Home Blog Page 1906

Pemkab Siap Support dan Koneksikan Antar Destinasi Wisata

LUMAJANG – Mendampingi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bersama Wakil Bupati Indah Amperawati menghadiri acara Konsultasi Publik RPP BUMDes di Alam Wisata Hutan Bambu Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Jum’at (15/11/2020).
Dalam sambutannya Bupati Thoriq setelah menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Thoriq juga memaparkan bahwa Dana Desa (DD), telah merubah banyak hal secara signifikan, khususnya pada sector pariwisata.
Thoriq juga menjelaskan, di Lumajang telah banyak tempat pariwisata yang tumbuh dari hasil pengelolaan Dana Desa.
“Selanjutnya tugas kami adalah memberikan support dan mengkoneksikan antar destinasi wisata ke destinasi lainnya,” sambung Thoriq.
Lebih lanjut Thoriq menjelaskan bahwa Pemkab Lumajang mengaku sangat serius membangun konektivitas produk yang dihasilkan dari Desa-Desa di Lumajang untuk mendapatkan lebih akses pasar.
“Saat ini kami sedang menata seluruh sistemnya. Saya sampaikan ke semua Kepala Desa bahwa harus memiliki keinginan yang kuat untuk membangun potensi yang ada di setiap daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Halim menyatakan rasa sayangnya kepada para pendamping Desa, pasalnya pendamping desa meruipakan ujung tombak dari Kementerian Desa. “Melalui pendamping desa, kita dapat mengetahui dengan jelas arah pembangunan desa di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Halim juga menjegaskan, pihaknya ingin terus mengetahui potret desa di seluruh Indonesia ini agar bisa dibaca dengan jelas arah pembangunannya.
“Pembangunan desa itu harus benar-benar menuju kepada satu yakni kesejateraan, baik melalui program jangka menengah dan jangka panjang,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Desa Sumbermujur, Syafi’i pada Gempur News menyampaikan bahwa sejak tahun 2015 lalu, desanya fokus pada pembangunan infrastruktur.
Namun, imbuhnya, tahun 2020 karena ada pandemi Covid 19, maka difokuskan pada penanganan pandemi korona.
“Begitu menghadapi masa pandemi di tahun 2020 ini, maka konsentrasi kami hanya menangani pandemi Covid19 saja. Bahkan selama 15 hari belakangan, kami bergerak siang dan malam untuk mengoptimalkan penggunaan Dana Desa sebesar 25 juta, dan ditambah dari hasil penjualan kayu untuk biaya operasionalnya,” kata Kepala Desa Sumbermujur, Syafi’i. (markasan)

Kapolsek Baron Beri Edukasi Dalam Pimpin Operasi Yustisi

NGANJUK — Untuk menegakkan protokol kesehatan sebagai wujud implementasi Inpres No. 06 th 2020, tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pengendalian Covid 19, serta pelaksanaan Perbup Nganjuk No.35 th 2020, Polsek Baron secara periodik melakukan operasi yustisi.

Hal itu dilakukan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan, mengingat masih banyak warga masyarakat yang belum menyadari tentang pencegahan penularan virus corona.

Hal itu disampaikan oleh IPTU Muslim, Kapolsek Baron saat memimpin operasi yustisi bersama anggotanya, dijalan umum desa Gebangkerep dan desa Sambiroto kecamatan Baron.

Dalam kegiatan tersebut juga didukung oleh perangkat desa serta ibu ibu PKK setempat, yang bekerjasama saling memberikan edukasi dan teguran kepada warga masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker.

Kapolsek sendiri secara langsung memberi pengertian kepada warga untuk selalu menjaga peotokol kesehatan, dan memberikan masker kepada warga.

“Ini kita memberikan edukasi sekaligus teguran kepada warga yang tidak memakai masker, dengan harapan itu sebagai motivasi mereka untuk mematuhi peraturan pemerintah,” Ujar Iptu Muslim.

Dalam operasi yang berjalan sejak pukul 08.30-11.30 Wib, petugas masih menemukan pelanggaran oleh masyarakat yang cukup tinggi, dengan pengendara sepeda motor yang tidak makai masker, yakni sebanyak 28 pelanggar yang mendapatkan teguran lesan dan 14 orang pelanggar dengan teguran tertulis.

