Home Blog Page 263

Tim DVI Polda Jatim Kembali Berhasil Identifikasi Enam Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur kembali menyampaikan perkembangan terkini penanganan jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan bahwa proses identifikasi terus dilakukan oleh tim DVI Polda Jatim.

“Penanganan jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo akan terus kami lakukan,” tegas Kombes Abast dalam konferensi pers di Posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Surabaya, Rabu (8/10/2025) malam.

Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Dr. dr. M. Kusnan Marzuki, selaku Komander DVI menjelaskan bahwa hingga Rabu (8/10/2025), tim DVI berhasil mengidentifikasi Enam korban tambahan yang telah terkonfirmasi kecocokan antara data antemortem dan postmortem.

“Tim DVI Polda Jatim telah melaksanakan identifikasi terhadap Enam jenazah dan seluruhnya telah cocok dengan data antemortem keluarga,” terang Kombes Pol Kusnan.

Berikut identitas enam korban yang telah berhasil diidentifikasi:

  1. Abdus Somad (17 tahun), alamat Dusun Kamorang, Banjar Kedungdung, Sampang, Jawa Timur.

Teridentifikasi melalui medis dan properti pribadi, sesuai dengan antemortem nomor 032.

  1. Imam Junaidi (16 tahun), alamat Kampung Nangger Alas Kokon, Modung, Bangkalan, Jawa Timur.

Teridentifikasi melalui medis dan properti pribadi, sesuai dengan antemortem nomor 027.

  1. Muhammad Fajri Ali (14 tahun), alamat Kalimas Baru I Gang I/25, RT 001 RW 001, Tanjung Perak, Pabean Cantian, Surabaya.

Teridentifikasi melalui medis dan barang kepemilikan, cocok dengan antemortem nomor 001.

  1. Muhammad Nasihudin (15 tahun), alamat Dusun Rinding Panjang, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA dan medis, cocok dengan antemortem nomor 020.

  1. Ahmad Sufaifi (15 tahun), alamat Kampung Galba, Panjalinan, Blega, Bangkalan, Jawa Timur.

Teridentifikasi melalui DNA dan medis, cocok dengan antemortem nomor 054.

  1. Muhammad Haikal Ridwan (14 tahun), alamat Dusun Barat Leke, Sendang Daja, Labang, Bangkalan, Jawa Timur.

Teridentifikasi melalui DNA dan medis, cocok dengan antemortem nomor 046.

Dengan tambahan tersebut, hingga hari ini tim DVI Polda Jawa Timur telah berhasil mengidentifikasi 40 korban dari total 67 kantong jenazah yang diterima di Posko DVI RS Bhayangkara, Surabaya.

Hingga kini Proses identifikasi masih terus berjalan. Tim DVI Polda Jatim terus melakukan pendalaman baik dari sisi antemortem maupun postmortem.

“Kami juga berkoordinasi intens dengan pihak keluarga untuk mempercepat proses penyerahan jenazah,” pungkas Kombes Pol Kusnan. (*)

Polda Jatim Bentuk Tim Gabungan Tangani Kasus Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

0

SURABAYA – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto,M.Si menyampaikan perkembangan terkini penanganan kasus robohnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang terjadi pada Senin (29/9/2025) lalu.

Dalam keterangan resminya, Kapolda Jatim menegaskan bahwa fokus utama kepolisian sejak awal adalah penyelamatan korban, diikuti dengan langkah hukum yang kini telah masuk tahap penyelidikan mendalam.

Pada saat kejadian, para santri sedang sholat Asar berjamaah.

Lokasi yang runtuh meliputi musala dan asrama putra yang masih dalam proses konstruksi dan pengecoran.

“Dugaan awal penyebabnya adalah failure of construction atau kegagalan konstruksi,” ujar Irjen Pol Nanang Avianto di RS Bhayangkara Surabaya,Rabu malam (8/10/2025) .

