Home Blog Page 1795

Tak Harus Dimeja, “Jagongan” di Teras pun Bisa Jadi Ajang Koordinasi

LUMAJANG – Tinjauan lokasi terdampak gempa bumi di Lumajang dan Malang, Forkopimda Jatim lakukan koordinasi di emperan teras rumah Kyai Hasan Said, Mantan ketua NU pronojiwo. Sekolahan TK diniyah, Taman Ayu Pronojiwo Lumajang. Minggu (11/4/2021).

Karena koordinasi tidak harus di meja bundar yang formil, duduk “Jagongan” di emperan rumah seperti ini pun jadi. Yang penting segala persoalan bisa segera terselesaikan dan apa yang direncanakan tereksekusi dengan baik.

Forkopimda Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta. Melakukan koordinasi bersama Bupati Lumajang, dan Plh Sekda Provinsi serta ketua satgas bencana BUMN Jatim terkait percepatan penanganan pasca gempa 6.1 Magnitudo di Pronojiwo, Lumajang.

Pelaksanaan rapat koordinasi ini membahas terkait realisasi bantuan dari BNPB kepada korban bencana alam gempa bumi yang dilaksanakan oleh Forkopimda Jawa timur, dengan mendatakan terlebih dahulu masyarakat yang tempat tinggalnya rusak akibat gempa bumi menjadi 3 klasifikasi, yaitu rusak berat, sedang dan ringan.

Tempat tinggal yang rusak sedang dan ringan akan dikerjakan secara swakelola sedangkan yang rusak berat dikerjakan personil gabungan pemprov. Jatim, TNI dan Polri.

Turut hadir dalam koordinasi “Jagongan” di teras ini diantaranya. Sekda Prov. Jatim, Asops Kodam V/Brawijaya, Asintel Kodam V/Brawijaya, Danrem 083 Baladhika Jaya, Karoops Polda Jatim, Dirintelkam Polda Jatim, Dirkrimum Polda Jatim, Kabidhumas Polda Jatim, Dansat Brimob Polda Jatim, Bupati Lumajang, Dandim 0821 Lumajang, Kapolres Lumajang. (tim)

Polres Kabupaten Pasuruan Musnahkan Ribuan Botol Miras dalam Apel Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2021

PASURUAN – Senin, 12 April 2021, Apel Gelar pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2021 digelar di Lapangan Apel Mapolres Kab. Pasuruan, yang terletak di Jl. Dr Soetomo No 1 Kel. Dermo Kec. Bangil.

Selain persiapan Operasi Keselamatan Semeru 2021, dalam acara yang dipimpin oleh Kapolres Kabupaten Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan, SIK.,S.H,.M.H. itu juga dilakukan pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) hasil ops pekat semeru 2021.

Gelaran yang dilakukan mulai pukul 08.00 WIB itu, selain diikuti seluruh jajaran Polres, juga tampak dalam formasi barisan Satpol PP, Damkar, Bina Marga, Dishub, dan Senkom Kabupaten Pasuruan.

Tak hanya itu, juga ikut dalam acara tersebut yakni Kapten Czi Slamet N yang meruapakan Danramil 10 Bangil. Sekda, Anang; Kajari, Ramdhanu D. SH.M.H; serta KH. Nur Huda, MUI Kab. Pasuruan.

Dalam apel tersebut, Kapolres menyampaikan, dengan kesiapan yang dilaksanakan dengan baik diharapkan dapat menciptakan Kamtibmas yang Kondusif.

Kapolres juga mengungkapkan, Kabupaten Pasuruan juga menjadi tujuan Wisata dari luar kota. “Jadi keamanan dan ketertiban masyarakat perlu dijaga dengan baik demi menjaga kondusifitas Kabupaten Pasuruan, khususya selama Ramadhan hingga lebaran,” tegas Rofiq.

Dia menambahkan, pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban ini juga terkait dengan indikasi orang Pasuruan yang bekerja di luar kota akan pulang untuk merayakan lebaran di kampung masing masing. (qomar)

Forkopimda Jatim Tinjau Korban Gempa Bumi di Malang dan Lumajang

MALANG – Kepala BNPB, bersama Forkopimda Jatim, melakukan pengecekan di titik-titik kerusakan, dampak bencana gempa bumi di Malang dan Lumajang. Bantuan juga diberikan kepada korban terdampak gempa bumi, di posko bencana yang terletak di Kecamatan Ampel Gading, pada Minggu, (11/4/2021).

Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Suharyanto, dan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta. Melakukan peninjauan secara langsung di titik-titik terdampak, bagaimana percepatan penanganan pasca gempa bisa di pastikan semua berjalan baik.

“Tadi kami di Kabupaten Malang, sempat meninjau di Turen, kemudian di Dampit, dan terakhir di Ampel Gading. Bersama, Pak Pangdam, Pak Kapolda, juga Kepala BNPB,” ucap Gubernur Jatim, di dampingi oleh Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, dan Bupati Lumajang.

Lebih lanjut, Gubernur Jatim juga ingin menyampaikan Bupati dan terutama warga yang terdampak di Kabupaten Lumajang, bahwa ada bantuan dari BNPB yang rumahnya rusak berat, bantuannya senilai 50 juta rupiah, sedangkan untuk yang rusak sedang, senilai 24 juta rupiah, dan yang rusak ringan senilai 10 juta rupiah. Namun, Ini menunggu percepatan verifikasi data, dari masing-masing daerah.

“Berikutnya sambil menunggu rumah itu selesai dibangun, maka ada bantuan tunggu hunian. Bantuan tunggu hunian tiap bulan senilai 500 ribu rupiah, untuk rumah tangga yang digunakan untuk menyewa rumah karena rumahnya rusak berat atau rusak sedang ke arah berat. Jadi informasi ini saya mohon bisa tersampaikan,” pesannya.

Khofifah juga menegaskan, bahwa menurut BMKG info awal kekuatan gempa bumi yang terjadi sebesar 6.7 skala richter, namun setelah di update oleh BMKG, berubah menjadi 6.1 skala richter.

“Kepada semua warga, kita mohon untuk tetap waspada, tetapi jangan panik, dan tentu kita menyampaikan terimakasih sekali seluruh jajaran TNI – POLRI yang langsung turun melakukan penanganan-penanganan efektif, dan percepatan-percepatan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

Gubernur juga mengucapkan terimakasih kepada semua relawan, yang sudah bahu-membahu bergotong royong membantu masyarakat.

“Untuk kepala daerah menjadi bagian yang sangat penting untuk bisa mengkoordinasikan seluruh percepatan layanan dari masyarakat yang terdampak dari gempa ini,” ucapnya.

Sementara untuk dari Kodim dan Polres juga akan menyiapkan tim trauma healing, membantu proses pemberian bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis.

“Tadi di Malang itu dari Kodim dari Polres menyampaikan bahwa ada tim trauma healing. Saya juga ketemu tim dari Kementerian Sosial akan men-support tim trauma healing karena biasanya kita membutuhkan siko sosial trapi, pasca gempa ada gempa susulan,” jelas Khofifah usai melakukan kunjunga di Kabupaten Lumajang. (tim)

Pasca Gempa Malang, Forkopimda Jatim Dirikan Posko dan Dapur Lapangan

MALANG – Forkopimda Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, Kepala BNPB, membuat Posko Bencana Alam Gempa Bumi dan Dapur Lapangan di Kecamatan Ampel Gading Kabupaten Malang.

Dalam kegiatan ini turut hadir, Sekda Provinsi Jatim, Asops Kodam V/Brawijaya, Asintel Kodam V/Brawijaya, Danrem 083 Baladhika Jaya, Karoops Polda Jatim, Dirintelkam Polda Jatim, Dirkrimum Polda Jatim, Kabidhumas Polda Jatim dan Dansat Brimob Polda Jatim.

Selain membuat posko bencana alam gempa bumi dan dapur lapangan, forkopimda jatim juga melakukan peninjauan di Posko Bencana Alam Gempa Bumi dan Dapur Lapangan di Kabupaten Malang Bersama Kepala BNPB.

Sementara itu Danposkolap Dandim Malang terkait kesiapan Posko Lapangan Bencana Alam Gempa Bumi di Kecamatan Ampel Gading Kabupaten Malang menjelaskan, pada saat ini telah tersedia Dapur lapangan untuk 1500 orang atau masakan untuk membantu korban pasca bencana alam gempa bumi di Kabupaten Malang. Selain itu tenaga kesehatan dari Kodam dan Polda Jatim sudah tersedia di Poskolap.

Selain itu wilayah pengungsian telah tersedia di beberapa tempat dan diutamakan di daerah tanah lapang untuk mengantisipasi gempa susulan.

