Home Blog Page 1914

Bupati Launching Eco Pesantren di Ponpes Asy Syarifiy

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq me launching Eco Pesantren di Pondok Pesantren Asy Syarifiy Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Selasa (27/10/2020). Launching tersebut ditandai dengan pelepasan burung sebagai simbol kepedulian terhadap ekosistem lingkungan.

Dalam sambutannya, Bupati Lumajang mengaku bangga dengan adanya pondok pesantren di Kabupaten Lumajang yang mengusung konsep ramah lingkungan.

“Saya tentu sangat bangga Kabupaten Lumajang memliki pesantren yang menjadi prototipe pesantren yang ramah lingkungan, saya yakin Ponpes Asy Syarifiy betul-betul dikelola dengan keberpihakan kepada lingkungan,” terangnya.

Selanjutnya, Eco Pesantren nantinya akan dikuatkan sebagai dukungan Pemerintah Kabupaten Lumajang membentuk karakter calon pemimpin bangsa dari kalangan santri.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati menyampaikan konsep ramah lingkungan yang diusung Ponpes Asy Syrifiy merupakan sebuah potensi yang harus didukung oleh pemerintah. Konsep Eco Pesantren merupakan embrio untuk selanjutnya diterapkan di lembaga yang lain.

“Di Kabupaten Lumajang, kami berniat untuk mewujudkan konsep Eco Pesantren sebagai titik awal berbudaya peduli lingkungan dalam sehari-hari,” ujarnya. (red)

Bambang Riyanto Anggota DPRD Fraksi Golkar Laksanakan Reses di Desa Sumbermujur

CANDIPURO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Lumajang dari Fraksi Golkar, Bambang Riyanto melakukan Reses di Gasebo Wisata Alam Hutan Bambu, Desa Sumbermmujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Selasa, (23/10/2020).

Reses merupakan salah satu agenda wajib DPRD diluar sidang yang bertujuan untuk menyerap aspirasi serta keluh kesah Warga dan juga sebagai ajang silaturahmi.

Dalam Reses kali ini, Bambang Riyanto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota jama’ah Desa Sumbermujur karena dirinya dapat melaksanakan serap aspirasi pada masa sidang ketiga tahun 2020.

Bambang mengungkapkan rasa syukurnya karena tingkat kehadiran masyarakat di acara serap aspirasi masa sidang ke tiga tahun 2020 kali ini berjalan lancar.

“Nanti kedepannya, setiap jama’ah mengadakan kegiatan, akan saya bantu. Mudah mudah bantuan dalam bentuk al jiduri al banjari ini dapat bermanfa’at bagi kegiatan jama’ah yang ada di Desa Sumbermujur,” kata Bambang.

Sementara Kepala Desa Sumbermujur, Sapi’i yang turut hadir mendampingi Bambang, menyampaikan terima kasih karena resesnya kali ini berada di Desa Sumbermujur.

“Paling tidak anggaran tahun 2021, mas Bambang bisa memberikan bantuan berupa alat alat al banjari dan juga alat alat rukem yang ada di desa Sumbermujur. Bahkan, tiap dusun bisa mengusulkan 3 rukem,” ungkap Sapi’i.

Diketahui, Bambang Riyanto merupakan Anggota DPRD Kabupaten Lumajang, dari anggota partai berlambang pohon beringin.

Reporter : Markasan
Editor : Bmbang

Nota Kesepakatan KUA PPAS 2021 Ditandatangani Pemkab Bersama DPRD

0

BARITO UTARA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Utara(Barut) melaksanakan rapat paripurna dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran(KUA)dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara(PPAS)APBD Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran 2021 di ruang sidang paripurna DPRD,Selasa (27/10/20). 

