Home Blog Page 1794

Forkopimka Ampelgading Serahkan Bantuan Sembako Kewarga Terdampak Gempa

MALANG – Forkopimka Ampelgading hari ini, Senin, 12 April 2021 menyerahkan bantuan sembako kepada warga masyarakat di wilayah desa Sonowangi kecamatan Ampelgading, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana Gempa.

Dalam pelaksanaannya, dibantu dari personil Polsek Ampelgading dan perangkat desa setempat.

Seperti yang terjadi sebelumnya, wilayah Kabupaten Malang menetapkan tanggap darurat gempa bumi selam 14 hari kedepan, dan diharapkan juga warga masyarakat untuk tenang akan tetapi harus tetap waspada.

Dalam kejadian gempa tersebut, wilayah kecamatan Ampelgading termasuk daerah terdampak yang cukup parah, akibat dari gempabumi yang berpusat di Malang selatan pada tanggal 10 April pukul 14.15 WIB, dengan titik episentrum gempa terletak pada kordinat 8,95 LS, dan 112,48 BT tepatnya di laut selatan Jawa timur, pada jarak 90 KM barat daya Kabupaten Malang.

Dengan kejadian tersebut, Forkopimka menyalurkan bantuan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan, baik sedang maupun berat.

Kepala desa Sonowangi, Yadiono, menghimbau kepada warga masyarakat untuk meningkatkan rasa solidaritas dan empati diantara sesamanya, sehingga dari kerukunan dan gotongroyong tersebut dapat meringankan beban para korban gempa tersebut.

Warga masyarakat sendiri menyambut baik bantuan tersebut, akan tetapi dilapangan sendiri yang paling dibutuhkan merupakan bahan material yang dapat langsung dipakai dalam perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan.(Anto)

HUT F-JINLU Ke 2 : Jaga Alam, Berbagi Dengan Multipihak dan Sukseskan Pendidikan

LUMAJANG – Di Hari Ulang Tahun yang ke 2, Forum Jurnalis Independen Nasional Lumajang (F-JINLU) melakukan kegiatan sosial dengan memberi bantuan sembako kepada lansia dan warga miskin serta beberapa abang becak.

Selain itu, komunitas wartawan independen nasional yang ada di Kabupaten Lumajang tersebut juga melakukan pelepasan burung endemik serta penebaran bibit ikan di sungai.

Tak hanya itu, sebagai wujud kepeduliannya pada dunia pendidikan, komunitas ini juga memberikan bantuan tas sekolah kepada 50 anak Sekolah Dasar (SD).

Dalam pengantarnya, Ketua F-JINLU, Moch. Misdi, SH. MH menyampaikan harapannya, agar Komunitas wartawan yang ia komandoi ini tetap memiliki semangat kepedulian sosial dan kelestarian lungkungan.

“Di ulang tahun yang Ke-2 ini saya berharap semangat kepedulian teman teman tetap terjaga dan terus mengukuhkan ikhtiar memberikan manfaat kepada orang lain.” Kata Misdi, Minggu (12/4/2021).

Menurutnya, kegiatan kali ini sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan respon F-JINLU dalam menjaga alam, berbagi dengan multipihak dan turut mensukseskan pendidikan di Lumajang.

Misdi menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini, lebih lebih kepada Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti yang senantiasa mendukung kegiatan pisitif.

“Lumajang tentu bangga punya Kapolres seperti beliau yang selalu dekat dengan banyak komunitas, salah satunya adalah F-JINLU,” ungkap Misdi.

Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Lumajang, Ashari menyambut baik upaya konkret yang dilakukan F-JINLU dalam dalam menjaga ekosistem lingkungan.

“Saya menyambut baik yang dilakukan teman-teman F-JINLU dalam upaya menggugah kesadaran melestarikan alam, ekosistem di lingkungan kita masing-masing. Allah SWT memberikan kepada kita, menciptakan langit dan bumi untuk kita jaga dengan baik”. Kata Ashari. (bam)

Pengasuh Ponpes Dukung Polda Jatim Berantas Narkoba

SURABAYA – Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, bersama pemuka agama dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Timur, berkolaborasi dalam pemberantasan Narkoba, khususnya di lingkungan pesantren.