“Personil yang mengawaki Poskolap merupakan gabungan dari personil Pemprov Jatim, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, BPBD dan unsur terkait lainnya,” jelas Danposkolap Dandim Malang.

Sedangkan kepala BNPB menyatakan duka yang mendalam atas terjadinya bencana di jawa timur yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian materil. Penanganan bencana alam tidak bisa ditangani secara parsial atau sendiri sendiri, untuk itu BNPB memberikan bantuan penanganan bencana alam di wilayah Jawa Timur.

“Lita harus meningkatkan upaya koordinasi khususnya di wilayah Jawa Timur untuk mengurangi resiko dengan melaksanakan rapat rutin dengan melibatkan BMKG, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya,” ungkap kepala BNPB Pusat.

Selain itu sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi dengan memetakan keadaan rumah masing masing. Apakah tahan gempa atau tidak, apabila tidak tentunya harus ditambah penyangga seperti yang telah dirilis sebelumnya oleh BNPB.

“BNPB akan membantu dana stimulan kepada korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan melalui pendataan dari pemerintah setempat,” tambahnya. (tim)

Pelaku Curanmor di Pohjentrek Diduga Alami Gangguan Jiwa

PASURUAN – Diberitakan sebelumnya, Minggu, 11 April 2021, sekitar jam 11.00 WIB, terjadi tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) di rumah Taufiq Hidayat (28) yang beralamat di gang 01 Dsn.Pandean RT 01 RW 01 Desa Pleret Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan.

Aksi curanmor yang dilakukan oleh YZD (33) yang mengaku warga Tambaan Kel.Tambaan Kec. Panggungrejo Kota Pasuruan diketahui tepergok korban saat membeli kelapa muda sesaat setelah menuntun barang curiannya itu.

Beberapa saat setelah diamankan, keluarga dari pelaku mendatangi Polsek Pohjentrek, sembari membawa surat keterangan yang menyatakan bahwa YZD pernah menyandang status Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Keluarga juga menerangkan, kemungkinan saat menjalankan aksi curanmor, YZD sedang kumat gangguan jiwanya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Pohjentrek, AKP Kamaroeddin akan mempertimbangkan keterangan keluarga.

Namun demikian, Kamaroeddin juga menegaskan akan menyelidiki perkara tersebut. (tofa)

Beli Es pada Korban, Pelaku Curanmor Diamankan Polsek Pohjentrek

PASURUAN – Minggu, 11 April 2021, sekitar jam 11.00 WIB, terjadi tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) di rumah Taufiq Hidayat (28) yang beralamat di gang 01 Dsn.Pandean RT 01 RW 01 Desa Pleret Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan.

Konyolnya, aksi curanmor yang dilakukan oleh YZD (33) yang mengaku warga Tambaan Kel.Tambaan Kec. Panggungrejo Kota Pasuruan diketahui tepergok korban saat membeli kelapa muda sesaat setelah menuntun barang curiannya itu.

Dari pengakuan tersangka, dia mencuri satu unit sepeda motor Yamaha Mio No.Pol. N-6285-XA, tahun 2008, warna merah, dengan cara berjalan kaki masuk ke dalam gang 1 Dusun Pandean RT. 001 RW. 001 Desa Pleret.

Setelah berada didepan rumah korban, pelaku pun menuntun sepeda motor yang terparkir di depan teras rumah tersebut.

Lantas, masih dengan menuntun motor curiannya, ia melewati gang 1 dan keluar di gang 2.

Mungkin karena kehausan setelah menuntun motor curiannya, saat itu sesampainya di mulut gang 1, pelaku memesan es kelapa muda.
Tak disangka, penjual es itu ternyata si pemilik motor.

Mengetahui motornya dituntun oleh seseorang yang tidak dikenal, sontak saja korban berteriak maling-maling.

Teriakan korban pun tak ayal lagi membuat warga sekitar berdatangan dan langsung menangkap pelaku dan membawanya ke Polsek Pohjentrek.

Kapolsek Pohjentrek, AKP Kamaroeddin membenarkan peristiwa tersebut.

Kapolsek juga menjelaskan selain tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor milik korban.
Akibat dari kejadian tersebut korban ditaksir mengalami kerugian empat juta rupiah. Sedangkan pelaku terancam dijerat dengan Pasal 362 KUHP. (tofa)

Brimob Polda Jatim Bantu Penanganan Gempa Bumi Di Lumajang

LUMAJANG- 1 SSK Kompi 4 Batalyon B Brimob Polda Jatim diterjunkan untuk membantu penanganan bencana gempa bumi di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Personil Brimob tiba di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Lumajang pada Minggu (11/4/2021) pagi.