Menurut Kapolsek, sebenarnya kesadaran masyarakat sangat tinggi dalam mematuhi peotokol kesehatan, akan tetapi sebagai aparat, harus selalu memonitor dan tidak segan segan mengingatkan warga untuk bersama sama mencegah penularan covid 19 yang sampai saat ini masih menjadi ancaman kesehatan.

“Semga pandemi covid ini segera berakhir mas, sehingga kehidupan masyarakat dapat berjalan normal kembali,” Harapnya.

Memang dengan adanya wabah covid 19, kehidupan masyarakat sangatlah bergeser, baik secara ekonomi, sosial kemasyarakatan dan bidang bidang lainnya.( As)

Gedung PAUD Kasih Bunda Kurang Perhatian Dari Pemerintah Kelurahan Tenggarang

Bondowoso – Kurangnya perhatian dari pemerintah kelurahan Tenggarang, fasilitas gedung PAUD KASIH BUNDA yang terletak di Dusun Tenggarang Jawa Kelurahan Tenggarang sangat memprihatinkan.

Ketua RT setemat mengeluhkan kondisi PAUD tersebut serta kurangnya fasilitas kelancaran proses belajar mengajar.

Menurutnya untuk keamanan dan kenyamanan pada anak usia dini perlu adanya fasilitas yang memadai, supaya anak anak betah untuk belajar, terutama gedung dan alat alat untuk bermain.

Sementara itu Lurah Tenggarang, Sudarsono. S.sos , mengatakan akan di bangun gedung PAUD baru di sebelah gedung Puskeskel, namun terkendala tanahnya yang masih di tempati warga.

Diuraikan dalam hal pembangunan gedung PAUD baru, sudah masuk agenda usulan tahun 2021, ini merupakan program kelurahan Tenggarang.

Kami selaku lurah akan berusaha semaksimal mungkin untuk membangun fasilitas dan kenyamanan yang ada di wilayah kelurahan tenggarang, tegas Lurah Sudarsono. (dar/ari)

Sarasehan Tematik 1 Digelar Pada Forum Keserasian Sosial Desa Oro-Oro Ombo

LUMAJANG – Forum Keserasian Sosial Desa (FKSD), Oro – Oro Ombo menggelar kegiatan sarasehan dialog tematik pertama, Kamis (5/11/2020).

Suwarno Kepala Desa Oro Oro Ombo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang dalam kesempatan ini mengucapkan rasa terima kasih kepada undangan dari Dinas sosial Kabupaten Lumajang, Kesbanpol, Komisi VII DPRD serta warganya yang hadir dalam kegiatan yang penuh manfaat dan barokah ini.

Kegiatan sarasehan dialog tematik I yang bertempat d Desa Oro-Oro Ombo tersebut, dengan narasumber dari Dinas sosial kabupaten Lumajang terdiri dari Kepala seksi perlindungan sosial korban bencana alam dan orang terlantar Romawati, Camat Pronojiwo diwakili oleh Shoirin, Sugianto dari DPRD Komisi VII, Pendamping KS Santoso dan juga dari Ketua Keserasian Sosial Desa Oro Oro Ombo, Badrus Solihin dan undangan kegiatan tematik 1 dari warga Desa Oro Oro Ombo.

Suwarno menyampaikan, bahwa acara yang di gelar oleh Forum Keserasian Sosial Desa Oro-Oro Ombo ini dengan tujuan meredam perbedaan yang menimbulkan konflik sosial.

“Sarasehan dialog tematik bertujuan untuk menyeimbangkan konflik yang pernah ada, dengan harapan perbedaan tentang konflik sosial bisa teratasi,” jelas Suwarno.

“Dengan adanya kegiatan dari kementerian sosial ini, bisa membantu menyelesaikan permasalahan sehingga desa bisa kondusif dan berjalan dengan baik,” tambahnya.

Dia berharap, Desa Oro-Oro Ombo tetap kondusiif, bila ada masalah perlu di carikan solusi dengan musyawarah dan gotong royong.

