Home Blog Page 1949

Jajaran Inspektorat Kabupaten Lumajang Ikuti Rakorwasdanas secara virtual

 

LUMAJANG — Inspektur Inspektorat Kabupaten Lumajang, Mohamad Sunardi, didampingi jajarannya mengikuti acara Rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Secara Nasional (Rakorwasdanas) tahun 2020 secara virtual, bertempat di ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Kamis (03/09/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat membuka acara Rakorwasdanas menyampaikan bahwa peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam mengawasi pemulihan ekonomi skala nasional di tengah pandemi covid-19 serta dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada tahun 2020 sangatlah penting.

“Topik utama rakor kali ini yakni membahas mengenai peran APIP,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan Nota Kesepahaman yang ditandatangani antara Kementerian Dalam Negeri dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bertujuan agar APIP dapat benar-benar independent, profesional, dan kapabel dalam mendeteksi ada tidaknya kecurangan yang terjadi dilingkungan Pemerintah Daerah. Menurutnya, hal itu merupakan satu komitmen Kemendagri untuk menguatkan kelembagaan dan kapasitas Inspektorat Daerah.

“Nota kesepahaman tersebut merupakan tindak lanjut PP nomor 72 tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah,”ungkapnya.

Sementara, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menyampaikan bahwa guna mendukung keberhasilan program dalam penangan dampak covid-19, ia menilai perlu ada upaya dalam pelaksanaannya, diantaranya yakni penanganan kesehatan, jaringan pengaman sosial serta pemulihan ekonomi.

“Hal-hal dalam mengatasi penanganan covid-19 sangatlah penting dilakukan guna menuju era tatanan kehidupan baru,” jelasnya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tumpak Haposan Simanjuntak dalam laporannya menjelaskan, bahwa tema dalam Rakorwasdanas 2020 ini mengangkat tema “Sinergi dan Kolaborasi APIP Dalam Mengawal Pemulihan Ekonomi Nasional dan Sukses Pilkada Serentak 2020 di Daerah”. Ia juga menjelaskan tema tersebut digunakan dengan maksud, agar tugas dari APIP bisa lebih terlaksana secara maksimal dan terarah, oleh karena itu perlu adanya sinergitas dan kolaborasi extraordinary dari APIP tingkat pusat hingga tingkat Kabupaten/kota.

“Tema tersebut dilatar belakangi dari bertambahnya intensitas tugas APIP dimasa pandemi covid-19,” jelasnya

Dengan terlaksananya acara ini, Dirinya berharap agar APIP bisa mendapatkan dukungan bersama dengan lembaga atau instansi terkait dalam menyukeskan Pilkada serentak tahun 2020 serta dapat mengatasi segala permasalahan di tengah pandemi Covid-19. (Kom/red)

Upaya Optimal Tangani Covid 19, Bupati Serahkan Masker Pada Guru Sambang

 

LUMAJANG – Pandemi Covid-19 yang berdampak pada ditiadakannya kegiatan belajar mengajar di sekolah, menjadikan Program Guru Sambang sebagai solusi bagi siswa yang kesulitan mendapatkan pembelajaran secara daring atau online. Disamping itu tidak semua siswa memiliki smartphone maupun paket data.

“Guru sambang ini menjadi kebijakan dan langkah yang memungkinkan untuk dilakukan,” ujar Bupati.

Berbagai upaya terhadap penanganan Covid-19 di Lumajang telah dilakukan Pemkab untuk memperketat penerapan protokol kesehatan.

Untuk kepentingan itu, Bupati Lukajang Thoriqul Haq dan Ny. Musfarinah Thoriq, menyerahkan handsantizer dan masker untuk Guru Sambang PAUD, TK dan SD di Aula Panti PKK, Jum’at (04/09/2020).

“Kita harus berfikir agar pelayanan terbaik tetap dilakukan dan di sisi lain penanganan terus dilakukan. Kita berharap pandemi tidak menjadi penghalang pelayanan prima dari Pemkab”. Ujarnya..

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Lumajang, Ny. Musfarinah Thoriq menerangkan bahwa keberlangsungan program guru sambang harus dipastikan berjalan optimal. Di sisi yang lain, kesehatan guru dan siswa juga harus diperhatikan.

“Pemberian masker dan handsanitizer ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bagi guru-guru sambang yang terus bergerak, karena kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir,” ujarnya.