Hal tersebut mendapat respon positif dari pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, yang sekaligus sebagai Ketua PWNU Jatim, KH. Marzuqi Mustamar, mendukung penuh upaya pemerintah, yang bersinergi dengan Kepolisian, Kejaksaan, TNI dan pihak-pihak lain untuk perang terhadap Narkoba, menangkap dan menindak pelaku Narkoba.

“Generasi harus sehat, generasi harus kuat, dan perang terhadap Narkoba adalah bagian penting dari Ikhtiar untuk mewujudkan bangsa yang kuat, yang kokoh, dan generasi yang sehat lahir batin,” jelas KH. Marzuqi usai mengikuti kegiatan pemusnahan barang bukti di Mako Polda Jatim.

Kyai Marzuqi juga menambahkan, yang telah dilakukan oleh kepolisian sudah bagus ada sekian ribu barang bukti telah di musnahkan, dan disaksikan sendiri oleh beliau.

“Ada sekian ribu barang bukti Narkoba, sekian ribu liter minuman keras di musnahkan, saya melihat sendiri ada 2.205 pelaku Narkoba yang ditangkap sejak tiga bulan ini. Terimakasih kepada bapak Nico selaku Kapolda Jawa Timur,” ujaranya.

Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat, KH, Agus Ali Mashuri menambahkan. Ini merupakan bukti bahwa pemerintah kita punya komitmen perang bersama narkoba.

“Belajarlah dari masa lalau, hiduplah masakini, dan rencanakan masa depan. Kita semua punya kesepakatan, perang dengan narkoba, agar Republik ini benar-benar mampu tampil melindungi rakyatnya dari narkoba,” tambahnya pengasuh Ponpes Bumi Sholawat.

Dengan adanya sinergitas antara Kepolisian, TNI, Kejaksaan, dengan Pemuka Agama dan Pengasuh Pondok Pesantren ini, diharapkan dapat menjadi pelecut oleh Kepolisian untuk memberantas sel-sel atau jaringan Narkoba dimanapun berada, bahkan di lingkungan Pesantren. (tim)

DPRD Barut Gelar RDP Jalan Nasional Digunakan Pihak Perusahaan

BARITO UTARA -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD)Barito Utara. Menggelar Rapat dengar pendapat(RDP)terkait beberapa perusahaan tambang batu bara yang  menggunakan akses jalan nasional,di lintas  Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara(Kalteng).RDP yang dilangsungkan itu bertempat di ruang rapat Paripurna,Senin(12/4/21). 

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Barito Utara,Parmana Setiawan,ST dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara,Asisten I bidang Perekonomian dan dan Pembangunan Sekda,Kadis Perijinan,Kadia PUPR diwakili Kasi Bina Marga serta beberapa investor Tambang Batu Bara yang mewakili Management PT.BAT,PT.Unirick Mega Persada,PT.MME,PT.Padang Karunia Group,PT.Hamparan Mulya,  
 

Dari hasil Rapat Dengar Pendapat(RDP) yang telah digelar disimpulkan bahwa, dari Pihak perusahaan agar lebih memperhatikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan lain,saat memakai atau memotong jalan nasional.DPRD dan Pemerintah daerah meminta komitmen dari pihak perusahaan,agar lebih memperhatikan kewajiban dan tanggung jawab terkait dispensasi yang telah diberikan oleh Balai Besar Pelaksana jalan Nasional. 
PT.Bahtera Alam Tamiang sampai saat ini tidak ada rencana untuk membangun underpass dikarenakan faktor ekonomi tetapi,tetap akan melaksanakan semua rekomendasi teknis dari Balai Besar pelaksana jalan nasional. 

Selanjutnya PT.Mega Multi Energy belum bisa membuat jalan sendiri dikarenakan belum menemukan jalan alternatif,apabila sudah menemukan maka pihak perusahaan akan segera membuat jalan sendiri,DPRD dan Pemerintah daerah Barito Utara meminta pihak perusahaan melakukan penertiban jadwal operasional angkutan batu bara,yang melintas jalan nasional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.DPRD Barito Utara meminta agar pihak PT.MME menyerahkan hard copy dispensasi penggunaan jalan nasional,amdal dan dokumen perencanaan pertambangan.  

