Home Blog Page 1872

LSM Penjara Indonesia Pertanyakan Validitas Penerima BPNT

PASURUAN – Carut marutnya jumlah penerima bansos dari program Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapat sorotan dari LSM Penjara Indonesia karena disinyalir tak sesuai dengan fakta di lapangan.
Hal tersebut didasari dari beredarnya surat dari Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan pada Camat se Kabupaten Pasuruan, tertanggal 15 Januari 2021 yang berisi instruksi dari Dinsos Kabupaten Pasuruan kepada para Camat untuk menugaskan Kepala Desa agar mengingatkan penerima KPM untuk segera melakukan transaksi pembelian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di E-Warung yang telah ditunjuk.

Instruksi bukannya tanpa alasan, sebab menurut isi surat tersebut dijelaskan bahwa ada 14.887 KPM penerima BPNT Kabupaten Pasuruan belum melakukan transaksi pembelian pada Bulan Januari 2021.
Tentu hal tersebut menimbulkan sebuah pertanyaan besar mengingat fakta yang ada di lapangan berbanding terbalik dari surat yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan.
Pasalnya, dari pemantauan di lapangan pada Januari 2021 banyak KPM bantuan pangan non tunai (BPNT) setiap bulannya harus gigit jari karena saldo dari bansos di kartu ATM mereka kosong.
Menyikapi hal tersebut, aktifis LSM Penjara Indonesia, Warda Salsabila, menyatakan sangat tidak wajar jika sampai ada 14 ribu lebih KPM di Kabupaten Pasuruan yang tidak melakukan transaksi.
Padahal, masih menurutnya, hampir di seluruh desa se Kabupaten Pasuruan banyak KPM mengeluh karena tidak menerima Bansos BPNT.
“Kami akan klarifikasi secara resmi akan meminta data by name by adress dari data 14 ribu lebih KPM tersebut. Apa memang KPM ini memang belum sempat melakukan transaksi ataukah mereka memang sudah tidak memerlukan Bansos lagi,” tegasnya.
Dia menambahkan, jika memang mereka sudah tidak membutuhkan Bansos maka seharusnya Dinsos Kabupaten Pasuruan segera menghapus nama mereka dari data penerima BPNT dan menggantikan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan karena masih banyak masyarakat pra sejahtera di Kabupaten Pasuruan yang masih belum tersentuh bansos pangan.
“Ketimpangan jumlah KPM yang tidak sama antara dilapangan dengan yang dikeluarkan dalam surat intruksi pihak dinsos disebabkan ATM para penerima banyak yang kosong,” pungkasnya. (arie)

DPRD Barut Gelar Rapat Paripurna I Penyerahan Pidato Pengantar Bupati

0

BARITO UTARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara menggelar Rapat Paripurna I dalam rangka peyampaian pidato pengantar Bupati Barito Utara terhadap raperda tentang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak dan antar waktu, dilaksanakan di Ruang Sidang DPRD Barito Utara, Senin (18/1/21).

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Barito Utara Ir. Hj. Mery Rukaini, M.IP didampingi Wakil Ketua I, Wakil Ketua II serta dihadiri Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra, SH., Asisten I Bidang Pemerintahan, Drs. Masdulhaq, Anggota DPRD, Unsur FKPD dan Kepala Perangkat Daerah .

Bupati Barito Utara H. Nadalsyah dalam sambutannya, dibacakan melalui Wakilnya Sugianto Panala Putra, SH. Disampaikan, pengajuan rancangan peraturan daerah tersebut, merupakan upaya bersama untuk menata perangkat hukum yang diperlukan dalam rangka peyelenggaraan tugas-tugas pemerintah, pembangunan dan pembinaan masyarakat di Kabupaten Barito Utara.

“Secara khusus kita berharap bahwa rancangan Perda yang diajukan ini, bertujuan untuk lebih meningkatkan peyelenggaraan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertangung jawab, sebagaimana diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku,” Ucap Wabub.

Selain itu, peyusunan raperda ini juga dalam rangka menindaklanjuti ketentuan pasal 49 peraturan menteri dalam negeri nomor.65 tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan Menteri dalam negeri nomor 112 tahun 2014 tentang pemeilihan kepala desa, yang mengamanatkan bahwa untuk kepentingan masyarakat, bangsa, negara dan daerah yang kita cintai ini,” Jelas Sugianto.(SS).

