadah puasa tetap nyaman dilakukan dan tak menimbulkan cluster penyebaran Covid-19.
SE ini dikeluarkan pada Selasa (13/4/202) dengan ditandatangani Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. “Pak Wali Sudah membuat edaran. Tidak boleh membagi takjil. Wajib takjil dibagikan untuk masjid dan mushola,” kata Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto di Surabaya, Rabu (14/4/2021).
Sehingga, apabila masih ada masyarakat membagikan takjil di jalan maka pihak Satpol PP akan menertibkan. “Kalau ada yang tetap bagi, kita tertibkan dan arahkan,” katanya.
“Intinya, kami kita tidak memberikan sanksi. Kami lebih kedepankan edukasi kepada masyarakat dengan mengarahkan agar takjil bisa dilakukan di masjid atau tempat ibadah,” katanya.
Biasanya, pembagian takjil di jalanan protokol Surabaya marak dilakukan saat puasa. Ini dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat hingga komunitas.
Berbeda dengan bagi-bagi takjil, jualan takjil diperbolehkan. Namun harus dilakukan pengaturan dan tata cara. Selain tidak boleh di tepi atau bahu jalan raya, penjual takjil bertanggung jawab atas penerapan protokol kesehatan. (sjn)
Gempurnews.com–Banyuwangi. Dalam kunjungan awak media gempurnews di kantor Desa Purwodadi pada kamis (22/04/21). Kepala Desa Purwodadi, Drs. Suyanto memaparkan beberapa program kerja pemerintahannya ditahun 2021. Salah satunya yang menjadi fokus utamanya adalah pemberdayaan masyarakat dengan peningkatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui Program Kanggo Riko.
Upaya ini dianggapnya sangat penting, mengingat pada masa Pandemi virus covid-19 yang telah melanda lebih dari satu tahun ini telah membawa dampak buruk utamanya pada sektor perkonomian masyarakat desa.
” Untuk tahun-tahun ini fokus pemerintah yang dipusat maupun dibawah masih pada penanggulangan pandemi. Seperti pemberian Bansos dan sebagainya. Bahkan yang lebih diutamakan tahun ini, adalah program yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi. Jadi disini pemerintah desa Purwodadi berfikir, bagaimana bantuan yang kita berikan tidak hanya sekedar bantuan, namun juga dapat memberikan nilai lebih, setidaknya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.” Terang Suyanto dihadapan awak media.
Program Kanggo Riko yang dalam bahasa Using memiliki arti “Untuk Anda” ini, merupakan program yang digagas pemerintah daerah Kab.Banyuwangi pada tahun 2018. Program ini bertujuan untuk mendorong kemandirian warga desa sekaligus meningkatkan semangat wirausaha.
” Program kanggo riko ini merupakan program pemerintah daerah yang dilaksanakan olah desa. Program ini memang yang pertama kalinya dilaksanakan di desa Purwodadi. Ya, harapannya dengan adanya program kanggo riko ini, diharapkan betul-betul bisa meningkatkan usaha masyarakat kecil.” Pungkasnya.
Dalam program ini pemerintah desa Purwodadi telah memeberikan bantuan kepada sebanyak 40 RTM (Rumah Tangga Miskin). Masing-masing RTM menerima seperangkat peralatan pendukung usahanya. Namun tidak semua RTM mendapatkan peralatan yang sama, karena sebelumnya RTM telah mengajukan apa saja yang berkaitan dengan kebutuhan pendukung usahanya.
Selain berupa kebutuhan wirausaha, dalam pelaksaan program Kanggo Riko yang dilaksanakan dipendopo desa pada kamis (8/4/2021) lalu, pemerintah desa Purwodadi juga memberikan paket sembako kepada seluruh RTM penerima bantuan.
Apresiasi juga diberikan para RTM penerima bantuan, salah satunya Supriadi yang berprofesi sebagai pedagang bakso. Warga dusun krajan RT.03 RW.1 ini menerima 1 unit kompor Rinnai 2 tungku 522cc, 1 buah tabung gas 3kg, 1 set selang dan regulator myako, 1 unit blender kapsul, setengah lusin mangkuk dan 1 unit rombong bakso. Baginya bantuan ini sangat membantu, mengingat usahanya yang hampir gulung tikar diakibatkan masa pandemi yang berkepanjangan.