Kompi 4B Pelopor AKP Rudi Purnama J.,S.H melalui Paursubbaghumas Bagosp Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, 50 personil Brimob Polda Jatim untuk melaksanakan kegiatan pembersihan di lokasi terdampak gempa.

“Pembersihan dilakukan menjadi dua titik yaitu Dusun Iburaja dan Kalirejo, Desa Kaliuliang,” Katanya.

Pelaksanaan pembersihan dilokasi terdampak gempa bumi akan terus dilakukan sampai kondisi sudah mulai tenang.

“Brimob akan meninggalkan lokasi apa bila masyarakat terdampak gempa sudah benar-benar dinyatakan kondisi tenang,” terang Rudi Purnama melalui Ipda Andrias Shinta

Lanjut dia, personel brimob setelah gempa terjadi langsung melaksanakan konsolidasi terus dilanjutkan dengan bergeser ke tempat yang mendapatkan dampak yang parah atas bencana gempa bumi dan membantu masyarakat untuk evakuasi dan juga membersihkan puing – puing reruntuhan bangunan rumah/tempat ibadah mereka.

“Personel Brimob akan bekerja semaksimal mungkin bersama dengan Dinas terkait, untuk pemulihan secepat nya, puing bangunan yang di rasa cukup berbahaya sudah kita singkirkan, dan agar jangan panik ketika terjadi gempa susulan.” ungkapnya

Kemudian untuk anggota Brimob yang berada di lokasi terdampak gempa untuk selalu memiliki semangat dalam memberikan trauma healing kepada masyarakat.

“Saya mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap semangat menyambut kehidupan lebih baik diwaktu yang akan datang,” harap AKP Rudi Purnama melalui Ipda Andrias Shinta

Personel kepolisian turun ke lapangan, melakukan patroli dan memonitor situasi pasca gempa.

“Kemudian memberikan imbauan kepada warga agar tidak panik dan tetap waspada untuk mengantisipasi adanya gempa susulan,” pungkasnya (tim)

Satreskoba Polres Pasuruan Razia Tempat Hiburan Jelang Ramadhan

PASURUAN – Peredaran obat-obatan terlarang (narkoba) diwilayah hukum Polres Pasuruan yang masih tinggi membuat jajaran Satreskoba Polres Pasuruan terus melaksanakan giat operasi guna mempersempit ruang gerak para pengedar.

Satreskoba Polres Pasuruan menggelar razia gabungan serta Sosialisasi Narkoba di sejumlah cafe di Kabupaten Pasuruan, hal ini dilakukan guna menjaga keamanan serta kenyamanan umat Islam menjelang bulan suci Ramadhan.

Operasi Gabungan antara Satreskoba Polres dengan Satlantas Polres serta Polsek Gempol menyusuri tempat hiburan malam yang menjadi tempat keramaian kaum milenial muda guna mencegah serta sosialisasi bahaya narkoba.

Tampak pada Hari Sabtu (10/04/21) malam hari operasi yang dipimpin Kasat Reskoba Polres Pasuruan AKP Domingos DE, F Ximenes merazia beberapa cafe yang ada di Gempol tepatnya di ruko Gempol 9.

Selain sosialisasi bahaya narkoba, dalam razia bersama Satlantas tersebut kendaraan para pengunjung cafe juga diminta menunjukkan surat kendaraan yang mereka gunakan, alhasil banyak kendaraan yang ditilang karena tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan ataupun menunjukkan SIM.

Dalam razia didapati juga sejumlah pengelola cafe/tempat hiburan yang tidak mematuhi protokol kesehatan di tengah pademi Covid-19.

Petugas Satreskoba juga melakukan tes urin kepada beberapa para pengunjung cafe, untuk membuktikan kepada pengunjung betul-betul tidak mengonsumsi narkoba.

Kasat Reskoba Polres Paauruan AKP Domingos DE, F Ximenes menyampaikan “malam hari ini kami dari Satreskoba, Satlantas dan Polsek Gempol Polres Pasuruan melaksanakan operasi gabungan, guna mengantisipasi peredaran narkotika,” ujar Domingos.

Domingos juga menyampaikan bahwa pihaknya juga akan melakukan upaya himbauan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, serta meminimalisir penyalagunaan maupun peredaran narkotika diwilayah Kabupaten Pasuruan.