Wakil Ketua I DPRD Barito Utara,Parmana Setiawan,ST mengatakan,rapat ini berdasarkan laporan  dan keluhan masyarakat terkait aktivitas perusahaan batu bara yang menggunakan jalan nasional. 

Dijelaskan Rokhmani dari PT.MME menerangkan bahwa,penggunaan jalan nasional oleh pihaknya sudah mendapat rekomendasi dari Balai Besar pelaksana jalan Nasional Provinsi Kalteng,Palangka Raya. 

Terkait dengan keutamaan keselamatan kerja,maka pihaknya akan mengintruksikan terhadap para sopir nakal dan kembali mengingatkan,agar para sub kontrak angkutan  perusahaan untuk memberikan sanksi tegas, apabila tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya,”ungkap Rokhmani.  (SS).

Dikhawatirkan Mengancam Kelestarian Lingkungan, Komisi IV DPRD Banyuwangi Sidak Lokasi Tambang Galian C.

Gempurnews.com–Banyuwangi. Guna amankan asset jalan maupun kelestarian lingkungan hidup yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi. Komisi IV DPRD lakukan inpeksi mendadak (sidak) lokasi tambang galian C, Kamis (8/4/2021).

Sidak yang dilaksanakan diempat titik, yaitu Kecamatan Kalipuro, Rogojampi, Songgon dan Singojuruh, merupakan tindak lanjut atas banyaknya keluahan masyarakat terkait rusaknya jalan dan lingkungan dampak aktifitas tambang serta lalu lintas kendaraan pengangkut material galian C yang melebihi tonase. Selain itu anggota IV DPRD juga mengkhawatirkan, bilamana fenomena ini terus berlangsung tanpa adanya aturan tegas, dalam kurun waktu tertentu akan mengancam kelestarian lingkungan termasuk keberlangsungan untuk mempertahankan Banyuwangi sebagai lumbung pangan.

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Ficky Septalinda mengatakan, dari hasil pantauan dilapangan, pihaknya menemukan banyak akses jalan di sekitar tambang galian C rusak parah dan yang lebih memprihatinkan lokasi tambang tidak sesuai dengan peruntukannya karena berada dilahan pertanian produktif.

“ Sidak Komisi IV ke lokasi tambang galian C dalam rangka memaksimalkan fungsi pengawasan dewan sekaligus menindaklanjuti maraknya keluhan masyarakat atas rusaknya jalan dampak dari lalu lintas kendaraan pengangkut material galian C yang melebihi tonase. Sidak kali ini kami lakukan diempat titik. Satu titik di Dapil satu dan tiga titik di Dapil dua. Yang di dapil dua ini, hampir semua yang digali adalah lahan produktif areal persawahan,” kata Ficky Septalinda, selaku Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi

Tak tanggung-tanggung, lahan pertanian yang disulap menjadi areal pertambangan galian C mencapai puluhan hektar untuk setiap titik. Misalnya saja di Dapil dua, ada satu titik galian C yang menggerus lahan sampai 20 hektare.

Politisi perempuan PDI-Perjuangan ini menegaskan, dalam sidak kali ini, Komisi IV tidak mempertanyakan soal ijin resmi yang dimiliki pengelola tambang galian C, karena hal tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Meski demikian bukan berarti pihak eksekutif hanya lepas tangan begitu saja.

“Kalau ijin resmi tambang itu kan kewenangannya propinsi, namun kita tetap akan tetap menindaklanjuti temuan-temuan dilapangan dengan pihak yang berkepentingan , “ tegasnya.

Ficky menilai, aktifitas tambang pasir tersebut juga bisa berimbas terhadap infrastruktur yang menjadi aset pemerintah daerah. Dalam konteks ini adalah akses jalan. Sejauh ini, Komisi IV DPRD Banyuwangi telah menemukan banyak jalan rusak akibat dilalui angkutan material tambang pasir.