Kapolda Jatim menjelaskan, langkah cepat dilakukan jajaran Polresta Sidoarjo dengan membuat laporan Polisi, disertai sinergi lintas instansi dalam operasi kemanusiaan.

“Kami kedepankan aspek kemanusiaan dengan melakukan evakuasi dan pertolongan korban,”tegas Irjen Nanang.

Berdasarkan data terakhir, total korban dalam peristiwa ini mencapai 171 orang, terdiri dari 67 meninggal dan 104 korban luka.

Dari jumlah tersebut, 34 jenazah telah teridentifikasi oleh tim DVI Polda Jatim, sementara sisanya masih menunggu hasil identifikasi lanjutan.

“Korban yang sudah teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Kami berikan pelayanan terbaik kepada para keluarga korban,” ujar Kapolda Jatim.

Pasca-evakuasi dan pembersihan lokasi, Polda Jatim resmi mengambil alih proses penyelidikan dari Polresta Sidoarjo.

Tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) kini menangani perkara tersebut.

Kapolda Jatim mengatakan penyidikan dilakukan berdasarkan laporan polisi LP/A4/IX/2025/SPKT Unit Reskrim Polsek Buduran.

“Kami libatkan tim ahli, baik dari bidang teknik sipil maupun hukum pidana, untuk menentukan penyebab pasti kegagalan konstruksi,” terang Irjen Pol Nanang.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 17 saksi, dan jumlah ini masih akan berkembang.

Adapun pasal yang disangkakan meliputi Pasal 359 KUHP dan/atau Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian atau luka berat.

Pasal 46 ayat (3) dan/atau Pasal 47 ayat (2) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, terkait pemenuhan persyaratan teknis pembangunan.

“Hari ini kami rencanakan gelar perkara untuk meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Kapolda Jatim.

Terkait kemungkinan pimpinan ponpes menjadi tersangka, Kapolda Jatim menegaskan proses masih berjalan.

“Belum ada penetapan tersangka. Kami masih memeriksa saksi-saksi, termasuk pihak yang bertanggung jawab dalam pengurusan pondok pesantren tersebut. Semua berjalan sesuai mekanisme hukum,” tegasnya.

Kapolda Jatim juga menegaskan bahwa penyidikan dilakukan secara objektif dan profesional tanpa pandang bulu.

“Setiap orang sama kedudukannya di depan hukum. Kami tegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi siapa pun,” tegas Irjen Nanang.

Sebagai langkah preventif, Irjen Pol Nanang menyampaikan bahwa pihaknya telah memerintahkan seluruh jajaran Polres di Jawa Timur untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Satpol PP dalam melakukan pengecekan serta risk assessment terhadap bangunan pondok pesantren di wilayah masing-masing.

“Ini juga arahan dari Presiden dan koordinasi dengan Forkopimda Jawa Timur. Kami akan bantu pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan pondok pesantren memenuhi standar keselamatan dan kelayakan,” ungkapnya.

Kapolda berharap peristiwa tragis ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak.

“Dalam membangun apa pun harus ada perencanaan dan pengawasan yang matang. Jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini yang mengorbankan anak-anak kita. Mari bersama-sama memperbaiki agar ke depan lebih baik,” pungkas Kapolda Jatim. (*)

Layanan Jemput Bola Adminduk di Pasar Murah Kencong, Warga Urus KTP Jadi Lebih Gampang

0

— Warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, menyerbu kegiatan Pasar Murah yang dirangkai dengan layanan administrasi kependudukan (adminduk) jemput bola pada Rabu (8/10/2025). Layanan ini disediakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember (Dispendukcapil) melalui mobil Monalisa (Mobil Pelayanan Keliling Sadar Adminduk).

Mobil Monalisa menjadi “magnet” tersendiri. Tak hanya warga Kencong, masyarakat dari Kecamatan Jombang, Umbulsari, dan Gumukmas juga memanfaatkan momen ini untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan. mulai dari KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, hingga perubahan data kependudukan.

