Home Blog Page 1811

Jalan Nasional Rusak, menghubungkan Dua Kabupaten Di Kalteng

BARITO UTARA — Ruas jalan nasional kota Muara Teweh yang menghubungkan kota Puruk Cahu,tepatnya di kilometer 11 dekat simpang Lahei Kecamatan Lahei,Kabupaten Barito Utara(Kalteng)fisik aspal jalan terbelah akibat intensitas hujan  yang cukup tinggi sehingga menimbulkan kesurakan pada badan jalan.Jalan yang menjadi akses utama warga yang menghubungkan didua Kabupaten,yaitu Barito Utara dan Murung Raya mengalami kerusakan antara lapisan tanah dan aspal.Saat ini mobil,baik roda enam maupun sepedamotor roda dua harus mengambil jalan disebelah garis rambu-rabu,dengan cara bergantian menggunakan satu lajur.

Dari video amatir yang tersebar oleh warga di media sosial facebook (FB),jalan ini mengalami retak berat di KM 11,dekat persimpangan jalan yang menghubungkan Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara.

Terjadinya retak badan jalan ini diduga,akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi,membuat bagian badan jalan tersebut mengalami pergeseran sehingga terjadinya retakan pada badan jalan yang beraspal.

Warga pun diminta waspada dan berhati-hati saat melintas di jalan nasional ini,sebelum adanya penangan darurat oleh pihak terkait.

“Memang retaknya lumayan berat sehingga kendaraan diarahkan disatu jalur saja, yang perlu menjadi perhatian ketika arus lalu lintas pada malam hari, hendaknya segera dipasang petunjuk rambu-rambu waspada”, ungkap Fauzi warga Muara Teweh,Rabu (24/3/2021).

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara dihubungi Wartawan melalui WhatsApp(WA) M.Iman Topik.Dengan ada kerusakan jalan di KM 11 Desa Ipu atas,sudah dilaporkan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Tengah, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Kalimantan Tengah”, terang Topik.

Patahan dan lubang jalan di Km.11 Ipu Atas,telah ditanggani pengecoran untuk menutup lubang dalam penangganan darurat sambil menunggu penangganan dengan kontruksi permanen oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Tengah, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Kalimantan Tengah,”ungkap Kadis PUPR Barut.

Lebih lanjut Kadis PUPR menjelaskan bahwa Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Tengah, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Kalimantan Tengah cepat tanggap mengatasi patahan dan retak pada ruas jalan negara KM.11 Muara Teweh-Puruk Cahu, akibat curah hujan yang tinggi di wilayah kota Muara Teweh. 

Jalan nasional yang rusak tersebut kata Topik,lagi dilakukan Unit perbaikan Rutin(UPR)dalam bentuk upaya penangganan kedaruratan,agar jalan tersebut dapat dilalui kendaraan yang melintas dengan menggunakan sistem cor beton pada lubang dan patahan jalan sebelum diadakan penangganan dengan menggunakan kontruksi permanen. 

Berdasarkan hasil pantauan dan koordinasi dilapangan yang dilakukan langsung oleh PUPR Kabupaten Barito Utara Rabu (24/3/2021) bahwa metode yang digunakan dapat membantu mengatasi kedaruratan hingga penangganan dengn menggunakan kontruksi permanen.

Kadis PUPR M.Iman Topik juga menghimbau kepada warga pengguna jalan,agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian,saat melintas pada masa titik kerusakan jalan nasional tersebut,agar tidak terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki. 

“Kadis PUPR Kabupaten Barito Utara,terus melakukan koordinasi dan berharap agar rekan-rekan dari satker Provinsi Kalteng dapat segera melakukan penanganan jalan nasional”, pungkasnya. (SS).

Antisipasi Dampak Banjir DPUPR Barut Bangun Drainase Saluran Air

BARITO UTARA —
Guna menanggulangi dan mengantisipasi dari dampak banjir ,luapan air sungai Bengaris yang dekat pemukiman warga di Jalan A.Yani Muara Teweh, Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) membangun Drainase serta memasang gorong-gorong yang terbuat dari beton di saluran air.

Kepala Dinas PUPR Barito Utara,M.Iman Topik mengatakan kepada wartawan,Rabu(24/3/21).Sesuai instruksi Bupati Barito Utara,H.Nadalsyah. Kemarin,usai peninjauan langsung ke lapangan memerintahkan kepada, Dinas PUPR agar memasang gorong-gorong beton pada saluran air di Jalan A.Yani Muara Teweh.