“Banyak jalan-jalan yang rusak akibatnya. Sehingga DPRD harus menjalankan salah satu tupoksi pengawasan. Karena Banyuwangi punya aset alam yang sangat produktif. Kami ingin mengamankan alam kita dan akses infrastruktur yang selama ini banyak yang rusak akibat tonase yang tidak sesuai,” katanya.

Jika hal ini terus menerus dibiarkan, maka ditakutkan akan banyak lahan pertanian di Banyuwangi yang beralih fungsi. Lebih parah, kondisi ini bakal merusak citra Banyuwangi sebagai kabupaten dengan produktivitas pertanian yang sangat tinggi di level nasional.

“Banyuwangi ini terkenal dengan kota wisata yang menawarkan panorarma alam, salah satunya ialah kondisi alam persawahan. Kalau lahan pertanian sudah digali seperti ini, terus ke depannya bagaimana nasibnya?,” kata politisi PDI Perjuangan berparas elok tersebut.

“Banyak jalan-jalan yang rusak akibatnya. Sehingga DPRD harus menjalankan salah satu tupoksi pengawasan. Karena Banyuwangi punya aset alam yang sangat produktif. Kami ingin mengamankan alam kita dan akses infrastruktur yang selama ini banyak yang rusak akibat tonase yang tidak sesuai,” katanya.

Jika hal ini terus menerus dibiarkan, maka ditakutkan akan banyak lahan pertanian di Banyuwangi yang beralih fungsi. Lebih parah, kondisi ini bakal merusak citra Banyuwangi sebagai kabupaten dengan produktivitas pertanian yang sangat tinggi di level nasional.

“Banyuwangi ini terkenal dengan kota wisata yang menawarkan panorarma alam, salah satunya ialah kondisi alam persawahan. Kalau lahan pertanian sudah digali seperti ini, terus ke depannya bagaimana nasibnya?,” kata politisi PDI Perjuangan berparas elok tersebut.

Rencananya dalam waktu dekat Komisi IV akan memanggil dinas terkait untuk membahas persoalan ini. Baik yang menyangkut alih fungsi lahan pertanian, maupun soal dampak kerusakan jalan yang ditimbulkan dari aktivitas angkutan galian C.

“Komisi IV DPRD Banyuwangi akan menindaklanjuti temuan ini. Kita akan panggil Dinas Pertanian Banyuwangi terkait banyaknya galian C di lahan produktif. Termasuk akan kita panggil dinas PU terkait banyaknya infrastruktur yang rusak gara-gara dilalui kendaraan tambang yang melebihi tonase,” ujar Ficky. (*/)

Polda Jatim Musnahkan Ratusan Kilogram Narkoba Berbagai Jenis

0

SURABAYA – Polda Jatim dan Polres Jajaran di Polda Jatim memusnahkan ratusan kilo narkoba berbagai jenis hasil pengungkapan kasus selama bulan Januari hingga Maret 2021, Senin (12/4/2021). Dari ratusan kilo tersebut, beberapa diantaranya adalah barang bukti yang didapat dari ungkap kasus di lingkungan Pondok Pesantren.

Selama 3 bulan ada 1.800 kasus dengan tersangka 2.205 orang. Dengan rincian dari Ditresnakoba Polda Jatim 190 kasus, dan 223 orang tersangka. Sementara dari Polres Jajaran 1.610 kasus dan 1.982 tersangka.

“Dari 1800 yang kita ungkap itu ada 15 kasus (di Pesantren) memang kurang dari 1 persen tetapi harapan kami benar-benar nol, tidak ada,” ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta.

“Bahkan kami mendapat informasi ini dari pimpinan Ponpes yang mengharapkan agar Polri menindak siapa saja yang memasukkan narkoba kedalam Pesantren,” tambahnya.

Barang bukti yang dimusnahkan yakni Sabu 17,5 Kg, Obat keras daftar G sebanyak 86.407 butir, Minuman keras 13.704 botol. Dari barang bukti ini, barang bukti yang didapat dari lingkungan Pondok Pesantren sebanyak 9,42 gram tembakau gorila, 117,8 gram shabu, 90 butir pil berlogo DMP warna kuning, 10.000 butir Pil Logo Y warna putih dan 2.110 butir obat trex.