Unit PPA Polres Blitar Tangkap Tabib Palsu

BLITAR – Petugas kepolisian dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blitar telah berhasil menangkap Tabib Palsu bernama Nur Huda (43) alias Tomo.

Peristiwa pencabulan itu terjadi di Blitar. Ia melakukan tindakan cabul kepada anak di bawah umur, ibu, dan tiga orang kakak kandung dari anak di bawah umur tersebut dilakukan dengan modus berpura-pura memiliki kemampuan untuk mendiagnosa dan mengobati korbannya.

Tomo ditangkap karena dilaporkan menyetubuhi anak di bawah umur dengan modus menjadi tabib. 

Tomo mengakui perbuatannya tersebut. Tak hanya itu, dia juga mengakui telah menyetubuhi anak di bawah umur serta 3 orang kakak kandung dan ibu dari anak tersebut.

Modusnya sama, Tomo mengada-ada dengan mengatakan korban mempunyai penyakit dan disembuhkan dengan metode pengobatan alternatif.

“Kalau total ada lima orang. Yang saya perawani adeknya yang ragil (Bungsu/korban), terus kakaknya sama ibunya,” kata Tomo saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Blitar, Rabu (13/1/2021).

Kepada si Bungsu, Tomo mendiagnosis korban punya penyakit kista. Tomo lalu mengobati dengan memijatnya dan menyetubuhi korban. Hasil pemeriksaan polisi, aksi bejat itu sudah dia lakukan sebanyak 13 kali.

Sebelum menyetubuhi si bungsu, awalnya dia mengobati si ibu. Saat ibu datang berobat ditemani si sulung, ia lalu tertarik. Karena si sulung punya pacar, Ia lantas mendoktrin untuk memutuskan hubungan itu.

Modus diagnosis abal-abal itu kembali ia lakukan kepada si sulung dan kemudian menidurinya. Tindakan ini terus diulang hingga kepada si bungsu yang masih di bawah umur.

“Saya tidak pakai (aji-aji ataupun jimat tertentu). Cuma saya pijitin aja,” ujarnya.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M. Sinambela menjelaskan, kasus ini terungkap setelah si ibu curiga gegara si bungsu terus meminta uang. Terakhir, ia meminta uang untuk keperluan USG yang membuat si ibu melapor ke polisi.

“Korban ini diminta untuk membuka bajunya, dipijat dan kemudian disetubuhi. Ini dilakukan terus berulang dengan modus pengobatan alternatif. Ini pengakuan sudah dilakukan lebih dari 13 kali,” katanya.

Hasil keterangan korban kepada polisi, aksi pencabulan itu dilakukan setiap kali dia berobat. Tomo selalu meminta korban untuk kembali ke tempatnya dengan alasan untuk kontrol kondisi penyakit yang sebenarnya hanya akal-akalan.

Tomo sendiri tidak memasang papan pengobatan. Hanya saja, ia memang memiliki rumor seorang tabib yang konon bisa menyembuhkan penyakit dengan metode pengobatan alternatif.

“Korban ini selalu datang sendiri setiap kali ke tempat praktik tersangka,” kata Leonard.

Akibat perbuatannya, Tomo dikurung di tahanan Mapolres Blitar. Ia dijerat dengan pasal 81 Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Tomo juga terancam pasal penipuan. (tim)

Komjen Listyo Sigit Alumni Yang Peduli Guru Dan Sekolahnya

0

JAKARTA–Wakil Kepala Humas SMAN 8 Yogyakarta Nunik Sri Ritasari mengungkap, sosok calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo merupakan salah satu alumni yang sangat perduli dengan para guru yang mengajar dan sekolah tempatnya menimba ilmu. Listyo Sigit lulus SMAN 8 Yogyakarta pada tahun 1988.

Nunik mengatakan, meskipun Listyo Sigit sudah menjadi Perwira Tinggi (Pati) Polri dengan segala kesibukanya namun selalu menyempatkan hadir dalam acara-acara reuni sekolah.