“Kita langsung turunkan alat berat excavator ke lokasi,untuk membuat lobang Drainase atau parit dipasang gorong-gorong beton.Pembuatan gorong-gorong beton ini agar air bisa keluar dan tidak tergenang lagi,di pemukiman rumah warga. Saat ini parit yang ada sudah tenggelam dihantam banjir,juga ukurannya tidak mampu lagi menampung luapan air,”kata Iman Topik.  

Sekarang gorong-gorong yang ada saat ini sudah tidak mampu lagi, menampung debet air sungai yang sedang banjir bila,intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

“Jadi kita bangun lagi satu gorong-gorong beton yang lebih besar dari yang semula,”imbuhnya. 

Topik juga menjelaskan pekerjaan pembangunan Drainase dan pemasangan gorong gorong beton ini, berjalan dengan lancar sesuai pada waktu yang ditentukan dan dapat dirampungkan dengan maksimal pekerjaannya. 

Pada saat penininjauan dilapangan,Bupati Barito Utara,H.Nadalsyah bersama Sekda Ir.H.Jainal Abidin, M.AP.Kadis PUPR M.Iman Topik,Kalak BPBD H.Gazali Mantalatua dan Direktur RSUD Muara Teweh,drg.Dwi Agus Setijowati turun ke lokasi pemukiman warga yang terdampak banjir luapan air sungai Bengaris.

Pada tinjauan pertama rombongan Bupati Barito Utara besrta jajarannya.Meninjau bajir di Jembatan Jalan Jendral Sudirman,dalam hal ini Bupati memastikan pompa air yang terpasang telah  berfungsi dengan baik. Pompa air yang terpasang untuk memperlancar luapan arus air anak Sungai Bengaris,sehingga perumahan warga disisi jembatan disepanjang hulu anak sungai tidak mengalami banjir dan tidak tergenang air.

Bupati Barito Utara dalam peninjauan kali ini juga,memohon kepada warga agar nantinya tanah yang dimilikinya akan terkena pembuatan Drainase jalur air,untuk mengikhlaskan dan tidak meminta ganti rugi.”Hal ini demi kebaikan kita bersama serta mengantisipasi bencana banjir,telah kerap melanda warga yang berdomisili dibantaran sungai,”harap Nadalsyah. (SS).

Forkopimda Jatim Dukung Kongres HMI, Siapkan Barak dan Jaga Kondusifitas

SURABAYA — Gubernur Jawa Timur, Pangko Armada II, Pangdam V Brawijaya, Danlanud Juanda TNI AL, Danlanud Muljono TNI AU dan Kapolda Jawa timur Irjen Pol Nico Afinta mendukung Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk melakukan Kongres XXXI di Islamic Center Surabaya dengan baik.

Forkompimda Jatim telah menjadi Tuan rumah yang baik dalam pelaksanaan kongres HMI.

Seperti pantauan media ini, Forkopimda Jatim telah memberikan pelayanan baik dalam pengamanan terhadap jalannya Kongres, maupun terhadap penerimaan Mahasiswa HMI dari Sulawesi.

Selain itu, Forkopimda Jatim juga  menyiapkan Barak penginapan untuk 1.303 orang anggota HMI.

Di dalam pola pengamanan tersebut, Polda Jatim memberikan dukungan Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar di Surabaya.

Meskipun sempat diwarnai kericuhan antar para peserta kongres yang bersitegang bahkan sempat terlibat aksi banting kursi dan saling kejar sesama kader HMI.

Terkait penambahan hari Kongres, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengaku akan menyerahkan kepada panitia.

Karena panita yang mempunyai mekanismenya dan panitia menambah waktu kongres 1 hari lagi.

“Intinya, Forkopimda Jatim disini Gubernur, Pangdam V Brawijaya, Pangko Armada II, Danlanud Muljono TNI AU dan Polda Jatim mendukung sepenuhnya hingga kongres ini berjalan dengan baik,”tutur Kapolda Jatim,Rabu (24/03/2021).

Menurut Irjen Nico, saat kongres berjalan ada miss-komunikasi di antara mereka sehingga ada yang membanting kursi, dan sudah  diamankan.

“Ada 6 orang dan sekarang masih dalam pemeriksaan,semoga kongres ini berjalan aman dan lancar,”tutur Kapolda Jatim.

Polda Jatim yakin HMI bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam internal HMI sendiri.

Selain itu, Polda Jatim atas bantuan dari Pemprov Jatim dan TNI membagi mereka ke penginapan milik TNI yang ada di Surabaya.

Selanjutnya fokus utama pihak Kepolisian adalah mengamankan jalannya sidang, yang hingga pukul 04.00 WIB masih berlangsung pleno 2 menuju pleno 3.

