Home Blog Page 1812

Sebagai Lumbung Pangan Nasional, Banyuwangi Tak Butuhkan Beras Impor

BANYUWANGI – Dikenal dengan daerah lumbung pangan, setiap tahun daerah ini mengalami surplus beras. Hal inilah yang mendasari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, tak inginkan suplai beras impor, karena stok beras di Banyuwangi selalu surplus.

“Banyuwangi tidak perlu impor beras. Di Banyuwangi ini setiap tahunnya, pertanian kita utamanya padi selalu surplus, bahkan beras Banyuwangi dikirim ke berbagai daerah,” kata Ipuk, di Banyuwangi, Senin (22/03/ 2021).

“Kemarin sudah saya rapatkan dengan dinas terkait, kita hitung neraca beras, dan jelas bahwa tidak perlu beras impor masuk daerah ini,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, produksi gabah kering giling (GKG) di Banyuwangi mencapai 788.971 ton atau setara 495.079 ton beras pada 2020.

Sementara tingkat konsumsi beras di kabupaten Banyuwangi sendiri berkisar 165.411 ton, sehingga pada 2020 terdapat surplus 329.668 ton beras.

Memasuki masa Januari-Maret 2021, produksi GKG Banyuwangi mencapai sebesar 158.892 ton atau setara 99.705 ton beras. Adapun tingkat konsumsi Januari-Maret 2021 sebesar 41.415 ton, sehingga terdapat surplus 58.290 ton beras.

“Konsumsi beras per kapita warga Banyuwangi sekitar 94,47 kilogram per orang per tahun. Jadi kita sudah hitung, bahwa tahun 2021 ini kita targetkan produksi sekitar 491.000 ton beras, lalu tingkat konsumsi sekitar 165.000 ton, maka ada surplus 325.000 ton beras. Tentu dengan surplus yang sebesar itu kita tidak perlu beras impor masuk.” pungkasnya.

Ipuk juga mengkhawatirkan, adanya beras impor dapat berakibat pada turunnya harga gabah petani.

“Kalau beras impor masuk, tentunya harga gabah petani bisa semakin tertekan. Makanya kami tidak ingin beras impor masuk ke Banyuwangi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Ipuk juga menyampaikan salah satu program yang tengah dikejar pemerintahannya. Yaitu mendorong pengembangan produksi beras organik, guna meningkatkan nilai tambah bagi petani. Bahkan kini, sudah banyak lahan yang dikembangkan untuk beras organik di Banyuwangi, selain itu, ipuk juga memberi bantuan pupuk organik secara merata ke seluruh kecamatan dan desa.

“Ada trobosan baru yang dapat menjadi nilai tambah yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani, yaitu dengan mendorong peningkatan produksi beras organik” terangnya. (tim)

Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga Cangkringmalang

Warga Desa Cangkringmalang Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan digegerkan dengan penemuan mayat tanpa identitas pada Selasa (23/03/21) di sekitaran Mapolsek Beji.

Penemuan mayat pria tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan seorang pemulung yang kemudian disampaikan pada salah satu warga, yang kebetulan, sedang olahraga lari pagi di lapangan sepak bola samping Polsek Beji di Dusun Selorawan, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

Mendengar kabar dari pemulung, warga tersebut memberanikan diri untuk melihatnya, dan kemudian mendekati sosok tubuh yang ditutup sehelai kain sarung.

Penemuan mayat itu pun segera dilaporkan ke Polsek Beji. Tak berselang lama tim INAFIS Polres Pasuruan juga datang ke TKP.

Kades Cangkringmalang Hufron saat dikonfirmasi membenarkan bahwa penemuan mayat tersebut pertama kali ditemukan seorang pemulung, lantas memberitahukan kepada salah satu warga yang sedang olahraga.

“Saya pastikan mayat tersebut bukan warga Desa Cangkringmalang. Selain tidak ada yang mengenali korban, di lokasi kejadian juga tidak ada identitas korban,” lanjut Hufron.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda saat di TKP menyampaikan, mayat pria ini belum diketahui identitasnya.

“Kita (polisi) masih dalam tahap penyelidikan untuk mengetahui kematian korban,” papar Adrian.