Rapat Paripurna masa sidang I tahun 2020 tentang penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS tersebut dipimpin Ketua DPRD Ir.Hj.Mery Rukaini,didampingi Wakil Ketua I,Parmana Setiawan, Wakil Ketua II,Sastra Jaya beserta anggota DPRD dari masing-masing Komisi I,II dan Komisi III.Dihadiri langsung oleh Bupati Batara H.Nadalsyah,Sekda Barito Utara Ir.H.Jainal Abidin,FKPD serta Kepala SOPD. 

Bupati Batara H.Nadalsyah mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS ini sebagai tindakan lanjut dari proses pengganggaran APBD tahun anggaran 2021 mendatang. 

“KUA dan PPAS ini disusun mengacu pada Visi dan Misi pembangunan daerah tahun 2018-2023,yang bertumpu pada percepatan pembangunan daerah Barito Utara.Sebagai landasan percepatan pembangunan daerah serta pencapaian agenda pembangunan daerah,yang disinergikan dengan prioritas pembangunan provinsi dan nasional,”kata Bupati H.Nadalsyah 

Menurutnya, prioritas pembangunan Barito Utara berdasarkan RPJMD tahun 2018-2023 yaitu pertama Infrastruktur dan Energi, kedua Pendidikan dan Kesehatan,ketiga Peningkatan Ekonomi Masyarakat,keempat Sosial,Budaya,Pariwisata dan Lingkungan Hidup, kelima Reformasi,Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintah yang baik.

Nadalsyah menyampaikan, penyusunan KUA-PPAS anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Barito Utara tahun anggaran 2021 yang mempunyai nilai strategis dalam memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat dan masa depan Kabupaten Barito Utara. 

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih, kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang telah melakukan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah(TAPD),hingga hari ini dilakukan penandatanganan nota kesepakatan,KUA-PPAS Tahun Anggaran 2021 yang nantinya akan menjadi acuan Pemerintah Kabupaten Barito Utara. 
Rapat paripurna yang telah dilangaungkan tersebut dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. (SS).

Deklarasi FKPRM, Membangun Wadah Para Pemimpin Redaksi Media se Jawa Timur.

LUMAJANG – Sedikitnya 75 Pemimpin Redaksi dari Media Cetak, TV, Radio dan berkumpul di Pantai Watu Ulo Kabupaten Jember, Minggu (25/10/2020).

Para jurnalis dari berbagai media ini mengikuti deklarasi Forum Komunikasi Pimpinan Redaksi Media (FKPRM) Jawa Timur.

Kegiatan tersebut dikemas sangat sederhana, menggunakan tenda berwarna ungu yang berdiri gagah di atas pasir. Sementara angin pantai berhembus kencang mengiringi rangkaian acara diantara suara ombak laut berdebur.

Ketua FKPRM, Agung Santoso mengatakan, FKPRM ini dibentuk sebagai wadah para pemimpin redaksi media yang bersifat independen, bukan kumpulan organisasi pers dan perusahaan pers.

Menurutnya, keberadaan FKPRM cukup membuat magnet tersendiri bagi siapa saja yang mulai mengenal wadah para pemimpin redaksi media di Jawa Timur.

“Hal ini terbukti saat pertama FKPRM mengadakan rakor (rapat Koordinasi) di Kabupaten Magetan 25 September 2020. Dalam Rakor tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Magetan Sujatno,” terang Agung usai gelaran acara.

“Bukti kedua, pada deklarasi FKPRM di pantai watu ulo Jember 25 Oktober 2020 , juga di hadiri oleh anggota komisi A DPRD Jatim dari Dapil 2 Kab. Lumajang dan Jember Karimullah Dahrujiadi,” lanju dia.

Deklarasi FKPRM yang dihadiri pemimpin redaksi dari berbagai media di Jawa Timur ini berlangsung lancar, mulai dari persiapan, proses deklarasi hingga ramah tamah.

Pada kesempatan itu, Anggota DPRD Propinsi Jawa Tìmur Karimullah Dahrujiadu dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya siap menjadi penasehat FKPRM dan siap mendukung gagasan dan konsep yang disampaikan oleh FKPRM.

