Home Blog Page 1841

Kecamatan Grujukan Gelar Musrenbang Tahun 2022

BONDOWOSO – Musrenbang Kecamatan Grujukan Kabupaten Bondowoso dilaksanakan di Pendopo Kecamatan pada Senin (22 /2/2021), dengan mengedepankan protokol kesehantan covid 19.

Nampak hadir dalam acara tersebut perwakilan dari BAPPEDA, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Anggota DPRD Bondowoso H Mansur, Subangkit Dapil 4, Muspika dan Kepala Desa se Kecamatan Grujukan. 

Musrenbang Kecamatan ini dibuka langsung oleh Camat Grujukan Drs Subhan, M,Si.  Dalam  sambutanya Camat menyampaikan Musrenbang adalah salah satu tahapan dalam, penyusunan dokumen perencanaan pembangunan, yang dilaksanakan secara berjenjang.

“Musrenbang Kecamatan merupakan forum musyawarah antar para pemangku kepentingan, untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas, tercantum dalam Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes), diintegrasikan dengan prioritas pembangunan desa di wilayah Kecamatan Grujukan,” papar Camat.

Senada dengan Camat, dari tim Bappeda juga menyampaikan, Tujuan dari musrenbang Kecamatan adalah,
membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan Desa yang menjadi prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan.

Membahas dan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan, Menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi Perangkat Daerah.

“Hasil musrenbang kecamatan  adalah daftar prioritas kegiatan pembangunan di wilayah Kecamatan, yang dibahas pada Forum OPD dan Musrenbang Tingkat Kabupaten, didanai melalui APBD dan sumber pendanaan lainnya.Terpilihnya delegasi Kecamatan untuk mengikuti Musrenbang  di tingkat Kabupaten.” Tegasnya.

Dalam pantuan gempurnews pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Grujukan, meski dalam suasana di guyur hujan, namun acara tersebut dalam situasi aman dan lancar. (Dar).

Tangkal Kejahatan Siber, Kapolda Jatim Terima Audiensi Provider Seluler

Surabaya – Dalam rangka menangkal kejahatan Siber yang marak melalui provider, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menerima audiensi dari perwakilan pimpinan Provider Seluler. Diikuti oleh perwakilan Pimpinan Provider XL, 3, dan Indosat. Kegiatan berada di di Lobby Tribrata Lt.II, Polda Jatim, Senin pagi, 22 Pebruari 2021.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dirintelkam Polda Jatim, Dirreskrimum Polda Jatim, Dirreskrimsus Polda Jatim, Perwakilan Provider XL, Perwakilan Provider Indosat dan Perwakilan Provider 3

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menuturkan, kami menerima audiensi dengan untuk menjaga hubungan baik dengan Perwakilan Pimpinan Provider XL, 3, dan Indosat di Mapolda Jatim.

“Kami juga sampaikan, bahwa Provider seluler akan memperkuat Sinergitas dengan Polda Jatim serta Polda Jatim siap bersinergi dan siap membantu Provider seluler dalam Koordinasi dan Komunikasi kedepannya, ” tuturnya. Senin (22/02/2021)

Kegiatan berlangsung dalam keadaan tertib dan lancar serta tetap mematuhi protokol kesehatan. (tim)

Jalan Kertowono – Tunjung Semakin Parah, Pemkab Lumajang Dinilai Abai

GUCIALIT – Kerusakan jalan lintas penghubung Desa Kertowono ke Desa Tunjung Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang semakin parah, Senin (22/02/2020)1).

Kondisi jalan rusak milik Pemkab Lumajang tersebut hngga saat ini belum ada tanda tanfa akan dilakukan perbaikan, sehingga membuat kerusakan jalan semakin parah.

Menurut pengakuan warga setempat, jalan tersebut kini sudah bukan seperti jalan, mereka menyebut “sawah beroh” (ladang lumpur-red).

“Saat ini jalan sudah sangat rusak, penuh lumpur dan berlubang persis seperti kubangan kerbau, kalau sudah musim hujan kayak gini, waduh jangan coba coba lewat sini, mas. Bisa bisa mandi lumpur pean,” kata Samiari (44) salah seorang pengguna jalan saat diwawancarai wartawan, Senin (22/02/2021).

