Home Blog Page 1887

Hijaukan Kawasan, Dinas LH Nganjuk Tanam Ratusan Tabebuya

NGANJUK – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk menanam ratusan pohon tabebuya (bunga dari Brazil-red) di sejumlah lokasi, termasuk disepanjang jalan Semeru, Desa Tanjungrejo, Loceret.

Kepala Dinas LH Nganjuk Tri Wahju Kuntjoro, melalui Kasi Pencemaran Lingkungan mengatakan, bahwa penanaman tabebuya tersebut merupakan program penghijauan.

“Tabebuya ini ini ditanam di ruas jalan sepanjang 1,6 kilometer dengan masing masing jarak sekitar enam meter,” kata Kasi Pencemaran Lingkungan, Didik Sujarwo.

“Kegiatan penanaman tabebuya ini sudah berlangsung seminggu terakhir, kemarin sekitar 50 batang pohon tabebuya yang belum ditanam,” imbuhnya.

Di ruas jalan Semeru, beberapa pohon terlihat gundul karena ditebangi akibatnya kawasan menjadi panas. Hal itu kemudian menjadi dasar pertimbangan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan penghijauan dengan nenanam tabebuya.

Sebelumnya Dinas LH berencana menanam tabebuya di jalan Kartini, namun karena ruas jalan itu masih butuh perbaikan, dikhawatirkan tabebuya rawan terganggu, maka akhirnya ditanam di jalan Semeru. Selain untuk menjaga kerindangan, namun juga untuk keindahan.

Dikatakan Didik, saat ini total ada sekitar 500 pohon dari total 562 pohon yang harus ditanam. Untuk perawatannya, Dinas LH akan terus melakukan pengawasan selama penanaman, ke depan pihaknya akan melakukan pemupukan.

Dalam penjelasannya, Didik memaparkan total jalan yang ditanami tabebuya sepanjang tiga kilometer. Selain di jalan Semeru tabebuya juga ditanam di Desa Sukorejo, Loceret.

“Pokonya ini nati seluruh ruas jalan Semeru belok ke timur sampai pertigaan dan ke arah barat,” ungkapnya.

Terpisah, Suyit (60), warga lingkungan setempat mengaku senang dengan adanya tanaman tabebuya ini, karena akan membuat lingkungan jadi rindang. (awr)

Polda Jatim Bekuk 4 Perampok Rumah di Lumajang

SURABAYA – Sudah sejak bulan November hingga Desember melakukan aksi perampokan di rumah yang dihuni para lansia, ke empat tersangka akhirnya berhasil diringkus polisi.

Keempat perampok itu yakni SA (38), SH (53) masing-masing warga Kecamatan Kunir, AH (31) warga Pasirian dan AK (31) Candipuro. Sedangkan TKP berada di Klakah, Randuagung, Tekung Kabupaten Lumajang.

Dalam setiap aksinya, para tersangka selalu menyekap korbannya. Adapun sasarannya adalah rumah yang dihuni orang-orang lemah dan dengan jumlah penghuni sedikit.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dalam jumpa pers, Senin (21/12/2020).

“Sasarannya adalah rumah-rumah dan TKP nya di daerah Lumajang. Terutama rumah-rumah yang dilakukan pengintaian tersangka,” ujar Trunoyudo.

“Salah satu korban berumur sekitar 62 tahun dilakukan penyekapan. Korban tidak ada yang dilukai hanya disekap seperti diikat,” imbuhnya.

Trunoyudo menambahkan, para tersangka selalu melancarkan aksinya saat tengah malam hingga dini hari selalu dibekali dengan senjata tajam berupa celurit.

“Dalam setiap operasinya mereka menggunakan motor dan membawa senjata tajam seperti celurit. Ini seperti yang kita lihat bersama ada 4 celurit sebagai baang bukti,” tutur Trunoyudo.

“Nah saat menyekap itu, para pelaku kemudian menguras harta berharga milik korban terutama yang berharga,” tambah Trunoyudo.

Akibat perbuatan para tersangka, polisi menjerat dengan Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan (curas). Adapun ancaman hukumnnya yakni di atas 5 tahun penjara.

Keempat tersangka telah diproses penyidikan dan kemudian terhadap para tersangka ini dikenakan pasal 365 curas dengan ancaman di atas 5 tahun. (tim/red)

Polisi Bubarkan Kerumunan Massa di Obyek Wisata Selokambang

LUMAJANG – Imbauan untuk menghindari kerumunan massa sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, masih kerap dilanggar warga.