“Saya di komisi A DPRD Jawa Timur, mendukung konsep dan gagasan FKPRM, mari kita komunikasi lebih lanjut setelah deklarasi ,” ujar Karim.

Sedangkan Ketua FKPRM Agung santoso menegaskan, dalam deklarasi di pantai Watu Ulo Kabupaten Jember ini menghasilkan 7 pernyataan sikap di antaranya :

  1. FKPRM di Jawa Timur sepakat bahwa keberadaan media (CETAK,TV/RADIO,ONLINE) dalam kinerjanya dengan Lembaga /Institusi baik negeri, Swasta BUMN, Lembaga Non Pemerintah yang Anggarannya Bergantung Pemerintah Mengacu pada UU PERS TAHUN 1999, yakni berbadan HUKUM PERSEROAN TERBATAS (PT).
  2. FKPRM DI Jawa Timur sepakat untuk peningkatan Mutu Jurnalis mempercayakan sepenuhnya Kepada KOMINFO Kabupaten dan Kota mengadakan UKJ (UJI KEMAMPUAN JURNALIS) dengan standarisasi materu ujian yang telah di gunakan DEWAN PERS untuk Lembaga Penguji UKW selama ini .

UKJ mempunyai tingkatan wartawan MUDA, MADYA, UTAMA, Sedang tentang Jenjang waktu dari MUDA KE MADYA, MADYA KE UTAMA akan dikomunikasikan dengan KOMINFO SE JATIM DAN FKPRM yang ada di Kabupaten dan Kota.

Kominfo kabupaten dan kota sesuai otonomi daerah akan mengatur Pendataan Pembinaan, Pengawasan dan Evaluasi Media di daerahnya masing masing selanjutnya berkordinasi dengan Kominfo Pemprov dan Pusat.

Dewan Pers yang masuk UU PERS akan berkoordinasi dengan Kominfo Pusat tentang Tupoksi yang dilakukan sesuai perkembangan.

  1. Makin Maraknya Kejadian pelecehan kriminalisasi dan kekerasan terhadap Jurnalis, maka, FKPRM membentuk Asosiasi Advokat Media, hal ini bentuk perlindungan terhadap para Jurnalis dalam menghasilkan karya Jurnalistik sesuai KEJ (Kode Etik Jurnalistik).

Pembentukan assosiasi Advokat Media akan di tindak lanjuti MoU dengan Aparat Kepolisian untuk PKK ( Pelecean Kriminalisai, Kekerasan) dan Kejaksaan untuk kasus Korupsi dan Pungli.

  1. Berlatar belakang dari kekosongan literasi Media yang ditujukan untuk peningkatan mutu jurnalis selanjutnya berdampak pada mutu Media maka FKPRM sepakat pembentukan perpustakaan PERS di setiap Kabupaten dan kota dengan berkordinasi dengan Perpustakaan, Kominfo Kabupaten dan kota dengan tujuan pengadaan buku bacaan dan gedung ruang baca.
  2. FKPRM sepakat untuk belanja media baik tingkat Provinsi, Kabupaten dan kota di sesuaikan dengan anggaran namun tidak membedakan media kecil dan besar, meskipun ada unsur kebijakan yang tidak ada dalam aturan tertulis.

Gubernur Jawa Timur Memberikan sebuah keyakinan bahwa tumbuhnya potensi dan dikenal kalayak pada 38 Kabupaten dan Kota Tidak terlepas peran aktif anggota FKPRM di Jawa Timur, untuk itu tidak berkelebihan gubernur memfasilitasi sebelum mengesahkan APBD 2021 Kabupaten dan Kota, para Bupati dan walikota memperhatikan FKPRM DI 38 Kabupaten dan kota..