Dia menyebut kerusakan jalan itu sudah lebih kurang delapan tahunan. Namun, Pemerintah Kabupaten Lumajang belum melakukan perbaikan.

“Kerusakan jalan ini sudah lama sekali. Saya setiap hari melalui jalan ini. Saya orang Desa Tunjung mas. Dan saya harus waspada karena banyak lubang di tengah jalan. Apa lagi jembatan gorong gorong di situ itu sudah njeglong bongkar mas. Heran saya, kok ndak segera ditangani ya? Kasihan warga sini. Saya berharap kepada pemerintah cepatlah di perbaiki jalannya,” ucapnya.

Keluhan kerusakan jalan juga diungkapkan salah satu warga Desa Kandangan, Kusairi (25), pedagang alat alat dapur plastik.

Menurutnya, jalan yang rusak itu membuat jarak tempuh dari Desa Kertowono ke Desa Tunjung menjadi seperti sangat jauh.

“Jalan seperti ini sangat menyiksa sekali, tapi ya gimana lagi, lha wong pejabat yang berwenang “mitek” mawon (diam saja -red),” sebut Kusairi kepada wartawan. (duk/bam)

Cegah Penularan Covid-19, Babinsa Koramil 1013-06 Lahei Sosialisasikan Prokes

0

 
Barito Utara –Dengan tetap semangat cegah penularan Covid-19 didaerah Barito Utara.Babinsa Koramil 1013-06 Lahei,Kecamatan Lahei sosialisasi protokol kesehatan,guna mencegah penyebaran Covid-19 ditengah masyarakat,yang saat ini Virus tersebut masih belum ada tanda-tanda akan berakhir.sosialisasi Prokes dilakukan di Kecamatan Lahei,Kabupaten Barito Utara,Minggu(21/2/21).

Sebagai bentuk hasil dari sosialisai yang melibatkan Babinsa Koramil 06 Lahei, turun langsung ke wilayah binaan yang dianggap rawan akan tertularnya Virus Corona.Langkah anggota Babinsa Koramil 06 ini, patut diacungkan jempol dalam hal seperti ini demi tegaknya Prokes, pada area pemukiman penduduk dan tempat keramaian lainnya di Kecamatan Lahei.

Danramil 1013-06 Lahei, Kapten Inf.Joko Sutikno mengatakan,masyarakat diberi edukasi guna mencegah penyebaran Virus Covid-19.Warga tetap beraktivitas seperti biasa mencari nafkah,akan tetapi jangan lupa melaksanakan protokol kesehatan dan aturan lainnya seperti memaÄ·ai masker,cuci tangan dengan Anti Bacterial hand sanitizer guna pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19.

Kami harapkan semua Warga di Kecamatan Lahei yang pernah dan telah, mengikuti Sosialisasi pasti siap untuk mematuhi protokol kesehatan,dengan tetap menjaga jarak dan menjauhkan kerumunan orang banyak.

“Kami dari Babinsa Koramil 06 Lahei telah berupaya, dengan terlaksananya sosialisasi tentang himbauan Prokes,mari kita putuskan bersama mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19,” tandasnya. (SS).

Tanda Tangan Disalah Gunakan, Ahli Waris Terancam Kehilangan Hak.

MALANG — Akibat memberikan kepercayaan penuh memberi tanda tangan untuk pengurusan surat tanah, ahli waris terancam kehilangan hak warisnya.

Wajah gelisah dan kecewa tampak pada keluarga Juanah, warga Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang,
pasalnya, saat ini Juanah dan beberapa keluarganya yang berniat mengurusi surat tanah warisan dari salah satu kakeknya yang bernama Surachman, harus terhenti karena tanah yang dimaksud ternyata sudah di daftarkan oleh orang lain.