” Alhamdulillah, saya sangat berterimakasih, dengan bantuan yang diberikan pemerintah desa Purwodadi, ini sangat membantu kami, membantu membangkitkan usaha kami yang beberapa waktu ini sempat terguncang karena pandemi yang berkepanjangan.” Pungkas supriadi. (*/Siget)
PASURUAN – Jajaran Polres Pasuruan kembali melaksanakan kegiatan ngabuburit di bulan suci Ramadhan, kali ini dengan Forkopimca Kecamatan Gempol yang bertempat Grand Mulia Sakinah Boutiqe Hotel.
Kegiatan ngabuburit pada Hari Kamis (22/04/21) sendiri bertujuan untuk mempererat sinergitas 3 pilar serta melaksanakan doa bersama lintas agama atas musibah hilangnya kapal selam KRI Nanggala 412.
Tampak hadir dalam giat ngabuburit bersama Forkopimca Kecamatan Gempol antara lain Kapolres Passuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K, S.H., M.H, PJU Polres Pasuruan, Kapolsek Gempol Kompol Kamran, S.Pd, Danramil Gempol Kapten Infatri Edy Suryanto, Camat Gempol Taufikhul Ghoni SE.MM, Ketua FKUB Kab. Pasuruan K.H Saipul Anam.
Hadir pula Ketua Bamag Kab. Pasuruan Pdt.Purwanto, Iriawan (tokoh agama Hindu), Kepala Desa se-Kecamatan Gempol, Bhabinkamtibmas se-Kecamatan Gempol, Babinsa se-Kecamatan Gempol, Kepala UPT Puskesmas Gempol dan Puskesmas Kepulungan, Kepala KUA Gempol serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Gempol Taufikhul Ghoni SE.MM menyampaikan “Diucapkan terima kasih oleh Forkopimca atas kehadiran Kaporles Pasuruan dalam rangka kegiatan ngabuburit Kamtibmas bersama Pemerintah Kecamatan Gempol yang diharapakan memberikan manfaat dan barokah di wilayah,” ujar Ghoni.
“Terima kasih atas kegiatan penegakan kamtibmas oleh Polres Pasuruan yang selama ini menjadikan wilayah Kecamatan Gempol aman dan kondusif,” lanjut camat bertubuh besar tinggi tersebut.
Sementara itu dalam sambutannya, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K, S.H., M.H menyampaikan “Beberapa desa telah hadir dalam kegiatan ini yang membuat saya yakin untuk menjalankan program pemerintah pusat dikarenakan adanya sinergitas antar tiga pilar,” ujar Kapolres.
Sesuai surat ederan Bupati yang memfokuskan kegiatan Posko PPKM Mikro menjelang libur mudik hari raya yang bertujuan untuk mengurangi antusiasme masyarakat dalam mudik lebaran dan menekan penyeberan covid-19.
“Upayakan sosialisasi terhadap masyarakat agar peka dan waspada terhadap situasi lingkungan khususnya kegiatan poskamling yang saat ini kurang efektif dalam membantu menjaga siskamtibmas.”
“Meningkatnya kejadian kriminalitas di Bulan Ramadhan khususnya kejadian curanmor yang meningkat.”
“Maksimalkan grup yang sudah kita buat dengan para Kades untuk saling berkomunikasi tentang perkembangan siskamtibmas masing-masing desa,” pungkas Kapolres Rofiq. (por)
PASURUAN – Satreskrim Polres Pasuruan menangkap seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pelaku adalah Hariyono alias Casper, 31, warga asal Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari.
Casper diamankan oleh petugas saat bersembunyi di rumahnya. Di sana petugas masih menemukan barang bukti sepeda motor hasil curian dengan jenis matic bernopol N 4198 TBA berwarna putih.
Motor tersebut adalah milik korban Edi Purwanto, 25, warga asal Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Motor itu dicuri oleh Casper pada saat hendak dimasukkan ke bengkel di pinggir jalan Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Ketika itu kebetulan kontak motor sedang tidak dilepas. Sehingga pelaku dapat dengan mudah melakukan pencurian.