  1. FKPRM yang ada di Jawa Timur siap menyajikan karya Jurnalistik yang tidak ada unsur HOAX, RADIKAL, SARA, ADU DOMBA, Terutama menghadapi 19 Pilkada di JawaTimur.
  2. FKPRM Sepakat menghadapi Pandemi COVID -19 di Jatim yang menuju zona hijau kedepanya memberikan Iklan Layanan Masyarakat dengan berbagai bentuk kemasan yang beredukasi.

Dari ketujuh pernyatan sikap ini Agung Santoso berharap bisa terealisai dengan baik di semua Kabupaten dan kota se Jawa Timur. “Saya berharap pernyataan sikap ini bisa di laksanakan di Kabupaten dan kota se Jawa Timur,” pungkas Santoso. (tim)

Pemkel Tenggarang Gelar Khotmil Qur’an, Dalam Rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

BONDOWOSO- Bertempat di aula kelurahan Tenggarang Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso, gelar Khotmil Qur’an dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H.

Dalam acara tersebut di hadiri oleh seluruh staf kelurahan dan keluarga,Babinsa,Babinkamtibmas,dan seluruh guru ngaji se kelurahan tengarang.

“Harapan dari acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan khotmil Quran ini, supaya memperarat tali silahtur rahmi antara Ulama’ dan umaro’ demi terciptanya kehidupan sejahtera,aman dan tenram, ” papar lurah Sudarsono S.sos.

Begitu pula apa yang di katakan ustad Sukaryo S.sos bahwa tidak bisa di pisahkan
antara Al Qur’ an dengan Rasulullah saw karena setiap ucapan dan perbuatan Rasulullah cerminan dari Al Quran, sebagai mana firman ALLAH sesungguh perkataan Mu( Muhammad) adalah wahyu dari ALLAH SWT.

Termasuk antara Ulama’ dan Umaro, “harus jangan sampai bersebrangan, biar ummat ( masyarakat) tidak menjadi bingung, Ulama’ dan Umaro’ harus sejalan ,apabila Umaro’ ada sedikit kekeliruan Maka wajib Ulama’ menasehatinya. “Imbuhnya.

Dalam acara ini berjalan dengan lancar, khitmad dan penuh rasa kekeluargaan dan merperhatikan protokol kesehatan.( Ari/dar)

Satlantas Polres Bondowoso Melakukan Operasi Zebra Semeru Selama 14 Hari Kedepan

BONDOWOSO – Satlantas Polres Bondowoso  melakukan operasi Zebra Semeru selama 14 hari kedepan, Sedikitnya ada delapan pelanggaran yang menjadi sasaran penindakan.

“Delapan Sanksi penindakan diantaranya, tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, menggunakan hp saat berkendara, melebihi batas kecepatan, tidak menggunakan keselamatan, berkendara belum cukup umur, berkendara di pengaruh alkohol, kelengkapan surat-surat berkendara,” tegas Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz usai pimpin Sosialisasi Operasi Zebra Semeru, Senin (26/10/2020).

Beliau menerangkan operasi yang dilaksanakan pada 26 Oktober samapai dengan 8 November 2020 itu, dalam pelaksanaan kegiatan tetap mengedepankan pola preemtif, preventif, dan penindakan.

 “Operasi Zebra tahun ini dilaksanakan masih dalam situasi pandemi COVID-19. Karena itu, pihaknya tetap akan menunjukkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan selama penindakan.

“Karena ini masa pandemi maka selama operasi tetap memperhatikan penghindaran terhadap kerumunan,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Bondowoso, AKP Didik Sugiarto,menambahkan, tujuan dari operasi zebra tak lain untuk meningkatkan Ketertiban lalulintas di jalan. Termasuk, pengurangan jumlah kecelakaan lalu lintas, dan korban vatalitas lakalantas, menjelaskan preventif merupakan bentuk pembinaan kepada masyarakat pengguna jalan, memiliki tujuan untuk melakukan langkah pencegahan terhadap berbagai pelanggaran norma, sedangkan pengendalian represif miliki tujuan untuk penindakkan terhadap pelanggaran norma, agar menimbulkan efek jera buat para pelakunya.pungkasnya (dar).