Djuana yang berniat mengurus administrasi mendapat pemberitahuan dari Kepala Desa (Kades) Malangsuko, M Soleh, bahwa surat yang diajukan ke desa tidak dapat di proses karena tanah yang dimaksud Djuana sudah didaftarkan oleh orang lain.

Djuana bingung dan mengaku kalau para ahli waris tidak ada satupun yang pernah mendaftarkan atau mengurusi surat tanah itu. DJuana sendiri mengurus surat itu berdasar surat Letter C yang di dapat dari desa.

Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata tanah yang dimaksud para ahli waris ini sudah dipindah tangan atau balik nama atas nama istri kakeknya.

Juana kaget bukan kepalang mengetahui itu, karena tanah itu bukanlah harta gono gini dari pernikahan almarhum kakeknya dengan neneknya yang bernama Partimah, yang menjadi atas nama dalam foto copy Akta Jual Beli(AJB) yang ditemukan.

Harta gono gini dari hasil pernikahan kakeknya sudah ditempati oleh salah seorang keponakan Partimah yang bernana Liana, karena dari pernikahan almarhum Surachman dan Partimah tidak mempunyai keturunan.

Namun isi dalam AJB itu terdapat keanehan, akad dalam AJB tersebut menerangkan bahwa Patimah menjual sekaligus membeli tanahnya sendiri denga tanda tangan Juana dan saudara-saudaranya lengkap, karena dalam Letter C yang ada, tertulis atas nama Surachman Partimah.

DJuana mengakui kalau dia dan ahli waris lainnya memang pernah memberikan tanda tangan untuk penjualan sebidang sawah guna biaya pengobatan Partimah saat sakit.

Namun pada kenyataannya, satu tanda tangan yang diberikan kepada Partimah untuk penjualan sawah disalah gunakan untuk mengurusi tanah yang lain tanpa sepengetahuan Juana dan saudara-saudaranya sehingga sekarang mereka tidak bisa mendaftarkan tanah itu dan terancam kehilangan hak mereka.

DJuana yg ingin melihat bukti asli dari surat itu, tidak pernah bisa melihat AJB yang menerangkan bahwa tanah hak waris keluarganya itu benar-benar sudah terdaftar atas nama Partimah, sehingga memunculkan banyak spekulasi yang macam-macam dari Djuana dan keluarga.

Djuana sempat menanyakan keberadaan AJB itu kepada Liana, namun dijawab bahwa AJB itu masih berada di Sigit dan belum diberikan kepada dirinya.

DJuana mencoba mencari informasi kepada Sigit, perangkat desa yang membantu pengurusan surat waktu itu,
Sigit mengatakan bahwa AJB itu sudah diberikan kepada Liana, karena yang meminta tolong pengurusan surat itu adalah Liana.

Djuana dan keluarga sempat mendapat saran untuk melaporkan kehilangan AJB itu guna mengurus lagi dari Kades Malangsuko, M.Soleh. Namun Djuana menolak karena dirinya tidak pernah merasa mengurus surat itu dan tidak pernah memiliki/ membawanya.

Kepala desa Malangsuko, M.Soleh, yang ditemui wartawan, mengatakan bahwa dirinya memang tidak berani melanjutkan proses pengurusan tanah yang diajukan oleh Djuana.

“Memang benar saya tidak bisa melanjutkan proses kepengurusan tanah itu (tanda tangan, red), karena tanah yang diajukan itu sudah teregister atau terdaftar berupa AJB.” jelas pria yang akrab dipanggil Soleh ini.

Lebih lanjut, Soleh juga mengiyakan soal dirinya menyuruh Djuana melaporkan kehilangan surat tersebut.
“Saya memang sempat menyarankan ibu Djuana membuat laporan kehilangan surat tersebut, agar pengurusan itu bisa dilanjutkan.” terang Soleh

Di sisi lain, Sigit yg sekarang menjadi sekdes di Desa Malangsuko setali tiga uang, mengiyakan adanya usulan untuk membuat surat kehilangan itu.

Karena dirinya sudah melakukan berbagai usaha agar Liana tidak mau bekerjasama dan memberikan AJB yang dimaksud, karena Liana sendiri memang tidak berhak atas harta yang tertuang dalam AJB itu.