Dalam pemusnahan tersebut dihadiri oleh Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Kaskogartap III, Kakesbangpol Provinsi Jatim, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jatim, Kadiv Permasyarakatan Kemenkumham, Kasi P2 Juanda, Paur Satwa Lanudal Juanda, Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Jawa Timur dan LSM Gerakan Peduli Narkoba, Gerakan Anti Narkoba Nasional, Gerakan Nasional Anti Narkoba.

Hadir pula pemuka agama, diantaranya Ketua MUI Jatim, yang diwakili oleh sekretaris MUI KH. Hasan Ubaidilah. Ketua PWNU Jatim, sekaligus pengasuh pondok pesantren Sabilurrosyad Malang, KH. Marzuqi Mustamar. Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Dr. Saad Ibrahim. Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat, KH. Agus Ali Mashuri. Ketua DPW Ansor Jatim, H.M. Ridwan Mahfudz. Ketua DPW LDII Jatim, Moch. Amrodji. Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Jatim, Pendeta Simon Filantropa.

Kapolda Jatim berkomitmen untuk melawan peredaran narkoba. Ia berharap agar bisa meningkatkan sinergisitas dalam melawan narkoba.

“Mudah-mudahanan dengan kegiatan ini seluruh masyarakat di Jatim bersama- sama dengan kami siap menghadapi perang narkoba. Musnahkan narkoba dari Jatim,” pungkasnya Jenderal asli Suroboyo itu. (tim)

Buntut Perselisihan Antar Warga, Polres Kota Pasuruan Gelar Mediasi

0

PASURUAN – Kegiatan islah/mediasi antara H. Fatoni dengan Mustofa di kantor Kec. Kraton Kab. Pasuruan digelar pada Senin, 12 April 2021.

Islah/mediasi ini dilakukan pada pihak yang sempat berselisih hingga terjadi penganiayaan antara H. Fatoni (53) yang beralamat di Dusun Kisik RT 05 RW 05 Desa Kalirejo Kec Kraton Kab Pasuruan dengan Mustofa (31) asal Dsn. Kaligung RT 01 RW 01 Desa Kalirejo Kec. Krayon Kab. Pasuruan.

Hadir dalam kegiatan islah/mediasi, Camat Kraton Munif Triyatmoko, SE, MM; Sekcam Kraton, Eddy Santoso, SE; Kapolsek Kraton AKP Teguh Taviyarno; Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto; Danramil, Kapt. Sutiyono; Kanit Reskrim Polsek Gadingrejo, Iptu Agung Sujatmiko; KBO Sat Intelkam IPTU Achmad Santoso, SH; Kasi Trantib Kec Kraton H. Nur Choliq; Kades Kalirejo M. Adip; Bhabinkamtibmas Desa Kalirejo Bripka M. Abadi; Ketua BPD Kalirejo, Muslimin; Ustad Sirod selaku tokoh agama; serta pihak yang berselisih.

Iptu Agung, Kanit Reskrim Polsek Gadingrejo saat membuka pertemuan itu mengatakan bahwa kegiatan mediasi/islah ini adalah kegiatan akhir dari buntut perselisihan antara haji Fathoni dengan Musthofa terkait penguasaan lahan.

“Pihak Polri memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk melakukan istilah ataupun mediasi antara kedua belah pihak yang bertujuan untuk mendamaikan masing-masing pihak,” katanya.

Dengan demikian, imbuhnya, kegiatan bertujuan untuk menyejukkan hubungan antar warga kelurahan Kalirejo kecamatan Kraton kabupaten Pasuruan

Sementara itu, Camat Kraton menyampaikan kegiatan ini merupakan momen yang sangat penting bagi kita semua, khususnya buat haji Fatoni dan Mustofa yang sempat berselisih.

“Menjelang bulan Ramadhan ini semoga semua diberikan pikiran yang jernih dan pikiran yang sehat dan semua warga bisa rukun kembali. Kami berharap kegiatan mediasi ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman khususnya bagi warga Desa Kalirejo kecamatan kraton kabupaten Pasuruan,” ungkap Camat.