“Tindak lanjutnya, agar forum ini tidak harus selesai saat tematik ini saja, kalau bisa tetap bisa selalu hadir bersama dengan warga agar desa makmur dan sejahtera,” ungkapnya lebih lanjut.

Sementara Rohmawati selaku Kasi Perlindungan Sosial Bencana Sosial dan Anak Terlantar pada Dinas sosial kabupaten Lumajang, mewakili Kepala Dinas Sosial Lumajang menyampaikan, kegiatan sarasehan dialog tematik I dengan tema gerakan revolusi mental kita pelihara gotong royong.

“Dengan tema gerakan revolusi mental ini, kita pelihara gotong royong sehingga bisa memunculkan rasa kepedulian dan kebersamaan dalam segala bidang, baik tentang penanganan covid-19 sampai pada masalah konflik sosial,” kata Rochmawati.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga memberikan apresiasi kepada warga Desa Oro Oro Ombo, karena yang hadir dalam sarasehan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selain menggunakan masker, di Balai Desa juga dilengkapi dengan tempat cuci tangan, masih kata dia.

Program Keserasian Sosial merupakan kegiatan dari Kementerian Sosial lewat usulan dari pelopor perdamaian dan forum Keserasian Desa Oro Oro Ombo, dimana dulu ada konflik sosial.

Oleh sebab itu konflik sosial yang dulu ada dapat segera diselesaikan secara musyawarah dan gotong royong.

Shoirin yang mewakili Camat Pronojiwo memberikan apresiasi buat rekan rekan yang tergabung dalam Forum Keserasian Sosial Desa Oro Oro Ombo. Menurutnya, hal ini memberikan langkah konkrit dan nyata untuk membantu baik itu pikiran dan tenaganya untuk desa.

“Dengan kegiatan sarasehan dialog tematik pertama ini, harapan agar warga desa Oro Oro Ombo yang dulu pernah ada konflik bisa dicarikan solusi secara musyawarah mufakat,” tuturnya.

Tak ketinggalan pula, Santoso, selaku Pendamping Keserasian Sosial Kabupaten Lumajang, menyampaikan agar Program Forum Keserasian Sosial ini, bisa dikerjakan secara bersama sama dengan semua penggerak dan warga Desa Oro Oro Ombo.

“Partisipasi masyarakat yang harus di butuhkan dan kami selalu siap membantu sampai benar benar kegiatan ini selesai dan tujuan bisa tercapai dengan tepat dan benar,” ujarnya.

“Kami dari pendamping KS dan forum keserasian sosial desa Oro Oro Ombo berharap dengan program dari kementerian sosial warga bisa meningkatkan rasa kerukunan, gotong royong semakin kuat dan guyub rukun untuk menuju desa yang sejahtera,” lanjutnya.

Senada dengan itu, disampaikan pula oleh Sugianto, Anggota DPRD Kabupaten Lumajang dari komisi VII, ia merasa bangga atas kerja dari Forum Keserasian Desa Oro Oro Ombo yang berkerja sama dengan pelopor perdamaian karena adanya rasa memiliki desa.

“Dan semua itu akan menjadi apresiasi dan nilai kami untuk selalu mendukung kegiatan warga yang benar benar membantu secara ikhlas, membangun desa Oro Oro Ombo. (eko)

Bencana Angin Puting Beliung Disertai Hujan Deras, Akibatkan Ratusan Rumah Warga Rusak

BONDOWOSO- Bencana alam angin puting beliung disertai hujan deras mengakibatkan ratusan rumah warga rusak di wilayah Kecamatan Tapen, Sukosari dan kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso Senin sore (9/11).

Akibatnya sebanyak 257 rumah warga mengalami rusak parah dan ringan.

Informasi yang berhasil dihimpun dari BPBD Bondowoso, ada ratusan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana alam di tiga Kecamatan tersebut. 9 desa di Kecamatan Tapen, 1 Desa di Kecamatan Sukosari, dan 2 desa di Kecamatan Sumberwringin.

Atas keprihatinannya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Bupati Salwa Arifin meninjau langsung ke lokasi bencana dan menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada para korban bencana alam angin puting beliung tersebut.