“Saya ke sini mau revisi KTP. Ada kekeliruan di RW-nya,” ujar Sherli Citra Carolina, warga Desa Jombang, Kecamatan Jombang. Ia mengaku puas dengan layanan jemput bola tersebut. “Pelayanannya bagus sekali. Katanya nanti rencananya pencetakan KTP juga bisa di setiap kecamatan,” tambahnya.

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan layanan ini merupakan bagian dari program jemput bola untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan adminduk tanpa harus datang ke kantor kabupaten.

“Dispenduk saat ini ada di Kecamatan Kencong. Kami melayani seluruh dokumen adminduk dan ini bagian dari program yang kita laksanakan bekerja sama dengan OPD lain untuk memberikan layanan on the spot melalui Monalisa,” ujar Bambang.

Ia menyebutkan, hingga pukul 10.00 WIB, tercatat sekitar 75 dokumen kependudukan yang masuk untuk diproses dan dicetak di lokasi. Mayoritas pengajuan didominasi oleh pembuatan ulang KTP yang hilang, revisi data, dan pencetakan KTP elektronik baru.

“Pengajuannya bukan hanya dari Kencong, tapi juga dari Jombang, Umbulsari, Gumukmas. Semua bisa langsung kami cetak di tempat,” katanya.

Bambang juga mengingatkan pentingnya memperbarui data kependudukan secara berkala. “Ketika ada perubahan elemen data, segera di-update. Misalnya anak yang dulu SMA sekarang sudah kuliah, datanya harus diperbarui. Ini penting supaya saat dibutuhkan nanti, dokumennya sudah siap,” tambahnya.

Layanan Monalisa juga memberikan pelayanan lengkap, mulai dari perekaman data, cetak KTP, hingga pengurusan dokumen kependudukan lainnya. “Tapi memang persentase terbanyak untuk cetak KTP,” kata Ronny.

Program Monalisa bukan hal baru bagi masyarakat Jember. Layanan ini telah berkeliling ke berbagai kecamatan untuk memperluas akses pelayanan adminduk secara gratis dan cepat. Dispendukcapil Jember juga berencana memperbanyak titik layanan keliling di setiap kecamatan agar masyarakat semakin mudah mengaksesnya.

Inovasi ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mempercepat pelayanan publik dan memperkecil kesenjangan akses adminduk antara pusat kota dan wilayah pinggiran.

“Harapan kami, masyarakat semakin sadar pentingnya data kependudukan yang valid. Ini sangat krusial, terutama untuk urusan bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya,” tutup Bambang.

Sementara itu, Camat Kencong, Ronny Arvianto, menyambut baik kehadiran mobil layanan Monalisa yang selalu beriringan dengan agenda pasar murah di wilayahnya. Menurutnya, inovasi ini memudahkan warga yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh ke pusat kota Jember.

“Kami merasa terbantu dengan adanya mobil layanan ini. Selama ini banyak blangko KTP yang belum terakomodasi. Dengan mobil dari Dispenduk, warga tidak perlu jauh-jauh lagi ke Jember,” ujar Ronny.

Ia menyebut layanan ini berlangsung satu hari, namun cukup efektif menjangkau warga Kencong dan kecamatan sekitar. “Kalau ada pasar murah, pasti ada layanan adminduk. Jadi masyarakat dari sekitar bisa berkumpul di sini,” ujarnya.

Pj. Bupati Barito Utara Secara Simbolis Laksanakan Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Mako Polres

BARITO UTARA- Penjabat. (Pj) Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, SE. MPA secara simbolis melaksanakan pemancangan tiang pertama pembangunan Markas Komando (Mako) Polisi Resor (Polres) Barito Utara, menandai dimulainya pekerjaan pembangunan gedung Polres yang representatif, sebagai upaya memperkuat sistem keamanan di wilayah Barito Utara, yang dilangsungkan bertempat di jalan Nasional kilometer 5 Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Selasa (8/10/2025).