Ia berharap dengan perilaku disiplin dari seluruh masyarakat pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga siswa dapat menempuh pendidikan di sekolah sebagaimana sebelum pandemi.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan santunan anak yatim kepada Lembaga Kesejahteran Sosial Anak (LKSA) di Kabupaten Lumajang. (red)

Sulap Limbah Batok Kelapa Jadi Obat Pembasmi Hama Pertanian

 

KEDIRI — Limbah buah kelapa diolah menjadi bahan pembasmi hama insektisida alami atau pestisida yang bisa digunakan di lahan pertanian.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab Kediri, Najibul Fikri mengungkapkan limbah Batok kelapa bisa dimanfatkan sebagai bahan pembasmi hama pertanian.

“Batok kelapa yang selama ini dianggap sebagai limbah, jadi bahan pembasmi serangga yang bebas dari bahan non kimia,” kata dia baru baru ini.

Dijelaskan cara pembuatannya, batok kelapa dimasukan ke dalam tempat pembakaran yang dinamai Pirolisis kurang lebih selama 20 menit, yang nantinya akan keluar asap cair.

Asap cair merupakan hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran bahan bahan yang mengandung liknin, senyawa karbon dan selulosa yang terkandung didalam batok kelapa.

Nantinya asap cair tersebut, sebagai pengganti pestisida nabati atau insektisida alami digunakan dalam pertanian organik, masih kata dia.

Utuk 100 kilogram batok kelapa yang sudah kering nantinya bisa menghasilkan kurang lebih 25 liter asap cair.

Cairan asap dari batok kelapa, botol kecil berisi 500 ml asap cair, dijualnya dengan harga Rp 15 ribu, sedangkan untuk botol besar 1 liter dihargai Rp 20 ribu rupaih.

Salah satu petani dari Poktan Dewi Sri 2, Dusun Kejuron, Desa Plosorejo Kec Gampengrejo mengungkapkan, dirinya sudah mengaplikasikan asap cairan dari batok kelapa di dua tanaman yakni ditanan jagung dan tanaman bawang merah.

“Cairan asap batok kelapa tersebut, berfungsi sebagai fungisida ataupun insektisida, sekaligus juga didalamnya terkadung zat tumbuh dan penyubur, yang membuat batang pohon menjadi keras dan hama tidak mau lagi mendekat, “ucapnya.

Hasil asap cair dari metode ini ada beberapa grade yang masing masing grade mempunyai fungsi berbeda, diantaranya, meningkatkan kualitas tanah, menetralisir asam tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman dan membunuh hama tanaman. Selain itu, juga bisa digunakan sebagai pengawet makanan pengganti formalin dari bahan nabati bukan lagi kimia. (tim)

Bertambah Lagi 21 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Menjadi 132 Kasus

0

 

BARITO UTARA– Bertambahnya kasus terkonfirnasi positif Covid-19 di Kabupaten Barito Utara(Kalteng)sangat signifikan sampai dengan hari jumat ini.Tercatat ada penambahan 21 kasus,sehingga kini kasus yang terkonfirmasi jumlah menjadi 132.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Barito Utara Siswandoyo, Jumat siang(4/9/20)mengakui, perkembangan adanya penambahan positif Covid-19 sebanyak 21 orang.

“Itu berdasarkan hasil pemeriksaan sampel Swab RT-PCR di Lab RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya,” ujarnya melalui rilis yang dikirim kepada pers.

Pasien tambahan positif Covid-19 adalah G, SF, S, W, B, F, R, J, MA, A,
S, R, A, W, R, DH, A, BA, T, HL,dan U.”Jubir Gugus Tugas  tak merinci dari klaster mana dan asal 21 inisial tersebut,apalagi institusi atau pekerjaannya, karena memang ditutup rapat-rapat.

Apalagi saat pergelaran RDP dengan DPRD kemarin, Sekda Barito Utara Jainal Abidin menegaskan, saat ini, bukan lagi bicara klaster, tetapi sudah terjadi transmisi lokal di Barito Utara, Kita masuk dalam 72 Kabupaten atau Kota yang dikategorikan meningkat terus jumlah kasus Pandemi Covid-19,”ungkap Jainal.  (SS)

Nuansa Alam Kota Batu Yang Sejuk Jadi Daya Tarik Wisatawan

 

KOTA BATU — Nuansa alamnya yang sejuk, Kota Batu di Jawa Timur belakangan telah menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal untuk mendatanginya.