Bupati Salwa Arifin yang didampingi oleh Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triyatmoko menyerahkan bantuan sembako kepada korban tersebut. Dengan diawali dari Desa Gunung Anyar dan dilanjutkan Desa Wonokusumo Kecamatan Tapen. 

“Korban terdampak lainnya di Desa Sukosari, itu dipusatkan di Pucang Anom. Dan korban bencana puting beliung juga dialami oleh warga Desa Tegal Jati, kecamatan Sumberwringin,” papar Kukuh Triyatmoko saat dikonfirmasi.

Lebih lanjug disampaikan, akibat bencana puting beliung yang mengakibatkan ratusan rumah warga rusak, namun ada sekitar 7 rumah yang rusak parah,
yang lainnya rusak ringan dan rusak sedang.

Kukuh Triyatmoko menjelaskan, bahwa setelah pemberian sembako akan dilanjutkan dengan pemberian bantuan stimulan, Akan tetapi, saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan atau perkiraan kerugian, Dari perkiraan itu diberi stimulan 12,5 persen, Hal ini mengacu pada Peraturan Bupati. 

Peraturan Bupati itu, kurang lebih 12,5 persen dari kerusakan. Misalnya kerugiannya ditaksir Rp 20 juta, pemerintah bisa membantu. 12,5 persen untuk per KK itu, pungkasnya. (tim)

Peringati Hari Pahlawan Bupati Bondowoso Beserta (Forkopimda) melakukan upacara Di Taman Makam Pahlawan

Bondowoso – Dalam Rangka memperingati Hari Pahlawan 10 november 2020, Bupati Bondowoso Beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Jl. Diponegoro kotakulon kecamatan Bondowoso.

Dalam upacara ziarah nasional tersebut bertindak sebagai Inspektur Upacara Kapolres Bondowoso AKPB Erick Frendriz S.I.K., M.Si diikuti oleh kodim 0822, Polres Bondowoso, Yonif Raider 514/SY, Brimob Ki-B Polda Jatim, Organisasi Perangkat Daerah (OPD,PPM dan PPAD serta LVRI) dilingkungan Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan upacara ziarah nasional tersebut diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur demi memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya yang dikebumikan di taman makam Pahlawan (TMP).

Kegiatan upacara ziarah nasional tersebut berjalan lancar dan kondusif, ditutup dengan acara tabur bunga di setiap pusaran makam para pahlawan,dengan melaksanakan protokol kesehatan demi menjaga penularan covid 19.(tim)

Air Laut Pasang, Terjang Perahu Nelayan di Pesisir Pantai Kenjeran

SURABAYA – Perahu nelayan di pesisir pantai Kenjeran, Surabaya, disapu air laut pasang saat banjir rob menghantam kawasan tersebut, tepatnya di Kecamatan Kenjeran, Rabu (11/11/2020) malam.

Sebanyak 120 perahu yang ditambatkan, kurang lebih 40 perahu milik nelayan rusak hingga tenggelam akibat terjangan air laut pasang.

Ketinggian air laut di Selat Madura itu mencapai 1,5 meter hingga 2,5 meter. Sementara arah angin dari timur menuju tenggara dengan kecepatan 26 kilometer per jam.

Hali itu sebagaimana dikatakan Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto saat dikonfirmasi media pada Kamis (12/11/2020).

“Berdasar keterangan dari salah satu nelayan di lokasi, banjir rob terjadi pada Rabu (11/11/2020) pukul 21.00 WIB, atau tadi malam,” kata Irvan.

Menurut Irvan, air laut pasang itu nyaris masuk ke permukiman warga di kawasan pesisir Kenjeran, Surabaya.

Akibat kejadian itu, sebagian perahu para nelayan yang parkir di bibir pantai Kenjeran, tenggelam dan peralatannya hilang, lalu mereka segera memberi tahu petugas untuk melakukan evakuasi.

“Saat ini, perahu nelayan yang tenggelam dan rusak sudah dievakuasi ke bibir pantai. Total keseluruhan unit perahu yang berada di pantai berjumlah 120 unit,” kata Irvan.

“Sebagian perahu yang sudah di atas (bibir pantai) masih dalam tahap perbaikan,” ujar Irvan lebih lanjut.