Dalam modus operandinya Casper tak beraksi seorang diri. Dia bersama dengan temannya, inisial BN dengan mengendarai sepeda motor sports. Keduanya berpatroli keliling untuk mencari motor yang bisa dicuri.
Saat melihat motor milik korban, Casper kemudian memilih turun dari boncengan.
“Temannya yang satu lagi memilih untuk berjaga,” terang Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.IK, Kamis (22/4).
Dari tangan pelaku petugas menurut dia berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Yakni, berupa motor hasil curian beserta surat-surat kendaraan.
Selain itu ini diketahui bukan lah aksi pertama kalinya dari Casper. Sebelumnya dia sudah pernah mencuri motor juga di Trawas, Mojokerto pada tahun 2016.
“Kasus masih akan kami kembangkan lagi,” imbuh Kapolres. (qomar/tofa)
PROBOLINGGO — Forum Koordinasi Rakyat Binor, yang membawahi PT Binor Karya Mandiri, hari ini Kamis, 22 April 2021, melakukan bakti sosial menyalurkan bantuan kepada seluruh warga masyarakat desa Binor Kecamatan Paiton, yang bertempat di kantor desa setempat.
Kepala desa Binor, Hj. Hostifa Wati, menyampaikan jika kegiatan tersebut sudah berjalan empat kali, yang awalnya hanya disalurkan kepada warga yaang kurang mampu, akan tetapi untuk saat ini seluruh warga dapat merasakan bantuan tersebut.
Bantuan berupa sembako, yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula, mie instan sebanyak 960 paket telah diserahkan secara simbolis kepada warga.
Ketua FKR Aris Arianto, melalui humasnya Dedi Mistariyanto, menyampaikan jika PT BKM yang dikelolanya bergerak di bidang penyedia tenaga kerja ( outshorsing), tersebut menyalurkan tenaga kerja ke PT Pomi unit 78.
Diuraikan jika bantuan yang disalurkan untuk masyarakat desa Binor merupakan hasil usaha dari PT BKM yang bernaung di Forum Koordinasi Rakyat Binor dengan dengan menyisihkan keuntungan sebanyak 30 persen.
Dedi mengharapkan dengan bantuan tersebut dapat membantu kebutuhan masyarakat terutama dalam bulan suci Romadhon terebut.
“Alhamdulillah, FKR dapat menyalurkan bantuan ini, semoga dapat menunjang kebutuhan menjelang lebaran ini”, Ujar Dedi Mistariyanto.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh manager PT Paiton, Bambang Jiwantoro, dalam pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan.( Bamb)
LUMAJANG – Meskipun bisa melakukan tracking dan pengejaran terhadap aksi kejahatan pencurian, namun Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto S.I.K., M.Si tetap minta kepada masyarakat untuk memasang Global Positioning System (GPS) pada hewan ternak dan kendaraan.
“Apabila warga peduli dengan hewan ternaknya dengan memasang GPS, seharusnya motor mobil juga dipasangi dong, kan sayang kalo ilang begitu saja,” kata dia, Kamis (22/4/2021).
Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno melalui Paur Subbag Humas Ipda Andrias Shinta mengatakan, untuk menekan angka kejadian pencurian sapi di wilayah hukum Lumajang, salah satunya yang dilakukan jajaran Polres Lumajang yakni memasang GPS.
“Selain sapi, GPS bisa juga dipasang di kendaraan motor dan mobil. Jika ada masyarakat kehilangan sapi maupu kendaraan maka dapat segera ditemukan dengan sangat cepat dan akurat,” jelasnya.
AKBP Eka Yekti melalui Ipda Andrias Shinta menambahkan, bagi masyarakat yang memiliki hewan ternak dan belum dipasang GPS pada ternak, masyarakat segera dapat membeli alat GPS dengan cara membeli secara online.
“Harga GPS cukup murah dengan harga Rp 80.000 dengan kualitas tinggi, atau masyarakat bisa menghubungi Polres Lumajang untuk mendapatkan GPS tersebut dan kemudian dipasang di hewan ternak mereka,” imbuhnya.
