LUMAJANG — Bertempat di Balai Desa Madurejo Kecamatan Pasirian, Forum Keserasian Sosial Desa (FKSD), menggelar kegiatan dialog tematik II sekaligus peresmian bangunan fisik berupa saluran Drainase di Desa Madurejo Kecamatan Pasirian, Rabu (14/10/2020).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinsos Jatim, Joko Sumbowo, Camat Pasirian, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Orang Terlantar Dinsos Lumajang, Kepala Desa Madurejo, Pendamping Keserasian sosial kabupaten lumajang, Koordinator Taruna Siaga Bencana kabupaten Lumajang, juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa setempat.
Joko Sumbowo, menyampaikan, bahwa kegiatan forum keserasian sosial ini merupakan program dari kementerian sosial. Disamping itu ada pula beberapa kegiatan seperti dialog tematik I sampai kegiatan tematik II. Sedangkan untuk pembangunan fisiknya berupa pembuatan saluran drainase.
Dalam kesempatan itu, Joko Sumbowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah bersama sama mensukseskan kegiatan ini aman dan lancar sampai selesai.
Lebih lanjut dikatakan, pelaksanaan program dari kementerian sosial yang berupa drainase ini, dikerjakan secara bergotong royong, sehingga proses pengerjaannya lebih mudah.
“Program dari kementerian sosial ini, terlebih dahulu adanya usulan dari masyarakat desa yang dulu ada konflik di bidang pengairan. Dengan adanya usulan tersebut kemudian diteruskan oleh Forum Keserasian Sosial Desa (FKSD) Madurejo,” tutur Joko.
Sementara Rosmawati Biana, selaku kasi perlindungan sosial korban bencana sosial dan orang terlantar pada Dinas Sosial Kabupaten Lumajang menyampaikan, bahwa kegiatan dialog tematik II dengan tema Kerukunan dan kebersamaan ciptakan keharmonisan masyarakat.
Warga berharap, perangkat Desa, Polisi, TNI serta elemen lainnya bisa selalu menjaga kerukunan, baik dengan optimalkan musyawarah mufakat ataupun melakukan berbagai kegiatan bersama seperti gotong royong.
“Dengan adanya bangunan saluran drainase ini diharapkan agar konflik sosial yang dulu pernah ada, bisa terpecahkan sehingga warga bisa guyub rukun kembali,” ujar Rosmawati
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Sunasip juga menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan di desanya dengan harapan kedepannya, apa yang sudah dikerjakan dapat dijaga dan rawat.
Selain itu dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang ikut berpartisipasi, mulai dari diaolog I sampai dengan diaolog tematik II dan juga peresmian bangunan saluran drainase ini.
Lebih khusus ucapan terima kasih disampaikan kepada FKS Desa Madurejo yang selalu membantu dan ikut serta dalam memajukan desanya.
Lebih lanjut ia berharap, kedepannya Dinas Sosial Kabupaten Lumajang bisa terus hadir dalam memberikan informasi dan penyuluhan untuk warga Madurejo sehingga bisa selalu sinkronisasi dan terus berlanjut pada program program yang lain, karena di Desa Madurejo banyak potensi potensi kesenian oleh karenanya perlu wawasan dan bantuan agar kesenian tetap terjaga dan dilestarikan.
Rudik M Kholik, selaku pendamping keserasian sosial kabupaten Lumajang pun turut menyampaikan, bahwa program daru kementerian sosial ini sangat transparan, itu terbukti saat pelaksanaan tematik I sampai tematik II semuanya dipaparkan secara luas pada warga yang hadir.
Nantinya, peserta bisa melihat bangunan drainase yang sudah selesai dan sekaligus prasasti keserasian sosial Desa Madurejo menjadi saksi, bahwa konflik yang dulu pernah ada sudah ada solusi dan berharap warga semakin rukun dengan adanya program dari kementerian sosial, banyak program terutama bidang kesenian agar budaya lokal bisa tetap dilestarikan.
Mokhamad Eko Santoso, koordinator taruna siaga bencana kabupaten Lumajang, menyampaikan Tagana akan selalu bersinergi dengan pelopor perdamaian dalam membantu masyarakat yang mengalami bencana.
Untuk program yang digagas oleh forum keserasian sosial Desa Madurejo memberikan apresiasi karena mereka sangat peduli terhadap desanya. ( tim)