Dinsos Jatim Resmikan Program Keserasian Sosial Desa

LUMAJANG — Bertempat di Balai Desa Madurejo Kecamatan Pasirian, Forum Keserasian Sosial Desa (FKSD), menggelar kegiatan dialog tematik II sekaligus peresmian bangunan fisik berupa saluran Drainase di Desa Madurejo Kecamatan Pasirian, Rabu (14/10/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinsos Jatim, Joko Sumbowo, Camat Pasirian, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Orang Terlantar Dinsos Lumajang, Kepala Desa Madurejo, Pendamping Keserasian sosial kabupaten lumajang, Koordinator Taruna Siaga Bencana kabupaten Lumajang, juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa setempat.

Joko Sumbowo, menyampaikan, bahwa kegiatan forum keserasian sosial ini merupakan program dari kementerian sosial. Disamping itu ada pula beberapa kegiatan seperti dialog tematik I sampai kegiatan tematik II. Sedangkan untuk pembangunan fisiknya berupa pembuatan saluran drainase.

Dalam kesempatan itu, Joko Sumbowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah bersama sama mensukseskan kegiatan ini aman dan lancar sampai selesai.

Lebih lanjut dikatakan, pelaksanaan program dari kementerian sosial yang berupa drainase ini, dikerjakan secara bergotong royong, sehingga proses pengerjaannya lebih mudah.

“Program dari kementerian sosial ini, terlebih dahulu adanya usulan dari masyarakat desa yang dulu ada konflik di bidang pengairan. Dengan adanya usulan tersebut kemudian diteruskan oleh Forum Keserasian Sosial Desa (FKSD) Madurejo,” tutur Joko.

Sementara Rosmawati Biana, selaku kasi perlindungan sosial korban bencana sosial dan orang terlantar pada Dinas Sosial Kabupaten Lumajang menyampaikan, bahwa kegiatan dialog tematik II dengan tema Kerukunan dan kebersamaan ciptakan keharmonisan masyarakat.

Warga berharap, perangkat Desa, Polisi, TNI serta elemen lainnya bisa selalu menjaga kerukunan, baik dengan optimalkan musyawarah mufakat ataupun melakukan berbagai kegiatan bersama seperti gotong royong.

“Dengan adanya bangunan saluran drainase ini diharapkan agar konflik sosial yang dulu pernah ada, bisa terpecahkan sehingga warga bisa guyub rukun kembali,” ujar Rosmawati

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Sunasip juga menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan di desanya dengan harapan kedepannya, apa yang sudah dikerjakan dapat dijaga dan rawat.

Selain itu dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang ikut berpartisipasi, mulai dari diaolog I sampai dengan diaolog tematik II dan juga peresmian bangunan saluran drainase ini.

Lebih khusus ucapan terima kasih disampaikan kepada FKS Desa Madurejo yang selalu membantu dan ikut serta dalam memajukan desanya.

Lebih lanjut ia berharap, kedepannya Dinas Sosial Kabupaten Lumajang bisa terus hadir dalam memberikan informasi dan penyuluhan untuk warga Madurejo sehingga bisa selalu sinkronisasi dan terus berlanjut pada program program yang lain, karena di Desa Madurejo banyak potensi potensi kesenian oleh karenanya perlu wawasan dan bantuan agar kesenian tetap terjaga dan dilestarikan.

Rudik M Kholik, selaku pendamping keserasian sosial kabupaten Lumajang pun turut menyampaikan, bahwa program daru kementerian sosial ini sangat transparan, itu terbukti saat pelaksanaan tematik I sampai tematik II semuanya dipaparkan secara luas pada warga yang hadir.