Sementara petugas yang berada di lokasi banjir rob di antaranya dari BPB dan Linmas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, DPUBMP, DKRTH, Posko Terpadu Kedung Cowek, petugas Piket Taman Suroboyo, Kasatgas Kelurahan Bulak, dan Polsek Kenjeran Surabaya. (birosurabaya)

DPRD Barut Gelar Audensi Dengan Kemenkumham Kalteng

0

BARITO UTARA -DPRD Kabupaten Barito Utara, menggelar kegiatan rapat Audensi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)Provinsi Kalimantan Tengah.

Audensi tersebut dilanjutkan dengan kegiatan Konsultasi Publik, yang telah di langsungkan pada ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Barito Utara,Kamis(12/11/20).

Rapat Audensi dan Konsultaai Publik tersebut,dipimpin Wakil Ketua I DPRD Barito Utara,Parmana Setiawan,ST didampingi Wakil Ketua II,Sastra Jaya dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara,Ir.H.Jainal Abidin,MAP.Pejabat Kemenkumham Provinsi Kalteng,Unsur perangkat Daerah,Kalangan Akademisi,masyarakat adat dan masyarakat umum.

Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, Parmana Setiawan,ST menyampaikan kegiatan audensi DPRD dengan kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng, yang telah membantu DPRD Barito Utara dalam penataan dan evaluasi produk hukum di Daerah.

“Kegiatan ini terus dilanjutkan dengan Konsultasi Publik,Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Barito Utara, tentang bantuan hukum bagi masyaŕakat miskin yang langsung dipandu oleh Ketua Badan Legislasi(Baleg)Henny Roagiaty Rusli,”Kata Parmana Setiawan usai memimpin rapat kàmis siang.

Saat rapat dilangsungkan, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalteng, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Karyadi,SH.MH menyampaikan bahwa,banyak sekali potensi di Barito Utara ini,yang dapat menjadi aset dan Ikon yang harus dipatenkan,agar tidak mudah diklaim oleh pihak lain.

Selain itu, Karyadi mengapresiasikan, berterimakasih dan bangga terhadap Pemerintah Barito Utara, telah merealisasikan Raperda tentang bantuan hukum terhadap masyarakat miskin.

Ia juga menyebutkan, untuk kerjasama dengan DPRD ini,merupakan yang pertama kali diaudensikan tentu hal ini,menjadi penghargaan yang baik karena sudah menjalin silaturahmi dengan Kemenkumham Kalteng.

Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara,Ir.H.Jainal Abidin,M.AP, berharap agar segera direalisasikan naskah akademik Raperda Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin yang telah diajukan ke Dewan. Tujuan utama Raperda Bantuan Hukum Masyarakat Miskin yakni, mewujudkan Kabupaten Barito Utara menjadi tertib dan taat hukum.

Dengan adanya Raperda tersebut maka,dapat terbentuk Lembaga Bantuan Hukum di Kabupaten Barito Utara. hadirnya program bantuan hukum bagi masyarakat miskin sudah tepat karena, masyarakat kecil dapat terbantu dengan adanya bantuan tersebut, sehingga masyarakat miskin yang terkena masalah hukum bisa mendapatkan perlindungan dan juga pendampingan hukum, harap Jainal.

Program bantuan Hukum semacam ini,akan disebarluaskan dan disosialisasikan,sebab masih banyak masyarakat miskin yang memerlukan bantuan hukum dan belum mengetahui adanya program bantuan hukum ini,tutup Sekda.  (SS).

PERHUTANI JAWA TIMUR DAN KOPERASI HKTI TAMARA KERJASAMA KEMITRAAN OFFTAKER JAGUNG

0

JAKARTA –Perhutani Divisi Regional Jawa Timur menandatangani naskah nota kesepahaman dengan Koperasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Tani Makmur Sejahtera tentang kerjasama kemitraan skema offtaker untuk komoditi jagung di wilayah Perhutani Divisi Regional Jawa Timur yang dilaksanakan di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha Jakarta, Kamis sore, (12/11).

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Kepala Divisi Regional Jawa Timur Oman Suherman dan Ketua Koperasi HKTI Tani Makmur Sejahtera (Tamara) Mayjen (Purn) Winston P. Simanjuntak yang disaksikan oleh Ketua Umum HKTI Moeldoko dan Direktur Utama (Dirut) Perhutani yang di wakili oleh Natalas Anis Harjanto.