Petugas pun terus berupaya melakukan tindakan untuk membubarkan warga yang masih berkerumun.

Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa, S.H., S.I.K., M.I.K, melalui personil yang terlibat Ops Lilin Semeru 2020 dipimpin oleh Kasubbag Sarpras AKP EDI SANTOSO, S.H kegiatan patroli di tempat wisata, Sabtu (26/12/2020) pukul 20.30 WIB.

Bersama personil gabungan Polri dan 2 Personil Koramil 0821, kerumunan masa (live music) di obyek wisata selokambang, Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko, dibubarkan.

AKP Edi mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut petugas menghimbau kepada panitia penyelenggara kegiatan yang mengakibatkan berkumpulnya masa dengan jumlah banyak (live music) agar tidak melaksanakan kegiatan tersebut mengingat adanya Pandemi Virus Covid 19.

“Petugas secara humanis membubarkan kerumunan agar tidak muncul klaster baru penyebaran Covid 19 di Lumajang, mohon kesadaran masyarakat untuk taat protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan” pungkasnya. (bam)

Momentum HJK Bukittinggi ke 236, Pemkot Resmikan RSUD Megah

0

BUKUTTINGGI – Visi terwujudnya Bukittinggi Kota menjadi tujuan pariwisata, Pendidikan, Kesehatan, Perdagangan dan Jasa berlandaskan Nilai-Nilai Agama dan Budaya, fasilitas kesehatan sudah menjadi suatu kebutuhan bagi sebuah Kota tujuan wisata. Visi tersebut kini sudah terjawab dengan dibangunnya RSUD Bukittinggi.

Pembangunan RSUD ini merupakan salah satu mega proyek di Bukittinggi dan menjadi rumah sakit pertama dengan konsep Pariwisata yang jauh dari kesan angker, terletak dipinggir jalan bypass Kelurahan Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Salayan (MKS) Kota Bukittinggi, tidak jauh dari kantor Balaikota.

Dengan misi meningkatkan pembangunan, penataan, dan pengelolaan sarana dan prasarana kota secara terpadu berwawasan lingkungan, meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata, pendidikan, kesehatan, perdagangan dan jasa serta kesejahteraan sosial masyarakat, maka diusianya yang ke 236 tahun, Kota Bukittinggi bisa memiliki sebuah Rumah Sakit tipe C, dengan fasilitas kesehatan termegah, pada masa Pemerintahan Walikota Ramlan Nurmatias

Menurut Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, RSUD Bukittinggi dibangun sejak 2018 lalu dengan anggaran Rp 102 milyar lebih. Sekarang progresnya telah boleh dikatakan rampung 100% persen.

“Alhamdulillah pembangunannya sangat baik sekali. Luar biasa dan kami di pemko sangat puas dengan hasil pekerjanya,” ungkap Wali Kota Ramlan saat meninjau RSUD Bukittinggi.

Ketua DPRD Bukittinggi Herman Syofyan mengaku kaget dengan hasil pembangunan RSUD Kota Bukittinggi tersebut. “saya tidak menduga seindah ini hasil pembangunannya, sangat bagus dan termegah di Sumatera Barat”, kata Herman dalam momentum peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke 236, Selasa (22/12/2020).

“Warga kota pantas mensyukurinya, Pemko Bukittinggi telah berhasil meningkatkan fasilitas kesehatan yang termegah dengan fasilitas alat kesehatan termoderen. Bersyukur dan berterimakasih kepada Pemko dengan ikut merawat bangunan yang megah dengan dana cukup besar itu,” kata Herman.

Pihaknya meminta kepada semua pihak untuk dapat memanfaatkan bangunan dan fasilitas RSUD tersebut dengan sebaik baiknya, termasuk petugas kesehatan yang telah direkrut sebagai tenaga kontrak harus mampu memberikan pelayanan yang prima. “Untuk apa bangunan megah dan fasilitas moderen, kalau pelayanannya tidak prima,” ungkapnya. (red/adv).

Baru Saja Jadi Menteri Sudah Timbul Kegaduhan

SURABAYA -Terpilihnya Risma menjadi menteri merupakan kebanggaan bagi masyarakat Jatim, khususnya Surabaya. Namun baru saja dilantik, sudah timbul kegaduhan.

Penyebabnya, Tri Rismaharini (Risma) yang sudah resmi dilantik menjadi Menteri Sosial (Mensos) belum mundur sebagai Wali Kota Surabaya.

Bahkan, Risma mengaku telah meminta izin Presiden Jokowi. Bolehkah mensos merangkap sebagai wali kota, meski hanya sementara? dikutip dari jatimnow.