Kegiatan pemancangan tiang pertama ini, dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Polres Barito Utara, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta tokoh masyarakat dari Kecamatan Teweh Baru dan Teweh Tengah.

Pj. Bupati Indra Gunawan, SE. MPA dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pembangunan Mako Polres ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga simbol komitmen bersama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, aman, dan damai di Kabupaten Barito Utara.

“Keberadaan Mako Polres yang representatif akan memberikan dampak positif, baik bagi internal institusi Polri dalam menjalankan tugasnya, maupun bagi masyarakat yang mengharapkan pelayanan cepat, tepat, dan humanis,” ujar Indra Gunawan.

la juga menegaskan bahwa pembangunan Mako Polres yang berstandar tinggi merupakan wujud nyata peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, sekaligus menjadi fondasi utama agar setiap tugas dan fungsi kepolisian dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Indra berharap proses pembangunan gedung Mako Polres dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberi manfaat besar bagi seluruh masyarakat.

la juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan damai, karena pembangunan hanya akan berhasil jika didukung suasana yang tenteram dan harmonis.

“Mari kita dukung penuh pembangunan Mako Polres ini sebagai bentuk nyata memperkuat kelembagaan kepolisian di daerah kita, demi menjaga stabilitas keamanan, penegakan hukum, dan pelayanan kepada masyarakat secara lebih optimal,” tutupnya. (SS)

TPS 3R Karetan Banyuwangi Mulai Dibangun, Bakal Kelola 160 Ton Sampah Per Hari

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Pemkab Banyuwangi terus mendorong pengelolaan sampah secara sirkular. Setelah sebelumnya Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di Desa Balak, Kecamatan Songgon dan di Desa Tembokrejo, Kec. Muncar, kini sedang dibangun di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo.

Pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini merupakan bagian dari program Banyuwangi Hijau, hasil kolaborasi korporasi Borealis, Austria dan Clean Rivers, Uni Emirate Arab.

“Penanganan sampah ramah lingkungan dengan membangun fasilitas pengolahannya ini adalah bagian dari program Banyuwangi Hijau Fase 2,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (8/10/2025).

Fasilitas TPS 3R Karetan ini akan menjangkau 37 desa di delapan kecamatan di sekitar Kecamatan Purwoharjo, dengan kapasitasnya sekitar 160 ton per hari.

“Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat, para mitra negara, dan Project Stop, dan Perhutani Selatan yang telah menyediakan lahan, yang telah mendukung daerah dalam program pengelolaan sampah secara berkelanjutan,” kata Ipuk.

Ditambahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Dwi Handayani, pembangunan TPS Karetan saat ini masih pada tahap cut and fill untuk penyiapan lahan konstruksi. Pembangunannya terus berprogres. Saat ini masih pengerjaan pondasi, pembuatan pagar keliling, dan bangunan penyangga lain

“Targetnya Juni 2026 bisa tuntas, sehingga bulan berikutnya bisa mulai beroperasi,” kata Yani panggilan akrab Dwi Handayani.

Selain TPS3R Karetan, imbuh Yani, nantinya juga dibangun dua Stasiun Peralihan Antara (SPA), di Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi dan Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Pembangunan fasilitas SPA ini merupakan pengembangan fase 3 dari program Banyuwangi Hijau, dengan dukungan dari Clean Rivers, Uni Emirates Arab. Masing-masing SPA tersebut akan dibangun dengan kapasitas 50 ton sampah per hari.

Dengan demikian, total kapasitas dari tiga fasilitas baru ini nantinya mencapai 260 ton sampah per hari, dengan kemampuan melayani hingga 1,4 juta populasi.