Daerah ini memiliki daya tarik wisata yang sangat tinggi. Jadi tak heran jika banyak tempat kuliner menarik di sana, diantaranya ada Restoran Bernuansa luar negeri.

Kabarnya, geografis kota Batu yang dingin itu pernah menjadi Swiss-nya orang Belanda di zaman penjajahan dulu.

Mereka menjuluki ‘De Kleine Switzerland’, yang artinya Swiss kecil. Tak heran, ditempat tu ada restoran terkenal diberi nama De Kleine.

Banyak muda mudi sekitaran Batu dan Malang yang sengaja menghabiskan waktu berkumpul dan mengobrol di lokasi alam yang sangat asri dan kerap diselimuti kabut.

Datang ke restoran ini membuat pengunjung merasa menyatu dengan alam.

Jadi tidak aneh restoran ini menyajikan tempat makan outdoor yang cukup luas, selayaknya makan di kebun.

Untuk masuk ke De Kleine harus melewati jalan yang tertutup pepohonan setelah melewati kawasan villa di atas bukit, lokasinya hanya berjarak 50 meter dari jalan kawasan villa. (red)

Lunas Enam Bulan Iuran BPJS Kesehatan, Peserta Aktif Kembali

0

 

BARITO UTARA -Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) Kesehatan, telah mensosialisasikan Program Keringanan Pembayaran Tunggakan JKN (Ralaksasi Tunggakan), ini juga sebagai bentuk menerapkan program relaksasi bagi peserta yang menunggak iuran.

Pendaftaran untuk program tersebut, berlaku sampai Desember 2020.
Melalui program ini, BPJS Kesehatan meringankan beban bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat(JKN-KIS) yang menunggak iurannya di atas enam bulan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh Kabupaten Barito Utara(Kalteng), Iwan Adriady dalam acara jumpa Pers dengan media massa di Mayn Cafe, Jumat pagi(4/9/20) mengatakan kepada awak Media, dengan program relaksasi ini juga, status kepesertaan JKN-KIS akan langsung diaktifkan setelah sebelumnya menunggak iuran.

“Program relaksasi ini diperuntukan, bagi mereka yang menunggak iuran enam bulan ke atas, Aturan sebelumnya itu harus lunas semuanya, tetapi dengan program relaksasi cukup bayar tunggakan enam bulan, plus satu bulan berjalan, kepesertaannya  langsung aktif kembali,”bebernya.

Adapun program relaksasi ini diterapkan hingga Desember 2020.

BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh tak mau, jika masyarakat menggampangkan masalah terkait kesehatan, tetapi kepesertan JKN-KIS tidak aktif karena masih  menunggak iuran,”jelasnya.

Menurut Iwan, jumlah peserta BPJS Kesehatan di Barito Utara yang menunggak iuran sudah mencapai 5.346 jiwa. Sebagian besar menunggak lebih dari 24 bulan.

Lanjut Iwan jika dirupiahkan, total akumulasi tunggakan sejak 2015 tercatat sebesar Rp.4,4 Miliar, sampai hari ini sebanyak 24 orang yang telah mendaftarkan diri ikut program relaksasi tunggakan iuran BPJS Kesehatan.

Bagi peserta mandiri maupun badan hukum yang ingin memanfaatkan program relaksasi ini, bisa langsung menghubungi atau mendatangi kantor BPJS Kesehatan terdekat.

Khususnya bagi peserta mandiri, bisa mengakses program relaksasi ini melalui aplikasi Mobile JKN yang bisa diunduh melalui Play store maupun App Store.(SS).

Bupati Nganjuk Lestarikan Budaya Tradisi Ritual Siraman Sedudo

 

NGANJUK — Pada bulan Suro tepatnya tanggal 1 Suro dalam kalender Jawa atau bulan Muharram dalam kalender Islam, Pemkab Nganjuk gelar upacara ritual siraman sedudo, Kamis (03/09/2020).

Kegiatan budaya tradisi Siraman Sedudo menjadi gelaran rutin diselenggarakan oleh Pemkab Nganjuk sebagai pelestarian budaya tradisi ritual turun temurun bagi masyarakat di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.