Sedangkan kumparan.com menyebut Risma untuk sementara bakal masih merangkap jabatan sebagai mensos dan wali kota Surabaya. Risma menyebut Presiden Jokowi sudah mengizinkannya untuk sementara pulang-pergi Jakarta-Surabaya.

Alasannya, terdapat dua proyek yang harus diresmikannya.

“Saya buat jembatan ada air mancurnya, sayang kalau enggak saya resmikan. Saya mau pulang, mau meresmikan museum olahraga karena di situ ada jersey-nya Rudi Hartonono, raketnya Alan Budi Kusuma, saya pengin resmikan itu untuk anak-anak Surabaya,” kata Risma seperti dilansir kumparan.com.

Sejumlah media kemudian menyoroti persoalan rangkap jabatan itu. Bahkan Pengacara M Sholeh melalui channel YouTube miliknya menyebut Risma melanggar dua undang-undang sekaligus.

UU Pemerintah Daerah No 23/2014 Pasal 76 ayat (1) huruf h menyatakan kepala daerah dan wakil kepala daerah dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya, sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dan Pasal 23 UU Kementerian Negara Nomor 39/2008 yang menyatakan menteri dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.

“Jadi ada dua undang-undang. Undang-undang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Kementerian Negara yang melarang rangkap jabatan,” tegasnya, Rabu (23/12/2020) malam.

Senada dengan pengacara M Sholeh, pengamat Emerson Yuntho angkat bicara perihal rangkap jabatan tersebut.

Emerson Yuntho mengatakan, Risma sudah seharusnya mundur dari Walikota Surabaya karena seorang menteri dilarang rangkap jabatan pejabat negara.

“Ibu Risma ketika sudah dilantik jadi Mensos harus mundur dari Wali Kota Surabaya. UU Kementerian melarang menteri (dan wakil menteri) rangkap jabatan pejabat negara,” tulis Emersyon Yuntho lewat jejaring Twitter miliknya, Rabu (23/12/2020) seperti dikutip Suara.com.

“Jadi kalau Risma beralasan – sudah izin Presiden atau kan tinggal dua bulan – itu bukan alasan pembenar. Pedomannya harus mengacu ke UU Kementerian. Masa iya baru
menjabat sudah melanggar UU, toh Bu. Mbok ya mundur dari Wali kota,” terang Emerson Yuntho.

Terkait persoalan itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ternyata telah memastikan bahwa Menteri Sosial Tri Rismaharini atau akrab dipanggul Bu Risma, tidak merangkap jabatan sebagai wali kota Surabaya.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik dalam pesan singkatnya kepada awak media, Kamis (24/12/2020) menjelaskan, Risma berhenti sebagai Wali Kota Surabaya sejak dilantik sebagai mensos menggantikan Juliari Batubara, Rabu (23/12/2020).

“Diberhentikan sejak dilantik menjadi pejabat baru. Kan ada larangan menjadi rangkap jabatan. Ketika dilantik itu sudah langsung berhenti,” kata Akmal.

Akmal lantas menyinggung Pasal 23 Undang-undang (UU) Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara.

Dalam pasal itu, kata dia, disebutkan bahwa menteri dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya.

“Sejak dilantik dia (Risma, red) jadi menteri, dia jadi menteri, kemudian UU melarang ada jabatan rangkap jabatan,” ujar dia.

Kemudian, Akmal menyinggung Pasal 42 dan Pasal 43 UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang membuat seorang menteri tidak bisa rangkap jabatan di pemerintahan.

Dalam aturan itu, kata Akmal, para pejabat yang terlibat dalam konflik kepentingan, dilarang terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Selain itu, ujar dia, terdapat UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Aturan itu juga membuat menteri tidak bisa rangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya.

“Khususnya Pasal 5 poin (6) tentang larangan rangkap penghasilan. Nah, dengan adanya gaji ganda, berpotensi melanggar UU 28 Tahun 1999,” ujar dia.

Akmal pun menjelaskan, Wakil Wali Kota Surabaya otomatis menggantikan Risma sejak berhenti sebagai orang nomor satu di kota pahlawan itu.

“Itu otomatis itu,” tutur dia.

Berdasar penjelasan Akmal tersebut, berarti Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana sudah naik jabatan menjadi wali kota sejak Rabu kemarin.