“Untuk itu kami melaksanakan pengamanan ini atas permintaan dari panitia dan pemerintah provinsi karena ini aset Jatim,” tegas perwira tinggi Polri ini. (Qomar)

Media Cetak Dan Online Gempurnews Lakukan Ekspansi

0

LUMAJANG — Setiap usaha tentunya memiliki konsep yang matang dan terencana secara matang, hal itu tentunya untuk mendongkrak keberhasilan yang diinginkan.

Demikian halnya yang dilakukan oleh Media cetak dan online Gempurnews, managemen mengambil langkah besar dengan membangun kantor baru yang lebih representatif.

Hal itu untuk mendukung kinerja para staf, karyawan serta wartawan dalam menjalankan aktifitas menyampaikan informasi dari Narasumber kepada publik.

Menurut pimpinan redaksi Gempurnews, Bambang Irawan, kepindahan kantor baru tersebut untuk mempermudah akses wartawan, serta kelengkapan fasilitas yang lebih memadai dan menuju kemandirian.

Bambang Irawan menguraikan, jika kedepan Gempurnews membidik segmen pasar yang lebih luas, serta menembus semua kalangan, ditegaskan pula, dengan adanya fasilitas yang lebih lengkap kinerja wartawan lebih semangat dan optimal dalam menggali informasi untuk disampaikan ke publik.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Gopy Setya, selaku pemimpin umum, menurutnya dengan penempatan kantor baru serta fasilitas yang lebih lengkap akan mendukung kinerja para kulitinta tersebut lebih eksis.

Sementara, penasehat Gempurnews, Drs.Wimbo Wiyono,MM, mengharapkan kepada semua crew Gempurnews dimana, saja untuk lebih meningkatkan kinerja serta menjalin rasa persaudaraan antar teman, sehingga muncul jiwa korsa dan kebersamaan yang sangat kuat.

Memang dalam meningkatkan kinerja sebuah keniscayaan, tanpa adanya dukungan baik secara moral dan sarana yang memadai.

Masduki selaku pimpinan redaksi Gempurnews Online, juga mengharapkan hal yang sama dalam membangun komunikasi antar sesama crew Gempurnews, serta selalu membangun kinerja yang terprogram, serta profesional.( Gopy)

Rakernis SSDM Polri, Kapolri Tekankan Pemanfaatan Teknologi Menuju Era 4.0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) internal SSDDM Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/3/2021).

Rakernis SSDM Polri itu bertajuk ‘Megatrend Indonesia Unggul dari 2020-2045, Bonus Demografi, SDM Unggul dan Menuju 4.0’.

Dalam pengarahannya,Jenderal Sigit menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran SSDM Polri karena bergerak cepat menerapkan program Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan untuk menciptakan SDM yang unggul.

“Apresiasi dan terima kasih atas gerak cepat program Presisi di bidang SSDM menuju SDM unggul,”ungkap Kapolri.

Jenderal Polisi Sigit juga menekankan, karena Indonesia menuju era 4.0, sehingga seluruh aparat Kepolisian harus mampu memanfaatkan teknologi digital dengan baik serta terus menerus meningkatkan kemampuan dalam implementasinya.

“Berbagai tantangan yang dihadapi di lingkungan global, regional dan nasional, SDM Polri harus dikelola dan dikendalikan dengan baik serta mengacu pada arus pembinaan SDM Polri yang berkeunggulan meliputi prinsip integritas, proposional dan partnership,” ujar Jenderal Polisi mantan Kabareskrim Polri itu.

Kapolri menyebut, SDM Polri juga harus memikirkan perasaan dan masa depan dari personel Kepolisian yang sedang bertugas jauh dari Ibu Kota.

“SDM Polri juga harus tahu dan peduli serta memikirkan bagaimana perasaan personel yang jauh dengan SSDM Polri, baik jarak maupun kedekatan personal,” ucap Jenderal Sigit.

Sementara itu, Sigit juga menyambut baik dari inovasi yang dilakukan oleh SSDM Polri dalam menyediakan pelayanan bagi internal Korps Bhayangkara maupun masyarakat.

“Selaku pimpinan Polri sangat apresiasi inovasi yang telah dikembangkan oleh SSDM Polri yang berisi, sistem informasi personil polri, aplikasi e-yankes (pelayanan kesehatan untuk anggota Polri) dan e-Rekpro dapat diakses oleh masyarakat untk digunakan pendaftaran secara online,” pungkas Kapolri Jenderal Sigit. (*)

Penyaluran (BLT DD) Tahap I Serentak Se – Kecamatan Jambesari Darus Sholah

BONDOWOSO — Bertempat
di Pendopo Kecamatan Jambesari Darus Sholah hari ini (23/3/2021), secara simbolis di serahkan langsung Camat Jambesari Mohammad Taufan S.Sos, MM.