Adrian menambahkan, di tubuh korban banyak ditemukan luka tusuk senjata tajam, bekas jeratan serta tanda-tanda kekerasan lainnya.

“Sekarang masih kita dalami identitas korban dan kita lakukan penyelidikan lebih dalam lagi. Diduga mayat tersebut adalah korban pembunuhan,” pungkas Adrian Wimbarda. (qomar)

Buka Pendidikan Sespimti dan Sespimen, Kapolri Harap Tidak Ada Kluster Baru Covid-19

JAKARTA— Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka pendidikan Sespimti Dikreg ke-30 dan Sespimen Dikreg ke-61 tahun 2021.

Dalam arahannya, Sigit lebih menekankan agar jalannya pendidikan menerapkan protokol kesehatan mengingat situasi saat ini masih pandemi Covid-19. Jangan sampai muncul kluster baru Covid-19 di sektor pendidikan.

Mantan Kabareskrim Polri ini juga meminta seluruh peserta didik memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada secara optimal.

Hal ini penting, guna mengembangkan potensi kepemimpinan tingkat tinggi dan menengah, sehingga seluruh peserta didik memiliki konsep strategis yang unggul dalam mengelola organisasi.

“Bangun jaringan komunikasi dan kerja sama yang solid antar peserta didik sebagai bekal dalam mendukung pelaksanaan tugas kedepan serta mewujudkan kemajuan institusi Polri,” kata Sigit Prabowo dalam arahanya, Selasa (23/3/2021).

Kapolri juga berharap agar seluruh peserta didik memaknai proses pendidikan sebagai media pengembangan diri dalam membentuk kepribadian pemimpin yang kuat, jujur, dan visioner serta mampu menjadi role model pimpinan Polri yang akan datang.

Pendidikan Sespimti Dikreg ke-30 tahun 2021 ini diikuti oleh 150 orang yang terdiri dari 117 anggota Polri dan 33 peserta didik tamu dari instansi lain seperti TNI, Kemenkumham dan Kejaksaan Agung. Peserta Sespimti ini bertambah dari kuota awal 90 peserta.

Sementara Sespimen Polri Dikreg ke-61 tahun 2021 sebanyak 270 orang yang terdiri 248 peserta dari Polri dan 22 orang peserta tamu dari TNI.

Tidak hanya menekankan kepada peserta didik, Kapolri juga memberikan arahan dan pesan kepada Kalemdiklat dan tenaga pendidik agar dapat memberikan keteladanan kepada peserta didik lantaran hal tersebut merupakan kewajiban dan tanggung jawab moril seorang pendidik.

Ia juga meminta agar tenaga pendidik meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan menuju pendidikan Polri yang berkelas dunia (World Class Standard)

“Optimalkan proses transfer of knowledge dan transfer of value guna memperkaya peserta didik dengan ilmu pengetahuan, wawasan, moral, dan karakter yang unggul,” tutupnya. (*)

Kapolri Resmi Launching Etle Nasional Tahap Pertama, 12 Polda Terapkan Tilang Elektronik

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan launching tilang elektronik atau Elektronic Traffic law enforcement (Etle) nasional tahap I.

Dalam launching tahap pertama ini, ada 12 Polda dengan 244 kamera tilang elektronik yang bakal dioperasikan mulai hari ini.

Launching Etle tahap 1 digelar di gedung NTMC Polri, Jakarta, Selasa (23/3/2021) yang dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung  Muhammad Syarifuddin dan Jaksa Agung TB. Hassanudin turut dalam penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) penegakan hukum.

Selain itu Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo dan beberapa perwakilan instansi lain turut hadir.

Secara virtual Jajaran Dirlantas dari Polda  se-Indonesia juga mengikuti acara Launching Etle Nasional Tahap Pertama ini.

Etle Nasional ini merupakan salah satu implementasi Korlantas Polri yang dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono dalam mewujudkan salah satu program prioritas Presisi atau prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam paparannya mengatakan kehadiran tilang elektronik Nasional ini untuk meningkatkan program keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya.

Kapolri ingin masyarakat lebih waspada dan tertib berlalulintas karena adanya Etle dapat memantau perilaku pengendara.