Sementara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan menunggu proses dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Akan menunggu proses dari Kemendagri. Jadi simpel sih ya SOP-nya peraturan perundang-undangannya juga sudah terang,” kata Gubernur Khofifah, Rabu (23/12/2020). (red)

Fokus Kesejahteraan Guru Honorer, DPRD Pamekasan Selektif Kaji Usulan OPD

PAMEKASAN – DPRD Pamekasan sangat selektif dalam membahas Program Pemerintah, lebih lebih dalam hal penganggaran, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pamekasan sangat hati-hati.

Tiap usulan yang disampaikan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dikaji secara detail. Usulan yang tidak menguntungkan bagi masyarakat tidak akan diloloskan.

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengatakan banggar akan cukup selektif dalam mengkaji usulan mitra kerjanya. ”Sejumlah usulan anggaran dicoret karena tidak menyentuh langsung kepada rakyat,” ujar Fathor Rohman, (14/12/2020).

Salah satu yang menjadi fokus para wakil rakyat adalah nasib guru honorer. Pasalnya, honor yang mereka terima sangat kecil. Yakni, Rp 200–350 ribu sebulan.

Hal itu berdasarkan laporan guru honorer yang datang langsung ke gedung dewan. Padahal, tanggung jawab kerja mereka juga berat. Sama seperti yang berstatus PNS.

Sebelumnya, Banggar DPRD Pamekasan dan Timgar Pemkab Pamekasan, sudah membahas terkait kesejahteraan guru honorer sejak tahun lalu. Melalui komisi IV telah mengupayakan kesejahteraan guru honorer ditingkatkan melalui insentif.

Pada 2021mendatang, guru honorer akan diberi insentif Rp 600 ribu tiap bulan. Minimal, insentif itu bisa meringankan beban mereka di bidang kesejahteraan.

”Ini sudah kami bahas dan anggarkan tahun ini, tapi terganjal refocusing anggaran. Kami akan perjuangkan lagi di 2021,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiuddin mengatakan, kesejahteraan guru akan menjadi atensi DPRD ke depan. Pihaknya sudah mengupayakan ada bantuan langsung tunai (BLT) untuk guru honorer tahun ini. Sasarannya dalah guru TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA.

Guru ngaji yang jumlahnya 8.004 orang juga dialokasikan. Mereka diberi Rp 600 ribu per bulan dalam jangka waktu dua bulan. ”Pada 2021, kita anggarkan insentif untuk mereka,” tambahnya.

Syafiuddin menjelaskan, untuk guru K2 GTT guru kelas 500 orang, PJOK 75 orang, PAI 275 orang, PTT penjaga 260 orang mendapat insentif Rp 600 ribu tiap bulan. ”Kami berharap, ini bisa meringankan beban mereka,” sambungnya. (biro)

Bupati Bangkalan Tak Keluarkan Izin Perayaan Tahun Baru

BANGKALAN – Pada pergantian tahun baru 2020 menuju 2021, Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron menegaskan tidak mengeluarkan izin untuk merayakan tahun baru.

“Tidak ada perayaan menyambut tahun baru. Ini sesuai dengan arahan Pemprov dan pemerintah pusat,” tegas Ra Latif, sapaan akrabnya, Sabtu (19/12/2020).

Ra Latif menghimbau agar warga Bangkalan tidak merayakan tahun baru karena hingga saat ini penyebaran Covid-19 tidak kunjung reda.

“Jika masih ada yang memaksa menggelar dan menimbulkan kerumunan, maka kami akan melakukan koordinasi dengan pihak keamanan untuk menentukan tindakan. Ini dalambrangja upaya memutus penyebaran Covid-19,” tegasnya. (biro)

Dirgahayu Sampang 397, Bupati dan Forkopimda Ziarah ke Makam Rato Ebu

SAMPANG – Pada momentum Dirgahayu Hari Jadi (Harjad) ke-397 Kabupaten Sampang tahun 2020, Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi bersama pejabat lain di lingkungan Pemkab Sampang melakukan ziarah kubur atau makam leluhur Rato Ebu, di Jalan Mangkubumi, Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang, Rabu (23/12/2020).

Dalam agenda itu, rombongan dari seluruh unsur pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sampang, melaksanakan tahlil, doa dan tabur bunga bersama di makam Rato Ebu tersebut.

Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi menyampaikan, ziarah terhadap makan leluhur yakni Rato Ebu merupakan wujud mempertahankan tradisi untuk memperingati hari jadi daerah.

“Sangat penting berziarah di makam leluhur, tokoh agama dan para pejuang yang terbukti telah mewujudkan sejarah terdahulu berdirinya Kabupaten Sampang,” terang H Slamet.