“Saat reuni akbar di 2019 di Lustrum 9 SMA 8, beliau juga hadir, juga Aksi Sosial Pakci di awal 2020 beliau juga hadir,” kata Nunik kepada wartawan, Senin (18/1).

Menurut Nunik, saat menghadiri acara-acara reuni, Kabareskrim yang saat ini menjadi calon tunggal Kapolri itu selalu nyuwun pangestu (memohon doa restu) kepada mantan gurunya agar dalam menjalankan tugas diberikan kelancaran. Ada delapan guru yang dulu mengajar Komjen Listyo Sigit hadir di acara tersebut.

“Pak Listyo ini sosok yang sangat menghormati guru. Selain bertemu dengan guru-guru, saat acara itu pak Listyo juga berbagi pengalaman serta memotivasi siswa-siswi sini untuk tidak ragu melangkah dan mempersiapkan diri selepas SMA,” pungkas Nunik. (qomar/tofa)

Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

MALANG – Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran sepanjang 4 kilometer pada Sabtu (16/1/2021) pukul 17.24 hingga 18.27 WIB.

Namun demikian tempat wisata air terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tetap beroperasi secara normal.

Hal itu sebagaimana disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq. “Saya kira Tumpak Sewu normal ya,” kata dia melalui sambungan telpon, Minggu (17/1/2021).

Kawasan Tumpak Sewu tidak terdampak hujan abu vulkanik. Meski begitu, debit air di air terjun tersebut meningkat. Terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Thoriq meminta wisatawan untuk tidak turun ke lembah pada saat terjadi hujan lebat. Ia meminta wisatawan hanya sampai di spot Panorama saja.

“Cuma beberapa waktu yang lalu air terjunnya debitnya tinggi. Dan tentu kalau waktu hujan, debit air tinggi, kita tidak memberikan izin untuk para wisatawan turun ke bawah. Jadi cukup melihat di view Panorama itu,” kata Thoriq.

Thoriq juga mengatakan, sungai yang mengalir di Tumpak Sewu bukan arus utama aliran lahar dari Gunung Semeru. Dengan begitu, potensi lahar dingin di air terjun tersebut kecil.

“Aman, itu daerah yang tidak dilalui lahar dingin yang jalur utama lahar Semeru. Kalau serpihan-serpihan mungkin iya, itu hanya tikungan sungai begitu yang di luar jalur utama jalur lahar Semeru,” jelasnya.

Air terjun Tumpak Sewu merupakan aliran Sungai Glidik. Sungai itu juga bermuara di Gunung Semeru.

Air terjun tersebut terlihat mempesona karena tetesan air yang jatuh tersebar di dinding tebing. (red)

Cerita ASN KPP Pratama Asal Jember yang Jadi Korban Gempa Mamuju dan Majene

JEMBER – Kabar duka terus menghantam Indonesia dalam sepekan terakhir. Awan hitam akibat kecelakaan naas Sriwijaya Air SJ-182 belum hilang, kabar duka pun turut berdatangan dari berbagai daerah lain. Dua kabar duka sekaligus datang pada Jumat (15/1/2021).
Pertama adalah banjir bandang yang melanda Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Sementara yang kedua adalah gempa bumi mematikan di Kota Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.
Beruntung, dalam peristiwa gempa tersebut Muhammad Adyakreshna Satria Nugraha beserta istri, Nawang Grezanda tidak menjadi korban dalam peristiwa gempa berkekuatan 6,3 SR itu.
Muhammad Adyakreshna adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di KPP Pratama Mamuju. dia beserta istri yang sama-sama asal Jember Jawa Timur itu hanya mengalami kerusakan rumah. Sedangkan kondisi Kantor KPP Pratama sendiri, kondisinya rusak parah.
Adyakreshna menceritakan, saat gempa pertama pada Kamis (14/1/2021) sekitar jam 13.35 WIB dirinya sedang beraktivitas sebagaimana biasa. Kerusakan rumahnya baru terjadi saat gempa kedua yang terjadi pada Jumat (15/1/2021) sekitar jam 01.28 WIB yang berkekuatan 6,2 skala righter.
Adyakreshna beserta keluarga saat ini mengungsi ke rumah orangtuanya di kelurahan Mangli kabupaten Jember.
Adyakreshna pun berdoa supaya seluruh masyarakat Mamuju dan Majene bisa bertahan di tengah situasi sulit seperti ini.
“Semoga warga Mamuju dan Majene bisa melewati cobaan ini, dan pada seluruh korban jiwa, keluarganya diberikan kesabaran. Dan seluruh masyarakat di kota Mamuju saat ini dapat lebih tabah untuk menghadapi setiap cobaan ini,” harapnya. (sonny)