Kapolri menegaskan program ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan program keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas ( Kamseltibcarlantas)

“Tentunya perlu ada upaya penegakan hukum agar proses pelaksanaan kegiatan para pengguna jalan betul-betul bisa disiplin, bisa mengutamakan keselamatan dan tentunya menghargai masyarakat lain sesama pengguna jalan,”terang Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di sisi Polri, Jenderal Sigit menekankan upaya penegakan hukum yang transparan lewat Etle. Mantan Kabareskrim ini berharap sistem Etle dapat mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus pemanfaatan teknologi informasi.

“Di sisi Kepolisian, program Etle adalah bagian dari kami untuk melakukan penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi,”jelas Kapolri.

Kapolri juga menegaskan pihaknya akan terus memperbaiki sistem sehingga ke depan penegakan hukum Kepolsian khususnya lalu lintas di jalan tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Tentunya kita sering mendapatkan komplain terkait dengan masalah proses tilang yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota, yang kemudian berpotensi terjadinya penyalahgunaan wewenang,” jelas Kapolri.

Etle nasional ini dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil genap, pelanggaran menggunakan ponsel, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran keabsahan STNK, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem Etle juga dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem Etle.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengungkapkan jajaran Korlantas masih terus bekerja agar penerapan Etle bisa rampung di 34 Polda. Istiono mengatakan sistem Etle terintegrasi dari Polres, Polda hingga Korlantas Polri.

“Konsen tahap pertama ini tentunya akan ditindaklanjuti dengan launching kedua nanti rencananya. Akan kita bangun di 10 polda berikutnya, yang kita rencanakan nanti sekitar 28 april kita resmikan launching kedua, nanti secara bertahap, akan kita laksanakan,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Isitiono.

“Secara teknis di lapangan kita terus bekerja untuk merampungkan program ini secara bertahap hingga 34 polda nanti terpasang semua. Di semua titik yang perlu kita pasang Etle tentunya berdasarkan maping dan analisis kita. Titik mana yanf paling krusial dan perlu kita pasang Etle di situ,” sambung dia.

Kakorlantas menjelaskan Etle nasional mendeteksi seluruh kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Istiono berharap kesadaran masyarakat akan taat berlalu lintas semakin tinggi dengan kehadiran Etle.

“Semua kendaraan yang melanggar intinya kefoto, kepotret, mau nomor khusus, nomor apa saja, pake nomor TNI itu kepotret. Kalau TNI nanti urusannya dikonfirmasi ke temen-temen, kita sudah kerjasama bagaimana mekanismesnya untuk teman-teman TNI, ada konfirmasi disitu,” tuturnya.

Berikut 12 Polda yang sudah menerapkan Etle di launching tahap 1 :

  1. Polda Metro Jaya
  2. Polda Jawa Barat
  3. Polda Jawa Tengah
  4. Polda Jawa Timur
  5. Polda Jambi
  6. Polda Sumatera Utara
  7. Polda Riau
  8. Polda Banten
  9. Polda D.I.Y
  10. Polda Lampung
  11. Polda Sulawesi Selatan
  12. Polda Sumatera Barat

“Ini bagian dari kesadaran masyarakat dalam membangun hukum itu sendiri,” pungkas Kapolri. (*)

Kepala Desa Sumbermujur Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Kedua

0

CANDIPURO – Dalam rangka memutus rantai penyebaran covid-19 dan mempercepat penanganan serta pengendalian covid-19, pemerintah telah melakukan program vaksinasi yang dilakukan secara bertahap.

Kepala Desa Sumbermujur, bersama bersama beberapa perangkat melaksanakan suntikan vaksin Covid-19 tahap kedua, berselang 14 hari setelah menjalani vaksinasi tahap pertama.

Kegiatan vaksinisasi tersebut dilaksanakan di Puskesmas Desa Penanggal Kecamatan Candipuro Lumajang pada Senin (22/03/2021).

Kepala Desa Sumbermujur, Safi’i mengatakan Pemerintah Desa sangat berterima kasih dengan adanya pemberian vaksin Covid-19 ini. Semoga program Vaksinasi berjalan lancar dan semua masyarakat dapat segera menerima vaksin.