Dengan alat GPS ini bisa mendekteksi keberadaan barang dimana saja berada, baik hewan ternak maupun kendaraan bermotor.
“Saya berharap kepada masyarakat untuk peduli juga dengan keamanan harta bendanya, kami Polres Lumajang bekerjasama dengan 3 Pilar meningkatkan sinergitas untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk Lumajang.” pungkasnya. (tim)
BARITO UTARA –Hari ini warga Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, digegerkan dengan musibah kebaķaran yang menimpa salah satu rumah warga di Jalan Imam Bonjol RT.16 B Kelurahan Melayu ludes di lalap si jago merah(api). Kebakaran terjadi pukul 07.30 WIB,Kamis (22/4/2021).
Beruntung dalam peristiwa musibah kebakaran tersebut, enam unit mobil pemadam kebakaran Satpol PP dan Pemadan Kebakaran(Damkar) serta petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) bertindak cepat, sehingga api dapat dipadamkan dan tidak menjalar ke pemukiman warga lainnya.
Pemilik Barak H.Hamidan mengatakan kepada Media Gempurnews.com. Dilapangan, diduga api berasal dari konsleting listrik.Saat rumah terbakar tidak ada penguhi,rumah barak tunggal itu dua pintu berkontruksi kayu berada tepat di jalan Imam Bonjol Rt.16B Kelurahan Melayu Muara Teweh.Dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, akan tetapi kami pemilik Barak mengalami kerugian ditaksir delapan puluh juta rupiah.
Peristiwa kebakaran tersebut pukul 07.30 WIB, ada warga beriniaial (EH) yang melintas di Jalan Imam Bonjol, melihat ada kepulan asap hitam yang membumbung tinggi langsung melaporkan ke Posdalops BPBD Barito Utara.Tim Posdalops langsu Hbng meluncur ke lokasi,pada pukul 07.50 WIB api dapat di padamkan. (SS).
LUMAJANG – Polres Lumajang kembali menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak gempa di Dusun Gedok, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Selasa (20/4/2021).
Kali ini, Kapolres Lumajang bersama anggotanya maupun jajaran Polsek mengendarai motor trail membawa paket sembako yang dibagikan secara langsung kepada warga terdampak gempa di Dusun Gedok, Desa Argosari.
Penyerahan bantuan sembako ini dipimpin kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, didampingi Kasat Sabhara, Kasat Lantas, Kaposlek Senduro, dan anggota Polres dan Polsek.
Kapolres Lumajang melalui Paur Subbag Humas Ipda Andrias Shinta mengatakan bahwa Kapolres beserta tim akan menyalurkan bantuan ini langsung kepada warga terdampak, door to door.
“Dengan cara door to door ini, Kapolres bersama anggotanya langsung memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak gempa,” ujar Shinta.
Bantuan sembako diberikan langsung kepada warga terdampak dengan menggunakan sepeda motor trail ini karena lokasi dipelosok sulit dilintasi dengan kendaraan roda empat.
“Start dari Balai Desa Argosari, bersama anggotanya berangkat untuk memberikan bantuan dengan cara door to door, dimana masing-masing kendaraan trail membawa sembako dan semen yang dibagikan kepada warga terdampak,” ujar Ipda Andrias Shinta.
Bantuan yang diberikan kepada warga terdampak gempa di Dusun Gedok ada 50 paket sembako dan semen.
“Semoga bantuan ini sedikit banyak dapat meringankan beban dari saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana gempa, bantuan ini merupakan wujud kepedulian jajaran Polres Lumajang,” tambah Shinta.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak kepolisian dengan masyarakat juga sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat.
“Bakti sosial ini sebagai wujud saling membantu satu sama lain, dan mempererat tali persaudaraan antara masyarakat dan Polri,” ungkap Ipda Andrias Shinta.
Sementara Kapolres Lumajang juga menyampaikan kedepan akan kembali ke wilayah terdampak lainnya dengan membawa muatan sembako dan semen yang akan diberikan langsung kepada warga