“Perlu diketahui bahwa selama pademi Covid-19, peredaran Narkoba di Kabupaten Pasuruan dalam kurun waktu tiga bulan ini tahun 2021, sudah ada 72 kasus yang sudah kami tangani, Artinya peningkatan pemakai dan peredaran narkoba di kabupaten pasuruan ini sangat tinggi,” pungkas Domingos. (por/mar)

Jelang Ramadhan Jajaran Polsek Gempol Gelar Operasi Cipkon

PASURUAN-Jajaran personel Polsek Gempol yang dipimpin Kapolsek Kompol Kamran menggelar operasi penyakit masyarakat, operasi sendiri dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi menjelang Bulan Ramadhan.

Giat operasi yang dilaksanakan pada Hari Sabtu (10/04/21) pada malam hari oleh jajaran Polsek Gempol tersebut menyasar tempat hiburan malam yang berada di bibir sungai Porong (tangkis) yang masuk wilayah Kecamatan Gempol.

Dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Gempol Kompol Kamran tersebut juga melibatkan jajaran anggota Polsek Gempol, Koramil Gempol, BKO TNI AL, serta Satpol PP Kecamatan Gempol dengan sasaran handak, sajam, miras serta PSK.

Kapolsek Gempol Kompol Kamran mengatakan, operasi pekat ini dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi menjelang datangnya bulan suci ramadhan.

“Sasaran dari operasi ini yakni kegiatan penyakit masyarakat, seperti judi, miras dan lain sebagainya yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas,” ujar Kamran.

“Kami juga memberikan Himbauan kepada Masyarakat tentang Kesepakatan Bersama Menyambut Bulan suci Ramadan Forkopimda Kabupaten Pasuruan dengan Organisasi Keagamaan.”

“Kapolsek juga berpesan kepada personel yang bertugas untuk tetap humanis dan sesuai dengan standar operasional prosedur, selain itu, juga tetap mengedepankan protokol kesehatan pencehahan Covid-19,” pungkas Kamran. (por/mar)

Tanggap Bencana, Polres Lumajang Salurkan Makanan Siap Saji Pada Warga Terdampak Gempa Bumi

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K M.Si kembali menjadikan rumah dinasnya sebagai dapur umum, Sabtu (10/4/2021).

Hal itu sebagai wujud kesigapan pasca terjadinya bencana gempa bumi, dimana sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, turut terdampak. Rumah tempat tinggal warga rusak, hingga sejumlah warga dikabarkan meninggal dunia.

“Malam ini, personil Polres Lumajang membuat dapur umum kembali, seperti halnya kemarin saat banjir di Kabupaten Lumajang,” ucap Kapolres Lumajang melalui Paursubbag Humas Ipda Andrias Shinta, di hari yang sama.

Paursubbag Humas menambahkan, dapur umum tersebut menyiapkan makanan jadi ( siap saji ). Hal itu menyesuaikan kondisi terkini di wilayah terdampak bencana, agar masyarakat mudah tanpa harus memasak terlebih dahulu.

“Ini kami lakukan terus, tadi sudah kami alokasikan ke warga Pronojiwo. Hasil pantauan, Tempursari yang paling banyak, namun terlalu jauh, kita jangkau Pronojiwo terlebih dulu, baru besok dilanjut ke Tempursari,” imbuh Shinta.

Terus berpacu pihaknya saat ini, selain menyalurkan tersebut di atas, pihaknya juga menyalurkan beras sebanyak 55 karung, mie instan 16 dos, selimut 20 biji. Juga melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam sisi penanganan bencana lebih menyeluruh.

“Dapur umum ini digelar hingga beberapa hari ke depan sambil melihat perkembangan situasi penanganan dampak bencana gempa,” ujar Shinta.

Seperti halnya diketahui bersama, Gempa Magnitudo melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, satu diantaranya Kabupaten Lumajang, sore tadi.

Meski hanya hitungan detik, gempa bumi berkekuatan 6,7 skala richter itu cukup menghebohkan warga.

Dikutip dari akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) terkini, pusat gempa bumi terjadi di kedalaman laut 25 KM, 90 KM Barat Daya Kabupaten Malang Jawa Timur. Atau tepatnya di Lok:8.95 LS,112.48 BT.

Tidak berpotensi terjadi tsunami, akan tetapi gempa bumi tersebut menyebabkan kerusakan tempat tinggalnya warga, hingga korban jiwa.