Turut hadir dalam acara tersebut, semua kepala desa se- Kecamatan Jambesari beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, masing masing desa, serta dua orang perwakilan masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dari masing masing desa.

Dalam sambutannya, Camat Mohammad Taufan mengatakan sejumlah 1324 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Penerima BLT DD yang terdampak ekonominya disebabkan wabah Virus Covid-19.

Setiap KPM, mendapatkan BLT DD tahap I sebesar Rp 300.000 perbulannya, selama 12 bulan.

“Saat ini kami menyalurkan BLT DD Tahap l kepada masyarakat penerima bantuan BLT DD, saya sangat berharap, bantuan ini dapat dipergunakan untuk meringankan kebutuhan sehari – harinya selama masa Pandemi Covid-19″, ujar camat jambesari

Dan pada hari yang sama, penyaluran BLT DD TAHAP I di serahkan secara serentak di 9 desa yang ada di wilayah Kecamatan Jambesari Darus Sholah.

Acara penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahap I se- Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, berjalan dengan situasi aman dan lancar tetap menerapkan protokol kesehatan (ARI)

Kasus Pencurian Emas dan Uang di Desa Madurejo Diungkap

LUMAJANG – Kasus pencurian dengan pemberatan berupa perhiasan emas dan uang di Dusun Nduren Desa Madurejo Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, berhasil diungkap Polsek Pasirian Selasa (23/3/2021).

Pengungkapan kasus pencurian ini bermula pada saat anggota Polsek Pasirian melakukan patroli di seputaran tempat kejadian perkara, kemudian ada salah satu warga yang melapor bahwa rumahnya telah kemalingan.

Hal itu dikatakan oleh Kapolsek Pasirian Iptu Agus Sugiharto. Mendengar laporan itu, pihaknya segera melakukan penyusuran di seputaran wilayah tersebut.

Ia menyampaikan, pada saat anggota Polsek Pasirian melakukan penyusuran menjumpai seorang warga yang gerak geriknya mencurigakan.

“Setelah diintrogasi lebih lanjut orang tersebut mengaku bahwa telah melakukan pencurian dan menyembunyikan barang hasil curiannya di rumahnya,” ujar Agus Sugiharto.

Dijelaskan Agus bahwa petugas langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial S (40), warga Dusun Kebonan, Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang beserta barang bukti yang di sembunyikan di rumah pelaku.

“Selanjutnya pelaku dan barang bukti di amankan di Polsek Pasirian untuk penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti hasil curian berupa uang tunai senilai 870 ribu rupiah, satu buah dompet perhiasan yang di dalamnya terdapat satu buah gelang emas dan tiga buah cincin.

“Modus operandinya, pelaku masuk ke dalam rumah korban lewat pintu rumah yang tidak terkunci lalu masuk ke dalam kamar kemudian mengambil barang berupa perhiasan dan uang yang berada di dalam toples plastik,” pungkasnya. (tim)

3 Orang Tewas Tersengat Listrik, Bermula Hendak Tolong yang Tersetrum

KEDIRI — Dua orang warga tersengat listrik saat hendak menolong seorang tetangganya yang tengah tersetrum. Dalam kejadian itu, ketiganya kemudian tewas di lokasi kejadian.

Peristiwa itu terjadi di saluran air persawahan pinggir jalan Dusun Ngatup, Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021) pukul 05.30 WIB.

Ketiga korban tersebut adalah Juwito (57), Priyagung Pandu Atmadja (26), serta Granadi Purnawirawan (38). Ketiganya saling bertetangga di RT 001 RW 002 Dusun Ngatup.

Kepala Seksi Humas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagyo menuturkan, peristiwa itu bermula dari Juwito yang menggoyang-goyangkan pipa kecil tiang penyangga kabel listrik yang ada di lokasi kejadian.

“Menurut keterangan keluarga, korban Juwito mempunyai riwayat gangguan kejiwaan,” ujar Erwan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Saat memainkan pipa tiang penyangga itu, Juwito tersengat listrik lalu jatuh tersungkur ke dalam parit.

Priyagung Pandu yang rumahnya tidak jauh dari lokasi melihat kejadian itu.

Dia lantas bergegas ke lokasi hendak menolongnya. Nahas, dia turut tersengat listrik dan jatuh ke parit.