“Dengan total populasi Banyuwangi sebanyak 1,7 juta, artinya Banyuwangi Hijau akan bisa menjangkau hampir seluruh warga. Sementara sisanya, akan dilayani dengan support pihak lain. Seperti Sungai Watch, Clean Oceans Through Clean Communities (CLOCC) Norwegia, dan lainnya,” kata Yani. (*)

Produksi Tembus 199 Ribu Ton, Banyuwangi Genjot Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan Presiden

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Setelah melangsungkan panen raya jagung kuartal III pada 27 September lalu, Pemkab bersama Polresta Banyuwangi kembali melakukan tanam jagung serentak di areal persawahan Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, Banyuwangi, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan ini bagian dari tanam jagung serentak kuartal IV nasional yang dipimpin Wakil Presiden Gibran Rakabuming bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Purnomo di Kabupaten Tangerang, Banten di hari yang sama.

Melalui sambungan virtual, Wapres Gibran dalam sambutannya menyampaikan ungkapan terima kasih atas kerja keras semua pihak yang terus mendorong tercapainya swasembada pangan.

“Terima kasih atas kerja keras dan kontribusinya. Kerja keroyokan lintas sektor dan instansi, melibatkan masyarakat, kampus, swasta, hingga pesantren ini harus kita teruskan, kita tambah lagi untuk mewujudkan cita-cita Bapak Presiden yaitu Swasembada Pangan,” kata Gibran.

Tanam jagung di Lingkungan Wonosari, Banyuwangi berada areal persawahan seluas 2,5 hektare. Selain di lahan ini, penanaman jagung juga dilakukan bersama petani di lahan sekitar 505 hektare, tersebar di seluruh Banyuwangi.

Tanam jagung serentak tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra bersama petani. Turut mengikuti perwakilan Dandim 0825 Banyuwangi, perwakilan Danlanal dan Bulog Banyuwangi.

“Dengan kolaborasi seluruh pihak, Banyuwangi terus mendukung program ketahanan pangan nasional Presiden,” kata Mujiono.

Wabup menyebut, produksi jagung Banyuwangi mulai Januari-September 2025 telah mencapai 199.878 ton. Meningkat 16 persen atau 27.659 ton dari tahun sebelumnya di periode yang sama yakni 172.218 ton.

“Sementara kebutuhan jagung Banyuwangi di Januari-September mencapai 52.496 ton. Sehingga jagung kita masih surplus sekitar 147.382 ton,” terangnya.

Luas panen jagung juga meningkat. Dari Januari hingga September mencapai 30.441 hektare, meningkat 9.168 hektare atau 43 persen dibandingkan luas panen jagung tahun 2024 di periode bulan yang sama yakni 21.243 hektare.

“Setiap tahun kita selalu surplus jagung dari yang diproduksi dibandingkan dengan konsumsi masyarakat. Luas baku lahan yang ditanami juga kita tambah untuk mendongkrak produksi,” kata Mujiono.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra mengatakan, tanam jagung ini juga dilakukan secara serentak oleh jajaran Polsek. Bhabinkamtibmas turut mendampingi para petani di wilayah kecamatan dan desa masing-masing.

Selain di lahan seluas 505 hektare yang sudah ditanami jagung, Polresta Banyuwangi juga mendorong percepatan pemanfaatan lahan di kawasan perhutanan sosial.

“Dari target 650 hektare, saat ini baru tertanam sekitar 350 hektare, dan ini terus kita percepatan untuk proses penanaman,” kata Rama. (*)

Antisipasi Banjir, Pemkab Banyuwangi Normalisasi Dam Garit Alas Malang

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Antisipasi banjir, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan normalisasi di Dam Garit, Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh.

Timbunan material setinggi sekitar tiga meter di dasar bendungan dikeruk menggunakan alat berat. Normalisasi ini telah dilakukan sejak 2 Oktober dan ditargetkan rampung dalam waktu sepuluh hari kerja.