Masih dalam pertemuan itu, Kapolsek Kraton juga menyampaikan terima kasihnya pada pihak yang berselisih atas kesadarannya untuk saling memaafkan.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang luar biasa sebagai manusia kita wajib dan dapat mengendalikan hawa nafsu apalagi kita sebentar lagi datang bulan Ramadhan,” kata Kapolsek.

Demikian pula dengan Danramil Kraton, dirinya berharap agar pada pihal yanh berselisih bisa saling memaafkan.

“Jangan sampai kami mohon kepada haji Fathoni dan qadar Mustofa jangan sampai ada dendam antara masing-masing pribadi maupun keluarganya besar masing-masing setelah ini,” harapnya.

Senada dengan Danramil, Kades Kalirejo juga berharap dengan adanya kegiatan mediasi ini pihak yang menghentikan perselisihannya.

“Mari kita menjaga tali silaturahmi dan saling bermaafan. Apalagi menjelang kegiatan bulan Ramadan seperti saat ini,” tegasnya.

Solikin, dari Bakesbangpol Kab. Pasuruan juga berharap kegiatan mediasi ini benar-benar membawa perdamaian antara pihak yang berselisih.

Menutup pertemuan tersebut, ustad Sirod menyampaikan Pertemuan ini adalah sebagai bukti adalah orang-orang yang ingin mencari kebaikan kami mohon kepada semua yang hadir pada hari ini kita mencatat sejarah bawah sebesar apapun konflik yang terjadi antara umat manusia dapat diselesaikan dengan cara yang baik.

“Hari ini kita menjadi saksi perjalanan antara kedua insan manusia dan semoga kegiatan ini diberikan catatan yang baik oleh Allah SWT. Harapannya acara ini sebagai momentum cara Islam yang baik untuk kita kedepannya dan kedua orang ini yaitu haji Fathoni dan saudara Mustofa merupakan tokoh sejarah yang baik antara kita semua,” pungkas Ust.Sirod. (tofa)

Ramadhan Aman, Polres Pasuruan Amankan 26 Pelaku Kejahatan

0

Jelang memasuki bulan Ramadhan, Polres Pasuruan melakukan Operasi Pekat Semeru 2021. Hasilnya sebanyak 26 pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Pasuruan diamankan.

Mereka ini adalah pelaku berbagai tindak pidana. Seperti pelaku prostitusi, judi, begal, dan juga pengedar narkoba.

Selain itu turut juga diamankan ratusan botol minuman keras yang mengandung alkohol. Itu diamankan dari 13 orang penjual.

Ratusan botol miras ini kemudian dimusnahkan di halaman Mapolres dengan menggunakan alat berat. Pada saat proses pemusnahan turut disaksikan oleh Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, KH. Nurul Huda.

Dalam sambutannya Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan S.IK menyampaikan jika Polres Pasuruan telah melaksanakan kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2021. Dengan Tema _Kita Wujudkan Kamseltibcarlantas yang mantap dan Pencegahan Penyebaran Covid -19 dengan meningkatkan disiplin Protokol kesehatan serta tidak melaksanakan mudik lebaran tahun 2021.

Dia menjelaskan dalam rangka Cipta Kondisi Kamseltibcarlantas menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri  1442 H/2021 di tengah pandemi covid-19, maka Polda Jatim beserta jajarannya melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2021  selama 14 hari. Di mulai tanggal 12 hingga 25 April 2021. Dengan mengedepankan kegiatan Preemtif, Preventif disertai penegakan hukum secara selektif prioritas.

“Sasaran dari operasi ini antara lain masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan masyarakat tidak disiplin dalam berlalu lintas serta masyarakat yang belum memahami tentang larangan mudik lebaran tahun 2021,” tuturnya.

Menurut dia Apel Gelar Pasukan Ini dilaksanakan  untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya. Sehingga kegiatan Operasi dapat berjalan dengan optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan sasaran yang telah ditetapkan khususnya dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Serta meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas segala dedikasi dan semangat pengabdian saudara-saudara dalam pelaksanaan tugas sampai dengan saat ini. Sehingga secara umum situasi Wilayah Hukum Polda Jawa Timur sangat kondusif. Jaga kekompakan, kesehatan dan keselamatan selalu,” imbuhnya.