“Betul kalau desa sempat menyarankan itu (laporan kehilangan), karena desa sendiri sudah tidak mampu mengingatkan dan meminta kesadaran Liana untuk mengakui dan menyerahkan AJB itu.” jelas Sigit.

“Saya sudah pernah meminta pernyataan kepada Liana bahwa AJB itu ada pada Liana (entah itu disimpan di rumah atau digadaikan).” sambung Sigit

Dan Sigit pun mengakui kalau yang mengurus AJB itu adalah atas permintaan Liana, sehingga saat ini dia mencoba meminta penjelasan kepasa Liana tentang keberadaan AJB itu

Sementara perangkat desa yang meminta tanda tangan kepada Djuana dan keluarga saat itu, Abdul Khamid yang dihubungi via ponselnya belum memberikan keterangan apapun.

Djuana dan keluarga mengaku tidak akan berhenti sampai disini saja, pihaknya akan terus mencari dan menelusuri siapa pihak-pihak yang sudah mencoba menipu dirinya dan ahli waris lainnya, bahkan tidak segan-segan jika harus melalui jalur hukum.( Midi/ bersambung)

Pelantikan 60 Anggota Baru SWK Di Halaman Koramil 1013-07 Puruk Cahu

0

Barito Utara — Markas Koramil 1013-07 Puruk Cahu menjadi tempat pelaksanaan pelantikan 60 anggota baru Saka Wira Kartika. Kegiatan yang telah dilangsungkan di halaman Koramil 07 Puruk Cahu, Jl.Budi Utomo Kabupaten Murung Raya,pada Kamis (18/02/21).

Upacara pengukuhan anggota baru dipimpin oleh Kasdim 1013 Muara Teweh Mayor Inf.Mahsun Abadi S.Ag yang dihadiri oleh Danramil 07 Puruk Cahu Lettu Inf.M.Saroni,Pasi Ter Dim 1013 Muara Teweh Kapten.CZI Joni.F, Pembina Saka Wira Kartika Latifah,Wakil Ketua Pusdik Abdul Yuri,Pengurus Kwarcab Yusuf Jaya, Sekretaris II Bisman, Camat Murung,Fitrianul Fahriman SP.M.Si,anggota Staf Terdim 1013 Muara Teweh.

Dalam sambutannya Kasdim 1013 Muara Teweh Mayor Inf.Mahsun Abadi S.Ag mengatakan, Pengukuhan anggota baru Saka Wira Kartika Koramil 07 Puruk cahu wilayah Kodim 1013 Muara Teweh yang akan kita laksanakan, ini merupakan salah satu ajang yang memiliki arti penting.Seperti kita ketahui bersama,hampir di setiap sekolah mempunyai anak Pramuka sendiri.Tentu saja pembinaan Pramuka ini sangat populer dan di gemari baik di kalangan pelajar maupun Mahasiswa. 

“Mahsun Abadi menuturkan,kegiatan yang di laksanakan dalam rangka pembinaan Pramuka saka Wira Kartika Kodim 1013 Muara Teweh ini bertujuan, untuk menjalin tali silahturahmi TNI dengan anggota Pramuka Saka Wira Kartika Kwarcab Murung Raya serta masyarakat dan generasi penerus bangsa,sekaligus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang organisasi kepramukaan dan menumbuh kembangkan karakter anak bangsa yang jujur, semangat kerjasama,dan pantang menyerah. 

Kasdim 1013 Muara Teweh berharap,dengan adanya pengukuhan anggota baru Saka Wira Kartika,dapat memberikan motivasi anak-anak generasi muda untuk terus berkarya dibidang kepramukaan,khususnya Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 1013 Muara Teweh sekaligus sebagai ajang promosi untuk anak-anak Pramuka di sekolah SMA  Kabupaten Murung Raya, untuk turut serta bergabung menjadi anggota Saka Wira Kartika Kodim 1013 Muara Teweh.