“Melalui vaksinasi Covid-19 diharapkan masyarakat memiliki kekebalan terhadap virus tersebut. Untuk itu, mari kita dukung program vaksinasi Covid-19 dan semoga pandemi ini bisa segera berakhir.” kata Safi’i.

Perlu diketahui, sebelum divaksin, ada beberapa prosedur yang harus dilaksanakan pendaftaran dan verifikasi data, skrining, pengukuran suhu dan tekanan darah bagi calon penerima vaksin.

Setelah divaksin, penerima vaksin diobservasi selama 30 menit untuk dimonitor kemungkinan terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imuninasi (KIPI).

Setelah selesai masa observasi dan tidak terjadi KIPI, penerima vaksin diberi Kartu Vaksinasi Covid-19, sebagai bukti sudah divaksin tahap pertama.
Penulis : Markasan

PLN Siap Jalankan Keputusan Pemerintah Perpanjang Stimulus Listrik Periode April – Juni 2021

0

Jakarta–
PLN siap menjalankan keputusan Pemerintah untuk memperpanjang pemberian stimulus listrik bagi masyarakat kecil, pelaku usaha seperti industri dan bisnis, serta sosial periode bulan April – Juni 2021. Stimulus yang diberikan merupakan bentuk perlindungan sosial yang diberikan pemerintah untuk masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“PLN siap mendukung dan menjalankan keputusan pemerintah untuk terus memberikan stimulus listrik bagi masyarakat kecil, pelaku usaha dan sosial yang terdampak Covid-19. Karena sifatnya perpanjangan, saya yakin penyaluran akan berjalan lancar,” tutur Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril,(22/3/2021).

PLN berharap hadirnya stimulus listrik dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha tetap produktif, serta meningkatkan daya beli masyarakat di tengah Pandemi COVID-19.

Berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, stimulus periode April – Juni 2021, besarannya akan diberikan separuh dari periode sebelumnya, yakni pelanggan golongan rumah tangga daya 450 Volt Ampere, bisnis kecil daya 450 VA dan industri kecil daya 450 VA diberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala, kemudian pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi diberikan diskon sebesar tarif listrik 25 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala, dan pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial.

Bagi pelanggan pascabayar, diskon diberikan dengan langsung memotong tagihan rekening listrik pelanggan. Sementara untuk pelanggan prabayar, diskon tarif listrik diberikan saat pembelian token listrik.

“Untuk pelanggan prabayar daya 450, tidak perlu lagi mengakses token, baik di web, layanan whatsapp, maupun PLN Mobile. Stimulus akan langsung di dapat saat membeli token listrik,” tegas Bob.

PLN juga menekankan bagi pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri daya 450 VA pasca bayar, karena ada perubahan besaran stimulus maka diskon langsung didapat saat melakukan pembayaran rekening listrik.

“Kami mengingatkan, khususnya kepada pelanggan 450 VA pasca bayar, mulai rekening bulan April 2021 harus kembali melakukan pembayaran. Namun tentunya dengan potongan dari stimulus sebesar 50 persen”, lanjutnya.

Khusus untuk pembebasan biaya beban, abonemen, dan pembebasan ketentuan rekening minimum, pemberian stimulus akan diberikan secara otomatis dengan memotong tagihan rekening listrik konsumen sosial, bisnis dan industri. Potongan sebesar 50 persen hanya diberikan untuk biaya beban/abonemen dan biaya pemakaian rekening minimum.

Sebelumnya sepanjang tahun 2020, sejak bulan April, Pemerintah melalui PLN telah menyalurkan stimulus listrik sebesar Rp 13,15 Triliun kepada 33,02 juta pelanggan. Sedangkan pada triwulan I (Januari-Maret 2021) pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,66 triliun untuk stimulus listrik.

Di Provinsi Jawa Barat sendiri, jumlah pelanggan penerima Stimulus PLN per Februari 2021 adalah sebesar 6.139.416 pelanggan. Dari total tersebut, 5.417.863 pelanggan berasal dari Rumah Tangga daya 450 VA, 615.887 pelanggan berasal dari Rumah Tangga daya 900 VA, 105.593 pelanggan berasal dari Bisnis daya 450 VA, dan 73 pelanggan berasal dari Industri daya 450 VA.