Nantinya, peserta bisa melihat bangunan drainase yang sudah selesai dan sekaligus prasasti keserasian sosial Desa Madurejo menjadi saksi, bahwa konflik yang dulu pernah ada sudah ada solusi dan berharap warga semakin rukun dengan adanya program dari kementerian sosial, banyak program terutama bidang kesenian agar budaya lokal bisa tetap dilestarikan.

Mokhamad Eko Santoso, koordinator taruna siaga bencana kabupaten Lumajang, menyampaikan Tagana akan selalu bersinergi dengan pelopor perdamaian dalam membantu masyarakat yang mengalami bencana.

Untuk program yang digagas oleh forum keserasian sosial Desa Madurejo memberikan apresiasi karena mereka sangat peduli terhadap desanya. ( tim)

Goresan Badan Mirip Cacing Pita Hebohkan Dunia Maya

MALANG – Unggahan Tasqia Syabira, hebohkan jagat dunia maya karena lewat instagram storynya, memajang foto X-ray yang memperlihatkan badan yang dipenuhi dengan garis-garis tegas seperti goresan luka, dikutip dari portal Malang Raya.

Goresan goresan itu banyak yang menduga sebagai penampakkan cacing pita. Ngeri saat dilihat. Namun sebenarnya goresan tersebut adalah susuk yang berasal dari logam yang berada di dalam tubuh wanita berusia 55 tahun, jika dihitung jumlahnya bisa ratusan biji.
“Pasien wanita usia 55 tahunan di Xray. Nah kalo ini susuknya ada berapa? Itung sendiri deh ya:),” tulis Tasqia dalam unggahan story pada akun @tasyabira miliknya.

Dijelaskan Tasqia, susuk dalam dunia medis atau biasa disebut sebagai Charm Needles yang dapat terbuat dari emas atau pun tembaga. Sehingga ketika dilakukannya Xray akan terlihat jelas bentuknya.

Namun ketika pengguna susuk tersebut melakukan operasi pembedahan, susuk tersebut tidak akan terlihat dan hanya dapat secara jelas melalui Xray saja.

“Susuk ini jarang menyebabkan kompilasi jadi biasanya pas di X-ray tuh kek “gak sengaja” ketemu. Di X-ray ada, tapi kalo dibedah ga ada gituuuu, mengenai bahaya penggunaan susuk bahkan sampai menyebabkan infeksi,” imbuhnya.

Namun sampai saat ini, Tasqia sendiri juga merasa bingung mengapa susuk tidak dapat terlihat saat operasi.

“Kenapa bisa masuk X-ray? Karena terbuatnya dari emas sama tembaga, jadi pas di X-ray keliatan. Kenapa pas di bedah gada? Wah, saya juga gatau nih:). Di jurnal ini juga masih menjadi misteri ceritanya, dan itu tantangannya kalo susuk ini sampe jadi infeksi, susah nyarinya,” terangnya.

Gambar Xray yang telah diunggah tersebut viral hingga menuai berbagai macam komentar dari para netizen karena tidak sedikit yang mengakui ngeri saat melihatnya.

“Susuk bukannya kembalian yak?” komentar salah satu netizen

“Susuk di panggul kena Xray jadi kaya bakteri,” tulis netizen.

“Gw kira cacing pita dah,” imbuh netizen lain. (srj)

Loyalis Perubahan Bangkalan Gelar Aksi Protes Pemotongan BOP

BANGKALAN — Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Loyalis Perubahan Bangkalan (LPB) Bangkalan, menggelar aksi ke Kantor Kemenag Bangkalan, Rabu (21/10/2020).

Peserta aksi dikawal dengan ketat oleh aparat kepolisian. Mereka mendatangi kantor Kemenag Bangkalan dan memprotes Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Covid 19 dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Dalam kesempatan itu, Demonstran meminta Kemenag Bangkalan agar brtindak dan memastikan bahwa bantuan BOP Covid untuk MDT tersampaikan secara utuh tanpa adanya potongan.