Plt. Kadis PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby mengatakan, luapan air sungai karena intensitas hujan cukup tinggi yang terjadi pada Juni lalu di Alas Malang, menyebabkan penumpukan sedimentasi di kawasan bendungan.

Volume endapan material yang terbawa aliran sungai bahkan mencapai sekitar 8.268 meter kubik.

“Dari pengalaman sebelumnya, luapan air disebabkan karena tersumbatnya jembatan di kawasan bendungan. Makanya kita lakukan normalisasi, supaya sungai memiliki daya tampung yang cukup sebelum air masuk ke jembatan,” kata Riza, Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan, normalisasi dilakukan sebagai respon atas permintaan warga setempat. Terlebih sebentar lagi akan memasuki musim penghujan.

“Normalisasi ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan banjir, sesuai harapan warga,” sambungnya.

Selain itu, Riza menjelaskan bahwa Dam Garit berfungsi mengairi sekitar 475 hektare sawah yang tersebar di enam desa.

Karena itu, pembersihan dilakukan secara intensif agar aliran air yang mengalir ke petak sawah para petani kembali normal.

“Normalisasi ini sudah menjadi kegiatan rutin kami, tidak hanya di Dam Garit, tapi saluran lainnya yang membutuhkan penanganan berkala,” ucapnya. (*)

Pelaksanaan Calon Perangkat Desa Sanankulon Berlangsung Lancar dan Transparan

0

Gempur News Blitar, Selasa, 8 Oktober 2025 — Pelaksanaan ujian perekrutan calon perangkat Desa Sanankulon, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, telah berlangsung dengan tertib, lancar, dan profesional. Ujian ini diselenggarakan guna menjaring calon perangkat desa yang memiliki integritas, pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja yang sesuai dengan kebutuhan pemerintahan desa.

Bekerja sama dengan Tim Panitia Lokal dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (UNIBRAW) Malang, proses seleksi dilaksanakan secara menyeluruh, objektif, dan transparan.

Para peserta memasuki ruang ujian yang telah disterilkan sebelumnya oleh tim panitia. Tepat pukul 07.30 WIB, peserta mulai mengerjakan ujian tertulis berbasis komputer (Computer Assisted Test/CAT) sebanyak 100 soal pilihan ganda, dengan durasi 90 menit.

Setelah itu, peserta mengikuti ujian praktik pengoperasian teknologi informasi (IT) selama 30 menit, dimulai pukul 09.35 hingga 11.15 WIB. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi wawancara dalam bentuk Leaderless Group Discussion (LGD) selama 45 menit, yang dilaksanakan mulai pukul 10.30 hingga 11.45 WIB. Dari 20 jumlah Peserta calon
Nilai terbaik Enam Peserta dengan Nilai Tertinggi,
Ricky Very Kurniawan Total Nilai: 72,20
Nezia Octa Dayana Total Nilai: 70,60
Muhamad Indra PurnamaTotal Nilai: 63,80
Mohamad Nasrulloh Total Nilai: 63,40
Daimatul Munasaroh Total Nilai: 61,80
Grevaldo Laksamana Pratiisara WiryaTotal Nilai: 57,00
Keenam peserta dengan nilai terbaik tersebut akan diserahkan kepada Kepala Desa Sanankulon untuk dipilih tiga orang terbaik yang akan mengisi kekosongan jabatan perangkat desa, yaitu pada posisi,
Kepala Seksi Pemerintahan
Kepala Seksi Pelayanan
Kepala Dusun (Kasun/Kamituwo)
Transparansi dan Harapan Masyarakat
Proses seleksi ini merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan desa yang profesional, jujur, dan kompeten. Seluruh tahapan dilakukan secara adil, objektif, dan transparan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui proses ini, diharapkan akan terpilih aparatur desa yang mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pelaksanaan ujian ini turut dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Sanankulon, antara lain,
Plt Camat Sanankulon
Kapolsek Sanankulon
Danramil
Perwakilan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta BPD (Badan Permusyawaratan Desa)
Kehadiran para pihak ini turut memastikan bahwa seluruh tahapan ujian berjalan lancar, tertib, dan sesuai prosedur.