Untuk memberikan layanan kepada pelanggan terkait stimulus, PLN membuka saluran pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore atau AppStore.
Sumber : PLN

Achmad / Edison

Pemda Ajukan Dua Raperda Pada Rapat Paripurna I DPRD


BARITO UTARA – Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2016, tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Barito Utara dan Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2011 tentang Pajak Daerah, kedua Raperda tersebut disampaikan kepada Ketua DPRD Barito Utara dalam Rapat Paripurna I DPRD yang dilangsungkan di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (22/3/2021). 

Dalam Sidang Paripurna I itu dihadiri Sekretaris Daerah, unsur FKPD dan Kepala Perangkat Daerah,Ketua DPRD Barito Utara, Wakil Ketua I dan II serta 20 orang Anggota DPRD.

Raperda dan penetapan peraturan daerah yang sudah diajukan oleh pemerintah daerah,agar nantinya disetujui bersama DPRD Barito Utara.Perda itu sebagai upaya bersama untuk menata,perangkat hukum yang diperlukan dalam penyelenggaraan tugas Pemerintah, pembangunan dan pembinaan masyarakat di Kabupaten Barito Utara.

Rancangan Perubahan Peraturan tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah,yang disampaikan akan dilakukan evaluasi kelembagaan oleh Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat yaitu Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Pertanian mengalami peningkatan skor sehingga dapat menjadi perangkat daerah tipe A. Sedangkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran mengalami penurun menjadi tipe C dan pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dengan tipe C.

Perubahan Peraturan tentang Pajak Daerah untuk melaksanakan ketentuan pasal 87 ayat (4) Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang mengamanatkan bahwa, besaran nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak, ditetapkan paling rendah sebesar Rp. 60.000.000,00 untuk setiap wajib pajak.

Rancangan Raperda dan Pidato Pengantar Bupati Barito Utara terhadap 2 buah Raperda diserahkan oleh Wakil Bupati, Sugianto Panala Putra, SH didampingi Sekretaris Daerah Ir. H. Jainal Abidin, M.AP yang diterima langsung oleh Ketua DPRD, Ir. Hj. Mery Rukaini, M.IP didampingi oleh Wakil Ketua I dan II DPRD Barito Utara.   (SS).

Rayakan Hari Air Dunia, PUPR Tanam Ribuan Bibit Pohon

JAKARTA – Lingkungan dan air yang tidak terawat bisa menjadi musuh, tapi sebaliknya jika dirawat dengan baik maka akan menjadi kawan.

Demikian disampaikan Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo melalui keterangan resmi pada Senin (22/03/2021).

Kementerian PUPR melakukan penanaman pohon di sekitar area infrastruktur nasional dalam rangka perayaan Hari Air Dunia ke 29.

“Perayaan Hari Air Dunia ini bertujuan untuk mningkatkan pemahaman publik terkait dengan pentingnya air,” terangnya.

Menurutnya, hal tersebut penting agar masyarakat dapat memberikan konstribusi dalam menjaga sumber daya air (SDA) nasional.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman, menjelaskan jumlah bibit pohon yang ditanam.

“Jumlah pohon yang ditanam sebanyak 66.625 bibit dari berbagai jenis dengan tinggi minimal 1 meter,” kata Sudirman.

Sudirman melanjutkan, pihaknya berkomitmen untuk menanam pohon tersebut di semua jenis infrastruktur di dalam negeri.

“Jenis pohon yang akan ditanam pada dasarnya ada dua jenis, yaitu pohon untuk memperkuat infrastruktur dan pohon produktif yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

“Terutama dari buah atau daunnya, antara lain durian, mangga, pete, jengkol, alpukat, nangka, rambutan, jambu, dan banyak lagi sehingga diharapkan mampu membantu perekonomian masyarakat setempat,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa air akan memberi manfaat jika dikelola dengan baik karena setiap tetes air mengandung makna kehidupan.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR yang telah melakukan kegiatan penanaman pohon yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” katanya. (jen)

Kapolri dan KSAL Sepakat Tingkatkan Kerjasama Keamanan Perairan Laut

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambangi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/3/2021).

Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat untuk meningkatkan sinergitas soal keamanan dan penegakan hukum di perairan Indonesia. Penguatan itu dilakukan di satuan jajaran TNI AL dan Polri.

“Sinergitas kerjasama di operasi utamanya amarinir dan Brimob, Lantamal dengan Polair,” kata Sigit dalam pertemuannya bersama KSAL.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri dan KSAL juga mendiskusikan soal maraknya kejahatan tindak pidana narkoba yang diselundupkan melalui jalur laut atau perairan. Modus pelaku kejahatan itupun untuk mengelabui petugas saat ini beragam, misalnya menyimpan barang haram itu dengan dibungkus kemasan teh.

Mantan Kabareskrim Polri itu menekankan, dalam penanganan kasus kejahatan di perairan perlu adanya penguatan sinergitas di tingkat bawah hingga atas. Mengingat saat ini banyak jalur perairan dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

Oleh sebab itu, Sigit menyebut, perlu adanya pembahasan soal dilakukannya pelatihan bersama antara personel Polri dan TNI AL dalam mengamankan perairan Indonesia.

“Bagaimana ada kegiatan pelatihan bersama ada integrasi di tingkat pelaksana. Minimal pernah ada pelatihan bersama,” ungkap mantan Kapolda Banten ini.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono berpandangan perlunya meningkatkan sinergitas antara TNI-Polri dalam memberangus kejahatan.

“Kerjasama sinergitas AL dengan polisi terutama Polair. Kewenangan yang bukan AL diserahkan ke Polisi. Hal seperti ini dikembangkan dan di tingkatkan dalam sinergitas,” ucap Yudo.

Dengan munculnya fenomena kejahatan di perairan itu, Yudo pun sepakat perlu adanya integritas dari jajaran TNI dan Polri dalam melaksanakan tugasnya. (tim)

Kapolri Listyo Sigit Ajak Pemuda Masjid Lawan Radikalisme dan Intoleransi

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerima kunjungan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Indonesia (BKPRMI) di Mabes Polri, Senin 22 Maret 2021.

Dalam pertemuan ini, Kapolri mengatakan, pendekatan dan diskusi dengan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan sangat penting dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia pun menyambut baik dimana bentuk intoleransi yang dilawan dengan moderasi keagamaan yang memerlukan tokoh-tokoh agama.

“Kami juga siap bekerjasama dengan pemuda masjid untuk membangun bangsa,” katanya.

Peran ormas yang peduli bangsa saat ini, kata Kapolri, sudah semakin bagus. Ia pun berharap, basis pemuda masjid sampai tingkat desa harus saling menguatkan.

Selain itu, mantan Kabareskrim ini meminta peran tokoh agama menyosialisasikan 3M dan ketahanan pangan melalui program Kampung Tangguh.

“Prinsipnya Polri siap bekerjasama dan mendukung program-program dalam memerangi hal-hal yang menyerang negara,” unhkapnya.

Mantan Kapolda Banten ini pun mengajak para tokoh dan pemuda agama bersatu membangun bangsa setelah adanya polarisasi di Pilpres dan Pilkada.

Sementara itu, Ketua BKPRMI Said Aldi mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan polisi di daerah dalam membina ustaz, ustazah serta dai dalam menjaga kamtibmas dan menutup kemungkinan adanya radikal masuk ke pemuda Masjid.

“Badan Pemuda Masjid dalam membina ustaz, ustazah dan dai kamtibmas sekalian untuk menutup kemungkinan adanya radikal yang akan masuk ke pemuda Masjid,” katanya.

Ketua Penasehat BKPRMI Idrus Marham mengatakan, basis BKPRMI adalah masjid, maka jika ada masalah di Masjid dapat dikoordinasikan dengan pemuda Masjid.

“Kalau ada bencana maka pemuda masjid ikut mengambil bagian dan bagaimana polanya kerjasama pembinaan masyarakat sesuai dengan ciri karakter masing-masing daerah,” ujarnya.