“Kami mengingatkan kembali terhadap jasa-jasa pejuang dan pemimpin Sampang terdahulu. Maka, kami ambil hikmah dengan cara berziarah di makam leluhur,” imbuhnya.

Bupati mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan berbagai upaya para pejuang yang sudah mendahului kita. Terutama, melalui kegiatan pada rangkaian Harjad Kabupaten Sampang.

Pada kesempatan itu ia juga menginstruksikan kepada para pejabat serta staf kantor OPD, dan lingkungan pendidikan untuk mengenakan baju adat Marlena dan Sakera sebagai bentuk mengenang sejarah.

“Semua pejabat dan staf kantor, kami anjurkan memakai baju adat Madura atau Sampang dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah,” jelasnya.

H Slamet Junaidi menambahkan, pada rangkaian Dirgahayu Harjad Sampang ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (biro)

Wabup Himbau ASN Sumenep Nikmati Liburan di Rumah Saja

0

SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menghimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sumenep, agar di rumah saja selama libur dan cuti bersama tahun 2020.

“Itu untuk menjaga situasi Sumenep lebih baik. Sebab, pandemi Covid-19 belum tuntas,” ujarnya, Kamis (24/12/2020).

Himbauan ini menyusul adanya upaya pencegahan Covid-19. Pihaknya juga meminta warga Sumenep patuh terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) dan menjaga situasi Sumenep tetap kondusif.

“Itu butuh kesadaran bersama dan saling menjaga,” ujarnya.

Ia menyebutkan, libur dan cuti bersama ditetapkan oleh pemerintah pusat yakni tanggal 30 Desember 2020 sampai dengan 1 Januari 2021.

Pada tanggal 24 dan 25 Desember 2020 libur karena perayaan natal. Dan tanggal 26-27 Desember sebagai hari libur.

“Untuk tanggal 28, 29 dan 30 Desember, ASN tetap masuk seperti biasa,” pungkasnya.(biro)

Warga Semarang Buru Batik Lawasan Jelang Akhir Tahun

0

SEMARANG – Menjelang libur akhir tahun 2020, sejumlah gerai batik di Kota Semarang pun dipadati sejumlah pengunjung. Pandemi Covid-19 tak menyurutkan warga untuk berburu beragam motif batik.

Meski aktivitas perdagangan batik sempat menurun, kini pembelian batik secara langsung di pusat-pusat perbelanjaan maupun gerai-gerai di Kota Semarang kembali bergeliat.

Dari pantauan, seperti di gerai batik Benang Ratu Majapahit, Jalan Brigjen Katamso Semarang, terlihat tak sedikit pengunjung yang memadati gerai tersebut untuk berbelanja batik, Kamis (24/12/2020).

Pengunjung tetap diwajibkan mengedepankan penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Sementara guna memenuhi kebutuhan batik di akhir tahun ini, manajemen Benang Ratu telah menyiapkan beragam motif batik, termasuk kombinasi motif batik lawasan dengan batik kekinian.

Store Manager gerai Benang Ratu Majapahit, Apriana Panca Kartikasari mengatakan, meski di awal pandemi Covid-19 sempat mengalami penurunan namun peminat batik tak pernah pudar.

“Awal-awal Covid pada bulan Maret masih lumayan. Yang paling terasa menurun di bulan April hingga 40 persen. Tapi Alhamdulillah, mulai September-Oktober sampai sekarang naik lagi dan kembali normal,” kata Apriana, Kamis (24/12/2020).

Menurutnya, kombinasi motif batik lawasan dengan batik kekinian saat ini memang sedang diminati konsumen. “Batik lawasan itu seperti motif parang, kawang dikombinasikan dengan batik kekinian dengan motif hewan, bunga dan sejenisnya,” katanya.

Namun demikian, konsumen juga ada yang suka motif warna netral. Sehingga pihaknya juga menyediakan motif-motif yang sesuai peminat pasasr. “Ya lumayan ramai dengan membuat motif kombinasi, karena memang memproduksi sendiri,” ujar dia.

Untuk tren motif batik di 2021, kata dia, tak jauh beda di tahun ini yakni motif kombinasi, netral dan ngejreng. Sementara dalam menyiasati pandemi Covid yang berkepanjangan, pihaknya juga melakukan promo melalui media sosial seperti instagram story hingga penjualan secara online dengan bebas ongkos kirim.

“Sejak pandemi kita sudah lakukan penjualan lewat online dengan free ongkir. Promo juga kita lakukan lewat instagram story. Ya ada peningkatan sebesar 50 persen lewat belanja online,” ujarnya. (red)