Lembaga Madin Bondowoso Keluhkan Pencairan Dana BOP Covid-19

BONDOWOSO – Kementerian Agama (Kemenag) RI mengucurkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Covid-19, untuk Madrasah Diniyah (Madin) di wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sebanyak 663 pada tahap awal, para lembaga bisa mencairkan dana covid 19. Namun, para lembaga Madin tersebut, keluhkan realisasinya di lapangan.

Menurut narasumber di Bondowoso menyebutkan, setiap Madin mendapatkan Rp 10 juta. Akan tetapi semua pengelola lembaga tidak menerima uang sebanyak itu. Hanya menerima Rp 5 juta, di sinyalir adanya kong kalikong antara FKDT Kabupaten dengan FKDT Kecamatan dalam pengadaan barang alat kesehatan.

“Kalau kita beli di online harga barang tersebut, lebih mahal,” kata dia.

“Kami selaku kepala MDTA tidak di beri tahu tentang tehnis pembelanjaan barang hanya di beri surat pemesan dari FKDT, dengan unsur paksaan, untuk membeli barang ke FKDT, bahkan ada beberapa FKDT kecamatan yang meminta uang 50 ribu rupiah untuk pengkondisian wartawan,” imbuhnya.

Setiap lembaga yang memperoleh bantuan BOP Covid-19 di suruh bayar Rp 5 juta untuk pembelian alat-alat penanganan Covid-19 yang disediakan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) kecamatan, padahal menurut ketua FKDT JATIM bapak Satuham Akbar, tugas FKDT sebagai tim monitoring.

Hal ini di benarkan oleh bendahara FKDT Kabupaten, Ustad Busro, tentang pebelian alat alat kesehatan sebesar 5 juta kepada FKDT Kecamatan dan 5 juta itu, dengan pembuatan SPJ saat di konfirmasi wartawan gempur news.

Ada sedikit diskriminasi kalau lembaga yang kepalanya seorang LSM tidak beli alat protokol kesehatan kepada FKDT.

Anehnya menurut kepala MD yang tidak mau disebutkan namanya barang yang diterimanya tidak sesuai harapan.

“Harga Gemicidal lamp yang seharusnya Rp 719,000 rupiah di onlen di jual sama fkft Rp 1.300,000-,. Masker hanya Rp 5 ribu dihargai Rp 10 ribu, tidak sesui dengan kebutuhan di lembaga harus beli 100 lembar.
Temperatur (Termo Gun) hanya Rp 285 ribu di hargai Rp 900,000 ribu, face shild satu buah Rp 4.800 di hargai Rp 22.000 dan alat semprot sepryer Rp 475.000 dijual Rp 600.000 masih banyak lagi lainnya. Yang jelas kami kecewa,” imbuhnya.”

Lembaga sudah dapat bantuan BOP Covid-19, dari pemerintah pusat kok malah terjadi seperti ini. Kami meminta kepada BPK untuk segera meng audit melalui badan resmi yaitu Kemenag Kabupaten Bondowoso. (ari) Bersambung…

Jalur Terendam Air, Kereta Api Rute Semarang – Solo Dialihkan

SEMARANG – Perjalanan sejumlah rangkaian kereta api rute Semarang – Solo dialihkan setelah hujan deras pada Minggu Sore, mengakibatkan jalur rel antara Stasiun Brumbung dan Tanggung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terendam air.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro dalam siaran pers di Semarang, Minggu, mengatakan hujan deras merendam jalur rel sepanjang 400 meter dengan ketinggian 10 cm.

“Dengan kondisi rel terendam air dinyatakan untuk sementara tidak bisa dilalui kereta,” katanya.