Granadi yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian juga berupaya menolong mereka. Nasibnya juga sama dengan korban sebelumnya.

Para korban tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian dalam kondisi hampir saling menindih di bawah pipa tiang penyangga.

Bripka Erwan menambahkan, dari olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan Visum Et Repertum terhadap para jenazah korban, ditemukan tanda-tanda sengatan listrik.

“Penyebab kematian karena tersengat listrik dari kabel yang terkelupas,” lanjut dia.

Usai pemeriksaan itu, jenazah korban sudah dikembalikan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di pemakaman desa setempat.(Supri).

Penemuan Mayat Mr X di Lapangan Bola Jalan Raya Beji

PASURUAN – Ditemukan mayat seorang pria tergeletak tak bernyawa di sebuah lapangan sepak bola di Dusun Selorawan Desa Cangkringmalang Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, Selasa (23/03/2021).

Informasi yang dihimpun, penemuan mayat ini bermula setelah salah seorang warga menemukan mayat lelaki dalam kondisi mengenaskan di lapangan desa setempat.

Kades Cangkringmalang Ghufron menerangkan, mayat itu pertama kali ditemukan oleh warga yang tengah berolahraga. “Awalnya warga lari pagi. Terus melihat kayak tidur. Saat didekati sudah meninggal,” katanya.

Setelah mendapat laporan warga, Polsek Beji bersama tim Inafis dari Polres Pasuruan segera mendatangi lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda mengatakan, mayat pria ini belum diketahui identitasnya. Namun usianya ditaksir sekitar 30-35 tahun.

Dijelaskan Adrian, pada tubuh mayat ditemukan sejumlah tanda-tanda kekerasan, di antaranya tiga bekas luka tusukan pada perut dan pinggang serta bekas jeratan di leher.

“Sekarang masih kita dalami identitas korban dan kita lakukan penyelidikan lebih dalam lagi,” kata Adrian. (tim)

Sebagai Lumbung Pangan Nasional, Banyuwangi Tak Butuhkan Beras Impor

BANYUWANGI – Dikenal dengan daerah lumbung pangan, setiap tahun daerah ini mengalami surplus beras. Hal inilah yang mendasari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, tak inginkan suplai beras impor, karena stok beras di Banyuwangi selalu surplus.

“Banyuwangi tidak perlu impor beras. Di Banyuwangi ini setiap tahunnya, pertanian kita utamanya padi selalu surplus, bahkan beras Banyuwangi dikirim ke berbagai daerah,” kata Ipuk, di Banyuwangi, Senin (22/03/ 2021).

“Kemarin sudah saya rapatkan dengan dinas terkait, kita hitung neraca beras, dan jelas bahwa tidak perlu beras impor masuk daerah ini,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, produksi gabah kering giling (GKG) di Banyuwangi mencapai 788.971 ton atau setara 495.079 ton beras pada 2020.

Sementara tingkat konsumsi beras di kabupaten Banyuwangi sendiri berkisar 165.411 ton, sehingga pada 2020 terdapat surplus 329.668 ton beras.

Memasuki masa Januari-Maret 2021, produksi GKG Banyuwangi mencapai sebesar 158.892 ton atau setara 99.705 ton beras. Adapun tingkat konsumsi Januari-Maret 2021 sebesar 41.415 ton, sehingga terdapat surplus 58.290 ton beras.

“Konsumsi beras per kapita warga Banyuwangi sekitar 94,47 kilogram per orang per tahun. Jadi kita sudah hitung, bahwa tahun 2021 ini kita targetkan produksi sekitar 491.000 ton beras, lalu tingkat konsumsi sekitar 165.000 ton, maka ada surplus 325.000 ton beras. Tentu dengan surplus yang sebesar itu kita tidak perlu beras impor masuk.” pungkasnya.

Ipuk juga mengkhawatirkan, adanya beras impor dapat berakibat pada turunnya harga gabah petani.

“Kalau beras impor masuk, tentunya harga gabah petani bisa semakin tertekan. Makanya kami tidak ingin beras impor masuk ke Banyuwangi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Ipuk juga menyampaikan salah satu program yang tengah dikejar pemerintahannya. Yaitu mendorong pengembangan produksi beras organik, guna meningkatkan nilai tambah bagi petani. Bahkan kini, sudah banyak lahan yang dikembangkan untuk beras organik di Banyuwangi, selain itu, ipuk juga memberi bantuan pupuk organik secara merata ke seluruh kecamatan dan desa.

“Ada trobosan baru yang dapat menjadi nilai tambah yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani, yaitu dengan mendorong peningkatan produksi beras organik” terangnya. (tim)