Dalam orasinya, Korlap aksi Munawir menuding ada dugaan pemotongan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tak tanggung tanggung, ia menyebutkan salah satu selolah di Kecamatan Blega dipotong hingga 50 persen.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Jangan sampai lembaga madrasah sebagai tempat mencari ilmu dijadikan ladang,” ujar Nawir dalam orasinya.

Banyak Yayasan yang menyelenggarakan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Pondok Pesantren tidak paham kalau mendapat bantuan kata dia.

Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan, Abd Haris saat menemui massa aksi mempersilakan untuk masuk ruangan dan meminta bukti-bukti dugaan pemotongan tersebut.

Menanggapi aspirasi massa aksi tersebut pihaknya mengatakan tidak mengetahui perihal isu dugaan pemotongan BOP Tesebut.

“Kami tidak tahu hal itu karena tidak ada laporan masuk ke kami, dan kalau memang ada tentu kami akan melakukan tindakan-tindakan lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut Abdul Haris, proses pencairan dana BOP tersebut tidak melalui Kemenag Bangkalan. Melainkan langsung dari Kemenag Pusat yang langsung ditransfer ke rekening lembaga masing-masing.

Ia mengatakan, Kementerian Agama RI sudah mengeluarkan surat edaran bahwa dana bantuan tersebut harus diterima secara oleh lembaga penerima bantuan.

“Bantuan itu tidak boleh diberikan kepada siapapun apalagi ada pemotongan, karena bantuan harus dimanfaatkan sesuai juklak dan juknis yang ada,” katanya.

Mendapat jawaban dari pihak Kemenag Bangkalan tersebut, sekelompok aksi kemudian membubarkan diri dengan damai, namun mereka masih tetap dalam pengawalan aparat kepolisian. (tim)

Seniman Sampang Gelar Pameran Tunggal Bertajuk Dua Sisi

SAMPANG – Komunitas Perupa Sampang (KPS), Madura, Jawa Timur menggelar pameran tunggal dua sisi dan launching Eduwisata Batik.

Pameran tunggal bertajuk Dua Sisi tersebut bernuansa batik yang mengangkat kearifan lokal daerah Sampang.

Acara pameran belangsung selama satu pekan ke depan, sejak peresmian Eduwisata Batik Sampang pada tanggal 17 sampai 25 Oktober 2020.

Hartono, perintis lembaga pelatihan batik Salose Sampang saat melakukan pameran lukisan bernuansa batik khas budaya berbeda menceritakan masing masing karyanya.

“Kami sengaja melakukan pameran lukisan bernuansa batik. Namun, masing-masing dari 14 karya menceritakan tentang khas, budaya dan makna tersendiri yang berbeda,” ujarnya, Jumat (23/10/2020).

Hartono memastikan dirinya sudah lama merintis lembaga pelatihan batik Salose Sampang, sebagai sarana edukasi untuk mengembangkan batik tulis yang dapat diikuti, pelajar dan masyarakat umum.

“Supaya generasi muda mempunyai wawasan lebih luas dalam mengembangkan budaya dan karya sandang batik,” lanjut Hartono.

Sementara Ketua KPS, Chairil Alwan mengaku sangat bangga terhadap anggota seniman yang telah membuktikan dan menunjukkan aneka ragam karya bernuansa batik tulis.

“Melihat karya pameran tunggal Dua Sisi, sangat memberikan motivasi baru dan mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi melestarikan budaya khususnya melalui kesenian,” jelasnya.

Chairil menilai, Eduwisata Batik Sampang sangat tepat menjadi salah satu referensi bagi calon pengrajin batik tulis dan dapat mengikuti pelatihan bagaimana cara membatik dengan mahir dan profesional.

“Yang tak kalah pentingnya, masyarakat dapat menawarkan program kegiatan terkait batik-membatik,” pungkasnya.(tim)