Hal itu juga merupakan upaya mempromosikan Obyek Wisata andalan untuk dapat menarik kunjungan wisatawan dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat menjelaskan, kegiatan budaya tradisi sedudo berupa tradisi sedekah bumi dan prosesi upacara pengambilan air suci dari air terjun sedudo.

Dikatakannya, ritual tahun ini berbeda dengan gelaran tahun sebelumnya, di tengah pademi covid-19 prosesi Siraman Sedudo dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

“Pengunjung kita batasi, kalau tidak dibatasi bisa puluhan ribu berkunjung kesini,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, tradisi siraman Sedudo sendiri sudah berlangsung sejak zaman Majapahit, yang saat itu pengambilan air dari terjun Sedudo digunakan untuk mensucikan Patung Prana Prathista.

“Tradisi itu juga bisa disebut sebagai ritual Prana Prathista,” ucap Novi Rahman Hidhayat. (tim)

Baznas Probolinggo Dan KPRI Waringin Indah, Santuni Anak Yatim Di Kecamatan Tiris

 

PROBOLINGGO –Sambut tahun baru Islam Baznas Kabupaten Probolinggo dan Koperasi Waringi Indah menyantuni 95 anak yatim bertempat di kantor kecamatan Tiris pada hari Rabu 2 september 2020.

Bantuan yang tersalurkan ke anak yatim, terdiri dari 70 anak dari baznas dan sebanyak 25 anak yatim dari koperasi Waringin Indah.

Dalam kegiatan amal shodaqoh tersebut di hadiri dua orang staf Baznas kabupaten Probolinggo, camat Tiris Imron Rosyadi,S.Sos, MM dan Hendro Prasetyo dari Polsek setempat.

Camat Tiris menyampaikan terimakasih kepada Baznas kabupatem Probolinggo dan KPRI Waringin Indah yang sudah membantu anak anak yatim yang berada di wilayahnya.

Juga diharapkan bantuan semacam ini bisa dilaksanakan lebih besar lagi dalam momen momen tertentu, apalagi dalaam musim pandemi seperti sekarang, kegiatan ini dapat meringankan beban hidup bagi anak anak yatim.

“Mudah mudahan tahun depan bisa di perbesar lagi bantuan ini, sehingga dapat dimanfaatkan oleh anak yatim yang menerimanya,” Ujar Imron Rosyadi.

Ditegaskan pula adanya covid 19 ini kami juga melaksanakan protokol kesehatan, di wajibkan semua yang datang ke kecamatan Tiris ini harus memakai masker dan jaga jarak.

Pada kesempatan yang sama, Nyono, saya selaku kepala sekolah ranugedang lll, menyampaikan jika dua siswanya mendapat bantuan dari baznas, berupa alat tulis, tas serta uang Rp.175 ribu sebagai transpot.

“Saya sebagai kepala sekolah mengucapkan terima kasih kepada Baznas kabupaten Probolinggo yang telah memberikan bantuan kepada anak didik saya,” ungkap Nyono.

Dirinya juga berharap bantuan kepada anak yatim kecamatan Tiris di tambahkan dan di perbanyak di tahun yang akan datang.(David)

DPRD Kembali Gelar RDP, PAMMI Terima Keputusan Bersama Pemkab

0

 

BARITO UTARA -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara, kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang kedua kalinya dengan Seniman Electone, Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia(PAMMI) cabang Barito Utara, dilansungkan pada ruang sidang DPRD Barito Utara, Kamis(3/9/20).

Yang telah berkenaan hadir dalam rapat dengar pendapat itu, Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra,SH, Sekretaris Daerah,Ir.H.Jainal Abidin,M.AP. Kasatpol PP.Drs.Aprin Siaga, Kabag Hukum Sugeng Waloyo,SH, Wakapolres Barito Utara, yang mewakili Dandim 1013 Muara Teweh, kadisbudparpora, Ketua dan anggota Seniman Electone PAMMI dan Penata Rias beserta Artis lokal dangdut.

Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, Permana Setiawan,ST yang didampingi Wakil Ketua II, Sastra Jaya serta dihadiri anggota Dewan dari Komisi I ,II dan III.

Sekretaris Daerah Barito Utata,Ir.H.Jainal Abidin mengatakan bahwa, masih ada dua kelurahan di Barito Utara masih dalam Zona merah hati yaitu, kelurahan Melayu dan Lanjas.