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mensinergikan kegiatan kedua belah pihak dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan hasil produksi pertanian komoditi jagung dari petani penggarap, dimana nantinya Koperasi HKTI Tamara sebagai offtaker dari hasil kerjasama pemanfaatan hutan maupun hasil produksi dari petani penggarap sehingga tercipta kerjasama yang saling menguntungkan dan terbentuknya sinergi mutualisme dalam usaha tersebut.

Mewakili Dirut Perhutani, Natalas Anis Harjanto selaku Direktur Perhutanan Sosial usai mendampingi penandatangan tersebut menyampaikan terimaksih kepada Koperasi HKTI Tamara dimana kedepan hasil dari petani dapat diserap. Dalam kesempatan itu Anis berharap agar ada bimbingan teknis (Bimtek) tanaman dari HKTI agar petani dapat meningkatkan produksinya.  Menurut Anis, sebenarnya masyarakat atau petani sudah paham namun untuk cara-cara unggul diperlukan bimbingan teknis agar yang biasanya per hektar hasil panen jagung antara 3 – 4 ton, maka diharapkan dengan adanya Bimtek nanti bisa meningkat lebih banyak lagi, ujarnya.

Ketua Umum HKTI Moeldoko dalam sambutannnya menyampaikan, dengan adanya kerjasama ini ia berharap petani mendapat sesuatu yang lebih. “Jadi petani harus kaya, tapi selama ini petani tidak berani bermimpi jadi kaya. Untuk itu harus ada strategi menuju kesana karena instrumen dan teknologinya sudah ada.  Jika petani panennya hanya 4 sampai 5 ton ya berat,” katanya.

Sementara Kepala Divisi Regional Jawa Timur Oman Suherman menyatakan, bahwa pihaknya bersama Koperasi HKTI Tamara sudah melakukan sosialisasi kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tuban dan KPH Parengan pada awal November 2020.

Progresnya kata Oman, sudah dalam tahap pembuatan demplot tanaman dengan benih jagung LG yang menggunakan pupuk riogen dan NPK bananas yang lokasi demplotnya berada di wilayah Perhutani KPH Tuban yakni sebanyak 7 demplot yang digarap oleh petani, yang masing-masing luasnya antara 0,5 – 0,75 hektar. Sedangkan lokasi demplot lainnya berada di wilayah Perhutani KPH Parengan yakni sebanyak 20 demplot.(Red)

Berbau Minyak, Perumda Tugu Tirta Malang Kuras Tandon Air di Wendit

MALANG – PDAM Kota Malang yang kini berganti nama Perumda Tugu Tirta, mencatat air berbau minyak berada yang berada di Jalan Borobudur dan sekitarnya.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta M Nor Muhlas mengatakan dirinya masih belum menemukan sumber penyebab air terkontaminasi bau minyak tersebut, sebab masih mendahulukan pelayanan.

“Air itu kecampuran solar. Tapi kami belum menemukan sumbernya. Kami dahulukan pelayanan. Kalau mencari sebabnya, itu nanti setelah semuanya beres,” ujarnya, Kamis (12/11/2020).

Petugas Perumda Tugu Tirta terlihat sedang berupaya menghilangkan bau minyak dengan cara menguras tandon air di Wendit.

“Untuk sementara kami buang airnya dulu sekitar satu hari untuk keperluan normalisasi tandon-tandon itu,” imbuhnya.

Namun ia mengestimasi bahwa proses normalisasi tandon tandon tersebut membutuhkan waktu agak lama, sebab untuk benar-benar normal tidak bisa cepat.

“Untuk bisa normal itu, saya kira tidak cepat. Air tidak seperti listrik, begitu disambung langsung nyala semua. Seperti itu logikanya,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat juga turut membersihkan jaringan air yang ada di dalam rumahnya masing masing, agar air tidak tercemar lagi.

“Kalau tidak dibersihkan oleh yang punya rumah, air akan tetap bau. Jadi harus dibuang dulu.” Tandasnya. (biromalang)