Lebih lanjut Kasdim 1013 Muara Teweh,Mayor Inf. Mahsun Abadi,S.Ag menambahkan,kepada adik-adik peserta yang baru di kukuhkan menjadi anggota Saka Wira Kartika Koramil 07 Puruk Cahu Kodim 1013 Muara Teweh, saya ucapkan selamat bergabung menjadi anggota Saka Wira Kartika Kodim 1013 Muara Teweh dan selamat mengikuti pelatihan serta pembinaan, tetap semangat pantang menyerah,tunjukanlah kemampuan yang di miliki serta tetap menjunjung tinggi jiwa korsa,Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, kepada para pembina dan pelatih serta pengawas lainnya,hendaknya dapat memberikan pembinaan dan pelatihan ilmu- ilmu kepramukaan berupa Krida Saka Wira Kartika,”imbuhnya.

Kegiatan tambahan yaitu penyiraman secara simbolis kepada anggota Saka Wira Kartika yang baru di kukuhkan,PBB variasi oleh anggota Saka Wira Kartika,pencak silat Guntao dari anggota Saka Wira Kartika Angkatan 15 dan yel yel oleh anggota saka Wira Kartika. (SS).

Hampir Seluruh Anggota KKI Hijrah ke Shindoka, Berikut Alasannya

LUMAJANG – Berawal dari merasa tidak nyaman, para Karateka KKI Lumajang hijrah ke Perguruan Shindoka Shintoriyu Indonesia Karate-do, yang keberadaannya di Lumajang baru terbentuk pada hari Minggu (21/02/2021).

Ketidak nyamanan anggota KKI tersebut ditandai dengan berpindahnya sekitar 200 Karateka serta pelepasan Almamater lama perguruan lama ( KKI red.), sekaligus penyematan Atribut baru yaitu Shindoka.

Ketua Umum Shindoka, Mugi Santoso menegaskan bahwa kepindahan mereka ke Shindoka di karenakan masalah administrasi dan dualisme kepemimpinan di perguruan KKI.

“Hal ini membuat uasana perguruan menjadi tidak nyaman bagi mereka,” kata Mugi kepada wartawan.

“Kami yang memiliki kesamaan pemikiran dan misi, maka beralih pindah ke perguruan Shindoka ,yang berjumlah sekitar 200 Karateka yang dipimpin oleh sekitar 15 Orang Shinse ( Guru),” terangnya lebih lanjut.

Mugi Santoso menyebutkan bahwa Shindoka sudah mendaftarkan diri ke Induk Organisasi, yaitu Forki Kabupaten Lumajang.

“Alhamdulilah Suratnya sudah dikirim ke Forki yang tembusannya ke Koni Kabupaten Lumajang,” imbuh Mugi.

Pada kesempatan tersebut, Mugi mengakui jika Karatekanya belum bisa dipertandingkan dengan alasan karena masih dalam proses perpindahan.

“Mereka belum bisa bertanding atau mengikuti lomba atas.nama perguruan, namun mereka bisa bertanding atas nama sekolahnya masing masing,” ungkapnya.

Sementara itu Ali Mochtar, penasehat perguruan yang merupakan Shinse senior di Shindoka menyatakan bahwa kepindahan mereka dari KKI ke Shindoka adalah demi kebaikan KKI, yakni untuk mengahiri perselisihan yang terjadi di KKI itu sendiri, sehingga nantinya KKI akan tenang kembali.

“Kepindahan kami ini sebenarnya demi kebaikan bersama, sehingga dalam berlatih menjadi tenang. Nantinya para Karateka di perguruannya masing masing bisa berlatih dengan baik dan menorehkan prestasi yang tinggi,” pungkasnya. ( bam)

HPSN Kampung Adat Cireundeu Digelar Tanpa Kehadiran Pejabat Pemkot Cimahi

0

CIMAHI – Minggu (21/02/2021), masyarakat kampung adat Cireundeu Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan menggelar Hari Peduli Sampah Nasional.

Meski digelar dengan sederhana, namun suasana khidmat sangat terasa pada acara yang diikuti oleh sesepuh adat dan masyarakat adat Cireundeu, serta Bimas dan Kasie Trantibum Kelurahan Leuwigajah.