Forkopimka Yosowilangun Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi

LUMAJANG – Guna meringankan beban korban gempa yang terjadi pada Sabtu (10/4/2021) kemarin, Forkopimka Yosowilangun memberikan bantuan sosial (bansos) berupa uang tunai dan sembako kepada keluarga terdampak dampak di desa Kebonsari kecamatan Yosowilangun Lumajang pada Senin, 12 April 2021.

Sasaran kegiatan pemberian bansos yang dimulai sejak pukul  09.00 WIB adalah Ny. Ngatepik (58) yang tinggal di Dusun Krajan Rt. 12 Rw. 04 Desa Kebonsari Kec. Yosowilangun Kab. Lumajang.

Hadir dalam kegiatan di rumah janda yang berprofesi sebagai buruh tani tersebut, Kapolsek Yosowilangun, AKP Hariyanto, SH, MH bersama jajaran.

Camat Yosowilangun, Indriono; Kepala Desa Kebonsari, Agung dan anggota SKD juga turut serta dalam acara tersebut.

Ngatepik, merasa senang dengan adanya pemberian bansos berupa uang tunai dan sembako dari Forkopimka Yosowilangun.

Dirinya mengungkapkan bantuan itu dapat digunakan untuk menyambung kebutuhan sehari-hari bersama keluarganya.

Sementara itu, Kades Kebonsari menyatakan, bersama masyarakat akan membangun kembali bangunan dapur milik Ngatepik yang roboh.

“Pembangunan kembali akan dilakukan secara gotong royong bersama warga pada hari Selasa tgl 13 April 2021, setelah selesai sholat taraweh,” terang Agung.

Pada kesempatan itu pula, Kapolsek Yosowilangun,
AKP Hariyanto berharap acara yang dilakukan dengan protokol kesehatan ini bisa memberikan manfaat bagi penerimanya.

“Selain dampak gempa, hingga kini pendemi covid19 masih menjangkit di negeri ini, tentu hal itu akan mempengaruhi kondisi perekonomian warga,” pungkas Hariyanto. (gus)

Tak Harus Dimeja, “Jagongan” di Teras pun Bisa Jadi Ajang Koordinasi

LUMAJANG – Tinjauan lokasi terdampak gempa bumi di Lumajang dan Malang, Forkopimda Jatim lakukan koordinasi di emperan teras rumah Kyai Hasan Said, Mantan ketua NU pronojiwo. Sekolahan TK diniyah, Taman Ayu Pronojiwo Lumajang. Minggu (11/4/2021).

Karena koordinasi tidak harus di meja bundar yang formil, duduk “Jagongan” di emperan rumah seperti ini pun jadi. Yang penting segala persoalan bisa segera terselesaikan dan apa yang direncanakan tereksekusi dengan baik.

Forkopimda Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta. Melakukan koordinasi bersama Bupati Lumajang, dan Plh Sekda Provinsi serta ketua satgas bencana BUMN Jatim terkait percepatan penanganan pasca gempa 6.1 Magnitudo di Pronojiwo, Lumajang.

Pelaksanaan rapat koordinasi ini membahas terkait realisasi bantuan dari BNPB kepada korban bencana alam gempa bumi yang dilaksanakan oleh Forkopimda Jawa timur, dengan mendatakan terlebih dahulu masyarakat yang tempat tinggalnya rusak akibat gempa bumi menjadi 3 klasifikasi, yaitu rusak berat, sedang dan ringan.

Tempat tinggal yang rusak sedang dan ringan akan dikerjakan secara swakelola sedangkan yang rusak berat dikerjakan personil gabungan pemprov. Jatim, TNI dan Polri.

Turut hadir dalam koordinasi “Jagongan” di teras ini diantaranya. Sekda Prov. Jatim, Asops Kodam V/Brawijaya, Asintel Kodam V/Brawijaya, Danrem 083 Baladhika Jaya, Karoops Polda Jatim, Dirintelkam Polda Jatim, Dirkrimum Polda Jatim, Kabidhumas Polda Jatim, Dansat Brimob Polda Jatim, Bupati Lumajang, Dandim 0821 Lumajang, Kapolres Lumajang. (tim)