Menurut dia, derasnya air yang mengalir menyebabkan batu kricak di bantalan rel hanyut hingga kedalaman 75 cm.

Sejumlah kereta yang perjalanannya harus dialihkan antara lain KA Matarmaja, Brantas, dan Joglosemarkerto.

Ia menjelaskan rute kereta tersebut dialihkan melalui Stasiun Tegowanu hingga Stasiun Gambringan, kemudian memutar ke arah selatan menuju Stasiun Gundih.

Ia menambahkan upaya pemulihan segera dilakukan seiring dengan menurunnya curah hujan di sekitar lokasi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan ini,” katanya. Dikutip dari Antara.

Diguyur Hujan Deras, Pohon Beringin Alun Alun Lumajang Roboh

LUMAJANG – Sebuah pohon beringin tua berusia ratusan tahun, akhirnya tumbang diguyur hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Lumajang, Minggu sore (17/1/2021).

Pohon yang tepatnya berlokasi di tengah alun alun kota yang menjadi ikon Kabupaten Lumajang sejak zaman Belanda itu, kini tumbang.

Menurut keterangan warga yang lagi berteduh di depan BRI, hujan turun dengan derasnya, tidak lama kemudian terdengar suara keras pohon yang tumbang.

“Karena hujan deras, saya ‘ngiyup’. Pas gak lama kemudian baru terdengar pohon tumbang. Ketika saya lihat, ternyata pohon beringin yang umurnya ratusan tahun di tengah alun alun itu roboh,” ungkap Sati (57) warga Karang Bendo kepada media ini.

Ketika ditanya ada pertanda apa terkait robohnya pohon beringin yang menjadi ikon Lumajang tersebut, Sati menganggap hanya faktor alam saja.

“Ah itu biasa mas. Banyak pohon tumbang pada musim hujan kayak gini. Hanya orang orang politik saja yang kadang kadang buat buat omong, katanya pertanda apalah,” jelas Sati. (bam)

Mengenal Sosok Listyo Sigit Prabowo

0

JAKARTA – Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo belakangan ini ramai diperbincangkan masyarakat, usai Presiden Joko Widodo mengajukan dirinya sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Jendral Idham Aziz. Listyo Sigit merupakan Alumni Akademi Polisi (AKPOL) 1991 tersebut ternyata juga lulusan SMA 8 Yogyakarta tahun 1988 silam.
Semasa sekolah, Listyo Sigit kecil merupakan anak yang cenderung pendiam. Hal tersebut diungkap oleh Drs. Suhardi, yang merupakan Guru Seni Rupa Jendral bintang tiga tersebut.
“Listyo Sigit dulu di kelas pendiam, anaknya tidak macam-macam,” ungkap Suhardi kala ditemui awak media dirumahnya, Galur Kulon Progo.
Sebagai pelajar, tambah Suhardi, karakter kepemimpinan Listyo Sigit kala itu sudah terbentuk. Saat itu, Listyo yang aktif di kegiatan beladiri ini merupakan sosok yang tak mudah terprovokasi.
Suhardi bercerita, saat seluruh siswa di kelasnya memilih bolos, ia justru tetap berdiam diri di dalam kelas dan memilih konsisten hingga jam pelajaran usai.

“Saat itu ada jam kosong, satu kelasnya mau mbolos rame-rame, tapi Mas Listyo ini dan dua orang temannya bersikukuh tetap di kelas,” jelasnya sambil tertawa.

Kenangan ini diakuinya menjadi momen yang paling diingat selama mengajar bocah, yang ternyata menjadi calon Kapolri Pilihan Istana.

Selain hebat di bidang olahraga, Listyo Sigit juga selalu meraih rangking lima besar di sekolahnya. Demikian juga dari non akademis, seni beladirinya juga sampai di tingkat kompetisi provinsi .

Terkait pencalonan Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri, Suhardi menyatakan tak ragu dengan kemampuan muridnya tersebut.

“Ya kalau dilihat dari karakternya saat SMA dulu, saya tidak ragu, Listyo mampu mengemban tanggungjawab lebih besar dari posisinya saat ini,” jelas Pak Hardi sembari berharap muridnya tersebut tetap teguh pendirian dan selalu amanah. (qomar/tofa)