Sembari diiringi denting kecapi, Abah Widi yang merupakan sesepuh kampung adat Cireundeu, membuka acara tersebut.

Begitu Abah Widi membuka acara, sontak semua yang hadir berjalan kaki menuju tempat upacara tabur bunga dan doa bersama dengan iringan alat musik Karinding.

Kekhidmatan suasana saat mengelilingi bukit membuat bulu kuduk merinding. Betapa tidak, di bukit yang kini mulai menghijau itu pernah terjadi kisah memilukan yakni meledaknya tumpukan sampah akibat gas methan.
Konon, ledakan itu membuat sedikitnya 157 jiwa melayang. Bahkan 60 orang, hingga kini tidak pernah diketahui jasadnya.

Abah Widi selaku sesepuh adat di Kampung adat Cireundeu memberikan wejangan bahwa alam itu tidak harus diobati oleh manusia karena bisa mengobati sendiri.
Misalnya, terang Abah Widi, peserta yang ada dilokasi ini, bisa melihat gunungan sampah yang pernah ada dulu telah mulai memulihkan diri. Terbukti, kini telah menghijau meski dulu merupakan gunungan sampah.

Di masa mendatang, pemerintah bisa menggunakan lahan yangbtelag pulih seperti sediakala untuk keperluan apa saja asal bukan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

“Menurut orang Sunda, sampah itu dekat dengan Bala, yang merupakan singkatan dari Ba dan La,” terang Abah Widi.

Bala, jelas Abah Widi, merupakan kependekan dari kata Bau dan Lalat yang bisa menimbulkan penyakit.

Selama kurang lebih 22 tahun, masyarakat kampung adat Cireundeu tidak pernah mempermasalahkan dijadikan lahan itu sebagai tempat pembuangan sampah. Kesabaran masyarakat Cireundeu didasari keyakinan bahwa semua aktivitas di pembuangan sampah iti akan berakhir dengan sendirinya.

“Kami sekarang sudah senang melihat bukit yang mulai menghijau. Mata air berangsur-angsur kembali normal. Bahkan saya berani minum airnya yang berasal dari kaki Gunung Kunci, Gunung Pasir Panjang, Gunung Batu Aki dan Gunung Gajah Langu. Semua harus dilakukan dengan adat istiadat Cireundeu yaitu akur, rukun, repeh-rapih,” terang Abah Widi.

Sementara itu, Gun Gun Bahrul Hayat, Kasie Trantibum Kelurahan Leuwigajah yang mewakili Lurah mengaku menyambut baik kegiatan HPSN ini.

“Mungkin ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk bisa memperhatikan alam. Kita dari pemerintahan akan membantu untuk kedepannya. Apapun yang terjadi, ini merupakan warga kami,” jelas Gun Gun.

Diimbuhkannya pula, pihaknya merasa terpukul saat peristiwa yang menelan ratusan jiwa itu terjadi.

“Kami mesti bangkit, karena apapun yang dilakukan, bila tanpa campur tangan warga, mustahil bisa tercapai,” ujarnya.

Sampah bisa menjadi emas, katanya pula. “Tinggal kita yang olah seperti apa. Kita jaga alam dengan cara mendisiplinkan masyarakat tentang membuang sampah yang benar,” katanya.

Mengakhiri ucapannya, Kasie Trantibum ini menyampaikan terimakasihnya pada warga Cireundeu yang senantiasa mengingatkan tragedi sampah ini agar tidak terulang.

Saat gelaran HPSN berlangsung, beberapa pejabat pemerintahan Kelurahan tampak menghadiri acara HPSN, namun tidak satupun pejabat dari Dinas Pemkot Cimahi yang hadir.