Hal ini membuat Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan(TGPP)Covid-19 Barito Utara(Kalteng) memutuskan bahwa, semua warga yang akan melaksanakan syukuran dan hajatan perkawinan, tidak menyertakan dengan hiburan musik.

Ketua harian gugus tugas covid-19, Sugianto Panala Putra,SH menyampaikan dilarangnya pelaksanaan musik dan hiburan pada setiap acara perkawinan di dua kelurahan yaitu Melayu dan Lanjas, dikarenakan masuk ke dalam Zona gawat Covid-19, didua kelurahan itu disebut juga Zona merah hati.

Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra,SH  mengatakan, Pemerintah Daerah memperbolehkan Seniman Musik Electone dan penata rias bekerja kembali, dengan ketentuan wajib mentaati Protokol Kesehatan.

Dikatakan Wabup, untuk di Kecamatan lain dan Desa diluar dua kelurahan,yang masuk zona merah hati.Masih diperbolehkan melaksanakan acara perkawinan disertai dengan hiburan musik, asalkan mentaati aturan Protokol kesehatan yang berlaku dan penyelenggara hajatan dan syukuran wajib memohon ijin dari pihak Kepolisian setempat.

Salah satu penyanyi atau Artis lokal asal kota Muara Teweh yang kerap kali, dapat job diacara perkawinan, Eva Mikha mengaku, sangat gembira dan lega dengan hasil keputusan Rapat Dengar Pendapat DPRD dengan gugus tugas covid-19, karena aktivitas dan tempat kami mencari nafkah, sudah diberi jalan terbaik oleh Pemkab Barito Utara.

Merupakan kesimpulan akhir RDP Pemkab Barito Utara dengan DPRD, dari seluruh rangkaian rapat, bahwa anggota Dewan yang hadir setuju dengan keputusan bersama Pemkab Barut, memperbolehkan Seniman Musik Electone PAMMI dan Penata Rias untuk bekerja kembali dengan ketentuan, wajib mentaati Protokol Kesehatan Covid-19, kecuali untuk daerah zona merah hati, tidak diijinkan untuk dilaksanakan hiburan. (SS).

Dimasa Pandemi COVID-19, Petani Desa Tegal Pasir Kembangkan Komoditas KABIR O7

BINDOWOSO – Di masa pandemi COVID-19, petani Desa Tegal Pasir mengembangkan komoditas KABIR O7 di Desa Tegal pasir Kecamatan Jambesari darus sholah Kabupaten Bondowoso, kamis 3/9/2020.

Acara tersebut, dihadiri Dinas Pertanian Bondowoso, Muspika Kecamatan Jambesari, BPP Maskuning, Kepala Desa Tegal Pasir beserta perangkat, tokoh masyarakat dan Gapoktan Mantep III.

“Petani harus berbangga. Ketika sektor usaha melemah, sektor pertanian harus tetap unggul. Ini semua bukan terletak kepada bibit varietas yang bagus, namun proses pengulahan tanaman dari penggarapan lahan, pengairan dan pemupukan harus sesuai, sehingga menghasilkan yang maksimal,” papar Kabag Holtikultura ” Winarto”

Ini di buktikan oleh petani muda yang berada di Gapoktan Manteb III yang menanam bibit varietas kabir 07 bisa menghasilkan 11 ton per hektarnya.

“Walaupun dimusim kemarau kami tetap tanam padi ini awal yang baik, karena mulai dahulu di Desa Tegal Pasir tidak bisa tanam padi karena tidak tersedianya air sebagai sarana irigasi, tapi dengan sentuhan tekhnologi sederhana yakni pengeboran dan modifikasi pompa air daya listrik dengan biaya yang sangat murah, petani di Desa Tegal Pasir bisa tanam padi tanpa batasan musim,” ujar Abdul Gafur, salah satu pegiat pertanian Desa Tegal Pasir.

“Pertanian di Desa Tegal Pasir Kecamatan Jambesari, harus lebih maju lagi, petani harus bisa meningkatkan produksinya, maka tepat sekali sektor pertanian kita pacu,” papar Kades Sujono

Dalam panen dan ubinan bibit galur kabir 07 berjalan dengan lancar dengan hasil memuaskan ( ARI)