wakil dari ketua panitia muhamad Agung Prabowo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran proses perekrutan calon perangkat perangkat desa Sanankulon. Kami berharap perangkat desa yang terpilih dapat menjalankan tugas dengan amanah. Profesional dan membawa perubahan positif bagi kemajuan desa apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini terdapat kekurangan atau kesalahan. Kami selaku panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya, ujarnya “

Dengan selesainya seluruh rangkaian seleksi ini, ketua DPD JPKP Kabupaten Blitar,fuad sekalian pembina forum masyarakat peduli Blitar raya menyatakan bahwa perangkat desa yang terpilih nantinya mampu mengemban amanah dengan baik dalam adanya permasalahan atau aspirasi dimasarakat harus tanggap dan membawa perubahan kemajuan bagi desa sanankulon tercinta. ulasanya (Fd/sdr)

Peringati Hari Jadi Ke-90 Jatim, Samsat Sidoarjo Kota Menggelar Program Pemutihan Dendam Pajak Kendaraan

0

Sidoarjo – Samsat Sidoarjo kota menggelar Program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor untuk memperingati hari jadi ke-90 Jawa Timur. Rabu (8/9/2025).

Program pembebasan pajak ini, mencakup penghapusan sanksi administratif keterlambatan, pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea, balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pembebasan pengenaan PKB progresif, serta pembebasan tunggakan PKB tahun 2024 dan sebelumnya.

Pembebasan tunggakan PKB tahun 2024, dan sebelumnya khusus untuk kendaraan roda 2 atas nama penerima program Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Selain kendaraan roda 2, juga kendaraan roda 2 ojek online, dan kendaraan roda tiga untuk usaha.

Pemprov Jatim menggelar program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor yang efektif, berlaku 60 hari, mulai 1 Oktober hingga 30 November 2025.

Menurut Kasubnit Regident Iptu Ayudina Warga Sidoarjo, dengan adanya program tersebut masyarakat berbondong-bondong mendatangi Samsat Sidoarjo, untuk melakukan wajib pajak kendaraan bermotor.

“Tentu Samsat sangat banyak wajib pajak yang datang, tapi kita upayakan memberikan pelayanan sebaik mungkin sebagai petugas wajib pajak.”tutup Iptu Ayudina.

Jurnalis : Qomaruddin.

Implementasi Asta Cita Presiden; Polresta Banyuwangi Tanam Jagung Serentak Kuartal IV 2025

Banyuwangi – Polresta Banyuwangi mendukung penuh program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Wujud dukungan itu ditunjukkan melalui kegiatan penanaman jagung serentak yang digelar di Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, pada Rabu (8/10/2025) pagi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.,bersama Wakil Bupati Ir. H. Mujiono,M.Si, Stake Holder terkait, pejabat utama Polresta, Forkopimka Sobo, Dinas Pertanian, mahasiswa, serta kelompok tani Sumbersari. langsung ke area persawahan untuk memimpin kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penanaman jagung hibrida di atas lahan seluas 43.125 hektare yang tersebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi. Untuk wilayah Kecamatan Banyuwangi sendiri, penanaman dilakukan di lahan seluas 2 hektare di Kelurahan Sobo.

Kapolresta Banyuwangi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap kebijakan nasional, tetapi juga upaya memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.

“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membantu kesejahteraan masyarakat. Program ketahanan pangan ini adalah langkah konkret menuju kemandirian pangan di daerah,” ujar Kombes Pol Rama.

Melalui gerakan ini, Polresta Banyuwangi berharap produksi jagung nasional terus meningkat dan mampu menopang kebutuhan pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan. (***)