“Kami sangat kecewa dengan para pejabat Pemkot Cimahi yang tidak hadir dalam acara mengenang meledaknya TPA Cireundeu. Padahal kejadian tersebut membuat 157 jiwa melayang, dan menjadi catatan khusus dalam agenda HPSN setiap tahunnya. Tolong perhatikan kami,” celetuk salah seorang warga yang tidak mau disebutkan identitasnya.**

Reporter: Achmad

Hindari Penyeberang Jalan, Sebuah Innova Hantam Pohon

Sebuah mobil Kijang Innova berplat nomor N 1513 WQ menghantam sebuah pohon di jalan pantura Probolinggo. Tepatnya di depan koramil Desa Bayeman Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo.

Saksi mata menjelaskan, mobil yang dikendarai oleh Zainal, warga Grati Pasuruan tersebut, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah timur ke barat pada Minggu (21/02/2021) siang.

Saat melaju, tepat di lokasi kejadian, Zainal (51) mengaku melihat seseorang yang tiba-tiba memotong jalannya untuk menyeberang.

Sontak saja dia membanting stir untuk menghindari tabrakan dengan penyeberang jalan tersebut.

Tapi karena laju mobil sangat cepat, diduga Zainal tidak mampu mengendalikan kendaraannya tersebut, hingga akhirnya menabrak sebuah pohon di pinggir jalan.

Akibat kejadian tersebut, Zainal hanya mengalami luka memar dan lecet di sekitar wajahnya, kendati mobil yang dikendarainya ringsek berat di bagian depan.

“Mungkin sopir lepas kendali, saat mengemudikan mobilnya gara-gara kaget melihat ada orang yang menyeberang jalan,” jelas saksi mata di tempat kejadian. (joko/ali)

Beberapa Dojo KKI Di Lumajang Hijrah Ke Perguruan “SHINDOKA”.

Lumajang — Beberapa Dojo dari perguruan KKI di Lumajang diantaranya dojo Semeru, dojo Karangbendo, dojo Gor, Dojo Gucialit dan Dojo Candipuro yang di huni sekitar 200 an Karateka ( sekitar 90 persen dari anggota KKI ) beramai ramai pindah ke perguruan “SHINDOKA” ( Shintoriyu Indonesia Karate-do), yang keberadaannya di Lumajang baru terbentuk dan pada hari ini Minggu,21/02/2021 bertempat di gedung Koni Kabupaten Lumajang dilangsungkan pelepasan Almamater lama perguruan lama ( KKI red.) dan penyematan Atribut baru yaitu SHINDOKA .

Menurut Ketua Umum Shindoka, Mugi Santoso, acara hari ini yaitu pelepasan dan penghormatan kepada perguruan lama dan penyematan Atribut baru Shindoka,

Lebih lanjut, Mugi Santoso menegaskan bahwa kepindahan mereka ke Shindoka di karenakan masalah administrasi dan dualisme kepemimpinan di perguruan KKI yang membuat ketidak nyamanan suasana perguruan dan karena hal itu kami yang memiliki kesamaan pemikiran Dan misi maka beralih pindah ke perguruan Shindoka , yang berjumlah sekitar 200 Karateka yang dipimpin oleh sekitar 15 Orang Shinse ( Guru).

Disampaikan juga jika Shindoka sudah mendaptarkan diri ke Induk Organisasi Yaitu Forki Kabupaten Lumajang dan suratnya sudah dikirim ke Forki yang tembusannya ke Koni Kabupaten Lumajang.

Ditambahkan pula bahwa dalam proses perpindahan ini tentunya Karatekanya belum bisa bertanding atau berlomba atas nama perguruan, tapi masih bisa bertanding atas nama sekolahnya masing masing.

Sementara itu, Ali Mochtar, yang merupakan penasehat perguruan yang merupakan Shinse senior di Shindoka menyatakan bahwa kepindahan mereka dari KKI ke Shindoka adalah demi kebaikan KKI, juga untuk mengakhiri perselisihan yang terjadi di KKI, sehingga nantinya KKI akan tenang kembali tidak terjadi permasalahan lagi.

“Kami ini pindah perguruan mengalah demi kebaikan bersama sehingga dalam berlatih menjadi tenang yang nantinya para Karateka di perguruannya masing masing bisa berlatih dengan baik dan menorehkan prestasi tinggi”, ungkap Ali Mochtar. ( Red)